• Tidak ada hasil yang ditemukan

Menjawab Sikap Islamophobia

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Menjawab Sikap Islamophobia"

Copied!
2
0
0

Teks penuh

(1)

56 25 MUHARAM - 9 SHAFAR 1432 H

Menjawab

Sikap Islamophobia

DENI AL ASY’ARI

Anggota Majelis Pustaka dan Informasi Pimpinan Pusat Muhammadiyah

SOHIFAH

Pasca terjadinya peristiwa serangan 11 September 2001 di Amerika Serikat, istilah maupun kecenderungan sikap Islamphobia di negara-negara Barat terhadap Islam maupun kaum Muslim semakin terbuka. Bahkan

European Monitoring Centre on Racism and Xenophobia

(EUMC) secara terbuka membenarkan kondisi tersebut melalui laporannya yang berjudul “Summary report on Islamophobia in the EU after 11 September 2001”. Dalam laporannya dijelaskan, bahwa sejak terjadinya peristiwa 11 September di Amerika Serikat, sikap Islamophobia di Eropa semakin meningkat. Hal ini setidaknya ditandai dengan perlakuan diskriminasi negara-negara Barat terhadap komunitas-komunitas Muslim di sana. Seperti yang terjadi di Inggris, Perancis, Jerman maupun di Amerika Serikat sendiri, banyak kalangan kaum Muslimin yang hak-hak keberagamaannya didiskreditkan bahkan tidak dapat dipenuhi.

Kasus di Inggris maupun di Perancis misalnya, para siswa Muslim dilarang untuk menggunakan jilbab/marka sebagai sebuah kewajiban seorang Muslimah dalam ajaran agamanya. Hal yang serupa juga dialami oleh komunitas Muslim di Spanyol, kebijakan larangan penggunaan cadar di negara tersebut dijadikan dalam bentuk undang-undang. Tindakan pelarangan ini disinyalir sebagai simbol kekhawatiran pemerintah terhadap berkembangnya Muslim di kota tersebut yang hingga saat ini meningkat 3% atau 1 juta penduduk dari 47 juta jumlah warga Spanyol.

Sebagaimana Inggris, Perancis maupun Spanyol, hal yang sama juga terjadi terhadap komunitas Muslim di Jerman, sikap diskriminasi ini ditunjukkan oleh warga Jerman dengan melakukan pelarangan pada kelompok Muslim untuk membangun menara masjid kecil yang tingginya 8 meter. Editorial koran Saarbrücker Zeitung menyebutkan. “Menara ini tidak boleh didirikan, karena menara menyimbolkan pencarian Islam akan kekuasaan. Menara awalnya dipakai sebagai menara jaga, namun kemudian menjadi simbol keagamaan. Lalu diikuti dengan pencaplokan wilayah-wilayah dengan kekerasan, menara dibangun sebagai manifestasi kekuasaan Muslim.” Demikian, editorial menggambarkan sikap sebagian

masyarakat Jerman terhadap Islam maupun Muslim. Sikap kebencian negara-negara Barat ini terhadap Islam maupun kaum Muslimin sampai pada puncaknya di Amerika ketika sekelompok orang di Amerika Serikat yang dipelopori oleh seorang pendeta Terry Jones untuk membakar Al-Qur’an dalam rangka memperingati peristiwa 11 September 2010.

Rangkaian sikap dan perilaku sebagian negara-negara Eropa terhadap Islam maupun kaum Muslimin di atas, menunjukkan kecenderungan Islamophobia yang semakin meningkat di kawasan Eropa itu. Apalagi, berbagai peristiwa kekerasan seperti terorisme, bom bunuh diri, dan sebagainya, belakangan ini yang sering di cap oleh Negara-negara Eropa pada komunitas Muslim, menjadi argument dan landasan bagi mereka untuk bersikap diskriminatif terhadap kelompok Muslim. Walaupun sikap terorisme maupun kekerasan bukanlah ajaran Islam dan bukan hanya terjadi di dalam lingkungan umat Muslim semata. Tapi juga, pada kelompok-kelompok keagamaan lainnya seperti Yahudi, Nasrani maupun kelompok gerakan ekstrem lainnya, namun bagi Barat, cara yang dilakukan banyak Muslim ini, sangat ampuh untuk menanam sikap Islamophobia.

