PENINGKATAN KEMAMPUAN MENULIS NARASI MELALUI MODEL COOPERATIVE INTEGRATED READING AND COMPOSITION (CIRC)
PADA SISWA KELAS V SD NEGERI 064011 KECAMATAN MEDAN DELI KOTA MEDAN TP 2015/2016
TESIS
Diajukan Guna Memenuhi Salah Satu Syarat untuk Memperoleh Gelar Magister Pendidikan
Program Studi Pendidikan Dasar
Oleh ARIANTO NIM 8136182005
PROGRAM PASCASARJANA
UNIVERSITAS NEGERI MEDAN
ABSTRAK
Arianto. 2016. Peningkatan Kemampuan Menulis Narasi Melalui Model Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC) pada Siswa Kelas V SD Negeri 064011 Kecamatan Medan Deli Kota Medan TP 2015/2016. Medan: Program Studi Pendidikan Dasar, Program Pascasarjana, Universitas Negeri Medan.
Tujuan penelitian ini adalah (1) untuk mengetahui peningkatan kemampuan menulis narasi siswa kelas V SD Negeri 064011 Kecamatan Medan Deli Kota Medan TP 2015/2016; (2) untuk mengetahui proses penggunaan model CIRC dalam pembelajaran bahasa dan sastra Indonesia. Penelitian ini dilakukan pada siswa/siswi kelas V SD Negeri 064011 Kecamatan Medan Deli Kota Medan TP 2015/2016, terdiri dari 25 orang, menggunakan 2 (dua) siklus yang dimulai pada bulan Februari sampai dengan bulan April 2016. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Jenis penelitian adalah penelitian tindakan kelas model Kemmis Taggart sebanyak dua siklus. Dari hasil kegiatan pembelajaran dapat disimpulkan sebagai berikut: (1) pembelajaran dengan model CIRC memiliki dampak positif dalam meningkatkan kemampuan menulis narasi yang ditandai dengan peningkatan hasil menulis narasi siswa dalam setiap siklus, yaitu siklus I memperoleh rata-rata sebesar 53,6 terjadi peningkatan hasil menulis narasi 21,4 dan siklus II memperoleh rata-rata sebesar 75 terjadi peningkatan hasil menulis narasi 39,92%; (2) penerapan model CIRC mempunyai pengaruh positif, yaitu peserta didik mampu menuangkan ide dan imajinasinya ke dalam menulis narasi, meningkatkan motivasi belajar peserta didik, serta hasil nilai siswa memenuhi kriteria ketuntasan minimal.
ABSTRACT
Arianto. 2016. The Application of Model Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC) in Increasing Writing Narrative of SDN 064011 Kecamatan Medan Deli Kota Medan. Thesis. Medan: Basic Education Program, Postgraduate Program, State University of Medan.
The aims of this study is (1) to explore the step of the effort how to increase the students ability in grade V of SDN 064011 year 2015/2016; (2) to explore the model of usage process Cooperative Integrated Reading and Composition on a study of language of Indonesia. This study is proposed to the students of Primary grade V of SDN 064011 Kecamatan Medan Deli Kota Medan. The writer combines two kinds of cycles started from February until April 2016. This study used a qualitative approach. This type of research is classroom action research model of Kemmis Taggart as much as two cycles. From the result of the study, the writer conclude that: (1) learning activities by using CIRC model have a positive issues to increase students ability to write a narrative, it can be
seen from students’ ability in every cycles, the increasing of cycle I shows that the
students average are about 53,6 and cycle II shows that the students average about 75. It is shown the increasing point reach up to 39,92%, (2) the application of CIRC model have positive issues, the students able to share their ideas and imaginations to the narrative, and increase their learning motivation, so the result of their study come to a higher score of their passing grade.
