• Tidak ada hasil yang ditemukan

Perancangan Identitas Visual Kemasan Produk PT. Martel

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Perancangan Identitas Visual Kemasan Produk PT. Martel"

Copied!
87
0
0

Teks penuh

(1)

Perancangan Identitas Visual

Kemasan produk PT.Marktel

Yanto dana firmansyah

52109015

(2)

Latar belakang

Latar belakang dari pembuatan desain pada kemasan produk PT.Marktel

untuk memperlihatkan dan memperkenalkan produk-produk PT.Marktel

ke pada konsumen dan di lihat dari konsumen PT.Marktel adalah

pemerintahan dan pengusaha maka dari itu perlunya kemasan produk

PT.Marktel untuk di desain melihat dari kemasan-kemasan yang sudah

ada bahwa PT.Maktel tidak memiliki identitas visual seperti logo dan

(3)

Identifikasi masalah

Identifikasi masalah yang di dapat pada perusahan PT.MARKTEL ini

mengenai identitas kemasan yang belum ada pada kemasan

produk-produk PT.MARKTEl maka dari itu identifikasi masalah dari

PT.MARKTEL ini adalah :

Tidak adanya identitas kemasan pada produk-produk Traffic Light,

Traffic Controller dan Down Counter

yang di hasilkan oleh

(4)

Fokus masalah

Pembatasan ini juga bertujuan agar perancangan lebih terfokus pada

suatu jenis kategori produk yang akan di teliti nantinya. Penulis tidak

membahas keseluruhan tentang PT.MARKTEL tetapi lebih membahas

tentang Perancangan Identitas pada produk dan identitas kemasan

produk PT.MARKTEL yang sampai saat ini belum di garap oleh

(5)

Tujuan perancangan

Melihat permasalahan yang telah dipaparkan sebelumnya, maka tujuan

dari perancangan ini adalah:

Membentuk identitas produk pada kemasan produk PT.MARKTEL.

Memberitahukan pentingnya perancangan identitas kemasaan bagi

(6)
(7)

kemasan dapat didefinisikan sebagai seluruh kegiatan

merancang dan memproduksi wadah atau bungkus suatu

produk.

Hermawan Kertajaya (seperti dikutip Christine Suharto Cenadi, 2000)

Packaging

protects what it sells

Ke asa eli du gi apa ya g dijual .

but now

tetapi sekara g ,

Packaging sells what it protects

(8)

Opini Konsumen tentang Kemasan

produk PT.Marktel

konsumen berpendapat bahwa

Desain kemasan produk PT.Marktel tidak menarik karena

terlihat biasa saja karena produk kemasan PT.Marktel ini

adalah produk elektronik maka sangat lah terkesan biasa.

Dan tidak ada yang menarik dari kemasan produknya di

bangdingkan dengan produk kemasan elektronik yang lain.

(9)

Jenis kemasan yang di gunakan untuk produk PT.Marktel

(10)

Hal penting untuk karton box (kardus)

1. Ketahanan retak kardus terhadap bahaya seperti terjatuh,

tertusuk, dan dalam menahan beban produk yang dikemasnya

2. Pengecekan ini diperlukan guna mengetahui apakah

kualitas kertas yang digunakan sesuai dengan spesifikasi

rancangannya.

3.

Pengecekan ketahanan kardus terhadap

beban tumpukan di atasnya.

4.

pengecekan ketahanan tekanan tepi atau

keseluruhan kardus.Pengecekan ini

manfaatnya seberapa kuat kardus danberapa

kg kardus kuat untuk menahan produk di

dalamnya

Jika pengecekan ke empat hal tersebut di atas

memenuhi nilai standar, maka dapat dikatakan

(11)
(12)

Produk Traffic Light

Produk lampu Traffic Light ini sangat sering sekali di pakai di jalan

raya dan sudah menjadi suatu keharusan di jalan raya

menggunakan lampu Traffic Light yang terdiri dari beberapa jenis

yaitu :

1.

Produk lampu Traffic Light 3 aspek box 30cm

2.

produk lampu Traffic Light 2 aspek box 20cm

3.

Kemasaan produk lampu Traffic Light 3 aspek box 30cm (horizontal)

(13)

Produk Traffic Controller UMC

690 dan Traffic

Controller UMC

690 DC

UMC

690

adalah juga traffic controller yang di rancang dengan konsep

mudah dioperasikan guna memenuhi kebutuhan untuk pengaturan lalu

lintas persiapan baik di kota besar maupun kota / kabupaten dan compatible

dengan sytem ACTCS.

UMC

690 DC

adalah traffic controller yang hemat energi menggunakna

(14)

Down Counter

(15)

Profil PT.MARKTEL

PT. Manunggaling rizki Karyatama Telnic

(MARKTEL) didirikan pada tanggal 20

agustus 2004 di hadapan notaris Ruddy

Kustaman Slamet,S.H,Sp.N dengan artikel

pendirian no 01 dan disyahkan Mentri

Hukum dan Hak Asasi Manusia

Pengurus Perseroan :

Komisaris Utama : Agus Sunartyo

Komisaris anggota : N.C.K Widjajadi

Direktur : Sulistyono

General Manager : Edy Setiyono

Manajer Bisnis Development : Edy Setiyono

Manajer Proyek Management : Budi Santika

(16)

Analisis SWOT

Strenght

Kemasan mudah ditemukan di pasaran,

Biaya Produksi kemasan yang terjangkau

Weakness

Produk dipaksakan masuk pada kemasan

tidak adanya daya tarik visual yang terdapat pada setiap kemasan

Identitas perusahaan ataupun produk belum teraplikasikan dengan baik

(17)

Oppurtunity

Setiap produk

Traffic Light

memiliki kemasan yang berbeda namun tetap tidak

adanya identitas visual terhadap masing

masing produk

Harga yang cukup bersaing dengan prusahan lain bagi kalangan pemerintahan dan

pengusaha

Threat

Banyak kemasan yang lebih menarik dan terkesan berkelas

(18)

Segmentasi

Aspek Demografis

Gender : Pria dan Wanita

Pekerjaan : Pemerintahan terkait dan pengusaha

Usia : 25 ke atas

Aspek Geografis

Primary

: Kota Bandung

Secondary

: seluruh indonesia

Aspek psikografis

Gaya Hidup

(19)
(20)

Pendekatan Komunikasi

Pendekatan Verbal

menampilkan keterangan-keterangan yang jelas dan mudah di mengerti

Bahasa Indonesia formal dan informal

Gaya bahasa yang akan digunakan adalah gaya bahasa yang mudah di mengerti

dan tidak membingungkan

Pendekatan Visual

menggunakan unsur grafis seperti garis dan latar belakang

Menggunakan Ilustrasi sebagai gambaran pesan yang tak terbaca

Menggunakan warna-warna dari produknya sendiri misalnya

(21)
(22)
(23)
(24)
(25)
(26)

Laporan Pengantar Tugas Akhir

PERANCANGAN IDENTITAS VISUAL KEMASAAN PRODUK PT.MARKTEL

DK 26313/Tugas Akhir Semester VI 2011/2012

Oleh :

Yanto Dana Firmansyah 52109015

Program Studi Desain Grafis

FAKULTAS DESAIN

UNIVERSITAS KOMPUTER INDONESIA BANDUNG

(27)

Abstrak

PERANCANGAN IDENTITAS VISUAL KEMASAN PRODUK

PT.MARTEL

Oleh :

Yanto Dana Firmansyah

52109015

Program Studi Desain Grafis

PT.Marktel adalah sebuah perusahaan yang bergerak di bidang Traffic Light

yang berdiri sejak 4 agustus tahun 2004, prusahaan ini didirikan oleh Agus

Sunartyo. Nama Marktel diambil dari nama perusahan sebelumnya PT.Telnik

industri.Jl Sanggar Kencana XXVII No: 10-12 Sanggar Hurip, Bandung 40286.

PT.Marktel memiliki kemasan sama halnya dengan perusahaan lain yang

bergerak dalam bidang yang sama, namun menurut beberapa konsumen kemasan

produk Traffic Light memiliki kendala yaitu desain kemasannya yang terkesan

murah dan terlalu umum serta kurang konsistennya pengaplikasian visual identitas

perusahaan pada setiap kemasan selain itu spesifikasi produk tidak dicantumkan

pada setiap kemasan, hal itu menyebabkan konsumen keraguan dengan identitas

visual produk PT.Marktel dan konsumen juga menjadi kurang menyadari produk

Traffic Light PT.Marktel memiliki bermacam-macam produk Traffic Light.Selain

itu juga ada beberapa kemasan produk yang tidak terlalu tertutup atau terbungkus

dengan baik, yang memungkinkan produk barang pada kemasan sering rusak

dalam pengiriman dan pengemasan atau pun bongkar muat di lokasi dan di

gudang.Dari permasalahan yang ada perlu adanya perancangan identitas produk

pada kemasan, tanpa menghilangkan keseluruhan dari image produk PT.Marktel

yang sudah ada pada benak konsumen.

