• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENINGKATAN KEMAMPUAN MENULIS NARASI MELALUI MODEL COOPERATIVE INTEGRATED READING AND COMPOSITION (CIRC) PADA SISWA KELAS V SD NEGERI 064011 KECAMATAN MEDAN DELI KOTA MEDAN TP 2015/2016.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "PENINGKATAN KEMAMPUAN MENULIS NARASI MELALUI MODEL COOPERATIVE INTEGRATED READING AND COMPOSITION (CIRC) PADA SISWA KELAS V SD NEGERI 064011 KECAMATAN MEDAN DELI KOTA MEDAN TP 2015/2016."

Copied!
26
0
0

Teks penuh

(1)

PENINGKATAN KEMAMPUAN MENULIS NARASI MELALUI MODEL COOPERATIVE INTEGRATED READING AND COMPOSITION (CIRC)

PADA SISWA KELAS V SD NEGERI 064011 KECAMATAN MEDAN DELI KOTA MEDAN TP 2015/2016

TESIS

Diajukan Guna Memenuhi Salah Satu Syarat untuk Memperoleh Gelar Magister Pendidikan

Program Studi Pendidikan Dasar

Oleh ARIANTO NIM 8136182005

PROGRAM PASCASARJANA

UNIVERSITAS NEGERI MEDAN

(2)
(3)
(4)
(5)
(6)

ABSTRAK

Arianto. 2016. Peningkatan Kemampuan Menulis Narasi Melalui Model Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC) pada Siswa Kelas V SD Negeri 064011 Kecamatan Medan Deli Kota Medan TP 2015/2016. Medan: Program Studi Pendidikan Dasar, Program Pascasarjana, Universitas Negeri Medan.

Tujuan penelitian ini adalah (1) untuk mengetahui peningkatan kemampuan menulis narasi siswa kelas V SD Negeri 064011 Kecamatan Medan Deli Kota Medan TP 2015/2016; (2) untuk mengetahui proses penggunaan model CIRC dalam pembelajaran bahasa dan sastra Indonesia. Penelitian ini dilakukan pada siswa/siswi kelas V SD Negeri 064011 Kecamatan Medan Deli Kota Medan TP 2015/2016, terdiri dari 25 orang, menggunakan 2 (dua) siklus yang dimulai pada bulan Februari sampai dengan bulan April 2016. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Jenis penelitian adalah penelitian tindakan kelas model Kemmis Taggart sebanyak dua siklus. Dari hasil kegiatan pembelajaran dapat disimpulkan sebagai berikut: (1) pembelajaran dengan model CIRC memiliki dampak positif dalam meningkatkan kemampuan menulis narasi yang ditandai dengan peningkatan hasil menulis narasi siswa dalam setiap siklus, yaitu siklus I memperoleh rata-rata sebesar 53,6 terjadi peningkatan hasil menulis narasi 21,4 dan siklus II memperoleh rata-rata sebesar 75 terjadi peningkatan hasil menulis narasi 39,92%; (2) penerapan model CIRC mempunyai pengaruh positif, yaitu peserta didik mampu menuangkan ide dan imajinasinya ke dalam menulis narasi, meningkatkan motivasi belajar peserta didik, serta hasil nilai siswa memenuhi kriteria ketuntasan minimal.

(7)

ABSTRACT

Arianto. 2016. The Application of Model Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC) in Increasing Writing Narrative of SDN 064011 Kecamatan Medan Deli Kota Medan. Thesis. Medan: Basic Education Program, Postgraduate Program, State University of Medan.

The aims of this study is (1) to explore the step of the effort how to increase the students ability in grade V of SDN 064011 year 2015/2016; (2) to explore the model of usage process Cooperative Integrated Reading and Composition on a study of language of Indonesia. This study is proposed to the students of Primary grade V of SDN 064011 Kecamatan Medan Deli Kota Medan. The writer combines two kinds of cycles started from February until April 2016. This study used a qualitative approach. This type of research is classroom action research model of Kemmis Taggart as much as two cycles. From the result of the study, the writer conclude that: (1) learning activities by using CIRC model have a positive issues to increase students ability to write a narrative, it can be

seen from students’ ability in every cycles, the increasing of cycle I shows that the

students average are about 53,6 and cycle II shows that the students average about 75. It is shown the increasing point reach up to 39,92%, (2) the application of CIRC model have positive issues, the students able to share their ideas and imaginations to the narrative, and increase their learning motivation, so the result of their study come to a higher score of their passing grade.

