• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENGEMBANGAN BAHAN AJAR STRUKTUR ATOM BERBASIS KONTEKSTUAL PADA MATA PELAJARAN KIMIA DI SMA.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "PENGEMBANGAN BAHAN AJAR STRUKTUR ATOM BERBASIS KONTEKSTUAL PADA MATA PELAJARAN KIMIA DI SMA."

Copied!
21
0
0

Teks penuh

(1)

PENGEMBANGAN BAHAN AJAR STRUKTUR ATOM BERBASIS KONTEKSTUAL PADA MATA

PELAJARAN KIMIA DI SMA

Oleh:

Nobelia L.M. Siregar NIM 4123131066

Program Studi Pendidikan Kimia

SKRIPSI

Diajukan Untuk Memenuhi Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS NEGERI MEDAN

(2)
(3)

iii mengembangkan bahan ajar dan meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran kimia materi struktur atom. Penelitian ini diawali dengan menganalisis tiga buku pelajaran kimia kelas X pada materi struktur atom, yang meliputi satu buku kimia yang digunakan di tempat penelitian dan dua buku yang lain. Setelah dianalisis, maka dilakukan pengembangan bahan ajar berbasis kontekstual. Pengembangan yang dilakukan dengan melihat kekurangan dan kelebihan dan masing-masing buku dan menambahkan aspek kontekstual di dalam bahan ajar yang dikembangkan. Setelah dikembangkan maka diberikan kepada empat responden yang meliputi tiga orang dosen kimia FMIPA Unimed dan satu orang guru mata pelajaran kimia SMA Parulian 1 Medan untuk menilai kevalidan dari bahan ajar. Pengembangan bahan ajar didasarkan pada standar BSNP, dengan hasil kelayakan isi 3,44, kelayakan bahasa 3,56 , kelayakan penyajian 3,49, kelayakan kegrafikan 3,55 dan aspek kontekstual 3,42 dengan kriteria valid dan tidak perlu revisi sehingga bahan ajar dapat diimplementasikan. Bahan ajar tersebut diimplementasikan kepada siswa. Dengan populasi kelas X ada tiga kelas dan jumlah siswa 93 orang. Satu kelas sebagai sampel yang terpilih adalah kelas X-B, dipilih secara sampling random cluster . Sebelum dilakukan penelitian, uji instrumen tes dilakukan terlebih dahulu sehingga didapatkan 18 soal yang valid. Soal yang telah valid diujikan ke siswa didapat rata-rata nilai postes 29,08 dan rata-rata nilai postes adalah 86,15. Hasil uji hipotesis yakni uji pihak kanan, ttabel

didapat dari tabel t, dengan �adalah 0,05 dan db= n-1 = 26-1= 25 yaitu 1,708 dan thitung =10,99. Maka thitung > ttabel, maka dapat disimpulkan bahwa Ha diterima.

Maka berdasarkan penelitian yang dilakukan di SMA Swasta Parulian 1 Medan pembelajaran dengan bahan ajar strutur atom berbasis kontekstual efektif untuk meningkatkan hasil belajar siswa.

(4)

iv

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur penulis panjatkan kepada Tuhan Yesus Kristus yang telah memberkati penulis, sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini dengan baik dan benar tepat pada waktunya.

Skripsi berjudul “Pengembangan Bahan Ajar Struktur Atom Berbasis

Kontekstual Pada Mata Pelajaran Kimia Di SMA” , disusun untuk memperoleh

gelar sarjana Pendidikan Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Medan.

Dalam penyusunan skripsi ini , penulis menyampaikan terimakasih kepada : Bapak Drs. Marudut Sinaga, M.Si selaku dosen pembimbing skripsi yang telah memberikan bimbingan dan saran-saran kepada penulis dari awal penelitian sampai akhir penyelesaian skripsi ini. Penulis juga mengucapkan terimkasih kepada Bapak Dr. Mahmud,M.Si selaku dosen pembimbing akademik yang telah memberikan arahan dan membimbing penulis selama berlangsungnya perkuliahan. Ucapan terimakasih juga penulis sampaikan kepada Bapak Dr.Ajat Sudrajat,M.Si , Bapak Dr.Zainuddin Muhtar,M.Si dan Ibu Dr.Ir.Nurfajriani,M.Si , selaku dosen penguji yang telah memberikan saran, komentar dan perbaikan untuk melengkapi skripsi ini. Ucapan terimaksih juga penulis sampaikan kepada Bapak Kepala Sekolah dan guru-guru SMA Parulian 1 Medan, terkhusus Ibu Sary Sitompul yang telah memberi izin penelitian di sekolah tersebut serta membantu penulis menyelesaikan penelitian dan skripsi ini.

