SKRIPSI
Diajukan untuk memenuhi syarat kelulusan Program Studi Sistem Informasi Jenjang Sarjana Fakultas Teknik & Ilmu Komputer
SEPTYAN NURCAHYO 1.05.06.264
PROGRAM STUDI SISTEM INFORMASI
FAKULTAS TEKNIK DAN ILMU KOMPUTER
UNIVERSITAS KOMPUTER INDONESIA
BANDUNG
i
dibidang jasa yang termasuk pada jenis koperasi simpan pinjam. Pada sistem yang berjalan petugas koperasi melakukan kegiatan pencatatan data anggota, data simpanan, data pinjaman, data angsuran dan data potongan pada buku besar. Dalam pembuatan laporan petugas mengalami kesulitan untuk memindahkan data transaksi setiap bulannya sehingga memerlukan waktu yang tidak sedikit. Dari hasil penelitian yang dilakukan, peneliti bermaksud memecahkan permasalahan yang dihadapi oleh Koperasi Karyawan Holindo.
Adapun metode pendekatan yang digunakan dalam penelitian adalah pendekatan terstruktur yang menggunakan beberapa alat bantu dan teknik pengerjaan, seperti Flowmap, Diagram Konteks, dan Data Flow Diagram(DFD). Model pengembangan yang digunakan adalah model Prototipe. Prototipe merupakan suatu metode dalam pengembangan sistem yang menggunakan pendekatan untuk membuat suatu program dengan cepat dan bertahap sehingga segera dapat dievaluasi oleh pemakai.
Sistem informasi simpan pinjam dibangun sebagai salah satu solusi pemecahan masalah yang dihadapi oleh Koperasi Karyawan Holindo dalam pengolahan data dan pembuatan laporannya. Hasil penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat bagi Koperasi Karyawan Holindo dan instansi yang terkait didalamnya.
ii
officers conducted recording data of member, deposit, loans, installment and its deduction on the ledger. In making the report the officer had difficulties to move the data transaction each month so it took more time. From the results of study conducted, the researcher intended to solve the problems which were faced by the Holindo’s Employees Cooperation.
The approach metode which was used in this study was a structured approach that uses several tools and working techniques, such as Flowmap, Diagram Context and Data Flow Diagrams (DFD). The development model used was the Prototype model. The prototype is a method in the development of systems that use the approach to create a program to quickly and gradually thus it could be evaluated by the user.
The information system of Savings and credits was built as one of the solutions to problems faced by Holindo’s Employees Cooperation in processing data and making the report. The results of this study are expected can be advantageous to the Holindo’s Employees Cooperation and related agencies there in.
iii Assalamu’alaikum Wr. Wb.
Puji dan syukur bagi Allah SWT, Tuhan yang menguasai segala kekuasaan dan pemiliki segala ilmu. Dengan sifat Maha Pengasih dan Penyayang-Nya memberikan keuasaan, ilmu kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Atas Kehendak-Nya jualahAlhamdulillahirabbil‘alaminpenulis dapat menyelesaikan skripsi ini.
Skripsi dengan judul “Sistem Informasi Simpan Pinjam Pada Koperasi Karyawan Holindo” disusun guna memenuhi syarat kelulusan dalam memperoleh gelar Sarjana (S1) pada Program Studi Sistem Informasi, Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer, Universitas Komputer Indonesia (UNIKOM) Bandung.
Selama penyusunan skripsi ini, tidak sedikit bimbingan dan bantuan dari semua pihak, maka dengan rasa tulus penulis ingin mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang telah memberikan dorongan dan semangat baik berupa material maupun spiritual.
1. Allah SWT, yang telah memberikan pertolongan, kemudahan dan kelancaran sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini.
2. Dr. Ir. Eddy Suryanto Soegoto, M.Sc. selaku Rektor Universitas Komputer Indanesia.
iv
5. Diana Effendi, ST., MT. selaku dosen pembimbing yang telah memberikan pengarahan dan masukan-masukan berharga kepada penulis dalam menyelesaikan skripsi ini.
6. Wahyuni, S.SI., MT dan Marliana, S.SI., M.SI selaku dosen penguji yang telah memberikan masukan kepada penulis dalam penyusunan skripsi dan pembuatan program
7. Seluruh dosen pengajar yang telah memberikan ilmu kepada penulis mudah-mudahan ilmu yang diajarkan bermanfaat dan menjadi amal kebaikan.
8. Yang tercinta Bapak dan Ibu serta keluarga, yang selalu memberikan dukungan moral dan materil yang tiada terhingga serta untaian do’a yang tulus ikhlas dan penuh kasih sayang.
9. Seluruh staf PT. Holistic Indonesia, Bapak Jaki terimakasih atas bantuan dan kepercayaan yang diberikan kepada penulis.
10. Bapak Pefa dan teh Wiwid yang telah membantu penulis untuk melakukan penelitian pada Koperasi Karyawan Holindo.
v berharga bagi penulis.
Akhir kata penulis sampaikan bahwa ilmu yang bermanfaat akan menjadi penolong kita diakhirat. Meski jauh dari kesempurnaan, mudah-mudahan skripsi yang penulis susun ini dapat memberikan manfaat bagi diri penulis pada khususnya dan para pembaca pada umumnya. Amin yaa robbal a’lamin.
Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Bandung, Agustus 2011
1 1.1. Latar Belakang Penelitian
Sekarang ini teknologi informasi berkembang dengan begitu cepatnya. Dari perangkat keras komputer, perangkat lunak dan teknologi komunikasi yang sering kita pakai. Sebuah organisasi atau perusahaan sangat membutuhkan teknologi informasi ini yang akan digunakan dalam proses pengambilan keputusan yang dilakukan oleh perusahaan atau organisasi dimasa yang akan datang. Untuk memacu kemajuan di bidang teknologi informasi ini, dituntut adanya suatu informasi yang cepat, tepat, dan akurat. Oleh karena itu, penerapan aplikasi komputer sangat diperlukan untuk mempermudah dan memperlancar proses sistem informasi yang ada sehingga dapat dihasilkan sistem informasi yang saling melengkapi dan juga dapat memudahkan para pengambil keputusan dalam memperoleh informasi secara cepat, tepat, dan akurat.
Disamping itu PT. Holistic Indonesia juga mempunyai koperasi yang dikelola oleh karyawan PT. Holistic itu sendiri, pada umumnya koperasi dikendalikan secara bersama oleh seluruh anggotanya, di mana setiap anggota memiliki hak suara yang sama dalam setiap keputusan yang diambil koperasi. Pembagian keuntungan koperasi atau SHU (Sisa Hasil Usaha) biasanya dihitung berdasarkan andil anggota tersebut dalam koperasi. Pelayanan yang diberikan antara lain di bidang jasa simpan pinjam dan juga penjualan barang atau waserda (warung serba ada).
Gambar 1.1
Grafik Perolehan Koperasi Karyawan Holindo
Sumber : Koperasi Karyawan Holindo
Dilihat pada gambar 1.1 keuntungan yang diperoleh koperasi selalu mengalami kenaikan terutama dari USP (Usaha Simpan Pinjam), untuk saat ini pengolahan data yang dilakukan dengan menyimpan data anggota dan data transaksi dari transaksi simpanan, transaksi pinjaman dan angsuran yang diarsipkan. Pada proses pembuatan laporan, pegawai mengalami kesulitan karena
harus memindahkan data transaksi satu persatu tiap bulan sehingga memerlukan waktu yang tidak sedikit.
Melihat dari latar belakang diatas, penulis melakukan penelitian dengan tema yang diangkat yaitu ”SISTEM INFORMASI SIMPAN PINJAM PADA KOPERASI KARYAWAN HOLINDO”.
1.2. Identifikasi dan Rumusan Masalah 1.2.1. Identifikasi Masalah
Berdasarkan latar belakang yang diuraikan diatas, maka penulis mengidentifikasi masalah yang muncul dimana:
1. Sulit mengetahui data simpanan, pinjaman, angsuran dan potongan anggota perbulannya.
2. Proses pembuatan laporan dilakukan dengan mengumpulkan dan menggabungkan data-data dari rekap transaksi tiap bulannya sehingga memerlukan waktu yang tidak sedikit.
3. Kemungkinan terjadi kesalahan saat perekapan data yang harus dilakukan pengecekan secara berulang kali yang mengakibatkan kerugian pada pihak koperasi maupun anggota berupa materi serta kepercayaan kepada koperasi itu sendiri.
1.2.2. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang dan identifikasi masalah diatas, maka penulis merumuskan masalah yang teridentifikasi, antara lain :
2. Bagaimana perancangan sistem informasi simpan pinjam yang baik dan dapat memberikan informasi secara cepat, tepat dan akurat pada Koperasi Karyawan Holindo.
3. Bagaimana implementasi perancangan sistem informasi ke dalam bahasa pemograman dalam pembuatan aplikasi dan databasenya.
1.3. Maksud dan Tujuan Penelitian 1.3.1. Maksud Penelitian
Maksud dari penelitian ini adalah untuk membangun sistem informasi simpan pinjam yang dapat memberikan informasi secara cepat, tepat dan akurat pada Koperasi Karyawan Holindo.
