• Tidak ada hasil yang ditemukan

POLITISASI PADA PERGURUAN PAKU BANTEN DALAM MENDUKUNG DRS. SJACHROEDIN Z.P PADA PEMILIHAN GUBERNUR LAMPUNG 2008

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "POLITISASI PADA PERGURUAN PAKU BANTEN DALAM MENDUKUNG DRS. SJACHROEDIN Z.P PADA PEMILIHAN GUBERNUR LAMPUNG 2008"

Copied!
10
0
0

Teks penuh

(1)

ABSTRAK

POLITISASI PADA PERGURUAN PAKU BANTEN DALAM MENDUKUNG DRS. SJACHROEDIN Z.P PADA PEMILIHAN

GUBERNUR LAMPUNG 2008

Oleh

FERRYZAR AFRIATAMA SEMIDANG

Isu etnisitas adalah salah satu masalah yang menjadi sorotan dalam setiap Pilkada. Contohnya adalah pada saat pemilihan gubernur langsung Provinsi Lampung pada tahun 2008 lalu, adalah munculnya kelompok-kelompok paguyuban atau kekerabatan yang memberikan dukungan terhadap salah satu pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur yang mengikuti Pilgub. Dukungan tersebut sangat mudah kita ketahui karena dukungan tersebut dideklarasikan melalui media massa tetapi ada pula dukungan yang tidak terpublikasikan. Politisasi etnis adalah praktek politik yang menjadikan isu etnis sebagai salah satu instrumen elit politik dalam mencapai tujuan tertentu. Dengan menggandeng etnis tertentu elit politik memanfaatkannya untuk memperoleh dukungan suara dalam Pilkada.

Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan tipe deskriptif. Dimana sumber data diperoleh dengan secara sengaja (purposive) dengan jumlah informan 4 (empat orang) yaitu Prof. Dr. Sunarto, S.H, M.H (Akademisi), Hi. Mukri M.Z (Guru Besar Paku Banten), Drs. Hi. Dadang Iskandar (Sekretaris Umum Paku Banten), Chairullah Gultom (Mantan Ketua KPU Lampung), Ahmad Rodiani (Warga Banten). Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara mendalam dan dokumentasi. Sedangkan teknik analisis data menggunakan prosedur reduksi data, penyajian data dan verifikasi data.

Hasil dari penelitian ini adalah untuk mengetahui ada apa dibalik instruksi dari Guru Besar Paku Banten Hi. Mukri M.Z untuk memilih Sjachroedin Z.P pada Pilgub 2008. Selain itu keberadaan Drs. Hi. Sjachroedin Z.P sebagai Ketua Dewan Pembina Paku Banten menjadikan alasan mengapa Perguruan Paku Banten harus mendukung Sjachroedin Z.P pada Pilgub 2008. dengan menggunakan posisinya sebagai Ketua Dewan Pembina dari Perguruan Paku Banten, Sjachroedin Z.P mendapatkan dukungan dari seluruh anggota dari Perguruan Paku Banten. Dalam hal ini Sjachroedin Z.P telah melakukan politisasi terhadap anggota Perguruan Paku Banten pada Pemilihan Gubernur Lampung 2008 lalu. Selain itu faktor dari kepemimipinan dari Hi. Mukri M.Z dan kedekatan dengan Sjachroedin Z.P juga berpengaruh terhadap keputusan untuk mendukung Sjachroedin Z.P pada Pemilihan Gubernur Lampung 2008.

(2)

ABSTRACT

POLITICIZATION ON PERGURUAN PAKU BANTEN TO SUPPORT DRS. Hi. SJAHCROEDIN Z.P ON ELECTION OF GOVERNOR

LAMPUNG 2008

By

FERRYZAR AFRIATAMA SEMIDANG

The issues of ethnicity is one of the problems that were highlighted in every election. For example when the direct election of Lampung Province in 2008, was the emergence of community groups or kinship that provide support for one candidate pair Governor and Deputy Governor of follow Pilgub. Support is very easy because we know that support is declared through the media but there is also support that no unpublished. Politicization of ethnicity is a political practice that makes the ethnic issue as one of the instruments of the political elite in achieving certain goals. By holding specific ethnic political elites exploit to gain support in electoral votes. The purpose of this research is to determine how the Organization of base on Bantenese ( Java Serang) Perguruan Paku Banten in supporting the election of Drs. Sjachroedin ZP as the Governor of Lampung 2009-2014 period can occur.

This study uses qualitative research methods with the type of descriptive. Where is the source of the data obtained by using the purposive sampling with the number of informants 4 (four peoples) is Prof. Dr. Sunarto, S.H, M.H (Academics), Hi. Mukri M.Z (Guru Besar Paku Banten), Drs. Hi. Dadang Iskandar (General Secretary of Paku Banten), Chairullah Gultom (Former Chairman of the Election Commission Lampung), Ahmad Rodiani (Citizens Banten). Data collection techniques using in-depth interviews and documentation. While the data analysis techniques using data reduction procedures, presentation of data and verification data.

