SKRIPSI
Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Kelulusan Pada Jurusan Manajemen Informatika Jenjang Strata I
Oleh
10504265 FITRIANA DEWI
JURUSAN MANAJEMEN INFORMATIKA
FAKULTAS TEKNIK DAN ILMU KOMPUTER
UNIVERSITAS KOMPUTER INDONESIA
BANDUNG
v
2.1.3 Definisi Sistem Informasi ... 11
vi
2.3.2. Definisi Penjualan ... 14
2.3.3. Definisi Pembelian ... 15
2.3.4. Pengertian Obat... 15
2.3 Jaringan Komputer ... 19
2.3.1 Pengertian Jaringan Komputer ... 19
2.3.2 Jenis-jenis Jaringan Komputer ... 20
2.3.3 Topologi Jaringan Komputer ... 21
2.4. Perangkat Lunak Pendukung ... 27
2.4.1. Definisi SQL Server 2000... 28
2.4.2. Sekilas Tentang Visual Basic 6.0... 29
BAB III OBJEK PENELITIAN DAN METODE PENELITIAN 3.1. Objek Penelitian ... 34
3.1.1. Sejarah Singkat Perusahaan ... 34
3.1.2. Struktur Organisasi Perusahaan ... 36
3.1.3. Visi dan Misi Perusahaan... 36
3.1.4. Deskripsi Tugas... 37
3.2 Metode Pengumpulan Data ... 38
3.2.1 Sumber Data Primer ... 39
3.2.2 Sumber Data Sekunder... 40
3.3 Metode Pendekatan Sistem / Pengembangan Sistem... 40
vii
3.3.3.2. Diagram Konteks ... 44
3.3.3.3. Kamus Data... 45
3.3.3.4. Perancangan Basis Data ... 46
3.4. Faktor Pengujian Software... 52
BAB IV ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM INFORMASI 4.1. Analisis Yang Sedang Berjalan... 53
4.2. Perancangan Sistem ... 64
viii
4.2.4.4. Struktur File ... 80
4.2.4.5. Kodifikasi... 85
4.2.5. Perancangan Antar Muka... 88
4.2.6. Perancangan Arsitektur Jaringan... 98
BAB V IMPLEMENTASI DAN PENGUJIAN SISTEM 5.1. Implementasi ... 99
5.1.1. Batasan Implementasi ... 99
5.1.2. Impementasi Perangkat Lunak ... 100
5.1.3. Implementasi Perangkat Keras... 101
BAB VI KESIMPULAN DAN SARAN 7.1. Kesimpulan ... 130
7.2. Saran... 131
ix
Tabel 2.1 Komponen-Komponen Tool Box pada Visual Basic 6.0... 31
Tabel 4.1 Dokumen yang terlibat... 53
Tabel 4.2 Struktur file Supplier... 81
Tabel 4.3 Struktur file PO ... 81
Tabel 4.4 Struktur file Detail PO ... 82
Tabel 4.5 Struktur file Pembelian ... 82
Tabel 4.6 Struktur file Golongan ... 83
Tabel 4.7 Struktur file Obat ... 94
Tabel 4.8 Struktur file Penjualan ... 95
Tabel 4.9 Struktur file Detail Penjualan... 95
Tabel 4.10 Struktur File Pegawai... 97
Tabel 4.11 Kodifikasi Obat ... 98
Tabel 4.12 Kodifikasi Golongan Obat ... 125
Tabel 5.1 Rencana Pengujian... 126
Tabel 5.2 Pengujian Login ... 127
Tabel 5.3 Pengujian Ganti Password Login... 128
Tabel 5.4 Penggujian Input Data... 129
x
Gambar 2.2 Model hubungan elemen-elemen sistem. ... 8
Gambar 2.3 Konsep Sistem Informasi ... 11
Gambar 2.4 Topologi Bus ... 22
Gambar 2.5 Topologi Star... 23
Gambar 2.6 Topologi Ring ... 24
Gambar 2.7 Topologi Mesh ... 25
Gambar 2.8 Topologi Tree/Hybrid ... 26
Gambar 2.9 Sistem Jaringan Client Server ... 27
Gambar 2.10 IDE Visual Basic 6.0... 30
Gambar 2.11 Tool Box... 31
Gambar 3.1. Struktur Organisasi... 36
Gambar 3.2. Model Sequensial Linier ... 41
Gambar 4.1. Flowmap yang sedang berjalan ... 58
Gambar 4.2. Diagram Konteks yang sedang berjalan... 59
Gambar 4.3. Data Flow Diagram level1 ... 60
Gambar 4.4. Data flow diagram level 2 proses1... 61
Gambar 4.5. Data flow diagram level 2 proses2... 62
Gambar 4.6. Flowmap yang diusulkan ... 67
Gambar 4.7. Diagram Konteks yang diusulkan ... 68
Gambar 4.8. Data Flow Diagram yang diusulkan... 69
xi
Gambar 4.13 Rancangan Form Ubah Password ... 90
Gambar 4.14 Rancangan Form Input Data Supplier ... 91
Gambar 4.15 Rancangan Form Input Golongan Obat ... 91
Gambar 4.16 Rancangan Form Input Data Obat... 92
Gambar 4.17 Rancangan Form Input Data Pegawai... 92
Gambar 4.18 Rancangan Form Transaksi Pembelian ... 93
Gambar 4.19 Rancangan Form Transaksi Penjualan ... 94
Gambar 4.20 Rancangan Laporan Transaksi Pembelian ... 95
Gambar 4.21 Rancangan Laporan Penjualan ... 96
Gambar 4.22 Rancangan Laporan Stok Obat... 96
Gambar 4.23 Rancangan Surat Pesanan Obat... 97
Gambar 4.24 Rancangan Kwiitansi / Nota... 97
Gambar 5.1 Form Login... 105
Gambar 5.2 Pesan Konfirmasi ... 106
Gambar 5.3 Form Menu Utama ... 106
Gambar 5.4 Form Ubah Password ... 107
Gambar 5.5 Konfirmasi Kesalahan Input... 107
Gambar 5.6 Pesan Konfirmasi Verifikasi ... 107
Gambar 5.7 Form Input Data Obat ... 108
Gambar 5.8 Form Input Data Supplier... 109
xii
Gambar 5.13 Form Pemesanan Obat ... 115
Gambar 5.14 Surat Pemesanan Obat... 116
Gambar 5.15 Form Pembelian Obat... 116
Gambar 5.16 Form Hapus Transaksi Pembelian... 117
Gambar 5.17 Form Laporan Penjualan ... 118
Gambar 5.18 Laporan Penjualan Per Periode ... 118
Gambar 5.19 Form Laporan Pembelian ... 119
Gambar 5.20 Laporan Pembelian Obat Per Periode ... 120
Gambar 5.21 Form Laporan Stok Obat... 120
Gambar 5.22 Pesan Konfirmasi pada Laporan Pembelian... 121
Gambar 5.23 Laporan Stok Seluruh Obat Per Periode ... 121
Gambar 5.24 Laporan Stok Obat Berdasarkan Kode... 122
Gambar 5.25 Lapoan Stok Obat Berdasarkan Golongan ... 122
Gambar 5.26 Form About ... 123
Gambar 5.27 Tampilan Awal Penginstalan ... 123
Gambar 5.28 Tampilan Change Directory ... 124
Gambar 5.29 Tampilan Program Group... 124
Gambar 5.30 Proses Installasi ... 125
Untuk memahami lebih jelas dari definisi Sistem Informasi, kita harus lebih memahami terlebih dahulu dari definisi susunan Sistem Informasi. Sistem Informasi tersusun dari 2 kata yaitu sistem dan informasi. Masing-masing kata tersebut memiliki pengertian tersendiri yang akan dijelaskan secara terperinci di sub bab Definisi Sistem dan Informasi.
