• Tidak ada hasil yang ditemukan

BOIKOT UNI EROPA TERHADAP TUAN RUMAH EURO 2012 DI POLANDIA DAN UKRAINA

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "BOIKOT UNI EROPA TERHADAP TUAN RUMAH EURO 2012 DI POLANDIA DAN UKRAINA"

Copied!
43
0
0

Teks penuh

(1)

SKRIPSI

BOIKOT UNI EROPA TERHADAP TUAN RUMAH EURO 2012 DI

POLANDIA DAN UKRAINA

Disusun Dan Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Strata Satu

Jurusan Ilmu Hubungan Internasional

Oleh :

BILHAN SANDRO WARDANI 09260122

JURUSAN ILMU HUBUNGAN INTERNASIONAL FAKULTAS ILMU SOSIAL ILMU POLITIK UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG

(2)

iii

LEMBAR PENGESAHAN

Nama : Bilhan Sandro Wardani

Nim : 09260122

Fakultas : Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Jurusan : Ilmu Hubungan Internasional

Judul Skripsi : Boikot Uni Eropa terhadap Tuan Rumah EURO 2012 di Polandia dan Ukraina

Telah dipertahankan dihadapan Dewan Penguji Ujian Skripsi Fakultas Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik

Jurusan Ilmu Hubungan Internasional Dan dinyatakan LULUS

Pada hari : Senin Tanggal : 20 Oktober 2014 Tempat : Ruang Dosen FISIP

Mengesahkan Dekan FISIP – UMM

Dr. Asep Nurjaman, M.Si

Dewan Penguji: Tanda Tangan

1. Havidz Ageng Prakoso, MA ( )

2. Hafid Adim Pradana, MA ( )

3. M. Syaprin Zahadi, MA. ( )

(3)

Kata Pengantar

Sepak bola merupakan olahraga global yang paling popular di dunia. Diskusi

apapun mengenai sepak bola dunia harus dibuka dengan pengakuan akan daya tarik

permainan global ini. Meskipun sudah lazim demikian, namun tak dapat di pungkiri

bahwa olahraga yang paling utama di dunia adalah sepak bola. Tak ada bentuk

budaya popular lain seperti sepak bola yang dapat menimbulkan gairah partisipatoris

dan luar biasa di antara pemujanya. Sepak bola mengatas namakan apa saja mulai

dari politik, ekonomi, sosial, budaya bahkan agama. Sepak bola mampu memecahkan

dinding pembatas yang dibangun oleh ras, culture, bahasa, bahkan negara. Sepak bola

tidak hanya berbicara tentang Joseph Bletter, Michel Platini, Jose Mourinho ataupun

Lionel Messi namun, sepak bola juga berbicara tentang Stalin, Gorbachev, Kim Jong

Il, serta Ir. Soekarno yang membawa sepak bola Indonesia menjadi macan Asia pada

eranya.

Segala Puji bagi Allah SWT yang telah memberikan rahmat, taufik, serta

hidayah-NYA sehingga skripsi dengan judul “Boikot Uni Eropa terhadap Tuan Rumah EURO 2012 di Polandia dan Ukraina” dapat terselesaikan. Shalawat serta salam tak lupa penulis haturkan kepada nabi besar Muhammad SAW yang telah

menunjukkan dan membawa kita dari zaman kegelapan ke zaman yang terang seperti

sekarang ini.

Skripsi ini disusun dan diajukan sebagai salah satu syarat untuk memperoleh

gelar sarjana strata 1 (S-1) pada Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Jurusan Ilmu

Hubungan Internasional, Universitas Muhammadiyah Malang. Dengan segala

keterbatasan yang dimiliki penulis, masih banyak kekurangan-kekurangan yang harus

diperbaiki. Semoga hasil penelitian ini dapat berguna, khususnya bagi pendidikan di

(4)

xiii

Ucapan terimakasih yang paling besar, penulis haturkan kepada kedua orangtua

Ayah dan Ibu yang tiada hentinya memberikan semangat, dukungan, doa, kesabaran,

keikhlasan sehingga penulis bisa menyelesaikan studi di Jurusan Hubungan

Internasional. Tak lupa terimakasih kepada teman – teman seperjuangan serta saudara

– saudaraku yang sangat istimewa dalam memberikan dorongan serta motivasi sehingga penulis dapat mengambil hikmah dari mereka dalam menyelesaikan skripsi

ini.

Penulis juga ingin mengucapkan terimakasih kepada pak M. Syaprin Zahidi

MA., dan Pak Ruli Inayah Ramadhoan, M.Si., selaku dosen pembimbing yang

memberikan pencerahan dalam penyusunan skripsi ini, serta dewan penguji Pak

Havidz Ageng Prakoso MA., dan Pak Hafid Adim Pradana MA., yang telah

mengoreksi hasil dari skripsi ini.

Kalaupun ada yang berharga dan bermanfaat dalam skripsi ini, tidak lain semata

– mata karunia dan ijin Allah SWT, haadza min fadlii rabbi, namun apabila banyak ditemukan kekurangan dan kekonyolan dalam skripsi ini, tidak lain semata – mata representasi keterbatasan penulis sendiri. Semoga Allah SWT selalu melindungi dan

meridhoi atas segala apa yang telah penulis sampaikan dalam skripsi ini. Dan semoga

penulisan skripsi ini bermanfaat bagi penulis khususnya dan semua pihak pada

umumnya.