1.3.2. Tujuan Penelitian
Tujuan penelitian adalah hasil akhir yang ingin dicapai dari penelitian yang dilakukan.
1. Untuk mengetahui permasalahan sistem informasi simpan pinjam yang sedang berjalan pada Koperasi Karyawan Holindo.
2. Untuk merancang sistem informasi simpan pinjam yang baik dan dapat memberikan informasi secara cepat, tepat dan akurat serta mudah digunakan bagi Koperasi Karyawan Holindo.
1.4. Kegunaan Penelitian 1.4.1. Kegunaan Praktis
Bagi Koperasi Karyawan Holindo dapat memberikan kontribusi yang positif dan dapat menerapkan sistem informasi yang dibuat, dan dapat memudahkan para pengambil keputusan dalam memperoleh informasi perusahaan secara cepat, tepat, dan akurat.
1.4.2. Kegunaan Akademis
Usulan penelitian ini diharapkan berguna bagi perkembangan bidang keilmuan khususnya keilmuan Manajemen Informatika dan juga menjadi bahan kajian serta pengembangan bagi mereka yang melakukan penelitian dengan pembahasan yang sama.
1.5. Batasan Masalah
Pembatasan masalah dilakukan agar objek penelitian dapat terarah sesuai dengan yang dimaksud.
1. Sistem informasi meliputi input data anggota, proses transaksi (simpanan, pinjaman, angsuran, potongan), laporan (anggota, simpanan, pinjaman dan angsuran).
2. Jenis simpanan : pokok dan wajib 3. Pinjaman berupa uang.
4. Anggota dan petugas Koperasi Karyawan Holindo merupakan karyawan PT. Holistic Indonesia.
7. Data karyawan yang diinputkan merupakan data karyawan yang telah layak untuk menjadi anggota Koperasi Karyawan Holindo.
1.6. Lokasi dan Waktu Penelitian
Lokasi penelitian dilakukan pada Koperasi Karyawan Holindo di PT. Holistic Indonesia Jl. Terusan Kapten Halim KM.9, Pondoksalam Purwakarta 41172. Adapun jadwal penelitian akan dilaksanakan mulai bulan Maret 2011 – Juni 2011. Jadwal dan jenis kegiatan akan dilakukan seperti pada tabel berikut :
Tabel 1.1 Tabel Jadwal Penelitian
No Nama Kegiatan
Bulan / Minggu
Maret 2011 April 2011 Mei 2011 Juni 2011
1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4
1 Pengumpulan data Observasi
Wawancara 2 Analisis sistem
Analisis dokumen sistem
Analisis kebutuhan sistem
3 Perancangan Sistem Perancangan alur sistem
Perancangan program
7 2.1. Konsep Dasar Sistem
Menurut Al-Bahra Bin Ladjamudin (2005 : 1) dalam mendefinisikan sistem terdapat dua kelompok pendekatan sistem, yaitu sistem yang menekankan pada prosedur dan elemennya.
a. Pemahaman sistem dengan pendekatan prosedur, yaitu :
Suatu urutan kegiatan yang saling berhubungan, berkumpul bersama-sama untuk mencapai tujuan tertentu.
b. Pemahaman sistem dengan pendekatan komponen/elemen, yaitu : Kumpulan komponen yang saling berkaitan dan bekerja sama untuk mencapai suatu tujuan tertentu. Suatu sistem dapat terdiri dari beberapa subsistem.
Dari pemahaman diatas penulis dapat menyimpulkan bahwa sistem adalah kumpulan dari komponen atau elemen-elemen atau sub-subsistem yang saling berkaitan dan bekerja sama melakukan suatu urutan kegiatan yang saling berhubungan untuk mencapai suatu tujuan tertentu.
2.1.1. Karakteristik Sistem
Komponen Sistem
Suatu sistem terdiri dari sejumlah komponen yang saling berinteraksi, yang artinya saling bekerjasama membentuk suatu kesatuan. Komponen-komponen sistem atau elemen-elemen sistem dapat berupa suatu subsistem atau bagian-bagian dari sistem. Setiap subsistem mempunyai karakteristik dari sistem yang menjalankan suatu fungsi tertentu dan mempengaruhi proses sistem secara utuh.
Batasan Sistem
Batasan sistem merupakan daerah yang membatasi antara suatu sistem dengan sistem yang lainnya atau dengan lingkungan luarnya. Batas sistem ini memungkinkan suatu sistem dipandang sebagai satu kesatuan dan menunjukkan ruang lingkup dari sistem tersebut.
Lingkungan luar Sistem
Lingkungan luar dari suatu sistem adalah apapun diluar batas dari sistem yang mempengaruhi operasi sistem. Lingkungan luar sistem dapat bersifat menguntungan dan juga merugikan. Lingkungan luar sistem yang menguntungkan merupakan energi dari sistem dan dengan demikian harus tetap dijaga dan dipelihara. Sedangkan lingkungan luar yang merugikan harus ditahan dan dikendalikan, jika tidak maka akan mengganggu kelangsungan hidup dari sistem.
Penghubung Sistem
sumber-sumber daya mengalir dari satu subsistem ke subsistem yang lainnya. Keluaran dari satu subsistem akan mejadi masukan untuk subsistem lainnya melalui penghubung. Dengan penghubung satu subsistem dapat berintegrasi dengan subsistem yang lainnya membentuk satu kesatuan. Masukan Sistem
Masukan adalah energi yang dimasukkan ke dalam sistem. Masukan dapat berupa masukan perawatan dan masukan sinyal maintenence input adalah energi yang dimasukan supaya sistem tersebut dapat berjalan. Sinyal input adalah energi yang diproses untuk mendapatkan keluaran sistem.
Keluaran Sistem
Keluaran adalah energi yang diolah dan diklasifikasikan menjadi keluaran yang berguna. Keluaran dapat merupakan masukan untuk subsistem yang lain.
Pengolahan Sistem
Suatu sistem dapat mempunyai suatu bagian pengolah atau sistem itu sendiri sebagai pengolahnya. Pengolah yang akan merubah masukan menjadi keluaran.
Sasaran Sistem
2.1.2. Klasifikasi Sistem
Sistem dapat diklasifikasikan kedalam beberapa sudut pandang, diantarannya :
a. Sistem diklasifikasikan sebagai sistem abstrak dan sistem fisik. Sistem abstrak adalah sistem yang berupa pemikiran atau ide-ide yang tidak tampak secara fisik. Misalnya sistem yang berupa pemikiran-pemikiran hubungan antara manusia dan tuhan (sistem teologi). Sistem fisik merupakan sistem yang ada secara fisik. Misalnya sistem komputer, sistem operasi, dan sebagainya.
b. Sistem diklasifikasikan sebagai sistem alamiah dan sistem buatan manusia. Sistem alamiah adalah sistem yang terbentuk atau terjadi secara alamiah tidak dibuat oleh manusia. Misalnya sistem pergantian siang dan malam. Sistem buatan manusia adalah sistem yang dirancang oleh manusia. Sistem yang melibatkan iteraksi manusia dengan mesin disebut human-machine. c. Sistem diklasifikasikan sebagai sistem tertentu (deterministic system) dan
d. Sistem diklasifikasikan sebagai tertutup dan sistem terbuka. Sistem tertutup merupakan sistem yang tidak berhubungan atau terpengaruh dengan lingkungan luarnya. Sistem terbuka adalah sistem yang berhubungan dan terpengaruh dengan lingkungan luarnya. Sistem ini menerima masukan dan menghasilkan keluaran untuk subsistem yang lain.
2.2. Konsep Dasar Informasi
2.2.1. Pengertian Informasi
Abdul Kadir dalam bukunya yang berjudul Pengenalan Sistem Informasi (2003 : 31), menurut McFadden, dkk mendefinisikan “informasi sebagai data yang telah diperoses sedemikian rupa sehingga meningkatkan pengetahuan seseorang untuk menggunakan data tersebut”. Menurut Davis “ informasi adalah data yang telah diolah menjadi suatu bentuk yang berarti bagi penerimanya dan bermanfaat dalam mengambil keputusan saat ini atau saat mendatang.”
Berdasarkan pendapat para ahli diatas penulis dapat menyimpulkan bahwa informasi merupakan data yang telah diolah dan diproses sehingga menghasilkan nilai baru dari suatu data dan bermanfaat bagi penerimanya dan juga dapat digunakan dalam pengambilan keputusan saat ini atau saat mendatang.