2.1.1 Definisi Sistem
Secara sederhana sistem dapat diartikan sebagai suatu kumpulan atau himpunan dari unsur atau variabel-variabel yang saling terorganisasi, saling berinteraksi, dan saling bergantung satu sama lain. Murdick dan Ross (1993)
mendefinisikan sistem sebagai seperangkat elemen yang digabungkan satu dengan yang lainnya untuk suatu tujuan bersama. Sementara, definisi sistem dalam kamus Webster’s Unbriged adalah elemen-elemen yang saling berhubungan dan membentuk satu kesatuan organisasi.
Menurut Scott (1996), sistem terdiri dari unsur-unsur seperti masukan
(input), pengolahan (processing), serta keluaran (output). Ciri pokok sistem
Gambar 2.1 Model Sistem
Gambar diatas menunjukkan bahwa sistem atau pendekatan sistem minimal harus mempunyai empat komponen, yakni masukkan , pengolahan, keluaran dan balikan atau kontrol.
Sementara Mc. Leod (1995) mendefinisikan sistem sebagai sekelompok elemen-elemen yang terintegrasi dengan maksud yang sama untuk mencapai tujuan. Sumber daya mengalir dari elemen output dan untuk menjamin prosesnya berjalan dengan baik maka dihubungkan dengan mekanisme control. Untuk lebih jelasnya elemen sistem tersebut dapat digambarkan dengan model sebagai berikut:
Gambar 2.2 Model hubungan elemen-elemen sistem.
Banyak ahli mengajukkan konsep sistem dengan deskripsi yang berbeda, tetapi pada prinsipnya hampir sama dengan konsep dasar sistem umumnya. Schronderberg (1971) dalam Suradinata (1996) secara ringkas menjelaskan bahwa sistem adalah :
1. Komponen-komponen yang saling berhubungan satu sama lain. 2. Suatu keseluruhan tanpa memisahkan komponen pembentuknya. 3. Bersama-sama dalam mencapai tujuan.
4. Memiliki input dan output yang dibutuhkan oleh sistem yang lainnya. 5. Terdapat proses yang mengubah input menjadi output.
6. Menunjukan adanya entropi. 7. Memiliki aturan.
8. Memiliki subsistem yang lebih kecil. 9. Memiliki deferensiasi antar subsistem.
10.Memiliki tujuan yang sama meskipun mulainya berbeda.
2.1.2 Definisi Informasi
Informasi adalah data yang telah diolah menjadi suatu bentuk yang berarti bagi penerimanya dan bermanfaat dalam pengambilan keputusan saat ini atau mendatang (Davis,1995). Mc Leod (1995) mengatakan bahwa informasi adalah data yang telah diproses, atau data yang memiliki arti. Selain itu Informasi juga merupakan hasil dari pengolahan data, akan tetapi tidak semua hasil dari pengolahan data tersebut bisa menjadi informasi.
1. Ketepatan waktu (timeliness)
Ketepatan waktu suatu laporan merupakan hal penting bagi tujuan pengendalian. Deteksi dini terhadap penyimpanan yang besar mampu mengatasi masalah sebelum masalah tersebut berubah menjadi tidak terkendali.
2. Kuantifibilitas (quantifiability)
Kuantifibilitas mengacu pada tingkat kesulitan dalam menyajikan suatu kejadian dalam bentuk numerik.
3. Akurasi (accuracy)
Akurasi berkaitan dengan tingkat kemampuan dari sekumpulan informasi untuk mengukur apa yang seharusnya diukur.
4. Kepadatan ( cinciseness)
Kepadatan berkaitan dengan kerincian derajat informasi secara umum, laporan yang padat mengarah pada pokok masalah.
5. Relevansi (relevance)
Relevansi berkaitan dengan seberapa baik hubungan antara suatu informasi dengan suatu masalah keputusan tertentu.
2.1.3 Definisi Sistem Informasi
Sistem Informasi merupakan komponen-komponen dari subsistem yang saling berhubungan dan bekerja sama secara harmonis untuk mencapai satu tujuan yaitu mengolah data menjadi informasi. Untuk memahami pengertian Sistem Informasi, harus dilihat dari keterkaitan antara data dan informasi sebagai entitas penting pembentuk sistem informasi. Data merupakan nilai, keadaan, sifat yang berdiri sendiri lepas dari konteks apapun. Sementara informasi adalah data yang telah diolah menjadi sebuah bentuk yang berarti bagi penerimanya dan bermanfaat bagi dalam pengambilan keputusan saat ini atau mendatang (Davis,1995). Mc Leod (1995) mengatakan bahwa informasi adalah data yang telah diproses, atau data yang memiliki arti.
Gambar 2.3 Konsep Sistem Informasi
2.1.4 Karakteristik Sistem
1. Batasan (Boundary) : Penggambaran dari suatu elemen atau unsure mana yang termasuk di dalam sistem dan mana yang d luar sistem 2. Lingkungan (environment) : Segala sesuatu di luar sistem, lingkungan
3. Masukan (input) : Sumber daya (data, bahan baku, peralatan, energi ) dari lingkungan yang dikonsumsi dan dimanipulasi oleh suatu system. 4. Keluaran (output) : Sumber daya atau produk (informasi, laporan,
dokumen, tampilan layer computer, barang jadi ) yang disediakan untuk lingkungan system oleh kegiatan dalam suatu system.
5. Komponen (component) : Kegiatan-kegiatan atau proses dalam suatu sistem yang mentransformasikan input menjadi bentuk setengah jadi (output). Komponen ini bisa merupakan subsistem dari sebuah sistem 6. Penghubung (interface) : tempat di mana komponen atau system dan
lingkungannya bertemu atau berinteraksi.
7. Penyimpanan (storage) : Area yang dikuasai dan digunakan untuk penyimpanan sementara dan tetap dari informasi, energi, bahan baku dan lain sebagainya. Penyimpanan merupakan suatu media penyangga diantara komponen tersebut bekerja dengan berbagai tingkatan yang ada dan memungkinkan komponen yang berbeda dari berbagai data yang sama.
2.1.5 Komponen Sistem
Stair (1992) menjelelaskaan bahwa sistem informasi berbasis komputer (CBIS) terdiri dari komponen-komponen berikut :
b. Perangkat lunak, yaitu program dan instruksi yang diberikan ke komputer.
c. Database, yaitu kumpulan data dan informasi yang diorganisasikan sedemikian rupa sehingga mudah diakses pengguna sistem informasi. d. Telekomunikasi, yaitu komunikasi yang menghubungkan antara
pengguna sistem dengan sistem komputer secara bersama-sama ke dalam suatu jatingan kerja yang efektif.
e. Manusia, yaitu personel dari sistem informasi meliputi manajer, analis programmer, dan operator, serta bertanggung jawab terhadap perawatan sistem.
2.2 Definisi – definisi dari kasus yang dianalisis
Definisi dari yang berkaitan dari kasus yang dianalisis akan dipaparkan diantarannya, pengertian inventory, pengertian penjualan, pengertian pembelian, serta pengertian Obat.
2.2.1 Pengertian Inventory
Tujuan kedua pengukuran inventory lainnya adalah untuk menyajikan nilai barang-barang perusahaan didalam komponen neraca (laporan keuangan).
Tujuan ketiga pengukuran inventory adalah membantu investor untuk memprediksi arus kas dikemudian hari, yaitu dipandang dari jumlah inventory sebagai resources yang akan mendukung arus kas dan jumlah inventory yang akan dijual kemudian hari dan akan mempengaruhi arus kas keluar.
