• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pembuatan Silikon Karbida (SiC) dari Pasir Silika (SiO2) dan Karbon (C) dengan Kapasitas 20.000/Tahun

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2016

Membagikan "Pembuatan Silikon Karbida (SiC) dari Pasir Silika (SiO2) dan Karbon (C) dengan Kapasitas 20.000/Tahun"

Copied!
323
0
0

Teks penuh

I. Pendahuluan: Relevansi dengan Objektif Pendidikan

Bab I, Pendahuluan, menetapkan konteks kajian dengan menjelaskan latar belakang pentingnya industri kimia di Indonesia, khususnya dalam konteks produksi bahan intermediet seperti silikon karbida (SiC). Ini relevan dengan objektif pembelajaran yang menekankan pemahaman mahasiswa tentang konteks industri dan kebutuhan pasar. Latar belakang ini juga memperkenalkan isu kebergantungan impor bahan baku dan peluang pengembangan industri dalam negeri, yang membina pemikiran kritis tentang pembangunan ekonomi berkelanjutan. Perumusan masalah secara ringkas menunjukan fokus pra-rancangan pabrik SiC, sesuai dengan objektif pembelajaran dalam perancangan proses dan perancangan pabrik. Tujuan pra-rancangan pabrik selaras dengan objektif pendidikan yang menekankan aplikasi pengetahuan dan keterampilan teknik kimia dalam menyelesaikan masalah industri riil, serta memberikan pemahaman komprehensif tentang aspek teknik, ekonomi, dan sosial.

1.1 Latar Belakang

Sub-bab ini memberikan konteks pentingnya pengembangan industri kimia di Indonesia, terutama pembuatan bahan intermediet. Data statistik impor SiC menyoroti permasalahan yang ada dan peluang untuk mengurangi ketergantungan impor. Ini melatih mahasiswa untuk menganalisis data kuantitatif dan menghubungkannya dengan isu ekonomi nasional. Pembahasan tentang potensi bahan baku di Indonesia dan keuntungan ekspor menunjukkan relevansi dengan objektif pembelajaran tentang analisis kelayakan proyek dan strategi bisnis. Secara pedagogis, hal ini memupuk kemampuan mahasiswa dalam mengkaji sumber daya, merumuskan masalah, dan mengemukakan solusi inovatif.

1.2 Perumusan Masalah

Sub-bab ini dengan tepat menunjukan fokus kajian, yaitu menganalisis pra-rancangan pabrik SiC. Ini membantu mahasiswa memahami pentingnya perumusan masalah yang jelas dan terarah dalam konteks penelitian. Kejelasan perumusan masalah ini mendukung pencapaian objektif pembelajaran dalam perancangan proses dan pengembangan solusi teknik.

1.3 Tujuan Pra-Rancangan Pabrik

Sub-bab ini menyatakan tujuan pra-rancangan pabrik, yang mencakup aplikasi ilmu teknik kimia dalam mata kuliah terkait dan memenuhi kebutuhan domestik serta ekspor. Ini memperlihatkan hubungan langsung antara teori dan praktik, selaras dengan objektif pembelajaran yang menekankan aplikasi pengetahuan. Menyoroti aspek lapangan kerja dan peningkatan kesejahteraan masyarakat menunjukkan bahwa penelitian ini selaras dengan objektif pembelajaran yang menekankan tanggungjawab sosial dan dampak positif teknologi terhadap masyarakat.

II. Tinjauan Pustaka: Prinsip dan Teori yang Mendasari

Bab II, Tinjauan Pustaka, menyajikan informasi teoritis tentang SiC, sifat bahan baku dan produk, serta proses pembuatan SiC. Ini relevan dengan objektif pembelajaran yang menekankan penguasaan konsep dasar ilmu teknik kimia. Pembahasan tentang sejarah SiC, sifat fisiko-kimia bahan baku (pasir silika, karbon, besi fosfat, natrium silikat) dan produk (SiC), serta aplikasi SiC di berbagai industri, memberikan dasar pengetahuan yang kuat bagi mahasiswa. Penjelasan rinci tentang reaksi kimia dan proses pembuatan SiC (proses Acheson dan modifikasi Lowe), mengukuhkan pemahaman mahasiswa tentang prinsip-prinsip termodinamika, kinetika reaksi, dan reaksi kimia industri. Secara pedagogis, bab ini mendukung kemampuan mahasiswa dalam melakukan kajian literatur, analisis data, dan sintesis informasi.