iii DAFTAR ISI
Halaman
KATA PENGANTAR ... i
DAFTAR ISI ... iii
DAFTAR TABEL... viii
DAFTAR GAMBAR ... ix
BAB I PENDAHULUAN ... 1
1.1Latar Belakang Masalah ... 1
1.2Identifikasi Masalah ... 6
1.3Batasan Masalah ... 6
1.4Rumusan Masalah ... 7
1.5Tujuan Penelitian ... 7
1.6 Manfaat Penelitian ... 7
BAB II LANDASAN TEORETIS, KERANGKA KONSEPTUAL, DAN HIPOTESIS PENELITIAN ... 9
2.1 Kerangka Teoritis ... 9
2.1.1 Hakikat Kemampun Menulis ... 9
2.1.2 Fungsi dan Tujuan Menulis ... 11
2.1.3 Isi atau Gagasan Tulisan ... 12
2.1.4 Faktor-faktor Pengaruh dalam Menulis ... 13
2.1.5 Tahap atau Proses Penulisan ... 14
2.1.6 Menulis narasi ... 17
2.1.7 CIRC ... 21
iv
2.1.9 Kelebihan dan Kekurangan CIRC ... 29
2.2 Kerangka Konseptual ... 30
2.3 Hipotesis Tindakan ... 32
BAB III METODOLOGI PENELITIAN ... 33
3.1 Jenis Penelitian ... 33
3.2 Lokasi dan Waktu Penelitian ... 33
3.3 Subjek dan Objek Penelitian ... 33
3.4 Desain Penelitian ... 34
3.4.1 Tahap Perencanaan ... 36
3.4.2 Tahap Pelaksanaan... 37
3.4.3 Tahap Observasi ... 38
3.4.4 Tahap Refleksi ... 39
3.5 Defenisi Operasional ... 40
3.6 Teknik Pengumpulan Data ... 40
3.7 Teknik Analisis Data ... 44
3.8 Indikator Keberhasilan Tindakan ... 44
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN ... 47
4.1 Hasil Penelitian ... 47
4.1.1 Hasil Penelitian Siklus I ... 48
4.1.1.1 Hasil Siklus I ... 48
4.1.1.1.1 Hasil Menulis Narasi Aspek Isi Gagasan ... 49
4.1.1.1.2 Hasil Menulis Narasi Aspek Organisasi Isi ... 50
4.1.1.1.3 Hasil Menulis Narasi Aspek Struktur Kalimat... 51
v
4.1.1.1.5 Hasil Menulis Narasi Aspek Impresionisme ... 52
4.1.1.1.6 Hasil Menulis Narasi Aspek Ejaan ... 53
4.1.1.1.7 Hasil Menulis Narasi Aspek Alur ... 54
4.1.1.1.8 Hasil Menulis Narasi Aspek Tokoh ... 54
4.1.1.1.9 Hasil Menulis Narasi Aspek Latar ... 55
4.2.2.1 Hasil Nontes Siklus I ... 56
4.2.2.1.1 Hasil Observasi Siklus I ... 56
4.2.2.1.2 Hasil Observasi Siswa Siklus I ... 57
4.2.2.2.1 Hasil Observasi Kelas Siklus I ... 61
4.2.2.2.2 Hasil Jurnal Siklus I ... 62
4.2.2.2.2.1 Jurnal Siswa Siklus I ... 62
4.2.2.2.2.2 Jurnal Guru Siklus I ... 64
4.2.2.2.3 Hasil Wawancara Siklus I ... 65
4.2.2.2.4 Dokumentasi Foto ... 67
4.2.2.3 Refleksi ... 71
4.2.3 Hasil Penelitian Siklus II ... 72
4.2.3.1 Hasil Siklus II ... 72
4.2.3.1.1 Perolehan Skor Narasi Aspek Isi gagasan ... 74
4.2.3.1.2 Perolehan Skor Narasi Aspek Organisasi Isi ... 74
4.2.3.1.3 Perolehan Skor Narasi Aspek Struktur Kalimat... 76
4.2.3.1.4 Perolehan Skor Narasi Aspek Diksi ... 76
4.2.3.1.5 Perolehan Skor Narasi Aspek Impresionisme ... 77
4.2.3.1.6 Perolehan Skor Narasi Aspek Ejaan ... 78
vi
4.2.3.1.8 Perolehan Skor Narasi Aspek Tokoh ... 79