2.2.2 Definisi Penjualan
Penjualan merupakan salah satu fungsi dari pemasaran atau bagian dari kegiatan pemasaran. Penjualan sangat penting dan menentukan karena suatu perusahaan untuk dapat melakukan suatu penjualan yang baik harus mempunyai pemasaran yang baik. Dalam proses penjualan harus menyediakan keputusan bagi masing-masing pihak yang terlibat agar tidak ada pihak yang merasa dikecewakan.
Sistem penjualan merupakan pola hubungan antara bagian-bagian yang saling berkaitan untuk melakukan kegiatan yaitu memproses data penjualan sehingga dihasilkan data yang cepat, tepat dan akurat yang memuaskan keinginan kedua belah pihak baik pihak penjual maupun pihak pembeli.
Penjualan dibagi menjadi dua, yaitu:
b. Penjualan secara tunai yaitu penjualan yang dilakukan apabila perusahaan menjual produk secara langsung kepada pembeli dan dibayar pada saat itu juga oleh pembeli.
Penjualan adalah suatu usaha yang terpadu untuk mengembangkan rencana-rencana strategis yang diarahkan pada usaha pemuasan kebutuhan dan
keinginan pemebeli, guna mendapatkan penjualan yang menghasilkan laba
(Marwan, 1991). Penjualan merupakan sumber hidup suatu perusahaan, karena dari penjualan dapat diperoleh laba serta suatu usaha memikat konsumen yang diusahakan untuk mengetahui daya tarik mereka sehingga dapat mengetahui hasil produk yang dihasikan.
2.2.3 Definisi Pembelian
Pembelian merupakan suatu tindakan untuk memenuhi kebutuhan, maka, pembelian adalah suatu proses yang sangat penting yang akan menunjang pada tepenuhinya kekurangan. Pembelian juga merupakan proses terjadinya pengadaan barang yang tergolong kurang memenuhi kebutuhan yang diperlukan.
2.2.4 Pengertian Obat
atau gejala-gejala pada manusia atau hewan; atau (2) dalam pemulihan, perbaikan atau perubahan fungsi organik pada tubuh manusia atau hewan. Obat dapat merupakan bahan yang disintesis di dalam tubuh (misalnya : hormon, vitamin D) atau merupakan bahan-bahan kimia yang tidak disintesis di dalam tubuh.
Penggolongan sederhana dapat diketahui dari definisi yang lengkap di atas, yaitu obat untuk manusia dan obat untuk hewan. Selain itu ada beberapa penggolongan obat yang lain, dimana penggolongan obat itu dimaksudkan untuk peningkatan keamanan dan ketepatan penggunaan serta pengamanan distribusi. Berdasarkan undang-undang obat digolongkan dalam :
1. Obat Bebas 2. Obat Keras
3. Obat Psikotropika dan Narkotika
Berikut penjabaran masin-masing golongan tersebut :
1. OBAT BEBAS
Obat bebas adalah obat yang boleh digunakan tanpa resep dokter (disebut obat OTC = Over The Counter), terdiri atas obat bebas dan obat bebas terbatas.
a. Obat Bebas
b. Obat Bebas Terbatas
Obat bebas terbatas, yakni obat-obatan yang dalam jumlah tertentu masih bisa dibeli di apotek, tanpa resep dokter, memakai tanda lingkaran biru bergaris tepi hitam. Contohnya, obat anti mabuk (Antimo), anti flu (Noza). Pada kemasan obat seperti ini biasanya tertera peringatan yang bertanda kotak kecil berdasar warna gelap atau kotak putik bergaris tepi hitam, dengan tulisan:
P.No.1:Awas! Obat keras. Bacalah aturan pemakaiannya. P.No.2:Awas! Obat keras. Hanya untuk bagian luar dari badan. P.No.3:Awas! Obat keras. Tidak boleh ditelan.
P.No.4:Awas! Obat keras. Hanya untuk dibakar. P.No.5:Awas! Obat keras. Obat Wasir, jangan ditelan
2. OBAT KERAS
Obat keras (dulu disebut obat daftar G = Geyaarliik = berbahaya)yaitu obat berkhasiat keras yang untuk memperolehnya harus dengan resep dokter, memakai tanda lingkaran merah bergaris tepi hitam dengan tulisan huruf K di dalamnya. Obat-obatan yang termasuk dalam golongan ini adalah antibiotik (tetrasiklin, penisilin, dan sebagainya), serta obat-obatan yang mengandung hormon (obat kencing manis, obat penenang dll). Obat-obat ini berkhasiat keras dan bila dipakai sembarangan bisa berbahaya bahkan meracuni tubuh, memperparah penyakit atau menyebabkan kematian.
3. PSIKOTROPIKA DAN NARKOTIKA
Obat-obatan ini sama dengan narkoba yang kita kenal dapat menimbulkan ketegihan dengan segala konsekuensi yang sudah kita tahu. Karena itu, obat-obat ini mulai dari pembuatannya sampai pemakaiannya diawasi ketat oleh Pemerintah dan hanya boleh diserahkan oleh apotek atas resep dokter. Tiap bulan apotek wajib melaporkan pembelian dan pemakaiannya pada pemerintah.
a. PSIKOTROPIKA
Psikotropika adalah zat/obat yang dapat menurunkan aktivitas otak atau merangsang susunan syaraf pusat dan menimbulkan kelainan perilaku, disertai dengan timbulnya halusinasi (mengkhayal), ilusi, gangguan cara berpikir, perubahan alam perasaan dan dapat menyebabkan ketergantungan serta mempunyai efek stimulasi (merangsang) bagi para pemakainya. Jenis – jenis yang termasuk psikotropika : ectasy, sabu-sabu dll.
b. NARKOTIKA
Opiod (Opiat)
Bahan-bahan opioida yang sering disalah gunakan diantaranya: Morfin, heroin (putaw), Codein, Damerol (pethidina), Methadone.
2.3 Jaringan Komputer
Menjelaskan mengenai definisi jaringan komputer, jenis – jenis jaringan komputer, topologi jaringan komputer dan manfaat jaringan komputer. Arsitektur fisik jaringan identik dengan topologi yang akan digunakan dalam jaringan tersebut. Dengan arsitektur fisik jaringan, pengguna jarinngan dapat menentukan topologi mana saja yang cocok untuk digunakan dalam jaringan.
2.3.1 Pengertian Jaringan Komputer
Jaringan komputer adalah “interkoneksi” antara dua komputer autonomous
atau lebih, yang terhubung dengan media transmisi kabel atau tanpa kabel (wireless). Autonomous adalah apabila sebuah komputer tidak melakukan kontrol terhadap komputer lain dengan akses penuh, sehingga dapat membuat komputer lain, restart, shutdown, kehilangan file atau kerusakan sistem. Dalam definisi networking yang lain autonomous dijelaskan sebagai jaringan yang independent dengan manajemen sistem sendiri , memiliki topologi jaringan, hardware dan software sendiri dan dikoneksikan dengan jaringan autonomuos yang lain. (Internet merupakan contoh kumpulan jaringan autonomous yang sangat besar)
teks, audio maupun video, bergerak melalui kabel atau tanpa kabel (wireless) sehingga memungkinkan pengguna komputer dalam jaringan komputer dapat saling bertukar file/data, mencetak pada printer yang sama menggunakan hardware/software yang terhubung dalam jaringan bersama-sama.