(8)

iii DAFTAR ISI

Halaman

KATA PENGANTAR ... i

DAFTAR ISI ... iii

DAFTAR TABEL... viii

DAFTAR GAMBAR ... ix

BAB I PENDAHULUAN ... 1

1.1Latar Belakang Masalah ... 1

1.2Identifikasi Masalah ... 6

1.3Batasan Masalah ... 6

1.4Rumusan Masalah ... 7

1.5Tujuan Penelitian ... 7

1.6 Manfaat Penelitian ... 7

BAB II LANDASAN TEORETIS, KERANGKA KONSEPTUAL, DAN HIPOTESIS PENELITIAN ... 9

2.1 Kerangka Teoritis ... 9

2.1.1 Hakikat Kemampun Menulis ... 9

2.1.2 Fungsi dan Tujuan Menulis ... 11

2.1.3 Isi atau Gagasan Tulisan ... 12

2.1.4 Faktor-faktor Pengaruh dalam Menulis ... 13

2.1.5 Tahap atau Proses Penulisan ... 14

2.1.6 Menulis narasi ... 17

2.1.7 CIRC ... 21

(9)

iv

2.1.9 Kelebihan dan Kekurangan CIRC ... 29

2.2 Kerangka Konseptual ... 30

2.3 Hipotesis Tindakan ... 32

BAB III METODOLOGI PENELITIAN ... 33

3.1 Jenis Penelitian ... 33

3.2 Lokasi dan Waktu Penelitian ... 33

3.3 Subjek dan Objek Penelitian ... 33

3.4 Desain Penelitian ... 34

3.4.1 Tahap Perencanaan ... 36

3.4.2 Tahap Pelaksanaan... 37

3.4.3 Tahap Observasi ... 38

3.4.4 Tahap Refleksi ... 39

3.5 Defenisi Operasional ... 40

3.6 Teknik Pengumpulan Data ... 40

3.7 Teknik Analisis Data ... 44

3.8 Indikator Keberhasilan Tindakan ... 44

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN ... 47

4.1 Hasil Penelitian ... 47

4.1.1 Hasil Penelitian Siklus I ... 48

4.1.1.1 Hasil Siklus I ... 48

4.1.1.1.1 Hasil Menulis Narasi Aspek Isi Gagasan ... 49

4.1.1.1.2 Hasil Menulis Narasi Aspek Organisasi Isi ... 50

4.1.1.1.3 Hasil Menulis Narasi Aspek Struktur Kalimat... 51

(10)

v

4.1.1.1.5 Hasil Menulis Narasi Aspek Impresionisme ... 52

4.1.1.1.6 Hasil Menulis Narasi Aspek Ejaan ... 53

4.1.1.1.7 Hasil Menulis Narasi Aspek Alur ... 54

4.1.1.1.8 Hasil Menulis Narasi Aspek Tokoh ... 54

4.1.1.1.9 Hasil Menulis Narasi Aspek Latar ... 55

4.2.2.1 Hasil Nontes Siklus I ... 56

4.2.2.1.1 Hasil Observasi Siklus I ... 56

4.2.2.1.2 Hasil Observasi Siswa Siklus I ... 57

4.2.2.2.1 Hasil Observasi Kelas Siklus I ... 61

4.2.2.2.2 Hasil Jurnal Siklus I ... 62

4.2.2.2.2.1 Jurnal Siswa Siklus I ... 62

4.2.2.2.2.2 Jurnal Guru Siklus I ... 64

4.2.2.2.3 Hasil Wawancara Siklus I ... 65

4.2.2.2.4 Dokumentasi Foto ... 67

4.2.2.3 Refleksi ... 71

4.2.3 Hasil Penelitian Siklus II ... 72

4.2.3.1 Hasil Siklus II ... 72

4.2.3.1.1 Perolehan Skor Narasi Aspek Isi gagasan ... 74

4.2.3.1.2 Perolehan Skor Narasi Aspek Organisasi Isi ... 74

4.2.3.1.3 Perolehan Skor Narasi Aspek Struktur Kalimat... 76

4.2.3.1.4 Perolehan Skor Narasi Aspek Diksi ... 76

4.2.3.1.5 Perolehan Skor Narasi Aspek Impresionisme ... 77

4.2.3.1.6 Perolehan Skor Narasi Aspek Ejaan ... 78

(11)