Sebab bagaimana pun jika ditelusuri lebih lanjut dalam aspek sejarah, sikap prejudis dan bias masyarakat Eropa terutamanya terhadap agama Islam bukanlah hal yang baru, melainkan telah berlangsung agak lama. Setidaknya hal ini merujuk pada ‘Perang Salib’ beberapa kurun lalu yang kemudian sedikit banyaknya telah mempengaruhi corak hubungan antara masyarakat Islam dan Eropa pada masa kini. Bahkan konflik dan dendam sejarah tersebut di era sekarang dibincangkan oleh seorang ahli teori politik dari Amerika Serikat bernama Samuel Huntington dalam sekitar tahun 1993 yang menggambarkan bahwa pola hubungan atau relasi negara-negara di dunia pada masa depan akan dipengaruhi oleh faktor peradaban. Di dalam tanggapan ini, peradaban Islam adalah antara peradaban yang berpotensi besar mencapai benturan dengan peradaban lainnya pada masa akan datang. Terlepas dari kebenaran teori ini, namun pasca munculnya teori tersebut, banyak pandangan mengkritisi gagasan Samuel

De

m

o (Vi

si

t ht

tp:

//www.pdfspl

itm

erge

r.c

om

(2)

57

SUARA MUHAMMADIYAH 01 / 96 | 1 - 15 JANUARI 2011

SOHIFAH

Huntington ini sebagai bentuk propaganda untuk memperluas sikap Islamophobia terhadap Islam maupun umat Muslim.

Menjawab Islamophobia

Gelombang Islamophobia yang kini melanda sebagian negara-negara Eropa, adalah sebuah perkerjaan rumah yang mesti dijawab oleh seluruh umat Islam. Sebab munculnya sikap Islamophobia ini bukan semata-mata bersifat lokalitas, melainkan saat ini telah menjadi gejala massif. Sebab apa yang terjadi ini menurut antropolog dari Universitas Griffith Australia, Julia Day Howell merupakan bagian dari perubahan iklim politik pascaperang dingin yang mengakibatkan dunia tidak lagi terpolarisasi dalam paham komunisme dan kapitalisme. Hal itu membuat perbedaan agama, budaya dan nasionalisme digunakan oleh pihak-pihak tertentu untuk menciptakan ketakutan terhadap kelompok-kelompok yang berseberangan.

membuat pencitraan negatif tentang Islam dan para pejuangnya, melalui penjulukan-penjulukan terorisme, fundamentalisme yang dipopulerkan media massa.

Dengan cara itu menurutnya, Barat berupaya menenggelamkan citra Islam sebagai rahmatan lil ‘alamien dan sistem hidup (way of life) terbaik untuk umat manusia, membuat masyarakat dunia memusuhi dan memerangi Islam, dan menumbuhkembangkan Islamophobia atau ketakutan terhadap Islam, sekaligus mencegah dan menindas kebangkitan Islam. Penguasaan dan penjajahan media massa oleh zionis inilah yang memudahkan mereka melakukan demonologi Islam, atau “penyetanan wajah Islam”, untuk membentuk pendapat umum tentang Islam sebagai umat yang berbahaya, ekstrimis, fundamentalis, dan teroris

Upaya menjawab opini penyesatan Barat terhadap Islam ini, tentunya membutuhkan jawaban yang komprehensif dengan menunjukkan sikap keberagamaan Islam yang kaffah dengan menjunjung nilai-nilai

”””””

Salah satu upaya Barat untuk menjauhkan keberadaan Islam

Salah satu upaya Barat untuk menjauhkan keberadaan Islam

Salah satu upaya Barat untuk menjauhkan keberadaan Islam

Salah satu upaya Barat untuk menjauhkan keberadaan Islam

Salah satu upaya Barat untuk menjauhkan keberadaan Islam

sebagai agama rahmat adalah melalui propaganda media dengan

sebagai agama rahmat adalah melalui propaganda media dengan

sebagai agama rahmat adalah melalui propaganda media dengan

sebagai agama rahmat adalah melalui propaganda media dengan

sebagai agama rahmat adalah melalui propaganda media dengan

membuat pencitraan negatif tentang Islam dan para pejuangnya,

membuat pencitraan negatif tentang Islam dan para pejuangnya,

membuat pencitraan negatif tentang Islam dan para pejuangnya,

membuat pencitraan negatif tentang Islam dan para pejuangnya,

membuat pencitraan negatif tentang Islam dan para pejuangnya,

melalui penjulukan-penjulukan terorisme, fundamentalisme yang

melalui penjulukan-penjulukan terorisme, fundamentalisme yang

melalui penjulukan-penjulukan terorisme, fundamentalisme yang

melalui penjulukan-penjulukan terorisme, fundamentalisme yang

melalui penjulukan-penjulukan terorisme, fundamentalisme yang

dipopulerkan media massa

dipopulerkan media massa

dipopulerkan media massa

dipopulerkan media massa

dipopulerkan media massa

”””””