2.2.2. Siklus Informasi
Gambar 2.1 Siklus Informasi
Sumber : Abdul Kadir, Pengenalan Sistem Informasi(2003 : 32)
2.2.3. Kualitas Informasi
Menurut Al-Bahra Bin Ladjamudin (2005 : 11) kualitas informasi (quality of information) sangat dipengaruhi atau ditentukan oleh beberapa hal sebagai berikut :
a. Relevan (relevancy), seberapa jauh tingkat relevansi informasi tersebut terhadap kenyataan kejadian masa lalu, kejadian hari ini, dan kejadian yang akan datang. Informasi yang berkualitas akan mampu menunjukan benang merah relevansi kejadian masa lalu, hari ini, dan masa depan sebagi bentuk aktivitas yang kongkrit dan mampu dilaksanakan , dan dibuktikan oleh siapa saja.
pesan telah benar / sesuai (Correctness), serta pesan yang disampaikan sudah lengkap atau hanya sistem yang diinginkan oleh user.
c. Tepat waktu (timeliness), berbagai proses dapat diselesaikan dengan tepat waktu, laporan-laporan yang dibutuhkan dapat disampaikan tepat waktu. d. Ekonomis (economy), informasi yang dihasilkan mempunyai daya jual
tinggi, serta biaya operasional untuk menghasilkan informasi tersebut minimal, informasi tersebut juga mampu memberikan dampak yang luas terhadap laju pertumbuhan ekonomi dan teknologi informasi.
e. Efesien (efficiency), informasi yang berkualitas memiliki sintaks ataupun kalimat yang sederhana, namun mampu memberikan makna dan hasil yang mendalam.
f. Dapat dipercaya (reliability), informasi tersebut berasal dari sumber yang dapat dipercaya. Sumber tersebut telah teruji tingkat kejujurannya.
2.2.4. Nilai Informasi
Suatu informasi dikatakan bernilai bila manfaatnya lebih efektif dibandingkan dengan biaya mendapatkannya dan sebagian besar informasi tidak dapat tepat ditaksir keuntungannya dengan satuan nilai uang, tetapi dapat ditaksir nilai efektivitasnya.
2.3. Konsep Dasar Sistem Informasi
2.3.1. Pengertian Sistem Informasi
a. Suatu sistem yang dibuat manusia yang terdiri dari komponen-komponen dalam organisasi untuk mencapai suatu tujuan yaitu menyajikan informasi.
b. Sekumpulan prosedur organisasi yang pada saat dilaksanakan akan memberikan informasi bagi pengambil keputusan dan atau untuk mengandalikan organisasi
c. Sekumpulan sistem dalam suatu organisasi yang mempertemukan kebutuhan pengolahan transaksi, mendukung operasi, bersifat manajerial dan kegiatan strategi dari suatu organisasi dan menyediakan pihak luar tertentu dengan laporan-laporan yang diperlukan.
Menurut Abdul Kadir (2003 : 10) Sistem informasi mencakup sejumlah komponen (manusia, komputer, teknologi informasi, dan prosedur kerja), ada sesuatu yang diproses (data menjadi informasi) dan dimaksudkan untuk mencapai suatu sasaran atau tujuan.
Berdasarkan pendapat para ahli diatas penulis menyimpulkan bahwa sistem informasi adalah suatu sistem yang terdiri dari komponen-komponen dan prosedur-prosedur yang bekerja sama dalam memproses suatu data untuk mendapatkan nilai baru demi mencapai tujuan dalam sebuah organisasi.
2.3.2. Komponen Sistem Informasi
Komponen sistem informasi terdiri dari hardware, software, data, prosedur dan manusia
1. Hardware, terdiri dari :
b. Peralatan input, merupakan alat yang digunakan untuk memasukan energi kedalam suatu sistem yang dapat berupa signal input.
c. Peralatan output, merupakan suatu alat keluaran / tampilan suatu data setelah mengalami proses.
d. Peralatan komunikasi data, satu bagian dari ilmu komunikasi yang mengkhususkan diri pada penyampaian informasi yang berupa teks dan gambar.
2. Software, sekumpulan dari perintah / fungsi yang ditulis dengan aturan untuk memerintahkan komputer melaksanakan tugas tertentu
3. Data, merupakan komponen dasar dari informasi yang akan diperoses lebih lanjut untuk menghasilkan informasi.
4. Prosedur, dokumentasi prosedur / proses sistem, buku penuntun opersional (aplikasi) atau teknis. Prosedur menghubungkan berbagai perintah dan aturan yang akan menentukan rancangan dan penggunaan sistem informasi.
5. Manusia, mereka yang terlibat dalam kegiatan sistem informasi seperti operator, pemimpin sistem informasi dan sebagainya.
2.3.3. Kegiatan Sistem Informasi
a. Input
Menggambarkan suatu kegiatan untuk menyediakan data untuk diproses. b. Proses
c. Output
Suatu kegiatan untuk menghasilkan laporan dari proses diatas tersebut. d. Penyimpanan
Suatu kegiatan untuk memelihara dan menyimpan data. e. Control
Suatu aktivitas untuk menjamin bahwa sistem informasi tersebut berjalan sesuai dengan yang diharapkan
2.4. Metode Pendekatan Sistem Informasi
Pendekatan Sistem adalah upaya untuk melakukan pemecahan masalah yang dilakukan dengan melihat masalah yang ada secara menyeluruh dan melakukan analisis secara sistem. Pendekatan sistem diperlukan apabila kita menghadapi suatu masalah yang kompleks sehingga diperlukan analisa terhadap permasalahan tadi, untuk memahami hubungan bagian dengan bagian lain dalam masalah tersebut, serta kaitan antara masalah tersebut dengan masalah lainnya.
Pendekatan sistem dapat diartikan sebagai titik tolak atau sudut pandang kita terhadap proses sebuah sistem yang merujuk pada pandangan tentang terjadinya suatu proses yang bersifat masih sangat umum dalam mewadahi, mengispirasi, dan melatari metode pendekatan dalam cakupan teoritis tertentu.
2.4.1. Pendekatan Berorientasi Objek
Pendekatan berorientasi objek merupakan paradigma pemrograman yang berorientasikan kepada objek. Semua data dan fungsi di dalam paradigma ini dibungkus dalam kelas-kelas atau objek-objek. Bandingkan dengan logika pemrograman terstruktur. Setiap objek dapat menerima pesan, memproses data, dan mengirim pesan ke objek lainnya. Pengembangan berorientasi objek berbeda dari pengembangan konvenisonal yang memandang perangkat lunak sebagai fungsi dan data yang terisolasi.
Pendekatan berorientasi objek berpusat pada objek yang mengkombinasikan data dan fungsionalitas. Keduanya dilakukan secara sekaligus, tidak hanya berfokus pada satu kubu saja. Pendekatan berorientasi objek adalah suatu metoda untuk menggambarkan suatu sistem yang memperlihatkan semua objek yang ada pada sistem. Model objek juga memperlihatkan hubungan objek terhadap objek-objek lain, serta menampilkan atribut serta operasi yang menjadi ciri suatu kelas tertentu untuk kepentingan pengembangan suatu sistem informasi dan/atau perangkat lunak tertentu.
(http://mrdaniels.wordpress.com/2009/01/31/pendekatan-berorientasi-objek/14 juni 2011)
2.4.2. Pendekatan Terstruktur
saja tidak akan membuat pengembangan sistem informasi menjadi berhasil. Oleh karena itu diperlukan suatu pendekatan pengembangan sistem yang baru yang dilengkapi dengan beberapa alat dan teknik supaya membuatnya berhasil. Pendekatan ini yang dimulai dari awal tahun 1970 disebut dengan pendekatan terstruktur (structured approach). Pendekatan terstruktur dilengkapi dengan alat-alat (tools) dan teknik-teknik (techniques) yang dibutuhkan dalam pengembangan sistem, sehingga hasil akhir dari sistem yang dikembangkan akan didapatkan sistem yang strukturnya didefinisikan dengan baik dan jelas.
Dalam melakukan pendekatan sistem terdapat beberapa metodologi. Metodologi adalah kesatuan metode-metode, prosedur-prosedur, konsep-konsep pekerjaan, aturan-aturan yang digunakan dalam mengembangkan suatu sistem. Sedangkan metode merupakan suatu cara atau teknik yang sistematik untuk mengerjakan sesuatu. Metodologi tersebut dapat diklasifikasikan kedalam tiga kelompok, yaitu :
1. Metodologi pemecahan fungsional (fungtional decomposition methodoligies). Metodologi yang menekankan pada pemecahan sistem kedalam sub-subsistem yang lebih kecil, sehingga akan mudah dipahami, dirancang dan diterapkan
2. Metodologi berorientesi data (data-oriented methodoligies). Metodologi ini menekankan pada karakteristik data yang akan diperoses. Metodologi ini dikelompokan kedalam dua kelas, yaitu :
tingkah laku logika modul tersebut dalam sistem. Secara logika digambarkan dari arus data dan hubungan antar fungsinya didalam modul-modul sistem
b. Data-flow structured methodoligies. Metodologi ini menekankan struktur input dan output sistem. Kemudian akan digunakan sebagai dasar struktur sistemnya. Hubungan fungsi antar modul atau elemen-elemen sistem kemudian dijelaskan dari struktur sistem tersebut
3. Prescriptive methodologies. Metodologi ini merupakan metodologi yang dikembangkan oleh system house dan pabrik-pabrik perangkat lunak dan tersedia secara komersial dalam paket-paket program.