4.2.3.1.9 Perolehan Skor Narasi Aspek Latar ... 79
4.2.3.2 Hasil Nontes Siklus II ... 80
4.2.3.2.1 Hasil Observasi Siswa Siklus II ... 80
4.2.3.2.2 Hasil Observasi Kelas Siklus II... 83
4.2.3.3 Hasil Jurnal Siklus II ... 84
4.2.3.3.1 Jurnal Siswa Siklus II ... 84
4.2.3.3.2 Jurnal Guru Siklus II ... 86
4.2.3.4 Hasil Wawancara Siklus II ... 86
4.2.3.5 Dokumentasi Foto ... 88
4.2.3.6 Refleksi ... 92
4.3 Pembahasan ... 93
4.3.1 Peningkatan Kemampuan Menulis Narasi siswa ... 93
4.3.2 Perubahan Perilaku Siswa ... 98
BAB V PENUTUP ... 100
5.1 Simpulan ... 100
5.2 Saran... 101
DAFTAR PUSTAKA ... 102
viii DAFTAR GAMBAR
Gambar 3.1: Desain PTK ... 35
Gambar 4.1: Diagram Hasil Menulis Narasi Siklus I ... 49
Gambar 4.2: Aktivitas awal Pelajaran Siklus I ... 67
Gambar 4.3: Aktivitas mengamati Tayangan Siklus I ... 68
Gambar 4.4: Aktivitas Menulis Narasi Siklus I ... 69
Gambar 4.5: Aktivitas Guru Melakukan Bimbingan ... 70
Gambar 4.6: Aktivitas Siswa membaca Narasi di depan kelas ... 73
Gambar 4.8: Diagram Hasil Menulis Narasi Siklus II ... 90
Gambar 4.9: Aktivitas awal Pembelajaran Siklus II ... 91
ix DAFTAR LAMPIRAN
Lampiran 1: Silabus ... 105
Lampiran 2: RPP ... 108
Lampiran 3: Format Hasil Penilaian Tes Keterampilan Menulis narasi ... 114
Lampiran 4: Lembar Observasi ... 115
Lampiran 5: Lembar Observasi Guru ... 117
Lampiran 6: Format Jurnal Siswa ... 118
Lampiran 7: Format Jurnal Guru... 119
Lampiran 8: Format Pedoman Wawancara ... 120
1
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Masalah
Era globalisasi membawa dampak dan perubahan bagi tatanan kehidupan
yang ditandai dengan tingkat persaingan yang tinggi dan menuntut
penyeimbangan sumber daya manusia. Peningkatan kualitas pendidikan
merupakan suatu hal yang tidak bisa ditawar-tawar lagi. Pendidikan sangat
diperlukan untuk menghasilkan manusia terampil, produktif, inisiatif dan kreatif.
Perubahan dan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang semakin
pesat dewasa ini perlu direspon oleh kinerja pendidikan yang profesional dan
bermutu tinggi. Kualitas pendidikan sangat diperlukan untuk mendukung
terciptanya manusia yang cerdas dan terampil agar bisa bersaing secara terbuka di
era global.
Kinerja pendidikan juga menuntut adanya pembenahan dan
penyempurnaan terhadap aspek substansif yang mendukungnya, yaitu kurikulum
dan tenaga profesional seperti guru. Untuk dapat menghadapi perkembangan era
tersebut perlu diterapkan pendidikan dasar yang berkualitas dan bermutu. Artinya
pendidikan mulai dari sekolah dasar hingga tingkat lanjutan perlu diperhatikan
kualitasnya. Sekolah Dasar (SD) merupakan salah satu pendidikan dasar yang
wajib diikuti.
