Aplikasi Kitin Deasetilase Temostabil dari Bacillus papandayan K29-14 Asal Kawah Kamojang Jawa Barat pada Pembuatan Kitosan
Teks penuh
Dokumen terkait
Berdasarkan hasil yang diperoleh dari penelitian yang telah dilakukan, maka dapat disimpulkan bahwa: (i) kitin cangkang bekicot dapat digunakan sebagai bahan
Kitosan dapat dimodifikasi dengan komponen lain (kompatibel) membentuk gugus yang reaktif terhadap logam berat, diantaranya dapat dibentuk komplek dengan logam Cu
Said (1989) mengemukakan bahwa beberapa ciri yang harus dimiliki oleh strain mikroorganisme yang unggul ( superior ) adalah strain merupakan kultur yang murni; secara genetik.
Stakeholder yang terlibat dalam pengelolaan TWA Kawah Kamojang terdiri dari instansi pemerintah (BKSDA Jawa Barat II, Perum Perhutani KPH Bandung Selatan dan Dinas Pariwisata
Penggunaan enzim yang telah dimurnikan sehingga hanya berisi CDA &an dapat meminitnkan terjadinya depolimerisasi dan menghasilkan kitosan dengan viskositas dan
Strategi yang sesuai untuk pengelolaan TWAKK adalah kolaborasi pengelolaan dalam bentuk diversifikasi yang meliputi perlindungan aspek ekologis, identifikasi flora, fauna
Berdasarkan hasil yang diperoleh dari penelitian yang telah dilakukan, maka dapat disimpulkan bahwa: (i) kitin cangkang bekicot dapat digunakan sebagai bahan
Pola anomali gayaberat regional G. Papandayan, memberikan gambaran sebaran densitas batuan dalam yang besar di bagian selatan dan menurun ke arah utara. Bentuk kontur yang