• Tidak ada hasil yang ditemukan

PELAKSANAAN PROGRAM SEKOLAH SIAGA BENCANA DI SMA NEGERI 1 KARANGANOM KLATEN TAHUN 2015

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "PELAKSANAAN PROGRAM SEKOLAH SIAGA BENCANA DI SMA NEGERI 1 KARANGANOM KLATEN TAHUN 2015"

Copied!
77
0
0

Teks penuh

(1)

TAHUN 2015

SKRIPSI

Disusun Sebagai Salah Satu Syarat Untuk Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan

Oleh : Ati Astuti 3201411104

JURUSAN GEOGRAFI

FAKULTAS ILMU SOSIAL

UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG

(2)

ii Ujian Skripsi pada :

Hari : Jum’at

Tanggal : 28 Agustus 2015

Pembimbing

(3)

iii

Skripsi ini telah dipertahankan di depan Sidang Panitia Ujian Skripsi Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Semarang pada

Hari : Kamis

Tanggal : 10 September 2015

Penguji I Penguji I I Penguji III

(4)

iv

sendiri, bukan jiplakan dari karya tulis orang lain, baik sebagian atau seluruhnya. Pendapat atau temuan yang terdapat di dalam skripsi ini dikutip atau dirujuk berdasarkan kode etik ilmiah.

Semarang, 28 Agustus 2015

Ati Astuti

(5)

v

Sebuah musibah memberikan sama banyak bahkan lebih daripada yang telah ia hancurkan.

PERSEMBAHAN:

Skripsi ini ku persembahkan untuk

Bapakku Slamet Karsono dan Ibuku Suparni tercinta, yang selalu memberikan kasih

sayang, dukungan, motivasi dan semua hal

yang mungkin takkan terhitung dan terbalas

oleh apapun.

Adikku tercinta, Utami yang selalu memberikan dukungan.

Almamater tercinta, Jurusan Geografi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri

(6)

vi

taufik, dan hidayah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi dengan

judul “Pelaksanaan Program Sekolah Siaga Bencana di SMA Negeri 1

Karanganom Klaten Tahun 2015”ini dengan baik.

Penyusunan skripsi ini tidak lepas dari bantuan, dorongan dan bimbingan dari berbagai pihak, oleh karena itu dengan penuh kerendahan hati penulis ucapkan banyak terima kasih kepada yang terhormat :

1. Prof. Dr. Fathur Rokhman, M.Hum., Rektor Universitas Negeri Semarang

atas segala bimbingan dan arahan selama menjadi mahasiswa Universitas Negeri Semarang

2. Dr. Subagyo, M.Pd., Dekan Fakultas Ilmu Sosial atas segala bimbingan dan arahan selama menjadi mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial

3. Drs. Apik Budi Santoso., M.Si, Ketua Jurusan Geografi atas segala

bimbingan dan arahan selama menjadi mahasiswa Geografi

4. Wahyu Setyaningsih, S. T., M. T atas segala arahan dan bimbingan dalam

penyusunan skripsi ini.

5. Dra. Erni Suharini, M.Si dan Ariyani Indrayati, S.Si, M.Sc, Penguji I dan Penguji II atas segala bimbingan dan arahan dalam penyusunan skripsi.

6. Para Dosen dan karyawan Jurusan Geografi atas ilmu yang telah diberikan

(7)

vii

9. Keluarga besar Jurusan Geografi, Pend. Geografi 2011 Terima kasih untuk

semua yang sangat indah,

10.Berbagai pihak yang tidak dapat disebutkan satu persatu, yang telah

memberikan bantuan baik secara langsung maupun tidak langsung.

Semoga bantuan dan bimbingan yang telah diberikan menjadi amal kebaikan. Penulis menyadaari skripsi ini masih jauh dari sempurna, maka dari itu kritik dan saran yang sifatnya membangun dari berbagai pihak sangat diharapkan guna kelengkapan dan kesempurnaan skripsi ini.

Akhir kata semoga skripsi ini dapat bermanfaat bagi penulis sendiri khususnya dan berguna bagi pembaca pada umumnya.

Semarang, September 2015

(8)

viii Pembimbing Wahyu Setyaningsih, S. T., M. T.

Kabupaten Klaten merupakan salah satu kabupaten di Provinsi Jawa Tengah yang rawan mengalami bencana alam seperti gempa bumi dan angin putting beliung. Menyadari adanya risiko bencana, penting ditumbuhkan kesadaran dan pembudayaan pengurangan risiko bencana (PRB). Pengurangan risiko bencana dapat dilakukan melalui pendidikan siaga bencana dalam sekolah. Pembentukan Sekolah Siaga Bencana (SSB), merupakan salah satu upaya

Pengurangan Risiko Bencana (PRB) dalam sekolah. BPBD bererencana

membentuk 40 SSB untuk SMA/SMK di Klaten pada tahun 2015 termasuk

didalamnya SMA N 1 Karanganom Klaten. Rumusan masalah dalam penelitian

ini adalah: 1) Bagaimana potensi bencana di lingkungan SMA Negeri 1 Karanganom, dan 2) Bagaimana pelaksanaan program Sekolah Siaga Bencana (SSB) di SMA Negeri 1 Karanganom. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) Mengetahui bagaimana potensi bencana di lingkungan SMA Negeri 1 Karanganom, dan 2) Mengetahui bagaimana pelaksanaan program Sekolah Siaga Bencana (SSB) di SMA Negeri 1 Karanganom.

Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif. Objek penelitan ini adalah seluruh komponen sekolah yang berkaitan dengan program Sekolah Siaga Bencana termasuk seluruh warga sekolah. Populasi dalam penelitian ini adalah

754 warga sekolah. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling

dengan jumlah sampel yang diambil sebesar 12% dari populasi, yakni 90 warga sekolah. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah angket dan observasi yang dilengkapi dengan wawancara dan dokumentasi. Data hasil penelitian dianalisis menggunakan deskriptif.

Hasil penelitian bencana yang memiliki potensi paling tinggi adalah adalah Gempa Bumi. Setelah gempa bumi, bencana yang juga berpotensi terjadi adalah Puting Beliung. Rata-rata secara keseluruhan dalam Pelaksanaan Program Sekolah Siaga Bencana SMA Negeri 1 Karanganom adalah mencapai 79,8%.

(9)
(10)

x

DAFTAR PUSTAKA………. 60

(11)

xi

Tabel 4. 1 Jumlah Siswa SMA Negeri 1 Karanganom………

Tabel 4. 2 Tenaga Pendikan dan Non Pendidikan SMA Negeri 1 Karanganom ... 26

Tabel 4. 3 Penyediaan fasilitas di SMA Negeri 1 Karanganom ... 26

Tabel 4. 4 Jumlah Warga Sekolah yang Terkena Dampak Bencana ... 27

Tabel 4. 5 Tingkat Kerawanan Tempat Tinggal Warga Sekolah Terhadap Bencana Gempa Bumi ... 28

Tabel 4. 6 Frekuensi Kejadian dan Kerugian akibat Bencana Puting Beliung di Kabupaten Klaten tahun 2012-2013 ... 29

Tabel 4. 7 Pengetahuan Warga Sekolah Mengenai Risiko Bencana... 33

Tabel 4. 8Pemenuhan Sub Variabel Sikap dan Tindakan ... 37

Tabel 4. 9 Pemenuhan Sub Variabel Kebijakan Sekolah ... 41

Tabel 4. 10 Pemenuhan Sub Variabel Perencanaan Kesiapsiagaan ... 47

Tabel 4. 11 Pemenuhan Sub Variabel Mobilisasi Sumber Daya ... 51

Tabel 4. 12 Tingkat Kerawanan Tempat Tinggal Warga Sekolah Terhadap Bencana Gempa ... 52

(12)

xii

kentongan tanda bahaya dibunyikan. ... 35

Gambar 4. 3 Seluruh warga sekolah diarahkan menuju shelter yang sudah diberitahukan. ... 35

Gambar 4. 4 Siswa yang terluka mendapatkan pertolongan dari tim medis siswa ... 36

Gambar 4. 5 Kepala BPBD Klaten memberikan sosialisasi tentang Pengurangan Risiko Bencana ... 37

Gambar 4. 6 Mading dapat diakses oleh warga sekolah. ... 39

Gambar 4. 7 Dalam madding tercantum nomor-nomor darurat yang bisa dihubungi saat terjadi bencana ... 40