Malang, 10 November 2014

Penulis,

(5)
(6)

84 DAFTAR ISI

Lembar Sampul Depan ... i

Lembar Persetujuan Skripsi ... ii

Lembar Pengesahan ... iii

Lembar Pernyataan Orisinalitas ... iv

Berita Acara Bimbingan Skripsi ... v

Lembar Motto dan Persembahan ... vi

Abstraksi ... x

Astract ... xi

Kata Pengantar ... xii

DAFTAR ISI ... xiv

DAFTAR TABEL ... xvi

DAFTAR GAMBAR ... xvii

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1.Latar Belakang Masalah... 1

1.2.Rumusan Masalah ... 5

1.3.Tujuan Penelitian ... 5

1.4. Manfaat Penelitian ... 5

1.4.1. Manfaat Akademis ... 5

1.4.2. Manfaat Praktis ... 6

1.5.Tinjauan Pustaka` ... 6

1.5.1. Penelitian Terdahulu ... 6

1.5.2. Pendekatan dan Konsep ... 14

1.5.2.1.Pendekatan Politik dan Kebijakan Luar Negeri (Foreign Policy) .. 14

1.6.Metodologi Penelitian ... 18

1.6.1. Metode Penelitian... 18

1.6.2. Level Analisa ... 18

1.6.3. Pengumpulan Data dan Teknik Analisa Data ... 19

1.6.4. Ruang Lingkup Penelitian ... 20

1.6.4.1.Batasan Materi ... 20

(7)

1.7.Hipotesa ... 21

1.8.Sistematika Penulisan ... 21

BAB II HUBUNGAN UNI EROPA DENGAN UEFA DALAM

PENUNJUKAN POLANDIA DAN UKRAINA SEBAGAI TUAN RUMAH EURO 2012

2.1.Hubungan UEFA dengan Uni Eropa ... 23

2.2.Bidding Process Polandia dan Ukraina sebagai Tuan Rumah Euro 2012 . 32

2.3.Krisis Politik Ukraina ... 41

BAB III ALASAN PARLEMEN UNI EROPA DALAM MEMBOIKOT

EVENT AKBAR EURO 2012 DI POLANDIA DAN UKRAINA

3.1.Boikot Uni Eropa ... 56

3.2.Alasan Uni Eropa Memboikot EURO 2012 di Polandia dan Ukraina ... 69

BAB IV PENUTUP

4.1. Kesimpulan ... 79

4.2. Saran ... 80

(8)
(9)

Daftar Pustaka Buku

Nugraha, Ubaidillah, 2008, Republik Gila Bola : 103 Jam Tayang Per Minggu, Puluhan Juta Penonton, Ratusan Klub, Ufuk Press, PT. cahaya insan suci, Jakarta Selatan

Giulianotti, Richard, 2006, Sepak Bola : Pesona Sihir Permainan Global, Apheiron Philotes, Yogyakarta

Natakusumah, Arief, 2008, Drama Itu Bernama Sepak Bola : Gambaran Silang Sengkarut Olah Raga, Politik Dan Budaya, PT. Elex media komputindo, Jakarta

Perwita, Anak Agung Banyu, Yanyan Mohammad Yani, 2006, Pengantar Ilmu Hubungan Internasional, Bandung, PT Remaja Rosdakarya

Rahmawati, Iva, Memahami Perkembangan Studi, Hubungan Internasional, Yogyakarta, Aswaja Pressindo

Mas’oed, Moehttar, 1990, Ilmu Hubungan Internasional Disiplin dan Metodologi, LP3ES: Yogyakarta

Garcia, Borja, 2007, UEFA and the European Union : From Confrontation to co-operatio, Jurnal of Contemporary European Research, Vol. 3, No. 3, Lounghborough University

Abrams , Dennis, 2007, Modern World Leaders : Viktor Yushchenko, Chelsea House, New York

Renovatio , Team, 101+ Fakta Unik & Momen Terheboh Piala Dunia, 9 Month Publising, Yogyakarta

Handoko, Agung, 2008, City of Tolerance : Sepak Bola Tanpa Batas, Kanisius, Yogyakarta

Hara, Abubakar, Eby, Ph.D, 2011, pengantar analisi politik luar negeri, dari realism

(10)

82

Indratno, Suwanto, Ferry T, 2009, ayo belajar pendidikan kewarganegaraan Pkn,

yogyakarta, kanisius

Internet

Bangkanews.com, sabtu 9 juni 2012, Aroma Politik Dibalik Piala Eropa, dalam http://bangka.tribunnews.com/2012/06/09/aroma-politik-dibalik-piala-eropa di

akses pada tanggal 15 September 2013

RMOL.CO, sabtu 6 agustus 2011, Mantan PM Pro-Barat diringkus, Ukraina rusuh, dalam http://www.rakyatmerdekaonline.com/news.php?id=35494 di akses

tanggal 15 September 2013

ROL Republika online, selasa 11 oktober 2011, Mantan Perdana Menteri Ukraina

yang Jelita dihukum 7 Tahun Penjara, dalam

http://www.republika.co.id/berita/internasional/global/11/10/11/lswdzc-mantan-perdana-menteri-ukraina-yang-jelita-dihukum-7-tahun-penjara di akses pada

tanggal 15 Februari 2014

Wirayudha, Randy – Okezone, Jum'at, 4 Mei 2012, Uni Eropa Boikot Euro di Ukraina, dalam http://euro.okezone.com/read/2012/05/04/3/623980/uni-eropa-boikot-euro-di-ukraina di akses pada tanggal 22 April 2014

Isharyanto, Mas, Kompasiana 5 oktober 2013, Pengadilan Yulia, Pengadilan Politik, dalam

http://hukum.kompasiana.com/2013/10/05/pengadilan-yulia-pengadilan-politik-597950.html di akses pada tanggal 30 April 2014

Kompas.com, 8 mei 2012, Yulia Tymoshenko “Ganjal” KTT Ukraina, dalam http://internasional.kompas.com/read/2012/05/08/19412091/Yulia.Tymoshenko

.Ganjal.KTT.Ukraina di akses tanggal 15 April 2014

(11)

http://www.suarapembaruan.com/home/presiden-uni-eropa-serukan-boikot-piala-eropa-2012-di-ukraina/19852 di akses pada tanggal

22 April 2014

Viva bola, Selasa 1 Mei 2012, Kanselir Jerman Ancam Boikot Euro 2012, dalam http://bola.viva.co.id/news/read/309303-kanselir-jerman-akan-boikot-euro-2012

di akses pada tanggal 22 April 2014

Yahoo news, Jumat 1 Jun 2012, Kabinet Prancis Boikot Euro 2012 di Ukraina, dalam

https://id.berita.yahoo.com/kabinet-prancis-boikot-euro-2012-di-ukraina-032812886.html di akses pada tanggal 22 April 2014

Widakdo , Gatot, Kompas.com, 30 April 2012, Pimpinan Uni Eropa Akan Boikot

Piala Eropa, dalam

http://bola.kompas.com/read/2012/04/30/21003080/Pimpinan.Uni.Eropa.Akan.