(3)

decision to support the Sjachroedin Z.P in on Election of Governor Lampung 2008.

(4)

I. PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Isu Etnisitas adalah isu yang sangat rentan menjadi komoditi politik pada setiap Pemilihan Kepala Daerah. Hal ini dikarenakan etnis bisa saja dimobilisasi dan dimanipulasi hanya untuk kepentingan beberapa kelompok. Keheterogenan bangsa Indonesia, merupakan faktor yang menyebabkan politisasi etnis berkembang di masyarakat. Heterogenitas adalah warna tersendiri dalam seluruh aspek kehidupan bernegara. Tentunya perbedaan tersebut merupakan entitas kebangsaan yang harus dibanggakan, karena dari kebhinekaan itu pula integrasi nasional terbentuk, walaupun konsekuensi logis dari negara kebangsaan yang heterogen adalah resiko terkotak-kotak dan ancaman timbulnya disintegrasi.

(5)

2

Pemilihan Kepala Daerah secara langsung merupakan wujud dari pembelajaran demokrasi untuk tingkat daerah. Karena pada tingkat daerahlah konflik-konflik politik sangat rentan terjadi. Pilkada bukan hanya memilih penguasa daerah, tetapi lebih merupakan mencari pemimpin yang mampu melayani dan mengabdi untuk kepentingan seluruh rakyatnya. Pola pikir lama yang lebih menempatkan Kepala Daerah sebagai penguasa yang harus dilayani, semestinya dirubah secara radikal menjadi pemimpin yang sesungguhnya bertugas memberikan pelayanan pada masyarakat.

Berdasarkan hal tersebut, semua energi daerah perlu dicurahkan untuk memilih pemimpin terbaik bagi kemajuan dan kesejahteraan daerahnya selama proses pilkada. Disinilah pentingnya kampanye program yang harus dikedepankan, dari pada kampanye yang hanya mengeksploitasi isu-isu primordial, betapapun hal itu sulit dihindari. Merebaknya konflik yang terjadi di daerah yang sebelumnya aman, merupakan realitas bahwa sumber konflik tidak hanya bermuara pada permasalahan primordial atau suku, agama, ras dan antar golongan (SARA) sebagaimana yang banyak dicemaskan selama ini, tetapi juga hal-hal lain.

(6)

3

Politik etnisitas sendiri merupakan :

“praktek politik yang berdasarkan identitas kelompok etnis, yang merupakan kontras dari praktek politik yang berdasarkan kepentingan (interest). Politik etnisitas merupakan bentuk mobilisasi politik atas dasar identitas kolektif etnis, yang sebelumnya disembunyikan, ditekan, atau diabaikan oleh kelompok dominan atau oleh agenda politik. Dengan demikian politik etnisitas menggunakan etnis sebagai basis tindakan politik, bukan berbasis pada kepentingan. Dengan kata lain, jika etnis dijadikan sebagai instrumen politik maka terjadilah politisasi etnis”.(Sumber : Maryanah, Tabah. 2007. Politisasi Etnis : Strategi Politik Etnis Lampung Memanfaatkan Liberalisasi Politik dalam Rekruitmen Jabatan Publik di Provinsi Lampung Tahun 1999-2007. Tesis. Program Studi Ilmu Politik. Universitas Gadjah Mada. Yogyakarta.)

Berbagai bentuk ikatan primordialisme/etnis yang melekat dalam alam bawah sadar manusia itu mudah sekali dibangkitkan atau ditumbuhkan untuk berbagai tujuan dan kepentingan. Oleh karena itu, mereka yang merasa terikat dalam ikatan primordial mudah sekali digerakkan atau dimobilisasi untuk tujuan politik seperti pilkada, apalagi jika pelaksanaan pilkada itu dimaknai sebagai suatu ancaman terhadap kepentingan dan eksistensi kelompok etnis tertentu.

Kelompok etnis yang merasa akan dirugikan atau sebaliknya akan diuntungkan tentunya akan merapatkan barisan atau melakukan konsolidasi berdasarkan pembelahan etnik, agama, atau golongan. Sejarah dan persepsi buruk itu mudah sekali dieksploitir untuk membangkitkan kesadaran kolektif dan memperkuat ikatan kelompok.

(7)

4

persaingan yang bukan mustahil akan berujung pada bentuk permusuhan secara kolektif. Jika tidak ada resolusinya, seperti perdamaian dan dialog untuk membangun saling pengertian guna meredakan ketegangan dan permusuhan, maka pada puncaknya akan terjadi semacam pertikaian kolektif dalam bentuk kekerasan massal.