(5)

v

adik-adik kelompok yaitu Herlina, Era, Udur, Syukur, Romanus dan Evori. Penulis juga mengucapkan terimakasih kepada teman-teman Kimia Dik C yang lainnya, seluruh komponen pelayanan UKMKP, Koordinasi 2016 baik UKMKP maupun UKMKP UP FMIPA yang telah membantu, memotivasi serta mendukung penulis di dalam doa. Dan penulis juga mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang tidak bisa disebutkan namanya satu per satu, yang telah mendukung, membantu dan mendoakan penulis menyelesaikan skripsi ini.

Penulis telah memberikan usaha yang maksimal untuk menyelesaikan skripsi ini, penulis mengharapkan kritik dan saran yang membangun dari pembaca demi sempurnanya skripsi ini. Kiranya skripsi ini dapat bermanfaat dalam memperkaya khasanah ilmu pendidikan.

Medan, September 2016 Penulis

(6)

vi

2.8 Model Pembelajaran Kontekstual (Contextual Teaching and Learning) 10

2.8.1 Komponen Pembelajaran Kontekstual 11

(7)

vii

2.8.3 Karakteristik Pembelajaran Kontekstual 13 2.8.4 Skenario Pembelajaran Kontekstual 14 2.8.5 Langkah-langkah Pembelajaran Kontekstual 16 2.8.6 Kelebihan Pembelajaran Kontekstual 17

(8)

viii

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 31

4.1 Hasil Penelitian 31

4.2 Bahan Ajar Kimia 31

4.3 Standarisasi Bahan Ajar 34 4.4 Analisis Instrumen Penelitian 36 4.4.1 Validitas Isi Instrumen Tes 36

4.4.2 Validasi Item 36 4.4.3 Reliabilitas Tes 36 4.4.4 Tingkat Kesukaran Instrumen Tes 37 4.4.5 Daya Pembeda 37

4.4.6 Distraktor 37

4.5 Deskripsi Data Penelitian 37 4.5.1 Uji Normalitas Data 37 4.5.2 Uji Hipotesis 38 4.6 Pembahasan Hasil Penelitian 38

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 40

5.1 Kesimpulan 40

5.2 Saran 40

(9)

ix

DAFTAR TABEL

Halaman

Tabel 3.1 Penilaian bahan ajar kimia berdasarkan standar komponen 23

kelayakan isi BSNP

Tabel 3.2 Rentang validitas analisis nilai rata-rata hasil perhitungan berdasarkan 23

penilaian responden dosen dan mahasiswa terhadap pengembangan

bahan ajar standar

Tabel 4.1 Buku Kimia SMA yang dikembangkan 32 Tabel 4.2 Draft Bahan Ajar Struktur Atom Berbasis Kontekstual 33 Tabel 4.3 Rata-rata Hasil Penilaian Standarisasi Bahan Ajar Struktur 34 Atom Berbasis Kontekstual Pada Mata Pelajaran Kimia

(10)

x

DAFTAR GAMBAR

Gambar.3.1Tahapan Penelitian 29 Gambar.4.1Grafikstandar BSNP dan Aspek Kontekstual 35 Gambar.4.2 Grafik nilai rata-rata pretes, postes dan KKM 38

(11)

xi

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran 1 Silabus 44

Lampiran 2 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran 45

Lampiran 3 Instrumen Tes Sesudah Valid 49

Lampiran 4 Kunci Jawaban Instrumen Tes SesudahValid 53

Lampiran 5 Lembar Penilaian Validasi Isi 54

Lampiran 6 Lembar Penilaian BSNP 63

Lampiran 7 Perhitungan Validasi Isi Instrumen Tes 76

Lampiran 8 Validitas Tes 78

Lampiran 9 Reliabilitas Tes 81

Lampiran 10 Tingkat Kesukaran Instrumen Tes 83

Lampiran 11 Daya Beda 86

Lampiran 12 Distraktor 89

Lampiran 13 Gain 92

Lampiran 14 Normalitas Tes 94

Lampiran 15 Uji Hipotesis 96

Lampiran 16 Bahan Ajar 97

(12)