Suatu realita yang dijumpai sehari-hari di kelas, selama proses belajar
mengajar berlangsung nampak sebagian besar siswa belum belajar ketika guru
mengajar. Selama proses pembelajaran, guru belum memberdayakan seluruh
2
potensi diri siswa sehingga belum mampu mencapai kompetensi individual yang
diperlukan untuk mengikuti pelajaran lanjutan. Beberapa siswa belum belajar
sampai pada tingkat pemahaman. Siswa baru mampu mempelajari fakta, konsep,
teori dan gagasan lainnya pada tingkat ingatan. Mereka belum dapat
menggunakan dan menerapkannya secara efektif dalam pemecahan masalah
sehari-hari yang kontekstual. Kalau masalah ini dibiarkan dan berlanjut terus,
lulusan kita sebagai generasi penerus bangsa akan sulit bersaing dengan lulusan
dari negara lain. Lulusan yang diperlukan tidak sekedar mampu mengingat dan
memahami informasi tetapi juga mampu menerapkannya secara konktekstual
melalui beragam kompetensi.
Dunia pendidikan kita memerlukan perubahan paradigma pembelajaran,
yaitu dari teacher centered (berpusat pada guru) beralih ke student centered
(berpusat pada siswa). Dua model pembelajaran tersebut memiliki karakteristik
yang berbeda, termasuk kerja guru, organisasi pembelajaran, jumlah siswa yang
aktif dalam belajar dan bagaimana pembelajaran tersebut dinilai.
Secara teknis, guru bertanggung jawab untuk mencapai tujuan tersebut.
Pada kenyataannya masih sering dijumpai kecenderungan guru tidak melibatkan
siswa dalam pembelajaran, metode ceramah mendominasi, sehingga siswa kurang
mengembangkan dan menemukan kemampuan sendiri. Siswa lebih bersifat pasif
dan menunggu informasi guru daripada menemukan sendiri pengetahuan dan
kemampuan yang dibutuhkan.
Seperti halnya keadaan siswa-siswi kelas V SD Nergeri No. 064011
3
adalah KTSP, tetapi tetap saja digunakan cara-cara lama dalam kegiatan belajar
mengajar yaitu metode yang digunakan didominasi oleh metode ceramah. Guru
mengajar tanpa menggunakan media pembelajaran dan menghabiskan alokasi
waktu dengan menyuruh siswa menyalin rangkuman, mengerjakan tugas-tugas
atau latihan-latihan yang ada dalam buku teks.
Hasil wawancara dengan guru kelas tentang pembelajaran di kelas
menggambarkan bahwa pembelajaran yang dilakukan guru masih bersifat
konvensional. Salah satu contoh, dalam mengajarkan mata pelajaran Bahasa
Indonesia terutama dalam aspek menulis. Guru masih saja menugaskan siswa
untuk mengarang sesuatu yang belum ada. Siswa diharuskan membuat sebuah
tulisan yang bagi siswa sendiri belum pernah mengalaminya sehingga dalam
mengembangkannya menjadi sebuah tulisan akan mengalami dan menghadapi
kendala yang cukup berarti. Akhirnya, tulisan yang dihasilkan oleh siswa terkesan
apa adanya dan tidak maksimal sehingga muncul anggapan bagi siswa bahwa
menulis itu sulit. Hal ini dapat dilihat dari kurangnya tulisan-tulisan siswa yang
mengisi majalah dinding di sekolah.
Hasil observasi awal yang telah dilakukan di kelas V SD Negeri 064011
Kecamatan Medan Deli Kota Medan, bahwa kemampuan menulis narasi siswa
masih rendah siswa mengalami kesulitan mengembangkan tema narasi menjadi
cerita yang lengkap. Hal ini yang disampaikan guru kelas mampu menyajikan
materi menulis dengan menggunakan media pembelajaran, seperti penyediaan
tulis-menulis narasi. Metode yang dipilih dan dipraktikkan oleh guru dalam
4
diterapkannya pembelajaran dengan metode konvensional yang masih mengacu
pada metode ceramah.