Gambar 4. 8 Perpustakaan Sekolah ... 40

Gambar 4. 9 Tanda Jalur Evakuasi pada dinding luar kelas. ... 44

Gambar 4. 10 Tanda jalur evakuasi dalam ruang kelas ... 45

Gambar 4. 11 Denah jalur evakuasi di dalam kelas ... 45

Gambar 4. 12 Shelter di belakang sekolah ... 46

Gambar 4. 13 Sumber air bersih Shelter ... 46

Gambar 4. 14 Kotak P3K ... 48

Gambar 4. 15 Tabung oksigen ... 49

Gambar 4. 16 Drakbar/Tandu ... 49

(13)

xiii

Lampiran 3. Instrument Wawancara Kepala Sekolah dan Guru Geografi.. 67 Lampiran 4. Angket Partisipasi Warga Sekolah dalam Program Sekolah Siaga

Bencana ………. 71

Lampiran 5. Instrumen Dokumentasi……… 73

Lampiran 6. Lembar Observasi ……… 75

Lampiran 7. Lembar Observasi Standar Bangunan Aman Bencana……. 77

Lampiran 8. Peta Lokasi Penelitian……….. 82

Lampiran 9. Peta Rawan Bencana Gempa Bumi Kabupaten Klaten…… 83

Lampiran 10. Tabel Warga sekolah yang Mengalami Dampak Bencana... 84 Lampiran 11. Hasil Angket Partisipasi Warga Sekolah dalam Program Sekolah

Siaga Bencana ……….……….. 89

Lampiran 12. Tingkat Kerawanan Lingkungan Tempat Tinggal Warga

(14)

1 BAB I

PENDAHULUAN

1.1Latar Belakang Masalah

Bencana alam merupakan salah satu fenomena alam yang mengancam keberlangsungan hidup manusia. Dampak negatif yang ditimbulkan bisa berupa kerugian materi maupun nonmateri. Bencana yang terjadi karena adanya pengaruh lingkungan dan manusia itu bisa dicontohkan seperti banjir, tanah longsor atau kebakaran gagal teknologi, gagal modernisasi, konflik sosial antar kelompok dan teror. Adapun bencana alam yang terjadi secara alami dapat dicontohkan dengan gempa bumi, Tsunami, letusan gunung api, kemarau panjang, dan angin topan.

Bencana sering terjadi dalam waktu yang tidak diduga-duga dan dapat terjadi dimana saja dan dapat terjadi pada siapa saja. Bencana alam yang terjadi tersebut selain dapat merenggut korban jiwa juga dapat merusak lahan yang di

lokasi bencana alam itu terjadi. Berbagai macam ancaman (hazard) bencana, baik

(15)

Kabupaten Klaten merupakan salah satu kabupaten di Provinsi Jawa Tengah yang rawan mengalami bencana alam seperti gempa bumi, banjir dan angin putting beliung. Hal ini karena letaknya di wilayah Jawa Tengah bagian selatan yang dekat dengan daerah pertemuan lempeng dan merupakan daerah dataran rendah, sehingga rawan terjadi banjir jika intensitas curah hujan begitu tinggi.

(16)

memiliki rumah karena rusak atau hancur (https://elantowow.wordpress.com/2011/05/13).

Setelah itu, pada tahun 2010 daerah Yogyakarta sudah diguncang enam kali gempabumi tektoni. Gempa tersebut diantaranya, gempabumi tanggal 21 Agustus 2010 (magnitudo 5.0 Skala Richter), 3 September 2010 (magnitudo 5.0 Skala Richter), 11Oktober 2010 (magnitudo 3.9 Skala Richter), 28 Oktober 2010 (magnitudo 4.0 Skala Richter), dan 28 Oktober 2010 (magnitudo 3.2 Skala Richter). Serta pada tanggal 2 April 2014 kembali terjadi gempa bumi berkekuatan 4,5 Skala Richter (https://tempo.co/read/news/2014/04/02)

Menyadari adanya risiko bencana, penting ditumbuhkan kesadaran dan pembudayaan pengurangan risiko bencana (PRB).Pengurangan risiko bencana dapat dilakukan melalui pendidikan siaga bencana dalam sekolah. Pembentukan Sekolah Siaga Bencana (SSB), merupakan salah satu upaya Pengurangan Risiko Bencana (PRB) dalam sekolah.

(17)

Tindakan, 2) Kebijakan sekolah, 3) Perencanaan Kesiapsiagaan, 4) Mobilisasi Sumberdaya (Konsorsium Pendidikan Bencana, 2011).

Mengacu pada Perbub KLaten nomor 7 tahun 2014 tentang Rencana Penanganan Kedaruratan di Kabupaten Klaten Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Klaten bererencana membentuk 40 Sekolah Siaga Bencana (SSB) untuk SMA/SMK di Klaten pada tahun 2015. Semua ini bertujuan meningkatkan kemampuan siswa dan gur dalam mitigasi bencana.. Dalam kegiatan itu, sekolah tidak mengeluarkan biaya dan dilakukan di luar jam aktif belajar untuk mengurangi risiko bencana(http://suaramerdeka.com). Pada 22 Januari 2015, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bersama TNI/Polri menyelenggarakan kegiatan simulasi gempa bumi di SMA Negeri 1 Karanganom Klaten yang di ikuti oleh seluruh warga sekolah. Pada kesempatan itu juga, SMA N 1 Karanganom ditetapkan sebagai Sekolah Siaga Bencana oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).

(18)

1.2Perumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang yang telah dipaparkan di atas, maka dapat dirumuskan permasalahan sebagai berikut:

1. Bagaimana potensi bencana gempa bumi dan putting beliung di Lingkungan

SMA Negeri 1 Karanganom?

2. Bagaimana pelaksanaan program Sekolah Siaga Bencana (SSB) di SMA

Negeri 1 Karanganom? 1.3Tujuan Penelitian

Tujuan yang ingin dicapai penelitian ini adalah sebagai berikut:

1. Mengetahui bagaimana potensi bencanagempa bumi dan putting beliung di

Lingkungan SMA Negeri 1 Karanganom.

2. Mengetahui bagaimana pelaksanaan program Sekolah Siaga Bencana (SSB)

di SMA Negeri 1 Karanganom. 1.4Manfaat Penelitian

1.4.1 Manfaat teoritis

Sebagai salah satu sumbangan dalam mengembangkan ilmu pengetahuan dalam pendidikan.

1.4.2 Manfaat praktis

Memberikan masukan bagi masyarakat maupu pemerintah dalam mengambil kebijakan dalam mengurangi risiko bahaya bencana.

1.5Batasan Istilah

1.5.1 Potensi Bencana

(19)

1.5.2 Lingkungan Sekolah

Lingkungan Sekolah yang dimaksud adalah lingkungan sekolah dan sekitarnya, termasuk lingkungan tempat tinggal warga sekolah.

1.5.3 Sekolah Siaga Bencana (SSB)

Sekolah Siaga Bencana yang dimaksud adalah sekolah sekolah siaga bencana adalah sekolah yang memiliki kemampuan untuk mengelola risiko bencana di lingkungannya (Konsorsium Pendidikan Bencana, 2011; 8)

1.5.4 Warga Sekolah

(20)

7 BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Landasan Teori

2.1.1 Bencana Alam

Menurut Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 24 Tahun 2007 Tentang Penanggulangan Bencan menyatakan bahwa, Bencana adalah peristiwa atau rangkaian peristiwa yang mengancam dan mengganggu kehidupan dan penghidupan masyarakat yang disebabkan, baik oleh faktor alam dan/atau faktor nonalam maupun faktor manusia sehingga engakibatkan timbulnya korban jiwa manusia, kerusakan ingkungan, kerugian harta benda, dan dampak psikologis.