(28)

Abstract

VISUAL IDENTITY DESIGN OF PACKAGING PRODUCTS

PT.MARTEL

By :

Yanto Dana Firmansyah

52109015

Graphic Design Program

PT.Marktel is a company engaged in the Traffic Light that stood since 4

August 2004, was established by Agus prusahaan Sunartyo. Marktel name was

taken from a previous company PT.Telnik industry. Golden Road Studio No.

XXVII: 10-12 Sanggar Hurip, Bandung 40 286.

PT.Marktel have the packaging as well as other companies engaged in the

same field, but according to some consumer product packaging constraints of the

Traffic Light has a package design that seemed cheap and too general and lack of

consistent application of corporate visual identity on any packaging other than

the product specification not be included in each package, it causes consumers

doubt the visual identity and consumer products PT.Marktel also be less aware of

the products PT.Marktel Traffic Light has a variety of products Light.Selain

Traffic was also a couple of packaging products that are not too close or wrapped

properly, which allows the product to the packaging of goods are damaged in

shipping and packing or loading and unloading at the site and the existing

problems warehouse.Dari need for product identification on packaging design,

without sacrificing overall image of an existing product PT.Marktel in the minds

of consumers.

(29)

ii

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR………. .. i DAFTAR ISI ……… .. ii DAFTAR LAMPIRAN ... v DAFTAR GAMBAR DAN ILUSTRASI………... viii DAFTAR TABEL ……….. xi BAB I PENDAHULUAN

I.1 Latar Belakang Masalah ……….. 1 I.2 Identifikasi Masalah ………. 3 I.3 Fokus Masalah ………...…… 3 I.4 Tujuan Perancangan ………. 3 BAB II KEMASAN DAN OPINI KONSUMEN

(30)

iii II.5.5 Analisis SWOT Kemasan ……… 28 II.5.6 Segmentasi Konsumen... 29 BAB III STRATEGI PERANCANGAN DAN KONSEP VISUAL

III.1Strategi Perancangan ……… 30 III.1.1 Pendekatan komunikasi………... 30 III.1.2 Strategi Kreatif……….. ………… 32 III.1.3 Strategi Media………...…………... 33 III.2Konsep Visual……….. 32 III.2.1 Format Desain …………... 35 III.2.2 LayoutKemasan ……..……… 35 III.2.3 Huruf ...……… 40 III.2.4 Ilustrasi identitas ……….………...…………. 40 III.2.5 Warna ...……… 42 III.3 IDENTITAS VISUAL DAN KEMASAN PRODUK

PT.MARKTEL... 43 III.3.1 Identifikasi Masalah PT. Marktel ... 43 III.3.2 Kemasan produk PT.Marktel... 44 III.3.3 Identitas visual pada kemasan produk PT.Marktel... 45 BAB IV TEKNIS PRODUKSI

IV.1 Pra Produksi ……….... 46 IV.1.1 Komputerisasi atau Pengolahan Gambar ……….... 46 IV.2 Teknis Media...……….. 47 IV.2.1Teknis Produksi ………... 47 IV.2.2 Media Utama Visual kemasan Traffic light,lampu 1 set 3

aspek 20cm………... 47 IV.2.3 Visual kemasan Traffic light,lampu 1 set 2 aspek 20 cm ... 48 IV.2.4 Visual Kemasan Traffic Light,lampu 1 set 3 aspek 20 cm

(horizontal) ...………... 49 IV.2.5 Visual Kemasan Traffic Light,lampu 1 set 2 aspek 20 cm

(31)
(32)

1

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah

Dalam era globalisasi seperti sekarang ini di mana situasi persaingan dalam pasar semakin tajam dan sangat ampuh untuk menarik perhatian konsumen. Pertarungan produk tidak lagi terbatas pada keunggulan kualitas atau teknologi canggih semata, tetapi juga pada usaha untuk mendapatkan nilai tambah untuk memberikan emotional benefit kepada konsumen.

Salah satu usaha yang dapat ditempuh untuk menghadapi persaingan perdagangan yang semakin tajam adalah melalui desain kemasan. Daya tarik suatu produk tidak dapat terlepas dari kemasannya. Kemasan merupakan pemicu karena ia langsung berhadapan dengan konsumen Karena itu kemasan harus dapat mempengaruhi konsumen untuk memberikan respon positif, dalam hal ini membeli produk; karena tujuan akhir dari pengemasan adalah untuk menciptakan penjualan.

Masalah yang di hadapi oleh PT. MARKTEL di era globalisasi ini yang memiliki komitmen dan dedikasi yang tinggi dalam pengembangan lampu lalu lintas, PT. MARKTEL juga selalu melakukan riset dan pengembangan Traffic Light produksinya agar selalu ada inovasi sehingga Traffic Light produksinya selalu berada di posisi terdepan.

Inovasi-inovasi yang di kembangkan oleh PT.MARKTEL tersebut tidak menutup kemungkinan bahwa banyak sekali hal-hal yang kurang di sadari dari produksi yang selalu di posisi terdepan sekarang misalnya suatu masalah yang di hadapi oleh PT.MAKTEL ini adalah identitas produk kemasan yang dari tahun ketahun belum terpecahkan masalahnya dikarenakan kurangnya perhatian dari perusahaan untuk mendesain kemasanya.

(33)

2 produk-produk baru yang di hasilkan oleh PT.MARKTEL jangan pun produk baru PT.MARKTEL kemasanya produk yang sebelumnya saja yang sudah lama di pasarkan pun kini sudah di lupakan mengenai identitas produknya.

Pada hal produk yang sudah lama ini adalah suatu produk yang bisa di bilang sangat pital atau pun sangat rutin digunakan di perbaiki atau pun di ganti menjadi baru yaitu produk lampu Traffic Light yang sangat sering kita jumpai di perempatan dan di persimpangan jalan dalam kota atau pun luar kota dan lagi tidak ada upaya apa pun untuk mendesain suatu kemasan produk ini.

Pengiriman barang pun sering bermasalah untuk pengiriman yang lumayaan jauh seperti keluar pulau dan sering bermasalah dibagian pengepakan barang yang akan di angkut oleh truk atau pun container sering terjadi rusaknya barang,sering tertimpa benda berat mengakibatkan produk menjadi rusak saat di kirim kepada konsumen di karenakan tidak adanya identitas produk dan ketentuan memperlakukan barang saat di kemas atau pun di muat ke dalam truk atau pun container.

Mungkin permasalahan yang sangat mendasar atau pun bisa di selesaikan tapi masalah yang di hadapi oleh PT.MARKTEL sering terjadi dan sering terulang tidak adanya perhatian yang serius untuk identitas kemasan produk PT. MARKTEL.

(34)

3

1.2 Identifikasi Masalah

Identifikasi masalah yang di dapat pada perusahan PT.MARKTEL ini mengenai identitas kemasan yang belum ada pada kemasan produk-produk PT.MARKTEl maka dari itu identifikasi masalah dari PT.MARKTEL ini adalah : 1. Tidak adanya identitas kemasan pada produk-produk Traffic Light yang di

hasilkan oleh PT.Marktel.

2. Kurangnya perhatian perusahaan terhadap desain kemasan

3. Tidak adanya kejelasan mengenai identitas produk pada kemasan PT.Marktel

4. Selalu mengesampingkan desain identitas produk pada kemasan PT.Marktel

1.3 Fokus masalah

Pembatasan ini juga bertujuan agar perancangan lebih terfokus pada suatu jenis kategori produk yang akan diteliti nantinya. Penulis tidak membahas keseluruhan tentang PT.MARKTEL tetapi lebih membahas tentang :

1. Perancangan Identitas pada produk dan identitas kemasan produk PT.MARKTEL yang sampai saat ini belum di garap oleh PT.MARKTEL untuk media informasi dan identitas produk.

1.4 Tujuan perancangan

Melihat permasalahan yang telah dipaparkan sebelumnya, maka tujuan dari perancangan ini adalah:

• Mendesain identitas produk pada kemasan produk PT.MARKTEL.

• Memberitahukan pentingnya perancangan identitas produk bagi produk-produk PT.MARKTEL.

(35)

4

BAB II

EVALUASI DATA

KAJIAN IDENTITAS PRODUK

II.1 Pengertian Identitas Produk

Alan Swann (1997) Pengertian Identitas menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah ciri-ciri atau keadaan khusus seseorang; jati diri. Sedangkan berdasarkan The New Oxford American Dictionary, Identity berarti (1) kenyataan mengenai seseorang atau perangai orang atau sesuatu; (2) karakteristik yang menentukan dalam usaha mendefinisikan sesuatu yang berbeda.

Menurut Adams Morioka pada buku yang berjudul” Logo Design Workbook : A Hands-On Guide To Creating Logos” pengertian Identity adalah Kombinasi dari sebuah logo (jenis huruf, warna, perumpamaan) dan perencanaan pekerjaan bersama yang senada untuk membentuk pesan yang unit dan terpadu untuk sebuah perusahaan, orang, benda atau ide.

