• Tidak ada hasil yang ditemukan

ANALISIS KEMANDIRIAN FISKAL DALAM MENDUKUNG OTONOMI DAERAH DI KOTA PROBOLINGGO PADA TAHUN 1997 - 2007

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "ANALISIS KEMANDIRIAN FISKAL DALAM MENDUKUNG OTONOMI DAERAH DI KOTA PROBOLINGGO PADA TAHUN 1997 - 2007"

Copied!
26
0
0

Teks penuh

Gambar

Tabel 1.1 : Sumbangan Sektor Industri Pengolahan dan Perdagangan
Tabel 1.2 : Sumbangan Sektor Pengangkutan dan Komunikasi terhadap PDRB Kota Probolinggo Menurut Lapangan Usaha Atas Dasar Harga Berlaku Tahun 1997 – 2007 (Juta Rupiah)
Tabel 3.1 Skala Derajat Otonomi Fiskal

Referensi

Dokumen terkait

20. Otonomi daerah adalah kewenangan yang diberikan kepada daerah otonom untuk. mengatur dan mengurus sendiri urusanpemerintahan dan kepentingan masyarakat setempat.

Pelaksanaan Otonomi Daerah menggunakan tiga prinsip, yaitu (1) otonomi luas , yakni dengan pemberian kewenangan seluas-luasnya kepada daerah untuk mengurus dan mengatur

Pada hakikatnya, otonomi daerah diberikan kepada rakyat sebagai satu kesatuan masyarakat hukum yang diberi kewenangan untuk mengatur dan mengurus sendiri urusan

Otonomi daerah adalah hak, wewenang, dan kewajiban daerah otonom untuk mengatur dan mengurus sendiri urusan pemerintahan dan kepentingan masyarakat setempat sesuai

Kajian ontologis otonomi daerah sebagai kebijakan publik, dalam tulisan ini adalah kewenangan daerah untuk mengatur dan mengurus rumah tangganya sendiri berdasarkan

Otonomi daerah dapat diartikan sebagai kewajiban yang diberikan kepada daerah otonom untuk mengatur dan mengurus sendiri urusan pemerintahan dan kepentingan

Otonomi daerah bisa diartikan sebagai kewajiban yang dikuasakan kepada daerah otonom untuk mengatur & mengurus sendiri urusan pemerintahan & kepentingan

Otonomi daerah adalah kewajiban yang diberikan kepada daerah otonom untuk mengatur dan mengurus urusan pemerintahan serta kepentingan masyarakat setempat sesuai dengan aspirasi