Menurut Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Bencana

alam adalah bencana yang diakibatkan oleh peristiwa atau serangkaian peristiwa

yang disebabkan oleh alam antara lain berupa gempa bumi, tsunami, gunung

meletus, banjir, kekeringan, angin topan, dan tanah longsor

a. Gempa bumi adalah getaran atau guncangan yang terjadi di permukaan bumi yang disebabkan oleh tumbukan antar lempeng bumi, patahan aktif, akitivitas

gunung api atau runtuhan batuan.

b. Letusan gunung api merupakan bagian dari aktivitas vulkanik yang dikenal dengan istilah "erupsi". Bahaya letusan gunung api dapat berupa awan panas,

lontaran material (pijar), hujan abu lebat, lava, gas racun, tsunami dan banjir

(21)

c. Tsunami berasal dari bahasa Jepang yang berarti gelombang ombak lautan ("tsu" berarti lautan, "nami" berarti gelombang ombak). Tsunami adalah

serangkaian gelombang ombak laut raksasa yang timbul karena adanya

pergeseran di dasar laut akibat gempa bumi.

d. Tanah longsor merupakan salah satu jenis gerakan massa tanah atau batuan, ataupun percampuran keduanya, menuruni atau keluar lereng akibat

terganggunya kestabilan tanah atau batuan penyusun lereng.

e. Banjir adalah peristiwa atau keadaan dimana terendamnya suatu daerah atau daratan karena volume air yang meningkat.Banjir bandang adalah banjir yang

datang secara tiba-tiba dengan debit air yang besar yang disebabkan

terbendungnya aliran sungai pada alur sungai.

f. Kekeringan adalah ketersediaan air yang jauh di bawah kebutuhan air untuk kebutuhan hidup, pertanian, kegiatan ekonomi dan lingkungan. Adapun yang

dimaksud kekeringan di bidang pertanian adalah kekeringan yang terjadi di

lahan pertanian yang ada tanaman (padi, jagung, kedelai dan lain-lain) yang

sedang dibudidayakan.

g. Kebakaran adalah situasi dimana bangunan pada suatu tempat seperti rumah/pemukiman, pabrik, pasar, gedung dan lain-lain dilanda api yang

menimbulkan korban dan/atau kerugian.

h. Kebakaran hutan dan lahan adalah suatu keadaan di mana hutan dan lahan dilanda api, sehingga mengakibatkan kerusakan hutan dan lahan yang

(22)

dan lahan seringkali menyebabkan bencana asap yang dapat mengganggu

aktivitas dan kesehatan masyarakat sekitar.

i. Angin puting beliung adalah angin kencang yang datang secara tiba-tiba, mempunyai pusat, bergerak melingkar menyerupai spiral dengan kecepatan

40-50 km/jam hingga menyentuh permukaan bumi dan akan hilang dalam

waktu singkat (3-5 menit).

2.1.2 Kesiapsiagaan

Menurut Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 24 Tahun 2007 Tentang Penanggulangan Bencana Kesiapsiagaan adalah serangkaian kegiatan yang dilakukan untuk mengantisipasi bencana melalui pengorganisasian serta melalui langkah yang tepat guna dan berdaya guna.

2.1.3 Sekolah Siaga Bencana

Menurut Kerangka Kerja Sekolah Siaga Bencana (2011), sekolah siaga bencana adalah sekolah yang memiliki kemampuan untuk mengelola risiko bencana di lingkungannya. Kemampuan tersebut diukur dengan dimilikinya perencanaan penanggulangan bencana (sebelum, saat dan sesudah bencana), ketersediaan logistik, keamanan dan kenyamanan di lingkungan pendidikan, infrastruktur, serta sistem kedaruratan, yang didukung oleh adanya pengetahuan

dan kemampuan kesiapsiagaan, prosedur tetap (standard operational

(23)

pengurangan risiko bencana kepada seluruh warga sekolah sebagai konstituen lembaga pendidikan.

a. Dasar Sekolah Siaga Bencana

Pengupayaan kesiapsiagaan sekolah terhadap bencana merupakan perwujudan dari Rencana Aksi Nasional Pengurangan Risiko Bencana (RAN PRB) 2010-2012 (Prioritas 5) yang merupakan penerjemahan dari Prioritas 5

dalam Kerangka Kerja Aksi Hyogo 2005- 2015, yaitu memperkuat

kesiapsiagaan terhadap bencana untuk respon yang efektif di semua

tingkatan masyarakat. Selain itu, dalam konteks pendidikan pengurangan risiko bencana, konsep dasar ini merupakan perwujudan dari Kerangka Kerja

Hyogo 2005-1015, Prioritas 3 (tiga), yaitu menggunakan pengetahuan,

inovasi dan pendidikan untuk membangun sebuah budaya keselamatan dan

ketahanan di semua tingkat.

Dengan demikian, konsep sekolah siaga bencana tidak hanya terpaku pada unsur kesiapsiagaan saja, melainkan juga meliputi upaya-upaya mengembangkan pengetahuan secara inovatif untuk mencapai pembudayaan keselamatan, keamanan,dan ketahananbagi seluruh warga sekolah terhadap bencana. Berdasarkan hal tersebut, maka konsep Sekolah Siaga Bencana (SSB) memiliki dua unsur utama, yaitu:

1) Lingkungan Belajar yang Aman.

(24)

b. Tujuan Sekolah Siaga Bencana

Tujuan SSB adalah membangun budaya siaga dan budaya aman di sekolah, serta membangun ketahanan dalam menghadapi bencana oleh warga sekolah.Budaya siap siaga bencana merupakan syarat mutlak untuk mewujudkan terbangunnya Sekolah Siaga Bencana (SSB). Budaya tersebut akan terbentuk apabila ada sistem yang mendukung, ada proses perencanaan, pengadaan, dan perawatan sarana-prasarana sekolah yang baik. Konsepsi Sekolah Siaga Bencana (SSB) yang dikembangkan Konsorsium Pendidikan Bencana ini diharapkan akan menjadi rujukan bagi inisatif-inisiatif Pengurangan Risiko Bencana (PRB) dan penanggulangan bencana berbasis masyarakat pada umumnya dan berbasis sekolah pada khususnya.

c. Parameter Sekolah Siaga Bencana

Untuk mengukur upaya yang dilakukan sekolah dalam membangun Sekolah Siaga Bencana (SSB), perlu ditetapkan parameter. Parameter kesiapsiagaan sekolah diidentifikasi terdiri dari empat faktor, yaitu:

1) Sikap dan Tindakan,

(25)

a) Tersedianya pengetahuan mengenai bahaya (jenis, sumber, bahaya dan bahaya), kerentanan, kapasitas, risiko dan sejarah yang terjadi di lingkungan sekolah atau daerahnya.

b) Tersedianya pengetahuan mengenai upaya yang bisa dilakukan untuk

mengurangi risiko bencana.

c) Pelaksanaan simulasi di sekolah.

d) Ketrampilan seluruh komponen sekolah untuk menjalankan rencana

tanggap darurat pada saat simulasi.

e) Sosialisasi berkelanjutan di sekolah.

2) Kebijakan sekolah

Kebijakan sekolah adalah keputusan yang dibuat secara formal oleh sekolah mengenai hal-hal yang perlu didukung dalam pelaksanaan Pengurangan Risiko Bencana (PRB) di sekolah, baik secara khusus maupun terpadu.Keputusan tersebut bersifat mengikat. Pada praktiknya, kebijakan sekolah akan landasan, panduan, arahan pelaksanaan kegiatan terkait dengan Pengurangan Risiko Bencana (PRB) di sekolah. Secara garis besar, indikator pada parameter ini adalah sebagai berikut:

a) Kebijakan sekolah, kesepakatan dan/atau peraturan sekolah yang

mendukung upaya pengurangan risiko bencana di sekolah.

b) Tersedianya akses bagi seluruh warga sekolah terhadap informasi,

(26)

3) Perencanaan Kesiapsiagaan

Perencanaan kesiapsiaagaan bertujuan untuk menjamin adanya tindakan cepat dan tepat guna pada saat terjadi bencana dengan memadukan dan mempertimbangkan sistem penanggulangan bencana di daerah dan disesuaikan kondisi wilayah setempat. Bentuk atau produk dari perencanaan ini adalah dokumen-dokumen, seperti protap kesiapsiagaan, rencana kedaruratan/kontijensi, dan dokumen pendukung kesiapsiagaan terkait, termasuk sistem peringatan dini yang disusun dengan mempertimbangkan akurasi dan kontektualitas lokal. Secara garis besar, indikator pada parameter ini adalah sebagai berikut:

a) Dokumen penilaian risiko bencana yang disusun secara berkala sesuai

dengan kerentanan sekolah

b) Dokumen penilaian kerentanan gedung sekolah yang di nilai/diperiksa

secara berkala oleh Pemerintah

c) Tersedianya rencana aksi sekolah yang dalam penanggulangan

bencana (sebelum, saat, dan sesudah terjadi bencana)

d) Tersedianya sistem peringatan dini yang dipahami oleh seluruh warga

sekolah.

e) Adanya prosedur tetap kesiapsiagaan sekolah yang disepakati dan

dilaksanakan oleh seluruh komponen sekolah.

f) Adanya peta evakuasi sekolah, dengan tanda dan rambu yang

(27)

g) Sekoalah memiliki lokasi evakuaso/shelter yang terdekat yang diketahui seluruh warga sekolah.