Identitas sangatlah diperlukan untuk membedakan pribadi-pribadi, dalam membentuk suatu identitas diperlukan kesinambungan dan totalitas baik dari internal maupun eksternal. Agar PT.Marktel dapat mudah dikenali dia membutuhkan identitas yang dapat membedakan dirinya dengan perusahan-perusahan yang lain.Identitas yang dapat diselesaikan oleh pendekatan ilmu desain komunikasi bersifat eksternal yaitu dengan mengaplikasian desain yang sesuai dengan strategi komunikasinya.(h. 156)

II.1.1 Elemen Visual Dalam Identitas Produk

1. Logo

salah satu pembeda/ciri dari sebuah perusahaan dapat ditonjolkan dengan adanya logo. Pengertian logo Menurut Adams Morioka dalam buku yang

berjudul “ Logo Design Workbook : A Hands-On Guide To Creating Logos”

(36)

5 2. Positioning

(seperti dikutip Ries dan Jack Trout,2002) menjelaskan bahwa positioning bukanlah merupakan sesuatu yang dilakukan terhadap produk melainkan sesuatu yang dilakukan terhadap pelanggan Positioning berhubungan dengan bagaimana

customer menempatkan produk di otaknya, di alam khayalnya. Sehingga customer

memiliki penilaian tertentu dan kemudian mengidentifikasi dirinya dengan produk.

PT.Marktel memposisikan dirinya sebagai perusahaan terpercaya layaknya seorang teman dan partner dalam berbagi edukasi yang berguna bagi customer

mengenai Traffic Light. 3. Warna

(seperti dikutip Jacci Howard,1997) dalam “Color Meanings” menjelaskan apabila terdapat satu warna yang mendominasi dalam sebuah desain, seringkali komposisi tersebut berhasil dengan baik. Ketika satu warna mendominasi bidang, dapat dikatakan warna tersebut bekerja sebagai aksen dari karya tersebut.

4. Tipografi

Penting dalam keberhasilan suatu bentuk komunikasi grafis Tipografi bisa saja menjadi inti gagasan suatu komunikasi grafika dan huruf menjadi satu-satunya visualisasi yang efektif. Kekeliruan atau ketidak pekaan dalam tipografi bisa merusak hasil komunikasi grafis, walaupun bentuk visualisasi lainnya telah dibuat dengan prima.

5. Layout

(seperti dikutip Frank F Jefkin,1997), untuk sebuah layout yang baik diperlukan 1) Kesatuan komposisi yang baik dan enak untuk dilihat;

2) Variasi, agar tidak monoton /membosankan;

3) Keseimbangan dalam layout sehingga terlihat sepadan, serasi, dan selaras 4) Irama, yang berupa pengulangan bentuk atau unsur-unsur layout dan warna 5) Harmoni adalah keselarasan atau keserasian hubungan antara unsur-unsur

(37)

6 6) Proporsi merupakan suatu perbandingan;

Kontras merupakan perpaduan antara warna gelap dan terang 6. Ilustrasi

(seperti dikutip Frank F Jefkin,1997), ilustrasi dibedakan menjadi 2 yaitu; Ilustrasi utama dan ilustrasi pendamping. Ilustrasi utama digunakan untuk menyajikan ide besar, ilustrasi pendamping untuk memperjelas ide utama.

II.2 Pengertian Kemasan

Iwan Wirya (1999),Kemasan dapat didefinisikan sebagai seluruh kegiatan merancang dan memproduksi wadah atau bungkus atau kemasan suatu produk. Kemasan meliputi tiga hal, yaitu merek, kemasan itu sendiri dan label. Ada tiga alasan utama untuk melakukan pembungkusan,(h. Ix) yaitu:

1. Kemasan memenuhi syarat keamanan dan kemanfaatan. Kemasan melindungi produk dalam perjalanannya dari produsen ke konsumen. Produk-produk yang dikemas biasanya lebih bersih, menarik dan tahan terhadap kerusakan yang disebabkan oleh cuaca.

2. Kemasan dapat melaksanakan program pemasaran. Melalui kemasan identifikasi produk menjadi lebih efektif dan dengan sendirinya mencegah pertukaran oleh produk pesaing. Kemasan merupakan satu-satunya cara perusahaan membedakan produknya.

3. Kemasan merupakan suatu cara untuk meningkatkan laba perusahaan.Oleh karena itu perusahaan harus membuat kemasan semenarik mungkin. Dengan kemasan yang sangat menarik diharapkan dapat memikat dan menarik perhatian konsumen. Selain itu, kemasan juga dapat mangurangi kemungkinan kerusakan barang dan kemudahan dalam pengiriman.(h.IX)

II.2.1 Prinsip Dasar Desain Kemasan

(38)

7 Keseimbangan adalah elemen-elemen atau bagian-bagian untuk menciptakan suatu desain yang membuat penampilan ”keseluruhan”. Keseimbangan visual bisa diciptakan secara simetris maupun asimetris.

2 Kontras

Kontras dicipktakan ketika elemen-elemen ditempatkan sedemikian rupa sehingga menekkankan perbedaan. Kontras bisa berupa bobot, ukuran, skala, warna, nilai, atau dinamika positif dan negative suatu ruang.

3 Intensitas

Intensitas adalah keseimbangan antar elemen yang bersebrangan. Suatu tata letak yang menggunakan prinsip intensitas dapat menstimulasi ketertarikan visual dengan memberikan penekanan lebih pada salah satu elemen.

4 Positif dan Negatif

Positif dan negative menagacu pada hubungan yang berlawanan antar elemen-elemen desain dalam suatu komposisi. Obyek atau elemen-elemen menunjukan bagian positif, dan ruangan atau linkungan dimana elemen berada menjadi bagian negatif. 5 Nilai

Nilai diciptakan oleh terang atau gelapnya warna. Menerapkan prinsip nilai merupakan cara yang berguna untuk mengontrol perhatian pengamat melalui kontras terang atau gelap.

6 Bobot

Bobot mengacu pada ukuran, bentuk, warna visual dalam kaitannya dengan elemen-elemen lain.

7 Posisi

Posisi adalah penempatan elemen-elemen dalam kaitannya anatara satu elemen dengan elemen lainnya dalam format visual. Posisi menciptakan poin focus yang selanjutnya mengarahkan mata pengamat.

8 Urutan (alignment)

(39)

8 Hirarki diciptakan dengan pengorganisasianelemen-elemen visual dalam tahap-tahap atau tingkatan urutan kepentingan. Tingkat dominasi yang diberikan ke elemen dapat dikomunikasikan secara visual melalui ukuran, bobot, nilai, posisi, urutan dan skala.

10Tekstur

Suatu komposisi dua dimensi dapat mengkomunikasikan tekstur melalui pemakaian gaya desain. Tekstur bias memberikan suatu kedalaman komposisi atau dapat mensimulasikan kualitas fisik seperti halus, kasar, atau berbutir. (Klimchuck and Krasovec, 2007)

II.2.2 Faktor-faktor Desain Kemasan

Hermawan Kartajaya (1996) Kemasan yang baik dan akan digunakan semaksimal mungkin dalam pasar harus mempertimbangkan dan dapat menampilkan beberapa faktor, antara lain sebagai berikut :

1. Faktor pengamanan

Kemasan harus melindungi produk terhadap berbagai kemungkinan yang dapat menjadi penyebab timbulnya kerusakan barang, misalnya: cuaca, sinar matahari, jatuh,tumpukan, kuman, serangga dan lain-lain. Contohnya, kemasan biskuit yang dapat ditutup kembali agar kerenyahannya tahan lama.

2. Faktor ekonomi

Perhitungan biaya produksi yang efektif termasuk pemilihan bahan, sehingga biayatidak melebihi proporsi manfaatnya. Contohnya, produk-produk refill atau isi ulang,produk-produk susu atau makanan bayi dalam karton, dan lain-lain. 3. Faktor pendistribusian

Kemasan harus mudah didistribusikan dari pabrik ke distributor atau pengecer sampai ke tangan konsumen. Di tingkat distributor, kemudahan penyimpanan dan pemajangan perlu dipertimbangkan. Bentuk dan ukuran kemasan harus direncanakan dan dirancang sedemikian rupa sehingga tidak sampai menyulitkan peletakan di rak atau tempat pemajangan.

(40)

9 Sebagai media komunikasi kemasan menerangkan dan mencerminkan produk, citramerek, dan juga bagian dari produksi dengan pertimbangan mudah dilihat, dipahami dan diingat. Misalnya, karena bentuk kemasan yang aneh sehingga produk tidak dapat “diberdirikan”, harus diletakkan pada posisi “tidur” sehingga ada tulisan yang tidak dapat terbaca dengan baik; maka fungsi kemasan sebagai media komunikasi sudah gagal.

5. Faktor ergonomi

Pertimbangan agar kemasan mudah dibawa atau dipegang, dibuka dan mudah diambil sangatlah penting. Pertimbangan ini selain mempengaruhi bentuk dari kemasan itu sendiri juga mempengaruhi kenyamanan pemakai produk atau konsumen. Contohnya,bentuk botol minyak goreng Tropical yang pada bagian tengahnya diberi cekungan dan tekstur agar mudah dipegang dan tidak licin bila tangan pemakainya terkena minyak.

6. Faktor estetika

Keindahan pada kemasan merupakan daya tarik visual yang mencakup pertimbangan penggunaan warna, bentuk, merek atau logo, ilustrasi, huruf, tata letak atau layout, dan maskot . Tujuannya adalah untuk mencapai mutu daya tarik visual secara optimal.