Tiap komputer, printer atau periferal yang terhubung dalam jaringan disebut dengan “node”. Sebuah jaringan komputer sekurang-kurangnya terdiri dari dua unit komputer atau lebih, dapat berjumlah puluhan komputer, ribuan bahkan jutaan node yang terhubung satu sama lain
2.3.2 Jenis-jenis Jaringan Komputer
Jaringan komputer dapat di bedakan berdasarkan cakupan geografisnya. Ada empat kategori utama jaringan komputer yaitu :
1. LAN (Local Area Network )
LAN digunakan untuk menghubungkan komputerr yang berada di dalam suatu area yang kecil, misalnya di dalam suatu gedung perkantoran atau kampus. Jarak antar komputer yang dihubungkannya bisa mencapai 5 sampai 10 km. Suatu LAN biasanya bekerja pada kecepatan mulai 10 Mbps sampai 100 Mbps. LAN menjadi populer karena memungkinkan banyak pengguna untuk memakai sumber daya secara bersama-sama. Contoh dari sumberdaya yang digunakan
2. MAN ( Metropolitan Area Network )
Jangkauan MAN bisa mencapai 10 km sampai beberapa ratus km. Suatu MAN biasanya bekerja pada kecepatan 1,5 sampai 150 Mbps. 3. WAN (Wide Area Network )
WAN dirancang untuk menghubungkan komputer-komputer yang terletak pada suatu cakupan geografis yang luas, seperti hubungan dari satu kota ke kota lain dalam suatu negara. Cakupan WAN bisa meliputi 100 km sampai 1000 km
4. GAN ( Global Area Network )
GAN merupakan suatu jaringan yang menghubungkan negara – negara seluruh dunia. Kecepatan GAN bervariasi mulai dari 1,5 Mbps sampai dengan 100 Gbps dan cakupannya mencapai ribuan kilometer. Contoh yang paling baik dari GAN ini adalah Internet.
LAN, MAN, WAN, dan GAN dapat berinteraksi satu sama lain.
2.3.3Topologi Jaringan Komputer
Topologi secara fisik dari suatu jaringan local adalah menunjuk kepada konfigurasi kabel, komputer, dan perangkat lainnya. Setiap topologi memiliki karakteristik yang berbada-beda dan masing-masing juga memiliki keuntungan dan kerugian. Tpologi tidak bergantung kepada medianya. Physical Topologi adalah bagaimana kabel digelar sedangkan Logical Topologi adalah bagaimana jaringan ( network ) bekerja pada ‘physical wiring’.
1. Linear Bus (Garis Lurus)
Topologi Linear Bus (Garis Lurus) terdiri dari satu jalur kabel utama dimana pada masing-masing ujungnya diberikan sebuah terminator. Semua nodes pada jaringan (file server, workstation, dan perangkat lainnya ) terkoneksi sebuah kabel utama (backbone). Jarngan-jaringan ethernet dan Local Talk menggunakan topologi linear ini.
Gambar 2.4 Topologi Bus ( Sumber: [Kur07] )
2. Star (Bintang)
Topologi model ini dirancang, yang dimana setiap nodes (file server,
workstation, dan perangkat lainnya) terkoneksi ke jaringan melewati sebuah
concentrator.
menggunakan kabel Twisted Pair, dan dapat digunakan pula kabel coaxial
atau kabel fibre optic.
Gambar 2.5 Topologi Star ( Sumber: [Kur07] )
Kelebihan topologi star (Bintang)
a. Mudah didalam pemasangan dan pengkabelan;
b. Tidak mengakibatkan gangguan pada jaringan ketika akan memasang atau memindahkan perangkat lainnya;
c. Mudah untuk mendeteksi kesalahan dan memindahkan perangkat-perangkat lainnya;
Kekurangan topologi Star:
a. mebutuhkan lebih banyak kabel daripada topologi linear bus;
b. Membutuhkan concentrator, dan bilamana concentrator tersebut rusak maka semua node yang terkoneksi tidak dapat terdeteksi;
c. Lebih mahal daripada topologi linear bus, karena biaya untuk pengadaan
3. Ring (Cincin)
Topologi Ring (Cincin) menggunakan teknik konfigurasi yang sama dengan topologi star tetapi pada topologi ini terlihat bahwa jalur media transmisi menyerupai suatu lingkaran tertutup menyerupai cincin (lingkaran), sehingga diberi nama topologi bintang dalam lingkaran atau star-wire ring.
Gambar 2.6 Topologi Ring (Sumber : [Kur07])
4. Tree (Pohon)
a. Proses kofigurasi jaringan dilakukan dari titik ke titik pada masing-masing segmen;
b. Didukung oleh banyak perangkat keras dan perangkat lunak Kekurangan Topologi Tree ( Pohon)
a. Keseluruhan panjang kabel pada tiap-tiap segmen dibatasi oleh tipe kabel yang digunakan;
b. Jika jaringan utama (backbone) rusak, maka keseluruhan segmen ikut rusak juga.
c. Sangat relatif sulit untuk di konfigurasi dan proses pengkabelannya dibandingkan topologi jaringan lainnya.
5. Mesh
Mesh topologi dibangun denganmemasang link diantara station-station. Sebuah fully-connected mesh adalah sebuah jaringan diamana setiap terminal terhubung secara langsung ke semua terminal-terminal yang lain. Biasanya digunakan pada jaringan komputer kecil. Topologi ini secara teori memungkinkan akan tetapi tidak praktis
6. Hybrid
Hybrid Network adal;ah network yang dibentuk dari berbagai topologi dan teknologi. Semua Hybrid Network memiliki semua karakteristik dari topologi yang terdapat dalam jaringan tersebut
Gambar 2.8 Topologi Tree/Hybrid [Kur07]
2.3.3.1 Model Hubungan Pada LAN 1. Peer-to-Peer
2.Client Server
Model hubungan client server memungkinkan jaringan untuk mensentralisasi fungsi dan aplikasi kepada satu atau dua dedicated file server
menjadi jantung dari keseluruhan sistem, memungkinkan untuk mengakses sumber daya, dan menyediakan keamanan. Workstation yang berdiri sendiri dapat mengambil sumber daya yang ada pada file server. Model hubungan ini menyediakan mekanisme untuk mengintegrasikan seluruh komponen yang ada di jaringan dan memungkinkan banyak pengguna secara bersama-sama memakai sumberdaya pada file server.
Gambar 2.9 Sistem Jaringan Client-Server
(Sumber :[ FAT] )
2.4 Perangkat Lunak Pendukung untuk Analisis dan Perancangan Objek
database relationalnya. Dan perangkat lunak yang digunakan unuk aplikasi dalam yang menyediakan fasilitas operasi untuk memasukkan, melacak, dan memodifikasi data ke dalam database, mendefinisikan data baru, serta mengolah data menjadi informasi yang dibutuhkan, menggunakan Visual Basic 6.0, sebagai program aplikasinya.
2.4.1 Definisi SQL Server 2000
SQL Server 2000 merupakan salah satu produk DBMS ( Database
Management System ) yang dibuat oleh Microsoft . SQL Server 2000 menawarkan
beberapa fitur di dalam mengelola database, ada 2 fitur yang biasa digunakan untuk mengelola database di dalam SQL server 2000, yaitu :
1. Menggunakan Enterprise Manager
Fitur ini relatif mudah digunakan karena mode pengelolaannya berbasis GUI (Graphical User Interface). Oleh karena itu, cukup denagn metode click and drag. Anda dapat membuat database dan tabel serta manajemen database yang lain dengan mudah.
2. Menggunakan SQL Query Analyzer
membuat tabel, menghapus database, menghapus tabel, menyisipkan data, mengubah data, dan lain-lain.
2.4.2 Sekilas Tentang Visual Basic 6.0
Visual Basic adalah salah satu development tools untuk membangun aplikasi dalam lingkungan Windows. Dalam pengembangan aplikasi, visual Basic menggunakan pendekatan visual untuk merancang user interface dalam bentuk form, sedangkan untuk codingnya menggunakan bahasa basic yang cenderung mudah dipelajari. Visual basic telah menjadi tools yang terkenal bagi para pemula maupun developer. Dalam lingkungan Window’s User-Interface sangat memegang peranan penting, karena dalam pemakaian aplikasi yang kita buat pemakai senantiasa berinteraksi dengan user-interface tanpa menyadari dibelakangnya berjalan instruksi-instruksi program yang mendukung tampilan dan proses yang dilakukan.
