Genetik ketahanan cabai terhadap begomovirus penyebab penyakit daun keriting kuning dan arah pemuliaannya
Teks penuh
Dokumen terkait
Setelah 30 hari pemeliharaan di laut, terlihat glukosa plasma tubuh pada udang yang diberi pakan kontrol (KK) lebih tinggi dibandingkan perlakuan yang diberi pakan uji
Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) perlakuan ekstrak nabati umumnya dapat menaikkan tinggi tanaman, menurunkan preferensi serangga Bemisia terhadap tanaman cabai,
Analisis Molekuler Galur-galur Tahan Geminivirus Analisis molekuler untuk mendeteksi adanya integrasi kaset konstruk CRISPR/Cas9-gRNA PCNA telah dilakukan pada
Penyakit daun keriting kuning dengan gejala mosaik kuning, keriting, dan melepuh pada mentimun di Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Daerah Istimewa Yogyakarta disebabkan oleh
T�e results in�icate� t�at (1) extract in�ucin� treatments increased plant height, influenced preference of vector, delayed incubation time of virus symptoms, suppressed virus
Pengamatan penyakit di daerah Bogor dan Subang (Jawa Barat), Tegal dan Sukoharjo (Jawa Tengah), serta Sleman (Daerah Istimewa Yogyakarta) menunjukkan adanya
Dapat diketahui bahwa intensitas dan tingkat keparahan gejala penyakit daun keriting kuning cabai pada perlakuan kontrol, pada awalnya berbeda nyata dengan perlakuan yang lain..
Dari hasil pengamatan perkembangan penyakit daun keriting kuning cabai yang ditunjukkan dalam Gambar 1, terlihat bahwa terjadi peningkatan intensitas penyakit seiring