Boikot.Piala.Eropa di akses pada tanggal 22 April 2014

Data umum definisi UEFA, dalam

http://id.wikipedia.org/wiki/Uni_Sepak_Bola_Eropa diakses tanggal 31 maret

2014

Geeraert , Arnout, Jeroen Scheerder and Hans Bruyninckx, The governance network of European football: introducing new governance approaches to steer football

at the EU level, dalam

http://www.google.com/url?sa=t&rct=j&q=&esrc=s&source=web&cd=4&cad=

rja&uact=8&ved=0CEYQFjAD&url=http%3A%2F%2Fwww.playthegame.org

%2Ffileadmin%2Fdocuments%2FAGGIS_article_-_The_governance_network_of_European_football.pdf&ei=9Sk1U6WZHczhrA

fJx4GwCg&usg=AFQjCNH3ycS6tWN43ovUeBPT0x3YTRf7Uw&sig2=Gl6w

OVtCyTHm_V_AVSpLwg&bvm=bv.63808443,d.bmk di akses tanggal 19

September 2014

UEFA.com, “Introduction EU matters”, dalam

http://web.archive.org/web/20070208175942/http://www.uefa.com/uefa/keytopi

(12)
(13)

Menelusuri lebih jauh sejarah piala eropa, BBC Indonesia, 1 Juni 2012, dalam

http://www.bbc.co.uk/indonesia/olahraga/2012/06/120601_piala_eropa.shtml di

akses pada tanggal 20 april 2014

Piala Eropa Sejarah Piala Eropa, dalam

http://www.mabosbet.me/berita/sejarah-piala-eropa/sejarah-piala-eropa.html di akses pada tanggal 20 april 2014

Goal.com, 2 juli 2012, “Daftar Juara Piala Eropa : Spanyol Samai Koleksi Gelar

Jerman”, dalam http://www.goal.com/id-ID/news/1386/euro-piala-

eropa/2012/07/02/3214389/daftar-juara-piala-eropa-spanyol-samai-koleksi-gelar-jerman di akses pada tanggal 12 Juli 2014

Beritasatu.com, 22 maret 2012, “Polandia – Ukraina Terpilih Menyisihkan Italia”, dalam

http://www.beritasatu.com/uefa/38481-polandia-ukraina-terpilih-menyisihkan-italia.html di akses tanggal 16 juni 2014

UEFA EURO 2012 - Bid Regulation, dalam

http://web.archive.org/web/20070207085848/http://www.uefa.com/newsfiles/27

0075.pdf di akses pada tanggal 16 juni 2014

Pemilihan tuan rumah Kejuaraan Sepak Bola Eropa UEFA 2012, dalam

http://id.wikipedia.org/wiki/Pemilihan_tuan_rumah_Kejuaraan_Sepak_Bola_Er

opa_UEFA_2012 di akses pada tanggal 16 Juni 2014

UEFA Organisation, 15 februari 2007, “EURO 2012 dossiers delivered”, dalam http://web.archive.org/web/20070421142347/www.uefa.com/uefa/keytopics/kin

d=4194304/newsid=507142.html di akses pada tanggal 16 Juni 2014

Uefa.com, 18 April 2007, “EURO Joy for Poland and Ukraine”, dalam http://web.archive.org/web/20070521080359/www.uefa.com/uefa/keytopics/kin

d=4194304/newsid=528963.html di akses tanggal 15 Juni 2014

Profil negara Ukraina, dalam

http://www.unece.org/fileadmin/DAM/hlm/prgm/cph/experts/ukraine/UN.UKR

(14)
(15)

Merdeka.com, Biografi Pavlo Lazarenko, dalam http://profil.merdeka.com/mancanegara/p/pavlo-lazarenko/ di akses pada

tanggal 16 Juli 2014

.com, 26 September 2002, Biografi : Leonid Kuchma, dalam http://news.bbc.co.uk/2/hi/europe/2283925.stm di akses pada tanggal 16 Juli

2014

Securityexpose.com, 7 april 2011, Mantan Presiden Ukraina Hadapi Tuduhan Pembunuhan Wartawan, dalam http://securityexpose.com/mantan-presiden-ukraina-hadapi-tuduhan-pembunuhan-wartawan/ di akses pada tanggal 16 Juli

2014

Liputan6.com, 23 November 2004, Viktor Yanukovich Memenangkan Pemilu Ukraina, dalam http://news.liputan6.com/read/90397/viktor-yanukovych-memenangkan-pemilu-ukraina di akses pada tanggal 17 Juli 2014

Dw.de, 23 November 2004, Pemilu di Ukraina, dalam http://www.dw.de/pemilu-di-ukraina/a-2957658 di akses tanggal 17 Juli 2014

Detiknews.com, 27 Desember 2004, Gatot Prihanto, Viktor Yushchenko Diprediksi

Menangi Pilpres Ulang Ukraina, dalam

http://news.detik.com/read/2004/12/27/062023/262430/10/viktor-yushchenko-diprediksi-menangi-pilpres-ulang-ukraina?nd771104bcj di akses tanggal 17 Juli

2014

Tabel Pemilu Ukraina, 17 Januari 2010, Election Resources on the Internet: Presidential and Parliamentary Elections in Ukraine - Results Lookup, dalam http://electionresources.org/ua/president.php?election=2010 di akses tanggal 18

