"Pemanfaatan Plasm
dalam Menghadapi Peru
Lokal untuk Perakitan Jenis Un
Iklim dan encapai K ahanan
Dalam Rangka:
57 F L
, 9
PENGUJIAN KETAHANAN CABAl TERBADAP BEGOMOVIRU8 PENYEBAB PENYAKIT DAUN KERITING KUNING
.
.: ])wi Wahyuni g。ョ・セエゥャNL@ Sriani SlYiprihati2, Sri Hendrastuti3 Hidayat dan Mllbmnad
ᄋsセ@ "
. I
1]umSaD Budidaya Pertanian Fakultas Per1anian Universitas Bengkulu, JL WR. Supratman Kandang Limun
BengkUlu 38371A, Itidonesia' '_ . !
:nepmtemen
Agtooomi dan Hortilcultrinl. Fakultas Pa1anian, Institut Per1anian Bogor. : . Joepartemen Proteksi Tanaman, Fakultas Pertaoiao, lnstitut Pertaoian Bogar, Jl. Meranti, KampuS lPB. Darmaga 16680, lndoIiesia
. Abstract
240
Begomovirus infection has been reported from various important crops, including
pepper.
Symptoms セ@ yield loss caused by begomovirus infection are affected by several factors, セッョァ@ others are ーャ。ョエセカ。イゥ・エゥ・ウLカゥイ。ャ@ strains and tit:ne of infection. The use of resistance pepper cultivars is considered as the most effective way to control this tlisease.Experiments were' conducted to evaluate セ@ of pepper genotypes to infection of Begomovirus.. Once the best inoculation methods was detennined it. was used for resistance evaluation of 27 genotypes. It resulted in the highest disease se.Jerity as indicated by the highest disease incidence and score. Infection of Begomovirus by insect vector Bemisia tabaci, may cause different symptoms from (1) yellowing (2) ydllowing and leaf curling (3) yellowing, leaf cupping with leaf curling, upward or downwaro, (4) yellowing, leaf cupping with leaf curling, upward and downward (5) yellowing, ,.leaf
. curling, stUnting. None of tested genotypes showed immune to 「・ァッュッセG@ セ@
severity of the tested geriotypes ranged from 2.40% to 1 ッッッOセ。ョ、@ they were grouped into resistance (1 genotype), moderate resistance (4 genotypes), moderate susceptible (4 genotypes), susceptible (8 genotypes) and highly suscepllble (10 genotypes).
Key words: Capsicum, begomovirus, resistance, Bemisia tabaci.
PENDAHULUAN .
Di Indonesia cabai (Capsicum spp.) merupakan salah satu komoditi sayuran unggulan karena nilai ekonomi dan
kandungan
gizinya. Data statistik menunjukkan bahwa セュ。ョ@ cabai merah adalah yang terluas antara sayuran yang 、ゥセ@yaitu ウ・ォゥセ@ 19.12 persen dari total
#real
pertanarnan sayuran (Direktorat Jenderal BinaProduksi Hortikultura 2007); /)mn1ah penduduk yang semakin bertambah
menggambarkan pennintaan cabai yang semakin besar. Produksi cabai di Indonesia
masih rendah, pada taboo 2004 dan 2005 berturut,..turut 5.67 tonIha dan 5.84 tonlha (Direktorat Jendral Bina Produksi Hortikultura 2(07). Pada tahun 2007 produksi naik
menjadi;6.37 tonlha (BPS 2009). Menurut Duriat (1996) potensi produksi cabai dapat
ュ・ョセ@ 12-20 tonlha, di negara lain seperti China dapat mencapai rata-rata 14!5 tonlha
(Rubaffty
dan YarDaoouchi 1997). .Banyak faktoryang mempengaruhi rendahnya produktivitas
cabai
di h,\donesia. SaIahisatu yang dominan adaJah gangguan bamadan penyaldt tanaman p・ョセエ@ daunkeriting kuning adalah salah
satU
penyakit menakutkan yang menyerangpertanmJ
ancabai .