(http://iaprima.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/files/5439/D3_3a_Pendekata n.pdf/14juni 2011)
2.4.2.1. Alat dan Teknik Pengembangan Sistem
Untuk melakukan langkah-langkah sesuai dengan metodologi pengambangan sistem terstruktur, maka dibutuhkan alat-alat dan teknik untuk melaksanakannnya. Alat-alat metodologi yang digunakan umumnya berupa gambar, diagram, atau grafik karena mudah dipahami. Dalam hal ini penulis menggunakan alat-alat sebagai berikut :
1. Flowmap
yang lainnya. Dalam pembuatan flowmap tidak ada rumus atau kaidah baku yang bersifat mutlak, karena flowmap merupakan gambaran hasil pemikiran dalam menganalisa suatu masalah dengan komputer, sehingga flowmap yang dihasilkan dapat bervariasi antara satu pemrogram dengan pemrogram lainnya. (http://www.scribd.com/doc/55468895/Pengertian-Flowmap-dan-lowchart-Beserta-Simbol/14 juni 2011)
2. Diagram Konteks (Context Diagram).
Menurut Al-Bahra Bin Ladjamudin (2005 : 64) Diagram konteks adalah diagram yang terdiri dari suatu proses dan menggambarkan ruang lingkup suatu sistem. Diagram koteks merupakan level tertinggi dari DFD yang menggambarkan seluruh input ke sistem atau output dari sistem. Ia akan memberikan gambaran tentang keseluruhan sistem.
3. DFD (Data Flow Diagram)
Menurut Al-Bahra Bin Ladjamudin (2005 : 64) Data Flow Diagram (DFD) merupakan model dari sistem untuk menggambarkan pembagian sistem ke modul yang lebih kecil.
4. Kamus Data (Data Dictionary).
Kamus data merupakan katalog fakta tentang data dan kebutuhan-kebutuhan informasi dari suatu sistem informasi. Dengan menggunakan kamus data, analisis sistem dapat mendefinisikan data yang mengalir berisi tentang struktur database.
5. Perancangan Basis Data a. Normalisasi
mereka sehingga terwujud satu bentuk database yang mudah untuk dimodifikasi. Langkah-langkah pembentukan normalisasi :
1. Bentuk Tidak Normal
Bentuk ini merupakan kumpulan data yang akan direkam, tidak ada keharusan mengikuti suatu format tertentu, dapat saja data tidak lengkap. Data dikumpulkan apa adanya sesuai dengan keadaan.
2. Bentuk Normal ke Satu (1 NF)
Pada tahapan ini dilakukan penghilangan beberapa group elemen yang berulang agar menjadi satu harga tunggal yang berinteraksi diantara setiap baris pada suatu tabel.
3. Bentuk Normal ke Dua (2 NF)
Bentuk data telah memenuhi kriteria bentuk normal pertama. Atribut bukan kunci haruslah memiliki ketergantungan fungsional sepenuhnya terhadap kunci utama / primary key. 4. Bentuk Normal ke Tiga (3 NF)
Bentuk data telah memenuhi kriteria bentuk normal kedua. Atribut bukan kunci haruslah tidak memiliki ketergantungan transitif, dengan kata lain suatu atribut bukan kunci tidak boleh memiliki ketergantungan fungsional terhadap atribut bukan kunci lainnya.
b. Entity Relationship Diagram(ERD)
dalam sistem secara abstrak. Jadi ERD ini berbeda dengan DFD yang merupakan suatu model jaringan fungsi yang akan dilaksanakan oleh sistem, sedangkan ERD merupakan model jaringan data yang menekankan pada struktur-struktur dan relationship data.
Terdapat beberapa elemen-elemen dalam ERD
1. Entitas, dimana data tersimpan atau dimana terdapat data yang diberi nama.
2. Relasi, hubungan alamiah yang terjadi antar entitas.
3. Atribut, sifat atau karakteristik dari tiap entitas maupun tiap relasi.
4. Kardinalitas, jumlah maksimum entitas yang dapat berelasi dengan entitas lain. Terdapat 3 macam kardinalitas relasi, yaitu : 1. Satu ke Satu
Hanya mempunyai satu hubungan kejadian antara satu entitas dengan satu entitas yang lainnya.
2. Satu ke Banyak
Satu entitas dapat hubungan dengan banyak kejadian terhadap entitas yang lain, tetapi tidak sebaliknya. Tergantung dari arah mana hubungan tersebut dilihat.
3. Banyak ke Banyak
c. Tabel Relasi
Tabel relasi adalah gambaran tentang hubungan yang terjadi antar tabel-tabel yang akan digunakan dalam program aplikasi pemecahan dari flat file yang menurut teknik normalisasi sehingga pemecahan tersebut memiliki sebuah kunci yang menghubungkan relasi datanya. Dilihat dari penjelasan-penjelasan yang ada dapat disimpulkan perbedaan antara pendekatan berorientasi objek dengan pendekatan terstruktur adalah :
2.5. Metode Pengembangan Sistem
Menurut Roger S. Pressman, Ph.D (2002:39) Dalam menyelesaikan masalah suatu rekayasa perangkat lunak harus menggabungkan strategi pengembangan yang melingkupi lapisan proses, metode, dan alat-alat bantu. Strategi ini sering diacukan sebagai model proses atau paradigma rekayasa perangkat lunak. Model proses untuk rekayasa perangkat lunak dipilih berdasarkan sifat aplikasi dan proyeknya, metode dan alat-alat bantu yang dipakai, dan kontrol serta penyampaian yang dibutuhkan. Setiap model memiliki karakterstik masing-masing.
Didalam melakukan penelitian terdapat beberapa model pengembangan sistem namun penulis akan membandingkan antara model prototipe dan model Inkremental
2.5.1. Model Prototipe
Menurut Abdul Kadir (2002 : 416) Prototipe merupakan suatu metode dalam pengembangan sistem yang menggunakan pendekatan untuk membuat suatu program dengan cepat dan bertahap sehingga segera dapat dievaluasi oleh pemakai. Prototipe membuat proses pengembangan sistem informasi menjadi lebih cepat dan lebih mudah, terutama pada keadaan kebutuhan pemakai sulit untuk diidentifikasi.
Secara garis besar, sasaran prototipe adalah sebagai berikut (Lucas,2000) :
1. Mengurangi waktu sebelum pemakai melihat sesuatu yang kongkrit dari usaha pengembangan sistem.
2. Menyediakan unpan balik yang cepat dari pemakai kepada pengembang. 3. Membantu menggambarkan kebutuhan pemakai dengan kesalahan yang
lebih sedikit.
5. Menjadikan keterlibatan pemakai sangat berarti dalam analisi dan desain sistem.
Gambar 2.2 Mekanisme pengembangan sistem dengan prototipe Sumber : Abdul Kadir, Pengenalan Sistem Informasi (2003 : 417)
Adapun tahapan-tahapan dari metode prototipe adalah sebagai berikut :
1. Mengidentifikasi Kebutuhan Pemakai. Pemakai dan pengembang bersama-sama mendefinisikan format seluruh perangkat lunak, mengidentifikasikan semua kebutuhan, dan garis besar sistem yang akan dibuat.
2. Membuat Prototipe. Setelah kebutuhan sistem didapat maka pengembang mulai membuat prototipe.
3. Menguji Prototipe. Pengujian dilakukan oleh pemakai apakah prototipe yang dibuat sudah sesuai dengan keinginan pelanggan.
5. Mengembangkan Versi Produksi. Pengembang menyelesaikan sistem sesuai dengan masukan terakhir dari pemakai.
2.5.1.1. Kelebihan dan Kelemahan Prototipe
Kelebihan prototipe :
a. Pendefinisian kebutuhan pemakai menjadi lebih baik karena keterlibatan pemakai yang intensif.
b. Meningkatkan kepuasan pemakai dan keterlibatan mereka yang sangat tinggi sehingga sistem memenuhi kebutuhan mereka dengan lebih baik. c. Mempersingkat waktu pengembangan.
d. Memperkecil kesalahan disebabkan setiap versi prototipe, kesalahan segera terdeteksi oleh pemakai.
e. Pemakai memiliki kesempatan yang lebih banyak dalam meminta perubahan-perubahan.
Kelemahan prototipe :
a. Prototipe hanya bisa berhasil jika pemakai bersungguh-sungguh dalam menyediakan waktu dan pikiran untuk menggarap prototipe.
b. Kemungkinan dokumentasi terabaikan karena pengembang lebih berkosentrasi pada pengujian dan pembuatan prototipe.
c. Jika terlalu banyak proses pengulangan dalam membuat prototipe, ada kemungkinan pemakai menjadi jenuh dan memberikan reaksi yang negatif.
2.5.2. Model Inkremental
berulang) dengan filosofi prototipe iteratif. Model inkremental memakai urutan-urutan linier didalam model yang membingungkan, seiring dengan laju waktu kalender. Setiap urutan linier menghasilkan pertambahan, perangkat lunak “yang bisa disampaikan”[McDE93]. Model proses pertambahan tersebut, seperti model prototipe dan pendekata-pendekatan evolusioner yang lain, bersifat iteratif. Tetapi tidak seperti model prototipe, model inkremental berfokus pada penyampaian produk operasional dalam setiap pertambahannya. Pertambahan awal ada di versi stripped down dari produk akhir, tetapi memberikan kemampuan untuk melayani pemakai dan juga menyediakan platform untuk evaluasi oleh pemakai.