vi

4.2.3.1.8 Perolehan Skor Narasi Aspek Tokoh ... 79

4.2.3.1.9 Perolehan Skor Narasi Aspek Latar ... 79

4.2.3.2 Hasil Nontes Siklus II ... 80

4.2.3.2.1 Hasil Observasi Siswa Siklus II ... 80

4.2.3.2.2 Hasil Observasi Kelas Siklus II... 83

4.2.3.3 Hasil Jurnal Siklus II ... 84

4.2.3.3.1 Jurnal Siswa Siklus II ... 84

4.2.3.3.2 Jurnal Guru Siklus II ... 86

4.2.3.4 Hasil Wawancara Siklus II ... 86

4.2.3.5 Dokumentasi Foto ... 88

4.2.3.6 Refleksi ... 92

4.3 Pembahasan ... 93

4.3.1 Peningkatan Kemampuan Menulis Narasi siswa ... 93

4.3.2 Perubahan Perilaku Siswa ... 98

BAB V PENUTUP ... 100

5.1 Simpulan ... 100

5.2 Saran... 101

DAFTAR PUSTAKA ... 102

(12)

viii DAFTAR GAMBAR

Gambar 3.1: Desain PTK ... 35

Gambar 4.1: Diagram Hasil Menulis Narasi Siklus I ... 49

Gambar 4.2: Aktivitas awal Pelajaran Siklus I ... 67

Gambar 4.3: Aktivitas mengamati Tayangan Siklus I ... 68

Gambar 4.4: Aktivitas Menulis Narasi Siklus I ... 69

Gambar 4.5: Aktivitas Guru Melakukan Bimbingan ... 70

Gambar 4.6: Aktivitas Siswa membaca Narasi di depan kelas ... 73

Gambar 4.8: Diagram Hasil Menulis Narasi Siklus II ... 90

Gambar 4.9: Aktivitas awal Pembelajaran Siklus II ... 91

(13)

ix DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran 1: Silabus ... 105

Lampiran 2: RPP ... 108

Lampiran 3: Format Hasil Penilaian Tes Keterampilan Menulis narasi ... 114

Lampiran 4: Lembar Observasi ... 115

Lampiran 5: Lembar Observasi Guru ... 117

Lampiran 6: Format Jurnal Siswa ... 118

Lampiran 7: Format Jurnal Guru... 119

Lampiran 8: Format Pedoman Wawancara ... 120

(14)

1

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah

Era globalisasi membawa dampak dan perubahan bagi tatanan kehidupan

yang ditandai dengan tingkat persaingan yang tinggi dan menuntut

penyeimbangan sumber daya manusia. Peningkatan kualitas pendidikan

merupakan suatu hal yang tidak bisa ditawar-tawar lagi. Pendidikan sangat

diperlukan untuk menghasilkan manusia terampil, produktif, inisiatif dan kreatif.

Perubahan dan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang semakin

pesat dewasa ini perlu direspon oleh kinerja pendidikan yang profesional dan

bermutu tinggi. Kualitas pendidikan sangat diperlukan untuk mendukung

terciptanya manusia yang cerdas dan terampil agar bisa bersaing secara terbuka di

era global.

Kinerja pendidikan juga menuntut adanya pembenahan dan

penyempurnaan terhadap aspek substansif yang mendukungnya, yaitu kurikulum

dan tenaga profesional seperti guru. Untuk dapat menghadapi perkembangan era

tersebut perlu diterapkan pendidikan dasar yang berkualitas dan bermutu. Artinya

pendidikan mulai dari sekolah dasar hingga tingkat lanjutan perlu diperhatikan

kualitasnya. Sekolah Dasar (SD) merupakan salah satu pendidikan dasar yang

wajib diikuti.