. di IndonesiamauplDldi dunia'Darl' 「・セ@ penelitian ュ・ュュェセ@ bahwa
tPenyakit
,1
, tersebut disebabkan oleh infeksi Begomovinis セ@ kelompok geminivirus dan
IfatniJi'':
Geminivirldae
(Aidawati et al. 2005; ·Hidayat et al. 1999). Penyakit ditularkan 01$kutu
kebul Bemisia tabaci yang populasinya sangat tinggi pada saat kemarau.Penyakii
virus
ini tergolong bamdi
Indonesia tempi serangannya cukup luas dan sangat セ@ .Pada
tanamancabai dilaporkan pertama kali 0100 Hidayat etaL
(1999), tetapi di1uar
negen
serangan begamovirus セN@ diteliti secaraintensrr:
kareoa banyak menYerang tanaman budidaya antara lain kacang-kacangan. HmPイ。Qセ@ dan Niessen 1988; Bianchini1999; Garrld(rRamirez et
aL
2(00), kapas (Naveed dan Zahid 2007), ubi kayu dan tomat(Lapidot dan Friedman 2002; Lapidotet ill. 1997; Vidavsky dan Czosnek 1998). ! .
InfekSi begomovirus dap8t menyebabkaD. tanaman cabai melliadi kerdil
dan
tidak
berbuah. Jntensitas serangan penyakit" daun kerifulg laming eli Lampung mencaphl2()' 100010. Menmut Sulandari et aI. .(200 1) intensitas serangan begomovirus pada cahai rawit
di daeJ;ah-daerah SIeman, Bantu!, Kulon Progo dan Gtmung Kidul mencapai -100%,
sedangkan pada cabai besar terdapat secara sporadis sekitar 10-35%. Epidemi セケ。ォゥエ@
tersebut sangat elipengarubi oleh peran aktif serangga vektor, satu ekor kutu kebul Bemisia ' tabaci viruliferous mamPU menularkan virus· dan menyebabkan infeksi (Sulandari et aI.
2004). Menmut Hidayat dan
RahmaY<JIli
(2007) B. tabaci lebih efisien sebagaiserangga
vektor OOg<>mQvirus dibanding Trialeurodes vaporariorum. .
Begomovjrus termasuk dalam kelompok virus tmaman yang mempunyai genom berupa DNA.utas tungga1 (ssDNA), virionnya berbentuk ikosahedral kembar
cUmgan
ukuran 18 x 30 nm dan berat molekul27-31 kDa Hhセ@ 2002). Gejala yang 、ゥセオャォ。ョ@
berupa dam muda yang tulang daWlDya lebih jernih (veinclearing) (Semangun 200i),
penebalan tu1ang daun dan penggulungan clauD. Infeksi lanjut begomovirus
menyebabkan daun-daun mengecil dan berwama kuning terang serta tanaman menjadi kerdil. Rusli et al. (1999) menambahkaJl serangga vektor Bemisia tabqci dapat' meriimbulkan infeksi dengan variasi gejala dari mom kuning, tepi daun ュ・ャセ@ ke atas,ulcuran 'dam mengecil, sampai gejala kerdil. (
Untuk mengendaJikan penyakit daun keriting laming petani ュ・ョセ@
peStisida
sebagai upaya m,et;tgendalikan vektomya, eli samping deilgan memusnahkan tanammi yang
sakit,
tetapi ini tentu tidale efektip karenas3tu
ekor kutukebUI sudah dapat ュ・ョゥュセ@infeksi. Oleh kar¢na itu penggwumn kultivar resisten merupakan cara yang paling tepat
untuk mengatasi penyakit ini. Kultivar resisten dihasilkan oleh pemulia セ・ャ。ャオゥ@
serangkaian kegiatan pemuliaan tanaman. Kegiataan ini dimulai dengan koleksi plasma nutfah dan melalrukan pengqjian ketahanan plasma nutfah tersebut terlladap penyakit daun keriting laming.
Penelitian inibertujuan mtuk mengana1isis berbagai gejala tmaman cabai
c:Ucibat
infeksi begomovirus, dan memperoleh derajat ketahanan cabai terlladap b・ァッュッセN@
BAI:ft\N DAN METODE
,I
Waktu dan Tempat peiaelitian
I
Penelitian ini dilakukan untuk melakukan pengujian ketahanan cabai
terbadap
begomovinis. Penelitian dilakukan dari bulan Agustus sampai dengan Desember 2007 .. Penanaman dan Pengujian dilakukan eli nnnah kaca kebm percobaan Cikabayan, Institut Pertani¢l1i Bogor.!Bahan Tanaman dan Isolat Begomovirus. .