2.1 Silikon Karbida

Sub-bab ini memperkenalkan silikon karbida (SiC), sejarah penemuannya, dan sifat-sifat pentingnya. Ini memberikan latar belakang penting tentang material yang menjadi fokus penelitian. Deskripsi tentang aplikasi SiC dalam berbagai industri membantu mahasiswa memahami aplikasi praktis dari konsep-konsep teknik material dan kimia. Secara pedagogis, ini memperluas wawasan mahasiswa dan meningkatkan minat belajar mereka.

2.2 Sifat-Sifat Bahan yang Terlibat dalam Proses

Sub-bab ini menjabarkan sifat fisiko-kimia bahan baku (pasir silika, karbon, besi fosfat, natrium silikat) dan produk (SiC). Data sifat fisiko-kimia yang diberikan membantu mahasiswa mengaplikasikan konsep termodinamika dan kimia material. Ini juga melatih kemampuan mahasiswa untuk mencari, menganalisis, dan menginterpretasi data dari berbagai sumber. Pembahasan detail tentang sifat ini sangat penting untuk pemahaman terhadap proses produksi SiC dan optimasinya.

2.3 Aplikasi Silikon Karbida

Sub-bab ini membahas aplikasi SiC dalam berbagai industri, menghubungkan konsep teori dengan aplikasi praktis. Ini menunjukkan relevansi penelitian dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan industri. Penjelasan yang rinci tentang aplikasi SiC dalam furnace, elemen panas, alat penukar panas, motor bakar, seal, ceramic ball, dan bahan abrasif membina pemahaman mahasiswa tentang keunggulan dan kekurangan SiC dibandingkan material lain. Dari segi pedagogis, ini mengembangkan kemampuan mahasiswa untuk menghubungkan teori dengan aplikasi nyata.

2.4 Proses Pembuatan Silikon Karbida

Sub-bab ini menjelaskan secara detail proses pembuatan SiC, meliputi tahapan persiapan bahan baku, pencampuran, peleburan, pendinginan, dan pengemasan. Penjelasan reaksi kimia yang terjadi membantu mahasiswa memahami prinsip-prinsip reaksi kimia industri, termodinamika, dan kinetika reaksi. Deskripsi proses memungkinkan mahasiswa untuk mengenali konsep-konsep operasi unit, reaktor kimia, dan perancangan proses. Secara pedagogis, bab ini memungkinkan mahasiswa untuk memahami proses industri secara terintegrasi.

2.5 Deskripsi Proses

Sub-bab ini memberikan deskripsi proses produksi SiC secara lebih terperinci, meliputi unit proses produksi dan unit pemanfaatan gas buang. Ini menghubungkan teori yang telah dibahas sebelumnya dengan proses industri yang sebenarnya. Deskripsi rinci tentang alur proses, peralatan yang digunakan, dan kondisi operasi memungkinkan mahasiswa untuk mengembangkan keterampilan dalam melakukan analisis proses dan merancang sistem produksi. Pembahasan ini meningkatkan kemampuan mahasiswa untuk menganalisis efisiensi dan optimasi proses industri.

III. Neraca Massa: Aplikasi Prinsip Keseimbangan Material

Bab III, Neraca Massa, menunjukkan aplikasi prinsip keseimbangan material dalam proses produksi SiC. Ini relevan dengan objektif pembelajaran yang menekankan penguasaan teknik perhitungan neraca massa dan energi. Data neraca massa untuk setiap unit operasi (mixer, pelletizing machine, burner, rotary kiln preheater, electric furnace, mixing point, steam boiler) menunjukkan kemampuan mahasiswa untuk menerapkan prinsip keseimbangan material dan stoikiometri. Analisa ini juga membantu mahasiswa memahami efisiensi proses dan kemungkinan peningkatannya. Secara pedagogis, bab ini melatih mahasiswa dalam mengerjakan perhitungan yang kompleks dan menginterpretasi hasilnya.

