• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB VI Hasil Pengamatan dan Pembahasan (fix)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "BAB VI Hasil Pengamatan dan Pembahasan (fix)"

Copied!
6
0
0

Teks penuh

(1)

BAB VI

HASIL DAN PEMBAHASAN

6.1 Hasil Pengamatan

Beberapa spesifikasi karbon aktif dihasilkan dari penelitian ini. Perbedaan suhu karbonisasi dan aktivasi karbon memberikan karakteristik karbon aktif yang berbeda. Aktivasi limbah kulit singkong dilakukan dengan metode aktivasi secara kimia. Metode ini dilakukan dengan merendam limbah kulit singkong dalam aktivator KOH. Arang aktif yang diperoleh di karakterisasi meliputi kadar air, kadar abu dan daya adsorbsi arang aktif terhadap iod.

6.1.1 Kadar Air

Berikut hasil pengukuran kadar air kulit singkong terlihat pada tabel 10. Tabel 9. Hasil analisis kadar air

Jenis bahan Waktu ( menit ) Berat ( gram ) Suhu ( oC)

Kulit singkong kering 0 5 105

Kulit singkong kering 30 4,82 105

Kulit singkong kering 60 4,77 105

Kulit singkong kering 90 4,61 105

Kulit singkong kering 120 4,53 105

Kulit singkong kering 150 4,53 105

Kulit singkong kering 180 4,53 105

Tabel 10. Hasil analisis kadar air

Jenis bahan Berat awal (gr) Berat akhir (gr) Kadar air (%)

(2)

6.1.2 Kadar abu

Tabel 11. Hasil analisis kadar abu

Jenis bahan Berat awal (gr) Berat akhir (gr) Kadar abu (%)

Sekam padi 10 0,533 5,33

6.1.3 Bilangan Iod

Tabel 12. Hasil analisis daya adsorbsi karbon aktif dengan aktivator KOH 0,1 N Suhu Karbonisasi (oC) Bilangan Iod (%) Konsentrasi (N)

300 11,675 0,1

400 11,928 0,1

500 10,405 0,1

600 9,898 0,1

700 8,882 0,1

Tabel 13. Hasil analisis daya adsorbsi karbon aktif dengan aktivator KOH 0,2 N Suhu Karbonisasi (oC) Bilangan Iod (%) Konsentrasi (%)

300 12,436 0,2

400 11,674 0,2

500 9,898 0,2

600 7,868 0,2

700 6,852 0,2

Tabel 14. Hasil analisis daya adsorbsi karbon aktif dengan aktivator KOH 0,3 N Suhu Karbonisasi (oC) Bilangan Iod (%) Konsentrasi (%)

300 13,451 0,3

400 12,436 0,3

500 9,910 0,3

600 8,629 0,3

700 7,614 0,3

Tabel 15. Hasil analisis daya adsorbsi karbon aktif dengan aktivator KOH 0,4 N Suhu Karbonisasi (oC) Bilangan Iod (%) Konsentrasi (%)

300 10,659 0,4

400 11,167 0,4

500 9,898 0,4

600 7,614 0,4

(3)

Tabel 16. Hasil analisis daya adsorbsi karbon aktif dengan aktivator KOH 0,5 N Suhu Karbonisasi (oC) Bilangan Iod (%) Konsentrasi (%)

300 10,405 0,5

400 8,883 0,5

500 7,614 0,5

600 6,853 0,5

700 6,091 0,5

250 300 350 400 450 500 550 600 650 700 750 0

Grafik Hubungan Suhu Karbonisasi vs Angka Iod

KOH 0,1 N

(4)

6.2 Pembahasan 6.2.1 Kadar Air

Salah satu sifat kimia dari karbon aktif yang mempengaruhi kualitas dari karbon aktif itu sendiri adalah kadar air. Pengujian kadar air dilakukan dengan memanaskan kulit singkong kering dalam oven pada suhu 105 oC selama 3 jam. Dari pemanasan tersebut diharapkan air yang terkandung dalam kulit singkong kering akan menguap secara maksimal. Dari tabel 10. terlihat bahwa kulit singkong kering mengalami penurunan berat. Hasil kadar air pada kulit singkong kering adalah 9,4 %. Hasil kadar air ini sangat mempengaruhi kualitas karbon aktif. Terikatnya molekul air yang ada pada kulit singkong akan menyebabkan pori – pori karbon aktif semakin besar.

6.2.2 Kadar Abu

Selain kadar air, parameter lain yang juga mempengaruhi kualitas

karbon aktif adalah kadar abu. Kadar abu akan mempengaruhi kualitas

karbon aktif sebagai adsorben.

Keberadaan abu yang berlebihan dapat menyebabkan terjadinya penyumbatan pori-pori karbon aktif sehingga luas permukaan karbon aktif berkurang.