Bahan tanaman yang elignnakan
adalah
24 genotipe cabai koleksi Tim PemJmaan Cabai bagian.Genetika dan Pemuliaan Timaman, Departemen Agronomi danHO: ..
IPB . dan 3 genotipe cabai koleksi Divisi Pemu1iaan Tanaman, Fakultas P. Univel'Sitas 'Bengkulu (UNIB).
Bahan
tanaman dari Tim Pemuliaan IPB tersebut セ@- , .... _-, . . -.. :-;:::;----...
dari
nomor-nomor lokal
dan introduksi daD Asia Vegetable Reseach DevelOpmenl:Center(A VRDC) yang telah digalurkaD, sedangkan nomor-nomOr yang berasal darlj· Divisi
PeDluliaan Universitas Bengkulu adalah galur F9 yang sudah dilakukan uji multi lokasi
. (fabell). I
Tabell
Daft8r
bebtmipa genotipe cabai yang digunakan dalam pengujian ォ・セ。ョ。ョ@ terbadapBegomovirusNo Kode Genotipe Asa1
1. ]PBCl IPB
2 lPBC3 Malaysia
3 IPBC4 Malaysia
4 IFBC5 Malaysia
5 IPBC6 IPB
6 IPBCI0 AVRDC
7 IPBCll AVRDC
8 IPBC12· AVRDC
9 IPBC14 AVRDC
10 IPBC15 AVRDC
11 IPBC17 AVRDC
12 IPBC18 PanahMerah
13 IPBC20 IPB
14 IPBC21 IPB
15 IPBC26 AVRDC
16 IPBC28 JawaTimur
17 IPBC38 AVRDC
18 IPBC50 PanahMerah
19 IPBC57 Yokyakarta
20 IPBC79 AVRDC
21 IPBC80 AVRDC
22 ; IPBC81 AVRDC
23 IPBC82 AVRDC
24 IPBC122 Lokal Medan
25 1OH2 UN1B
26 24D2 UNIB
27 35C2 UNIB
s・セ@ sumber inokulmn 。、。ャセ@ isolat begomovirus 'Segummg' yang dipelihara
pada tanai"nan.
tomat
yang merupaJtan koleksi Laboratorimn Virologi Tumbuhan,Departemen Proteksi t。ョ。ュ。ョNfセエ。ウ@ Pertanian, IPB.
Perbanyakan Serimgga Vektor.
Imago kutu kebul yang digunakan sebagai vektor diperoleh dari ー・イエ。ョ。ュセ@ kapas
di nnnah kaca kebun percobaan Cikabayan Departemen Protel'.si Tanaman , Fakultas Pertanian, fustitut Pertanian Bogor. Imago tersebut dipelihara pada tanaman
セ@
dandibimt,an meletakk:an telur dalain kwungaIl kedap serangga. Stadia k:utu kebul yang
diguruilcan dalampenulamn adalah imago. I
PenuJaran deogan B. tIlbad.
Umur tanarnan uji pada saat penularan adalah 20 hari setelah
tanam.1
Periode makan akuisisi. adalah 24 jam dengan periode mak3n inokulasi 48 jam. ! MetodesNセュャョ。イL@
pセイLィゥューオョ。ョ@
Pemuliaan IndonesiQ,!HO "",!ang Desember2111l-)
penularan yang dievaluasi adalah metode penularan masshl dan metode · penularan
individual. .
Uji Ketahanan 27 Genotipe CabaL
. Pengujian dilakukan dengan menggunakan 27 genotipe cabai · dengan
menggunakan metode penularan individual, · setiap genotipe 25 tanarnan Benih
cabai
disemai paLla baki semai (volume 72 Jubang) yang berisi tanah: pupuk kandang (2: 1)
steril, setiap genotipe 25 tanaman, saat wnur 10 hari dipllldah ke poh1>ag 3Ox40 ctn.
Penularan virus dilak:ukan saat tanarnan bennnui 20 hari dehgan periode akuisisi 24 jam
dan periode inokulasi 48 jam. Peubah yang diamati.
Tanarnan ·diamati setiap hmi sampai menunjukkan gejala (masa inkubasi).