Suatu realita yang dijumpai sehari-hari di kelas, selama proses belajar

mengajar berlangsung nampak sebagian besar siswa belum belajar ketika guru

mengajar. Selama proses pembelajaran, guru belum memberdayakan seluruh

(15)

2

potensi diri siswa sehingga belum mampu mencapai kompetensi individual yang

diperlukan untuk mengikuti pelajaran lanjutan. Beberapa siswa belum belajar

sampai pada tingkat pemahaman. Siswa baru mampu mempelajari fakta, konsep,

teori dan gagasan lainnya pada tingkat ingatan. Mereka belum dapat

menggunakan dan menerapkannya secara efektif dalam pemecahan masalah

sehari-hari yang kontekstual. Kalau masalah ini dibiarkan dan berlanjut terus,

lulusan kita sebagai generasi penerus bangsa akan sulit bersaing dengan lulusan

dari negara lain. Lulusan yang diperlukan tidak sekedar mampu mengingat dan

memahami informasi tetapi juga mampu menerapkannya secara konktekstual

melalui beragam kompetensi.

Dunia pendidikan kita memerlukan perubahan paradigma pembelajaran,

yaitu dari teacher centered (berpusat pada guru) beralih ke student centered

(berpusat pada siswa). Dua model pembelajaran tersebut memiliki karakteristik

yang berbeda, termasuk kerja guru, organisasi pembelajaran, jumlah siswa yang

aktif dalam belajar dan bagaimana pembelajaran tersebut dinilai.

Secara teknis, guru bertanggung jawab untuk mencapai tujuan tersebut.

Pada kenyataannya masih sering dijumpai kecenderungan guru tidak melibatkan

siswa dalam pembelajaran, metode ceramah mendominasi, sehingga siswa kurang

mengembangkan dan menemukan kemampuan sendiri. Siswa lebih bersifat pasif

dan menunggu informasi guru daripada menemukan sendiri pengetahuan dan

kemampuan yang dibutuhkan.

Seperti halnya keadaan siswa-siswi kelas V SD Nergeri No. 064011

(16)

3

adalah KTSP, tetapi tetap saja digunakan cara-cara lama dalam kegiatan belajar

mengajar yaitu metode yang digunakan didominasi oleh metode ceramah. Guru

mengajar tanpa menggunakan media pembelajaran dan menghabiskan alokasi

waktu dengan menyuruh siswa menyalin rangkuman, mengerjakan tugas-tugas

atau latihan-latihan yang ada dalam buku teks.

Hasil wawancara dengan guru kelas tentang pembelajaran di kelas

menggambarkan bahwa pembelajaran yang dilakukan guru masih bersifat

konvensional. Salah satu contoh, dalam mengajarkan mata pelajaran Bahasa

Indonesia terutama dalam aspek menulis. Guru masih saja menugaskan siswa

untuk mengarang sesuatu yang belum ada. Siswa diharuskan membuat sebuah

tulisan yang bagi siswa sendiri belum pernah mengalaminya sehingga dalam

mengembangkannya menjadi sebuah tulisan akan mengalami dan menghadapi

kendala yang cukup berarti. Akhirnya, tulisan yang dihasilkan oleh siswa terkesan

apa adanya dan tidak maksimal sehingga muncul anggapan bagi siswa bahwa

menulis itu sulit. Hal ini dapat dilihat dari kurangnya tulisan-tulisan siswa yang

mengisi majalah dinding di sekolah.

Hasil observasi awal yang telah dilakukan di kelas V SD Negeri 064011

Kecamatan Medan Deli Kota Medan, bahwa kemampuan menulis narasi siswa

masih rendah siswa mengalami kesulitan mengembangkan tema narasi menjadi

cerita yang lengkap. Hal ini yang disampaikan guru kelas mampu menyajikan

materi menulis dengan menggunakan media pembelajaran, seperti penyediaan

tulis-menulis narasi. Metode yang dipilih dan dipraktikkan oleh guru dalam

(17)

4

diterapkannya pembelajaran dengan metode konvensional yang masih mengacu

pada metode ceramah.