Rendahnya kualitas proses pembelajaran di kelas V SD Negeri 064011
Kecamatan Medan Deli Kota Medan seperti hasil wawancara dan Observasi awal
di atas tersebut juga terlihat pada hasil pretest yang dilakukan peneliti terkait
kemampuan menulis narasi. Diketahui bahwa dari 25 orang siswa yang mengikuti
pretest diperoleh nilai rata-rata kelas 51,4. Siswa yang mendapat nilai diatas nilai
≥ 65 (KKM)yaitu sebanyak 8 (nilai 65) orang dan 17 (nilai 45) orang lainnya
memperoleh nilai ≤ 65.
Sehubungan dengan permasalahan di atas, maka diperlukan suatu alternatif
pemecahan masalah agar dapat memberi perubahan yang lebih baik dalam
meningkatkan kemampuan menulis narasi pada siswa kelas V SD 064011
Kecamatan Medan Deli. Salah satu cara untuk meningkatkan kemampuan menulis
narasi siswa tersebut adalah memperbaiki proses pembelajaran di kelas dengan
model CIRC (Cooperatif Integrated Reading and Composition).
Slavin (2005: 203) menyebutkan bahwa tujuan utama dari CIRC adalah
menggunakan tim-tim kooperatif untuk membantu para siswa mempelajari
kemampuan memahami bacaan yang dapat diaplikasikan secara luas. Tujuan
utama CIRC dalam pelajaran menulis adalah untuk merancang,
mengimplementasikan, dan mengevaluasi model proses menulis pada pelajaran
menulis yang banyak memanfaatkan kehadiran teman satu kelas. Model
5
program yang komprehensif untuk mengajari pelajaran membaca dan menulis dan
seni berbahasa para kelas yang lebih tinggi di sekolah Dasar.
Beberapa hal yang menjadi pertimbangan penerapan model Cooperative
Integrated Reading and Composition (CIRC) untuk meningkatkan kemampuan
menulis narasi pada kelas yang bermasalah seperti di atas adalah (1) dalam
pembelajaran CIRC atau pembelajaran terpadu, setiap siswa bertanggung jawab
terhadap tugas kelompok. Setiap anggota kelompok saling mengeluarkan ide-ide
untuk memahami suatu konsep dan menyelesaikan tugas sehingga terbentuk
pemahaman yang dan pengalaman belajar yang lama; (2) konsep dasar CIRC
mengedepankan pembelajaran kooperatif. Adanya kerja sama/kelompok belajar
antarsiswa atau interaksi antara siswa dengan guru atau sebaliknya dapat
mengubah wahana dan situasi pembelajaran di kelas kearah yang lebih baik; (3)
langkah-langkah CIRC yang dimulai dari penentuan topik materi bahasan dan
selanjutnya para siswa melakukan diskusi kelompok untuk merencanakan,
merevisi, dan menyunting karangan mereka dengan kolaborasi yang erat dengan
teman satu tim mereka; dan (4) pada proses pembelajarannya siswa menjadi fokus
dari semua aktivitas dalam proses pembelajaran di kelas. Hal ini menjadikan
siswa aktif dalam kegiatan pembelajaran. Artinya, perbuatan nyata siswa dalam
pembelajaran merupakan hasil keterlibatan berpikir siswa terhadap objek belajar
dan pengalaman hasil perbuatan siswa itu sendiri untuk diolah dalam kerangka
berpikir dan pengetahuan yang dimilikinya.
Berdasarkan keempat pertimbangan di atas dan sekaligus sebagai tindak
6
Menulis Narasi Melalui Model Cooperatif Integrated Reading and Composition
(CIRC) pada siswa kelas V Sekolah Dasar 064011Kecamatan Medan Deli Kota
Medan Tahun Pembelajaran 2015/2016”.