Pengarnatan juga di1akukan terbadap tipe gejala, kejadian penyakit dan intensitas
penyakit Kejadian penyakit dibitung berdasarkan rasio tanaman yang bergejala teIhadap
tanaman tidak bergejala dikali 100010. Gejala penyakit diamati pada daun dengan
memberi skor antara 0-5 (Gambar 4). Intensitas penyakit (IP) digunakan untuk
menentukan tingkat keparahan infeksi begomovirus pada genotipe yang diuji dengan
rumus (Djatmiko et 01. 2000;:Yusnita,dan Sudarsono 2004). IP= [L(ni x ziYCN x Z) x
100% dengan i:0-5, ni=jumlah tanaman bergejala dengan nilai skor tertentu, zi=nilai skor
gejala, N=jumlah total tanaman yang diamati, dan Z=nilai skor gejala tertinggi. Dari nilai
lP yang didapat selanjutnya digunakan untuk mengelompokkan tingkat ketahanan
genotipe cabai terhadap begomovirus dengan kriteria: sangat tahan (S1) jika
IP=O.OO%S1PSl.OOOIo; tahan (f) jika 1. 00<lPS5%, agak tahan (A1) jika 5%<lPSlO%;
agak rentail CAR) jika lO%<IPS20%; rentail (R) jika 20%<IPgO%; dan sangat rentan (SR) jika IP>4O%.
BASIL DAN PEMBAHASAN
{', GN セG@
i、・ョセウゥsuid「・イiョッセuid@
Identifikasi sumber inok:u1um Begomovirus menggunakan analisis DNA dengan
teknik Polymerase Chain Reaction (PCR). Hasil identifikasi pada daun yang terinfeksi
Begomovirus isolat 'segunung' dapat membuktikan sumber inokulum benar-benar terinfeksi Begomovirus (Gambar 2).
109 8 7 6 5 4 3 21M
a b
Gambar 1 Sumber inokulum yang digunakan (a) sampel pada sumur no 1
IPBC5 positif Begomovirus menggunakan Polymerase Chain
Reaction PCR (b). TipeGejala.
Seminar Pi!rbimpui1an Pemufiaan Indonesial9-10 Padang D¢sember 2011
. 600 bp
セ@
[image:5.595.9.532.18.802.2]244
Gejala awal infeksi Begomovirus pada cabai berupa bintik-bintik kuning pada
daun muda Gejala selanjutnya bintik leuning ini menyebar lee daun tua dan h3mpir
seluruh daun terdapat bintik kuning
yang
menyebar, mosaik. Daun cabai yang twnbuhberi1rutnya mengalami pengecilan dan keriting (gejala sistemilc) (Gambar 2). Infeksi
Begomovirus ,dapat menimbulkan gejala yang berbeda pada tanaman yang berbeda Torres-Pachecho et al (1996) menyebutkan bahwa ァセ。ャ。@ pada daun berupa Jruning,
ュセ@ rugose dan leeriting. Pada tanaman tomat dapat memmbulkan gejala kerdil dan
menurunkan ,produksi buah per tanaman , baik jumlah,bobot dan ukurannya Menurut
Rusli et aJ. (1999) infeksi Begomoivirus pada cabai menimbulkan gejala yang bervariasi
dari mosaik kuning, tepi daun melenglrung ke
mas,
ukman daun mengecil, sampai gejalakerdil. セ \Z@ ' "
セ N@
Gambar 2 Perkembangan gejala pada daun cabai akibat infeksi Begomovirus
dari kiri ke kanan h-l (penampakan secara visual gejala 4ulaman hari
pertama), h-4 dan h-6.\
PengUjian Ketabanan 27 Genotipe Cabai.