Rendahnya kualitas proses pembelajaran di kelas V SD Negeri 064011

Kecamatan Medan Deli Kota Medan seperti hasil wawancara dan Observasi awal

di atas tersebut juga terlihat pada hasil pretest yang dilakukan peneliti terkait

kemampuan menulis narasi. Diketahui bahwa dari 25 orang siswa yang mengikuti

pretest diperoleh nilai rata-rata kelas 51,4. Siswa yang mendapat nilai diatas nilai

≥ 65 (KKM)yaitu sebanyak 8 (nilai 65) orang dan 17 (nilai 45) orang lainnya

memperoleh nilai ≤ 65.

Sehubungan dengan permasalahan di atas, maka diperlukan suatu alternatif

pemecahan masalah agar dapat memberi perubahan yang lebih baik dalam

meningkatkan kemampuan menulis narasi pada siswa kelas V SD 064011

Kecamatan Medan Deli. Salah satu cara untuk meningkatkan kemampuan menulis

narasi siswa tersebut adalah memperbaiki proses pembelajaran di kelas dengan

model CIRC (Cooperatif Integrated Reading and Composition).

Slavin (2005: 203) menyebutkan bahwa tujuan utama dari CIRC adalah

menggunakan tim-tim kooperatif untuk membantu para siswa mempelajari

kemampuan memahami bacaan yang dapat diaplikasikan secara luas. Tujuan

utama CIRC dalam pelajaran menulis adalah untuk merancang,

mengimplementasikan, dan mengevaluasi model proses menulis pada pelajaran

menulis yang banyak memanfaatkan kehadiran teman satu kelas. Model

(18)

5

program yang komprehensif untuk mengajari pelajaran membaca dan menulis dan

seni berbahasa para kelas yang lebih tinggi di sekolah Dasar.

Beberapa hal yang menjadi pertimbangan penerapan model Cooperative

Integrated Reading and Composition (CIRC) untuk meningkatkan kemampuan

menulis narasi pada kelas yang bermasalah seperti di atas adalah (1) dalam

pembelajaran CIRC atau pembelajaran terpadu, setiap siswa bertanggung jawab

terhadap tugas kelompok. Setiap anggota kelompok saling mengeluarkan ide-ide

untuk memahami suatu konsep dan menyelesaikan tugas sehingga terbentuk

pemahaman yang dan pengalaman belajar yang lama; (2) konsep dasar CIRC

mengedepankan pembelajaran kooperatif. Adanya kerja sama/kelompok belajar

antarsiswa atau interaksi antara siswa dengan guru atau sebaliknya dapat

mengubah wahana dan situasi pembelajaran di kelas kearah yang lebih baik; (3)

langkah-langkah CIRC yang dimulai dari penentuan topik materi bahasan dan

selanjutnya para siswa melakukan diskusi kelompok untuk merencanakan,

merevisi, dan menyunting karangan mereka dengan kolaborasi yang erat dengan

teman satu tim mereka; dan (4) pada proses pembelajarannya siswa menjadi fokus

dari semua aktivitas dalam proses pembelajaran di kelas. Hal ini menjadikan

siswa aktif dalam kegiatan pembelajaran. Artinya, perbuatan nyata siswa dalam

pembelajaran merupakan hasil keterlibatan berpikir siswa terhadap objek belajar

dan pengalaman hasil perbuatan siswa itu sendiri untuk diolah dalam kerangka

berpikir dan pengetahuan yang dimilikinya.

Berdasarkan keempat pertimbangan di atas dan sekaligus sebagai tindak

(19)

6

Menulis Narasi Melalui Model Cooperatif Integrated Reading and Composition

(CIRC) pada siswa kelas V Sekolah Dasar 064011Kecamatan Medan Deli Kota

Medan Tahun Pembelajaran 2015/2016”.

1.2 Identifikasi Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah di atas, maka ada sejumlah masalah

yang teridentifikasi. Masalah-masalah tersebut adalah : (1) hasil belajar Bahasa

Indonesia khususnya kemampuan menulis narasi siswa kurang memuaskan; (2)

metode pembelajaran yang selama ini diterapkan kurang variatif untuk

meningkatkan hasil belajar Bahasa Indonesia; (3) guru kesulitan dalam

menemukan model pembelajaran yang tepat untuk mengajarkan materi menulis

narasi (4) guru cenderung menyampaikan pembelajaran secara konvensional yaitu

ceramah atau tugas saja (5) guru kurang memahami penerapan teknik

pembelajaran dalam kegiatan menulis siswa.