Gambar 2.3 Model Inkremental
Sumber : Roger S. Pressman, Ph.D, Rekayasa Perangkat Lunak(2002 : 46) Tahapan-tahapan dalam model inkremental :
1. Penentuan kebutuhan atau analisis kebutuhan.
2. Proses spesifikasi dimana menggunakan analisis kebutuhan sebagai acuannya.
3. Perancangan desain aplikasi.
2.5.2.1. Kelebihan dan Kelemahan Model Inkremental
(http://www.rinaamalia.com/ambil.php?file=INCREMENTAL_MODEL.pdf/ 16 juni 2011)
Kelebihan model inkremental :
a. Merupakan model dengan manajemen yang sederhana.
b. Pengguna tidak perlu menunggu sampai seluruh sistem dikirim untuk mengambil keuntungan dari sistem tersebut. Inkremental yang pertama sudah memenuhi persyaratan meraka yang kritis, sehingga perangkat lunak dapat segera digunakan.
c. Resiko untuk kegagalan proyek secara keseluruhan lebih rendah, walaupun masalah masih dapat ditemukan pada beberapa increment. Kelemahan :
a. Mungkin terjadi kesulitan untuk memetakan kebutuhan pengguna ke dalam rencana spesifikasi masing-masing hasil increment.
Dilihat dari penjelasan-penjelasan yang ada penulis menyimpulkan perbedaan antara model prototipe dengan model inkremental adalah :
melanjutkan ke tahapan selanjutnya jika sudah dievaluasi oleh pemakai dan juga pendefinisian kebutuhan pemakai menjadi lebih baik karena keterlibatan pemakai yang intensif, dengan menggunakan model prototipe dapat meningkatkan kepuasan pemakai dan keterlibatan mereka yang sangat tinggi sehingga sistem memenuhi kebutuhan mereka dengan lebih baik. Jadi metode pengembangan sistem yang dipergunakan oleh penulis adalah model prototipe.
2.6. Pengertian Simpan
Pengertian simpan secara umum yaitu kegiatan memindahkan (barang, uang, dokumen, dll) ke tempat yang lebih baik atau lebih aman. Pengertian simpan atau simpanan dalam arti koperasi adalah suatu kegiatan menyimpan uang dalam bentuk tabungan yang dilakukan anggota secara bejangka dan penarikannya dilakukan hanya pada waktu tertentu sesuai aturan masing-masing koperasi.
2.7. Pengertian Pinjam
Pengertian pinjam secara umum yaitu sesuatu yang melakukan atau mengambil (barang, uang, dokumen, dll) dan mengembalikan dalam bentuk yang sama. Pengertian pinjam dalam arti koperasi yaitu suatu kegiatan meminjam uang atau barang dengan syarat dan kesepakatan yang telah ditentukan antara peminjam dan koperasi, dan mengembalikan atau mengansur pinjaman atau melunasi hutang dalam jangka waktu tertentu disertai pembayaran sejumlah imbalan.
2.8. Pengertian Koperasi
gerakan ekonomi rakyat yang berdasarkan asas kekeluargaan. Koperasi menurut UUD 1945 pasal 33 ayat 1 merupakan usaha kekeluargaan dengan tujuan menyejahterakan anggotanya. (http://id.wikipedia.org/wiki/Koperasi/16 juni 2011)
2.8.1. Jenis-jenis Koperasi
Koperasi secara umum dapat dikelompokkan menjadi koperasi konsumen, koperasi produsen dan koperasi kredit (jasa keuangan). Koperasi dapat pula dikelompokkan berdasarkan sektor usahanya.
a. Koperasi Simpan Pinjam adalah koperasi yang bergerak di bidang simpanan dan pinjaman.
b. Koperasi Konsumen adalah koperasi beranggotakan para konsumen dengan menjalankan kegiatannya jual beli menjual barang konsumsi. c. Koperasi Produsen adalah koperasi beranggotakan para pengusaha kecil
menengah (UKM) dengan menjalankan kegiatan pengadaan bahan baku dan penolong untuk anggotanya.
d. Koperasi Pemasaran adalah koperasi yang menjalankan kegiatan penjualan produk/jasa koperasinya atau anggotanya.
e. Koperasi Jasa adalah koperasi yang bergerak di bidang usaha jasa lainnya. f. Koperasi Fungsional adalah koperasi yang berdiri dibawah suatu instansi.
2.9. Pengertian Jaringan Komputer
untuk melakukan berbagai perangakat lunak, perangkat keras, bahkan berbagi kekuatan proses.
2.9.1. Jaringan Menurut Rentang Geografis
Ditinjau dari rentang geografis yang mencakup oleh suatu jaringan biasa dibagi menjadi 3 macam LAN, MAN, dan WAN
1. Local Area Network
LAN adalah jaringan komputer yang mencangkup area dalam satu ruang, satu gedung, atau beberapa gedung yang berdekatan. Sebagai contoh, jaringan dalam satu kampus yang terpadu atau di sebuah lokasi perusahaan tergolong sebagai LAN. LAN umumnya menggunakan media transmisi berupa kabel. Namun ada juga yang tidak menggunkan kabel atau disebut wireless LAN atau LAN tanpa kabel. Kecepatan LAN berkisar dari 10 Mbps sampai 1 Gbps.
2. Metropolitan Area Network
MAN adalah jaringan yang mencangkup area satu kota dengan rentan sekitar 10-45 Km. Jaringan yang menghubungkan bank yang terletak dalam satu kota atau kampus yang tersebar dalam beberapa lokasi tergolong termasuk MAN. Jaringan seperti ini umunya menggunakan media transmisi dengan mikrogelombang atau gelombang radio, Namun ada juga yang menggunkan jalur sewa (leased line).
3. Wide Area Network
2.9.2. Topologi Jaringan
Topologi jaringan menyatakan susunan komputer secara fisik dalam suatu jaringan. Topologi yang dipilih mempengaruhi kecepatan komunikasi.
2.9.2.1. Jenis-jenis Topologi
1. Topologi Bus
Pada topologi ini semua sentral dihubungkan secara langsung pada medium transmisi dengan konfigurasi yang disebut Bus. Transmisi sinyal dari suatu sentral tidak dialirkan secara bersamaan dalam dua arah. Hal ini berbeda sekali dengan yang terjadi pada topologi jaringan mesh atau bintang, yang pada kedua sistem tersebut dapat dilakukan komunikasi atau interkoneksi antar sentral secara bersamaan. Topologi jaringan bus tidak umum digunakan untuk interkoneksi antar sentral, tetapi biasanya digunakan pada sistem jaringan komputer.
Gambar 2.4 Topologi Bus
2. Topologi Cincin (Ring)
Untuk membentuk jaringan cincin, setiap sentral harus dihubungkan seri satu dengan yang lain dan hubungan ini akan membentuk loop tertutup. Dalam sistem ini setiap sentral harus dirancang agar dapat berinteraksi dengan sentral yang berdekatan maupun berjauhan. Dengan demikian kemampuan melakukan switching ke berbagai arah sentral. Keuntungan dari topologi jaringan ini antara lain : tingkat kerumitan jaringan rendah (sederhana), juga bila ada gangguan atau kerusakan pada suatu sentral maka aliran trafik dapat dilewatkan pada arah lain dalam sistem. Yang paling banyak digunakan dalam jaringan komputer adalah jaringan bertipe bus dan pohon (tree), hal ini karena alasan kerumitan, kemudahan instalasi dan pemeliharaan serta harga yang harus dibayar. Tapi hanya jaringan bertipe pohon (tree) saja yang diakui kehandalannya karena putusnya salah satu kabel pada client, tidak akan mempengaruhi hubungan client yang lain.
Gambar 2.5 Topologi Cincin
3. Topologi Bintang (Star)
Dalam topologi jaringan bintang, salah satu sentral dibuat sebagai sentral pusat. Bila dibandingkan dengan sistem mesh, sistem ini mempunyai tingkat kerumitan jaringan yang lebih sederhana sehingga sistem menjadi lebih ekonomis, tetapi beban yang dipikul sentral pusat cukup berat. Dengan demikian kemungkinan tingkat kerusakan atau gangguan dari sentral ini lebih besar.
Gambar 2.6 Topologi Bintang
Sumber : http://www.technologybisnis.co.cc/2011/03/macam-topologi-jaringan.html/16 juni 2011
4. Topologi Mesh
Gambar 2.7 Topologi Mesh
Sumber : http://www.technologybisnis.co.cc/2011/03/macam-topologi-jaringan.html/16 juni 2011
5. Topologi pohon (Tree)
Topologi jaringan ini disebut juga sebagai topologi jaringan bertingkat. Topologi ini biasanya digunakan untuk interkoneksi antar sentral dengan hirarki yang berbeda. Untuk hirarki yang lebih rendah digambarkan pada lokasi yang rendah dan semakin keatas mempunyai hirarki semakin tinggi. Topologi jaringan jenis ini cocok digunakan pada sistem jaringan komputer.
Gambar 2.8 Topologi Pohon
2.9.3. Client-Server
Sistem yang terdiri dari dua komponen (mesin) utama, yaitu clientdan server. Client adalah yang menjalankan basis data, sedangkan Server yang menjalankan DBMS dan berisi basis data.