4) Mobilisasi Sumberdaya

Sekolah harus menyiapkan sumber daya manusia, sarana, dan

prasarana, serta finansial dalam pengelolaan untuk menjamin

kesiapsiagaan bencana sekolah.Mobilisasi sumber daya didasarkan pada kemampuan sekolah dan pemangku sekolah.Mobilisasi ini juga terbuka bagi peluang partisipasi dari para pemangku kepentingan lainnya. Secara garis besar, indikator pada parameter ini adalah sebagai berikut:

a) Adanya bangunan sekolah yang aman bencana.

b) Jumlah dan jenis perlengkapan, suplai dan kebutuhan dasar pasca

bencana yang dimiliki sekolah.

c) Adanya gugus siaga bencana sekolah yang melibatakan perwakilan

peserta didik.

d) Adanya kerjasama dengan pihak terkait penyelenggaraan

penanggulangn bencana baik setempat maupun BPBD di kabupaten.

e) Pemantauan dan evaluasi partisipatif mengenai kesiapsiagaan dan

keamanan sekolah 2.2Kerangka Berpikir

(28)

bencana (PRB).Pengurangan risiko bencana dapat dilakukan melalui pendidikan siaga bencana dalam sekolah. Pembentukan Sekolah Siaga Bencana (SSB), merupakan salah satu upaya Pengurangan Risiko Bencana

(PRB) dalam sekolah. BPBD bererencana membentuk 40 SSB untuk

SMA/SMK di Klaten pada tahun 2015 termasuk didalamnya SMA N 1 Karanganom. Parameter kesiapsiagaan sekolah diidentifikasi terdiri dari empat faktor, yaitu: 1) Sikap dan Tindakan, 2) Kebijakan sekolah, 3) Perencanaan Kesiapsiagaan, 4) Mobilisasi Sumberdaya (Konsorsium Pendidikan Bencana, 2011; 10)

Gambar 2.1 Kerangka Berfikir Potensi Bencana Alam: d. Mobilisasi dan Sumber Daya

Pendidikan Pengurangan Risiko Bencana (PRB) Bencana

(29)

16

BAB III

METODE PENELITIAN

3.1Tempat dan Waktu Penelitian

Lokasi penelitian berada di SMA Negeri 1 Karanganom di Jl. Raya 3

Karanganom Kecamatan Karanganom Kabupaten Klaten.Penelitian

dilaksanakan dengan alokasi waktu April- Juni 2015. 3.2Obyek Penelitian

Objek penelitan ini adalah lingkungan SMA Negeri 1 Karanganom dan seluruh komponen sekolah yang berkaitan dengan program Sekolah Siaga Bencana termasuk seluruh warga sekolah.

3.3Populasi dan Sampel

Untuk meneliti keterlibatan warga sekolah dalam pelaksanaan program Sekolah Siaga Bencana (SSB) di SMA Negeri 1 Karanganom dibutuhkan populasi dan sample. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh warga SMA Negeri 1 Karanganom,meliputi Siswa, Guru, dan Karyawan dengan jumlah 754. Kelas XII tidak diambil sampel karena adanya Ujian Nasional.

Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling, yakni

(30)

orang dapat diambil 10% - 15% atau 20% - 25% atau lebih (Arikunto, 2006: 134). Sampel yang diambil dalam penelitian ini adalah 12% dari seluruh populasi yakni 90 orang.

Tabel 3. 1 Data Sampel Warga Sekolah SMA Negeri 1 Karanganom

No. Warga Sekolah Jumlah

Sumber: Profil SMA Negeri 1 Karanganom tahun 2014/2015 3.4.Variabel Penelitian

3.4.1 Potensi bencana di lingkungan SMA Negeri 1 Karanganom, yang meliputi:

(31)

3.5 Teknik Pengumpulan Data

Teknik pengumpulan data adalah cara-cara yang dapat digunakan peneliti untuk mengumpulkan data. Data ini nantinya akan dianalisis oleh penulis dan akhirnya diperoleh kesimpulan dari penelitian.

Pengumpulan data yang akan dilakukan pada penelitian ini sebagai berikut: a. Observasi

Dalam penelitian ini metode observasi dilakukan untuk memperoleh data awal penelitian. Setelah memperoleh gambaran awal penelitian, dilakukan pengumpulan data mengenai kondisi sekolah. Setelah itu penelitian dilakukan dengan observasi kembali dengan instrumen dan menggunakan teknik lain seperti wawancara, dokumentasi, dan angket dengan instrumen yang telah disusun.

b. Wawancara

Wawancara dilakukan untuk memperoleh data mengenai potensi bencana di lingkungan sekolah dan pelaksanaan program Sekolah Siaga Bencana. Sasaran kegiatan ini adalah kepala sekolah atau wakil kepala sekolah dan guru mata pelajaran geografi menggunakan intrumen wawancara terstruktur terbuka.

c. Dokumentasi

(32)

untuk memperoleh dokumen-dokumen mengenai pelaksanaan program Sekolah Siaga Bencana di SMA Negeri 1 Karanganom.

d. Angket atau Kuesioner

Angket digunakan untuk memperoleh data mengenai keterlibatan warga sekolah dalam pelaksanaan program Sekolah Siaga Bencana. Sasaran kegiatan ini adalah seluruh warga sekolah.

3.6 Teknik Analisis Data

Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif, sehingga dalam penelitian ini teknik analisis data menggunakan statistik. Dalam Sugiyono (2012), terdapat dua macam statistik yang digunakan untuk analisis data dalam penelitian, yaitu statistik deskriptif, dan statistik inferensial.

Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan statistik deskriptif. Dalam Sugiyono (2012), statistik deskriptif adalah statistik yang digunakan untuk menganalisis data dengan cara mendeskripsikan atau menggambarkan data yang telah terkumpul sebagaimana adanya tanpa bermaksud membuat kesimpulan yang berlaku untuk umum atau generalisasi. Dalam Sarwono (2006), kegunaan utama statistik deskriptif ialah untuk menggambarkan jawaban-jawaban observasi, yang termasuk di dalamnya diantaranya ialah distribusii frekuensi, distribusi frekuensi, distribusi persen dan rata-rata (mean).

(33)

a. Analisis Pelaksanaan Program Sekolah Siaga Bencana

1. Distribusi Frekuensi

Tabel 3. 2 Distribusi Frekuensi

No. Hasil Pengamatan Frekuensi

1. Memenuhi

2. Belum Memenuhi

Jumlah

Sumber: Sarwono (2006)

Rumus Pelaksanaan Program Sekolah Siaga Bencana :

b. Analisis Kuasioner Warga sekolah

Tahap penyekoran dilakukan untuk mempermudah dalam menganalisis data dengan cara memberikan skor terhadap jawaban responden dengan kriteria pemberian skor sebagai berikut:

- Opsi jawaban Ya akan diberi skor 1

- Opsi jawaban Tidak akan diberi skor 0

Menentukan kriteria parameter tiap butir soal dengan menggunakan rumus sebagai berikut:

a) Menentukan skor maksimal dengan rumus:

Skor maksimal = ∑

= 90 x 1 = 90

b) Menentukan skor minimal dengan rumus:

(34)

= 90 x0 = 0

c) Menentukan rentang skor dengan rumus:

Rentang = skor maksimal – skor minimal

= 90-0 = 90

d) Menghitung interval skor dengan rumus:

Ineterval =

=

= 22,5

e) Kriteria tabel yang akan digunakan dapat dilihat pada tabel berikut:

Tabel 3. 3 Kriteria Partisipasi Warga Sekolah No. Interval Skor Kriteria

1 0 22,5 Sangat rendah

2 22,6 – 54 Rendah

3 45,1 67,5 Sedang

4 67,6 – 90 Tinggi

(35)

59 BAB V

PENUTUP

5.1Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan sebagaimana dipaparkan

pada bab IV dapat ditarik kesimpulan sebagai berkut :

1. Potensi bencana di lingkungan sekolah yang paling tinggi adalah gempa

bumi, selain itu juga terdapat ancaman bencana angin puting beliung.

2. Rata-rata secara keseluruhan dalam Pelaksanaan Program Sekolah Siaga

Bencana SMA Negeri 1 Karanganom adalah mencapai 79,8%. Komponen yang paling banyak terpenuhi adalah pada komponen Mobilisasi Sumber Daya yakni mencapai 91,6%.

5.2Saran

Berdasarkan temuan penelitian di atas dapat dikemukakan saran sebagai berikut:

1. Bagi sekolah disarankan untuk memberikan kesempatan yang lebih

banyak lagi bagi para siswa untuk ikut dalam pelatihan dan sosialisasi tentang upaya Pengurangan Risiko Bencana (PRB).

2. Bagi Pemerintah kabupaten Klaten disarankan untuk melakukan

(36)

60

DAFTAR PUSTAKA

Arikunto, Suharsimi. 2006. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik.