1.3 Batasan Masalah

Berdasarkan uraian pada latar belakang dan identifikasi masalah di atas,

perlu dilakukan pembatasan masalah agar penelitian ini lebih terarah dan terfokus.

Masalah penelitian ini dibatasi pada penerapan model CIRC (Cooperatif

Integrated Reading Composition) dan peningkatan menulis narasi siswa kelas V

SD Negeri 064011 Kecamatan Medan Deli Kota Medan Tahun Pembelajaran

(20)

7

1.4 Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah di atas, masalah penelitian ini

dirumuskan sebagai berikut:

1. peningkatan kemampuan menulis narasi siswa kelas V SD Negeri 064011

Kecamatan Medan Deli Kota Medan T.P. 2015/2016 melalui model

Cooperative Integrated Reading Composition (CIRC?

2. proses penggunaan model CIRC dalam pembelajaran bahasa dan sastra

Indonesia.

1.5 Tujuan Penelitian

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan kemampuan

menulis narasi siswa kelas V SD Negeri 064011 Kecamatan Medan Deli Tahun

Pembelajaran 2015/2016 melalui model CIRC dan proses penggunaan model

CIRC.

1.6 Manfaat Penelitian

Manfaat penelitian ini adalah untuk:

1. Manfaat Teoretis

Secara teoretis diharapkan hasil penelitian ini dapat berguna sebagai

berikut:

a. melengkapi informasi mengenai pembelajaran menulis narasi siswa

dengan menggunakan model CIRC,

b. menambah informasi bagi peneliti lain untuk meningkatkan

(21)

8

2. Manfaat Praktis

a. Guru

Penerapan model CIRC membuka wawasan guru terutama guru bahasa

Indonesia dalam mencari model tertentu guna meningkatkan

kemampuan menulis narasi siswa kelas V SD Negeri 064011

Kecamatan Medan Deli Kota Medan merupakan salah satu alternatif

model pembelajaran yang dapat digunakan selain model belajar yang

sudah diberlakukan dan untuk perbaikan pembelajaran.

b. Siswa

Penerapan model CIRC memberi kesempatan memperkaya

pengalaman belajar siswa terutama menumbuhkan keberanian dalam

menulis narasi.

c. Peneliti

Mengaplikasikan teori dan ilmu pengetahuan

d. Peneliti lain

Menambah wawasan, menjadikan acuan untuk penelitian selanjutnya.

e. Sekolah

Meningkatkan kemampuan guru dalam mengatasi masalah-masalah

pembelajaran, khususnya yang berhubungan dengan kemampuan

(22)

100

BAB V PENUTUP

5.1 Simpulan

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, penelitian ini

menyimpulkan hal-hal berikut ini:

(1) Proses penggunaan model CIRC pada siklus I dan II yaitu pada siklus I

siswa masih belum mengikuti proses pembelajaran menulis narasi dengan

baik terlihat dari perilaku negatif dan hasil nilai siswa secara kelompok

dan pribadi sedangkan pada siklus II siswa sudah mengikuti proses

pembelajaran menulis narasi dengan baik dan dapat menciptakan suasana

belajar yang nyaman terlihat dari perilaku negatif yang berkurang dari

siklus sebelumnya dan hasil siswa dalam mengerjakan narasi secara

berkelompok dan pribadi telah memenuhi kriteria ketuntasan minimal.

Dengan menggunakan model pembelajaran CIRC, guru lebih mudah

memberikan penjelasan dan mengarahkan siswa tentang bagaimana

membuat sebuah narasi baik serta para pembaca sehingga pembaca dapat

merasakan mengambil inti sari dari narasi yang dibaca dan suasana kelas

ketika proses belajar mengajar menjadi lebih efektif. Aktivitas

pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran CIRC sangat

menarik dan menyenangkan serta memotivasi siswa untuk menulis narasi

lebih baik sehingga membantu proses belajar berjalan dengan baik dalam

menulis narasi dengan memberikan sejumlah pengalaman-pengalaman

selama proses belajar mengajar berlangsung.

