• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB 8 Otonomi Daerah dalam Kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "BAB 8 Otonomi Daerah dalam Kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)"

Copied!
11
0
0

Teks penuh

Referensi

Dokumen terkait

Undang-undang Nomor 22 tahun 1999 pada dasarnya tidak lagi meletakkan titik berat otonomi pada Daerah Tingkat II, namun secara mendasar meletakkan otonomi daerah pada daerah

Dekonsentrasi adalah pelimpahan wewenang dari pemerintahan kepada daerah otonom sebagai wakil pemerintah dan/atau perangkat pusat di daerah dalam kerangka negara

Kemitraan Parnership , Kebijakan Otonomi Khusus di Indonesia: Pembelajaran dari Kasus Aceh, Papua, Jakarta dan Yogyakarta , Jakarta, Kemi traan, 2008.. Helsinki) dan aspirasi

Istilah otonomi daerah dan desentralisasi pada dasarnya mempersoalkan pembagian kewenangan kepada organ-organ penyelenggaraan negara, sedangkan otonomi

Penelisikan terkait komponen Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dalam kacamata Maqasid Syariah, menemukan bahwa ada banyak kelonggaran mengenai politik, karena sejak

Inilah menjadi persoalan kebijakan otonomi, yang terkadang dinilai hanya untuk memuaskan semua daerah dengan memberikan ruang partisipasi politik yang tinggi melalui

Asas Desentralisasi, adalah penyerahan wewenang pemerintahan oleh Pemerintah kepada daerah otonom untuk mengatur dan mengurus urusan pemerintahan dalam sistem

kebijakan otonomi daerah masih menghadapi beberapa kelemahan seperti : otonomi daerah hanya dipahami sebagai kebijakan yang bersifat institusional belaka, perhatian dalam otonomi daerah