KANDUNGAN PROTEIN KASAR (PK), LEMAK KASAR (LK) DAN BAHAN
EKSTRAK TANPA NITROGEN (BETN) RUMPUT GAJAH (Pennisetum
Purpureum) PADA KETINGGIAN TEMPAT YANG BERBEDA
Oleh: NI’MATUR ROHMAH ( 01910082 )
Animal Husbandry
Dibuat: 2008-04-14 , dengan 3 file(s).
Keywords: rumput gajah
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh ketinggian tempat terhadap kandungan protein kasar (PK), lemak kasar (LK) dan bahan ekstra tanpa nitrogen (BETN) pada rumput gajah, sehingga dapat diketahui dataran mana yang bagus kandungan nutrisinya untuk ditanami rumput gajah. Keguaan dari penelitian ini diharapkan hasilnya dapat digunakan sebagai acuan dan bahan pertimbangan bagi peternak dalam mendapatkan rumput gajah yang baik untuk memenuhi kebutuhan hijaun berkualitas, serta sebagai bahan informasi untuk penelitian selanjutnya.
Materi yang digunakan adalah sampel rumput gajah umur 40-60 hari dan menjelang berbunga yang diperoleh dari tiga tempat dengan ketinggian berbeda. Ketinggian berbeda terdiri atas tiga dataran yaitu dataran rendah, dataran sedang dan dataran tinggi. Setiap perwakilan dataran diambil 2 desa, setiap desanya diambil 4 sampel rumput gajah dengan lokasi yang berbeda. Matode percobaan dalam penelitian ini adalah eksperimen dan survei dengan menggunakan rancangan pola tersarang (Nested Clasification) tiga tingkat. Apabila terdapat perbedaan yang nyata diantara perlakuan maka dilakukan uji beda nyata terkecil (BNT).
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat ketinggian tempat berpengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap kandungan protein kasar (PK) rumput gajah demikian pula dengan antar desanya. Ketinggian tempat dan antar desa berpengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap kandungan lemak kasar (PK) rumput gajah. Ketinggian tempat berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap kandungan bahan ekstra tanpa nitrogen (BETN) rumput gajah, sedangkan antar desa berpengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap kandungan rumput gajah.
Kesimpulan dari penelitian ini adalah rumput gajah bisa di tanam disemua ketinggian karena tidak ada perbedaan nutrisi yang nyata. Tapi yang perlu diperhatikan adalah topografi lokasi penanamannya.
This study aims at finding out the concentration of hard pro tein (HP), hard fat (HF) and the extra material without nitrogen of Pannisetum Purpureum so that we can know in which level of height this plant can alive. This study will be very useful to guide the farmer in fulfilling the supply of Pannisetum Purpureum in such qualified manner as the information for the further study.
The material used is the samples gotten from the plant aged 40-60 days and it is before the flower comes and they are gotten from three different places with different height. Those three heights are the low land, medium land, and the high land. The representative is taken from two villages in which each village we take 4 samples of the plant in different location. The
do the smallest real difference test.