(23)

101

(2) Kemampuan menulis narasi siswa kelas V SD Negeri 064011 Kecamatan

Medan Deli Kota Medan TP 2015/2016 mengalami peningkatan sebesar 21,4

setelah mengikuti pembelajaran menulis narasi dengan menggunakan model

CIRC. Hasil rata-rata tes menulis narasi pada sikus I diperoleh hasil rata-rata

sebesar 53,6 kemudian pada siklus II diperoleh hasil rata-rata sebesar 75 atau

meningkat sebesar 39,92% dari siklus I. Perolehan hasil rata-rata nilai

menulis narasi ini menunjukkan bahwa pembelajaran menulis narasi dengan

model CIRC pada siswa kelas V SD Negeri 064011 Kecamatan Medan Deli

Kota Medan TP 2015/2016 memenuhi kriteria ketuntasan minimal.

5.2 Saran

Berdasarkan simpulan hasil penelitian tersebut, peneliti memberikan saran

sebagai berikut:

(1) Guru bahasa dan sastra Indonesia mampu menggunakan model CIRC dalam

pembelajaran menulis narasi kepada siswa karena model CIRC dapat

meningkatkan kemampuan siswa dalam menulis narasi dan memotivasi siswa

dalam menulis narasi.

(2) Peneliti lain dapat melakukan penelitian yang serupa dengan model yang

berbeda. Adapun saran yang berkaitan dengan aspek keterampilan menulis

diantaranya:

(a) Aspek isi gagasan : pilihlah isi gagasan yang kontekstualnya dekat

dengan lingkungan siswa, sehingga menarik dan mudah diingat oleh

siswa.

(b) Koherensi : mencari dan memilih kalimat yang satu dengan yang lain

(24)

102

(c) Kohesi: mencari penggunaan kata dan kalimat dengan tepat.

(d) Struktur kalimat : pilihlah kata-kata tertertu dan pilihan tersebut dengan

tidak pengulangan kata sehingga terdengar indah jika dibacakan di

depan kelas.

(e) Diksi : berikan penjelasan kepada siswa bahwa dalam menulis narasi

secara kreatif yang digunakan tidaklah harus bahasa dari tayangan yang

disajikan, melainkan siswa dapat mengembangkannya sendiri sesuai

dengan baya bahasa mereka masing-masing.

(f) Impresionisme: memberikan beberapa contoh pelukisan objek yang

menarik dan tujuan tulusan dan rincian yang jelas dari setiap seri

(g) Ejaan : memilih tanda baca yang sesuai dengan penggunaan kata dan

kalimat yang efektif dan tepat.

(h) Alur : berikan contoh alur yang berurutan dan jelas dari buku paket dan

bantuan slide powerpoint

(i) Tokoh : memilih tokoh dan perwatakan yang sesuai dengan tokoh

tersebut yang biasa yang digunakan dalam menulis

(j) Latar : memberikan contoh yang banyak mengenai latar dengan jelas

(3) Memberikan motivasi khususnya bagi siswa-siswi yang terlihat tidak begitu

tertarik dan masih bingung dengan kegiatan menulis narasi, agar mereka

(25)

103

DAFTAR PUSTAKA

Aem, Ali Imron. 1985. Buku Pegangan Kuliah Ringkasan Bahasa Indonesia. Surakarta. Universitas Muhammadiyah Surakarta.

Arikunto, S. 2002. Dasar-Dasar Evaluasi Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara.

Arikunto, Suharsimi. 2008. Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta: Bumi Aksara.

Aritonang, Keke T. 2006. Meningkatkan Kemampuan Siswa dalam Membaca Cepat. Jakarta: Jurnal Pendidikan Penabur – No.06/Th.V/Juni.

BSNP. 2006. Panduan Penyusunan, Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan Jenjang Pendidikan Dasar dan Menengah. Jakarta: Depdiknas.

Fogarty, Robin. 1991. How to Integrated The Curricula. Palatine, Illionis:IRI/Skylight. Publishing. Inc.

Keraf, Gorys. 2001. Argumentasi dan Narasi. Jakarta : Gramedia.

Kusmayadi, Ismail. 2010. Seni Merangkai Kata: Terampil Menulis Karangan Narasi, Deskripsi, Eksposisi, Argumentasi, dan Persuasi. Jakarta. Trias Yoga Kreasindo.