Juli 2014

Lihat Election Resources on the Internet: Presidential and Parliamentary Elections

in Ukraine - Results Lookup, dalam

http://electionresources.org/ua/president.php?election=2010&district= di akses

(16)
(17)

Alexander J. Motyl, 2010, Ukrainian Blues : Yanukovych's Rise, Democracy's Fall,

dalam

http://www.foreignaffairs.com/articles/66447/alexander-j-motyl/ukrainian-blues di akses tanggal 18 Juli 2010

SuaraMedia.com, 6 April 2010, Ukraina Bubarkan Keanggotaan NATO Dari Agenda, dalam http://www.suaramedia.com/eropa/2010/04/06/ukraina-bubarkan-keanggotaan-nato-dari-agenda di akses tanggal 19 Juli 2014

Riaupos.co, 26 Mei 2012, Duel di Parlemen Karena Bahasa Rusia, dalam

http://www.riaupos.co/12784-berita-duel-di-parlemen-karena-bahasa-rusia.html#.VAXSQnKSyQE di akses tanggal 20 Juli 2014

Dw.de, 11 september 2009, Akhirnya Rusia dan Ukraina Tandatangani Perjanjian, dalam

http://www.dw.de/akhirnya-rusia-dan-ukraina-tandatangani-perjanjian/a-3960571 di akses tanggal 19 Juli 2014

UNESCO, Introducing UNESCO, dalam https://en.unesco.org/about-us/introducing-unesco di akses tanggal 8 september 2014

UNICEF.org, About UNICEF : Who We are, dalam

http://www.unicef.org/about/who/index_introduction.html di akses tanggal 8

September 2014

Jersey Malaga FC dalam

http://3.bp.blogspot.com/-kF4na2GN7PI/TyZiIDP9rLI/AAAAAAAAAFI/GjMhuUaxhTo/s1600/malaga+

home+jersey+2011-2012.jpg di akses tanggal 28 Agustus 2014 dan Jersey

Barcelona FC dalam

http://www.idfootballdesk.com/media/upload/image/fc-barcelona/11/barca-home-jersey-10-11.jpg di akses tanggal 28 Agustus 2014

Rol Republika Online, 21 November 2012, Messi Duta Unicef untuk Israel?, dalam

http://www.republika.co.id/berita/internasional/palestina-israel/12/11/21/mdt99z-messi-duta-unicef-untuk-israel di akses tanggal 5

September 2014

Brian Cronin, 13 July 2010, Sports Legend Revealed: Was soccer once nominated for

(18)
(19)

http://latimesblogs.latimes.com/sports_blog/2010/07/sports-legend-revealed-was-soccer-once-nominated-for-the-nobel-peace-prize.html di akses tanggal 9

September 2014

Gambar di unduh dari

http://electronicintifada.net/sites/electronicintifada.net/files/2009-1-7-kanoute-palestina.jpg di akses tanggal 8 September 2014

Liputan6.com, 9 September 2008, Diplomasi ala Sepak Bola, dalam http://bola.liputan6.com/read/213549/diplomasi-ala-sepakbola di akses tanggal

8 September 2014

Vivanews.com, 8 Mei 2010, Soviet Boikot Olimpiade di Amerika Serikat, dalam

http://dunia.news.viva.co.id/news/read/149555-soviet_boikot_olimpiade_di_amerika_serikat di akses tanggal 8 September

2014

Beritasatu.com, 8 Mei 2012, Menteri Jerman Boikot Piala Eropa Ukraina, dalam

http://www.beritasatu.com/sepakbola/46795-menteri-jerman-boikot-piala-eropa-ukraina.html di akses tanggal 9 September 2014

Zonabola.com, 2 Juni 2012, Prancis Boikot Laga EURO 2012 di Ukraina, dalam

http://zonabola.com/zona-piala-eropa/perancis-boikot-laga-euro-2012-di-ukraina.html# di akses tanggal 8 September 2014

Plasamsn olahraga, 1 Juni 2012, Pemerintah Prancis Boikot Piala Eropa di Ukraina,

dalam

http://olahraga.plasa.msn.com/football/euro-2012/features/pemerintah-prancis-boikot-piala-eropa-di-ukraina di akses tanggal 8 September 2014

Tempo.co, 7 Juni 2012, Pemerintah Inggris Boikot Euro 2012 di Ukraina, dalam

http://en.tempo.co/read/news/2012/06/07/117409146/Pemerintah-Inggris-Boikot-Euro-2012-di-Ukraina di akses tanggal 9 September 2014

BeritaKawanua.com, 8 Juni 2012, Inggris Boikot EURO 2012 di Ukraina, dalam

(20)
(21)

TribunNews.com, 3 Mei 2012, Mantan PM Ukraina Dipukuli, Austria Boikot Piala

Euro 2012, dalam

http://www.tribunnews.com/internasional/2012/05/03/mantan-pm-ukraina-dipukuli-austria-boikot-piala-euro-2012 di akses tanggal 9 September 2014

Rol Republika Online, 10 Juni 2012, PM dan Pangeran Belanda Boikot Piala Eropa

2012, dalam

http://www.republika.co.id/berita/internasional/global/12/06/10/m5d1ez-pm-dan-pangeran-belanda-boikot-piala-eropa-2012 di akses tanggal 9 September

2014

Rol Republika Onlina, 7 Mei 2012, Ups.. Timnas Spanyol Ancam Boikot Piala Eropa 2012, dalam http://www.republika.co.id/berita/piala-eropa-2012/news-piala-

eropa-2012/12/05/07/m3mokz-ups-timnas-spanyol-ancam-boikot-piala-eropa-2012 di akses tanggal 9 September 2014

(22)

1 BAB I

PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

EURO adalah sebuah kompetisi sepakbola akbar yang diselenggarakan oleh

UEFA (Uni European Football Asotiation) di benua Eropa tiap empat tahun sekali. Pada perhelatan EURO tahun 2012, negara yang kemudian menjadi tuan rumah

dalam pelaksanaan event sepak bola akbar empat tahunan di benua Eropa adalah

Polandia dan Ukraina. Penunjukan Polandia dan Ukraina sebagai tuan rumah Piala

Eropa 2012 merupakan hal yang baru dalam sejarah UEFA. Dalam sejarah UEFA,

tuan rumah bagi peyelenggaraan event sepak bola EURO selalu didominasi oleh

Negara-negara Eropa Barat. Namun dalam event EURO 2012 yang menjadi tuan

rumah adalah Polandia dan Ukraina.