Gambar 2.9Client-Server
Sumber : Fathansyah, Basis Data(2007 : 154)
2.10. Perangkat Lunak Pendukung
Perangkat lunak pendukung adalah perangkat lunak yang digunakan dalam merancang sistem dari mulai coding sampai implementasinya. Perangkat lunak pendukung yang digunakan adalah Visual Basic 6.0 dan SQL Server2000 berikut adalah definisi dari perangkat lunak pendukung tersebut :
2.10.1. Sekilas Tentang Visual Basic 6.0
mengatur property dari tiap objek yang digunakan, kemudian melakukan pengkodean.
IDE (Integrated Development Environtment) Visual Basic merupakan Lingkungan Pengembangan Terpadu bagi programmer dalam mengembangkan aplikasinya, karena dengan menggunakan IDE programmer dapat membuat User Interface, melakukan koding, melakukan testing dan debugging, kemudian mengkompilasi program menjadi executable. Visual Basic merupakan bahasa pemrograman tercepat dan termudah untuk membuat suatu aplikasi dalam Micosoft Windows.
2.10.2. Sekilas Tentang SQL Server 2000
SQL Server 2000 diluncurkan pada tahun 2000. SQL Server ini merupakan pengembangan dari versi sebelumnya yaitu SQL Server versi 7.0 yang diluncurkan tahun 1999. Microsoft SQL Server 2000 merupakan salah satu database relational yang banyak digunakan oleh dunia usaha baik perusahaan-perusahaan besar maupun menengah. SQL Server 2000 ini dirancang untuk penggunaan aplikasi dengan arsitektur client-server. Sehingga dengan menggunakan SQL server memungkinkan pengguna dapat mengolah data dalam database terpusat atau yang sering disebut sebagai server.
38
3.1. Objek Penelitian
Dalam penelitian ini yang menjadi objek penelitian adalah Koperasi
Karyawan Holindo, penulis akan membahas mengenai gambaran umum dan
sejarah singkat perusahaan.
3.1.1. Sejarah Singkat Koperasi
Koperasi Karyawan PT. Holistic Indonesia atau yang lebih dikenal
dengan nama KOKAHOLINDO didirikan di Purwakarta pada tanggal 24
Februari 2005 yang bertempat di Jl. Terusan Kapten Halim KM.9,
Pondoksalam, Purwakarta 41172. Dengan mengacu pada Undang-undang
perkoperasian No. 25 tahun 1992, Pada awal pendirian KOKAHOLINDO
belum dapat dikatakan sebagai koperasi, sebab hanya berupa kumpulan
orang-orang dalam hal ini karyawan PT. Holistic Indonesia yang atas dasar nilai
kesetiakawanan berinisiatif saling membantu satu dengan lainnya dalam hal
keuangan dengan membentuk suatu wadah perkumpulan yaitu arisan karyawan
Holistic.
Sejalan dengan perkembangan dan makin banyaknya kebutuhan untuk
dapat dipenuhi maka timbullah ide untuk membentuk suatu wadah yang dapat
membantu meningkatkan kesejahteraan ekonomi karyawan dan kemudian
terbentuklah sebuah Koperasi yang beranggotakan karyawan PT. Holistic
Pada awal berdirinya koperasi ini hanya beranggotakan karyawan PT.
Holistic Indonesia saja dan hanya memiliki satu bidang usaha yaitu simpan
pinjam yang memberikan pinjaman jangka pendek maupun pinjaman jangka
panjang dengan bunga yang cukup ringan. Tetapi seiring perkembangan
keanggotaan KOKAHOLINDO sekarang ini meluas menjadi semua karyawan
yang bekerja pada PT. Holindo Indonesia, yaitu RS.Holistic, PT. Bio medicine,
Planta Holistica, Indonesia Sehat, Yayasan Pusat Penelitian dan Pengembangan
Sain Holistic (PUSDIKLAT), dan Kampoeng Organik. Selanjutnya bidang
usaha yang ada dalam KOKAHOLINDO pun ikut bertambah yaitu unit usaha
Waserda yang menyediakan kebutuhan sehari-hari / sembako.
3.1.2. Visi dan Misi Koperasi Karyawan Holindo
a. Visi Koperasi Karyawan Holindo
Memajukan kesejahteraan anggota pada khususnya dan
karyawan PT. Holistic Indonesia umumnya serta ikut membangun
tatanan perekonomian nasional dalam rangka mewujudkan masyarakat
yang maju, adil dan makmur berdasarkan pancasila dan
Undang-undang Dasar Tahun 1945.
b. Misi Koperasi Karyawan Holindo
1. Pengadaan dan penyaluran sembako dan kebutuhan sekunder
lainnya untuk kepentingan anggota dan karyawan PT. Holistic
Indonesia.
2. Menyelenggarakan unit simpan-pinjam yang akan disesuaikan
3. Menjalankan usaha bidang perdagangan umum termasuk
perdagangan interinsuler, leveransir, distributor, supplier,
khususnya sebagai supplier pada PT. Holistic Indonesia dan
anak-anak perusahaannya
4. Menjalan usaha bidang Pertanian, Peternakan, Tansportasi,
bidang Agri-bisnis, Jasa Kontraktor dan jasa-jasa lainnya.
5. Melaksanakan kemitraan, baik dengan
pemerintah/BUMN/BUMD, swasta dan koperasi lainnya dalam
rangka pengembangan usaha koperasi.
6. Menyelenggarakan pendidikan dan pelatihan perkoperasian
dalam rangka peningkatan sumber daya manusia.
3.1.3. Struktur Organisasi
STRUKTUR ORGANISASI KOPERASI KARYAWAN HOLINDO
Gambar 3.1 Struktur Organisasi Koperasi Karyawan Holindo
3.1.4. Deskripsi Tugas
Deskripsi tugas adalah suatu rincian yang menunjukan posisi,
tanggung jawab, wewenang, fungsi dan tugas yang harus dilakukan. Deskripsi
tugas perlu dibuat agar masing-masing mengerti tugas dan tanggung jawabnya.
Adapun deskripsi tugas pada Koperasi Karyawan Holindo adalah sebagai
berikut:
1. Rapat Anggota
Rapat Anggota (RA) merupakan pemegang kekuasaan tertinggi dalam
Koperasi.
Rapat anggota mempunyai wewenang :
a. Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga.
b. Kebijaksanaan Umum dibidang organisasi, manajemen dan usaha
Koperasi.
c. Pemilihan/pengangkatan/pemberhentian pengurus dan pengawas.
d. Pengesahan pertanggung jawaban pengurus dan pengawas dalam
pelaksanaan tugasnya, termasuk Laporan Keuangan (Neraca dan
Perhitungan Hasil Usaha).
e. Rencana/Program Kerja Koperasi, Rencana Anggaran Belanja dan
Pendapatan Koperasi.
f. Pembagian Sisa Hasil Usaha (SHU).
2. Pengawas
a. Melakukan pengawasan terhadap kebijaksanaan dan pengelolaan
Koperasi sekurang-kurangnya 3 (tiga) bulan sekali.
b. Membuat laporan tertulis tentang hasil pengawasannya dan
disampaikan kepada Pengurus serta dilaporkan kepada forum Rapat
Anggota.
Pengawas mempunyai wewenang :
a. Meneliti catatan dan pembukuan yang ada pada Koperasi.
b. Mendapatkan segala keterangan yang diperlukan.
c. Memberikan koreksi, saran dan peringatan kepada Pengurus.
3. Ketua Koperasi
a. Mengolah dan bertanggung jawab jalannya koperasi.
b. Menyusun rencana kerja dan RAPB tahunan koperasi.
c. Menandatangani surat-surat penting.
d. Memonitori kegiatan koperasi.
e. Menangani segala permasalahan atas pelaksanaan tugas yang
dijalankan oleh para pengurus.
4. Sekretaris
a. Mengerjakan pekerjaan yang menyangkut surat-menyurat yang
dibutuhkan untuk kegiatan koperasi.
b. Menyusun laporan koperasi untuk kepentingan rapat anggota atau
5. Bendahara
Mengelola segala sesuatu yang berhubungan dengan administrasi keuangan
koperasi.
6. Petugas
a. Mengelola administrasi pembukuan simpan pinjam dan waserda.
b. Mengatur ketentuan pengolahan simpan pinjam dan waserda.
7. Bag. Personalia
a. Pemberi keputusan layak tidak layaknya seorang karyawan menjadi
anggota Koperasi Karyawan Holindo.
b. Menyetujui pinjaman anggota.
8. Bag. Akunting
Melakukan pemotongan terhadap gaji karyawan untuk pembayaran
simpanan dan angsuran anggota.
3.2. Metode Penelitian
Metode penelitian adalah suatu teknik atau cara mencari, memperoleh,
mengumpulkan, atau mencatat data yang diperlukan untuk menyusun suatu karya
ilmiah yang kemudian menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan
pokok permasalahan yang dihadapi sehingga didapat suatu kebenaran data yang
diperoleh.