7. Faktor identitas

Secara keseluruhan kemasan harus berbeda dengan kemasan lain, memiliki identitas produk agar mudah dikenali dan dibedakan dengan produk-produk yang lain.

8. Faktor promosi

Kemasan mempunyai peranan penting dalam bidang promosi, dalam hal ini kemasan berfungsi sebagai silent sales person. Peningkatan kemasan dapat efektif untuk menarik perhatian konsumen-konsumen baru.

9. Faktor lingkungan

(41)

10 salah satunya pembuangan sampah. Salah satunya yang pernah menjadi topik hangat adalah styrofoam. Pada tahun 1990 organisasi-organisasi lingkungan hidup berhasil menekan perusahaan Mc Donalds untuk mendaur ulang kemasan mereka.Sekarang ini banyak perusahaan yang menggunakan kemasan-kemasan yang ramah ingkungan (environmentally friendly ), dapat didaur ulang (recyclable ) atau dapat dipakai ulang (reusable).

Faktor-faktor ini merupakan satu kesatuan yang sangat vital dan saling mendukung dalam keberhasilan penjualan, terlebih di masa sekarang dimana persaingan sangat ketat dan produk dituntut untuk dapat menjual sendiri. Penjualan maksimum tidak akan tercapai apbila secara keseluruhan penampilan produk tidak dibuat semenarik mungkin.Keberhasilan penjualan tergantung pada citra yang diciptakan oleh kemasan tersebut. Penampilan harus dibuat sedemikian rupa agar konsumen dapat memberikan reaksi spontan, baik secara sadar ataupun tidak. Setelah itu, diharapkan konsumen akan terpengaruh dan melakukan tindakan positif, yaitu melakukan pembelian di tempat penjualan.(h.263)

II.2.3 Desain Kemasan

Kunci utama untuk membuat sebuah desain kemasan yang baik adalah kemasan tersebut harus simple, fungsional dan menciptakan respons emosionalpositif yang secara tidak langsung “berkata”, “Belilah saya.” Kemasan harus dapat menarik perhatian secara visual, emosional dan rasional. Sebuah desain kemasan yang bagus memberikan sebuah nilai tambah terhadap produk yang dikemasnya.

(42)

11 1. Daya tarik visual (estetika)

Daya tarik visual mengacu pada penampilan kemasan yang mencakup unsur-unsur grafis yang telah disebutkan di atas. Semua unsur grafis tersebut dikombinasikan untuk menciptakan suatu kesan untuk memberikan daya tarik visual secara optimal.Daya tarik visual sendiri berhubungan dengan faktor emosi dan psikologis yang terletak pada bawah sadar manusia.

Sebuah desain yang baik harus mampu mempengaruhi konsumen untuk memberikan respons positif tanpa disadarinya. Sering terjadi konsumen membeli suatu produk yang tidak lebih baik dari produk lainnya walaupun harganya lebih mahal. Dalam hal ini dapat dipastikan bahwa terdapat daya tarik tertentu yang mempengaruhi konsumen secara psikologis tanpa disadarinya. Misalnya produk-produk sabun mandi yang pada umumnya memiliki komposisi yang tidak jauh berbeda.

Tetapi produk sabun mandi yang dapat menampilkan kelembutan yang divisualkan dengan baik pada desain kemasannya, diantaranya menggunakan warna-warna lembut (pastel) dan merek dengan font Script atau Italic (miring) dan memberikan kesan lembut dan anggun akan lebih banyak dipilih oleh konsumen. Visualisasi yang ditampilkan memberikan efek psikologis bahwa konsumen akan merasakan kulitnya lebih lembut setelah menggunakan sabun mandi tersebut. 2. Daya tarik praktis (fungsional)

Daya tarik praktis merupakan efektivitas dan efisiensi suatu kemasan yang ditujukan

kepada konsumen maupun distributor. Misalnya, untuk kemudahan penyimpanan atau pemajangan produk. Beberapa daya tarik praktis lainnya yang perlu dipertimbangkan antara lain :

- Dapat melindungi produk

- Mudah dibuka atau ditutup kembali untuk disimpan - Porsi yang sesuai untuk produk elekteronik

- Dapat di disribusikan dengan aman - Mudah dibawa, dijinjing atau dipegang

(43)

12

II.2.4 Tujuan Desain Kemasan

Tujuan Desain Kemasan adalah khusus untuk masing-masing produk atau

merek tertentu. Desain Kemasan bisa diarahkan untuk :

1 Menampilkan atribut unik sebuah produk

2 Memperkuat penampilan estetika dan nilai produk

3 Mempertahankan keseragaman dalam kesatuan merek produk

4 Memperkuat perbedaan antara ragam produk dan lini produk

5 Mengembangkan bentuk kemasan berbeda yang sesuai dengan kategori

6 Menggunakan material baru dan mengembangkan struktur inovatif untuk

mengurangi biaya, lebih ramah lingkungan, atau meningkatkan

fungsionalitas. (Klimchuck and Krasovec, 2007)

II.3 Kemasan Produk Elektronik

Berdasarkan urutan dan jaraknya dengan produk, kemasan terbagi atas

kemasan primer, sekunder dan tersier;

1. Kemasan primer adalah kemasan yang langsung bersentuhan dengan

barang elektronik, sehingga bisa saja terjadi cacat kemasan ke barang

elektronik yang berpengaruh terhadap bentuk barang dan fungsinya.

2. Kemasan sekunder adalah kemasan lapis kedua setelah kemasan primer,

dengan tujuan untuk lebih memberikan perlindungan kepada produk

elektronik.

3. Kemasan tersier adalah kemasan lapis ketiga setelah kemasan sekunder,

dengan tujuan untuk memudahkan proses transportasi agar lebih praktis

dan efisien. Kemasan tersier bisa berupa kotak box (kardus) atau peti kayu.

(44)

13

II.3.1 Media pendukung kemasan pada kemasan elektronik

Media yang dalam arti untuk menjaga segala hal yang terjadi pada kemasan produk elektronik melihat produk yang renta pada segala macam kemungkinan kerusakan

Medianya adalah : 1.PLASTIK BUBBLE

Plastik Bubble adalah lapisan bantalan plastik yang berisi udara, dibentuk dari dua atau lebih lapisan polyethelene Tersedia dalam berbagai diameter dan dimensi bubble.

Plastik Bubble memberikan proteksi maksimum dan beberapa keunggulan berikut :

1 Tahan benturan 2 Ringan dan ekonomis

3 Recyclable(dapat didaur ulang) 4 Bebas debu

5 Kedap air dan udara 6 Tidak beracun dan berbau 7 Tidak berembun / menahan uap 8 Bebas CFC

9 Insulasi panas dan suara 2.Styrofoam

(45)

14

[image:45.595.233.399.149.301.2]

II.3.2 Pengertian kotak box (kardus)

Gambar II.1 kotak box (kardus) Dokumentasi pribadi

(Seperti dikutip Ita miningsih,2011) Kotak box karton gelombang adalah pembatas antarmuka antara produk dan lingkungan distribusinya. Definisi ini sangat sederhana dan umum, Tujuan utama pengemasan adalah melindungi isi kemasan dan kemudahan dalam proses penyimpanan hingga distribusinya. Banyak media yang dapat dijadikan sebagai kemasan, salah satunya dan paling banyak digunakan adalah kotak karton box (kardus).Pada umumnya karton box yang dipakai berbentuk half flap, yang mana dua flap bertemu pada pertengahan sisi lebar box menutup karton box secara sempurna.

II.3.3 Aspek Perancangan Pada Kotak Karton Box (kardus)

(Seperti dikutip Ita miningsih,2011) Ada beberapa aspek penting yang harus dicek dalam pembuatan kotak karton box, yaitu :

1. Layout

Harus dipastikan layout sesuai dengan permintaan pelanggan berdasarkan contoh cetakan, galley proof atau art work yang telah diapproved oleh pelanggan tersebut.

(46)

15 Cetakan harus rata, tidak belang, tidak kotor, tidak buntu, simetris, tidak bocor, tidak geser dan tidak miring. Namun ada kalanya karena kondisi mesin, maka toleransi perlu diajukan kepada pelanggan. Biasanya pelanggan tidak keberatan terjadi deviasi maksimal 3 mm dari standart dan tidak mengganggu hasil cetakan, seperti warna masukan.

3. Warna Cetakan

Pastikan warna cetakan sesuai dengan warna approved pelanggan. Untuk mengendalikan proses produksi, sebaiknya dibuatkan master colour guide dengan identitas (penomoran) unik tiap masing-masing warna yang berbeda. Dan pada saat proses produksi, acuan warna adalah colour standart tersebut.Dan untuk memastikan colour standart yang dibuat, sesuai dengan warna permintaan pelanggan, colour standart tersebut di approve-kan ke pelanggan.

4. Slotter

Slotter adalah lubang potongan simetris yang memisahkan antara bagian panjang I, lebar I, panjang II dan lebar II dalam karton box. Slotter sangat mempengaruhi baik buruknya karton box. Maka pastikan kondisi potongan slotter tepat pada ukurannya, terpotong dengan baik dengan rapi dan bersih.