Respon antar genotipe, baik ditinjau dari persentase tanaman bergejala maupun
periode inkubasi sangat bervariasi. Hal tersebut ditunjukkan dari persentase tanaman yang
bergejala (12%-1 qoolo) dan masa inkubasi (4 sampai 44 hari). Masa inkubasi Begomovirus
pada 27 ァ・ョqセー・@ 'Cabai sangat bervariasi. Gejala paling awal muncu1 pada IPBC20 yaitu
4 hari setelah infeksi, kemudian IPBC5 dan PBC495 yaitu 5 hari setelah infeksi, tetapi
dari 25 tanaman yang digunakan untuk pengujian, masa inkubasi mempUilyai kisaran
yang cuk:uP tinggi. UntukIPBC5 masa
inkub3si
dan
5-42 bari setelah1nfeksi, sedangkanuntuk IPBC10 adalah 5-24 hari setelah infeksi. Gejala paling akhir muncu1 pada genotipe
IPBC38 yaitu 38 bari setelah infeksi. , DaIj 27 genotipe yang diuji, muncu1nya gejala
secara serefopak rumya tetjadi pada;genotiJ>C IPBC15 yaitu 34 hari setelah infeksi,
sedangkan26 genotipe lainnya sangat bervariasi. Basil yang sangat beragam tersebut
menunjukkan adanya variabilitas セァォ。エ@ ketahanan terhadap Begomovirus yang besar
antar genotipe yang diuji. Besamya variasi antar genotipe tersebut menunjukkan peIuang
dilakukan seleksi untuk ketahanan terhadap begomovirus. Di samping itu kondisi ini
memudahkan untuk memilih genotipe-genotipe dengan tingkat ketabanan yang berbeda,
yang sangat penting untuk studi genetik ketManan terhadap Begomovirus.
Infeksi Begomovims menimbu1kan gejala yang berbeda pada beberapa genotipe
cahill.
,;1'
erdapat lima gejala khas yang teIjadi pada' tanaman yang terinfekSi Begomovirusyaitu セ@ = kuning, 2=kuning dan keriting, 3=kiming, keriting melengkung ke bawah atau ke
atas, 4= kuning keriting melengkungkebawah dan ke atas , dan 5=kuning, keriting
inelenglcung lee bawah dan leeatasserta tanamim menjadi kerdil (Gambar 3). Jika dilihat
dari berbagai tipe gejala tanam;:m Lセ@ akihat
infeksi
BegomQVinisID:aka
kelima gejalatersebut kemudian diberi skor セU@ yaitu taflpa gejala skor 0, gejaia lcunillg skor 1, gejala
..
_-
.. - ' " .. ,"-,
[image:6.590.19.529.19.503.2]daun kuning dan keriting skor 2, gejaia daun kuning, keriting dan melengkung ke baWah
,?)ll
atau ke atas skor 3, gejala gejala daun kuning dan mengeriting ke bawah dan ke atas · skor 4 dan gejala daun kuning keriting melengkung ke bawah dan ke atas serta tanaman kerdil
skor 5.
Gejaladaun menguning terdapat pa£hi tiga genotipe yaitu IPBC12. IPBC26
dan
IPBC10. gejala daun menguning dan keriting terdapat pula 1 genotipe yaitu IPBC15 gejala daun menguiling, keriting dan melengkung ke bawah 8tau ke atas terdapat pada 1i
genotipe
yaitu ャpbcャセ@ . lPBC6, lPBC14, lPBC17, ャpbcQXセ@ . IPBC21, lPBC28, IPBC50,
IPBC57, IPBC79 dan lPBCl22, gejala daun menguning dan mengeriting ke bawahdan ke atas terdapat pada genotipe tiga genotipe yaitu lP;BC38, IPBC80 dan 10H2. sedangkangejala yang pafulg parah adalah dam menguiri.ng keriting melengkung ke bawah dan ke atas serta tanaman kerdil . ' terdapat pada sembilan genotipe yaitu ·IPBC4, iPBC5, IPBCI I
. -
,
IPBC20, IPBC3, lFBC81, IPBC82, 24D2·dan 35C2. '
Hasil pengamatan menlllljukkan semakin ·beSar persentase セ。ョ@ bergejala dan skor gejala akan berakibat besarnya nilai intensitas penyakit (IP) (Tarel 4).
Berdasark:an
ni1ai IP, di antara 27 genotipe yang diuji terdapat satu genotipe dengan nilai lP 2.40010 yangdaPat
dikelompolckim sebagai tahan HQNPP\セEI@ yaitu lPBC12. Terdapat jugaempat genotipe yang dapat dikelompokkan sebagai agak tahan (5%<JPg (010) yaitu
IPBC17, lPBC26, lPBC79 dan lPBClO, terdapat empat genotipe agak rentan
(1001o<}Pg0%), delapan genotipe rentan HRPE\セQッIL@ dan 10 genotipe sangat rentari.