1.2 Identifikasi Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah di atas, maka ada sejumlah masalah
yang teridentifikasi. Masalah-masalah tersebut adalah : (1) hasil belajar Bahasa
Indonesia khususnya kemampuan menulis narasi siswa kurang memuaskan; (2)
metode pembelajaran yang selama ini diterapkan kurang variatif untuk
meningkatkan hasil belajar Bahasa Indonesia; (3) guru kesulitan dalam
menemukan model pembelajaran yang tepat untuk mengajarkan materi menulis
narasi (4) guru cenderung menyampaikan pembelajaran secara konvensional yaitu
ceramah atau tugas saja (5) guru kurang memahami penerapan teknik
pembelajaran dalam kegiatan menulis siswa.
1.3 Batasan Masalah
Berdasarkan uraian pada latar belakang dan identifikasi masalah di atas,
perlu dilakukan pembatasan masalah agar penelitian ini lebih terarah dan terfokus.
Masalah penelitian ini dibatasi pada penerapan model CIRC (Cooperatif
Integrated Reading Composition) dan peningkatan menulis narasi siswa kelas V
SD Negeri 064011 Kecamatan Medan Deli Kota Medan Tahun Pembelajaran
7
1.4 Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah di atas, masalah penelitian ini
dirumuskan sebagai berikut:
1. peningkatan kemampuan menulis narasi siswa kelas V SD Negeri 064011
Kecamatan Medan Deli Kota Medan T.P. 2015/2016 melalui model
Cooperative Integrated Reading Composition (CIRC?
2. proses penggunaan model CIRC dalam pembelajaran bahasa dan sastra
Indonesia.
1.5 Tujuan Penelitian
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan kemampuan
menulis narasi siswa kelas V SD Negeri 064011 Kecamatan Medan Deli Tahun
Pembelajaran 2015/2016 melalui model CIRC dan proses penggunaan model
CIRC.
1.6 Manfaat Penelitian
Manfaat penelitian ini adalah untuk:
1. Manfaat Teoretis
Secara teoretis diharapkan hasil penelitian ini dapat berguna sebagai
berikut:
a. melengkapi informasi mengenai pembelajaran menulis narasi siswa
dengan menggunakan model CIRC,
b. menambah informasi bagi peneliti lain untuk meningkatkan
8
2. Manfaat Praktis
a. Guru
Penerapan model CIRC membuka wawasan guru terutama guru bahasa
Indonesia dalam mencari model tertentu guna meningkatkan
kemampuan menulis narasi siswa kelas V SD Negeri 064011
Kecamatan Medan Deli Kota Medan merupakan salah satu alternatif
model pembelajaran yang dapat digunakan selain model belajar yang
sudah diberlakukan dan untuk perbaikan pembelajaran.
b. Siswa
Penerapan model CIRC memberi kesempatan memperkaya
pengalaman belajar siswa terutama menumbuhkan keberanian dalam
menulis narasi.
c. Peneliti
Mengaplikasikan teori dan ilmu pengetahuan
d. Peneliti lain
Menambah wawasan, menjadikan acuan untuk penelitian selanjutnya.
e. Sekolah
Meningkatkan kemampuan guru dalam mengatasi masalah-masalah
pembelajaran, khususnya yang berhubungan dengan kemampuan
100
BAB V PENUTUP
5.1 Simpulan
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, penelitian ini
menyimpulkan hal-hal berikut ini:
(1) Proses penggunaan model CIRC pada siklus I dan II yaitu pada siklus I
siswa masih belum mengikuti proses pembelajaran menulis narasi dengan
baik terlihat dari perilaku negatif dan hasil nilai siswa secara kelompok
dan pribadi sedangkan pada siklus II siswa sudah mengikuti proses
pembelajaran menulis narasi dengan baik dan dapat menciptakan suasana
belajar yang nyaman terlihat dari perilaku negatif yang berkurang dari
siklus sebelumnya dan hasil siswa dalam mengerjakan narasi secara
berkelompok dan pribadi telah memenuhi kriteria ketuntasan minimal.