Pada pemrograman visual, pengembangan aplikasi dimulai dengan pembentukan user interface, kemudian mengatur properti dari objek-objek yang digunakan dalam user-interface, dan baru dilekukan penulisan kode program untuk menangani kejadian-kejadian (event). Tahap pengembangan aplikasi demikian dikenal dengan istilah pengembangan aplikasi dengan pendekatan Bottom Up.
1) IDE Visual Basic
aplikasinya. Dengan menggunakan IDE programmer dapat membuat user interface, melakukan koding, melakukan testing dan debuging serta mengkompilasi program menjadi executable
2) Tool Box
Jendela toolbox merupakan jendela yang sangat penting bagi anda. Dari jendela ini anda dapat mengambil komponen-komponen (object) yang akan ditanamkan pada form untuk membentuk user interface.
Gambar 2.11ToolBox
Adapun secara garis besar fungsi dari masing-masing intrinsic control tersebut adalah sebagai berikut :
Tabel 2.1 Komponen – komponen Tool Box pada Visual Basic 6.0
Komponen (object)
Keterangan
PictureBox Kontrol yang digunakan untuk menampilkan image dengan
format: BMP, DIB (Bitmap), ICO (Icon), CUR (Cursor),
WMF(metafile), EMF(enhanced metafile), GIF, dan JPEG.
Label Kontrol yang digunakan untuk menampilkan teks yang
tidak dapat diperbaiki oleh pemakai
TextBox Kontrol yang mengandung string yang dapat diperbaiki
oleh pemakai, dapat berupa satu baris tunggal / banyak baris
Frame Kontrol yang digunakan sebagai kontainerbagi kontrol
lainnya
CommandBotton Digunakan untuk membangkitkan event proses tertentu
ketika user melakukan klik.
CheckBox Digunakan untuk pilihan bernilai yes/no, true/false.
OptionButton Untuk tampilan pilihan option
ListBox Mengandung sejumlah item, dan user dapat memilih lebih
dari satu (bergantung pada property MultiSelect).
ComboBox Merupakan kombinasi dari TextBox dan ListBox dimana
pemasukan data dengan pengetikan maupun pemilihan.
HscrollBar dan
VscrollBar
Digunakan untuk membentuk Scrollbar berdiri sendiri.
Timer Digunakan untuk proses background yang diaktifkan
berdasarkan interval waktu tertentu.
DriveListBox,
DirListBox, dan
FileListBox
Shape dan Line Digunakan untuk membuat bentuk seperti, garis, persegi, bulatan, oval.
Image Berfungsi menyerupai imagebox, tetapi tidak dapat
digunakan sebagai kontainer bagi kontrol lainnya.
Data Digunakan untuk data binding
4.1 Analisis Sistem Yang Berjalan
Analisis sistem adalah sebuah istilah yang secara kolektif mendesripsikan fase-fase awal pengembangan sistem. Analisis sistem adalah teknik pemecahan masalah yang menguraikan bagian komponen dengan mempelajari bagian-bagian komponen tersebut bekerja dan berinteraksi untuk mencapai tujuan. Analisis sistem merupakan tahapan paling awal dari pengembangan sistem yang menjadi fondasi menentukan keberhasilan sistem informasi yang akan dihasilkan. Analisis sistem adalah penguraian dari suatu sistem informasi yang utuh ke dalam bagian-bagian komponennya dengan maksud untuk mengidentifikasi atau mempelajari suatu sistem yang ada, mengevaluasi permasalahan-permasalahan yang timbul dan membuat laporan dari hasil evaluasi.
4.1.1 Analisis Dokumen
Tabel 4.1 Dokumen yang terlibat dalam Penjualan dan Pembelian Obat
No Dokumen Uraian
1 Resep Deskripsi : Dokumen yang ditulis dokter untuk pasien yang berisi data obat yang harus dibeli/di tebus pasien Fungsi : Untuk menebus obat
Atribut : No. Penjualan, Tanggal, Jenis,Harga.
3 Laporan Keuangan Deskripsi : Dokumen yang berisi laporan pendapatan dan pengeluaran apotik. Sumber : Bag. Keuangan / Administrasi
Fungsi : Untuk menebus obat
Atribut :Tanggal, Rincian Pengeluaran, Rincian Pemasukan
psikotropika) Sumber : Apoteker
Fungsi : Untuk menebus obat
Atribut : Nama Apotik, Alamat, Tanggal, No, Nama Obat, Satuan, Stok Awal, Jml, Stok Akhir.
5 Surat Pesanan Obat
Deskripsi : Dokumen yang berisi tanda bukti pembayaran.
Sumber : Assisten Apoteker
Fungsi : Untuk membeli obat kepada Supplier
Atribut : Tanggal, Nama Apotik, Nama Obat, Banyaknya, Harga
6 Faktur Pembelian Deskripsi : Dokumen yang berisi data faktur pembelian obat dari Supplier.
Sumber : Supplier
Fungsi : Bukti transaksi pembelian obat.
Atribut : No. Faktur, Nama Distributor/Supplier, Nama Obat, Jenis, Harga
7 Kartu Stok Deskripsi : Dokumen yang berisi tentang catatan obat masuk dan obat keluar
Sumber : Assisten Apoteker
Fungsi : Untuk mencatat stok obat dan untuk pembuatan laporan OKT
4.1.2 Analisis Prosedur Yang Sedang Berjalan
Prosedur penjualan dan pembelian obat yang sedang berjalan pada Apotik Riung Bandung diantaranya sebagai berikut :
Pada Bagian Assisten Apoteker :
1. Assisten Apoteker menerima resep dari konsumen / pesanan obat non resep (obat bebas) dari konsumen.
2. Resep yang diberikan konsumen disimpan dan dijadikan arsip.
3. Setiap jenis obat yang terjual ditulis oleh asisten apoteker ke dalam buku. Penulisan arsip penjualan obat dipisah yaitu obat resep dan obat bebas ( non resep ).
4. Assisten apoteker mengecek persediaan obat resep / non resep. Jika obat habis maka Assisten Apoteker membuat SPO ( Surat Pesanan Obat ). 5. Bilamana obat tersedia, dan pesanan obat adalah obat resep maka Assisten
Apoteker membuatkan catatan aturan pakai obat terlebih dahulu sebelum menyerahkan obat dan membuat kwitansi .
6. Jika konsumen membeli obat tanpa resep ( obat bebas ), dan obat tersedia maka Assisten Apoteker membutatkan kwitansi.
7. Kwitansi yang dibuat sebanyak 2 rangkap, satu diberikan kepada konsumen dan satu disimpan sebagai arsip.
Pada Bagian Keuangan / Administrasi
1. Bagian keuangan mencatat perhitungan pendapatan Apotik ke dalam buku Mutasi yang datanya diambil dari dari Arsip/ catatan penjualan Obat resep maupun non resep yang telah di catat oleh Assisten Apoteker.
2. Bagian keuangan juga mencatat perhitungan pengeluaran Apotik ke dalam buku Mutasi dari buku salinan arsip yang dicatat oleh Assisten Apoteker 3. Dari buku Mutasi, Bagian Keuangan membuat laporan Keuangan 4. Laporan Keuangan berisi perhitungan pendapatan dan pengeluaran Apotik. 5. Laporan keuangan diberikan kepada pemilik Apotik.
Pada Bagian Apoteker :
1. Apoteker satu minggu sekali mendata obat – obat keras yang terjual dan yang dibeli dari kartu stok obat.
2. Dari data tersebut, kemudian Apoteker membuat Laporan OKT (Obat Keras Terbatas) untuk diberikan kepada Dinas Kesehatan setiap satu bulan sekali.