IV. Neraca Energi: Aplikasi Prinsip Keseimbangan Energi

Bab IV, Neraca Energi, melanjutkan aplikasi prinsip keseimbangan energi dalam proses produksi SiC. Data neraca energi untuk setiap unit operasi (pelletizing machine, bucket elevator, burner, rotary kiln preheater, electric furnace, cooling yard, mixing point, gas turbine, steam boiler, steam turbine) menunjukkan kemampuan mahasiswa untuk menerapkan prinsip-prinsip termodinamika dan perhitungan neraca energi. Analisa ini juga membantu mahasiswa memahami efisiensi energi proses dan potensi penghematan energi. Secara pedagogis, bab ini melatih mahasiswa dalam mengerjakan perhitungan yang kompleks dan menginterpretasi hasilnya.

V. Spesifikasi Peralatan: Penerapan Prinsip Perancangan Peralatan

Bab V, Spesifikasi Peralatan, menunjukkan penerapan prinsip-prinsip perancangan peralatan proses dalam konteks pembuatan SiC. Detail spesifikasi untuk setiap peralatan (gudang penyimpanan, belt conveyor, screen, grinder, pompa, bucket elevator, storage bins, screw conveyor, mixer, pelletizing machine, crusher, silo, compressor, gas turbine, steam boiler, steam turbine, cooling yard) menunjukkan kemampuan mahasiswa untuk memilih dan merancang peralatan yang sesuai dengan kondisi operasi dan kebutuhan proses. Ini sangat relevan dengan objektif pembelajaran perancangan peralatan proses. Secara pedagogis, bab ini melatih mahasiswa dalam menganalisis spesifikasi peralatan dan mengevaluasi kinerja peralatan tersebut.

VI. Instrumentasi dan Keselamatan Kerja: Aspek Keselamatan dan Pengendalian Proses

Bab VI, Instrumentasi dan Keselamatan Kerja, membahas aspek penting keselamatan dan pengendalian proses dalam pabrik SiC. Ini relevan dengan objektif pembelajaran yang menekankan pentingnya aspek keselamatan dan kesehatan kerja (K3). Pembahasan tentang instrumentasi dan prosedur keselamatan kerja menunjukkan pemahaman mahasiswa tentang pentingnya pengendalian proses dan pencegahan kecelakaan. Secara pedagogis, bab ini meningkatkan kesadaran mahasiswa tentang pentingnya aspek K3 dalam industri.

VII. Utilitas: Perencanaan dan Manajemen Utilitas Pabrik

Bab VII, Utilitas, membahas kebutuhan dan perencanaan utilitas pabrik SiC, termasuk air, listrik, bahan bakar, dan bahan kimia. Pembahasan tentang pengolahan limbah menunjukkan pemahaman mahasiswa tentang pentingnya aspek lingkungan dalam industri. Spesifikasi peralatan utilitas (screening, bak sedimentasi, clarifier, tangki pelarutan, sand filter, tangki utilitas, menara air, dearator, dll) menunjukkan kemampuan mahasiswa untuk merancang sistem utilitas yang efisien dan berkelanjutan. Secara pedagogis, bab ini menunjukkan pentingnya perencanaan utilitas yang baik bagi kelancaran operasi pabrik.

VIII. Lokasi dan Tata Letak Pabrik: Pertimbangan Faktor Lokasi dan Rancangan Tata Letak

Bab VIII, Lokasi dan Tata Letak Pabrik, menunjukkan pertimbangan faktor lokasi dan rancangan tata letak pabrik. Pemilihan lokasi yang strategis menunjukkan kemampuan mahasiswa untuk mempertimbangkan faktor-faktor ekonomi, sosial, dan lingkungan. Rancangan tata letak pabrik yang efisien menunjukkan kemampuan mahasiswa untuk merancang tata letak yang mempertimbangkan alur proses, keselamatan kerja, dan efisiensi operasional. Secara pedagogis, bab ini meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam perencanaan dan perancangan pabrik.

