PENGARUH PDRB DAN TINGKAT SUKU BUNGA
TERHADAP TABUNGAN MASYARAKAT DI PROVINSI
JAWA TIMUR TAHUN 2007 – 2011
SKRIPSI
Untuk Memenuhi Tugas Persyaratan Mencapai
Derajat Sarjana Ekonomi
Oleh :
KARTIKA MONALISA ELIZABETH
09630026
JURUSAN ILMU EKONOMI STUDI PEMBANGUNAN
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
KATA PENGANTAR
Dengan mengucapkan puji syukur kehadirat Allah SWT. Yang maha pengasih dan maha penyayang, yang tiada henti – hentinya memberikan rahmat dan hidayah – Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul “ Pengaruh PDRB dan Tingkat Suku Bunga terhadap Tabungan Masyarakat di provinsi Jawa Timur periode tahun 2007 - 2011” yang disusun sebagai syarat untuk meperoleh gelar sarjana program sarjana ekonomi Universitas Muhammadiyah Malang. Dan tak lupa sholawat serta salam penulis ucapkan untuk junjungan kita Nabi Muhammad SAW yang telah membawa kita dari alam gelap menuju alam yang terang benderang.
Dalam penulisan skripsi ini pun penulis tidak terlepas dari bantuan dari berbagai pihak yang telah memberikan dukungan, motivasi, penjelasan, saran, kritik, maupun sumbangan pemikiran. Karena itu penulis mengucapkan banyak terima kasih kepada :
1. Bapak Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Muhammadiyah Malang
2. Ibu ketua Jurusan Ilmu Ekonomi Studi Pembangunan Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Malang
3. Bapak Aris Soelistyo, Dr., Drs., M.Si. dan Ibu Ida Nuraini, SE. M.Si. selaku pembimbing skripsi
DAFTAR ISI
LEMBAR PERSETUJUAN SKRIPSI ... i
PENGESAHAN SKRIPSI ... ii
SURAT PERNYATAAN ... iii
LEMBAR KARTU KENDALI KONSULTASI ... iv
ABSTRAKSI ... v
d. Tabungan dalam Model Pertumbuhan ... 14
2. Definisi Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) .... 15
3. Definisi Suku Bunga ... 21
C. Kerangka Pemikiran ... 35
D. Hipotesis ... 38
BAB III. METODE PENELITIAN A. Lokasi Penelitian ... 39
B. Jenis Dan Sumber Data ... 39
C. Metode Pengumpulan Data ... 39
D. Metode Analisis Data ... 40
E. Definisi Operasional Variabel ... 48
F. Uji Hipotesis ... 48
1. Uji Statistik ... 48
a. Uji T ... 49
b. Uji F ... 50
c. Koefisien Determinasi atau (R2) ... 52
BAB IV. ANALISIS DAN PEMBAHASAN A. Pembahasan Indikator Makro Ekonomi Provinsi Jawa Timur 53 B. Hasil Estimasi Analisis Regresi Berganda Data Panel... 62
C. Hasil Analisis Data dan Intepretasi ... 62
D. Pemilihan Teknik Estimasi Regresi Data Panel ... 63
E. Pengujian Hipotesis ... 72
a. Uji F ... 72
b. Uji T... 74
c. Uji Koefisien Determinasi (R2) ... 77
F. Pengaruh Secara Parsial Masing-masing Variabel Bebas Terhadap Variabel Terikat ... 77
BAB V. KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan ... 79
DAFTAR PUSTAKA ... 81
LAMPIRAN ... 83
DAFTAR TABEL
Tabel. 1 Pertumbuhan PDRB Jawa Timur ... 56
Tabel. 2 Pertumbuhan Tabungan Masyarakat Jawa Timur ... 57
Tabel. 3 Presentase Tingkat Suku Bunga Tabungan Jawa Timur ... 61
Tabel. 4 Random Effect ... 68
Tabel. 5 Ranking Intercept Pada Teknik Random Effect ... 70
DAFTAR GAMBAR
Gambar. 1 Kerangka Pemikiran ... 37
Gambar. 2 Hasil Pengujian Pengolahan Data Panel ... 47
Gambar. 3 Kurva Uji T ... 50
Gambar. 4 Kurva Uji F ... 51
Gambar. 5 Uji Pengaruh Simultan Uji F ... 74
Gambar. 6 Kurva Daerah Penerimaan Penolakan HO PDRB ... 76
DAFTAR GRAFIK
Grafik. 1 Fungsi Tabungan Keynes ... 10
Grafik. 2 Teori Klasik Tentang Tingkat Bunga... 12
Grafik. 3 Teori Neoklasik Mengenai Tabungan ... 14
Grafik. 4 Pertumbuhan Ekonomi ... 54
Grafik. 5 Laju Inflasi... 55
Grafik. 6 Pertumbuhan PDRB Jawa Timur ... 56
Grafik. 7 Pertumbuhan Tabungan Masyarakat Jawa Timur ... 58
Grafik. 8 Profil Tabungan Terbesar di 5 Kab/Kota Jawa Timur ... 59
Grafik. 9 Profil Tabungan Terendah di 5 Kab/Kota Jawa Timur ... 60
DAFTAR PUSTAKA
Badan Pusat Statistik. 2012. Jawa Timur dalam Angka 2012. Malang.