Dalam konteks ini menurutnya, orang-orang yang memiliki persiapan terbatas untuk mengatasi globalisasi. Baik dalam hal pendidikan atau pengalaman, akan memiliki kemungkinan untuk merasa takut dengan perubahan itu dan menjadikan keyakinannya sebagai idiologi sehingga kemudian tidak mempercayai lingkungannya. Dan kini ada kecenderungan orang mempelajari isi Kitab Suci bukan semata-mata untuk memperkaya spiritual namun untuk melakukan interprestasi bebas dan memformulasikan ideologi demi agenda tertentu.

Kondisi yang seperti ini dengan mudah dimanfaatkan oleh negara-negara Barat untuk menyudutkan Islam maupun mendiskreditkan Islam. Apalagi dengan dukungan media yang sangat berkuasa, upaya mengalihkan fungsi Islam sebagai agama rahmatan lil’alamin menjadi agama kekerasan dengan mudah dipropagandakan Barat. Asep Syamsul M. Romli, S.IP dalam bukunya Demonologi Islam, Upaya Barat Membasmi Kekuatan Islam, menjelaskan, salah satu upaya Barat untuk menjauhkan keberadaan Islam sebagai agama rahmat adalah melalui propaganda media dengan

rahmatan lil’alamin. Ketakutan-ketakutan negara-negara Barat terhadap Islam bisa dengan menampilkan ajaran Islam yang cinta akan kebaikan, kedamaian, kerjasama, toleransi dan sebagainya. Hanya saja, sikap-sikap yang demikian, juga membutuhkan dukungan propaganda yang lebih massif melalui berbagai sarana seperti media massa. Selama ini kita akui, bahwa Islam sering menjadi korban dari propaganda media. Terus ditimpuki dan digebuki. Akhir-akhir ini Islam kerap distigmatisasi dan dilabeli julukan yang nista dan tak terpuji.

Maka agar kita tak terus tercekoki berbagai macam informasi sampah, dengan secara terus menerus melakukan proses tabayyun (check and recheck) terhadap berbagai berita yang berseliweran di tengah-tengah kita. Sudah saatnya pula bagi umat Islam untuk menghadirkan media-media Islam yang berpengaruh sebagai kekuatan umat Islam untuk menjelaskan Islam dan menunjukkan perilaku rahmatan lil’alamin dalam Islam.

Tanpa dukungan media yang progresif, upaya kaum Muslimin untuk menjawab sikap Islamophobia akan menempuh jalan panjang yang memakan waktu lama.l

De

m

o (Vi

si

t ht

tp:

//www.pdfspl

itm

erge

r.c

om

Referensi

Dokumen terkait

Keberadaan gerakan Ahmadiyah yang merupakan salah satu aliran Islam yang dianggap menyimpang mendapat perhatian dari berbagai kalangan termasuk media.. Keberadaan Ahmadiyah

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mengangkat kembali keberadaan padung-padung agar dikenali oleh masyarakat luas

Salah satu usahanya adalah melakukan pengkajian ulang terhadap Islam dengan mencoba untuk memurnikan ajaran Islam dari pengaruh Barat, karena hal itulah yang

Dunia Barat melabeli tasawuf dengan label sufisme, 1 julukan ini khusus untuk mistik Islam. Di dunia Islam tasawuf termasuk salah satu disiplin ilmu. Disiplin ini

Maka penjelmaan La Hila menjadi rumpun bambu merupakan simbol pesan yang ingin disampaikan, Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk melestarikan sumber mata air

Menurunnnya moral dan sikap siswa merupakan salah satu probematika pendidikan saat ini, salah satu upaya pemerintah Kabupaten Jombang dalam meningkatkan karakter

Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk melestarikan keberadaan ikan Nomei yaitu penelitian dasar terkait habitat dan preferensi pemijahan ikan Nomei yang ditemukan di

Pendidikan Agama Islam (PAI) yaitu salah satu mata pelajaran wajib bagi seluruh jenjang pendidikan. Pendidikan agama Islam merupakan upaya dalam menyiapkan siswa