Jakarta: Rineka Cipta.

BNPB. Definisi dan Jenis Bencana.

http://www.bnpb.go.id/pengetahuan-bencana/definisi-dan-jenis-bencana.

BPBD KLATEN. 2014. Data Bencana Kabupaten Klaten 2009-2013.

Gempa bumi Merusak. http://merapi.vsi.esdm.go.id/.

Gempa bumi Merusak di Yogyakarta 27 Mei 2006. http://www.bmg.go.id/.

KPB. 2011. Kerangka Kerja Sekolah Siaga Bencana disusun bersama oleh :

Konsursium Pendidikan Bencana. Magnitude 6.3-Java. http://earthquake.usgs.gov/.

Inter Agency Network for Education in Emergencies (INEE) dan Global Facility

for Disaster Reduction and Recovery (GFDRR).2009. Panduan tentang

Konstruksi Sekolah Yang Lebih Aman. Washington, D.C: The World Bank.

Potensi Ancaman Bencana Di Yogyakarta Dan Sekitarnya.. https://elantowow.wordpress.com/2011/05/13.

Sarwono, Jonathan. 2006. Metode Penelitian Kualitatif dan Kuantitatif. Yogyakarta: Graha Ilmu.

Sekolah Siaga Bencana Disiapkan 23 Januari 2015. http://www.suaramerdeka.com.

Sudbiyakto. 2008. Waspada Puting Beliung. Fakultas Geografi dan Pusat Studi

Bencana (PSBA) : Universitas Gajah Mada.

Sugiyono. 2012. Metodologi Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Suleman, Cecep dkk. Jurnal geologi Indonesia, Vol.3 No.1 Maret 2008:-56. Karaktristik sumber gempa Yogyakarta 2006 berdasarkan GPS. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi Bandung.

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 24 Tahun 2007 Tentang Penanggulangan Bencana..

(37)

61 LAMPIRAN 1

TEKNIK PENGUMPULAN DATA

a. Potensi Bencana di Sekolah

No. Sub Variabel Indikator Teknik Pengumpulan

Data

1 Potensi

Bencana

 Jenis Bahaya  Dokumentasi

 Wawancara

 Sumber Bahaya  Dokumentasi

 Wawancara

 Dampak Bahaya  Dokumentasi

 Wawancara

b. Pelaksanaan Program SSB

No Sub Variabel Indikator Teknik Pengumpulan

Data terjadi di lingkungan sekolah atau daerahnya.

 Pelaksanaan simulasi di

sekolah.

 Ketrampilan seluruh

komponen sekolah

untuk menjalankan

(38)

 Wawancara

peraturan sekolah yang

mendukung upaya

pengurangan risiko

bencana di sekolah.

 Tersedianya akses bagi

seluruh warga sekolah

terhadap informasi,

disusun secara berkala

sesuai dengan

bencana (sebelum, saat,

dan sesudah terjadi

bencana)

 Tersedianya sistem

peringatan dini yang dipahami oleh seluruh warga sekolah.

sekolah, dengan tanda

dan rambu yang

terpasang, yang mudah dipahami oleh seluruh

(39)

komponen sekolah.

 Sekoalah memiliki

lokasi evakuaso/shelter

yang terdekat yang

diketahui seluruh warga sekolah.

bencana sekolah yang melibatakan perwakilan peserta didik.

 Adanya kerjasama

dengan pihak terkait penyelenggaraan

(40)

LAMPIRAN 2

KISI-KISI INSTRUMEN WAWANCARA KEPALA SEKOLAH DAN GURU

No Sub mengenai bahaya (jenis,

sumber, bahaya dan

bahaya), kerentanan,

kapasitas, risiko dan

sejarah yang terjadi di lingkungan sekolah atau daerahnya.

 Struktur dan Muatan

Kurikulum serta Silabus dan RPP dari SKKD yang memuat pengetahuan mengenai bahaya (jenis, sumber, bahaya dan

bahaya), kerentanan,

kapasitas, risiko dan sejarah yang terjadi di lingkungan sekolah atau daerahnya.

 Kegiatan sekolah bagi peserta

didik untuk mengobservasi bahaya (jenis, sumber, bahaya

dan bahaya), kerentanan,

kapasitas, risiko dan sejarah yang terjadi di lingkungan

sekolah, termasuk yang

bersumber pada lokasi dan infrastruktur sekolah.

Tersedianya pengetahuan mengenai upaya yang

bisa dilakukan untuk

mengurangi risiko

bencana.

 Struktur dan Muatan

Kurikulum serta Silabus dan RPP dari SKKD yang memuat pengetahuan mengenai upaya yang bisa dilakukan untuk mengurangi risiko bencana di sekolah.

 Kegiatan sekolah untuk

mengidentifikasi upaya yang

bisa mrngurangi risiko

bencana termasuk di dalamnya

pilihan tindakan untuk

melakukan relokasi sekolah

atau retrofitgedung dan

infrastruktur sekolah jika

diperlukan. Pelaksanaan simulasi di

sekolah.

 Komponen sekolah untuk

menjalankan rencana tanggap darurat pada saat simulasi.

Ketrampilan seluruh

komponen sekolah untuk

menjalankan rencana

(41)

tanggap darurat pada saat

peraturan sekolah yang

mendukung upaya

pengurangan risiko

bencana di sekolah.

 Visi, Misi dan Tujuan Sekolah

yang memuat dan/atau

mendukung upaya

pengurangan risiko bencana di sekolah.

 Kebijakan sekolah yang

memuat dan/atau mengadopsi

persyaratan konstruksi

bangunan dan panduan retrofit yang berlaku.

Tersedianya akses bagi seluruh warga sekolah

terhadap informasi,

pengetahuan dan

pelatihan untuk

meningkatkan kapasitas dalam hal PRB.

 Media informasi sekolah

(Contoh: madding,

perpustakaan, buku, modul) yang memuat pengetahuan dan informasi PRB dan dapat diakses oleh warga sekolah.

 Jumlah kesempatan dan

keikutsertaan warga sekolah dalam pelatihan, musyawarah guru, pertemuan desa, jambore murid, dan lain-lain.

3 Perencanaan kesiapsiagaa n

Adanya prosedur tetap

kesiapsiagaan sekolah

yang disepakati dan

dilaksanakan oleh

seluruh komponen

sekolah.

 Sekolah memiliki protap

Kesiapsiagaan Sekolah yang direview secara rutin dan

bencana sekolah yang melibatakan perwakilan

dengan pihak terkait

penyelenggaraan

penanggulangn bencana baik setempat maupun BPBD di kabupaten.

 Jumlah pihak dan kegiatan

(42)

Pemantauan dan evaluasi

partisipatif mengenai

kesiapsiagaan dan

keamanan sekolah.

 Sekolah memiliki mekanisme

pemantauan dan evaluasi

partisipatif mengenai

(43)

LAMPIRAN 2

INSTRUMEN WAWANCARA

IMPLEMENTASI PROGRAM SEKOLAH SIAGA BENCANA UNTUK KEPALA SEKOLAH DAN GURU

Identitas Narasumber:

1. Apakah sudah ada matape lajaran yang memuat pengetahuan mengenai

bencana alam (jenis, sumber bahaya dan dampak)? Jawab:

2. Apakah sudah ada matape lajaran yang memuat pengetahuan mengenai

kerentanan bencana alam? Jawab:

3. Apakah sudah ada matape lajaran yang memuat pengetahuan mengenai

kapasitas bencana alam? Jawab:

4. Apakah sudah ada matape lajaran yang memuat pengetahuan mengenai

risiko bencana alam? Jawab:

5. Apakah sudah ada matape lajaran yang memuat pengetahuan mengenai

(44)

6. Apakah sudah ada bentuk kegiatan sekolah yang mengobservasi bencana alam (jenis, sumber bahaya dan dampak)?

Jawab:

7. Apakah sudah ada bentuk kegiatan sekolah yang mengobservasi

kerentanan bencana alam? Jawab:

8. Apakah sudah ada bentuk kegiatan sekolah yang mengobservasi kapasitas

bencana alam? Jawab:

9. Apakah sudah ada bentuk kegiatan sekolah yang mengobservasi risiko

bencana alam? Jawab:

10. Apakah sudah bentuk kegiatan sekolah yang mengobservasi sejarah yang

terjadi di lingkungan sekolah? Jawab:

11. Apakah sudah ada mata pelajaran yang memuat pengetahuan mengenai

upaya yang bisa dilakukan untuk mengurangi risiko bencana di sekolah? Jika sudah ada, pada mata pelajaran apa saja?