Pemilik Apotik :
Pemilik apotik menerima Laporan Penerimaan dan Pengeluaran ( Laporan Keuangan ) yang dibuat oleh Administrasi / Bag. Keuangan.
Supplier :
4.1.2.1 Flowmap Yang Sedang Berjalan
Flowmap adalah diagram aliran data yang menunjukan aliran-aliran data dan proses dari suatu sistem yang sedang berjalan. Adapun flowmap dari Proses penjualan dan pembelian obat yang sedang berjalan pada Apotik Riung Bandung sebagai berikut :
R : Arsip Resep G : Buku catatan Obat Resep yang
terjual
B : Buku catatan Obat Bebas (Non Resep) yang terjual
K : Arsip Kwitansi F : Arsip Faktur
CF : Salinan Faktur LK : Laporan Keuangan SPO : Surat Pemesanan Obat
Lap.OKT: Laporan yang berisi data Obat Keras Terbatas (seperti :narkotika / psikotropika )
DINKES : Dinas Kesehatan
4.1.2.2 Diagram Konteks
Dari Flowmap diatas dapat digambarkan suatu diagram konteks untuk menjelaskan sistem yang sedang berjalan. Pada diagram konteks ini terdapat empat entitas luar yang berhubungan dengan sistem, diantaranya sebagai berikut :
Dari Flowmap dan diagram konteks diatas dapat digambarkan suatu Data
Flow Diagram (DFD Level 1) untuk menjelaskan sistem penjualan dan pembelian
obat yang sedang berjalan pada Apotik Riung. Gambar DFD Level 1 diantaranya sebagai berikut:
Dari Data Flow Diagram (DFD Level 1) diatas dapat digambarkan DFD Level 2 proses 1, untuk menjelaskan dan menjabarkan proses ke satu dari DFD Level 1 pada sistem yang sedang berjalan diantaranya sebagai berikut:
!
Dari Data Flow Diagram (DFD Level 1 ) diatas dapat digambarkan DFD Level 2 proses 1 untuk menjelaskan dan menjabarkan proses ke dua dari DFD Level 1 pada sistem yang sedang berjalan diantaranya sebagai berikut:
# #
Pada sistem yang sedang berjalan pada Apotik Riung Bandung, terdapat banyak proses yang dilakukan secara manual. Terutama dalam pendataan penjualan, pembelian obat, serta pemasukan data yang masih manual melalui pencatatan di banyak buku. Sering terjadi redudansi atau data ganda yang membuat pengolahan data kurang efektif dan efisien.
Data – data arsip disimpan secara terpisah-pisah dan menumpuk sehingga petugas apotek masih sulit dan membutuhkan waktu yang cukup lama dalam pencarian data – data yang diperlukan untuk membuat laporan, baik laporan keuangan, maupun laporan untuk di berikan kepada Dinas Kesehatan.
4.2 Perancangan Sistem
Perancangan sistem atau desain sistem merupakan gambaran mengenai usulan sistem yang dibuat agar mempermudah dalam membuat atau mengembangkan sistem informasi. Selain itu desain sistem juga merupakan sebuah teknik pemecahan masalah yang saling melengkapi (dengan analisis sistem) yang merangkai kembali bagian-bagian komponen menjadi sistem yang lengkap agar dapat memperbaiki sistem ataupun membuat sistem baru yang lebih baik serta untuk mewujudkan kebutuhan sistem.
Dalam perancangan sistem ini akan dibangun suatu perangkat lunak atau sistem yang berbasis komputer. Dengan harapan mampu menangani permasalahan yang ada sebelumnya. Tujuan dari dibangunnya perangkat lunak ini juga diharapkan dapat memberikan beberapa keuntungan di dalam penyajiannya ataupun pelaksanaannya.
4.2.1 Tujuan Perancangan Sistem
Tujuan perancangan sistem merupakan gambaran mengenai usulan sistem yang dibuat agar mempermudah dalam membuat atau mengembangkan sistem informasi.
Adapun beberapa tujuan dari perancangan sistem antara lain :
1. Merancang / mendesain sistem baru yang bertujuan untuk dapat menyelesaikan masalah-masalah yang dihadapi
3. Membantu kelancaran kerja pada Apotik Riung Bandung
4. Dapat mengolah dan memberikan informasi yang dibutuhkan dengan lebih cepat.
5. Memperbaiki penyimpanan data dengan menggunakan database terpusat.
Adapun tahap-tahap yang ada di dalam perancangan suatu sistem adalah sebagai berikut :
1. Perancangan proses (Flowmap, DFD, Kamus data)
2. Perancangan basis data (ERD, Normalisasi, Tabel relasi, Struktur file) 3. Perancangan program (Perancangan input/output, struktur program,
kebutuhan sistem)
4.2.2 Gambaran Umum Sistem Yang Diusulkan
Tahapan-tahapan dalam proses pengolahan data penjualan dan pembelian obat sebagai berikut :
1. Proses yang terjadi pada bag.Assisten Apoteker
1) Assisten Apoteker menerima resep obat maupun nonresep. Setelah itu, Assisten Apoteker menginputkan penjualan obat dan mencetak Kwitansi / Bon Penjualan yang berasal dari tabel Penjualan dan tabel Detail penjualan.
kepada distributor / Supplier. Apotik mendapatkan tanda bukti pembelian berupa Faktur dari Supplier yang kemudian datanya diinputkan ke dalam database
2. Proses yang terjadi pada bag.Keuangan
Bag. keuangan membuat laporan penjualan, laporan pembelian, serta laporan Stok Obat. Laporan – laporan tersebut dibuat dengan mencetak dari Database tabel Penjualan, tabel Pembelian, tabel Obat. Setelah Laporan Dicetak dan diperiksa, laporan tersebut kemudian diserahkan ke Pemilik Apotik Riung Bandung.
3. Proses yang terjadi pada bag. Apoteker
Dari Penjualan dan pembelian obat tersebut Bag. Apoteker membuat laporan OKT yaitu laporan keluar masuknya Obat Keras Terbatas.
4.2.3 Perancangan Proses
Untuk lebih jelas mengenai gambaran sistem informasi yang diusulkan, pada tahapan perancangan proses ini menggunakan alat Bantu yaitu Flowmap,
Diagram Konteks dan Data Flow Diagram (DFD) . Tahapan perancangan ini
4.2.3.1 Flowmap
Bagan Alir Dokumen (Flowmap) merupakan suatu diagram alir yang menunjukan arus dari dokumen yang melalui suatu prosedur kerja tertentu. Adapun Flowmap dari Proses penjualan dan pembelian obat yang sedang berjalan pada Apotik Riung Bandung sebagai berikut :
4.2.3.2 Diagram Konteks
Diagram Konteks merupakan alat untuk struktur analisis. Pendekatan terstruktur ini mencoba untuk menggambarkan sistem secara garis besar atau secara keseluruhan. Dari Flowmap yang diusulkan diatas, maka dapat digambarkan suatu Diagram Konteks (DFD Level 0) untuk menjelaskan sistem penjualan dan pembelian obat pada Apotik Riung Bandung. Gambar DFD Level 1 diantaranya sebagai berikut:
4.2.3.3 Data Flow Diagram
Dari Flowmap dan diagram konteks diatas dapat digambarkan suatu Data
Flow Diagram (DFD Level 1) untuk menjelaskan sistem penjualan dan pembelian
obat yang sedang berjalan pada Apotik Riung. Gambar DFD Level 1 diantaranya sebagai berikut:
4.2.3.4 Kamus Data
Kamus data merupakan sebuah daftar yang terorganisasi dari elemen data yang berhubungan dengan sistem, sehingga pemakai dan analis sistenm akan memiliki pemahaman yang umum mengenai input, output, dan komponen penyimpanan.
1) Penjelasan proses.
