• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pemanfaatan talas, garut dan sukun sebagai prebiotik dan formulasi simbiotik sebagai suplemen pangan

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Pemanfaatan talas, garut dan sukun sebagai prebiotik dan formulasi simbiotik sebagai suplemen pangan"

Copied!
1
0
0

Teks penuh

(1)

PEMANFAATAN TALAS, GARUT DAN SUKUN SEBAGAI PREBIOTIK DAN FORMULASI SIMBIOTIK SEBAGAI SUPLEMEN PANGAN

Feri Kusnandar, Lilis Nuraida, Nurheni Sri Palupi1) 1)

Staf Pengajar Dep. Ilmu dan Teknologi Pangan Fakultas Teknologi Pertanian IPB

Abstrak

Bakteri asam laktat (BAL) berperan penting dalam menjaga fungsi fisiologis dan kesehatan manusia. Agar dapat mempertahankan kelompok bakteri ini dalam saluran pencernaan, adalah perlu mengkonsumsi produk pangan secara probiotik, prebiotik dan atau simbiotik. Untuk itu, prebiotik harus berada dalam makanan yang dikonsumsi dan banyak mengandung oligosakarida. Penelitian bertujuan untuk mengkaji potensi prebiotik secara in vitro dan in vivo dari ekstrak gula yang mengandung oligosakarida dari tepung umbi talas, umbi garut dan buah sukun; yaitu dalam menstimulir pertumbuhan BAL dan dalam menekan bakteri patogen. Penelitian dilakukan dalam tahapan: 1). pengujian kandungan oligosakarida yang berperan sebagai prebiotik pada ketiga bahan; 2). pengujian in vitro dan in vivo

tentang sifat prebiotik dari ekstrak gula yang mengandung oligosakarida dari bahan terpilih; dalam menstimulir pertumbuhan BAL dan menekan bakteri patogen; dan 3). pengujian untuk mengetahui pengaruh pengolahan terhadap sifat prebiotik dari bahan terpilih. BAL uji digunakan adalah Lactobacillus casei subsp rhamnosus, L.

casei strain shirota, Lactobacillus G3, Lactobacillus G1, Lactobacillus F1,

Bifidobacterium bifidum and B. longum); sedangkan bakteri patogen uji adalah

Salmonella sp, Escherchia Coli dan Bacillus cereus). Ekstrak gula talas mentega, daging

buah sukun dan umbi garut segar terbukti memiliki sifat prebiotik; yang dinyatakan oleh kemampuannya untuk digunakan dengan baik oleh BAL B. longum dan

Lactobacillus G3 dalam menstimulir pertumbuhan BAL tersebut; dan kemampuan

Lactobacillus G3 dan B. longum menekan pertumbuhan bakteri patogen S.typhimurium,

B. cereus dan E. coli. Penggunaan L. casei Rhamnosus yang dikombinasikan dengan

ekstrak gula dari tepung garut segar, menunjukkan penurunan jumlah total mik roba, kenaikan jumlah bakteri asam laktat, dan menekan pertumbuhan bakteri patogen E. coli dan Salmonella.

Referensi

Dokumen terkait

Bakteri Lactobacillus plantarum berperan dalam pembentukan asam laktat, penghasil hidrogen peroksida tertinggi jika dibandingkan bakteri asam laktat lain, dan mampu

Penelitian bertujuan untuk mengkaji pengaruh penambahan campuran herbal dalam ransum terhadap total bakteri asam laktat (BAL) dan Escherichia coli (E. coli) pada saluran

Penelitian ini bertujuan untuk 1) mengkaji formulasi yoghurt probiotik karbonasi dan potensi karakteristik viabilitas bakteri asam laktat (BAL) berdasarkan

Penelitian bertujuan untuk mengkaji pengaruh penambahan campuran herbal dalam ransum terhadap total bakteri asam laktat (BAL) dan Escherichia coli (E. coli) pada saluran

Jenis bakteri ini berperan utama dalam mengubah laktosa (zat gula) pada susu menjadi asam laktat, proses ini dapat menurunkan pH keju sehingga tidak membusuk oleh bakteri

Tujuan dari penelitian adalah mengetahui potensi kitosan sebagai pengawet alami dan potensi BAL (Bakteri Asam Laktat) sebagai biokoagulan alami dalam proses

Penelitian ini dilaksanakan untuk mengkaji pengaruh mikroenkapsulasi probiotik bakteri asam laktat (BAL) asal saluran pencernaan ayam terhadap Salmonella enterica serotipe

Kedua bakteri asam laktat yang diuji juga mampu menghambat pertumbuhan ketiga bakteri patogen pada medium yang mengandung ekstrak daging buah sukun (data tidak