5. Creasing

Karton box terbentuk melalui lipatan creasing. Creasing bagus, pembentukan karton box pun akan bagus. Creasing yang terbentuk harus simetris dan jelas (kedalaman 3/4 dari tebal sheet karton), tidak pecah, dapat dilipat dengan baik dan saat dilipat tidak pecah pada bagian luar boxnya.

6. Kondisi Joint (Sambungan)

Kondisi joint harus simetris, tidak miring, gap standarnya 6mm, tidak over lapping dengan sisi lainnya, merekat dengan baik dan kuat dan tidak lengket antar box atau dengan sisi dalam box sehingga sulit dibuka.

7. Kondisi Box

(47)

16

II.3.4 Desain kotak karton box (kardus)

(Seperti dikutip Ita miningsih,2011) Beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum mendisain kotak karton box untuk produk elektronik adalah sbb :

1 Product knowledge itu sendiri, minimal tau seberapa rentan produk tersebut terhadap bahaya dari luar dan bahaya yang ditimbulkan oleh produk iu sendiri.

2 Cara perlakuan selama masa penyimpanan dan distribusi produk. 3 Lama masa penyimpanan produk

4 Suhu/perubahan suhu/kelembaban udara di area penyimpanan produk. Karena sifat dasar kotak karton box adalah mampu menyerap kadar air, maka semakin lembab area penyimpanan produk, semakin berkurang kekuatan kotak karton box melindungi produk yang dikemas.

Hal tersebut di atas perlu diketahui sebagai pertimbangan dalam menentukan beberapa hal penting untuk perancangan kotak karton box yang sesuai dengan produk elektronik tersebut :

5 Menentukan kombinasi kualitas kertas yang akan digunakan. Semakin tinggi kualitas kertas yang digunakan, semakin kuat kotak karton box tersebut.

6 Menentukan fluting (jenis gelombang). Yang paling umum di pasaran adalah fluting B, fluting C atau gabungan keduanya, fluting BC. Fluting C memiliki daya bantalan yang tinggi dan mampu meredam getaran dengan baik. Cocok digunakan untuk mengemas produk pecah belah dan produk-produk pada umumnya. Sedangkan flute B memiliki jumlah gelombang yang lebih banyak, sehingga memiliki kekuatan tahan tumpuk yang lebih baik. Sedangkan fluting BC dapat dikatakan sebagai gabungan dari kemampuan fluting B dan fluting C.

(48)

17 8 Menentukan desain printing pada kotak karton tersebut. Karena selain sebagai media pengemas dan pelindung produk anda, kotak karton dapat anda gunakan sebagai media informasi dan advertisi bagi produk anda tersebut.

9 Costing / harga. Pemakaian kertas sangat menentukan harga dari kotak karton box. Untuk mendapatkan pemakaian kertas yang paling hemat salah satunya adalah dengan menentukan desain bentuk karton box yang tepat. Contoh, kotak karton box dengan bentuk (type) half flap system jauh lebih hemat kertas dibadingkan dengan full flap system, akan tetapi dari segi kekuatan adalah sebaliknya.

II.3.5 Hal penting bagi karton box

(Seperti dikutip Ita miningsih,2011) dalam fungsi utamanya sebagai media pengemas produk, kardus (kotak karton gelombang) harus mampu melindungi produk di dalamnya, dari hal-hal seperti guncangan, tekanan, dan cuaca/kelembaban suhu. Sehingga, sebelum dibuat, kardus tersebut harus dirancang dengan spesifikasi kualitas yang seimbang dengan perannya berdasarkan jenis produk yang dikemas serta pertimbangan perlakuan produk setelah dikemas, mulai dari penyimpanan hingga distribusinya.

Ada empat hal utama yang perlu dicek untuk memastikan apakah kualitas kardus tersebut sesuai/standar, sehingga kemampuannya sebagai media pengemas menjadi handal, yaitu sebagai berikut :

(49)

18 2 Cek Total Weight per 100cm2. Pengecekan ini diperlukan guna mengetahui apakah kualitas kertas yang digunakan sesuai dengan spesifikasi rancangannya. Hal ini dapat dketahui dari berat per 100cm2 karton tersebut. Bila ternyata berat pengecekan tidak standar, maka kemungkinan besar, kualitas gramatur kertas yang digunakan juga di luar standar. Hal ini dapat menjadi fatal, karena bahan dasar utama yang menentukan kualitas kardus adalah lapisan kertas tersebut. Semakin tinggi nilai gramatur (berat per 100cm2) kertas, maka semakin baik kualitas kardusnya.

3 Box Compression Tester, adalah pengecekan ketahanan kardus terhadap beban tumpukan di atasnya. Karena penyimpanan kardus dilakukan dengan tumpukan (untuk penghematan tempat), maka nilai BCT ini harus mampu menahan beban tumpukan di atasnya. Semakin tinggi nilai BCT kardus, semakin tahan terhadap beban tumpukan di atasnya.

4 Edge Crush Test, yaitu pengecekan ketahanan tekanan tepi. Pengecekan ini manfaatnya hampir sama dengan BCT, bedanya BCT mengetahui kehandalan kardus keseluruhan dalam Kgf (kilogram force) sedangkan ECT nilainya dicek dalam satuan ukuran tertentu potongan kardus dalam

Kgnewton.

5 Jika pengecekan ke empat hal tersebut di atas memenuhi nilai standar, maka dapat dikatakan kardus tersebut dapat berfungsi sebagai pelindung

(50)

19

[image:50.595.150.465.127.369.2]

II.4 PT.MARKTEL

Gambar II.2 kantor PT.MARKTEL Sumber : Dokumentasi pribadi

Bermula dari kegiatan riset di Laboratorium Elektronika Institut Teknologi Bandung yang dilakukan oleh sekelompok pengajar dari Institut tersebut, yang layak ditindaklanjuti dengan mewujudkan hasil riset tersebut menjadi produk-produk teknologi yang dapat dipertanggung-jawabkan. Maka pada tanggal 15 Mei 1973 didirikan perusahaan perseroan di Bandung, dengan nama PT Telnic Industries, yang bergerak di bidang bisnis Elektronika Profesional (Customized Product) yang membuat hardware dan software produk-produk Signalling, Perangkat Telekomunikasi, Sistem Informasi, baik dalam bentuk produk satuan dan atau produk jaringan yang terintegrasi.Sejalan dengan upaya pemenuhan kebutuhan pasar yang ada.

(51)

20 itu Dengan perkembangan teknologi yang sedemikian cepat dan tumbuhnya permintaan pasar akan produk teknologi,menjadi pertimbangan dan menuntut penguasaan teknologi yang kemudian tidak dapat dipenuhi oleh PT Telnic Industries dengan sumber dayanya yang terbatas.

Dengan berbekal pengalaman dan kemampuan engineering-nya para senior engineer bersemangat untuk maju terus dan bersaing dengan produk-produk import, maka untuk mengatasi keterbatasan sumber daya perusahaan tersebut, para Senior Engineer mengambil inisiatif untuk bergabung dan mendirikan perusahaan perseroan yang berkedudukan di Bandung, pada bulan Juli 2004, dengan nama PT. Manunggaling Rizki Karyatama Telnics ( MARKTEL ) dengan mendapat dukungan permodalan dan management dari PT. Batavia

ZcInternational Ventura, Jakarta.

PT. Manunggaling Rizki Karyatama Telnics ( Marktel ) sebuah perusahaan yang memfokuskan diri di bidang transportasi darat, khususnya pengadaan rambu-rambu dan kelengkapan lalu-lintas.Karena kami sadar bahwa kelancaran lalu-lintas darat sangat didambakan dan hal tersebut tidak akan bisa tercapai tanpa pengadaan peraturan di lapangan yang tertuang dalam setiap rambu dan kelengkapan lalu-lintas itu sendiri.

PT. Manunggaling Rizki Karyatama Telnics ( Marktel ) memiliki komitment dan dedikasi yang tinggi dalam pengembangan Traffic Light, PT. Manunggaling Rizki Karyatama Telnics ( Marktel ) juga selalu melakukan riset dan pengembangan Traffic Light produksinya agar selalu ada inovasi sehingga Traffic Light produksinya selalu berada di posisi terdepan.

(52)

21 serta mengembangkan produk-produk seperti IP PBX, NMS (Network Management System), SLIMS (Subscriber Line Maintenance System), NGN Server, VMS (Video Messaging System), GPA (Perangkat Pemantau dan Pengontrol berbasis SNMP), Interface Monitoring System untuk jaringan CDMA. Memasuki tahun 2009, PT. Manunggaling Rizki Karyatama Telnics ( Makrtel ) mulai mencari peluang-peluang bisnis dalam industri, termasuk kemungkinan untuk bergabung dalam usaha mewujudkan salah satu mimpi dan tantangan terbesar Indonesia saat ini, yaitu membuat Traffic Light dan Sistem Informasi, baik dalam bentuk produk satuan dan atau produk jaringan yang mudah di mengerti masyarakat. Ini adalah satu tantangan yang besar bagi Marktel.