Negara-negara Eropa Timur sebagai tuan rumah EURO telah memberikan

kepada persepakbolaan dunia sebuah dimensi dan wajah baru, pemberian ruang dan

kesempatan yang lebih besar bagi kawasan timur Eropa yang selama ini banyak luput

dari publisitas.1 Ini sangat mengejutkan karena baru pertama kalinya event akbar ini dilaksanakan di Eropa timur, meskipun salah satu wakilnya sudah pernah menjadi

juara.

Event yang paling bergengsi di Eropa ini diselimuti dengan aroma politik yang

menyita banyak perhatian publik. Kanselir Jerman Angela Merkel dan Presiden

1

Ubaidillah Nugraha, 2008, “Republik gila bola : 103 Jam tayang per minggu, puluhan juta penonton,

(23)

Komisi Uni Eropa Jose Manuel Barroso menegaskan bahwa mereka tidak akan

menghadiri perhelatan sepak bola yang diadakan di Ukraina. Pejabat tinggi beberapa

anggota Uni Eropa, seperti Inggris, Belanda, Austria, dan Belgia, pun menyatakan hal

senada.

Pemimpin negara anggota Uni Eropa ini gerah dengan perlakuan Presiden

Ukraina Viktor Yanukovych terhadap musuh politiknya, mantan Perdana Menteri

Yulia Tymoshenko, yang dihukum tujuh tahun penjara karena dituduh

menyalahgunakan kekuasaannya dalam bisnis gas dengan Rusia. Bagi Uni Eropa,

hukuman itu bermotif politik karena Tymoshenko berpotensi menjadi lawan politik

tangguh bagi Yanukovych. 2

Agustus tahun 2011, mantan perdana menteri Ukraina Yulia Tymoshenko

ditangkap kepolisian anti huru – hara ketika tengah menjalani sidang tuduhan

penyalahgunaan kekuasaan, penangkapan tersebut diperintahkan oleh hakim Rodion

Kireyev atas dasar tuduhan “pelanggaran sistemik” pengadilan, namun tymoshenko

menolak atas tuduhan tersebut. Memang terjadi sebuah perlawanan dari yulia

Tymoshenko dalam sidang terhadap tuduhan yang diberikan kepadanya, di dalam

sidang tersebut Yulia menolak untuk berdiri dan berkali – kali menghina hakim,

bahkan secara terbuka Yulia mengejek pengadilan dan memanggilnya “boneka

2

(24)

3

Yanukovych”.3

Penangkapan Yulia Tymoshenko tersebut merupakan salah satu

upaya bagi Yanukovych untuk menghalanginya menuju pemilihan yang akan datang.

Yanukovych yang dikenal dunia internasional sebagai sekutu Rusia,

memberikan tuduhan bahwa Yulia Tymoshenko secara illegal memaksa perusahaan

energi milik Negara, naftogaz, untuk menandatangani kontrak pasokan gas dari Rusia

pada tahun 2009.4 Hakim menyatakan bahwa ulah Yulia Tymoshenko tersebut telah membuat Negara Ukraina dirugikan 1,5 miliar hryvna (setara 190 juta dolar AS).5 Akhirnya hakim Negara Ukraina menjatuhkan hukuman tujuh tahun penjara bagi

Yulia Tymoshenko, namun dalam sel tahanan, Yulia mendapatkan perlakuan kasar

dari sipir penjara dan melakukan aksi mogok makan karena perlakuan tersebut.6 Hal tersebut membuat para petinggi Uni Eropa semakin geram, karena Ukraina pada masa

Rezim Viktor Yanukovych tidak menjunjung tinggi nilai kemanusiaan, terutama pada

kasus yang menimpa Yulia Tymoshenko.

Uni Eropa mengeluarkan teguran yang keras terkait kasus tersebut, pasalnya

pemenjaraan Yulia Tymoshenko tersebut tidak hanya akan mendiskreditkan

pemerintah Ukraina, tetapi juga sistem peradilan Ukraina dan kemungkinan besar

3

RMOL.CO, sabtu 6 agustus 2011, “Mantan PM Pro-Barat diringkus, Ukraina rusuh”, dalam http://www.rakyatmerdekaonline.com/news.php?id=35494 di akses tanggal 15 September 2013

4Ibid 5

ROL Republika online, selasa 11 oktober 2011, “Mantan Perdana Menteri Ukraina yang Jelita

dihukum 7 Tahun Penjara” dalam

http://www.republika.co.id/berita/internasional/global/11/10/11/lswdzc-mantan-perdana-menteri-ukraina-yang-jelita-dihukum-7-tahun-penjara di akses pada tanggal 15 MeiFebruari 2014

6

(25)

akan membahayakan kepentingan geopolitik Ukraina.7 Krisis politik yang terjadi di Ukraina tersebut menjadi permasalahan yang cukup serius bagi pihak penyelenggara

EURO 2012 yang akan dilaksanakan di Polandia dan Ukraina.

Para petinggi Uni Eropa yang dari awal sudah mengeluarkan sebuah pernyataan

bahwa tidak akan menghadiri setiap pertandingan EURO yang dilaksanakan di

Ukraina semakin memperparah kondisi politik di Ukraina. Bahkan Negara – Negara

Eropa tengah yang akan melaksanakan KTT di Ukraina membatalkan kehadirannya

dikarenakan adanya kasus HAM yang menimpa mantan perdana menteri Ukraina

yulia Tymoshenko tersebut.8 Pernyataan itu menjadi konsumsi media Eropa, yang menilai sikap Uni Eropa itu tak lain adalah boikot politik terhadap Piala Eropa.

