• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pengembangan Multimedia Pedoman Pelaksanaan Tata Cara Ibadah Haji

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2016

Membagikan "Pengembangan Multimedia Pedoman Pelaksanaan Tata Cara Ibadah Haji"

Copied!
94
0
0

Teks penuh

(1)

SKRIPSI

SITI REZEKI

061401005

PROGRAM S1 ILMU KOMPUTER

DEPARTEMEN ILMU KOMPUTER

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA

(2)

PENGEMBANGAN MULTIMEDIA PEDOMAN PELAKSANAAN TATA CARA IBADAH HAJI

SKRIPSI

Diajukan untuk melengkapi tugas dan memenuhi syarat mencapai gelar Sarjana Komputer

SITI REZEKI 061401005

PROGRAM STUDI S1 ILMU KOMPUTER DEPARTEMEN ILMU KOMPUTER

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS SUMATERA UTARA

(3)

PERSETUJUAN

Judul : PENGEMBANGAN MULTIMEDIA PEDOMAN

PELAKSANAAN TATA CARA IBADAH HAJI

Kategori : SKRIPSI

Nama : SITI REZEKI

Nomor Induk Mahasiswa : 061401005

Program Studi : S1 ILMU KOMPUTER

Departemen : ILMU KOMPUTER

Fakultas : MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN

ALAM (FMIPA) UNIVERSITAS SUMATERA UTARA

Diluluskan di Medan,

Komisi Pembimbing :

Pembimbing 2 Pembimbing 1

M. Andri B, ST, M. CompSc, MEM Prof. Dr. Tulus, M. Si NIP. 197510082008011011 NIP. 196209011988031002

Diketahui/Disetujui oleh

Departemen Ilmu Komputer FMIPA USU Ketua,

(4)

PERNYATAAN

PENGEMBANGAN MULTIMEDIA PEDOMAN TATA CARA PELAKSANAAN IBADAH HAJI

SKRIPSI

Saya mengakui bahwa skripsi ini adalah hasil karya saya sendiri, kecuali beberapa kutipan dan ringkasan yang masing-masing disebutkan sumbernya.

Medan, Februari 2011

(5)

PENGHARGAAN

Alhamdulillah, puji dan syukur penulis panjatkan kepada Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan karunia Nya sehingga skripsi ini dapat diselesaikan dengan baik.

Ucapan terimakasih penulis sampaikan kepada Bapak Prof. Dr. Tulus, M.Si selaku dosen pembimbing I dan Bapak M. Andri B, ST, M.CompSc, MEM selaku dosen pembimbing II yang telah meluangkan waktunya untuk membimbing dan memberi saran terhadap skripsi ini. Penulis juga ingin mengucapkan terimakasih kepada Bapak Syahriol Sitorus S.Si, MIT selaku dosen pembanding I dan Bapak M. Umar Tjokroaminoto, ST selaku dosen pembanding II yang telah memberikan kritik dan saran untuk perbaikan skripsi ini, Bapak Dr. Poltak Sihombing, M. Kom selaku ketua Program Studi Ilmu Komputer, Dekan dan pembantu dekan Fakultas MIPA Universitas Sumatera Utara dan seluruh Dosen Program Studi S1 Ilmu Komputer Fakultas MIPA Universitas Sumatera Utara yang telah memberikan ilmu yang bermanfaat kepada penulis selama kuliah.

Ucapan terimakasih teristimewa ditujukan kepada kedua orangtua penulis, Ayahanda Rusli Nasution dan ibunda Hj. Maimunah Simatupang yang selalu tanpa henti mendoakan dan memotivasi penulis dalam menyelesaikan penulisan skripsi ini, Adik, kakak, dan abang tersayang yang membantu memberikan semangat dan menyumbangkan sarannya.

(6)

ABSTRAK

Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi semakin lama semakin meningkat dan mencakup sebagian besar aspek kehidupan manusia misalnya dalam bidang pendidikan. Salah satu pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi dalam bidang pendidikan adalah Pembelajaran Berbantuan Komputer atau Computer Aided

Instruction (CAI). CAI sangat efektif sebagai sarana pembelajaran karena lebih

(7)

MULTIMEDIA DEVELOPMENT OF GUIDELINES PROCEDURES FOR THE HAJJ

ABSTRACT

(8)

DAFTAR ISI

Halaman

Persetujuan ii

Pernyataan iii

Penghargaan iv

Abstrak v

Abstract vi

Daftar Isi vii

Daftar Tabel x

Daftar Gambar xi

Bab 1 Pendahuluan 1

1.1 Latar Belakang Masalah 1

1.2 Rumusan Masalah 3

1.3 Batasan Masalah 3

1.4 Tujuan Penelitian 3

1.5 Manfaat Penelitian 4

1.6 Metodologi Penelitian 4

1.7 Sistematika Penulisan 5

Bab 2 Landasan Teori 7

2.1 Multimedia 7

2.1.1 Pembagian Multimedia 8

2.1.2 Sistem Interaktif 11

2.2 Pembelajaran Berbantuan Komputer 12

2.2.1 Tipe-Tipe CAI 12

2.2.2 Teknik Pembelajaran Pada Tutorial dan Simulasi 14

2.2.3 Kelebihan dan Kelemahan PBK 15

2.2.3.1 Kelebihan PBK 15

2.2.3.2 Kelemahan PBK 16

2.3 Macromedia Flash Professional 8 16

2.4 Ibadah Umrah 18

2.4.1 Syarat, Rukun dan Wajib Umrah 19

2.4.2 Pelaksanaan Umrah 20

2.5 Ibadah Haji 20

2.5.1 Syarat, Rukun dan Wajib Haji 20

2.5.2 Istilah-Istilah dalam Ibadah Haji 21

2.5.3 Jenis-Jenis Haji 27

2.5.3.1 Haji Ifrad 27

2.5.3.2 Haji Tamattu’ 28

2.5.3.3 Haji Qiran 29

(9)

Bab 3 Perancangan Sistem 31 3.1 Metodologi Pengembangan Sistem Multimedia 31

3.2 Pemodelan Sistem 33

3.3 Data Flow Diagram 35

3.4 Flowchart 37

3.5 Storyboard 41

3.6 Rancangan Tampilan 42

3.6.1 Rancangan Tampilan Halaman Judul 42

3.6.2 Rancangan Tampilan Halaman Utama 43

3.6.3 Rancangan Tampilan Halaman Materi 43

3.6.4 Rancangan Tampilan Halaman Animasi 46

3.6.5 Rancangan Tampilan Halaman Latihan 47

3.6.6 Rancangan Tampilan Halaman Hasil Latihan 48

3.6.7 Rancangan Tampilan Halaman About 49

Bab 4 Implementasi 50

4.1 Implementasi 50

4.2 Tampilan Aplikasi 50

4.2.1 Tampilan Halaman Judul 50

4.2.2 Tampilan Halaman Utama 51

4.2.3 Tampilan Halaman Materi 52

4.2.4 Tampilan Halaman Animasi 54

4.2.5 Tampilan Halaman Latihan 56

4.2.6 Tampilan Halaman Hasil Latihan 57

4.2.7 Tampilan Halaman About 58

4.3 Pengujian Aplikasi 59

4.3.1 Pengujian Alpha 59

4.3.1.1 Proses Tekan Tombol Play 59

4.3.1.2 Proses Tekan Tombol Haji 60

4.3.1.3 Proses Tekan Tombol Umrah 60

4.3.1.4 Proses Tekan Tombol Haji Ifrad 61 4.3.1.5 Proses Tekan Tombol Haji Tamattu’ 62 4.3.1.6 Proses Tekan Tombol Haji Qiran 62

4.3.1.7 Proses Tekan Tombol Animasi 63

4.3.1.8 Proses Tekan Tombol Latihan 63

4.3.2 Pengujian Beta 64

4.3.3 Hasil Pengujian Aspek Multimedia 64

4.3.4 Hasil Pengujian Aspek Pembelajaran 66

4.3.5 Hasil Pengujian Aspek Penggunaan 68

4.3.6 Penilaian Aplikasi Secara Keseluruhan 70

Bab 5 Kesimpulan dan Saran 72

5.1 Kesimpulan 72

5.2 Saran 73

Daftar Pustaka 74

(10)

Lampiran 2: Kuisioner Pengujian Aspek Multimedia 80 Lampiran 3: Kuisioner Pengujian Aspek Pembelajaran 81

(11)

DAFTAR TABEL

Halaman

Tabel 4.1 Hasil Pengujian Tekan Tombol Play 59

Tabel 4.2 Hasil Pengujian Tekan Tombol Haji 60

Tabel 4.3 Hasil Pengujian Tekan Tombol Umrah 61

Tabel 4.4 Hasil Pengujian Tekan Tombol Haji Ifrad 61 Tabel 4.5 Hasil Pengujian Tekan Tombol Haji Tamattu’ 62 Tabel 4.6 Hasil Pengujian Tekan Tombol Haji Qiran 62

Tabel 4.7 Hasil Pengujian Tekan Tombol Animasi 63

Tabel 4.8 Hasil Pengujian Tekan Tombol Latihan 64

(12)

DAFTAR GAMBAR

Halaman

Gambar 2.1 Multimedia Production 9

Gambar 2.2Multimedia Production dan Multimedia Broadcasting/Publishing 10 Gambar 2.3 Keterkaitan antara Multimedia Production dengan Multimedia

Broadcasting/Publishing 10

Gambar 2.4 Skema Perjalanan Haji 30

Gambar 3.1 Metodologi Pengembangan Multimedia 31

Gambar 3.2 Model Pengembangan Multimedia Pedoman Pelaksanaan Tata Cara

Ibadah Haji 34

Gambar 3.3 Diagram Konteks Pengembangan Multimedia Pedoman Pelaksanaan

Tata Cara Ibadah Haji 35

Gambar 3.4DFD level 1 Pengembangan Multimedia Pedoman Pelaksanaan Tata

Cara Ibadah Haji 36

Gambar 3.5 Flowchart Pengembangan Multimedia Pedoman Pelaksanaan Tata

Cara Ibadah Haji 37

Gambar 3.6 Flowchart Halaman Materi Umrah 38

Gambar 3.7 Flowchart Halaman Materi Haji 38

Gambar 3.8 Flowchart Halaman Materi Haji Ifrad 39

Gambar 3.9 Flowchart Halaman Materi Haji Tamattu’ 39 Gambar 3.10 Flowchart Halaman Materi Haji Qiran 40