II.4.1 Geografis PT . MARKTEL

Secara geografis PT.Marktel terletak didaerah yang cukup strategis, yaitu Jln. Sanggar Kencana XXVII No: 10-12 Sanggar Hurip, Bandung 40286 Tempat yang cukup strategis karena lokasi PT.Marktel dekat dengan tempat wilayah industri yang ada di soekarno hatta, Bandung.

II.5 Identitas produk Traffic Light

(53)

22

[image:53.595.114.498.117.258.2]

II.5.1 Lampu Traffic Light

Gambar II.3 Traffic Light

Sumber : Dokumentasi pribadi 1. Lampu Traffic Light 3aspek 30cm

Lampu ini terbuat dari bahan dasar aluminium yang berwarna hijau tua yang berfungsi sebagai lampu lalulintas yang di pasang pada tiang lurus yang berada di kanan kiri perempatan dan di kanan kiri sebrang perempatan lampu ini sering sekali di pakai di jalan raya.

2 Lampu Traffic Light 3aspek 20cm

Lampu ini terbuat dari bahan dasar aluminium yang berwarna hijau tua yang berfungsi sebagai lampu lalulintas yang di pasang pada tiang lengkung yang berada di di sebelah kanan perempatan menggunakan tiang lengkung yang melengkung ke tengah-tengah jalan yang fungsinya untuk memberi memberi kemudahan kepada para pengguna jalan yang berada di perempatan yang jalur jalannya lumayan lebar menjadikan pengguna jalan dari jarak yang cukup jauh pun bisa melihat lampu ini.

3 Lampu Traffic Light 2aspek 30cm

(54)

23 perempatan dengan tipe jalan yang lebar mengapa di pasang dengan berukuran lampu 30cm untuk memudahkan peyembarang jalan melihat lampu peyebrang dengan jelas.

4 Lampu Traffic Light 2aspek 20cm

Lampu ini terbuat dari bahan dasar aluminium yang berwarna hijau tua yang berfungsi sebagai lampu peyebrangan yang di pasang pada tiang lurus yang berada saling berhadapan sebrang kanan dan sebrang kiri lampun ini untuk perempatan dengan tipe jalan yang kecil karen sudah cukup jelas para peyebrang jaln untuk melihat lampu peyebrangan..

5 Lampu Traffic Light 3aspek 30cm horizontal

(55)

24

II.5.2 Traffic Controller

Gambar II.4 Traffic controller

Sumber : Dokumentasi pribadi

UMC – 690 adalah juga traffic controller yang di rancang dengan konsep mudah dioperasikan guna memenuhi kebutuhan untuk pengaturan lalu lintas persiapan baik di kota besar maupun kota / kabupaten dan compatible dengan sytem ACTCS.

[image:55.595.124.493.119.395.2]
(56)

25

II.5.3 Down Counter

Gambar II.5 Down Counter

Sumber : Dokumentasi pribadi

[image:56.595.147.500.127.396.2]
(57)

26

[image:57.595.99.520.119.438.2]

II.5.4 Visual Kemasan PT.Marktel Yang Bermasalah

Gambar II.6 Kemasan Produk PT.Marktel Sumber : Dokumentasi pribadi

(58)
(59)

28

[image:59.595.108.521.121.586.2]

II.5.5 Analisis SWOT Kemasan

Gambar II.6 Kemasan Produk PT.Marktel Sumber : Dokumentasi pribadi

SWOT Analisis Tindakan

Strenght

Kemasan mudah ditemukan di pasaran, Biaya Produksi kemasan yang terjangkau.

Mepertahankan kemasan yang baik dengan harga yang

terjangkau

Weakness

Produk dipaksakan masuk pada kemasan, tidak adanya daya tarik

visual yang terdapat pada setiap kemasan. Identitas perusahaan

ataupun produk belum teraplikasikan dengan baik,

beberapa kemasan belum terfungsikan dengan baik

Membuat kemasan yang memaksimalkan produk dengan

desain kemasan yang memunculkan daya tarik visual

dan konsisten dalam mengaplikasikan identitas

prusahaan pada kemasan tersebut.

Oppurtunity

Setiap produk Traffic Light

memiliki kemasan yang berbeda dan memiliki identitas yang

berbeda karena untuk menampilan ciri khas produk 1

dengan yang lain

Memberitahukan varian produk

Traffic Light pada konsumen

Threat

Banyak kemasan yang lebih menarik dan terkesan berkelas,

produk Traffic Light hanya terdapat di PT.Marktel.

Mebuat desain kemasan yang lebih menarik dan terkesan berkelas namun menekan biaya

(60)

29

II.5.6 Segmentasi Konsumen

1. Aspek Demografis

 Usia : 25 Tahun ke atas

 Gender : Laki-Laki dan Wanita

 Pekerjaan : Pengusaha dan Pemerintah DISHUB

 Status Sosial : Menengah-atas

 Agama : semua golongan

2. Aspek Geografis

Primary : Kota Bandung

Secondary : seluruh indonesia

3. Aspek psikografis

 Gaya Hidup : meyukai perkembangan dalam segi teknologi.

(61)

30 BAB III

STRATEGI PERANCANGAN DAN KONSEP VISUAL

III.1Strategi Perancangan

Strategi perancangan yang akan dilakukan untuk membuat kemasan meliputi :

III.1.1 Pendekatan komunikasi

Komunikasi adalah proses pemindahan pengertian dalam bentuk gagasan atau informasi dari seseorang ke orang lain. Pengertian yang akan disampaikan kepada konsumen adalah memberitahukan keberadaan PT.Marktel yang menyediakan berbagai macam produk Traffic Light dengan berbagai keunggulan.

Hal tersebut dikomunikasikan kedalam sebuah visual sebuah desain kemasan yang baik pada setiap kemasan produk Traffic Light yang ada, sehingga perusahaan tersebut memiliki citra yang kuat dan melekat di konsumen.

1. Materi Pesan :

1 logo prusahaan PT.MARKTEL

2 PT.Marktel merupakan prusahaan yang memperoduksi produk

elektronik Traffic Light.

3 Traffic Light dan Traffic Controller merupakan produk utamanya.

4 Produk yang di buat dengan teknologi yang sangat canggih dan tidak

ketinggalan jaman menampilkan visual dari produk PT.Marktel

sendiri pada kemasan produk PT.Marktel.

(62)

31 2. Tujuan komunikasi perancangan :

1. Memberikan sebuah visual pada kemasan agar dapat memperkuat

identitas produk pada kemasan PT.Marktel.

2. Memberikan kesan keunikan dan kelebihan pada kemasan

PT.Marktel.

3. Tema/Pesan Utama

Pesan utama dalam perancangan Desain Kemasan produk PT.Marktel adalah

menyampaikan informasi kepada konsumen bahwa PT.Marktel menyediakan

berbagai jenis produk elektronik Traffic Light dan Traffic Controller, Traffic Light

yang sangat moderen dan canggih dari segi teknologi.

4. Positioning

Untuk dapat menempatkan produk perusahaan di benak/pikiran konsumen

sebagai target sasaran merupakan suatu hal yang penting karena ini berhubungan

dengan citra perusahaan tersebut. Dengan produk yang bermanfaat dan berkualitas

bagi konsumen, maka diperlukan desain kemasan yang cukup baik namun tetap

mempertahankan harga dapat menunjukan kekuatan karakter perusahaan sehingga

menimbulkan suatu kebanggaan bagi konsumen yang menggunakannya.

Pendekatan komunikasi yang disimpulkan menempati dua hal yaitu : 5. Pendekatan Verbal

(63)

32

6. Pendekatan Visual

Dibuatlah sebuah desain yang dapat mewakili semua pesan utama secara singkat padat dan dapat dimengerti oleh target sasaran. Dengan menggunakan unsur grafis seperti garis dan latar belakang agar desain terlihat lebih menarik. Ilustrasi juga digunakan sebagai gambaran pesan yang tak terbaca, namun bisa mengurai cerita sehingga pesan dapat lebih berkesan. Warna-warna yang akan digunakan adalah warna-warna senada abu-abu,hitam,putih mencerminkan dan warna-warna dari produknya sendiri kenetralan perusahaan dari berbagai bidang yang di geluti.merah mencerminkan betapa kuat tekat yang sangat kuat untuk mencerminkan perusahan yang kuat dalam bidang teknologi di bandingkan dengan perusahaan yang lainnya.seperti kemasan kotak box (kardus) yang menjadi andalan di PT.Marktel

III.1.2 Strategi Kreatif

Untuk menghasilkan desain kemasan PT.Marktel yang lebih baik, rancangan redesain kemasan akan disesuaikan dengan target konsumen dengan menggunakan strategi kreatif yang pas dan tepat sasaran. pertama-tama membuat sebuah Gambar yang menggambarkan ke cangihan produk Traffic Light gambar itu dipilih untuk menanamkan pada benak konsumen bahwa setiap memikirkan

(64)

33

tipografi yang tegas dan kuat mencerminkan teknologi yang canggih dan berkembang dari segi teknologi hal ini bermaksud untuk mengatakan bahwa PT.Marktel adalah Perusahaan yang memproduksi Traffic Light yang sangat canggih di segi teknologi, selain itu karena pada produk Traffic Light memakai komponen-komponen elektronik yang sangat canggih dan tidak ketinggalan jaman.Selain memunculkan gambar dan tipografi yang sangat tegas.maka akan ditambahkan Beberapa elemen visual lainnya untuk background agar kemasan terlihat lebih menarik.