Pernyataan terkait dengan respon boikot Uni Eropa terhadap tuan rumah piala

Eropa tersebut sangat menarik untuk dikaji, karena sejauh ini sepak bola terlepas dari

pengaruh politik apapun. Akan tetapi, dengan adanya boikot tersebut menunjukkan

bahwa adanya indikasi politik yang dimainkan oleh Uni Eropa terhadap UEFA.

Penelitian ini bermaksud melihat alasan di balik Uni Eropa memboikot pelaksanaan

EURO 2012 dan bagaimana posisi Uni Eropa sendiri dalam hubungannya dengan

UEFA sehingga mengkaitkan permasalahan olah raga dengan persoalan politik.

7

Mas Isharyanto, Kompasiana 5 oktober 2013, “Pengadilan Yulia, Pengadilan Politik”, dalam http://hukum.kompasiana.com/2013/10/05/pengadilan-yulia-pengadilan-politik-597950.html di akses pada tanggal 30 April 2014

8

Kompas.com, selasa 8 mei 2012, “Yulia Tymoshenko “Ganjal” KTT Ukraina”, dalam

(26)

5 1.2. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang diatas maka dalam penelitian ini akan dibahas

permasalahan berikut : Mengapa Uni Eropa melakukan boikot terhadap tuan ruman

EURO 2012 di Polandia dan Ukraina ?

1.3. Tujuan Penelitian

Pembahasan dalam penelitian ini dilakukan untuk menjawab pertanyaan

mengapa Uni Eropa melakukan boikot terhadap tuan ruman EURO 2012 di Polandia

dan Ukraina. Adapun tujuan yang ingin peneliti capai adalah untuk mengetahui

tujuan pemboikotan yang dilakukan oleh Uni Eropa terhadap tuan rumah EURO 2012

di Polandia dan Ukraina.

1.4. Manfaat Penelitian

1.4.1. Manfaat Akademis

Secara akademis penelitian ini bermanfaat untuk mahasiswa dan para akademisi

untuk memperkaya penelitian dibidang ilmu hubungan internasional untuk

mengetahui alasan Uni Eropa melakukan boikot event besar empat tahunan yang

diselenggarakan di Eropa, dengan menggunakan teori kebijakan politik luar negeri

sebagai alat analisa respon boikot yang dilakukan oleh Uni Eropa terhadap tuan

rumah EURO 2012 di Polandia dan Ukraina.

1.4.2. Manfaat Praktis

Adapun manfaat penelitian ini untuk masyarakat luas adalah untuk memberikan

(27)

para pemilik kewenangan, serta memberikan pemahaman tentang Uni Eropa yang

berupaya untuk menyatukan kembali Eropa yang terpecah setelah perang dunia II

dengan menggunakan sepakbola sebagai media untuk berdiplomasi.

1.5. Tinjauan Pustaka

1.5.1. Penelitian Terdahulu

Bnayak peneliti yang melakukan penelitian tentang sepak bola untuk

mendapatkan hasil yang gamblang tentang permainan indah sepak bola. Tidak hanya

permainannya saja yang kemudian menjadikan sepak bola menarik untuk diteliti,

akan tetapi peran para pemangku kekuasaan dan orang – orang yang mempunyai

kepentingan sering menggunakan sepak bola sebagai perantara untuk melakukan

kerjasama, bahkan untuk melakukan diplomasi atau protes terhadap suatu rezim

tertentu.

Peneliti yang pertama adalah Richard Giulianotti9 dalam bukunya yang berjudul

“Sepak Bola : Pesona Sihir Permainan Global”, Giulianotti menjelaskan bahwa

Sepak bola adalah olahraga yang menggemparkan dan membuat hiruk pikuk seantero

dunia. orang rela harus berdesak – desakan di tribun stadion, berpawai di jalanan, dan

begadang di depan televisi sampai dini hari. Secara sosial, sepak bola mampu

meningkatkan interaksi antara pemain, fans, ofisial, dan aktor lainnya (seperti

reporter TV, politisi, dan sponsor bisnis) dalam tiap negara. Hanya sepak bola yang

9

(28)

7

mampu meleburkan suatu identitas individu dari berbagai negara, meleburkan politik

apartheid dan menyatukan dunia melalui permainan global.

Giulianotti juga menjelaskan bahwa rasisme dalam sepak bola tampak bersifat

universal kultural, terjadi di antara dan dalam kelompok etnis. Ekspresi dasar rasisme

melibatkan penyalahgunaan dan perlakuan diskriminatif terhadap pemain non-kulit

putih. Kampanye anti rasis mulai diserukan, khususnya melalui organisasi penonton

dan pemain professional itu sendiri. Banyak majalah fans klub yang terinspirasi oleh

supporter yang dihina karena penyalahgunaan rasis, dibagikan pada pemain, dan

berkampanye demi sesama fans untuk menangkis serangan semacam itu.

Manfaat penelitian yang dilakukan oleh Richard Giulianotti tersebut bagi peneliti

adalah selain sebagai referensi juga sebagai panduan dalam menyusun penelitian

tentang Boikot Uni Eropa terhadap Tuan Rumah EURO 2012 di Polandia dan

Ukraina. Terdapat perbedaan antara penelitian yang dilakukan oleh Giulianotti

dengan penelitian yang peneliti angkat yaitu pada fokus penelitian, jika Giulianotti

membahas tentang masalah rasisme yang kemudian memunculkan isu pelanggaran

HAM dalam sepak bola secara universal, penelitian ini akan menjelaskan alasan Uni

Eropa melakukan boikot dalam perhelatan sepak bola akbar EURO 2012 di Polandia

dan Ukraina atas dasar pelanggaran HAM di Ukraina.