Pengujian kadar abu dilakukan dengan memanaskan karbon aktif

dalam furnace

pada suhu 600

o

C selama 2 jam. Hasil yang diperoleh adalah

(5)

dapat menguap pada proses pengabuan. Dari

hasil perhitungan diperoleh kadar abu kulit singkong pada tabel 12. adalah 5,33%.

6.2.3 Bilangan Iod

Parameter lain yang dapat menunjukkan kualitas karbon aktif adalah daya adsorpsi karbon aktif terhadap larutan iod. Daya adsorpsi karbon aktif terhadap iod memiliki korelasi dengan luas permukaan dari arang aktif. Dimana semakin besar angka iod maka semakin besar kemampuan dalam mengadsorpsi adsorbat atau zat terlarut (Subadra dkk, 2005). Salah satu metode yang digunakan dalam analisis daya adsorpsi arang aktif terhadap iod adalah dengan metode titrasi iodometri.

Kereaktifan dari karbon aktif dapat dilihat dari kemampuannya mengadsorpsi substrat. Daya adsorpsi tersebut dapat ditunjukkan dengan besarnya angka iod (iodine number) yaitu angka yang menunjukkan seberapa besar adsorben dapat mengadsorpsi iod. Semakin besar nilai angka iod maka semakin besar pula daya adsorpsi dari adsorben. Penambahan larutan iod 0,1 N berfungsi sebagai adsorbatnya yang akan diserap oleh arang aktif sebagai adsorbennya.

(6)

Reaksi yang terjadi:

I

2

+ 2 S

2

O

3-2

2 I

-

+ S

4

O

6-2

Proses perendaman dengan aktivator pada dasarnya dilakukan

untuk mengurangi kadar tar yang mungkin menutup pori-pori dari

karbon aktif, sebagai akibatnya pori-pori pada karbon aktif semakin

besar atau dengan kata lain luas permukaan karbon aktif semakin

bertambah. Semakin luas permukaan karbon aktif maka semakin tinggi

daya adsorpsinya.

Pada grafik menunjukan bilangan iodine berbanding terbalik

dengan suhu karbonisasi semakin naik temperaturnya maka bilangan

iodine semakin turun. Bilangan iodine optimal pada suhu karbonisasi

300 oC dengan menggunakan aktivator KOH dengan konsentrasi 0,3 N

yaitu dengan bilangan iod sebesar 13,451%. Sedangkan bilangan

iodine minimal pada suhu karbonisasi 700 oC dengan konsentrasi KOH

0,5 N yaitu dengan bilangan iod sebesar 6,091%.

Kecilnya daya adsorbsi terhadap iod dapat disebabkan rusaknya

dinding struktur dari arang tersebut atau karena tersumbatnya

pori-pori dari karbon aktif. Suhu karbonisasai yang tinggi menyebabkan

terbentuknya abu yang dapat menutup pori dari karbon aktif,

sedangkan konsentrasi dari aktivator yang cukup besar dapat

menyebabkan rusaknya dinding struktur dari karbon aktif. Hal tersebut

Gambar

Tabel 9. Hasil analisis kadar air
Tabel 15. Hasil analisis daya adsorbsi karbon aktif dengan aktivator KOH 0,4 N
Grafik Hubungan Suhu Karbonisasi vs Angka Iod

Referensi

Dokumen terkait

Statistik Deskriptif dilakukan dengan tujuan untuk memberikan gambara atau deskripsi data yang digunakan adalah Manajemen Laba (EM), beban pajak tangguhan (BBPT),

Kemampuan ekstrak daun sicerek ( clausena excavata burm f ) dalam menghambat pertumbuhan jamur Candida albicans yang masih jauh lebih rendah dibandingkan dengan

Keberadaan BAL berhubungan dengan kesehatan rongga mulut karena kelompok sehat menunjukkan jumlah koloni BAL yang lebih tinggi dibandingkan dengan kelompok periodontitis

Sebagai tenaga administrasi sekolah tampaknya semua staf TU harus bisa bekerja di semua bidang yang telah ditugaskan oleh kepala sekolah dan kepala TU,

Untuk pengembangan kawasan permukiman perdesaan di Kabupaten Bondowoso seluas kurang lebih 6.303,81 Ha, yang meliputi seluruh wilayah kecamatan, yaitu Kecamatan

Pengembangan budidaya rumput laut merupakan salah satu peluang usaha alternatif yang juga dapat dilakukan di Kabupaten Konawe Selatan, Provinsi Sulawesi Tenggara, oleh

Untuk membatasi pembahasan agar tidak terlalu jauh dari materi dalam membahas permasalahan dan keluar jalur dari tujuan penulisan yang ingin dicapai, maka penulis

Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa tidak ada hubungan antara kelompok acuan dan keluarga dengan pemanfaatan Pelayanan Kesehatan gigi dan mulut