Gambar 3.11 Flowchart Halaman Animasi 40

Gambar 3.12 Flowchart Halaman Latihan 41

Gambar 3.13 Rancangan Tampilan Halaman Judul 42

Gambar 3.14 Rancangan Tampilan Halaman Utama 43

Gambar 3.15 Rancangan Tampilan Halaman Materi Haji 44 Gambar 3.16 Rancangan Tampilan Halaman Materi Umrah 44 Gambar 3.17 Rancangan Tampilan Halaman Materi Haji Ifrad 45 Gambar 3.18 Rancangan Tampilan Halaman Materi Haji Tamattu’ 45 Gambar 3.19 Rancangan Tampilan Halaman Materi Haji Qiran 46

Gambar 3.20 Rancangan Tampilan Halaman Animasi 46

Gambar 3.21 Rancangan Tampilan Halaman Animasi Pelaksanaan Ibadah Haji

dan Umrah 47

Gambar 3.22 Rancangan Tampilan Halaman Latihan 48

Gambar 3.23 Rancangan Tampilan Halaman Hasil Latihan 48

Gambar 3.24 Rancangan Tampilan Halaman About 49

Gambar 4.1 Tampilan Halaman Judul 51

Gambar 4.2 Tampilan Halaman Utama 51

Gambar 4.3 Tampilan Halaman Materi Haji 52

Gambar 4.4 Tampilan Halaman Materi Umrah 53

Gambar 4.5 Tampilan Halaman Materi Haji Ifrad 53

Gambar 4.6 Tampilan Halaman Materi Haji Tamattu’ 54

Gambar 4.7 Tampilan Halaman Materi Haji Qiran 54

Gambar 4.8 Tampilan Halaman Animasi 55

Gambar 4.9 Tampilan Halaman Urutan Animasi 55

(13)

Gambar 4.11 Tampilan Halaman Soal Latihan 57 Gambar 4.12 Tampilan Halaman Hasil Latihan Berhasil 57

Gambar 4.13 Tampilan Halaman Hasil Latihan Gagal 58

Gambar 4.14 Tampilan Halaman About 58

(14)

ABSTRAK

Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi semakin lama semakin meningkat dan mencakup sebagian besar aspek kehidupan manusia misalnya dalam bidang pendidikan. Salah satu pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi dalam bidang pendidikan adalah Pembelajaran Berbantuan Komputer atau Computer Aided

Instruction (CAI). CAI sangat efektif sebagai sarana pembelajaran karena lebih

(15)

MULTIMEDIA DEVELOPMENT OF GUIDELINES PROCEDURES FOR THE HAJJ

ABSTRACT

(16)

BAB 1

PENDAHULUAN

1.1Latar Belakang Masalah

Perkembangan teknologi komputer semakin lama semakin meningkat dan hampir

meliputi sebagian besar bidang kehidupan seperti pemerintahan, pendidikan, industri,

telekomunikasi, dan penyiaran. Teknologi komputer banyak dijadikan sebagai alat

yang membantu dan mempermudah pengajaran mengenai suatu materi.

T.A. Lathief Rousydiy (1994, hal 2) menyatakan bahwa ibadah haji adalah

mengunjungi Makkah untuk mengerjakan ibadah thawaf, sa’i, wukuf di Arafah dan

serangkaian ibadah lainnya dalam rangka memenuhi titah perintah Allah dan karena

mengharap keridhaan-Nya.

Firman Allah SWT dalam Q.S. Ali Imran: 96-97 yang artinya:

“Sesungguhnya rumah yang pertama didirikan bagi manusia, (untuk menyembah

Allah) ialah yang terdapat di Bakkah (Makkah) yang diberkahi dan jadi pedoman

bagi seluruh alam. Di sana terdapat fakta nyata, yaitu maqam (tempat berdiri)

Ibrahim. Siapa yang memasukinya akan beroleh keamanan. Dan menjadi kewajiban

bagi manusia terhadap Allah buat mengunjungi rumah itu, yaitu siapa yang mampu

berjalan ke sana. Dan siapa yang ingkar, maka sesungguhnya Allah Maha Kaya dari

seluruh alam.”

Ayat ini menjadi dasar pokok yang menyatakan kewajiban untuk menunaikan

ibadah haji. Ibadah haji merupakan rukun Islam yang terakhir setelah syahadat, shalat,

(17)

melaksanakan ibadah haji ditujukan kepada yang mampu baik rohani maupun jasmani

dan tentu saja harus mampu dari segi ekonomi.

Menunaikan ibadah haji adalah hal yang diidamkan oleh kaum muslimin di

seluruh dunia. Hal itu terbukti dengan meningkatnya jumlah calon jamaah haji dari

tahun ke tahun. Selama ini calon jamaah haji hanya mempelajari dan memahami

pelaksanaan tata cara ibadah haji melalui buku-buku bimbingan manasik haji yang

diberikan oleh Kementrian Agama yang bersifat konvensional sebagai standar dan

silabus pelatihan ibadah haji. Di dalam buku-buku manasik haji kebanyakan isinya

berupa teks sehingga terasa rumit dan membosankan.

Salah satu pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam bidang

pendidikan adalah Pembelajaran Berbantuan Komputer (PBK) atau Computer Aided

Instruction (CAI). Computer Aided Instruction (CAI) merupakan suatu sistem

pembelajaran dan pengajaran yang mendayagunakan perangkat komputer sebagai alat

bantu dalam proses belajar mengajar. Computer Aided Instruction adalah

pengembangan dari teknologi informasi terpadu yang saling mendukung yakni

pencitraan, audio, video dan komunikasi atau yang disebut dengan sebutan teknologi

multimedia.

Sejumlah penelitian membuktikan bahwa penggunaan multimedia dalam

pembelajaran menunjang efektivitas dan efesiensi proses pembelajaran. Menurut

Mashudi (2010), Francis M. Drawer telah melakukan penelitian yang hasilnya

menyatakan bahwa setelah lebih dari tiga hari pada umumnya manusia dapat

mengingat pesan yang disampaikan melalui tulisan sebesar 10%, pesan audio 10%,

visual 30%, audio visual 50%, dan apabila ditambah dengan melakukannya, maka

akan mencapai 80%.

Oleh sebab itu, penulis ingin membuat tugas akhir yang berjudul

Pengembangan Multimedia Pedoman Pelaksanaan Tata Cara Ibadah Haji. Di dalam multimedia ini akan terdapat simulasi tentang bagaimana urutan pelaksanaan

tata cara ibadah haji dan tutorial yang berisi materi dari pelaksanaan kegiatan ibadah

(18)

mengenai pelaksanaan kegiatan ibadah haji secara berurutan akan lebih baik, lebih

efisien karena tidak membutuhkan biaya yang besar, materi menjadi lebih menarik

karena dilengkapi dengan animasi, audio, teks, dan gambar.

1.2Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah tersebut maka dapat dirumuskan bahwa

permasalahan yang ada adalah sebagai berikut:

a. Bagaimana membuat multimedia tersebut menjadi materi yang menarik dan

hampir sesuai dengan suasana aslinya.

b. Bagaimana membuat simulasi kegiatan pelaksanaan tata cara ibadah haji

secara lengkap sehingga mudah dipahami oleh user.

1.3Batasan Masalah

Adapun batasan permasalahan dari pengembangan multimedia pedoman tata cara

pelaksanaan ibadah haji ini adalah sebagai berikut:

a. Pedoman pelaksanaan tata cara ibadah haji ini merupakan penggabungan

antara simulasi dan tutorial.

b. Pedoman multimedia ini menjelaskan kegiatan calon jamaah haji seperti umrah

dan haji.

1.4Tujuan Penelitian

Tujuan dari penelitian ini adalah sebagai berikut:

a. Menghasilkan suatu pedoman pelaksanaan tata cara ibadah haji berbasis

multimedia yang menarik dan mudah dipahami oleh user.

b. Mempermudah calon jamaah haji atau user dalam melaksanakan urutan

pelaksanaan kegiatan haji ifrad, tamattu’, dan qiran yang dilengkapi dengan

(19)

1.5Manfaat Penelitian

Manfaat penelitian ini adalah sebagai berikut:

a. Mempermudah pemahaman calon jamaah haji atau user mengenai manasik

haji yang dilengkapi dengan doa dan penjelasan yang lebih menarik.

b. Membandingkan keunggulan antara penggunaan multimedia dengan

buku-buku manasik haji sebagai media pembelajaran.

c. Untuk meningkatkan ilmu pengetahuan penulis terutama mengenai haji dan

cara merancang suatu media pembelajaran yang interaktif.

1.6Metode Penelitian

Adapun metode penelitian ini adalah sebagai berikut:

a. Studi literatur

Mengumpulkan bahan-bahan yang berkaitan dengan materi multimedia dan

ibadah haji yang berguna sebagai acuan dalam menyelesaikan tugas akhir ini

baik dari buku maupun internet.

b. Perencanaan sistem

Membuat garis besar tentang ide dan tujuan kebutuhan untuk mengidentifikasi

bagaimana membuat setiap ide dan tujuan dapat bekerja di dalam sistem yang

dibuat. Merencanakan mengenai ide kreatif dan kemampuan multimedia apa

yang diperlukan untuk mendukung sistem agar terlihat menarik, mudah

dipahami materinya, dan rencana waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan

sistem. Merancang dan mendesain interface, menu, submenu, animasi, dan

alur tata cara pelaksanaan ibadah haji tersebut.

c. Perancangan sistem

Melakukan desain yang sudah dirincikan di dalam perencanaan sistem menjadi

sistem yang siap untuk diuji coba.

d. Pengujian sistem

Melakukan pengujian terhadap sistem yang sudah dibuat untuk memastikan

bahwa sistem tersebut sudah sesuai dengan tujuan sistem dan dapat berjalan

(20)

e. Penyusunan laporan

Menyusun laporan mengenai sistem yang telah dibangun secara keseluruhan.