Peneliti yang kedua dilakukan oleh Arief Natakusumah10 dalam bukunya yang berjudul “Drama itu Bernama Sepak Bola : Gambaran silang sengkarut olah raga,

10

Arief Natakusumah, 2008, “drama itu bernama sepak bola : Gambaran silang sengkarut olah raga,

(29)

politik dan budaya, Arief menjelaskan dalam bukunya bahwa sepak bola

mengatasnamakan apa saja. mulai dari politik, ekonomi, sosial, budaya, dan bahkan

yang lebih ekstrem, mengatasnamakan agama. Arief menjelaskan bahwa sepak bola

menjadi barometer ideal dalam hubungan internasional, ketegangan antarbangsa,

serta ambisi nasional. Kepentingan terhadap olahraga ini kian meningkat di periode

dua perang dunia. Sepak bola dipakai sebagai alat propaganda dan mengerahkan

masa. Tak hanya politik dengan buntut – buntutnya konflik, badan internasional

sering juga menggunakan pertandingan sepak bola sebagai sarana test the waters

dalam hubungan internasional. Banyak negara mengekspresikan jati diri melalui tim

sepakbolanya. Pertandingan sepak bola memberikan peluang semakin tinggi

kesadaran terhadap karakteristik bangsa, kondisi politik, dan sebagainya.

Arief menempatkan sepak bola dalam beragam kerangka, entah subjek, objek,

atau keterangan, yang tidak bisa tidak disangkut pautkan saat kita membicarakan

pemimpin pemimpin bangsa, kebudayaan, hubungan sosial, ekonomi, dan juga

agama. Dimata peneliti, sepak bola tidak hanya berbicara tentang Josef Bletter,

Michel Platini atau Jose Mourinho, tapi, juga Idi Amin, Joseph Stalin, Kim Il-Sung,

bahkan Soekarno, proklamator kita, dengan kiprah sepak bola Asia yang lebih dulu

mengaum di era 60-an.

Penelitian yang dilakukan Arief Natakusumah sangat bermanfaat bagi penelitian

ini. Dari penelitian Arief ini, peneliti mengetahui bahwa sepak bola tidak lepas dari

(30)

9

terlepas dari pengaruh politik dalam bentuk apapun. Terdapat kesamaan antara

penelitian Arief dengan penilitian ini yaitu adanya indikasi politik yang terjadi di

dalam sepak bola, namun fokus dalam penelitian ini adalah mengenai alasan

pemboikotan yang dilakukan oleh Uni Eropa di Ukraina.

Penelitian yang ketiga dilakukan oleh Sukri Abdullah dalam skripsinya yang

berjudul “Pengaruh Kapitalisme Global di English Premier League (EPL)” dengan

penelitian eksplanatif, Sukri menjelaskan bahwa globalisasi sepak bola mendorong

kapitalisme global masuk dalam sepak bola khususnya EPL. Perkembangan EPL

sejak tahun 1992 hingga saat ini menjunjukkan grafik peningkatan baik dalam aspek

ekonomi maupun prestasi Liga. Keberhasilan itu tidak terlepas dari perpaduan

kapitalisme di EPL. Berbagai perusahaan berbasis global serta investor asing

(investasi asing dan sponsorsip) membantu meningkatkan ekonomi EPL sehingga

EPL menjadi salah satu industry liga sepak bola dengan penghasilan terbesar

dibandingkan dengan liga – liga Eropa lainnya.

Selain itu, globalisasi serta kekuatan kapital juga meningkatkan kebebasan

pergerakan pemain yang terintegrasi dalam sebuah dunia yang bernama EPL. Bukan

hanya pemain sepak bola asal Inggris saja yang bermain di liga domestic, namun

banyak pemain lintas Negara bahkan benua (pemain asing) bermain di EPL.

Pengaruh kapitalisme juga berpengaruh pada perubahan socio-cultural masyarakat

(31)

Terdapat perbedaan antara penelitian yang dilakukan oleh Sukri Abdullah

dengan penelitian yang akan peneliti angkat meskipun masih dalam ruang lingkup

sepak bola. Jika Sukri menjelaskan bahwa sepak bola semakin mengglobal dan

menjadi sebuah industry yang menjanjikan, fokus penelitian yang akan peneliti capai

adalah menjelaskan tentang pernyataan boikot Uni Eropa dalam sepak bola terkait

masalah HAM di Ukraina.

Penelitian yang keempat dilakukan oleh Moh. Alfin Masykur dalam skripsinya

yang berjudul “Upaya Legiun Muslim di Liga – Liga Sepakbola Eropa dalam

Menunjukkan Identitas mereka sebagai Muslim di Eropa Pasca Peristiwa 11

September 2001” dalam penelitian deskriptif tersebut dijelaskan bahwa pemain sepak

bola muslim yang bermain di liga – liga Eropa sangat banyak, bahkan kebanyakan

dari mereka merupakan pemain kunci atau key figure sehingga banyak fans yang mengidolakan mereka, contohnya Zenedine Zidane dan Frank Ribery. Banyak dari

mereka yang menjadi panutan karena profesi mereka sebagai pemain sepak bola

professional, dan juga karena sisi kehidupan mereka. Keberadaan legiun musilm di

kancah Eropa mendapatkan perhatian tersendiri pasca peristiwa 11 September 2001.

Islam menjadi sorotan mulai dari persoalan terorisme yang ditujukan kepada kaum

muslim, hingga sentiment negatif yang berusaha mengaburkan pengaruh Islam di

Eropa.

Upaya legiun muslim untuk menunjukan identitas muslimnya dapat dilihat

(32)

11

melakukan selebrasi setelah mencetak gol. Misalnya Frederic Kanoute yang bersujud

di dalam lapangan, Samir Nasri yang memberikan ucapan “Happy Ied Mubarrak”

lewat selebrasinya merupakan sebagian upaya para legiun muslim dalam

menunjukkan identitas muslimnya.

Manfaat penelitian yang dilakukan oleh Moh. Alfin Masykur bagi peneliti adalah

untuk melengkapi daftar penelitian terdahulu yang terkait dengan sepak bola.