Bahri, Syaiful. 2002. Analisis Pengaruh Tingkat Suku Bunga dan PDRB Riil terhadap Tabgungan Masyarakat di Sulawesi Selatan (1983-2000). Skripsi Program Sarjana Universitas Hasanuddin. Makassar.
Bank Indonesia. 2013. Perpustakaan Bank Indonesia Jawa timur. Malang Boediono. 1992. Ekonomi Makro Edisi 4. Yogyakarta : BPFE UGM.
Brilliant, Kusuma Vanda. 2008. Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Konsumsi Masyarakat di Indonesia (Tahun 1988-2005). Skripsi Program Sarjana Universitas Islam Indonesia. Yogyakarta.
Djunaidi, L. 2009. Statistik Pendidikan.
http://statistikpendidikanii.blogspot.com/2012/01/pengujian-asumsi-klasik regresi.html. Diakses tanggal 1 Januari 2012.
Hasibuan, Malayu S.P. 1997. Dasar-Dasar Perbankan. Bumi Aksara. Jakarta.
Jafar, EK. Syamsuddin. 1993. Ekonomi Moneter. Kota Kembang. Yogyakarta.
Jhingan, M.L. 2003. Ekonomi Pembangunan dan Perencanaan. Terjemahan : D. Guritno. Jakarta : PT. Raja Grafindo Persada.
Kasmir. 2004. Pemasaran Bank. Kencana Prenada Media. Jakarta.
Konsultan Statistik. 2009. Uji Asumsi Klasik. http://www.konsultanstatistik.com/2009/03/uji-asumsi-klasik.html. Diakses tanggal 1 Januari 2012.
Nasution, Anwar. 1991. Tinjauan Ekonomi atas Dampak Paket Deregulasi Tahun 1988 pada Sistem Keuangan Indonesia. Gramedia Pustaka Umum. Jakarta. Nopirin. 1992. Ekonomi Moneter. BPFE. Yogyakarta.
Pass, Christopher & Bryan Lowes. 1994. Kamus Lengkap Ekonomi. Terjemahan : Tumpul Rumapea & Posman Haloho. Erlangga. Jakarta.
Saleh. 2003. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Tingkat Tabungan Masyarakat di Kabupaten Bone. Skripsi Program Sarjana Universitas Hasanuddin. Makassar.
Sukirno, Sadono. 1991. Krisis Ekonomi dan Masa Depan Reformasi. LPFE-UI. Jakarta.
---. 2000. Makro Ekonomi Modern. Rajawali Pers. Jakarta.
---. 2000. Pengantar Teori Makroekonomi. PT. Raja Grafindo Persada. Jakarta.
---. 2006. Ekonomi Pembangunan : Proses, Masalah, dan Dasar Kebijakan. Kencana Prenada Media Group. Jakarta.
Standar Layanan Mandiri Prioritas PT. Bank X (Persero) Tbk. Outlet Prioritas Cabang Slamet Riyadi. 2010. Makassar.
Suriani. 2001. Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Tingkat Tabungan Masyarakat di Kabupaten Wajo Tahun 1983-2000. Skripsi Program Sarjana Universitas Hasanuddin. Makassar.
Tahir, Muhammad Asrul. 2009. Analisis Pengaruh PDRB dan Suku Bunga Terhadap Tabungan Masyarakat Kota Makassar Periode 1993-2007. Skiripsi Program Sarjana Universitas Hasanuddin. Makassar.
Triandaru, Sigit dan Totok Budisantoso. 2006. Bank dan Lembaga Keuangan Lain. Salemba Empat. Jakarta.