Dengan menggunakan model pembelajaran CIRC, guru lebih mudah
memberikan penjelasan dan mengarahkan siswa tentang bagaimana
membuat sebuah narasi baik serta para pembaca sehingga pembaca dapat
merasakan mengambil inti sari dari narasi yang dibaca dan suasana kelas
ketika proses belajar mengajar menjadi lebih efektif. Aktivitas
pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran CIRC sangat
menarik dan menyenangkan serta memotivasi siswa untuk menulis narasi
lebih baik sehingga membantu proses belajar berjalan dengan baik dalam
menulis narasi dengan memberikan sejumlah pengalaman-pengalaman
selama proses belajar mengajar berlangsung.
101
(2) Kemampuan menulis narasi siswa kelas V SD Negeri 064011 Kecamatan
Medan Deli Kota Medan TP 2015/2016 mengalami peningkatan sebesar 21,4
setelah mengikuti pembelajaran menulis narasi dengan menggunakan model
CIRC. Hasil rata-rata tes menulis narasi pada sikus I diperoleh hasil rata-rata
sebesar 53,6 kemudian pada siklus II diperoleh hasil rata-rata sebesar 75 atau
meningkat sebesar 39,92% dari siklus I. Perolehan hasil rata-rata nilai
menulis narasi ini menunjukkan bahwa pembelajaran menulis narasi dengan
model CIRC pada siswa kelas V SD Negeri 064011 Kecamatan Medan Deli
Kota Medan TP 2015/2016 memenuhi kriteria ketuntasan minimal.
5.2 Saran
Berdasarkan simpulan hasil penelitian tersebut, peneliti memberikan saran
sebagai berikut:
(1) Guru bahasa dan sastra Indonesia mampu menggunakan model CIRC dalam
pembelajaran menulis narasi kepada siswa karena model CIRC dapat
meningkatkan kemampuan siswa dalam menulis narasi dan memotivasi siswa
dalam menulis narasi.
(2) Peneliti lain dapat melakukan penelitian yang serupa dengan model yang
berbeda. Adapun saran yang berkaitan dengan aspek keterampilan menulis
diantaranya:
(a) Aspek isi gagasan : pilihlah isi gagasan yang kontekstualnya dekat
dengan lingkungan siswa, sehingga menarik dan mudah diingat oleh
siswa.
(b) Koherensi : mencari dan memilih kalimat yang satu dengan yang lain
102
(c) Kohesi: mencari penggunaan kata dan kalimat dengan tepat.
(d) Struktur kalimat : pilihlah kata-kata tertertu dan pilihan tersebut dengan
tidak pengulangan kata sehingga terdengar indah jika dibacakan di
depan kelas.
(e) Diksi : berikan penjelasan kepada siswa bahwa dalam menulis narasi
secara kreatif yang digunakan tidaklah harus bahasa dari tayangan yang
disajikan, melainkan siswa dapat mengembangkannya sendiri sesuai
dengan baya bahasa mereka masing-masing.
(f) Impresionisme: memberikan beberapa contoh pelukisan objek yang
menarik dan tujuan tulusan dan rincian yang jelas dari setiap seri
(g) Ejaan : memilih tanda baca yang sesuai dengan penggunaan kata dan
kalimat yang efektif dan tepat.
(h) Alur : berikan contoh alur yang berurutan dan jelas dari buku paket dan
bantuan slide powerpoint
(i) Tokoh : memilih tokoh dan perwatakan yang sesuai dengan tokoh
tersebut yang biasa yang digunakan dalam menulis
(j) Latar : memberikan contoh yang banyak mengenai latar dengan jelas
(3) Memberikan motivasi khususnya bagi siswa-siswi yang terlihat tidak begitu
tertarik dan masih bingung dengan kegiatan menulis narasi, agar mereka
103
DAFTAR PUSTAKA
Aem, Ali Imron. 1985. Buku Pegangan Kuliah Ringkasan Bahasa Indonesia. Surakarta. Universitas Muhammadiyah Surakarta.