III.1.3 Strategi Media

Media yang digunakan meliputi : 1. Media Utama kemasan

Media utama yang digunakan dalam perancangan Desain Kemasan produk PT.Marktel adalah

o Media kemasaan produk Traffic Light

1. Kemasaan produk lampu Traffic Light 3 aspek box 20cm 2. Kemasaan produk lampu Traffic Light 2 aspek box 20cm

3. Kemasaan produk lampu Traffic Light 3 aspek box 30cm (horizontal) 4. Kemasaan produk lampu Traffic Light 2 aspek box 20cm (horizontal) 5. Kemasaan produk Traffic Light Down counter 2 digit

6. Kemasan produk Traffic Light Down counter 3 digit 7. Kemasan produk Traffic Controller UMC– 690 8. Kemasan produk Traffic Controller UMC– 690 DC 2. Media pendukung

Media pendukung merupakan suatu media tambahan atau media yang dibuat oleh perusahaan untuk mempromosikan produknya agar lebih dikenal oleh pengusaha dan pemerintahaen terkait di seluruh indonesia, maka media pendukungnya meliputi :

(65)

34

[image:65.595.205.414.142.294.2]

Merupakan salah satu media yang digunakan pegawai. Hal ini untuk memudahkan dalam membedakan konsumen dan pegawai.

Gambar III.7 Visual Seragam pegawai Dokumen pribadi

2. Rompi Pegawai lapangan

Merupakan salah satu media yang digunakan pegawai lapangan. Hal ini untuk memudahkan dalam membedakan pegawai di lapangan bila sedang bertugas di lapangan.

[image:65.595.206.417.468.616.2]
(66)

35

III.2 Konsep Visual III.2.1 Format Desain

Desain yang akan dibuat menggunakan format Desain Potret dan Landscape, simetris dan komposisi yang teratur dengan maksud agar mudah dibaca dan jelas sehingga pesan dapat disampaikan dan diterima dengan baik oleh konsumen. Elemen yang terdapat dalam media berupa ilustrasi, logo perusahaan, tipografi yang terdiri dari visual produk,logo prusahaan dan keterangan pendukung.

III.2.2 Layout

[image:66.595.145.445.468.653.2]

Layout atau tata letak adalah merangkai unsure-unsur tertentu (gambar, tulisan, warna dan unsure-unsur lainnya) menjadi susunan yang menyenangkan sehingga mencapai tujuan. Penerapan elemen-elemen serta prinsip-prinsip dalam proses desain dengan maksud agar dapat menghasilkan suatu karya grafis yang menarik, enak dipandang, tampil menyolok dan memiliki kesan. Dimana secara keseluruhan dapat membentuk sebuah keserasian yaitu susunan berbagai macam bentuk, bangun warna, dan elemen lain yang disusun secara seimbang dalam suatu susunan komposisi yang utuh agar enak dipandang.

(67)
[image:67.595.103.487.68.316.2] [image:67.595.104.498.421.581.2]

36

Gambar III.10 Layout Kemasan produk lampu Traffic Light 2 aspek box 20cm Dokumen Pribadi

Gambar III.11 Layout Kemasan produk lampu Traffic Light 2 aspek box 20cm (horizontal)

(68)

37

Gambar III.11 Layout Kemasan produk lampu Traffic Light 2 aspek box 20cm

(horizontal)

Dokumen Pribadi

(69)
[image:69.595.108.486.79.272.2] [image:69.595.106.497.387.583.2]

38

Gambar III.13 Layout Kemasan produk down conter 3 Digit Dokumen Pribadi

(70)
[image:70.595.117.513.97.293.2]

39

Gambar III.15 Layout Kemasan produk lampu Traffic controller,UMC– 690 DC Dokumen Pribadi

1. Nama Barang/Produk

Sebuah nama dari produk yang terdapat dalam kemasan. Nama produk disini akan selalu di sertai dengan penaman sesuai barang yang terdapat pada kemasan dus.

2. Logo dan Ilustrasi

Logo perusahaan dan Ilustrasi produk Traffic Light akan ditampilkan pada semua kemasan sebagai tanda kepemilikan dan identitas kemasaan pada sebuah perusahaan.

3. Informasi produk

(71)

40

III.2.3 Huruf

Huruf yang digunakan adalah huruf-huruf yang tegas agar dapat memperjelas penggunan dan tata cara memperlakukan produk konsumen selain itu dipilih huruf yang tegas untuk menginformasikan bahwa PT.Marktel ini memiliki karakteristik yang kuat. Huruf tersebut adalah

1. Britannic Bold

ABCDEFGHIJKLMNOPQRSTUVWXYZ abcdefghijklmnopqrstuvwxyz 1234567890!@#$%^&*()

III.2.4 Ilustrasi

[image:71.595.257.369.402.670.2]

Ilustrasi yang digunakan pada perancangan desain ini yaitu sebuah produk PT.Marktel,Logo prusahan dan informasi produk yang di sederhanakan menjadi gambar vektor dan ditampilkan pada desain kemasan produk PT.Marktel seperti berikut :

(72)
[image:72.595.169.438.295.674.2]

41

Gambar III.17 peyederhanaan visual logo PT.Marktel Dokumen pribadi

(73)

42

III.2.5 Warna

Warna-warna yang akan digunakan pada perancangan desain kemasan ini yaitu warna-warna yang senada dengan produknya masing-masing karena dari setiap produk memiliki warna yang berbeda jadi warna yang akan di pakai tergantung dari produk yang akan di desain pada kemasan.

R=31 G=87 B=43 R=76 G=194 B=196 R=8 G=8 B=8 R=8 G=8 B=8

R=237 G=31 B=36 R=228 G=172 B= 36 R=101 G=188 B=70

[image:73.595.111.528.207.678.2]

(74)

43 III.3 IDENTITAS VISUAL DAN KEMASAN PRODUK PT.MARKTEL

III.3.1 Identifikasi Masalah PT. Marktel

Dalam pengemasannya produk tidak konsisten, warna yang dicetak pada

kemasan tidak ada sama selain itu dari segi desain, logo PT.Marktel juga tidak

ada sama sekali pada setiap kemasan. Hal ini akan mengakibatkan identitas

produk PT.Marktel tidak tergambarkan pada kemasan. Hal tersebut sangatlah

penting karena jika identitas tidak konsisten pada kemasan akan mengakibatkan

konsumen susah mengingat kemasan produk PT.Marktel yang sebenarnya. Bisa

saja di luar banyak prusahaan-prusahaan home industri yang menjual produk

Traffic Light produksinya sendiri namun menggunakan nama PT.Marktel dan

membuat kemasan sendiri. Mungkin saja konsumen akan percaya bahwa itu

produk PT.Marktel walaupun dengan kemasan yang berbeda karena kemasan dari

PT.Marktel aslinya pun tidak konsisten.

Aspek geografis :

1. Wilayah : seluruh indonesia

2. Kepadatan : pusat kota sampai pinggiran kota

3. Iklim : tropis

Aspek demografis :

1. Usia : 25 tahun ke atas

2. Jenis kelamin : pria dan wanita

3. Pendidikan : semua kalangan

4. Pekerjaan : pemerintahan dan pengusaha

5. Pendapatan : Rp. 5 M/tahun

6. Agama : semua golongan

Aspek psikografis :

1. Kelas social : kelas pemerintahan dan kelas pengusaha

(75)
[image:75.595.115.478.116.343.2]

44 III.3.2 KEMASAN PRODUK PT.MARKTEL

Gambar III.20 kemasan produk PT.Marktel

Dokumen pribadi

Kemasan produk PT.Marktel tergolong sama dengan kemasan-kemasan

produk sekelasnya yaitu sebuah Karton Box (kardus) yang kedap udara untuk

produk PT.Marktel. Untuk kemasan berbahan Karton Box (kardus) sangat

maksimal dan sesuai ukurannya dengan produk PT.Marktel.PT.Marktel

memaksakan produknya di kemas dengan kemasan yang tidak pas sehingga

mengakibatkan perubahan bentuk atau kerusakan dari produk Traffic Light, yaitu

penuruan bentuk yang cacat di lihat dari bahan dasar yaitu aluminium. produk

Traffic Light ini memakai bahan aluminium dan komponen elektronik yang renta

terhadap benturan atau pun gesekan , dikarenakan kemasan produk Traffic Light

ini tidak terlalu di pikirkan keamananya mengakibatkan barang yang di kemas

sering terkena benturan dan gesekan yang mengakibatkan pada produknya sendiri

dan komponen elektroniknya. Hal tersebut terjadi untuk meminimalisir biaya

produksi, karena jika melihat dari aspek psikografis target pasar dari PT.Marktel

(76)
[image:76.595.107.473.122.359.2]

45 III.3.3 Identitas visual pada kemasan produk PT.Marktel

Gambar III.21 identitas visual kemasan PT.Marktel

Dokumen pribadi

Identitas visual pada kemasan produk PT.Marktel sangat tidak konsisten,

pertama pada kemasan tidak adanya logo identitas pada kemasan, lalu pada

kemasan produk Karton Box (kardus) PT.Marktel visualnya pun tidak ada sama

sekali yang di perlihatkan di luar Karton Box (kardus).Identitas visual pada

kemasan belum sesuai karena tidak memperlihatkan identitas produk dari

(77)

46

BAB IV

MEDIA DAN TEKNIK PRODUKSI

IV.1 Pra Produksi

Sebelum memasuki tahap produksi ada Beberapa tahapan yang dilalui dalam suatu perancangan media kemasan ini yaitu:

1. Pengumpulan Data

Yaitu proses awal sebelum melakukan sebuah kegiatan perancangan yang meliputi data primer dan data sekunder. Data primer ini didapatkan dengan cara wawancara secara langsung kepada narasumber yang dapat dipercaya yaitu wawancara kepada Pemilik prusahaan PT.Marktel sendiri dan wawancara kepada konsumen yang jawabannya dapat dipertanggung jawabkan. Sedangkan untuk data sekunder didapatkan dengan cara pencarian data di search engine seperti Google.Dengan mengumpulkan jurnal, makalah, laporan serta tulisan yang ada dibloger.