1. Modul : 1
Nama modul : Menginput data penjualan Masukan : Data Obat, Data Golongan Keluaran : Data Penjualan
Ringkasan Proses : Proses menginput data penjualan oleh bag.Assisten Apoteker
2. Modul : 2
Nama modul : Mencetak Kwitansi Masukan : Data Penjualan Keluaran : Kwitansi
Ringkasan Proses :Mencetak tanda bukti pembayaran berupa Kwitansi / Bon Penjualan kepada konsumen 3. Modul : 3
Nama modul : Input Pesanan Obat
Masukan : Data obat yang mencapai stok minimum Keluaran : Data pesanan obat
4. Modul : 4
Nama modul : Mencetak SPO
Masukan : warning stok minimum Keluaran : Surat Pemesanan Obat
Ringkasan Proses : Proses mencetak surat pesanan obat setelah obat mencapai batas stok minimum.
5. Modul : 5
Nama modul : Input PembelianObat Masukan : Data pembelian obat
Keluaran : Lap.Transaksi Pembelian, Lap.OKT
Ringkasan Proses : Proses menginputkan data obat yang dibeli dari Supplier
6. Modul : 6
Nama modul : Input Data Supplier Masukan : Data Supplier Keluaran : Data Supplier
Ringkasan Proses : Proses menginputkan data Supplier 7. Modul : 7
Nama modul : Cetak Lap. Transaksi Penjualan Masukan : Data Penjualan
Keluaran : Laporan Penjualan
8. Modul : 8
Nama modul : Cetak Lap. Transaksi Pembelian Masukan : Data Pembelian Obat
Keluaran : Laporan Pembelian
Ringkasan Proses : Proses mencetak data pembelian menjadi laporan pembelian
9. Modul : 8
Nama modul : Cetak Lap. Stok Obat Masukan : Data Obat
Keluaran : Laporan Stok Obat
Ringkasan Proses : Proses mencetak Laporan Stok Obat 10.Modul : 10
Nama modul : Cetak Laporan OKT Masukan : Data Lap.OKT Keluaran : Lap.OKT
2) Penjelasan data flow.
1. Nama Data Flow : Resep Alias : -
Keterkaitan proses : Konsumen – Proses1
Deskripsi : Dokumen yang berisi tentang data- Obat yang akan dibeli konsumen. Struktur data : KdGol, NmObat
3. Nama Data Flow : Data Obat Alias : -
Keterkaitan proses : file Obat – Proses1, file Obat – Proses 9 Deskripsi : File yang berisi tentang data obat lengkap.
Struktur data : KdObat, NmObat, Jenis, Satuan, KdGol, Hrg Jual, Harga beli, Stok min, Stok.
Keterkaitan proses :Proses 1 – File Penjualan, Proses1 – File Detail Penjualan
Struktur data :Tanggal, Nama Obat, Kd Obat, Satuan, Golongan, Harga, Jumlah..
8. Nama Data Flow : Data Pembelian Alias : -
Keterkaitan proses : Proses 5 – File Pembelian, Proses 5 – File Obat.
Deskripsi : Dokumen sebagai bukti pembayaran. Struktur data : NoFaktur, NoPO, TglFaktur.
9. Nama Data Flow : Faktur Alias : -
Keterkaitan proses : Supplier – Proses 5
Deskripsi : Dokumen yang berisi data-data pembelian obat dari supplier
4.2.4 Perancangan Basis Data
Perancangan basis data digunakan untuk menghasilkan suatu database. Dengan adanya kumpulan database dengan perangkat lunak aplikasi yang sering disebut Database Management System (DBMS) bertujuan untuk menyediakan suatu lingkungan yang mudah dan efisien untuk penggunaan, penarikan, dan penyimpanan data dan informasi.
4.2.4.1 Entity Relationship Diagram
ERD (Entity Relationship Diagram) merupakan gambar atau diagram yang menggambarkan hubungan antara objek data.
4.2.4.2 Normalisasi
Normalisasi adalah proses pengelompokkan data ke dalam bentuk tabel atau relasi atau file untuk menyatakan entitas dan hubungan entitas sehingga terwujud satu bentuk database yang mudah untuk dimodifikasi.
Normalisasi adalah teknik yang digunakan untuk memvalidasi model data.Serangkaian aturan diberlakukan pada data model logis untuk meningkatkan pengaturannya.
a. Unnormal
Bentuk Unnormalisasi yang merupa
b. Bentuk Normal Pertama
Inventory Obat = KdObat, NmObat, Jenis, Satuan, KdGolongan, Stok, Stok Minimum, NmGolongan, NoJual, TglJual, IdPegawai, NmPegawai, AlmtPegawai, TelpPegawai, NoPO, TglPO, NoFaktur, TglFaktur, KdSupplier, TglExpired, HrgBeli, Banyak, NmSupplier, TelpSupplier, AlmtSupplier, Kota.
c. Bentuk Normal Kedua
Supplier = KdSupplier*, NmSupplier, TelpSupplier, AlmtSupplier, Kota Golongan = KdGolongan*, NmGolongan
Obat = KdObat*, NmObat, Jenis, Satuan, KdGolongan, Stok, HrgSatuan
Pegawai = IdPegawai*, NmPegawai, AlmtPegawai, TelpPegawai
PO = NoPO*, TglPO, KdSupplier**, TglExpired, KdObat, HrgBeli, Banyak
Pembelian = NoFaktur*, NoPO**, TglFaktur
d. Bentuk Normal Ketiga
Supplier = KdSupplier*, NmSupplier, TelpSupplier, AlmtSupplier, Kota Pegawai = IdPegawai*, NmPegawai, AlmtPegawai, TelpPegawai
Golongan = KdGolongan*, NmGolongan
Obat = KdObat*, NmObat, Jenis, Satuan, KdGolongan, Stok, HrgSatuan
PO = NoPO*, TglFaktur, KdSupplier
Detail_PO = NoPO**, TglExpired, KdObat**, HrgBeli, Banyak Pembelian = NoFaktur*, NoPO**, TglFaktur
Penjualan = NoJual*, TglJual, IdPegawai
Detail_Penjualan = NoJual**, KdObat**, HrgJual, Banyak. Keterangan :
PO = Pemesanan Obat
Detail_PO = Detail Pemesanan Obat * = Primary key
4.2.4.3 Relasi Tabel
Relasi Tabel merupakan pengelompokan data menjadi tabel-tabel yang menunjukan entitas dan relasinya yang berfungsi untuk mengakses data item sedemikian rupa sehingga database mudah dimodifikasi.