1.7Sistematika Penulisan

Sistematika penulisan tugas akhir ini terdiri dari lima bab, masing-masing bab

diuraikan sebagai berikut:

BAB 1 PENDAHULUAN

Menjelaskan Latar Belakang Masalah, Rumusan Masalah, Batasan

Masalah, Tujuan Penelitian, Manfaat Penelitian, Metode Penelitian dan

Sistematika Penulisan.

BAB 2 LANDASAN TEORI

Berisi penjelasan mengenai Multimedia, Pembelajaran Berbantuan

Komputer/Computer Aided Instruction (CAI), penjelasan mengenai

Macromedia Flash Professional 8 dan penjelasan mengenai Ibadah

Haji dan Umrah

BAB 3 PERANCANGAN SISTEM

Membahas analisa perancangan sistem pembelajaran berbantuan

komputer yang meliputi Metode Pengembangan Sistem Multimedia,

Diagram Aliran Data, Flowchart, dan Storyboard.

BAB 4 IMPLEMENTASI

Berisi gambaran rancangan struktur program dan desain antar muka,

serta memberikan gambaran dari rancang bangun yang lengkap kepada

user dan pemakai komputer yang lain serta implementasinya yaitu

(21)

BAB 5 KESIMPULAN DAN SARAN

Menjelaskan kesimpulan dan saran yang coba disampaikan penulis

guna melengkapi dan menyempurnakan pengembangan pembelajaran

(22)

BAB 2

LANDASAN TEORI

2.1 Multimedia

Dony Ariyus (2009, hal 2) menyatakan bahwa “multimedia adalah suatu teknologi

yang menggabungkan berbagai sumber media seperti teks, grafik, suara, animasi,

video, dan sebagainya, yang disampaikan dan dikontrol oleh sistem komputer secara

interaktif”. Multimedia pembelajaran yang interaktif harus memiliki lebih dari satu

media yang konvergen misalnya menggabungkan unsur audio dan visual, memiliki

kemampuan untuk mengakomodasi respon pengguna, dan mempermudah pemahaman

materi pembelajaran yang lengkap dan menarik sehingga pengguna bisa

menggunakannya tanpa bimbingan orang lain.

Tay Vaughan (2006, hal 3) menyatakan bahwa multimedia merupakan

kombinasi dari teks, grafis, seni, suara, animasi, dan video yang dimanipulasi secara

digital. Meskipun definisi multimedia sangat sederhana, cara untuk menjalankannya

sangat kompleks. Namun harus diketahui bagaimana cara menggunakan peranti dan

teknologi komputer multimedia untuk menggabungkan semua elemen secara bersama.

Dudy Misky (2005, hal 180) mendefinisikan multimedia sebagai suatu PC,

sistem dokumen, dan lain-lain yang mengkombinasikan teks, grafik, suara, film atau

(23)

2.1.1 Pembagian Multimedia

Di dalam blognya, Maroebeni (2010) menyatakan bahwa multimedia dapat dibagi

menjadi dua kategori yaitu multimedia content production dan multimedia

communication dengan definisi sebagai berikut:

a. Multimedia Content Production

Multimedia content production adalah penggunaan dan pemrosesan beberapa media

(text, audio, graphics, animation, video, and interactivity) yang berbeda untuk

menyampaikan informasi atau menghasilkan produk multimedia (music, video, film,

game, entertaiment, dan lain-lain). Atau penggunaan sejumlah teknologi yang berbeda

yang memungkinkan untuk menggabungkan media (text, audio, graphics, animation,

video, and interactivity) dengan cara yang baru untuk tujuan komunikasi.

Dalam kategori ini media yang digunakan adalah sebagai berikut:

1. Text.

2. Audio.

3. Video.

4. Animation.

5. Graphic / Image.

6. Interactivity.

(24)

Media yang digunakan untuk membuat multimedia production dapat dilihat

pada Gambar 2.1.

Gambar 2.1 Multimedia Production (Mashudi 2010)

b. Multimedia Communication

Multimedia communication adalah menggunakan media seperti televisi, radio, cetak,

dan internet, untuk mempublikasikan/menyiarkan/mengkomunikasikan material

advertising, public-city, entertaiment, news, education, dan lain-lain. Multimedia

communication juga dikenal dengan istilah multimedia broadcasting/publishing.

Dalam kategori ini media yang digunakan adalah sebagai berikut:

1. Television.

2. Radio.

3. Film.

4. Printing.

5. Music.

6. Game.

7. Entertaiment.

8. Tutorial.

(25)

Media dalam multimedia communication dapat dilihat pada Gambar 2.2.

Gambar 2.2 Multimedia Production dan Multimedia Broadcasting/Publishing

(Mashudi 2010)

Gambar 2.3 Keterkaitan antara Multimedia Production dengan Multimedia

(26)

2.1.2 Sistem Interaktif

Sistem yang interaktif dibentuk oleh teknik penyajian halaman-halaman pada layar

monitor yang akan diakses oleh pemakai. Di dalam blognya, Maroebeni (2010)

mengemukakan pendapat I. T. Hawryszkiews dan Oetomo yang menyatakan bahwa

untuk membuat halaman multimedia yang inteaktif ada beberapa faktor yang perlu

diperhatikan, yaitu sebagai berikut:

a. Workspace

Tampilan pada layar monitor harus ditata dengan baik dan proporsional, dimana

tidak seluruh ruang yang ada dipenuhi dengan tulisan, gambar atau fasilitas menu.

Hal ini mempertimbangkan kemampuan dan kenyamanan mata dari si pengguna

dalam melakukan scanning. Pembuat halaman multimedia interaktif juga harus

mempertimbangkan sudut yang dibentuk ketika mata bergerak ke kiri terjauh dan

kanan terjauh.

b. Easiness to Use

Pembangunan sistem yang mudah harus memperhatikan derajat di mana pemakai

dapat menggunakan sistem secara mudah karena sistem mudah dipelajari dan

membangkitkan sikap positif setelah berinteraksi.

c. Ergonomic

Sistem yang baik juga harus mempertimbangkan faktor kenyamanan dan

keamanan dalam penggunaan antar halaman multimedia interaktif.

d. Cognitive Psychology

Agar sistem dapat berinteraksi dengan user secara baik, maka harus dirancang

dengan mempertimbangkan faktor psikologis, karena pemahaman seseorang

terhadap sesuatu yang ditatapnya dipengaruhi oleh pengetahuan dan pemahaman

(27)

2.2 Pembelajaran Berbantuan Komputer (PBK)

Perkembangan teknologi yang pesat terutama komputer mempengaruhi aspek

kehidupan masyarakat misalnya dalam pendidikan. Salah satu pemanfaatan Teknologi

Informasi dan Komunikasi dalam bidang pendidikan adalah Pembelajaran Berbantuan

Komputer (PBK) atau Computer Aided Instruction (CAI). Computer Aided Instruction

(CAI) merupakan suatu sistem pembelajaran dan pengajaran yang mendayagunakan

perangkat komputer sebagai alat bantu dalam proses belajar mengajar.

Pembelajaran Berbantuan Komputer adalah aplikasi komputer sebagai bagian

integral dalam sistem pembelajaran terhadap proses belajar dan mengajar yang

bertujuan membantu siswa dalam belajarnya bisa melalui pola interaksi dua arah

melalui terminal komputer mau pun multi arah yang diperluas melalui jaringan

komputer (baik lokal mau pun global) dan juga diperluas fungsinya melalui interface

(antar muka) multimedia (Emithu, 2010).

2.2.1 Tipe-Tipe CAI

Perkembangan teknologi memungkinkan komputer memuat dan menayangkan

beragam bentuk media di dalamnya. Dengan tampilan yang dapat mengkombinasikan

berbagai unsur penyampaian informasi dan pesan, komputer dapat dirancang dan

digunakan sebagai media teknologi yang efektif untuk mempelajari dan mengajarkan

materi pembelajaran yang relevan misalnya rancangan grafis dan animasi. Ada lima

tipe CAI menurut Strickland Patterson yaitu:

a. Tutorial

Software tutorial menyajikan materi yang telah diajarkan atau menyajikan

materi baru yang akan dipelajari. Program ini memberi kesempatan untuk

menambahkan materi pelajaran yang telah dipelajari ataupun yang belum

dipelajari sesuai dengan kurikulum yang ada. Tutorial yang baik adalah

(28)

ilustrasi selanjutnya. Dan juga untuk menerangkan segala informasi untuk

menyajikan dan bagaimana menyajikannya.

b. Simulation

Software simulasi memberikan kesempatan untuk menguji kemampuan pada

aplikasi nyata dengan menciptakan situasi yang mengikutsertakan user untuk

bertindak pada situasi tersebut. Program simulasi yang baik dapat memberikan

suatu lingkungan untuk situasi praktik yang tidak mungkin dapat dilakukan di

ruang kelas atau mengurangi risiko kecelakaan pada lingkungan sebenarnya.

c. Problem Solving

Software problem solving menyajikan masalah-masalah yang harus

diselesaikan oleh user berdasarkan kemampuan yang telah diperoleh. Software

jenis ini memberikan aplikasi dasar strategi pemecahan masalah, analisis akhir,

mencari ruang permasalahan, dan inkubasi. Software ini akan membantu untuk

menciptakan dan mengembangkan strategi pemecahan masalah.

d. Practice and Drill

Program ini menyajikan materi pelajaran untuk dipelajari secara berulang.