1 BAB 1
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Hampir semua ahli ekonomi menekankan arti penting pembentukan modal (capital formation) sebagai salah satu penentu utama pertumbuhan ekonomi. Penanaman modal merupakan salah satu bentuk investasi. Investasi dapat diartikan sebagai pengeluaran atau perbelanjaan penanam-penanam modal atau perusahaan untuk membeli barang-barang modal dan perlengkapan-perlengkapan produksi untuk menambah kemampuan memproduksi barang-barang dan jasa-jasa yang tersedia dalam perekonomian (Sukirno, 2002).
Usaha pengerahan modal untuk pembangunan dapat dibedakan kepada pengerahan modal dalam negeri dan pengerahan modal luar negeri. Modal yang berasal dari dalam negeri salah satunya berasal dari tabungan masyarakat. Yang dimaksud dengan tabungan masyarakat adalah bagian pendapatan yang diterima masyarakat yang secara sukarela tidak digunakan untuk konsumsi (Sukirno, 2006).
2
Pendapatan masyarakat memiliki pengaruh yang positif terhadap jumlah tabungan masyarakat. Semakin besar pendapatan maka akan meningkatkan jumlah tabungan. Pertumbuhan pendapatan perkapita suatu daerah dapat diketahui melalui PDRB. PDRB mengukur perkembangan ekonomi yang terjadi di suatu daerah dari segi struktur ekonomi maupun hubungan antara komponen-komponennya. PDRB dan pendapatan masyarakat berbanding lurus, jika PDRB meningkat maka pendapatan juga meningkat.
Selain pendapatan masyarakat, suku bunga juga menjadi faktor yang mempengaruhi jumlah tabungan masyarakat. Teori Klasik mengatakan bahwa tingkat tabungan merupakan fungsi dari tingkat bunga, antara keduanya (tingkat bunga dan tabungan) mempunyai hubungan yang positif, artinya semakin tinggi bunga maka keinginan masyarakat untuk menyimpan uangnya di lembaga perbankan juga akan juga akan semakin besar. Pada tingkat bunga yang lebih tinggi tersebut, masyarakat akan terdorong untuk mengorbankan pengeluaran untuk konsumsinya guna menambha jumlah tabungan. Akan tetapi kebijakan penetapan suku bunga yang selalu berfluktuasi ini harus diperhatikan oleh pihak perbankan agar masyarakat menjadi lebih tertarik dan bergairah untuk menabung (Nopirin, 1993).
3
adalah harga atas penggunaan uang dalam jangka waktu tertentu (Boediono, 1992).
Dari uraian di atas dapat dilihat pentingnya PDRB dan suku bunga terhadapa tabungan masyarakat. PDRB meningkat akan meningkatkan pendapatan dan pendapatan meningkatkan tabungan. Begitu juga dengan suku bunga. Marshall (1898) dari kaum Neoklasik berpendapat bahwa terdapat faktor ekonomi dan non ekonomi yang mempengaruhi tabungan. Salah satu faktor ekonomi adalah suku bunga. Selain suku bunga, pendapatan juga dikatakan sebagai salah stau faktor yang mempengaruhi jumlah tabungan.
Dengan tingginya jumlah tabungan masyarakat maka diharapkan ke depannya bisa menjadi sumber pembiayaan bagi dunia usaha dan masyarakat dalam bentuk pinjaman, sehingga sektor akan mengalami peningkatan dan memberikan dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi.
B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas, maka rumusan masalah yang diangkat dalam penelitian ini adalah :
1. Seberapa besar pengaruh PDRB terhadap tabungan masyarakat di Provinsi Jawa Timur selama periode 2007 – 2011.
2. Seberapa besar tingkat suku bunga terhadap tabungan masyarakat di Provinsi Jawa Timur selama periode 2007 – 2011.
C. Batasan Masalah
4
D. Tujuan Penelitian
Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis seberapa besar pengaruh PDRB dan tingkat suku bunga terhadap tabungan masyarakat di Provinsi Jawa Timur selama periode 2007 - 2011.
E. Manfaat Penelitian
1. Praktis
a. Sebagai bahan pertimbangan bagi pemerintah dalam mengambil kebijakan yang berhubungan dengan tabungan masayarakat.
b. Sebagai bahan informasi bagi masayarakat tentang peran PDRB dan tingkat suku bunga dalam mempengaruhi tabungan.
2. Teoritis