Gambar 4.10 Tabel Relasi
4.2.4.4 Struktur File
Tujuan dari perancangan struktur file ini untuk menentukan nama field, type field, lebar field dan keterangan dari field tersebut yang ada pada setiap file. Adapun struktur file pada sistem ini dintaranya sebagai berikut :
Tabel 4.2 Struktur File Supplier Media penyimpanan = Harddisk Organisasi File = Sequential Primary key = NoPO Indeks = File Supplier
Tabel 4.3 Struktur File PO
No Nama File Type Size Keterangan
1 NoPO Char 10 Nomor Pemesanan Obat 2 TglPO Datetime 8 Tanggal Pemesanan Obat 3 KdSup Char 4 Kode Supplier
3. Nama file = Detail_PO Media penyimpanan = Harddisk Organisasi File = Sequential
Tabel 4.4 Struktur File Detail PO No Nama File Type Size Keterangan
1 NoPO Char 10 Nomor Pemesanan Obat 2 TglExpired Datetime 8 Tanggal Kadaluarsa 3 KdObat Varchar 5 Kode Obat
4 HrgBeli Money 8 Harga Beli
5 Banyak Smallint 4 Banyak / jumlah pembelian
4. Nama file = Pembelian Media penyimpanan = Harddisk Organisasi File = Sequential Primary key = KdGol
Tabel 4.5 Struktur File Pembelian No Nama File Type Size Keterangan 1 NoFaktur char 10 Nomor Faktur
2 NoPO char 10 Nomor pemesanan obat 3 TglFaktur datetime 8 Tanggal Faktur
Tabel 4.6 Struktur File Golongan No Nama File Type Size Keterangan
1 KdGolongan char 3 Kode golongan obat 2 NmGolongan char 20 Nama golongan obat
6. Nama file = Obat Media penyimpanan = Harddisk Organisasi File = Sequential Primary key = KdObat Indeks = File Golongan
Tabel 4.7 Struktur File Obat
No Nama File Type Size Keterangan 1 KdObat char 5 Kode obat
2 NmObat varchar 30 Nama obat 3 Jenis varchar 15 Jenis obat 4 Satuan varchar 50 Satuan obat
5 KdGol varchar 25 Kode golongan obat 6 Stok int 3 Jumlah stok / persediaan
obat
7. Nama file = Penjualan Media penyimpanan = Harddisk Organisasi File = Sequential Primary key = NoJual
Tabel 4.8 Struktur File Penjualan No Nama File Type Size Keterangan
1 NoJual char 4 Nomor penjualan / no.nota 2 TglJual datetime 8 Tanggal jual
3 Id_Pegawai char 5 Nomor identitas pegawai
8. Nama file = Detail_Penjualan Media penyimpanan = Harddisk
Organisasi File = Sequential
Indeks = File Penjualan, File Obat
Tabel 4.9 Struktur File Detail Penjualan No Nama File Type Size Keterangan
1 NoJual char 10 Nomor penjualan / no nota 2 KdObat char 5 Kode obat
9. Nama file = Pegawai Media penyimpanan = Harddisk Organisasi File = Sequential Primary key = Id_Pegawai
Tabel 4.10 Struktur File Pegawai No Nama File Type Size Keterangan
1 Id_Pegawai char 4 Nomor identitas pegawai 2 NmPeg varchar 30 Nama Pegawai / karyawan 3 TelpPegawai varchar 15 Nomor telepon pegawai 4 AlmtPeg varchar 50 Alamat pegawai
4.2.4.5 Kodifikasi
Kodifikasi atau pengkodean pada umumnya bertujuan untuk mengklasifikasikan data, mempermudah dalam pemasukan data, mempermudah dalam proses pencarian, dan juga agar tidak terjadi redudansi data. Pengkodean sangat diperlukan dalam terhadap data item tertentu. Sistem pengkodean pada umumnya bertujuan untuk mempermudah pemasukan data, penyusunan data dan pencarian data. Pada sistem informasi ini terdapat kodifikasi pada kode obat, kode supplier.
Artinya : dua digit pertama menunjukan klasifikasi jenis obat Contoh : 400013 = Apialys Syrup
Tabel 4.11 Kodefikasi Obat No Kode Keterangan
1 40 Obat Cair (Syrup)
2 0013 Urutan berdasarkan Abjad dan dosis
2. Kode Supplier
..
! 2
Contoh : S005 = PT.Anugerah Pharmindo Lesatri (Supplier dengan no urut 005)
3. Kode Golongan
Tabel 4.12 Kodefikasi Golongan Obat No Kode Keterangan
1 G01 Obat Resep 2 G02 Obat Bebas 3 G03 Obat Keras Terbatas
4. Id Pegawai
Artinya : Dua digit pertama berupa angka menunjukkan role / hak akses pegawai, tiga digit kode terakhir berupa angka yang menunjukkan Nomor urut pegawai.
Contoh : 10001 = Administrator dengan nomor urut 001 5. No Nota
Contoh : 140708.007 = No penjualan pada tanggal 14 juli 2008 dengan nomor urut penjualan 007.
6. No PO
Contoh : PO090003 = Nomor Pemesanan obat pada tahun 2009 dengan no urut 3
7. No Faktur
!
-- 33 3333
! 4
-Contoh : F090105 = Nomor Faktur pembelian pada tahun 2009 dengan no urut 105
4.2.5 Perancangan Antar Muka
4.2.5.1 Struktur Menu
Struktur menu adalah bentuk umum dari suatu rancangan program untuk memudahkan pemakai dalam menjalankan program komputer sehingga pada saat menjalankan program komputer, user tidak mengalami kesulitan dalam memilih menu-menu yang diinginkan. Pada perancangan ini dibuat menu yang dapat mengintegrasikan seluruh data dalam suatu sistem dan disertai dengan instruksi yang ada pada pilihan menu tersebut. Adapun struktur menu tersebut dapat dilihat pada gambar sebagai berikut :
- / /
2 4 & (
5
1
(
!
6
!
4.2.5.2 Perancangan Input
Perancangan Input (masukan) untuk aplikasi . Perancangan input bertujuan menentukan data-data masukan yang akan digunakan untuk mengoperasikan sistem. Data-data masukan dapat berupa formulir, faktur dan lain-lain yang berfungsi memberikan data masukan bagi pemprosesan sistem. Pada tahap ini juga perlu ditentukan format data masukan agar sesuai dengan kebutuhan. Adapun gambar perancangan input sebagai berikut :
1. Form Login
Gambar 4.12 Rancangan Form Login
2. Form Ubah Password
3. Form Input Data Supplier
Gambar 4.14 Rancangan Form Input Data Supplier 4. Form Input Golongan Obat
5. Form Input Data Obat
Gambar 4.16 Rancangan Form Input Data Obat 6. Form Input Data Pegawai
7. Form Transaksi Pembelian
8. Form Transaksi Penjualan
4.2.5.3 Perancangan Output
Perancangan Ouput ( keluaran ) untuk aplikasi . Perancangan output bertujuan menentukan data-data keluaran yang akan digunakan untuk mengoperasikan sistem. Data-data keluaran dapat berupa laporan dari hasil input sebelumnya, faktur dan lain-lain yang berfungsi memberikan data masukan bagi pemprosesan sistem. Pada tahap ini juga perlu ditentukan format keluaran agar sesuai dengan kebutuhan.
1. Rancangan Laporan Transaksi Pembelian Obat
2. Rancangan Laporan Transaksi Penjualan
Gambar 4.21 Rancangan Laporan Penjualan
3. Rancangan Laporan Stok Obat
4. Surat Pesanan Obat
Gambar 4.23 Rancangan Surat Pesanan Obat 5. Rancangan Kwitansi / Nota Penjualan
4.2.6 Perancangan Arsitektur Jaringan
Perancangan Arsitektur jaringan (Desain Arsitektur) adalah perencanaan bagaimana sistem akan didistribusikan di antara komputer-komputer yang ada dan perangkat lunak serta perangkat lunak apa yang akan digunakan untuk masing-masing komputer.
Pada perancangan arsitektur jaringan, Topologi jaringan yang akan digunakan adalah topologi star. Dengan adanya kabel tersendiri untuk setiap workstation ke server, maka bandwidth atau lebar jalur komunikasi dalam kabel akan semakin lebar sehingga akan meningkatkan unjuk kerja jaringan secara keseluruhan, dan juga bila terdapat gangguan di suatu jalur kabel, maka gangguan hanya terjadi dalam komunikasi antar workstation yang bersangkutan dengan server. Jaringan secara keseluruhan tidak akan mengalami gangguan.
Pada topologi star, masing-masing workstation dihubungkan ke server atau hub. Adapun alasan dipilihnya topologi ini, antara lain :
1. Mudah dalam mendeteksi kesalahan jaringan karena kontrol terpusat. 2. Fleksibel dalam hal pemasangan jaringan baru, tanpa mempengaruhi
jaringan yang lain.
3. Jika satu kabel koneksi putus, maka hanya user yang bersangkutan saja yang tidak berfungsi dan tidak mempengaruhi user yang lain.