• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pokok Bahasan Hipotesis

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Pokok Bahasan Hipotesis"

Copied!
3
0
0

Teks penuh

(1)

Pokok Bahasan

:

Hipotesis

Tujuan

:

Diharapkan para mahasiswa memahami arti, ciri, kegunaan dan jenis-jenis hipotesis serta dapat merumuskannya sesuai dengan masalah penelitian.

Materi Pokok :

A. Pengertian.

Hipotesis dapat diartikan sebagai jawaban sementara terhadap pertanyaan penelitian yang perlu diuji kebenarannya secara empirik. Istilah diuji mengandung arti bahwa hipotesis tidak perlu dibuktikan sebagai sesuatu yang benar atau salah, melainkan apakah bisa diterima atau ditolak. Hipotesis bisa diterima, jika didukung oleh fakta empirik. Sedangkan jika hipotesis itu tidak didukung oleh bukti empirik, maka hipotesis itu dinyatakan ditolak dan bukan dinyatakan salah.

B. Karakteristik Hipotesis.

Hipotesis yang baik adalah hipotesis yang memiliki ciri-ciri berikut ini :

1. Berinduk pada teori, artinya hipotesis mempunyai kaitan dengan teori-teori yang berlaku dalam suatu ilmu pengetahuan dan dapat dikomunikasikan dengan ilmu pengetahuan.

2. Dapat diuji, artinya memungkinkan dapat diukur dan berdasarkan bukti-bukti empirik.

3. Sederhana, artinya jika variabel yang diteliti mempunyai banyak level, maka disusun sub-sub hipotesis yang masing-masing berkenaan dengan satu level atau dapat pula dinyatakan bahwa hipotesis harus spesifik.

4. Dirumuskan dalam bentuk pernyataan (deklaratif) dan bukan dalam bentuk pertanyaan.

5. Berdaya ramal, artinya hipotesis mempunyai tingkat perkiraan jawaban yang tepat atau mempunyai sejumlah fakta yang diperkirakan terdapat pada hipotesis.

A. Jenis-Jenis Hipotesis. 1. Hipotesis Kerja

Rumusan hipotesis kerja ditandai dengan rumusan yang merujuk kepada : a. Perbedaan antara dua hal atau lebih.

b. Hubungan antara dua hal atau lebih. Contoh :

 Terdapat perbedaan sikap antara penduduk kota dengan penduduk desa terhadap wajib belajar pendidikan dasar.

 Terdapat hubungan yang berarti antara perlakuan pemimpin terhadap bawahannya dengan tanggungjawab kerja bawahannya.

Penggunaan kedua model tersebut tergantung dari masalah penelitian yang akan diteliti.

1. Hipotesis Nol

Hipotesis nol menunjukkan kebalikan dari hipotesis kerja. Hipotesis nol menolak secara eksplisit apa yang dinyatakan di dalam hipotesis kerja. Hipotesis nol merujuk kepada tidak adanya hubungan atau perbedaan.

Contoh :

 Tidak terdapat perbedaan sikap antara penduduk kota dengan penduduk desa terhadap wajib belajar pendidikan dasar.

 Tidak terdapat hubungan yang berarti antara perlakuan pemimpin terhadap bawahannya dengan tanggungjawab kerja bawahannya.

(2)

1. Hipotesis Statistik

Hipotesis statistik merupakan transformasi dari hipotesis kerja maupun hipotesis nol. Tujuan perumusan hipotesis statistik adalah untuk menjelaskan parameter apa dari populasi yang hendak diuji.

Misal :

Terdapat perbedaan sikap antara penduduk desa dan penduduk kota terhadap wajib belajar pendidikan dasar. Maka statistik yang akan diuji untuk menyimpulkan populasinya adalah statistik rata-rata (Mean)

Simbolnya adalah : Jika Hipotesis berupa hubungan variabel :

A. Fungsi Hipotesis.

1. Menguji teori, artinya berfungsi untuk menguji kesahihan teori. Pernyataan teori dalam bentuk yang teruji disebut hipotesis.

Teori adalah satu satu prinsip yang dirumuskan untuk menerangkan sekelompok gejala/peristiwa yang saling berkaitan. Teori menunjukkan adanya hubungan antara fakta yang satu dengan fakta yang lain.

2. Menyarankan teori baru, apabila hasil pengujian hipotesis dapat membentuk proposisi, asumsi atau penjelasan tentang suatu peristiwa.

3. Mendeskripsikan fenomena sosial, artinya hipotesis memberikan informasi kepada peneliti tentang apa yang nyata-nyata terjadi secara empirik.

Sumber :

(3)

Lembar Kerja

Latihan 8 : Merumuskan Masalah

Petunjuk :

Di bawah ini terdapat suatu pertanyaan penelitian tentang : Apakah siswa-siswa yang cara belajarnya teratur memiliki hasil belajar yang lebih baik daripada siswa yang cara belajarnya kurang teratur.

Tugas :

1. Rumuskan Hipotesisnya.

Referensi

Dokumen terkait

Melalui bahan ajar bervisi SETS diharapkan siswa mempunyai kemampuan memahami materi pesawat sederhana serta penanggulangan bencana alam dengan baik, sehingga akan

Skripsi berjudul Efektifitas Pembelajaran Kooperatif Tipe TAI Berbantuan LKS dan Alat Peraga Sederhana pada Sub Pokok Bahasan Sudut dalam Ruang Dimensi Tiga telah diuji

Pada penelitian ini, masing-masing kalompok asal terdiri dari empat orang siswa, karena pokok bahasan kubus, balok, prisma dan limas terdiri dari empat sub pokok bahasan

terhadap motivasi dan hasil belajar siswa pada materi pesawat sederhana?..

Ukurannya adalah, semakin baik mutu mengajar yang dilakukan guru, akan semakin baik pula mutu perolehan siswa yang dinyatakan dalam bentuk skor atau nilai;

pada sub pokok bahasan respirasi sel dinyatakan sangat baik dan layak untuk diterapkan dalam pembelajaran yang ditunjukkan oleh penilaian terhadap kelayakan media

Adapun hasil uji hipotesis menunjukkan bahwa t hitung > t tabel atau 5,05 > 2,02 maka disimpulkan bahwa Ho ditolak, artinya bahwa ada pengaruh penguasan konsep

Adapun hasil uji hipotesis menunjukkan bahwa t hitung > t tabel atau 5,05 > 2,02 maka disimpulkan bahwa Ho ditolak, artinya bahwa ada pengaruh penguasan konsep