[image:7.593.13.528.245.821.2](IP>40%).
Gambar 3 Gejala tanaman セ「。ゥ@ セ「。エ@ infeksi virus gemini 1 = l,runing, 2=kuning dan keriting, 3=kuning, keriting melengkung ke bawah atau ke atas, 4= kuning keritingmelengkung kebawah dan ke atas dan 5=kuning, keriting melengkung ke bawah dan ke atas serta tanaman menjadi kerdil dan O=tanaman tidak bergejala.
:Bengelompokan reaksi ketahanan berdaSarkan nilai IP pada 27 genotipe yang diuji menurtjukkan penyebarnn yang merata dari kelompok tanaman yang tahan sampai sangat
イ・ョセ@ tidak terdapat genotipe yang sangat taban. Infonnasi ini sangat penting dalam progcim pemuliaan tahaman mtuk mengetahui pola pewarisan suatu sifat Salah satu
asmnsi yang hams dipenuhi uiltuk mengetahUi po1a pewarisan suatu sifat adalah gen-gen
. di antara tetua ュ・イゥケ・「イオZセ・イ。エ。@ (Singh 、セ@
Cba1idbary
1979). Jadi,Uirtuk mengetahuipola
wwarisan
sifat ketahanan セ@ begomovirus maka' dapat dipilih genOtipe-genotipe yang mewakili kelompok reaksi ketaf1anan yang berbeda sebagai tetua.Selanjutnya genotipe IPBC12 yang taban tetbadap infeksi 「・ァッュッセ@ yang
ditularlcan
oleh serangga vektor B.tabaci
dapat digunakan sebagai tetua daJam prOgrampemuliaan tanaman untuk mendapa1kan kultivar cabai komersial tahan begomovirus. Genotipe IPBC12 dengan bentuk 「セ@ menyerupai cabai rawit dan mempunyai karakter
agronomi
yang.kmang komersial, teJmasukTabe12 Pengelompokan·reaksi 27 genotipe cabai terhadap infeksi Begomovirus
berdasarlam nilai intensitas penyakit
Genotipe Kejadian Rataan . Intensitas Pengelompokan Penyaldt skor gejala penyakit (IP) genotipe
ltanaman (%) berdasarkan pada
bergejala reaksi ketahanan
(%) ,
IPBC12 12,00 1,0 2,40 Taban
IPBC17 12,00 3,0 7,20 Agak Taban·
IPBC10 50,00 1,00 10,00 AgakTahan
IPBC26 40,00 .' 1,00 8,00 AgakTahan'
IPBC79 13,33 3,0 " 8,00 AgakTahan
IPHC15 40,00 2,00 16,00 aァ。ォr・ョセ@
IPBC18 22,22 3,00 13,33 aァ。ォr・ョセ@
10m 24,00 4,00 19,2 AgakRentan
IPBC57 21,42 3,00 12,85 Agak RentaJ,1
.IPBC3 40,00 5,00 40,00 Rentan I
"
-IPBCl 52,00 3,00 31,20 Rentan
I
'.
IPB,C6 64,00 3,00 21,60 Rentan
IPBC14 64,00 3,00 38,40 Rentan I
I
IPBC28 48,00 3,00 28,80 Rentan
IPBC50 52,00 3,00 31,20 Rentan I
IPBC80 35,00 4,00 28,80 Renian
IPBC122 38,46 3,00 23,07 Rentan I
IPBC4 60,00 5,00 60,00 Sangat Rentan
WBC5 71,42 5,00 71,42 Sangat Rentan
IPBCll 60,00 5,00 60,00 Sangat Renpm
IPBC20 . 80,00 5,00 80,00 Sangat Rentan
IPBC21 100 3,00 60,00 s。ョァ。エr・ョセ@
JPBC38 100 ,4,00 80,00 Sangat Rentan
IPBC8} 80,00 ,/ 5,00 80,00 Sangat Rentan
IPBC82 66,67 . 5,00 71,42 Bangat Rentan
24D2 100,00 5,00 100 Sangat Rentan
35C2 80,00 3,00 48,00 Sangat Rentan
Capsicum annuum sebingga pemindahan gen ketahanan terlladap Begomovirus
dari セエゥー・@ ini ke genotipe cabai lain dapat dengan mudah
dilakUkan.