Tipe program ini adalah cocok dipergunakan sewaktu pengajar menyajikan

latihan soal dengan disertai umpan balik. Tipe perangkat lunak ini sering kali

dipergunakan untuk menambah pelajaran pada bidang matematika atau

faktual. Selama pelaksanaan latihan-latihan soal pada program ini, komputer

dapat menyimpan jawaban yang salah, laporan nilai, contoh jawaban yang

salah dan pengulangan dengan contoh-contoh masalah yang telah dijawab

secara tidak benar.

e. Instructional and Educational Games

Instructional and Educational Games merupakan paket software yang

menciptakan kemampuan pada lingkungan permainan. Permainan diberikan

sebagai alat untuk memotivasi dan membuat siswa untuk melalui prosedur

(29)

2.2.2 Teknik Pembelajaran Pada Tutorial dan Simulasi

Model pembelajaran merupakan kerangka yang menggambarkan prosedur yang

sistematis dalam mengorganisasikan pengalaman belajar untuk mencapai tujuan

belajar tertentu, dan berfungsi sebagai pemandu bagi para perancang desain

pembelajaran dan para pengajar dalam merencanakan dan melaksanakan aktivitas

belajar mengajar. Dalam pembelajaran berbantuan komputer, siswa berinteraksi

dengan komputer seperti ia berinteraksi dengan guru: “One-to-one session.” Bila

materi yang akan diberikan cukup banyak, maka penyajiannya akan diberikan secara

bertahap, mulai dari materi dasar ke tingkat yg lebih tinggi, dan seterusnya.

Model tutorial adalah salah satu jenis model pembelajaran yang memuat

penjelasan,materi, definisi istilah, latihan dan percabangan yang sesuai. Dalam

interaksi tutorial informasi dan pengetahuan yang disajikan sangat komunikatif,

seakan-akan ada tutor atau guru yang mendampingi siswa dan memberikan arahan

kepada siswa. Pada umumnya model tutorial dilengkapi dengan soal-soal latihan dan

disertai umpan balik yang dapat memebrikan penilaian langsung terhadap kemampuan

siswa tersebut.

Ada beberapa langkah model tutorial dalam pembelajaran berbantuan

komputer dalam aplikasi ini, yaitu :

1. Pengenalan (introduction) yaitu pengenalan terhadap aplikasi.

2. Penyajian informasi (presentation of information) yaitu penyajian informasi

bagi pengguna dalam bentuk materi untuk menggunakan aplikasi.

3. Pertanyaan dan respon (question and responses) yaitu memberi pertanyaan

kemudian aplikasi memberi respon yang berbentuk keterangan dan penilaian

(scoring).

4. Penilaian respon (judging responses) yaitu memberi penilaian (scoring).

5. Penutup (clossing) yaitu aplikasi selesai dijalankan.

Simulasi merupakan suatu model atau penyederhanaan dari situasi, obyek, atau

kejadian sesungguhnya. Program CAI dengan metode simulasi memungkinkan siswa

(30)

menanggung resiko yang tidak menyenangkan. Siswa seolah-olah terlibat dan

mengalami kejadian sesungguhnya dan umpan balik diberikan sebagai akibat dari

keputusan yang diberikannya. Isi dari model penyajian simulasi adalah suatu keadaan

yang akan dieksplorasi proses perubahan dan terjadinya. Keuntungan dari model

simulasi adalah berlangsungnya proses dapat diatur kecepatannya. Sehingga apabila

model tutorial digabung dengan model simulasi maka akan efektif sebagai model

pembelajaran dalam banyak bidang studi.

2.2.3 Kelebihan dan Kelemahan PBK

Di dalam bidang pembelajaran, PBK memiliki beberapa kelebihan dan kelemahan jika

dibandingkan dengan media konvensional. Dengan mengetahui kelebihan dan

kelemahannya maka user dapat memilih media mana yang lebih banyak memberikan

keunggulan sesuai kebutuhan user.

2.2.3.1Kelebihan PBK

Ada beberapa kelebihan PBK dibandingkan dengan media konvensional yaitu sebagai

berikut:

a. Meningkatkan interaksi user dengan media pembelajaran.

b. Memberikan kemudahan user secara individu untuk lebih memahami materi

pembelajaran tanpa ada batasan waktu tertentu.

c. Menghemat biaya dan waktu yang digunakan.

d. Tampilan materi lebih menarik sehingga lebih memotivasi dalam belajar.

e. PBK dapat mengevaluasi jawaban atau respon dari user terhadap materi

secara cepat.

(31)

2.2.3.2Kelemahan PBK

Sedangkan kelemahan PBK adalah sebagai berikut:

a. Hanya dapat dijalankan pada komputer dengan spesifikasi tertentu.

b. Komputer tidak mengerti mengenai keadaan user ketika dalam keadaan

belajar misalnya ngantuk dan malas.

c. Komputer hanya merupakan media tambahan pembelajaran dan tidak dapat

menggantikan peranan guru secara keseluruhan.

d. Komputer hanya menerima input tertentu sehingga tidak mampu menjawab

seluruh pertanyaan user.

e. Pengembangan PBK memerlukan waktu, biaya, dan keahlian yang lumayan

besar.

2.3 Macromedia Flash Professional 8

Flash merupakan aplikasi yang digunakan unuk melakukan desain dan membangun

perangkat presentasi, publikasi, atau aplikasi lainnya yang membutuhkan ketersediaan

sarana interaksi dengan penggunanya dan biasanya terdiri atas kombinasi teks,

gambar, animasi sederhana, video, atau efek-efek khusus lainnya. Macromedia Flash

Profesional 8 merupakan program berorientasi objek, mampu mendesain gambar

berbasis objek dan dapat dimanfaatkan dalam membuat situs web. Program ini biasa

digunakan dalam pembuatan animasi, games, aplikasi web, dan pembelajaran

multimedia.

Dalam membuat sebuah aplikasi menggunakan Macromedia Flash Professional

8, terdapat beberapa konsep dasar meliputi animasi, movie, objek, teks, sound dan

simbol. Dalam merancang aplikasi Flash, terdapat beberapa bagian dari Flash yang

dapat memudahkan kita dalam merancang aplikasi, bagian itu meliputi Library,

(32)

1. Library

Library berfungsi dalam menyimpan item animasi seperti objek grafik, teks,

objek suara, objek video, dan objek tombol. Untuk mengakses library tersebut

maka dapat dilakukan dengan cara klik File > import to library.

2. Control Panel

Control panel berfungsi sebagai tombol dalam menjalankan animasi yang

dibuat baik dalam simbol maupun scene. Melalui control panel maka dapat

menjalankan animasi, me-rewind animasi ataupun men-stop animasi yang

sedang berlangsung. Untuk mengakses menu control panel maka cukup klik

Window > Toolbar > Controller, maka akan muncul panel controller pada

bagian atas toolbar yaitu Library panel simbol yang terekam di Library.

3. Action Script

Actionscript dikerjakan pada panel actions. Untuk menulis actionscript maka

terlebih dahulu mengaktifkan panel actions dengan menekan keyboard pada

tombol F9. Ada tiga macam script yang digunakan yaitu sebagai berikut.

a. Basic Action

Contohnya adalah sebagai berikut:

1. GoTo, digunakan untuk berpindah ke frame atau scene lain.

2. Play, digunakan untuk memainkan sebuah movie atau animasi.

3. Stop, digunakan untuk menghentikan movie atau animasi

4. Stop All Sound, digunakan untuk menghentikan semua sound yang

sedang dimainkan pada flash player.

5. Get URL, digunakan untuk berpindah ke alamat link tertentu.

6. LoadMovie, digunakan untuk menjalankan file SWF lain pada flash

player.

7. UnloadMovie, digunakan untuk menutup file SWF lain yang sedang

dijalankan pada flash Player.

8. FSCommand, digunakan untuk mengatur setting flash player yang

(33)

b. Mouse Event

Mouse Event terjadi bila pemakai menggunakan tombol (instant button)

pada suatu movie. Contoh mouse event adalah:

1. On (Press), suatu aksi akan terjadi ketika pemakai meletakkan pointer

pada tombol dan menekan tombol mouse tersebut.

2. On (Release), suatu aksi akan terjadi ketika pemakai meletakkan pointer

pada tombol, menekan tombol (klik kiri mouse) dan melepaskannya.

3. On (Release Outside), suatu aksi terjadi ketika pemakai menekan

tombol dan melepaskannya di luar areal tombol.

4. On (Roll Over), suatu aksi terjadi ketika pemakai menggerakkan pointer

ke area tombol.

5. On (Roll Out), suatu aksi terjadi ketika pemakai menggerakkan pointer

yang semula berada pada area tombol keluar dari area tombol.

6. On (Drag Over), suatu aksi terjadi ketika pemakai meletakkan pointer

pada area tombol, menekan tombol mouse, menggerakkannya ke luar

area tombol dan memasukkan kembali ke area tombol (posisi tombol

dalam keadaan tertekan ketika menggerakkan tombol).

7. On (Drag Out), suatu aksi terjadi ketika pemakai meletakkan pointer

pada area tombol, menekan tombol mouse, menggerakkannya keluar

area tombol.

c. Keyboard Event

Keyboard event akan terjadi jika ditekan suatu tombol karakter, angka,

tombol fungsi, tombol panah (insert, home, left, right). Cara mengaktifkan

perintah ini hampir sama dengan mengaktifkan mouse event.

2.4 Ibadah umrah

Ibadah umrah hukumnya wajib untuk pertama kali sedangkan yang kedua dan

seterusnya sunnah. Biasanya umrah dilaksanakan bersamaan dengan pelaksanaan

ibadah haji. Umrah dapat dilakukan kapan saja kecuali tanggal 9-13 Dzulhijjah.

