• Tidak ada hasil yang ditemukan

Biodelignifikasi Kayu Sengon untuk Produksi Bioetanol dengan Teknik Sakarifikasi Fermentasi Simultan Sel Teramobil

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Biodelignifikasi Kayu Sengon untuk Produksi Bioetanol dengan Teknik Sakarifikasi Fermentasi Simultan Sel Teramobil"

Copied!
43
0
0

Teks penuh

Gambar

Gambar 1 Pertumbuhan jamur Phanerochaete chrysosporium (A) dan Trametes
Gambar 2 Degradasi lignin pada media PDA yang mengandung lindi hitam oleh
Gambar 4 Delignifikasi kayu sengon menggunakan Trametes versicolor
Tabel 1 Kandungan kimia kayu sengon
+3

Referensi

Dokumen terkait

Pembuatan karya ini bertujuan menggali potensi enceng gondok sebagai bahan baku bioetanol generasi kedua, dengan menerapkan rancangan teknologi sederhana menggunakan

Suhu optimal proses SFS adalah 38°C, yang merupakan perpaduan suhu optimal hidrolisis (45 – 50°C) dan suhu optimal fermentasi (30°C). Proses SFS memiliki keunggulan

Tujuan dari pretreatment untuk menghilangkan lignin yang terdapat pada selulosa, sakarifikasi bertujuan untuk menghidrolisis glukosa dan fermentasi bertujuan untuk mengubah

Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, maka dapat disimpulkan bahwa kondisi maksimum dari fermentasi larutan glukosa dengan teknik immobilisasi sel

Peningkatan konsentrasi urea pada medium fermentasi akan meningkatkan produksi etanol yang dihasilkan, meningkatkan pertumbuhan sel Saccharomyces cerevisiae dan

Pembuatan Etanol dari Limbah Kulit Jeruk Bali : Hidrolisis menggunakan Selulose dan Fermentasi dengan Yeast.. Universitas

Metode detoksifikasi hidrolisat asam dari ubi kayu yang digunakan sebagai substrat fermentasi untuk menghasilkan bioetanol paling optimal adalah menggunakan katalis NH 4 OH

Teknik sakarifikasi dan fermentasi simultan (SSF) terekayasa dalam fermentasi bertujuan untuk mendapatkan produksi etanol yang lebih tinggi sehingga dilakukan