IX. Organisasi dan Manajemen Perusahaan: Aspek Manajemen dan Operasional

Bab IX, Organisasi dan Manajemen Perusahaan, menunjukkan pemahaman mahasiswa tentang aspek manajemen dan operasional pabrik. Struktur organisasi yang terencana dan uraian tugas, wewenang, dan tanggung jawab yang jelas menunjukkan kemampuan mahasiswa untuk merancang sistem manajemen yang efektif. Pembahasan tentang jumlah karyawan dan tingkat pendidikan menunjukkan perhatian terhadap aspek sumber daya manusia. Secara pedagogis, bab ini meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam memahami aspek manajemen dan operasional pabrik.

X. Analisis Ekonomi: Kelayakan Investasi dan Profitabilitas

Bab X, Analisis Ekonomi, menunjukkan kelayakan investasi dan profitabilitas pabrik SiC. Perhitungan modal investasi, biaya produksi, hasil penjualan, dan laba bersih menunjukkan kemampuan mahasiswa untuk melakukan analisis keuangan. Perhitungan indikator keuangan (profit margin, break even point, return on investment, pay out time, return on network, internal rate of return) menunjukkan kemampuan mahasiswa untuk mengevaluasi kelayakan investasi. Secara pedagogis, bab ini meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam analisis keuangan dan pengambilan keputusan bisnis.

XI. Kesimpulan: Ringkasan Temuan dan Rekomendasi

Bab XI, Kesimpulan, merangkum temuan dan rekomendasi dari pra-rancangan pabrik SiC. Kesimpulan yang jelas dan terarah menunjukkan kemampuan mahasiswa untuk menyimpulkan hasil penelitiannya. Rekomendasi yang diberikan dapat digunakan sebagai acuan untuk penelitian selanjutnya. Secara pedagogis, bab ini melatih mahasiswa untuk menyajikan hasil penelitian secara sistematis dan objektif.

Gambar

Tabel 4.2 Neraca Panas Bucket Elevator (C-110)
Tabel 4.4 Neraca Panas Rotary Kiln Pre-Heater (B-102)
Gambar 8.1 Peta lokasi pabrik Silikon Karbida
tabel 8.1 berikut ini :
+7

Referensi

Dokumen terkait

Energi uap ini digunakan untuk menggerakkan turbin uap, dan energi mekanis yang dihasilkan digunakan untuk meng- gerakkan generator untuk menghasilkan

Dimana uap yang dihasilkan boiler pertama-tama digunakan untuk menggerakan turbin uap yang dikopel dengan generator akan menghasilkan energi listrik, kemudian uap

Aplikasi silikon karbida (SiC) dalam industri karena sifat mekaniknya yang sangat baik, konduktivitas listrik dan termal tinggi, ketahanan terhadap oksidasi kimia sangat baik,

Utilitas merupakan unit penunjang utama dalam memperlancar jalannya suatu proses produksi. Dalam suatu pabrik, utilitas memegang peranan yang penting. Karena suatu proses

CEPCI, 2009, Chemical Engineering Magazine , June-Edition, Chemical Engineering Plant Cost Index, Dow Chemical Company... Instruments and

Uap yang dihasilkan digunakan untuk memutar turbin yang seporos dengan rotor generator sehingga generator dapat menghasilkan energi listrik, yang membedakannya adalah

energi ini : mengubahnya menjadi energi kinetik untuk memutar turbin yang selanjutnya menggerakkan.. generator untuk

Renita Manurung, M.T., Koordinator Tugas Akhir Departemen Teknik Kimia, dosen pembimbing II dan dosen penguji I yang telah banyak memberikan masukan, motivasi dan