1

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Pendidikan dapat diartikan sebagai usaha sadar yang disengaja, terencana, terpola, dan dapat dievaluasi, yang diberikan kepada peserta didik oleh pendidik agar tercapai kemampuan yang optimal. Pendidikan pada hakikatnya bertujuan untuk menumbuhkan dan mengembangkan potensi-potensi pembawaan yang ada dalam diri peserta didik. Potensi-potensi dimaksud diharapkan agar tumbuh dan berkembang sesuai dengan nilai-nilai yang ada di dalam masyarakat dan kebudayaan bangsa. Oleh karena itu pendidikan bagi manusia merupakan kebutuhan mutlak yang harus dipenuhi sepanjang hayat. Tanpa pendidikan, mustahil manusia dapat hidup berkembang sejalan dengan aspirasi untuk maju, sejahtera dan bahagia. (S, Supardi, 2012)

Agenda besar pendidikan di Indonesia adalah bagaimana peningkatan mutu pendidikan bisa meningkat, sejajar dengan Negara lain di Asia dan Dunia. (Riyana, 2010). Banyak realita di lapangan yang menunjukkan bahwa kualitas manusia Indonesia sebagai sumber daya yang potensial masih jauh dari harapan. Hal ini terjadi akibat rendahnya kualitas pendidikan di Indonesia. Paparan Menteri Pendidikan, Anies Baswedan, yang disampaikan pada silahturahmi dengan kepala dinas Jakarta pada 1 Desember 2014, menyatakan bahwa pendidikan di Indonesia berada dalam posisi gawat darurat. (Widodo, 2015) . Hasil studi TIMSS maupun PISA dari ketiga bidang (matematika, sains dan membaca) yang masih berada pada posisi ranking bawah dari Negara peserta studi, memperlihatkan perlunya dilakukan pembenahan secara sistemik dalam hubungannya dengan permasalahan pendidikan. (Tjalla, 2013)

(13)

2

kimia minat siswa sangat kecil hal ini disebabkan karena siswa memiliki perbedaan kecepatan belajar, isi buku kurang memotivasi, siswa memiliki gaya belajar sendiri, dan materi yang disampaikan kurang dikaitkan dengan kehidupan sehari-hari sehingga pengalaman belajar siswa menjadi kecil. (Dartin,2010)

Materi stuktur atom termasuk materi kimia yang mengandung konsep pengetahuan yang bersifat informasi. Banyak siswa merasa kesulitan dalam menguasai materi ini karena tidak sesuainya konsep yang diberikan pada materi ini.

Dengan latar belakang diatas yaitu kondisi pendidikan di Indonesia yang dilihat melalui hasil penelitian cara belajar atau konsep belajar yang diberikan di sekolah pada mata pelajaran kimia maka dilakukan beberapa cara agar terjadi peningkatan pemahaman pembelajar dengan mengembangkan bahan ajar.

Agar bahan belajar dapat memudahkan pembelajar, maka setiap bahan ajar harus memenuhi komponen-komponen yang relevan dengan kebutuhan pebelajar. Komponen-komponen tersebut juga harus dapat memberikan motivasi, mudah dipelajari dan dipahami pebelajar. (Harijanto, 2007)

Bahan ajar merupakan media intruksional yang berperan sangat penting dalam pembelajaran. Hal tersebut dapat diaplikasikan pada materi kimia yaitu materi struktur atom. Materi struktur atom perlu diberikan konsep yang berkaitan dengan kontekstual. Karena melihat fakta yang ada, materi ini jadi bersifat hafalan. Bahan ajar ini dibuat sesuai dengan kebutuhan peserta didik agar mereka benar-benar memahami materi yang mereka pelajari. Untuk itu dibuat bahan ajar dengan pembelajaran kontekstual, karena pembelajaran kontekstual membuat siswa lebih mengerti dengan menerapkan langsung materi yang dipelajari. Bahan ajar yang ada diharapkan dapat memberikan kompetensi secara terperinci, sesuai dengan kebutuhan peseta didik, membuat siswa aktif, memberikan pengalaman belajar siswa, dan meningkatkan hasil belajar siswa. Oleh karena itu perlu dilakukan pengembangan bahan ajar. (Situmorang,2013)

(14)