(34)

di Arafah untuk wukuf. Tanggal 10 Dzulhijjah merupakan hari Nahr karena pada hari

itu dilaksanakan penyembelihan kurban dan dam. Sedangkan tanggal 11, 12, dan 13

Dzulhijjah merupakan hari Tasyrik karena pada hari itu jamaah haji berada di Mina

untuk melontar jumrah dan melaksanakan mabit.

2.4.1 Syarat, Rukun, dan Wajib Umrah

Pada bagian di bawah ini akan dijelaskan mengenai syarat, rukun dan wajib umrah

sebagai berikut.

a. Syarat Umrah

Apabila salah satu syarat ini tidak dipenuhi maka gugurlah kewajiban umrah

seseorang. Syarat umrah yaitu sebagai berikut:

1. Islam.

2. Baligh (dewasa).

3. Berakal sehat.

4. Merdeka (bukan budak).

5. Mampu.

b. Rukun umrah

Apabila salah satu dari enam rukun umrah di bawah ini tidak dikerjakan

maka umrahnya tidak sah. Rukun umrah yaitu sebagai berikut ini:

1. Ihram.

2. Tawaf.

3. Sa’i.

4. Tahallul.

5. Tertib.

c. Wajib Umrah

Apabila ada salah satu wajib haji ini yang tertinggal maka dapat diganti

(35)

2.4.2 Pelaksanaan Umrah

Urutan pelaksanaan ibadah umrah adalah sebagai berikut:

1. Niat ihram.

2. Tawaf.

3. Sa’i.

4. Tahallul.

5. Tertib.

2.5 Ibadah Haji

Haji merupakan rukun Islam yang kelima dan sangat diidamkan oleh seluruh umat

Islam. T.A. Lathief Rousydiy (1994, hal 2) menyatakan bahwa ibadah haji adalah

mengunjungi Makkah untuk mengerjakan ibadah tawaf, sa’i, wukuf di Arafah dan

serangkaian ibadah lainnya dalam rangka memenuhi titah perintah Allah dan karena

mengharap keridhaan-Nya.

Keislaman seseorang tidak akan sempurna sebelum ia mengerjakan haji ke

Baitullah. Meskipun begitu, kewajiban haji hanya ditekankan sekali seumur hidup dan

selebihnya adalah sunnah bagi mereka yang mampu melaksanakannya.

2.5.1 Syarat, Rukun dan Wajib Haji

Pada bagian di bawah ini akan dijelaskan mengenai syarat, rukun dan wajib haji

sebagai berikut.

a. Syarat Haji

Apabila salah satu syarat ini tidak dipenuhi maka gugurlah kewajiban Haji

seseorang. Syarat haji yaitu sebagai berikut:

1. Islam.

2. Baligh (dewasa).

(36)

4. Merdeka (bukan budak).

5. Mampu.

b. Rukun Haji

Apabila salah satu dari enam rukun haji di bawah ini tidakdikerjakan maka

hajinya tidak sah. Rukun haji yaitu sebagai berikut:

1. Ihram.

2. Wukuf di Arafah.

3. Tawaf Ifadah.

4. Sa’i.

5. Tahallul.

6. Tertib.

c. Wajib Haji

Apabila ada salah satu wajib haji ini yang tertinggal maka dapat diganti

dengan dam dan hajinya sah. Wajib haji yaitu sebagai berikut:

1. Niat ihram dari miqat.

2. Berdiam di Arafah.

3. Mabit di Muzdalifah.

4. Melempar jumrah Aqabah.

5. Mabit di Mina.

6. Melontar jumrah Ula, Wustha dan Aqabah.

7. Tawaf Wada’.

2.5.2 Istilah-Istilah dalam Ibadah Haji

Di bawah ini ada beberapa istilah yang terdapat dalam ibadah haji.

a. Ihram

Ihram adalah berniat untuk mulai mengerjakan ibadah haji atau umrah dengan

(37)

sedangkan ibadah haji hanya pada bulan-bulan haji. Ihram haji harus dilakukan

dari miqat yang telah ditentukan. Sebelum berihram dianjurkan bersuci dan

berpakaian ihram.

Niat ihram umrah yaitu sebagai berikut:

ًﺓَﺮْﻤُﻋ

ﱠﻢُﻬﱠﻠﻟﺍ

َﻚْﻴّﺒَﻟ

“Aku penuhi panggilan-Mu, ya Allah untuk berumrah”

Niat ihram haji yaitu sebagai berikut:

ﺎًّﺠَﺣ

ﱠﻢُﻬﱠﻠﻟﺍ

َﻚْﻴّﺒَﻟ

“Aku penuhi panggilan-Mu, ya Allah untuk berhaji”

Niat ihram umrah dan haji yaitu sebagai berikut:

ًﺓَﺮْﻤُﻋَﻭ

ﺎًّﺠَﺣ

ﱠﻢُﻬﱠﻠﻟﺍ

َﻚْﻴّﺒَﻟ

“Aku penuhi panggilan-Mu, ya Allah untuk berhaji dan berumrah”

b. Kalimat talbiyah

Pada waktu umrah, kalimat talbiyah diucapkan setelah niat umrah sampai hendak

memulai tawaf. Sedangkan pada waktu haji, kalimat talbiyah diucapkan setelah

niat haji sampai melontar jumrah Aqabah tanggal 10 Dzulhijjah. Laki-laki

mengucapkan talbiyah dengan suara keras sedangkan wanita cukup didengar

sendiri. Jamah haji dianjurkan memperbanyak membaca kalimat talbiyah sebagai

berikut.

ُﻚْﻠُﻤْﻟﺍَﻭ

َﻚَﻟ

َﺔَﻤْﻌﱢﻨﻟﺍَﻭ

َﺪْﻤَﺤْﻟﺍ

ﱠﻥِﺇ

،

َﻚْﻴّﺒَﻟ

َﻚَﻟ

َﻚْﻳِﺮَﺷ

َﻻ

َﻚْﻴّﺒَﻟ

،

َﻚْﻴّﺒَﻟ

ﱠﻢُﻬﱠﻠﻟﺍ

َﻚْﻴّﺒَﻟ

َﻚَﻟ

َﻚْﻳِﺮَﺷ

َﻻ

“ Aku datang memenuhi panggilan-Mu ya Allah. Aku datang memenuhi

(38)

Sesungguhnya segala puji dan seluruh kenikmatan adalah milik-Mu, demikian

juga seluruh kekuasaan. Tidak ada sekutu bagi-Mu.”

c. Tawaf

Tawaf adalah kegiatan mengelilingi Ka’bah sebanyak tujuh kali putaran sebagai

bagian pelaksanaan ibadah haji atau umrah. Dimulai dan diakhiri dari Hajar

Aswad dan posisi Ka’bah terletak di sebelah kiri jamaah haji.

Tawaf terdiri dari beberapa macam yaitu tawaf rukun (tawaf Ifadah dan

tawaf rukun umrah), tawaf qudum (sunah bagi haji ifrad dan qiran tapi tidak sunah

bagi haji tamattu’), tawaf sunah (dapat dikerjakan pada setiap kesempatan tanpa

diikuti sa’i), dan tawaf wada’ (wajib bagi jamaah haji yang akan meninggalkan

Mekah). Tawaf diawali dari rukun Hajar Aswad lalu ke rukun Iraqy, lalu ke rukun

Syami hingga ke rukun Yamani. Ketika dekat dengan Hajar Aswad, jika

memungkinkan maka jamaah dapat memegang atau menciumnya tetapi jika tidak

memungkinkan maka jamaah cukup beri isyarat dan mengangkat tangan kanan

sambil mengarah ke Hajar Aswad dan membaca doa berikut:

َﺮَﺒْﻛَﺃ

ُﷲَﻭ

ِﷲ

ِﻢْﺴِﺑ

“Dengan menyebut nama Allah, Allah Mahabesar”

Sesampainya di rukun Yamani disunatkan menghadap ke arahnya sambil

berisyarat dengan mengangkat tangan kanan dan mengucapkan:

َﺮَﺒْﻛَﺃ

ُﷲَﻭ

ِﷲ

ِﻢْﺴِﺑ

(39)

Kemudian berjalan menuju ke rukun Hajar Aswad. Dan ketika berada di

antara rukun Yamani dan Hajar Aswad, disunnahkan membaca doa berikut:

ِﺭَﺎّﻨﻟﺍ

َﺏﺍَﺬَﻋ

ﺎَﻨِﻗَﻭ

ًﺔَﻨَﺴَﺣ

ِﺓَﺮِﺧﻷﺍ

ﻲِﻓَﻭ

ًﺔَﻨَﺴَﺣ

ﺎَﻴْﻧﱡﺪﻟﺍ

ﻲِﻓ

ﺎَﻨِﺗآ

ﺎَﻨﱠﺑَﺭ

“Ya Tuhan kami, limpahkanlah kebaikan kepada kami di dunia dan kebaikan di

akhirat, serta hindarkanlah kami dari siksa neraka”

(HR. Ahmad dan Abu Daud)

Setelah tawaf sempurna yaitu sebanyak tujuh kali putaran, jika

memungkinkan jamaah dapat pergi ke multazam untuk berdoa tetapi jika tidak

memungkinkan maka bisa langsung ke maqam Ibrahim untuk shalat sunnah tawaf.

d. Sa’i

Sa’i adalah berjalan dari bukit Shafa ke bukit Marwah dan sebaliknya sebanyak

tujuh kali perjalanan yang dimulai dari bukit Shafa dan diakhiri di bukit Marwah.