2. Sketsa

Yaitu proses kedua setelah pengumpulan data selesai dilakukan. Tahap kedua dari sebuah kegiatan perancangan ini meliputi tampilan visual seperti ilustrasi, tipografi, layout atau tata letak, warna maupun format desain. Proses sketsa ini dapat dilakukan dengan cara manual yang kemudian diacckan kepada

pembimbing dan juga sketsa secara digital yang kemudian dilakukan acac juga kepada pembimbing..

IV.1.1 Komputerisasi atau Pengolahan Gambar

Pengolahan gambar dilakukan dengan cara sebagai berikut:

3. Memindai sketsa yang sudah dibuat ke komputer dengan meggunakan alat pindai Umax 1300.

4. Mengolah gambar pada ilustrasi yang akan digunakan dengan cara mendigitalisasi sketsa yang sudah dipindai dikomputer dengan

menggunakan software Adobe IlustratorCS5 dan Adobe Photoshop CS5.

(78)

47

IV.2Teknis Media

IV.2.1. Teknis Produksi

Teknik perancangan identitas visual kemasan produk Traffic Light PT.Marktel baik pada media utama juga media pendukung menggunakan software grafis Adobe illustrator CS 5 dan Adobe Photoshop CS 5.

[image:78.595.125.482.235.551.2]

IV.2.2 Media Utama Visual kemasan Traffic light,lampu 1 set 3 aspek 20 cm

Gambar IV.22 Visual Kemasan Traffic Light,lampu 1 set 3 aspek 20 cm Sumber : Dokumen pribadi

Ukuran : Pandangan depan dan belakng 84 x 30 cm Pandangan samping kanan dan kiri 84 x 35 cm Material : Kotak karton box (kardus)

(79)

48

[image:79.595.113.481.115.437.2]

IV.2.3 Visual kemasan Traffic light,lampu 1 set 2 aspek 20 cm

Gambar IV.23 Visual Kemasan Traffic Light,lampu 1 set 2 aspek 20 cm Sumber : Dokumen pribadi

Ukuran : Pandangan depan dan belakng 56 x 30 cm Pandangan samping kanan dan kiri 56 x 35 cm Material : Kotak karton box (kardus)

(80)

49

[image:80.595.109.504.119.315.2]

IV.2.4 Visual Kemasan Traffic Light,lampu 1 set 3 aspek 20 cm (horizontal)

Gambar IV.24 Visual Kemasan Traffic Light,lampu 1 set 3 aspek 20 cm (horizontal) Sumber : Dokumen pribadi

Ukuran : Pandangan depan dan belakng 84 x 35 cm Pandangan samping kanan dan kiri 30 x 35 cm Material : Kotak karton box (kardus)

Teknis produksi : Cetak,Sablon,Digital printing

(81)
[image:81.595.154.474.86.184.2]

50

Gambar IV.25 Visual Kemasan Traffic Light,lampu 1 set 2 aspek 20 cm (horizontal) Sumber : Dokumen pribadi

Ukuran : Pandangan depan dan belakng 56 x 35 cm Pandangan samping kanan dan kiri 30 x 35 cm Material : Kotak karton box (kardus)

Teknis produksi : Cetak,Sablon,Digital printing

IV.2.6 Visual Kemasan Traffic Light,down conter 2 digit

Gambar IV.26 Visual Kemasan Traffic Light,down counter 2 digit Sumber : Dokumen pribadi

[image:81.595.109.492.405.676.2]
(82)

51

Pandangan samping kanan dan kiri 55 x 15 cm Material : Kotak karton box (kardus)

Teknis produksi : Cetak,Sablon,Digital printing

[image:82.595.114.488.204.471.2]

IV.2.7 Visual Kemasan Traffic Light,down conter 3 digit

Gambar IV.27 Visual Kemasan Traffic Light,down conter 3 digit

Sumber : Dokumen pribadi

Ukuran : Pandangan depan dan belakng 55 x 75 cm Pandangan samping kanan dan kiri 55 x 15 cm Material : Kotak karton box (kardus)

(83)
[image:83.595.132.476.123.358.2]

52 IV.2.8 Visual Kemasan Traffic Light,UMC - 690

Gambar IV.28 Visual Kemasan Traffic controller,UMC - 690

Sumber : Dokumen pribadi

Ukuran : Pandangan depan dan belakng 55 x 75 cm

Pandangan samping kanan dan kiri 55 x 15 cm

Material : Kotak karton box (kardus)

Teknis produksi : Cetak,Sablon,Digital printing

(84)
[image:84.595.158.461.88.212.2]

53 Gambar IV.29 Visual Kemasan Traffic controller,UMC - 690 DC

Sumber : Dokumen pribadi

Ukuran : Pandangan depan dan belakng 55 x 75 cm

Pandangan samping kanan dan kiri 55 x 15 cm

Material : Kotak karton box (kardus)

Teknis produksi : Cetak,Sablon,Digital printing

IV.3 Media pendukung

IV.3.1 Seragam karyawan PT.Marktel

Gambar IV.30 Seragam PT.Marktel

[image:84.595.161.428.505.693.2]
(85)

54 Ukuran : All size

Material : Lacoste

Teknis produksi : Bordir

Warna : Hitam dan putih

[image:85.595.149.447.293.501.2]

IV.3.2 Rompi karyawan lapangan PT.Marktel

Gambar IV.31 Rrompi karyawan lapangan PT.Marktel

Sumber : Dokumen pribadi

Ukuran : All size

Material : Prasit

Teknis produksi : Bordir

(86)

55

DAFTAR PUSTAKA

Buku

Jacci Howard,(1997). Color Meanings. Jakarta :edisi ketiga Erlangga, 1997

Frank F Jefkin (1997). The New Guide to Graphic Design. Jakarta : edisi ketiga Erlangga, 1997

Iwan Wirya (1999).Kemasan yang Menjual. Jakarta : PT. Gramedia Pustaka Utama, Jakarta,1999

Alan Swann (1997), The New Graphic Design School, New Burlington Books, London.1997

Hermawan Kartajaya (1996),Marketing Plus 2000 Siasat Memenangkan Persaingan Global, PT. Gramedia,Jakarta,1997.Pustaka Utama

Jurnal

Cenadi, Christine Suharto. (1998). Jurnal Nirmana Jurusan Desain Komunikasi Visual Volume 1,Universitas Kristen Petra, Surabaya.)

Website

Adams Morioka,2000.(July 06)Logo Design Workbook : A Hands-O

Gambar

Gambar II.1 kotak box (kardus)
Gambar II.2 kantor PT.MARKTEL
Gambar II.3  Traffic Light
Gambar II.4 Traffic controller
+7

Referensi

Dokumen terkait

Dari analisa Sensitivitas diketahui bahwa perusahaan sangat sensitif terhadap perubahan harga bahan baku yang akan juga diikuti dengan kenaikan harga jual produk sampai

Melalui media komunikasi visual yang dirancang diharapkan masyarakat dapat mengelompokkan produk-produk Tossa sehingga konsumen dapat membedakan produk Tossa dengan Produk

penerimaan teknologi sangat berpengaruh pada minat beli konsumen, yang sesuai juga dengan hasil uji simultan dimana penelitian ini dapat dibuktikan bahwa aspek -

Melalui media komunikasi visual yang dirancang diharapkan masyarakat dapat mengelompokkan produk-produk Tossa sehingga konsumen dapat membedakan produk Tossa dengan Produk

Sedangkan dari wawancara diperoleh data mengenai kondisi perajin dan kain tenun secara umum di Indonesia; realita yang terjadi di pasar konsumen; peluang pengolahan

Begitu juga dengan variabel bentuk yang berpengaruh terhadap minat beli konsumen dikarenakan bentuk kemasan dari suatu produk menjadi salah satu pertimbangan penting bagi

Perkembangan teknologi informasi yang sangat cepat menuntut perusahaan untuk menggunakan sistem informasi berbasis computer dalam proses bisnisnya, dikarenakan sistem manual