3

didasarkan penilaian oleh ahli desain, menurut ahli materi 4,09, menurut dosen pengampu 4,19 dan menurut penilaian mahasiswa 4,03. Dan menurut penelitian yang dilakukan oleh Purwanto, dkk. (2015) yang berjudul Pengembangan Bahan Ajar Berbasis Kontekstual Pada Materi Himpunan Berbantu Video Pembelajaran diperoleh nilai rata-rata 82,14 % yang dapat dinyatakan sangat layak menjadi bahan ajar. Dalam penelitian yang dilakukan Suryawati,dkk (2010) yang berjudul Pengembangan Pembelajaran Kontekstual Rangka Berbasis Pendidikan Karakter Untuk Meningkatkan Sikap Ilmiah dan Keterampilan Berpikir Kritis Siswa SMA Dalam Pembelajaran Biologi, hasil penelitian menunjukkan rata-rata sikap ilmiah siswa mengalami peningkatan yaitu 70,05 (awal) dan 83,37 (akhir), rata-rata keterampilan berpikir kritis 63,85 (awal) dan 74,10 (akhir). Dalam penelitian Situmorang (2013) dengan judul Pengembangan Buku Ajar Kimia SMA Melalui Inovasi Pembelajaran Dan Integrasi Pendidikan Karakter Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa dengan hasil belajar kelompok eksperimen memiliki hasil rata-rata 84,44±8,33 , sedangkan kelompok kontrol 75,28±11,62, dan keduanya berbeda nyata (ttest 7,964 > ttabel 1,662) . Dan dalam penelitian yang dilakukan

Suharyadi,dkk (2013) dengan judul Pengembangan Buku Ajar Berbasis Kontekstual Pada Pokok Bahasan Asam dan Basa dalam pemahaman konsep asam basa, menunjukkan bahwa buku ajar mudah dipahami siswa karena sebagian besar siswa memahami pokok bahasan asam dan basa (56% skor jawaban benar siswa). Data hasil angket menunjukkan bahwa buku ajar yang dikembangkan memiliki kesesuaian isi dengan kurikulum, penyajian materi, dan keterbacaan yang baik. Buku ajar kontekstual yang disusun dapat dikatakan sudah baik.

Merujuk pada beberapa penelitian di atas, serta berdasarkan latar belakang masalah yang telah diuraikan diatas, maka penulis tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul : “Pengembangan Bahan Ajar Struktur Atom Berbasis Kontekstual pada Mata Pelajaran Kimia di SMA”

1.2 Identifikasi Masalah

(15)

4

1. Bahan ajar lebih bersifat informasi.

2. Dibutuhkan bahan ajar yang menekankan pengetahuan yang dipelajari dengan kehidupan nyata.

3. Kurang melibatkan peserta didik dalam proses belajar sehingga siswa kurang aktif dan kurang memahami materi pemebelajaran.

1.3 Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang yang telah dikemukakan sebelumnya, maka yang menjadi rumusan masalah dalam penelitian ini adalah:

1. Apakah bahan ajar yang digunakan di sekolah dan dianalisis sudah sesuai dengan BSNP?

2. Apakah implementasi bahan ajar berbasis kontekstual yang dikembangkan meningkatkan hasil belajar siswa pada materi struktur atom?

3. Apakah hasil belajar kimia menggunakan bahan ajar berbasis kontekstual lebih besar dari nilai KKM?

1.4 Batasan Masalah

Agar penelitian ini tidak menyimpang dari tujuan penelitian maka masalah dalam penelitian ini perlu dibatasi. Dari rumusan masalah diatas, yang menjadi batasan masalah dalam penelitian ini adalah:

1. Mengembangkan bahan ajar berbasis kontekstual yang sesuai dengan tujuan pembelajaran.

2. Pengembangan bahan ajar dari beberapa literatur yang berkaitan dengan struktur atom.

(16)

5

1.5 Tujuan Penelitian

Penelitian ini bertujuan untuk mendapat jawaban dari permasalahan pada rumusan masalah. Berdasarkan rumusan masalah diatas, maka yang menjadi tujuan penelitian ini adalah :

1. Untuk mengetahui apakah bahan ajar yang digunakan di sekolah dan dianalisis sudah sesuai dengan BSNP.

2. Untuk mengetahui apakah bahan ajar berbasis kontekstual yang dikembangkan meningkatkan hasil belajar siswa pada materi struktur atom.