Khusus di Provinsi Lampung tahun ini akan mengagendakan beberapa pilkada disetiap daerah. Hal ini sangat rentan sekali terjadinya politisasi etnis ataupun mobilisasi dari berbagai pihak terhadap suatu perkumpulan etnis tertentu. Dilain pihak banyak para calon yang sudah mendapat atau pun mengklaim mendapatkan dukungan dari berbagai pihak. Kemudian ada juga beberapa calon kepala daerah yang mendapatkan posisi penting pada suatu organisasi-organisasi yang berbasis massa, seperti paguyuban dan sebagainya. Hal ini tidak lain sebagai salah satu upaya kedua belah pihak untuk mencapai tujuannya masing-masing.

(8)

5

polemik baru yang menurut pandangan penulis cukup krusial dan berpotensi menimbulkan konflik, apabila ketika dukungan yang diberikan mengatasnamakan suku, agama atau ras tertentu.

Terdapat suatu tanda tanya besar terhadap tindakan ataupun manuver yang dilakukan kedua belah pihak tersebut. Mengapa banyak calon kepala daerah pihak-pihak seperti organisasi-organisasi massa ataupun paguyuban merasa perlu untuk menjalin kerjasama tersebut. Padahal, latar belakang dari calon kepala daerah tersebut tidak ada hubungannya dengan organisasi-organisasi massa tersebut. Kecenderungan politisasi etnis dimungkinkan terjadi pada kerjasama kedua belah pihak tersebut.

Berkaitan dengan penelitian ini, penulis tertarik untuk meneliti ada hubungan apakah antara Perguruan Paku Banten dan beberapa kepala daerah yang bertarung pada pilkada. Untuk kasus pada penelitian ini, ada beberapa calon yang menggunakan Perguruan Paku Banten sebagai salah satu alat untuk memenangkan Pilkada selain partai politik. Berdasarkan analisis penulis sendiri, ada anggapan apabila para calon kepala daerah tidak mendapat dukungan dari warga Banten, calon tersebut akan kalah.

(9)

6

B. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang di atas, maka dapat dirumuskan permasalahan dalam penelitian ini sebagai berikut :

1. Apakah terjadi Politisasi pada Organisasi Massa Perguruan Paku Banten dalam mendukung terpilihnya Drs. Sjachroedin Z.P pada Pemilhan Gubernur Lampung 2008

2. Apakah Faktor Kepemimpinan Hi. Mukri M.Z sebagai Guru Besar pada Paku Banten dapat mempengaruhi Warga Banten dalam menentukan pilihan.

C. Tujuan Penelitian

Sesuai dengan rumusan masalah maka tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana Politisasi pada Organisasi Massa Perguruan Paku Banten dalam mendukung terpilihnya Drs. Sjachroedin Z.P sebagai Gubernur Lampung periode 2009-2014 dapat terjadi serta bagaimana tanggapan anggota dari Paku Banten dan warga Banten itu sendiri dalam menanggapi kebijakan tersebut

D. Kegunaan Penelitian

Adapun kegunaan penelitian ini adalah:

1. Mengetahui dinamika politik lokal, khususnya menjelang Pemilukada yang akan berlangsung tahun 2010.

(10)

7

Referensi

Dokumen terkait

Metafora je preneseno zna č enje koje se proteže kroz cijelu reklamu i na taj na č in prenosi samu poruku. prosinca 2012.) Metafori č ko zna č enje ove reklame poruke bilo bi to

Bagian pertama tentang pendekatan dalam kajian etika komunikasi yaitu pendekatan kultural guna menganalisis perilaku pelaku profesi komunikasi dan pendekatan strukrural

Aplikasi ini dapat digunakan sebagai gadget pribadi yang mempunyai fungsi sebagai alat bantu baca buku dengan scan gambar melalui kamera default bawaan android pada buku

Kelurahan Jomblang sendiri terdapat 12 warga yang ikut berpartisipasi dalam peningkatan SDM KSB di tahun 2015 (BPBD 2016). Bencana yang terjadi tidak hanya merusak

a. Semakin berkembangnya media massa sekarang ini mempengaruhi cepatnya informasi sampai pada pengamatnya. Informasi yang beredar dengan sangat cepat terkadang

Sehingga dalam penelitian ini metode pembelajaran yang efektif dalam mempelajari bentuk molekul dengan memberikan pengalaman langsung adalah metode pembelajaran

Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa penggunaan media pembelajaran interaktif dengan menggunakan kvisoft flipbook maker dapat meningkatkan hasil belajar siswa, namun

Dengan adanya tantangan alam yang sering dialami, maka bangsa Mesopotamia sangat takut pada kekuatan alam yang dapat memusnahkan bangsa ini.. Situasi demikian