Sa’i harus didahului dengan tawaf. Perjalanan dari Shafa ke Marwah atau

sebaliknya masing-masing dihitung satu kali. Sa’i dikerjakan setelah

melaksanakan tawaf ifadah dan tawaf umrah. Bagi yang melaksanakan haji ifrad

atau haji qiran setelah tawaf qudum boleh mengerjakan sa’i sehingga tidak perlu

lagi melakukan sa’i ketika melakukan tawaf ifadah. Pada saat mendekati bukit

Shafa maka jamaah dianjurkan membaca:

ِﷲ

ِﺮِﺋ

ﺂَﻌَﺷ

ﻦِﻣ

َﺓَﻭْﺮَﻤْﻟﺍَﻭ

ﺎَﻔﱠﺼﻟﺍ

ﱠﻥِﺇ

(40)

Sesampainya di bukit Shafa, angkat kedua belah tangan dengan menghadap kiblat

lalu membaca:

ُﺮَﺒْﻛَﺍ

ُﷲ،

ُﺮَﺒْﻛَﺍ

ُﷲ

،

ُﺮَﺒْﻛ

ُﷲ

ﱢﻞُﻛ

ﻰَﻠَﻋَﻮُﻫَﻭ

ُﺪْﻤَﺤْﻟﺍ

ُﻪَﻟَﻭ

ُﻚْﻠُﻤْﻟﺍ

ُﻪَﻟ

،

ُﻪَﻟ

َﻚْﻳِﺮَﺷﻵ

ُﻩَﺪْﺣَﻭ

ُﷲّﻻِﺍ

َﻪَﻟِﺍ

لآ

،

ُﻩَﺪْﺒَﻋ

َﺮَﺼَﻧَﻭ

،

ُﻩَﺪْﻋَﻭ

َﺰَﺠْﻧَﺍ

َﺪْﺣَﻭ ُﻩ

ُﷲّﻻِﺍ

َﻪَﻟِﺍ

لآ

.

ٌﺮْﻳِﺪَﻗ

ٍءْﻲَﺷ

.

ُﻩَﺪْﺣَﻭ

َﺏﺍَﺰْﺣَﺍ

َﻻْﺍ

َﻡَﺰَﻫَﻭ

“Allah Mahabesar, Allah Mahabesar, Allah Mahabesar. Tidak ada Tuhan selain

Allah Yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya kerajaan dan puian,

dan Dia berkuasa atas segala sesuatu. Tiada Tuhan selain Allah Yang Maha Esa,

yang telah menepati janji-Nya, menolong hamba-Nya dan menghancurkan

musuh-musuh-Nya tanpa butuh bantuan (sendirian).”

(HR. Muslim, Ahmad dan An-Nasa’i)

Bila melewati dua pilar warna hijau, hendaknya berlari-lari kecil bagi

laki-laki dan berjalan biasa bagi wanita, dengan membaca doa berikut:

ُﻡﺍَﺮْﻛَﻷْﺍ

ﱡﺰَﻋَﻷْﺍ

َﺖْﻧَﺃ

َﻚﱠﻧِﺇ

ُﻢَﻠْﻌَﺗﺍ

ﺎﱠﻤَﻋْﺯَﻭﺎَﺠَﺗَﻭ

ْﻢَﺣْﺭﺍَﻭ

ْﺮِﻔْﻏﺍ

ﱢﺏَﺭ

“Ya Allah, ampunilah, sayangilah, maafkanlah, bermurah hatilah, dan

hapuskanlah apa-apa yang Engkau ketahui. Sesungguhnya Engkau Maha

Mengetahui apa-apa yang kami sendiri tidak tahu. Sesungguhnya Engkau Ya

Allah Maha Mulia dan Maha Pemurah”

(Sumber: Agenda Perjalanan Haji dan Umrah)

e. Wukuf

Wukuf adalah keberadaan seseorang di Arafah walaupun sejenak dalam waktu

(41)

Dzulhijjah. Wukuf di Arafah merupakan salah satu rukun haji. Tanpa wukuf di

Arafah maka tidak sah haji seseorang. Rasulullah bersabda:

َﺔَﻓ

َﺮَﻋ

ﱡﺞَﺤْﻟﺍ

“Haji itu adalah wukuf di Arafah”

Selama wukuf maka jamaah akan mendengarkan khutbah wukuf, shalat

dzuhur dan ashar jama’ taqdim dan qasar, kemudian dilanjutkan dengan

melaksanakan wukuf dan dianjurkan untuk memperbanyak talbiyah, zikir,

membaca Al-Qur’an dan berdoa. Wukuf diakhiri dengan shalat magrib dan isya

jama’ taqdim dan qasar.

f. Mabit

Mabit artinya bermalam atau istirahat. Mabit ada dua macam yaitu mabit di

Muzdalifah dan mabit di Mina. Pada malam tanggal 10 Dzulhijjah mabit di

Muzdalifah. Di Muzdalifah, jamaah dianjurkan untuk memperbanyak talbiyah,

membaca Al-Qur’an dan berdoa. Bagi jamaah yang tiba di Muzdalifah sebelum

tengah malam maka harus menunggu sampai lewat tengah malam. Di sana jamaah

juga mencari dan mengambil kerikil.

Setelah lewat tengah malam jamaah menuju Mina. Mabit di Mina tanggal

11, 12 dan 13 Dzulhijjah, dinyatakan sah apabila jamaah haji berada di Mina lebih

dari separuh malam. Bagi jamaah haji yang melaksanakan nafar awal harus

meninggalkan Mina menuju Mekah sebelum terbenam matahari pada tanggal 11

dan 12 Dzulhijjah dan tanggal 11, 12 dan 13 Dzulhijjah bagi yang melaksanakan

nafar tsani.

g. Melontar jumrah

Hukum melontar jumrah adalah wajib, apabila tidak dilaksanakan maka dikenakan

(42)

saja dengan tujuh buah batu kerikil sambil mengucapkan “Allahu Akbar” pada

setiap lemparan. Pada tanggal 11, 12 dan 13 Dzulhijjah melontar ketiga jamarat

yaitu Ula, Wutsha dan Aqabah, masing-masing dengan tujuh buah batu kerikil.

h. Tahallul

Tahallul adalah keadaan seseorang yang telah dihalalkan melakukan perbuatan

yang sebelumnya dilarang pada waktu berihram haji. Tahallul ada dua macam

yaitu tahallul awal (apabila sudah melakukan dua di antara tiga kegiatan yaitu

melontar jumrah Aqabah, tawaf ifadah dan sa’i) dan tahallul tsani (apabila telah

melakukan tiga kegiatan yaitu melontar jumrah Aqabah, tawaf ifadah dan sa’i).

Ketika tahallul sambil membaca doa:

ِﺔَﻣﺎَﻴِﻘْﻟﺍ

َﻡْﻮَﻳ

ﺍًﺭْﻮُﻧ

َﺮْﻌَﺷٍﺓ

ِﻞُﻜﻟ

ْﻞَﻌْﺟﺍ

ﱠﻢُﻬﱠﻟَﺃ

“Ya Allah, jadikanlah setiap helai rambut yang tergunting menjadi

cahaya di hari kiamat”

(Sumber: Peta Perjalanan Haji dan Umrah)

2.5.3 Jenis-Jenis Haji

Dalam menunaikan ibadah haji, calon jamaah haji boleh memilih salah satu dari tiga

macam pelaksanaan ibadah haji yang ada yaitu sebagai berikut.

2.5.3.1Haji Ifrad

Haji ifrad adalah mengerjakan ibadah haji terlebih dahulu baru kemudian mengerjakan

ibadah umrah. Cara ini tidak wajib membayar dam, akan tetapi sangat dianjurkan

menyembelih hewan kurban ( Chabiburrachim dan Rahmawati, 2009). Jenis haji ini

merupakan pilihan bagi jamaah haji yang datang ke Mekah sudah mendekati waktu

(43)

Adapun urutan pelaksanaan Haji Ifrad adalah sebagai berikut:

1. Ihram haji di miqat.

2. Tawaf qudum.

3. Wukuf di Arafah.

4. Mabit di Muzdalifah.

5. Melontar jumrah Aqabah.

6. Tahallul awal.

7. Mabit di Mina.

8. Melontar ketiga jumrah.

9. Tawaf ifadah.

10.Sa’i.

11.Tahallul tsani.

12.Umrah.

13.Tawaf wada’.

2.5.3.2Haji Tamattu’

Haji Tamattu’ adalah mengerjakan umrah terlebih dahulu baru kemudian mengerjakan

ibadah haji. Jenis haji ini wajib membayar dam dan lebih afdhal dilakukan oleh

jamaah haji yang datang lebih awal ke Mekah.

Adapun urutan pelaksanaan Haji Tamattu’ adalah sebagai berikut:

1. Umrah.

2. Ihram haji.

3. Wukuf di Arafah.

4. Mabit di Muzdalifah.

5. Melontar jumrah Aqabah.

6. Menyembelih kurban.

7. Tahallul awal.

8. Tawaf ifadah.

9. Sa’i.

(44)

11.Mabit di Mina.

12.Melontar ketiga jumrah.

13.Tawaf wada’.

2.5.3.3Haji Qiran

Haji qiran adalah mengerjakan haji dan umrah secara bersamaan di dalam satu niat

dan satu pekerjaan sekaligus. Jenis haji ini wajib membayar dam dan lebih afdal

dilakukan oleh jamaah yang terlambat datang menjelang pelaksanaan haji dan hanya

mempunyai waktu yang sedikit setelah haji.

Adapun urutan pelaksanaan Haji Qiran adalah sebagai berikut:

1. Ihram haji dan umrah dari miqat.

2. Tawaf qudum.

3. Wukuf di Arafah.

4. Mabit di Muzdalifah.

5. Melontar jumrah Aqabah.

6. Tahallul awal.

7. Mabit di Mina.

8. Melontar ketiga jumrah.

9. Tawaf ifadah.

10.Sa’i.

11.Tahallul tsani.

(45)

2.5.4 Skema Umum Perjalanan Haji

[image:45.596.121.509.188.474.2]

Skema umum perjalanan dari ketiga jenis ibadah haji yang ada dapat dilihat pada

Gambar 2.4.