Jawab:

12. Apakah sudah ada bentuk kegiatan sekolah yang mengidentifikasi upaya

untuk bisa mengurangi risiko bencana? Jika sudah ada, kegiatan apa saja? Jawab:

13. Apakah sudah pernnah dilakukan kegiatan Simulasi tanggap darurat?

Jawab:

14. Siapa saja yang terlibat dalam kegiatan simulasi di sekolah?

(45)

15. Siapa pihak yang mengadakan simulasi? Jawab:

16. Apa saja komponen yang digunakan sekolah untuk menjalankan rencana

tanggap darurat pada saat simulasi? Jawab:

17. Apakah sudah pernah dilakukan sosialisasi mengenai Pengurangan Risiko

Bencana (PRB) yang di tujukan kepada seluruh warga sekolah? Jawab:

18. Siapa yang mengadakan sosialisasi mengenai Pengurangan Risiko

Bencana (PRB)? Bagaimana kelanjutannya? Jawab:

19. Apakah sudah pernah dilakukan pelatihan tentang mitigasi bencana di

sekolah? Jawab:

20. Siapa pihak yang mengadakan pelatihan tentang mitigasi bencana di

sekolah? Jawab:

Kebijakan Sekolah

1. Apakah Visi sekolah sudah memuat dan/atau mendukung upaya

pengurangan risiko bencana (PRB) di sekolah? Jawab:

2. Misi sekolah sudah memuat dan/atau mendukung upaya Pengurangan

(46)

3. Tujuan sekolah sudah memuat dan/atau mendukung upaya Pengurangan Risiko Bencana (PRB) di sekolah?

Jawab:

4. Bagaimana kebijakan sekolah mengenai kontruksi bangunan?

Jawab:

5. Apa saja media informasi yang disediakan sekolah yang memuat

pengetahuan dan informasi mengenai Pengurangan Risiko Bencana (PRB)?

Jawab:

6. Siapa saja yang menjadi peserta dalam pelatihan mengenai Pengurangan

Risiko Bencana (PRB)? Jawab:

7. Siapa saja yang menjadi peserta dalam musyawarah guru Pengurangan

Risiko Bencana (PRB)? Jawab:

8. Siapa saja yang menjadi peserta dalam pertemuan desa Pengurangan

Risiko Bencana (PRB)?

1. Bagaimana prosedur tetap Kesiapsiagaan bencana Sekolah?

(47)

2. Apakah prosedur tetap Kesiapsiagaan bencana Sekolah sudah ditinjau ulang secara rutin?

Jawab:

3. Siapa yang melakukan ditinjau ulang prosedur tetap Kesiapsiagaan bencana

Sekolah? Jawab:

Mobilisasi Sumberdaya

1. Bagaimana struktur organisasi dalam gugus siaga bencana di sekolah?

Jawab:

2. Siapa saja pihak yang terlibat dalam kegiatan kerjasama untuk upaya

Pengurangan Risiko Bencana (PRB) yang dilakukan oleh sekolah? Jawab:

3. Bagaimana mekanisme pemantauan mengenai kesiapsiagaan sekolah?

Jawab:

4. Bagaimana mekanisme evaluasi partisipatif mengenai kesiapsiagaan

sekolah? Jawab:

5. Bagaimana mekanisme pemantauan mengenai keamanan sekolah?

Jawab:

6. Bagaimana mekanisme evaluasi partisipatif mengenai keamanan sekola?

(48)

7. Siapa yang melakukan pemantauan mengenai kesiapsiagaan sekolah? Jawab:

8. Siapa yang melakukan evaluasi partisipatif mengenai kesiapsiagaan

sekolah? Jawab:

9. Siapa yang melakukan pemantauan mengenai keamanan sekolah?

Jawab:

10. Siapa yang melakukan evaluasi partisipatif mengenai keamanan sekola?

(49)

LAMPIRAN 4

ANGKET PARTISIPASI WARGA SEKOLAH DALAM PROGRAM SEKOLAH SIAGA BENCANA Identitas responden:

2. Membaca verifikasi secara seksama.

3. Memberi tanda cek (√) pada kolom ADA/ TIDAK

4. Mengisi kolom keterangan bila perlu

No VERIFIKASI YA TIDAK KET.

1 Apakah Anda mengetahui jenis

bencana yang terjadi di

lingkungan tempat tinggal

Anda? Sebutkan!

2 Apakah Anda mengetahui jenis

bencana yang terjadi di

lingkungan sekolah? Sebutkan!

3 Apakah Anda mengetahui

sumber terjadinya bencana di

lingkungan tempat tinggal

Anda? Sebutkan!

4 Apakah Anda mengetahui

sumber terjadinya bencana di lingkungan sekolah? Sebutkan!

5 Apakah Anda mengetahui

(50)

lingkungan tempat tinggal Anda? Sebutkan!

6 Apakah Anda mengetahui

dampak terjadinya bencana di lingkungan sekolah? Sebutkan!

7 Apakah Anda pernah mengikuti

kegiatan sekolah yang

mengobservasi bencana?

(Pelajaran, Study tour, dll)

8 Apakah Anda pernah mengikuti

kegiatan sosialisasi mengenai Pengurangan Risiko Bencana di Sekolah?

9 Apakah Anda pernah mengikuti

kegiatan pelatihan mengenai

Pengurangan Risiko Bencana di Sekolah?

10 Apakah Anda pernah mengikuti

kegiatan simulasi bencana di sekolah?

11 Apakah Anda dapat mengakses

media informasi (contoh:

madding, perpustakaan, buku) yang memuat pengetahuan dan informasi tentang Pengurangan Risiko Bencana?

12 Apakah Anda dapat memahami

peta/ tanda evakuasi yang

dipasang di sekolah?

13 Apakah Anda mengetahui

Prosedur Tetap sistem

peringatan dini di sekolah?

14 Apakah Anda ikut serta dalam

(51)

LAMPIRAN 5

INSTRUMEN DOKUMENTASI c. Potensi Bencana di Sekolah

No. Sub Variabel Indikator Verifikasi

1 Potensi

Bencana

 Jenis Bahaya  Jenis bahaya yang

berpotensi terjadi di

lingkungan Sekolah

 Sumber Bahaya  Sumber bahaya yang

berpotensi terjadi di

lingkungan Sekolah

 Dampak Bahaya  Dampak bahaya yang

berpotensi terjadi di

lingkungan Sekolah

d. Pelaksanaan Program SSB

No Sub Variabel Indikator Verifikasi

1 Sikap dan

Tindakan

Tersedianya pengetahuan

mengenai bahaya (jenis,

sumber, bahaya dan

bahaya), kerentanan,

kapasitas, risiko dan sejarah yang terjadi di lingkungan sekolah atau daerahnya.

 Struktur dan Muatan

Kurikulum serta Silabus dan RPP dari SKKD terjadi di lingkungan sekolah atau daerahnya.

Kurikulum serta Silabus dan RPP dari SKKD

peraturan sekolah yang

mendukung upaya

pengurangan risiko bencana

(52)

di sekolah.  Kebijakan sekolah yang

memuat dan/atau

mengadopsi persyaratan konstruksi bangunan dan panduan retrofit yang berlaku.

3 Perencanaan

kesiapsiagaan

Tersedianya dokumen

penilaian risiko bencana yang disusun bersana secara

partisipatifdengan warga

sekolah dan pemangku

kepentingan sekolah.