MenmutGreeIl1eaf
(1986) Capsicumannuum
merupakan spesies yailg penting secara ekonomisdan paling banyak dibudidayakan, mempunyai bentuk. beIbagai ukman, dengan rasa
セ@ sampai pedas. Persilangan di dalam spesies. ini lebih mudah セ@ dengan .. tingkat keberbasllan yang bervariasi. De]tgan . demikian, genotipe ini dapat セァオョ。ォ。ョ@
. - - , _.
Seminar pセイィゥューオョ。ョ@ Pemu/iaan indonesial9-10 Padang Desember 2011
sebagai donor ,gen ketahanan terhadap, begomovirus
dalani
pemuliaan cabaitaban·e.
begomovirus. ' .
KESIMPULAN
, ,
Infeksi Begomovirus dapat
ュセ「オQォ。ョ@
gejala yang berbeda padatanarrJan
yang
berbeda Terdapat lima gejala kbas yang teJjadi pada fanatnan genotipe-genoupe
cabai
yang terinfeksi Begomovirus yaitu 1= kuoing, 2=kuning dan keriting, 3=kuning, .keri1ing
melengk:ung ke bawah' atau ke atas, 4= kuning keriting melengk:ung kebawah dan ke ,atas
dan 5=kuning, keriting melengk:ung ke bawah dan ke alas serta tam\inan menjadi kerdil. Tidak satupun genotipe yang digunakan dalam j,enelitian ini imlm terhadap
infeksi
Begomovirusvirus Rerucsi ketahaan tanaman pada 27 genotipe yang diuji ュ・ョケセ「。イ@ dati
taban, agak tahan, agak rentan, rentan dan sangat rentan. IPBC12 merupaian satu
, genotipe yang tahan berdasarkan intensitas penyakit
UCAP AN TERIMA KASm
Tulisan , " ini adalah bagian dari disertasi pen ulis (Dwi Wah yum . Ganefumtii) yang
mendapat duktmgan
<kula
dati BPPS Dikti' Depdiknas, Tim Program PenelitianKetjasama Faperta-A VRDC, dan Hibah Penelitian Tim PascasaIjana I Penulis
mengucapkan banyak terima kasih kepada para pihak yang telah
ュ・ュセ@
dana.Ucapan terima kasih tnltuk Tun Pemuliaan bagian Genetika dan Pemuliaan
1'anal.lYm
Departemen AGH IPB atas materi penelitian berupa benih cabai. !
DAFfAR PUSTAKA
Aidawati N, Hidayat SH, Suseno R, Sosromarsono S. 2002. tイ。ョウュゥセウゥッョ@ of an
Indonesian isolate of Tabacco leaf curl virus (Gemini virus) by Bemisia
tabaci Genn (Hemiptera: Aleyrodidae). Plant Pathol J. 18(5):231-236
Bianchini, A. 1999. Resistance to Bean golden mosaic virus in bean genotypes.
Plan/Disi 83:615-620.
[BPS] Biro,Pusat Statistik. 2002. Survai Pertanian. Produksi Tanaman
ウ。セ@
danBuah-buahan di Indonesia. Biro Pusat Statistik., Jakarta. , . '
[BPS] Badan Pusat Statistik. 2009.. Production of vegetable in Indonesia.
www.bps.go.idisector/agri/horti.htm. [29 November 2009]
Djatmiko HA, Kharisun, Prihatiningsih N.2000. Potensi Trichoderma harpanum,
Ps'eudomonas fluorescens ,dan zeolit terhadap penekanan layu sklerotium,
peningkatan pertumbuhan
9an
produksi kedelai. J Penel ERT Agrin. 4:14-24.Direktorat Jendral Bina Produksi Hortikultura. 2007. Perkembangan luas panen
sayuran tahun' 1996-2005. [terhubung berkala].http://www.deptan.go.id.
[14Desember 2007].
Garrido-Ramirez E., Sudarshana MR, Gilbertson RL. 2000. Bean golden yellow
. mosaic virus from Chiapas, Mexico: 」ィ。イ。」エ・イゥコ。エゥッセ@ pseudo recomhination
, with other bean-infecting geminiviruses and germ plasm.