Jeddah (gel II) Indonesia

Madinah (gel I)

Tamattu’

Qiran

Ifrad

MIQAT

Bier Ali (gel I) Pesawat/Jeddah (gel II)

Ihram untuk umrah

Ihram untuk haji dan umrah

Ihram untuk haji

MASJIDIL HARAM

Tawaf umrah Sa’i umrah Tahallul dari ihram umrah

MASJIDIL HARAM

Tawaf qudum (sunah) Sa’i haji ( dapat ditunda

sesudah tawaf Ifadah)

MEKKAH

Ihram untuk haji

MEKKAH dan sekitarnya

Kegiatan ibadah wajib dan sunah (sambil

menunggu 8 Dzulhijjah)

Inti haji Wukuf di Arafah

Harus tetap dalam ihram

8 Dzulhijjah

9 Dzulhijjah

MUZDALIFAH

Melaksanakan shalat magrib + isya (qashar dan jama’

ta’khir) Mabit hingga subuh

Boleh mencari kerikil

MINA

Melempar jumrah Aqabah (7 kerikil) MINA Tahallul awal 10 Dzulhijjah MINA mabit 11 Dzulhijjah Melempar ketiga jumrah

(@7 kerikil) 12 Dzulhijjah Melempar ketiga jumrah

(@7 kerikil) 13 Dzulhijjah Melempar ketiga jumrah

(@7 kerikil)

MINA

Menyembelih kurban untuk haji tamattu’ dan qiran

11, 12 dan 13 Dzulhijjah

MASJIDIL HARAM

Tawaf Ifadah Sa’i haji Tahallul tsani

Bila sempat setelah tahallul awal langsung ke Mekah dan kembali lagi ke Mina

sebelum magrib Nafar awal keluar mina

sebelum magrib tanggal 12 Dzulhijjah

MASJIDIL HARAM

Tawaf wada’

Madinah (gel II)

Jeddah (gel I)

Indonesia

(46)

BAB 3

PERANCANGAN SISTEM

3.1Metodologi Pengembangan Sistem Multimedia

Ada dua metodologi yang biasa digunakan untuk pengembangan perangkat lunak

berbasis multimedia. Salah satunya adalah menurut Sutopo (2003), yang berpendapat

bahwa metodologi pengembangan multimedia terdiri dari 6 tahapan, yaitu concept,

design, material collecting, assembly, testing dan distribution seperti pada Gambar

[image:46.596.223.412.422.611.2]

3.1.

(47)

Tahap-tahap metodologi pengembangan multimedia akan dijelaskan sebagai

berikut.

1. Concept

Tahap concept (konsep) adalah tahap untuk menentukan tujuan dan siapa pengguna

program (identifikasi audience), bagaimana aplikasi akan disajikan dan apa tujuan

dari aplikasi yang akan dikembangkan misalnya untuk hiburan, pelatihan,

pembelajaran atau sebagainya.

2. Design

Tahap design (perancangan) adalah tahap membuat spesifikasi mengenai arsitektur

program, gaya, tampilan, ide kreatif yang dapat menghasilkan suatu multimedia yang

interaktif dan kebutuhan bahan untuk aplikasi.

3. Material Collecting

Tahap material Collecting (pengumpulan bahan) adalah tahap pengumpulan bahan

yang sesuai dengan kebutuhan dilakukan seperti mengumpulkan bahan-bahan yang

berkaitan dengan materi multimedia dan ibadah haji yang berguna sebagi acuan dalam

melengkapi materi yang akan disajikan baik dari buku maupun internet. Tahap ini

dapat dikerjakan paralel dengan tahap assembly.

4. Assembly

Tahap assembly (pembuatan) adalah tahap dimana semua objek atau bahan

multimedia dibuat sebagai suatu aplikasi yang siap pakai. Pembuatan aplikasi

(48)

5. Testing

Tahap testing (pengujian) adalah tahap yang dilakukan setelah selesai tahap

pembuatan (assembly) dengan menjalankan aplikasi atau program dan dilihat apakah

ada kesalahan atau tidak. Tahap ini disebut juga sebagai tahap pengujian alpha (alpha

test) dimana pengujian dilakukan oleh pembuat atau lingkungan pembuatnya sendiri.

6. Distribution

Tahapan dimana aplikasi disimpan dalam suatu media penyimpanan. Pada tahap ini

jika media penyimpanan tidak cukup untuk menampung aplikasinya, maka dilakukan

kompresi terhadap aplikasi tersebut.

Selain metodologi pengembangan multimedia menurut Sutopo, ada juga

metodologi waterfall. Pada metodologi waterfall, tahapan pengembangan

multimedianya juga ada 6 tahapan. Kalau pada metodologi waterfall, setiap kegiatan

atau proses mengalir dari satu tahap ke tahap lainnya secara berurutan. Setiap fase

harus dikerjakan terlebih dahulu sampai selesai, jika sudah selesai baru mulai menuju

ke fase berikutnya.

3.2Pemodelan Sistem

Pada tahapan ini dibuat model pengembangan dari rancangan tampilan dan isi

aplikasi. Fungsi dari diagram pohon adalah sebagai gambaran hierarki isi pada

aplikasi. Adapun model pengembangan pada Pengembangan Multimedia Pedoman

(49)

Gambar 3.2 Model Pengembangan Multimedia Pedoman Pelaksanaan Tata Cara Ibadah Haji

Model pengembangan multimedia pedoman pelaksanaan tata cara ibadah haji

terdiri atas:

1. Materi, menyajikan materi mengenai haji, umrah, haji ifrad, haji tamattu’ dan haji

qiran

2. Simulasi, menyajikan simulasi kegiatan ibadah haji dan umrah seperti niat ihram,

tawaf, sa’i, melontar jumrah dan sebagainya. Simulasi dari kegiatan tersebut dapat

dipilih oleh user sesuai dengan keinginannya.

3. Latihan, menyajikan soal berganda yang dapat mengukur tingkat pemahaman

user terhadap materi dan simulasi yang disajikan di dalam aplikasi.

4. About, menampilkan profil dari penulis aplikasi dan keterangan singkat mengenai

aplikasi.

Pada pengembangan multimedia ini ada beberapa tahap yang perlu dibuat

terlebih dahulu untuk menghasilkan multimedia sesuai dengan yang diharapkan

penulis. Tahap-tahap tersebut antara lain Data Flow Diagram (DFD), flowchart, dan

storyboard.

Model Pengembangan Multimedia Pedoman Pelaksanaan Tata Cara Ibadah Haji

Materi Animasi Latihan About

Pelaksanaan Haji Ifrad

Pelaksanaan Haji Qiran Haji

Umrah

Haji Ifrad

Haji Tamattu’

Haji Qiran

(50)

3.3Data Flow Diagram

Data Flow Diagram (DFD) adalah suatu model logika data atau proses yang dibuat

untuk menggambarkan dari mana asal data, ke mana tujuan data yang keluar dari

sistem, di mana data disimpan, dan proses apa yang menghasilkan data tersebut.

DFD terdiri dari diagram konteks dan diagram rinci. Diagram konteks

berfungsi memetakan model lingkungan (menggambarkan hubungan antara entitas

luar, masukan, dan keluaran sistem), yang direpresentasikan dengan lingkaran tunggal

yang mewakili keseluruhan sistem. Pada multimedia ini, diagram konteks dapat dilihat

pada Gambar 3.3.

user

0 Pengembangan multimedia pedoman pelaksanaan tata cara

ibadah haji Hasil pilihan

Pilih menu

Gambar 3.3 Diagram Konteks Pengembangan Multimedia Pedoman Pelaksanaan Tata

(51)

DFD level 1 dari Pengembangan Multimedia Pedoman Pelaksanaan Tata Cara

Ibadah Haji dapat dilihat pada Gambar 3.4.

pengguna Tampilan

halaman utama

4 Haji Tamattu’

3 Haji Ifrad

2 Haji

1 Umrah

5 Haji Qiran

6 Animasi

7 Latihan Pilih menu

Pilih menu

Pilih menu

Pilih menu

Pilih menu

Pilih menu

Pilih menu

Pilih menu Hasil pilihan

[image:51.596.130.510.148.596.2]

Hasil pilihan Hasil pilihan Hasil pilihan Hasil pilihan Hasil pilihan Hasil pilihan Hasil pilihan

Gambar 3.4 DFD level 1 Pengembangan Multimedia Pedoman Pelaksanaan Tata Cara

(52)

3.4Flowchart

Flowchart adalah sekumpulan simbol-simbol yang menunjukkan atau

menggambarkan rangkaian kegiatan-kegiatan program dari awal sampai akhir.

Flowchart biasa digunakan untuk menggambarkan urutan langkah-langkah sistematis

dari suatu algoritma. Flowchart untuk aplikasi pengembangan multimedia pedoman

pelaksanaan tata cara ibadah haji ini ditunjukkan pada Gambar 3.5.

mulai

Tampilan awal

Pilih menu Halaman utama

Haji Tamattu’ Haji Qiran Animasi Latihan

Haji Ifrad Haji

Umrah

A B C D E F G

[image:52.596.112.526.268.537.2]

X

Gambar 3.5 Flowchart Pengembangan Multimedia Pedoman Pelaksanaan Tata Cara

(53)

A Materi umrah

Klik animasi umrah

Animasi umrah

Tombol next Materi haji B

keluar

selesai

ya

tidfak

ya

tidak

ya

tidak X

Gambar 3.6 Flowchart Halaman Materi Umrah

B

Materi haji Tombol next Materi haji ifrad C

keluar

selesai

ya

tidak

ya

tidak X

(54)

C Materi haji ifrad

Klik animasi haji ifrad

Animasi haji ifrad

Tombol next Materi haji tamattu’ D keluar selesai ya tidak ya tidak ya tidak X

Gambar 3.8 Flowchart Halaman Materi Haji Ifrad

D Materi haji

tamattu’

Klik animasi haji tamattu’

Animasi haji tamattu’

Tombol next Materi haji qiran E keluar selesai ya tidak ya tidak ya tidak X

(55)

E Materi haji qiran

Klik animasi haji qiran

Animasi haji qiran

Tombol next animasi F

keluar selesai ya tidak ya tidak ya tidak X

Gambar 3.10 Flowchart Halaman Materi Haji Qiran

F Kumpulan animasi Pilih animasi umrah Animasi umrah

Pilih animasi haji ifrad

Animasi haji ifrad

Pilih animasi haji tamattu’

Animasi haji tamattu’

Pilih animasi haji qiran Animasi haji qiran keluar ya ya ya ya tidak tidak tidak tidak ya tidak selesai X

(56)

G latihan Masukkan nama

Mulai latihan

keluar

selesai

Mengerjakan latihan

Hasil latihan

Ulang latihan

tidak tidak

ya

tidak ya

ya

X

Gambar 3.12 Flowchart Halaman Latihan

3.5Storyboard

Storyboard adalah rancangan tampilan yang mendeskripsikan fungsi dari fitur-fitur

yang disediakan pada suatu aplikasi yang dibuat secara rinci dan tepat. Di dalam

storyboard pemikiran dideskripsikan dan direncanakan melalui tulisan, gambar,

animasi dan suara. Hasil penulisan storyboard akan digunakan dalam menghasilkan

suatu multimedia pembelajaran interaktif, sehingga multimedia pembelajaran

interaktif tersebut lebih terstruktur dan teratur. Storyboard dari Pengembangan

Multimedia Pedoman Pelaksanaan Tata Cara Ibadah Haji dapat dilihat pada lampiran

(57)

3.6Rancangan Tampilan

Rancangan tampilan digunakan untuk mempermudah dalam membangun aplikasi.