3. Untuk mengetahui apakah hasil belajar kimia menggunakan bahan ajar berbasis kontekstual lebih besar dari nilai KKM.

1.6 Manfaat Penelitian

Adapun manfaat dalam penelitian ini adalah : 1. Bagi Peneliti

Merupakan suatu pengalaman yang berharga dapat menganalisis buku serta mampu mengembangkan bahan ajar berbasis kontekstual.

2. Bagi Dosen

Memberi informasi dan masukan serta membantu dalam penyampaian materi pelajaran kepada siswa.

3. Bagi Guru

Memberikan masukan tentang bahan ajar kimia pada materi struktur atom. 4. Bagi Siswa

Menambah pengetahuan dan membantu meningkatkan minat belajar serta kemandirian siswa.

5 . Bagi Peneliti Selanjutnya

(17)

40

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

5.1 Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian maka diperoleh kesimpulan sebagai berikut : 1. Bahan ajar yang dikembangkan sudah memenuhi kriteria Badan Standar

Nasional Pendidikan (BSNP), dengan pengolahan data yang diperoleh, kelayakan isi 3,44, kelayakan bahasa 3,56 , kelayakan penyajian 3,49, kelayakan kegrafikan 3,55 dan aspek kontekstual 3,42 dengan kriteria valid dan tidak perlu revisi.

2. Implementasi bahan ajar berbasis kontekstual yang telah dikembangkan dapat meningkatkan hasil belajar siswa dalam materi struktur atom dengan peningkatan sebesar 81%.

3. Berdasarkan data penelitian didapat hasil belajar kimia dengan menggunakan bahan ajar kontekstual lebih besar dari nilai KKM, dapat dinyatakan bahwa bahan ajar yang dikembangkan lebih baik.

5.2 Saran

Berdasarkan pembahasan dan kesimpulan, maka penulis menyarankan hal-hal sebagai berikut :

1. Bagi guru dan calon guru supaya menggunakan bahan ajar berbasis kontekstual sebagai alternatif pembelajaran siswa agar dapat meningkatkan hasil belajar kimia siswa.

(18)

41

DAFTAR PUSTAKA

Ahmadi, Iif Khoiru, dkk, (2011), Strategi Pembelajaran Sekolah Terpadu, Surabaya, Prestasi Pustaka

Arikunto, Suharsimi, (2013), Dasar-Dasar Evaluasi Pendidikan, Jakarta, PT Bumi Aksara

Badan Standar Nasional Pendidikan, (2006), Instrumen Penelitian Buku Teks Pelajaran Kimia Di SMA, BSNP, Jakarta

Dartin, (2010), Analisis dan Standarisasi Buku Kimia SMA Kelas X Semester II Berdasarkan Standar Isi KTSP, Jurnal Kimia

Faika, Sitti dan Sumiati Side, (2011), Analisis Kesulitan Mahasiswa dalam Perkuliahaan dan Praktikum Kimia Dasar di Jurusan Kimia FMIPA Universitas Negeri Makassar, Jurnal Kimia, 12(2)

Hamid, Hamdani, (2013), Pengembangan Sistem Pendidikan di Indonesia , Bandung, CV Pustaka Setia

Harijanto, Mohammad, (2007), Pengembangan Bahan Ajar untuk Peningkatan Kualitas Pembelajaran Program Pendidikan Pembelajar Sekolah Dasar,

2(1)

Harjanto, (2011), Perencanaan Pengajaran, Jakarta, PT Rineka Cipta

Hendryardi, (2014), Content Validity (Validasi Isi), Teorionline Personal Paper

Hutabalian, Tumpak, (2014), Pengembangan Buku Ajar Kimia Inovatif Kelas X SMA Semester 1 Sesuai Kurikulum 2013: Universitas Negeri Medan

Khairani, Laila, (2015), Pengembangan Bahan Ajar Biokimia Berbasis Kontekstual pada Kimia Umum II di Perguruan Tinggi : Universitas Negeri Medan

Lepiyanto, Agil dan Dasrieny Pratiwi (2015), Pengembangan Bahan Ajar Berbasis Kontekstual Pada Mata Kuliah Biologi Umum, Jurnal Bioedukasi, 6(1)

(19)

42

Majid,Abdul, (2011), Perencanaan Pembelajaran, Bandung, PT.Remaja Rosdakarya

Pakpahan, Dessy Novianty, (2015), Pengembangan Bahan Ajar Inovatif Berbasis Multimedia pada Materi Kesetimbangan Kimia: Universitas Negeri Medan