Arikunto, S. 2002. Dasar-Dasar Evaluasi Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara.
Arikunto, Suharsimi. 2008. Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta: Bumi Aksara.
Aritonang, Keke T. 2006. Meningkatkan Kemampuan Siswa dalam Membaca Cepat. Jakarta: Jurnal Pendidikan Penabur – No.06/Th.V/Juni.
BSNP. 2006. Panduan Penyusunan, Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan Jenjang Pendidikan Dasar dan Menengah. Jakarta: Depdiknas.
Fogarty, Robin. 1991. How to Integrated The Curricula. Palatine, Illionis:IRI/Skylight. Publishing. Inc.
Keraf, Gorys. 2001. Argumentasi dan Narasi. Jakarta : Gramedia.
Kusmayadi, Ismail. 2010. Seni Merangkai Kata: Terampil Menulis Karangan Narasi, Deskripsi, Eksposisi, Argumentasi, dan Persuasi. Jakarta. Trias Yoga Kreasindo.
Marwoto, Suyatmi dan Suyitno. 1987. Komposisi Praktis. Yogyakarta. Penerbit: Handinita.
Mulyasa. 2003. Kurikulum Berbasis Kompetensi Konsep, Karakteristik, dan Implementasi. Bandung: Rosdakarya.
Nurgiantoro, Burhan. 2001. Penilaian Dalam Pengajaran Bahasa dan Sastra. Yogyakarta: BPFE Yogyakarta Anggota IKAPI.
Poerwanto. 2009. Evaluasi Hasil Belajar. Yogyakarta : Pustaka Pelajar.
Ratna. 2010. Penggunaan Pendekatan Cooperative Integrated Reading And Composition (CIRC) untuk Meningkatkan Hasil Belajar Bahasa Indonesia. Surakarta.
Robbins. 1991. The Action Recearch Planner. Victoria : Deakin University.
104
Saifulloh. 2003. Metode Pembelajaran Bahasa Indonesia. Surabaya: Tebit Terang.
Semi, M. Atar. 2007. Dasar-Dasar Keterampilan Menulis. Bandung : Angkasa.
Sigit, M. 2003. Pembelajaran Berbasis Kompetensi dan Kontekstual Bagi Guru, Kepala Sekolah dan Pengawas Sekolah. Jakarta: Rineka Cipta.
Slamet, St. Y. 2008. Dasar-Dasar Keterampilan Berbahasa Indonesia. Surakarta: UNS Press.
Slavin, Robert. E. 2005. Cooperative Learning. Bandung: Nusa Media.
Subana, & Sunarti. 2000. Strategi Belajar Mengajar Bahasa Indonesia. Bandung: Pustaka Setia.
Sulistyo, Basuki. 1992. Teknik dan Jasa Dokumentasi. Jakarta. PT. Gramedia Pustaka Utama.
Suparno & Mohamad Yunus. 2008. Keterampilan Dasar Menulis. Jakarta: Universitas Terbuka.
Suriamiharja, Agus. 1996. Petunjuk Praktis Menulis. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah bagian Proyek Penataran Guru SLTP Setara D-III.
Sutrisno. 2010. Penerapan Model Pembelajaran Tipe Cooperative Integrated Reading And Composition (CIRC) dengan Metode Lembar Kerja Kelompok untuk Meningkatkan Hasil Belajar IPS. Semarang.
Tarigan, Henry Guntur. 2005. Menulis Sebagai Suatu Keterampilan Berbahasa. Bandung: Angkasa.
Wardani, I.G.A.K. 2002. Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta: Pusat Penerbitan Universitas Terbuka.