Berikut ini akan dijelaskan rancangan dari masing-masing layar yang akan

ditampilkan dalam aplikasi ini.

3.6.1 Rancangan Tampilan Halaman Judul

Pada halaman ini, layar hanya akan menampilkan judul dari aplikasi ini yaitu

“Pengembangan Multimedia Pedoman Pelaksanaan Tata Cara Ibadah Haji”. Judul

tersebut akan dibagi menjadi dua bagian yang akan bergerak dari arah yang berbeda

kemudian akan bertemu di bagian tengah dari halaman ini. Pada bagian ini akan

terdapat tombol enter yang dapat di klik untuk menuju ke halaman utama. Rancangan

halaman judul dapat dilihat pada Gambar 3.13.

enter PENGEMBANGAN MULTIMEDIA PEDOMAN

PELAKSANAAN TATA CARA IBADAH HAJI

GAMBAR MASJIDIL HARAM

Oleh; SITI REZEKI

061401005

(58)

3.6.2 Rancangan Tampilan Halaman Utama

Halaman ini merupakan link dari tombol enter yang terdapat di halaman judul.

Halaman ini berisi pilihan materi yang disediakan bagi pengguna antara lain materi

umrah, haji, haji ifrad, haji tamattu’, haji qiran, animasi dan latihan. Selain itu, pada

bagian kanan halaman terdapat beberapa gambar tempat bersejarah yang ada di

Mekkah dan Madinah. Dengan mengarahkan kursor ke gambar maka akan diberikan

penjelasan mengenai gambar tersebut. Rancangan halaman menu utama dapat dilihat

pada Gambar 3.14.

[image:58.596.183.452.293.494.2]

home about UMRAH HAJI HAJI IFRAD HAJI TAMATTU’ HAJI QIRAN LATIHAN ANIMASI Gambar Sumur Zam-zam Gambar Jabal Rahmah Gambar Raudah Gambar Mesjid Nabawi Gambar Masjidil Haram Gambar Ka’bah Gambar Gua Hira Gambar Maqam Ibrahim Gambar Hajar Aswad exit

Gambar 3.14 Rancangan Tampilan Halaman Utama

3.6.3 Rancangan Tampilan Materi

Pada tampilan materi disediakan tombol-tombol navigasi seperti tombol home (link

menuju ke halaman utama), tombol about (link menuju ke halaman penjelasan aplikasi

dan penulis), tombol back, next, exit. Ada materi tentang umrah, haji, haji ifrad, haji

tamattu’, dan haji qiran. Rancangan halaman materi haji dapat dilihat pada Gambar

3.15, rancangan halaman materi umrah dapat dilihat pada Gambar 3.16, rancangan

halaman materi haji ifrad dapat dilihat pada Gambar 3.17, rancangan halaman materi

haji tamattu’ dapat dilihat pada Gambar 3.18 dan rancangan halaman materi haji qiran

(59)

exit home about HAJI

MATERI HAJI

back next

Gambar 3.15 Rancangan Tampilan Halaman Materi Haji

exit home about UMRAH

MATERI UMRAH

back next

(60)

exit home about HAJI IFRAD

MATERI HAJI IFRAD

back next

Gambar 3.17 Rancangan Tampilan Halaman Materi Haji Ifrad

exit home about HAJI TAMATTU’

MATERI HAJI TAMATU’

back next

(61)

exit home about HAJI QIRAN

MATERI HAJI QIRAN

back next

Gambar 3.19 Rancangan Tampilan Halaman Materi Haji Qiran

3.6.4 Rancangan Tampilan Halaman Animasi

Halaman ini dirancang hampir menyerupai halaman menu utama. Jika pada halaman

utama kata yang ada menuju ke link materi penjelas maka pada halaman ini link yang

ada akan menuju halaman animasi dari masing-masing link yang dipilih oleh

pengguna. Rancangan halaman animasi dapat dilihat pada Gambar 3.20 dan rancangan

tampilan animasi pelaksanaan tata cara ibadah haji dan umrah dapat dilihat pada

Gambar 3.21. home about UMRAH HAJI IFRAD HAJI TAMATTU’ HAJI QIRAN Gambar Sumur Zam-zam Gambar Jabal Rahmah Gambar Raudah Gambar Mesjid Nabawi Gambar Masjidil Haram Gambar Ka’bah Gambar Gua Hira Gambar Maqam Ibrahim Gambar Hajar Aswad exit

(62)

exit home about ANIMASI ...

ANIMASI

(Jika di klik urutan ke berapa baru ditampilkan)

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13

Gambar 3.21 Rancangan Tampilan Halaman Animasi Pelaksanaan Ibadah Haji dan

Umrah

3.6.5 Rancangan Tampilan Halaman Latihan

Halaman ini dirancang sebagai petunjuk kepada pengguna bagaimana cara untuk

memulai dan mengerjakan latihan yang disediakan. Dengan adanya petunjuk terlebih

dahulu maka diharapkan pengguna tidak akan mengalami kesulitan dalam mengetahui

cara menjawab pertanyaan yang telah disediakan di dalam aplikasi ini. Selain petunjuk

cara mengerjakan latihan juga disediakan teks input untuk memasukkan nama

pengguna yang akan mengerjakan latihan. Setelah itu baru menekan tombol enter

untuk mulai mengerjakan latihan yang berupa pilihan berganda. Jika sudah mencapai

10 soal. Halaman latihan juga merupakan sarana yang dapat digunakan untuk

mengetahui tingkat pemahaman dari pengguna terhadap materi yang telah disediakan

dalam aplikasi ini. Rancangan halaman petunjuk latihan ini dapat dilihat pada Gambar

(63)

exit home LATIHAN

PETUNJUK LATIHAN

INPUT NAMA

MULAI

Gambar 3.22 Rancangan Tampilan Halaman Latihan

3.6.6 Rancangan Tampilan Halaman Hasil Latihan

Setelah menjawab 10 soal latihan pilihan berganda maka nilai dari pengguna yang

mengerjakan latihan tersebut akan ditampilkan. Jika pengguna kurang puas dengan

nilai yang telah diperolehnya maka dapat mengulang latihan dengan soal yang

berbeda dari sebelumnya hanya dengan mengklik tombol ulang. Rancangan halaman

hasil latihan dapat dilihat pada Gambar 3.23.

exit home HASIL LATIHAN

NAMA :

NILAI :

Ulang test

(64)

3.6.7 Rancangan Tampilan Halaman About

Halaman ini berisi mengenai cara penggunaan aplikasi ini. Selain itu, juga terdapat

gambar, nama, nim dan email dari penulis. Rancangan halaman about dapat dilihat

pada Gambar 3.24.

exit home about ABOUT

PENJELASAN SINGKAT TENTANG APLIKASI

back next

Copyright by: SITI REZEKI 061401005

[email protected] Gambar

penulis

(65)

BAB 4

IMPLEMENTASI

4.1Implementasi

Untuk dapat menguji Pengembangan Multimedia Pedoman Pelaksanaan Tata Cara

Ibadah Haji maka hardware dan software yang direkomendasikan adalah sebagai

berikut:

a. Prosesor Intel Pentium IV

b. Sistem Operasi Windows XP atau lebih tinggi

c. RAM 512 MB atau lebih tinggi

d. Ruang Kosong Harddisk 5 GB atau lebih tinggi

e. Perangkat Lunak Macromedia Flash Professional 8

4.2Tampilan Aplikasi

Tampilan dari aplikasi ini dirancang berdasarkan storyboard yang telah dibuat

sebelumnya. Tampilannya dapat dilihat pada bagian berikut.

4.2.1 Tampilan Halaman Judul

Tampilan judul ini ditampilkan dengan menampilkan judul dari aplikasi ini yaitu

Pengembangan Multimedia Pedoman Pelaksanaan Tata Cara Ibadah Haji dan nama

(66)

Gambar 4.1 Tampilan Halaman Judul

4.2.2 Tampilan Halaman Utama

Ketika pengguna meng-klik tombol play yang ada di halaman judul maka akan

ditampilkan halaman seperti Gambar 4.2. Pada halaman tersebut disediakan pilihan

menu yang merupakan tombol navigasi

Gambar

Gambar 2.4.
Gambar 3.1 Metodologi Pengembangan Multimedia
Gambar 3.4 DFD level 1 Pengembangan Multimedia Pedoman Pelaksanaan Tata Cara
Gambar 3.5 Flowchart Pengembangan Multimedia Pedoman Pelaksanaan Tata Cara
+7

Referensi

Dokumen terkait