Prastowo, Andi, (2014), Pengembangan Bahan Ajar Tematik, Jakarta: Kencana

Purwanto,Yulis,(2015), Pengembangan Bahan Ajar Berbasis Kontekstual pada Materi Himpunan Berbantu Video Pembelajaran, Jurnal Pendidikan Matematika FKIP Univ. Muhammadiyah Metro, 4(1)

Riyana, Cepi, (2010), Peningkatan Kompetensi Pedagogis Guru Melalui Penerapan Model Education Centre of Teacher Interactive Virtual (Educative), Jurnal Penelitian Pendidikan, 11(1)

Rusman, (2010), Model-model Pembelajaran Mengembangkan Profesionalisme Guru, Bandung: Rajawali Pers

S., Supardi U.,(2012), Arah Pendidikan di Indonesia dalam Tataran Kebijakan dan Implementasi, Jurnal Formatif , 2(2)

Sanjaya, Wina, (2006), Pembelajaran dalam Implementasi Kurikulum Berbasis Kompetensi,Jakarta: Kencana Prenada Media Group

Shoimin, Aris, (2014), 68 Model Pembelajaran Inovatif dalam Kurikulum 2013, Yogyakarta;Ar-/Ruzz Media

Silitonga, (2011), Metodologi Penelitian Pendidikan, Medan, FMIPA Universitas Negeri Medan

Silitonga, (2011), Statistik Teori dan Aplikasi dalam Penelitian, FMIPA Universitas Negeri Medan

Sitti, Faika dan Sumiati Side, (2011), Analisis Kesulitan Mahasiswa dalam Perkuliahan dan Praktikum Kimia Dasar di Jurusan Kimia FMIPA Universitas Negeri Makassar, 12 (2)

Situmorang, Manihar, (2013), Pengembangan Buku Ajar Kimia SMA Melalui Inovasi Pembelajaran Dan Integrasi Pendidikan Karakter Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa, Semirata FMIPA Unila

(20)

43

Suryani, Nunuk dan Leo Agung, (2012), Strategi Belajar Mengajar, Yogyakarta: Ombak

Suryawati, Evi, dkk (2010), Pengembangan Pembelajaran Kontekstual Rangka Berbasis Pendidikan Karakter Untuk Meningkatkan Sikap Ilmiah dan Keterampilan Berpikir Kritis Siswa SMA Dalam Pembelajaran Biologi

Susanna, Fitria Angra, (2012), Analisis dan Standarisasi Buku Ajar Kimia SMK Kelas XII Berdasarkan Standar Isi KTSP : Universitas Negeri Medan

Tjalla, Awaluddin, (2013), Potret Mutu Pendidikan Indonesia Ditinjau dari Hasil-hasil Studi Internasional, 6(2)

(21)

ii

RIWAYAT HIDUP

Gambar

Tabel 3.1 Penilaian bahan ajar kimia berdasarkan standar komponen
Gambar.3.1Tahapan Penelitian

Referensi

Dokumen terkait

Adanya perubahan hormonal pada obesitas akan menyebabkan perubahan profil lipid, sehingga terjadinya perubahan distribusi lemak dan profil serum hormonal yang.

[r]

Bidang Pengolahan, Pemasaran Hasil dan Data Perikanan dipimpin oleh seorang Kepala Bidang yang mempunyai tugas pokok melaksanakan sebagian tugas Kepala Dinas untuk

Dalam hal ini dukungan dari dunia usaha/industri pada keterlaksanaan proses pembelajaran Sekolah Menengah Kejuruan di Kota Tasikmalaya dengan meningkatkan perannya

Penulisan tugas akhir ini merupakan salah satu syarat bagi setiap mahasiswa guna menyelesaikan Program Studi Diploma (D3) Teknik Informatika Fakultas Matematika dan Ilmu

dipanaskan, kemudian filtrat diekstraksi partisi dengan kloroform, Ekstrak pekat kloroform merupakan flavonoida total kemudian dianalisis KLT, lalu dipisahkan dengan

Hal tersebut senada dengan pendapat Maman ukas (1999:97) mengatakan bahwa para manajer diwajibkan mempunyai keterampilan dasar manajerial yaitu conceptual skills,

Penelitian Pertumbuhan dan perkembangan akar semai mangrove sejati Ceriops tagal (Perr.) C.B.Rob pada berbagai salinitas ini diteliti di rumah kaca, Fakultas Pertanian,