3.2.1. Jenis dan Metode Pengumpulan Data
3.2.1.1. Sumber Data Primer
Data primer adalah data yang menggunakan metode Penelitian
langsung tempat yang dijadikan objek penelitian. Dalam hal ini penulis
melakukan pengumpulan data dengan cara :
a. Observasi
Yaitu teknik pengumpulan data dengan melakukan pengamatan
langsung pada Koperasi Karyawan Holindo
b. Wawancara
Teknik yang dilakukan dengan wawancara dengan mengajukan
beberapa pertanyaan secara langsung pada petugas Koperasi Karyawan
Holindo dilokasi penelitian untuk meminta penjelasan mengenai
masalah yang akan di bahas.
3.2.1.2. Sumber Data Sekunder
Data sekunder merupakan cara pengumpulan data dengan cara
mempelajari data yang telah tersedia atau diberikan oleh pihak yang
bersangkutan (pihak koperasi) kepada penulis.
Cara yang digunakan untuk mengumpulkan data sekunder adalah
metode dokumentasi, yaitu dengan mengumpulkan data dan informasi yang
diperlukan dari sumber-sumber kebanyakan dari materi sejenis dokumen
yang berkenaan dengan masalah yang diteliti. Metode ini digunakan untuk
pengumpulan data yang berhubungan dengan form pendaftaran, form
3.2.2. Metode Pendekatan Dan Pengembangan Sistem
3.2.2.1. Metode Pendekatan Sistem
Metode pendekatan sistem yang digunakan adalah perancangan
terstruktur yang memiliki karakteristik berorientasi pada proses atau
prosedur dan aliran data dijelaskan pada subbab 2.4.2, adapun alat-alat yang
digunakan dalam metode pendekatan sistem adalah : diagram alir
(Flowmap), diagram konteks (context diagram), diagram alir data (Data
Flow Diagram), kamus data (data dictionary), normalisasi, entity relational
diagram(ERD) dan Tabel Relasi dijelaskan pada subbab 2.4.2.1.
3.2.2.2. Alat Bantu Analisis
Adapun alat Bantu yang digunakan dalam penelitian ini adalah
sebagai berikut dijelaskan pada subbab 2.4.2.1 :
a. Flowmap
Flowmap yang ada di Koperasi Karyawan Holindo terdapat beberapa
dokumen yang menunjukan bagaimana cara pendaftaran, simpanan,
pinjaman, angsuran, potongan, pengunduran diri anggota dan terdapat
beberapa bagian atau divisi yang terlibat dalamnya.
b. Diagram Konteks
Diagram kontek yang terdapat di Koperasi Karyawan Holindo terdapat
entitas luar dan entitas dalam. Yang menjadi entitas luar adalah tidak
termasuk dalam sistem tetapi dapat memberikan data ke dalam sistem atau
menerima data dari sistem, sedangkan entitas didalamnya adalah semua
c. Data Flow Diagram
Dalam DFD menjelaskan tentang alur data sistem yang mengalir
digambarkan secara lebih rinci dari awal proses pendaftaran, proses
simpanan, pinjaman, potongan dan pengunduran diri anggota dalam sistem
informasi simpan pinjam pada Koperasi Karyawan Holindo.
d. Kamus Data
Dengan menggunakan kamus data analisis sistem dapat mendefinisikan
data yang mengalir pada sebuah sistem dengan lengkap. Dan dengan
menggunakan kamus data bisa terlihat data dari proses suatu ke proses yang
lainnya.
3.2.2.3. Alat Bantu Perancangan Basis Data
Adapun alat bantu yang digunakan dalam perancangan basis data
adalah sebagai berikut:
a) Normalisasi
Normalisasi adalah proses pengelompokan data kedalam bentuk tabel
atau relasi atau file untuk menyatakan entitas dan hubungan mereka
sehingga terwujud satu bentuk database yang mudah untuk
dimodifikasi. Langkah-langkah pembentukan normalisasi :
1. Bentuk Tidak Normal
Bentuk ini merupakan kumpulan data yang akan direkam, tidak
ada keharusan mengikuti suatu format tertentu, dapat saja data
tidak lengkap. Data dikumpulkan apa adanya sesuai dengan
2. Bentuk Normal ke Satu (1 NF)
Pada tahapan ini dilakukan penghilangan beberapa group elemen
yang berulang agar menjadi satu harga tunggal yang berinteraksi
diantara setiap baris pada suatu tabel.
3. Bentuk Normal ke Dua (2 NF)
Bentuk data telah memenuhi kriteria bentuk normal pertama.
Atribut bukan kunci haruslah memiliki ketergantungan fungsional
sepenuhnya terhadap kunci utama / primary key
4. Bentuk Normal ke Tiga (3 NF)
Bentuk data telah memenuhi kriteria bentuk normal kedua. Atribut
bukan kunci haruslah tidak memiliki ketergantungan transitif,
dengan kata lain suatu atribut bukan kunci tidak boleh memiliki
ketergantungan fungsional terhadap atribut bukan kunci lainnya
b) Entity Relationship Diagram(ERD)
Dalam sistem informasi simpan pinjam terdapat beberapa entitas dan
relasinya diantarannya; karyawan, anggota, simpanan, pinjaman,
angsuran dan potongan
c) Tabel Relasi
Didalam perancangan database sistem informasi Koperasi Karyawan
Holindo ada enam tabel yang digunakan. Biasanya didalam tabel satu
dengan tabel lainnya terdapat nama yang sama untuk menghilangkan
group elemen yang berulang-ulang ini disebut relasi antar tabel
entity dan relasinya yang berfungsi untuk mengakses data item
sedemikian rupa sehingga databasetersebut mudah dimodifikasi.
3.2.2.4. Metode Pengembangan Sistem
Metodologi yang digunakan dalam perancangan sistem ini yaitu
menggunakan model Prototipe yang telah dijelaskan pada bab 2.5.1
Adapun tahapan-tahapan dari metode prototipe dikaitkan dengan
penelitian yang dilakukan sebagai berikut :
1. Mengidentifikasi Kebutuhan Pemakai. Pemakai dan pengembang
(dalam hal ini penulis dan pihak KOKAHOLINDO) bersama-sama
mendefinisikan format seluruh perangkat lunak, mengidentifikasikan
semua kebutuhan, dan garis besar sistem yang akan dibuat.
2. Membuat Prototipe. Pembuatan prototipe simpan pinjam.
3. Menguji Prototipe. Pengujian dilakukan oleh pemakai prototipe simpan
pinjam yang dibuat sudah sesuai dengan keinginan pelanggan.
4. Memperbaiki Prototipe. Pengembang melakukan modifikasi sesuai
dengan masukan pemakai.
5. Mengembangkan Versi Produksi. Pengembang menyelesaikan sistem
informasi simpan pinjam sesuai dengan masukan terakhir dari pemakai.
3.2.3. Pengujian Perangkat Lunak
Pengujian adalah proses eksekusi suatu program dengan maksud
menemukan kesalahan. Pengujian yang sukses adalah pengujian yang
Dalam pengujian perangkat lunak ada beberapa metode pengujian yang
digunakan yaitu pengujian White Boxdan Black Box.
Pengujian white box merupakan metode design tes yang menggunakan
struktur kontrol desain prosedur untuk memastikan bahwa operasi internal
bekerja sesuai dengan spesifikasi yang diharapkan. Pengujian white box ini
dilakukan pada saat perangkat lunak dibangun atau dikembangkan.
Pengujian black boxmerupakan metode pengujian yang berfokus pada
persyaratan fungsi perangkat lunak. Dengan metode black box pengujian
dilakukan dengan mencari fungsi-fungsi perintah yang tidak benar, menguji
kesalahan-kesalahan yang mungkin terjadi pada tampilan perangkat lunak yang
telah dikembangkan. Pengujian ini dilakukan pada saat akhir setelah semua
pengembangan perangkat lunak selesai dibangun.
Metode pengujian yang digunakan pada perangkat lunak ini
menggunakan metode black box. Tujuannya yaitu memungkinkan dapat
BAB IV
ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM
4.1. Analisis Sistem Yang Sedang Berjalan
Analisis terhadap sistem yang sedang berjalan bertujuan untuk mengetahui
lebih jelas mengenai cara kerja sistem tersebut dan masalah yang dihadapi sistem
untuk dapat dijadikan usulan perancangan sistem. Analisis dilakukan berdasarkan
urutan kejadian yang ada dan fungsi pada sub bagian yang terkait, dari urutan
tersebut dapat dibuat diagram alir dokumen (flow map), diagram konteks (context
diagram), maupun diagram alir data (data flow diagram).
4.1.1. Analisis Dokumen
Analisa dokumen menggambarkan bagaimana dan untuk apa saja
dokumen-dokumen digunakan dalam sistem informasi. Untuk itu analisa
dokumen merupakan salah satu yang dapat membantu dalam perancangan
sistem selanjutnya. Adapaun analisa dokumen dapat dilihat dibawah ini :
1. Nama Dokumen : Formulir pendaftaran
Deskripsi : Formulir yang diisi oleh calon anggota yang berisikan
tentang data calon anggota.