Marwoto, Suyatmi dan Suyitno. 1987. Komposisi Praktis. Yogyakarta. Penerbit: Handinita.

Mulyasa. 2003. Kurikulum Berbasis Kompetensi Konsep, Karakteristik, dan Implementasi. Bandung: Rosdakarya.

Nurgiantoro, Burhan. 2001. Penilaian Dalam Pengajaran Bahasa dan Sastra. Yogyakarta: BPFE Yogyakarta Anggota IKAPI.

Poerwanto. 2009. Evaluasi Hasil Belajar. Yogyakarta : Pustaka Pelajar.

Ratna. 2010. Penggunaan Pendekatan Cooperative Integrated Reading And Composition (CIRC) untuk Meningkatkan Hasil Belajar Bahasa Indonesia. Surakarta.

Robbins. 1991. The Action Recearch Planner. Victoria : Deakin University.

(26)

104

Saifulloh. 2003. Metode Pembelajaran Bahasa Indonesia. Surabaya: Tebit Terang.

Semi, M. Atar. 2007. Dasar-Dasar Keterampilan Menulis. Bandung : Angkasa.

Sigit, M. 2003. Pembelajaran Berbasis Kompetensi dan Kontekstual Bagi Guru, Kepala Sekolah dan Pengawas Sekolah. Jakarta: Rineka Cipta.

Slamet, St. Y. 2008. Dasar-Dasar Keterampilan Berbahasa Indonesia. Surakarta: UNS Press.

Slavin, Robert. E. 2005. Cooperative Learning. Bandung: Nusa Media.

Subana, & Sunarti. 2000. Strategi Belajar Mengajar Bahasa Indonesia. Bandung: Pustaka Setia.

Sulistyo, Basuki. 1992. Teknik dan Jasa Dokumentasi. Jakarta. PT. Gramedia Pustaka Utama.

Suparno & Mohamad Yunus. 2008. Keterampilan Dasar Menulis. Jakarta: Universitas Terbuka.

Suriamiharja, Agus. 1996. Petunjuk Praktis Menulis. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah bagian Proyek Penataran Guru SLTP Setara D-III.

Sutrisno. 2010. Penerapan Model Pembelajaran Tipe Cooperative Integrated Reading And Composition (CIRC) dengan Metode Lembar Kerja Kelompok untuk Meningkatkan Hasil Belajar IPS. Semarang.

Tarigan, Henry Guntur. 2005. Menulis Sebagai Suatu Keterampilan Berbahasa. Bandung: Angkasa.

Wardani, I.G.A.K. 2002. Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta: Pusat Penerbitan Universitas Terbuka.

Gambar

Gambar 3.1: Desain PTK .................................................................................

Referensi

Dokumen terkait

ScdangkaD pooda komposit cup aqua 6engon =buk ternpurung lei..,. p menjadi

Hal ini berarti bahwa Ho ditolak dan Ha diterima, karena Ha diterima maka dapat disimpulkan bahwa NIM berpengaruh signifikan positif terhadap kinerja keuangan bank, yang

Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pengaruh latihan plyometrics terhadap hasil tolakan start dalam olahraga renang terutama pada block

 Kata- kata dirangkai dengan tepat untuk mendeskripsikan orang yang terkait dengan profesi, kebangsaan, ciri-ciri fisik, kualitas, dan aktifitasnya..  Kata-kata dirangkai

Internal audit adalah suatu aktivitas independen, memberikan jaminan keyakinan serta konsultasi untuk memberikan suatu nilai tambah, meningkatkan kegiatan operasi

Diolah dalam bentuk laporan lapangan, (2) Hasil analisis data berupa rangkuman, hipotesis kerja, konsep-konsep dan sebagainya, (3) Hasil sintesis data seperti

Guru harus memiliki kompetensi yang berhubungan dengan pengembangan kepribadian ( personal competencies ), di antaranya: kemampuan yang berhubungan dengan

Dengan demikian upaya untuk memberdayakan UMKM harus terencana, sistematis dan menyeluruh baik pada tataran makro, meso dan mikro yang meliputi (1) penciptaan iklim