 Dokumen penilaian

risiko bencana yang

disusun secara berkala

sesuai dengan Tersedianya rencana aksi

sekolah dalam

(53)
(54)
(55)

LAMPIRAN 7

INSTRUMEN OBSERVASI BANGUNANA AMAN BENCANA

(56)
(57)

4 kebakaran  Dinding pelindung

 Atap

 Pintu

 Jendela

 Bahan mudah

terbakar tidak diletakkan di lantai dasar

 Alat pompa penyiram

(58)
(59)
(60)
(61)
(62)
(63)

87 LAMPIRAN 10

DAMPAK BENCANA YANG DI ALAMI WARGA SEKOLAH

No. Nama Jabatan L/P Alamat Bencana

gempa angin banjir merapi

1 ChintyaDewi M. Siswa P Ceper, Meger 1 0 0 0

2 Jakak Krisdiyanto Siswa L Ceper, Jombor, 1 0 0 0

3 Efranda Ari S. Siswa L Ceper, Karangmojo 1 0 1 0

4 Septi Purwanita Guru P Ceper, Klaten 1 0 0 0

5 Endang Kusnowati Guru P Ceper, Klaten 1 1 0 0

6 Israfil Guru P Ceper, Klaten, 1 1 0 0

7 Erni H. Guru P Ceper, Klaten, 1 0 0 0

8 Praditiya Agung Siswa L Ceper, Klepu 1 0 0 0

9 Naufal A. Fachri Siswa L Ceper, Klepu 1 1 1 0

10 Oci Ratna Dewi Siswa P Ceper, Kujon 1 1 1 0

11 Daimatul K. Guru P Ceper, Ngawonggo 1 1 0 0

12 Dra, Nurhaeni Guru P Ceper, Srebegan 1 0 1 0

13 Nadia Giovany A. Siswa P Ceper, Tegalrejo 1 0 0 1

14 Augustin Agung R. Siswa P Delanggu, Butuhan 1 1 1 1

15 Ulfiha Arum K. Siswa P Delanggu, Dukuh 1 1 0 1

16 Elsa Kurnia W Siswa P Delanggu, Getaksribit 1 1 0 1

17 Febriana M. Siswa P Delanggu, Kuncen 0 1 0 0

(64)

19 Annisa Nurul C. Siswa P Jatinom, Belan 1 1 0 1

20 Mustika Kusuma Siswa P Jatinom, Boyokan 1 1 0 1

21 Lutvi R. Siswa P Jatinom, Cawan 1 0 0 0

22 Gusdi Aji G. Siswa L Jatinom, Gedaren 1 1 0 1

23 Ardi Noviyanto N. Siswa L Jatinom, Jemawan 1 0 1 0

24 Abdullah Satpam L Jatinom, Krajan 0 1 0 0

25 Alfia Novianti Siswa P Jatinom, Puluhan 1 1 0 1

26 Adilia Intan Rawi Siswa P Jatinom, Tangkilan 1 0 1 1

27 Chusna Rofiqoh Siswa P Jatinom, Boyokan 1 1 1 0

28 Esatama Revangga Siswa P Jatinom, Klaten 1 0 1 0

29 Lintani Afina H.R. Siswa P Juwiring, Klaten 1 0 0 1

30 Ainun Rusmawati Siswa P Juwiring, Misen 1 0 1 0

31 Hanifah Dwi S. Siswa P Juwiring, Sawahan 1 1 0 1

32 Endang S TU P Kalikotes, Jegosetran 1 0 0 0

33 Hanif Zufahmi Siswa L Kalikotes, Klaten 1 0 0 0

34 Robet Tri Y. Siswa L Kalikotes,Gentongan 1 1 1 0

35 Fernanda W.S Siswa P Karamganom, Karangan 1 1 0 1

36 Yunan Devangga Siswa L Karanganom 1 1 0 0

37 Azmi Nadiyah Siswa P Karanganom, Babadan 0 1 0 1

38 Dini Kusumastuti Siswa P Karanganom, Bangkal 1 0 0 1

39 Yan Aulia Daning Siswa P Karanganom, Beku 1 1 0 0

(65)

41 Refka Siswa L Karanganom, Gempol 1 1 0 1

49 Zainudin zuhri Tukang

(66)

62 Dhian Rizky S.U. Siswa P Klaten Utara, Botokan 1 1 1 0

63 Anggi Kurniawati Siswa P Klaten Utara, Dlanggon 1 0 0 0

64 Zulfa Alfiria Siswa P Klaten Utara, Gergunung 1 0 0 1

65 Amira Della P. Siswa P Klaten Utara, Gergunung 1 1 0 1

64 Nabila Febrianti Siswa P Klaten Utara, Girimulyo 1 0 0 0

66 Fery Lusiana Siswa P Klaten Utara, Joggrangan 1 1 0 1

67 FenniSuntaryati Siswa P Musuk, Boyolali 0 1 0 1

68 Alfiyan Eko P Siswa L Ngawen, Drono 1 0 0 0

69 Riadul Jawah Guru P Ngawen, Klaten 1 0 0 1

70 Rini Syarifah R. Siswa P Ngawen, Kwaren 1 1 0 1

71 Kurnia Sari Hidayat Siswa P Ngawen, Manjung 1 1 0 1

72 Muh. Kamal Rais Siswa L Ngawen, Mayungan 1 0 1 1

73 Sabdauagia A.Y Siswa L Ngawen,Candirejo 1 1 1 0

74 Bambang Yulianto Guru L Pedan, Klaten 1 0 0 0

75 Hendarjo Guru L Tulung, Klaten 1 1 0 1

76 Lutfi Aulia A. Siswa P Pedan, Lemahireng 1 1 1 0

77 Prasetya A. Siswa L Polanharjo, Nganjat 1 0 0 1

78 Jesslyn G. Siswa P Polanharjo, Kebonharjo 1 0 1 1

79 Aprilia Ari W. Siswa P Polanharjo, Keprabon 1 0 0 1

80 Nabilla Ayu R. Siswa P Polanharjo, Kranggan 1 0 0 0

81 Risaka I. Siswa P Polanharjo, Nganjat 1 0 0 1

(67)

83 Gilang Al Ghozali Siswa L Pulonharjo, Barongan 1 0 0 1

84 Fauzianto Candra Siswa L Trucuk, Gaden 1 1 1 0

85 Titik Haryanti Siswa P Trucuk, Kradenan 1 1 1 0

86 AldaYuriska W. Siswa P Trucuk, Mandong 1 0 0 0

87 Namiatun M. Siswa P Trucuk, Sajen 1 1 1 0

88 Muhammad Widi Siswa L Tulung, Kemiri 1 1 0 0

89 Amien Rachman Siswa L Tulung, Mejagan 1 1 0 0

90 Endah K. TU P Tulung, Wunut 0 1 0 0

(68)

LAMPIRAN 11

(69)
(70)

41 Refka Siswa L Karanganom, Gempol 1 1 0 0 1 1 0 0 0 1 1 1 0 0 7

49 Zainudin zuhri Tukang kebun 55 NisrinaNuraini Siswa P Klaten Timur, Griya Prima

(71)
(72)

83 Gilang Al Ghozali

Siswa L Pulonharjo, Barongan 1 1 0 0 1 1 0 1 0 1 0 1 0 0 7

84 Fauzianto Candra Siswa L Trucuk, Gaden 1 1 1 0 1 1 1 0 0 1 1 1 0 0 9

85 Titik Haryanti Siswa P Trucuk, Kradenan 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 13 86 AldaYuriska W. Siswa P Trucuk, Mandong 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 13

87 Namiatun M. Siswa P Trucuk, Sajen 1 1 0 0 1 1 1 1 0 1 1 1 0 0 9 88 Muhammad Widi Siswa L Tulung, Kemiri 1 1 1 1 1 1 0 1 0 1 1 1 0 0 10

89 Amien Rachman Siswa L Tulung, Mejagan 1 0 1 0 0 1 1 0 0 1 1 1 0 0 7 90 Endah K. TU P Tulung, Wunut 1 0 0 1 1 0 1 1 1 1 1 0 0 0 8

Jumlah 89 85 76 77 86 87 54 66 54 88 83 85 57 19 987

Keterangan T T T T T T S S S T T T S R

Keterangan:

(73)

LAMPIRAN 12

TINGKAT KERAWANAN LINGKUNGAN TEMPAT TINGGAL WARGA SEKOLAH

No. Nama Jabatan L/P Alamat Daerah Potensi Gempa

1 ChintyaDewi M. Siswa P Ceper, Meger Daerah potensial 2

2 Jakak Krisdiyanto Siswa L Ceper, Jombor, Daerah potensial 2

3 Efranda Ari S. Siswa L Ceper, Karangmojo Daerah potensial 2

4 Septi Purwanita Guru P Ceper, Klaten Daerah potensial 2

5 Endang Kusnowati Guru P Ceper, Klaten Daerah potensial 2

6 Israfil Guru P Ceper, Klaten, Daerah potensial 2

7 Erni H. Guru P Ceper, Klaten, Daerah potensial 2

8 Praditiya Agung Siswa L Ceper, Klepu Daerah potensial 2

9 Naufal A. Fachri Siswa L Ceper, Klepu Daerah potensial 2

10 Oci Ratna Dewi Siswa P Ceper, Kujon Daerah potensial 2

11 Daimatul K. Guru P Ceper, Ngawonggo Daerah potensial 2

12 Dra, Nurhaeni Guru P Ceper, Srebegan Daerah potensial 2

13 Nadia Giovany A. Siswa P Ceper, Tegalrejo Daerah potensial 2

14 Augustin Agung R. Siswa P Delanggu, Butuhan Daerah potensial 3

15 Ulfiha Arum K. Siswa P Delanggu, Dukuh Daerah potensial 3

16 Elsa Kurnia W Siswa P Delanggu, Getaksribit Daerah potensial 3

17 Febriana M. Siswa P Delanggu, Kuncen Daerah potensial 3

18 Fitria Agni K. Siswa P Delanggu, Mendak Daerah potensial 3

(74)