Screening.!.
m
PhySoc. 90:1224-1232 '
Greenleaf WH, 1986. Pepper Breeding. pp.67-134. Di dalam M.J. Bas I tt(Ed)·
Breeding Vegetable Crops. A VI pオ「セ@ Co. Inc. Connecticut. I
Hull R. 2002. Matthews' Plant Virology. Fourth· Edition. Academic Press. USA.
IDdayat . SH, RusH ES, Aidawati N. 1999. Penggunaan primer universal dalam
polymerase chain reaction untuk mendeteksi virus gemini pada
cabe.
Di dolan:': ProsidirigKongres Nasional XV dan Seminar Dmiah Perhimpunan Fitopatologi Indonesia. Purwokerto •. 355-359IDdayat SH, Rahmayani E. 2007.' Transmission of Tomato leaf curl begomovirus
by two different Spesies of whitefly (Hemiptera:- Aleyrodidae). pャ。ョエセー。エィッャ@
J. 23(2): 57-61'. I
I
Lapidot M, Frjedmann M, Lachman 0, Yehezkel
A,
Nahon S, Cohen S,Pilowsky M. 1997. Comparison of resistance level to tomato yeU6w leaf
curl virus among commercial cultivars and breeding lines. Plaht dis.
81:1425-1428.
Lapidot M, Friedmann M. 2002. Breeding for resistance to whitefly-transmitted
geminivirus. Ass Api Bioi. 109-127.
Morales FJ, Niessen A. t988. Comparative responses of selected Phaseo/us
Vulgaris germ plasminoculated artificially and naturally with bean golden
mosaicvirus. Plant Dis. 72:1020-1023.
Naveed M, Zahid IA. 2007. Resistance found for Burewala Strain Cotton Virus
BSCV. International & European Whitefly Studies Networks Website. [i0 Mei2007].
RubatzkyVE, Yamaguchi M. 1997. World Vegetables. Principles, Productien, and
Nutritive Values. Second Edition. Chapman and Hall. 843p I
. セ@,
Rusli ES, Hidayat SH, Suseno R dan Tjahjono B. 1999. Virus gemini
p'ada
cabai:variasi gejala dan studi cara penularan. Bul HPT. 11 (1 ):26-31. I
Semangun H. 2001. fengantar Rmu Penyakit tオュ「オィ。ョセ@ Gadjah Mada uョゥセ・イウゥエケ@
Press. Y okyakarta. . .
Singh RK, Chaudhary BD. 1979. Bometrical Methods in Quantitative Genetic
Analysis. Edisi Revisi. New Delhi:Kalyani Publishers. 304 hal.
Sulandari S., Suseno R, Hidayat SH, Harjosudarmo J' dan Sosromarsono. S. 2001.
Deteksi virus gemini pada cabai di daerah istimewa Yokyakarta. Prosiding
Kongres dan. seminar Nasional perhimpunan Fitopatologi Indonesia XVI,
Bogor.
Sulandati:S, Suseno R, Hidayat ,;SH, Harjosudarmo J, Sosromarsono S.I 2004.
Pembuatan antiserum dan/kajian serologi virus penyebab penyakit daun
keriting kuning cabai ..
J
P&lind Tan Ind. 10(1):42-52Torres-Pacheco I. Garzon-Tiznado JA, Brown JK, Becerra-Flora A,
Rivera-Bustamante RF. 1996. Detection and distribution of geminivinises in
Mexico and Southern United States. Phytopathology. 86:1186-1192 .
Vidav&ky F. Czosnek H. 1998. Tomato breeding lines resistant and toleran to
! ; tomato yel10w leaf curl virus issued from Lycopersicon hirsutwn.
PhytopathologyJ. 88:910-914.
Yusnlta, sャNjHャセイゥッN@ 2004. MetOde inokulasi セ@ reaksi ketahanan 30 genotipe
ャアエ」セァ@
t:anah
terhadap penyakit busuk: batang Sclerotium. Hayati. 11 (2).[SセUXN@
.$ e... ... ... ... ... -_... '"
SelJ,llnarJ'erhimpunan Pemuliaan Indonesiol9-10Padang Desember 2011 i
I