Fungsi : Mengetahui data calon anggota
Rangkap : Satu
Sumber Data : Calon anggota
Atribut : Nama, tempat tanggal lahir, jenis kelamin, alamat, no.
tlp, nip, unit kerja, jabatan, status kepegawaian
2. Nama Dokumen : Buku besar anggota
Deskripsi : Data keterangan anggota
Fungsi : Mengetahui data semua anggota
Rangkap : Satu
Sumber Data : Pegawai koperasi
Periode : Setiap ada anggota baru
Atribut : No, tanggal daftar, no.anggota, nama anggota, alamat,
unit kerja, no. tlp
3. Nama Dokumen : Buku tabungan
Deskripsi : Data simpanan anggota
Fungsi : Mengetahui simpanan per anggota
Rangkap : Satu
Sumber Data : Pegawai koperasi
Periode : Setiap melakukan simpanan
Atribut : Nama, unit kerja, tanggal simpanan, jenis simpanan,
debit, kredit, saldo
4. Nama Dokumen : Buku besar simpanan
Deskripsi : Data simpanan semua anggota
Fungsi : Mengetahui data simpanan semua anggota
Rangkap : Satu
Periode : Setiap melakukan simpanan
Atribut : Tanggal simpanan, nama anggota, simpanan pokok,
simpanan wajib, total simpanan
5. Nama Dokumen : Formulir permohonan pinjaman
Deskripsi : Data permohonan pinjaman
Fungsi : Mengetahui data permohonan pinjaman
Rangkap : Satu
Sumber Data : anggota
Periode : Setiap melakukan permohonan pinjaman
Atribut : Nama anggota, unit kerja, jabatan, no. Anggota, status
kepegawaian, besar pinjaman, lama angsuran, besar
angsuran
6. Nama Dokumen : Buku besar pinjaman
Deskripsi : Data pinjaman dan angsuran anggota
Fungsi : Mengetahui pinjaman dan angsuran anggota
Rangkap : Satu
Sumber Data : Pegawai koperasi
Periode : Setiap melakukan pinjaman dan membayar angsuran
Atribut : Nama, alamat, tanggal, keterangan, jasa, debet, kredit,
saldo
7. Nama Dokumen : Bukti pinjaman
Deskripsi : Data bukti pinjaman
Rangkap : Satu
Sumber Data : Pegawai koperasi
Periode : Setiap melakukan pinjaman
Atribut : No. Bukti, Tanggal pinjaman, nama, besar pinjaman
8. Nama Dokumen : Daftar potongan
Deskripsi : Data potongan anggota
Fungsi : Mengetahui jumlah uang yang akan dipotong oleh
bag.akunting dari gaji anggota untuk membayar
simpanan dan angsuran
Rangkap : Dua
Sumber Data : Pegawai koperasi
Periode : perbulan
Atribut : no, nama anggota, simpanan pokok, simpanan wajib,
jumlah potongan, jasa, angsuran, jumlah USP (unit
simpan pinjam), total potongan
9. Nama Dokumen : Laporan simpanan
Deskripsi : Laporan data simpanan anggota
Fungsi : Mengetahui jumlah simpanan anggota perbulan
Rangkap : Satu
Sumber Data : Pegawai koperasi
Periode : perbulan
Atribut : nama anggota, simpanan pokok, simpanan wajib, total
10. Nama Dokumen : Laporan pinjaman
Deskripsi : Laporan data pinjaman anggota
Fungsi : Mengetahui jumlah pinjaman anggota perbulan
Rangkap : Satu
Sumber Data : Pegawai koperasi
Periode : perbulan
Atribut : nama anggota, besar pinjaman, lama angsuran, besar
angsuran, jasa, total pinjaman
11. Nama Dokumen : Laporan angsuran
Deskripsi : Laporan data angsuran anggota
Fungsi : Mengetahui jumlah angsuran anggota perbulan
Rangkap : Satu
Sumber Data : Pegawai koperasi
Periode : perbulan
Atribut : nama anggota, keterangan, jasa, angsuran, jumlah,
total angsuran
4.1.2. Analisis Posedur Yang Sedang Berjalan
Prosedur kegiatan yang di analisis dalam penelitian ini meliputi
prosedur pendaftaran, potongan, simpanan, pinjaman, angsuran dan
pengunduran diri anggota yang sedang berjalan.
1. Prosedur pendaftaran anggota yang sedang berjalan :
a. Calon anggota mengisi formulir pendaftaran dan menyerahkan
b. Petugas menanyakan status kepegawaian calon anggota pada
bag.personalia layak atau tidak menjadi anggota koperasi (dalam
prosedur ini diasumsikan anggota telah layak dan memenuhi syarat
yaitu bekerja dan menjadi karyawan PT. Holistic minimal selama 6
bulan).
c. Petugas mencatat biodata anggota dan membuat buku tabungan untuk
anggota.
d. Anggota mendapatkan buku tabungan.
2. Prosedur potongan yang sedang berjalan :
a. Karena pembayaran simpanan dan angsuran anggota dilakukan dengan
memotong langsung dari gaji anggota, maka petugas membuat daftar
potongan per tanggal 25 yang nantinya diserahkan ke bag.akunting
untuk dilakukan pemotongan gaji dari data anggota dan pinjaman
3. Prosedur simpanan yang sedang berjalan :
a. Anggota menyerahkan buku tabungan pada petugas.
b. Sebelumnya petugas telah membuat daftar potongan yang diberikan
pada bag.akunting, hari sesudah penyerahan daftar potongan
diasumsikan bag.akunting telah melakukan potongan maka petugas
mencatat simpanan awal yaitu simpanan pokok sebesar Rp.50.000,- dan
simpanan wajib sebesar Rp.15.000,-. Simpanan pokok dilakukan sekali
saat menjadi anggota koperasi selanjutnya petugas hanya mencatat
simpanan wajib saja.
d. Petugas membuat laporan bulanan simpanan yang diberikan pada ketua
koperasi.
4. Prosedur pinjaman yang sedang berjalan :
a. Anggota mengisi formulir permohonan pinjaman dan ditandatangani
oleh pemohon, pimpinan divisi pemohon, bag. Personalia dan
diserahkan ke petugas. Anggota dapat melakukan pinjaman dengan
syarat uang yang akan dipinjam tidak lebih dari gaji masing-masing
anggota dan minimal pinjam Rp. 100.000, setiap melakukan pinjaman
akan ditambah dengan bunga atau jasa sebesar 1,6 % dari besar
pinjaman.
b. Petugas mencek apakah masih ada sisa pinjaman / angsuran, bila masih
ada angsuran maka formulir permohonan pinjaman ditangguhkan
sampai sisa pinjaman / angsuran yang lama lunas. Jika tidak kemudian
petugas dan anggota menentukan berapa kali angsuran yang akan
dibayarkan, lama angsuran disesuaikan dengan kesanggupan anggota
membayar maks. 10 x angsuran per bulan dan mencatat data pinjaman
pada buku besar pinjaman.
c. Petugas membuat bukti pinjaman lalu diberikan pada anggota.
d. Petugas membuat laporan pinjaman bulanan diserahkan pada ketua
5. Prosedur angsuran yang sedang berjalan
a. Sebelumnya petugas sudah membuat daftar potongan, hari sesudah
penyerahan daftar potongan diasumsikan bag.akunting telah melakukan
potongan maka petugas melakukan pencatatan angsuran pinjaman.
b. Petugas membuat laporan angsuran bulanan di serahkan kepada ketua
koperasi.
6. Prosedur pengunduran diri anggota
a. Anggota yang akan mengundurkan diri harus besar dari tunggakan
atau tidak memiliki pembayaran angsuran kepada koperasi, anggota
yang telah keluar tidak dapat menjadi anggota kembali.
b. Anggota secara lisan menyampaikan pengunduran diri kepada petugas
koperasi.
c. Petugas mencari data anggota pada buku besar anggota dan menoret
nama anggota dalam keanggotaannya, kemudian petugas mengurus
pengambilan atau mencairkan saldo terakhir yang dimiliki anggota.
d. Simpanan diberikan pada anggota dan anggota pun resmi keluar dari
koperasi.
4.1.2.1. FlowmapYang Sedang Berjalan
Flowmap akan memberikan gambaran tentang yang saat ini sedang berjalan. Dari lama maka akan ditemukan beberapa data dan fakta yang
akan dijadikan bahan untuk pengembangan dan penerapan sebuah aplikasi
yang diusulkan.
Gambar 4.1 Flowmap pendaftaran anggota yang sedang berjalan
b. Flowmap potongan yang sedang berjalan
c. Flowmap simpanan yang sedang berjalan
Gambar 4.3Flowmapsimpanan yang sedang berjalan
e. Flowmap pengunduran diri anggota yang sedang berjalan
Gambar 4.5 Flowmap pengunduran diri anggota yang sedang berjalan
Keterangan :
F.P : Formulir Pendaftaran
A : Buku besar anggota
B : Arsip daftar potongan simpan pinjam
C : Buku besar simpanan
F.P.P : Formulir permohonan pinjaman
D : Arsip F.P.P ditangguhkan
L : Buku besar pinjaman
a : konektor data anggota
b : konektor data pinjaman
c : konektor data simpanan
d : konektor data angsuran