20 Mustika Kusuma Siswa P Jatinom, Boyokan Daerah potensial 3

21 Lutvi R. Siswa P Jatinom, Cawan Daerah potensial 3

22 Gusdi Aji G. Siswa L Jatinom, Gedaren Daerah potensial 3

23 Ardi Noviyanto N. Siswa L Jatinom, Jemawan Daerah potensial 3

24 Abdullah Satpam L Jatinom, Krajan Daerah potensial 3

25 Alfia Novianti Siswa P Jatinom, Puluhan Daerah potensial 3

26 Adilia Intan Rawi Siswa P Jatinom, Tangkilan Daerah potensial 3

27 Chusna Rofiqoh Siswa P Jatinom, Boyokan Daerah potensial 3

28 Esatama Revangga Siswa P Jatinom, Klaten Daerah potensial 3

29 Lintani Afina H.R. Siswa P Juwiring, Klaten Daerah potensial 2

30 Ainun Rusmawati Siswa P Juwiring, Misen Daerah potensial 2

31 Hanifah Dwi S. Siswa P Juwiring, Sawahan Daerah potensial 2

32 Endang S TU P Kalikotes, Jegosetran Daerah potensial 2

33 Hanif Zufahmi Siswa L Kalikotes, Klaten Daerah potensial 2

34 Robet Tri Y. Siswa L Kalikotes,Gentongan Daerah potensial 2

35 Fernanda W.S Siswa P Karamganom, Karangan Daerah potensial 3

36 Yunan Devangga Siswa L Karanganom Daerah potensial 3

37 Azmi Nadiyah Siswa P Karanganom, Babadan Daerah potensial 3

38 Dini Kusumastuti Siswa P Karanganom, Bangkal Daerah potensial 3

39 Yan Aulia Daning Siswa P Karanganom, Beku Daerah potensial 3

40 Aulia Rahmawati U Siswa P Karanganom, Blanceran Daerah potensial 3

41 Refka Siswa L Karanganom, Gempol Daerah potensial 3

42 Alfian Rifai Siswa L Karanganom, Gempol Daerah potensial 3

(75)

44 Ririyanti TU P Karanganom, Gondangjeblog Daerah potensial 3

45 Chorul Khasanah Siswa P Karanganom, Jeblog Daerah potensial 3

46 Muhammad Fijar Siswa L Karanganom, Jungkare Daerah potensial 3

47 Yaan Maharjuna Siswa P Karanganom, Jurangjero Daerah potensial 3

48 Estiyana TU P Karanganom, Jurangjero Daerah potensial 3

49 Khoirunisa K Siswa P Karanganom, Kadirejo Daerah potensial 3

50 Saka Adhi Nugrha Siswa L Karanganom, Karangan Daerah potensial 3

51 Sri Kartini Guru P Karanganom, Karangan Daerah potensial 3

52 Purnama T.S. TU P Karanganom, Karangan, Daerah potensial 3

53 Zainudin zuhri Tukang

kebun

L Karanganom, Klaten

Daerah potensial 3

54 Dwi Imawati Kantin P Karanganom, Klaten Daerah potensial 3

55 Septi Krisyanti Siswa P Karanganom, Kunden Daerah potensial 3

56 Isiah Candra D.H. Siswa L Karanganom, Ngestirejo Daerah potensial 3

57 Etdwin Wibisono Siswa L Karanganom, Padas Daerah potensial 3

58 Panji Teja K. Siswa L Karanganom,Tarukasan Daerah potensial 3

59 Prima Dewi K. Guru P Karangdowo, Babadan Daerah potensial 2

60 Mekarsari A. Siswa P Karangdowo,Pugeran Daerah potensial 2

61 Tito Yuwata Siswa L Klaten Tengah, Sidowayah Daerah potensial 3

62 Reza Noor Ardy Siswa L Klaten Timur, Daerah potensial 3

63 Nisrina Nuraini Siswa P Klaten Timur, Griya Prima

Barat Daerah potensial 3

64 Gandung V.W. Siswa L Klaten Timur, Griya Prima

(76)

65 DindaLian P. Siswa P Klaten Timur, Griya Prima

Timur Daerah potensial 3

66 Madda Elliana Guru P Klaten Utara Daerah potensial 3

67 Muh. Togaka R.R. Siswa L Klaten Utara, Barenglor Daerah potensial 3

68 FenniSuntaryati Siswa P Musuk, Boyolali Daerah potensial 3

69 Bambang Yulianto Guru L Pedan, Klaten Daerah potensial 2

70 Hendarjo Guru L Tulung, Klaten Daerah potensial 3

71 Lutfi Aulia A. Siswa P Pedan, Lemahireng Daerah potensial 2

72 Prasetya A. Siswa L Polanharjo, Nganjat Daerah potensial 3

73 Bambang S. Guru P Polanharjo, Polan Daerah potensial 3

74 Jesslyn G. Siswa P Polanharjo, Kebonharjo Daerah potensial 3

75 Aprilia Ari W. Siswa P Polanharjo, Keprabon Daerah potensial 3

76 Purnomo Guru L Polanharjo, Klaten Daerah potensial 3

77 Sri Suwarni Guru P Polanharjo, Klaten Daerah potensial 3

78 Nabilla Ayu R. Siswa P Polanharjo, Kranggan Daerah potensial 3

79 Risaka I. Siswa P Polanharjo, Nganjat Daerah potensial 3

80 Alam Prawida M. Siswa L Polanharjo, Polan Daerah potensial 3

81 Dhika Asri Firiani Guru P Pulisen, Boyolali Daerah potensial 3

82 Gilang Al Ghozali Siswa L Pulonharjo, Barongan Daerah potensial 3

83 Fauzianto Candra Siswa L Trucuk, Gaden Daerah potensial 2

84 Titik Haryanti Siswa P Trucuk, Kradenan Daerah potensial 2

85 AldaYuriska W. Siswa P Trucuk, Mandong Daerah potensial 2

86 Namiatun M. Siswa P Trucuk, Sajen Daerah potensial 2

(77)

88 Amien Rachman Siswa L Tulung, Mejagan Daerah potensial 3

89 Endah K. TU P Tulung, Wunut Daerah potensial 3

Gambar

Gambar 2.1 Kerangka Berfikir
Tabel 3. 1 Data Sampel Warga Sekolah SMA Negeri 1 Karanganom
Tabel 3. 2 Distribusi Frekuensi
Tabel 3. 3 Kriteria Partisipasi Warga Sekolah

Referensi

Dokumen terkait

BAHAN AJAR MATERI PERUBAHAN IKLIM PADA EKSTRAKURIKULER SEKOLAH SIAGA BENCANA DI SMP NEGERI 1 WEDI.. Identifikasi Masalah. Berdasarkan paparan pada latar belakang masalah, maka

Materi yang digunakan dalam pembelajaran kegiatan ekstrakurikuler Sekolah Siaga Bencana adalah bahan ajar Buku Panduan Kebencanaan Kabupaten Klaten didalam buku

Penelitian yang di lakukan di SMA Negeri 1 Klaten pada siswa yang mengikuti ekstrakulikuler Sekolah Siaga Bencana (SSB) berkesimpulan bahwa terdapat efektivitas

1.) Siswa dapat berpartisipasi aktif dalam kegiatan pembelajaran Sekolah Siaga Bencana (SSB) dengan menggunakan bahan ajar kebencanaan angin badai khususnya

Abstract: Penelitian dengan judul “Analisis Pendataan dan Pemahaman Siswa Sekolah Kota Banda Aceh Terhadap Penggunaan Alat Siaga Bencana Gempa Bumi” bertujuan

EKSTRAKURIKULER SEKOLAH SIAGA BENCANA DI SMP NEGERI 1 WEDI, Skripsi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Muhammadiyah Surakarta, Agustus 2017. Penelitian

Tujuan penelitian ini adalah mengetahui kondisi bahan ajar yang digunakan untuk pembelajaran ekstrkurikuler Sekolah Siaga Bencana (SSB), mengembangkan bahan

Khoirunisa, Nanda. PENGEMBANGAN BAHAN AJAR MATERI PERUBAHAN IKLIM PADA EKSTRAKURIKULER SEKOLAH SIAGA BENCANA DI SMP NEGERI 1 WEDI. Skripsi, Fakultas Keguruan dan