Terdapat perbedaan antara penelitian Alfin dengan penelitian yang akan peneliti

angkat yaitu berada pada fokus penelitian. Jika Alfin menempatkan sepak bola

sebagai upaya untuk menunjukkan identitas para legiun muslim yang bermain di liga

Eropa, penelitian yang akan peneliti angkat menempatkan sepak bola sebagai upaya

protes Uni Eropa atas kepemimpinan Rezim Ukraina Viktor Yanukovych karena

[image:32.612.109.510.489.694.2]

tidak menjunjung tinggi nilai HAM.

Tabel 1.1

Posisi Penelitian

No. Peneliti / Judul Metode

Penelitian Hasil Penelitian

1. Richard Giulianotti Sepak Bola : Pesona Sihir Permainan Global

dalam buku tersebut dijelaskan bahwa hampir tidak ada

olahraga yang begitu

(33)

sepak bola yang mampu meleburkan suatu identitas individu dari berbagai negara, meleburkan politik apartheid dan menyatukan dunia melalui permainan global.

2. Arief Natakusumah Drama itu Bernama Sepak Bola

Sepak Bola mengatasnamakan apa saja bisa tampak di bidang politik. Ia menjelaskan bahwa sepak bola menjadi barometer

ideal dalam hubungan

internasional, ketegangan antarbangsa, serta ambisi

nasional. Kepentingan

terhadap olahraga ini kian meningkat di periode dua perang dunia. Sepak bola

dipakai sebagai alat

propaganda dan mengerahkan masa. Tak hanya politik dengan buntut – buntutnya konflik, badan internasional sering juga menggunakan pertandingan sepak bola sebagai sarana test the waters

dalam hubungan internasional.

Banyak negara

mengekspresikan jati diri melalui tim sepakbolanya. Pertandingan sepak bola memberikan peluang semakin tinggi kesadaran terhadap karakteristik bangsa, kondisi politik, dan sebagainya.

3. Sukri Abdullah (2005)

Pengaruh

Kapitalisme Global di English Premier League11

Eksplanatif Globalisasi sepakbola

mendorong kapitalisme global masuk dalam sepakbola

khususnya EPL.

Perkembangan EPL yang menunjukkan grafik meningkat

(34)

13

baik dalam aspek ekonomi maupun prestasi Liga sejak tahun 1992 tidak terlepas dari perpaduan kapitalisme di EPL. berbagai perusahaan berbasis global serta investor asing

(investasi asing dan

sponsorship) membantu

meningkatkan ekonomi EPL sehingga EPL menjadi salah satu industry liga sepakbola dengan penghasilan terbesar dibandingkan dengan liga – liga Eropa lainnya. Globalisasi serta kekuatan kapital

memberikan kebebasan

mengenai transfer pemain yang ingin bermain di EPL meskipun pemain tersebut bukan pemain sepakbola asli Inggris. Kapitalisme juga berpengaruh pada perubahan spcio-cultural masyarakat sepakbola Inggris.

4. Moh. Alfin Masykur, (2006) Upaya Legiun Muslim di Liga – Liga Sepakbola Eropa dalam Menunjukkan Identitas mereka sebagai Muslim di Eropa Pasca Peristiwa 11 Sptember 200112

Deskriptif

5. Bilhan Sandro W (2014)

Boikot Uni Eropa terhadap tuan rumah EURO 2012

Eksplanatif Kebijakan boikot yang

dicetuskan oleh Uni Eropa merupakan sebuah protes untuk menolak kebijakan politik Ukraina pada rezim

12

(35)

di Polandia dan Ukraina

Viktor Yanukovych yang tidak menjunjung tinggi nilai HAM. Kasus ini sangat bertentangan dengan nilai – nilai Eropa yang sangat menjunjung tinggi nilai

– nilai kemanusiaan.

Dari beberapa penelitian terdahulu di atas yang dilakukan oleh beberapa peneliti

baik berupa skripsi ataupun buku, terlihat sepak bola merupakan hal yang sangat

menarik untuk di teliti, terlebih lagi sepak bola merupakan olahraga yang sangat

mendunia di era yang sangat modern ini. Sepak bola bisa dikaitkan dengan apa saja,

mulai dari ekonomi, sosial, budaya, bahkan politik. Penelitian ini menjadi sangat

menarik untuk dikaji karena terdapat keterkaitan antara sepak bola dan politik yang

dimainkan oleh beberapa aktor yang mempunyai kepentingan akan hal itu. Dengan

menggunakan teori politik dan kebijakan luar negeri (Foreign Policy) Graham T. Allison, fokus penelitian ini adalah untuk menganalisa dinamika pengambilan

keputusan Uni Eropa yang kemudian melakukan boikot di event akbar EURO 2012 di

Polandia dan Ukraina.

1.5.2. Pendekatan dan Konsep

1.5.2.1. Politik dan Kebijakan luar negeri (Foreign Policy)

Politik luar negeri pada dasarnya merupakan “action theory”, atau kebijakan

suatu Negara terhadap Negara lain untuk mencapai kepentingan tertentu,13 sementara secara umum, politik luar negeri (foreign policy) merupakan suatu perangkat nilai, norma, arah serta sasaran untuk mengamankan, mempertahankan dan memajukan

13

(36)

15

kepentingan nasional dalam percaturan dunia internasional.14 Politik luar negeri juga sebagai strategi atau rencana tindakan yang dibentuk oleh para pembuat keputusan

(Decission Maker) suatu negara dalam menghadapi negara lain atau unit politik internasional lainnya, dan dikendalikan untuk mencapai tujuan nasional tertentu yang

dituangkan dalam terminologi kepentingan nasional.

Teoritisi dalam hubungan internasional yang mempelajari politik luar negeri,

yaitu Graham T. Allison, dengan mengajukan tiga model pembuatan keputusan untuk

mendeskripsikan proses pembuatan keputusan politik luar negeri, pertama Aktor

Rasional, kedua Model Proses Organisasi dan ketiga Model Politik Birokratik. Dalam

penelitian ini peneliti mencoba menggunakan model kedua dari Allison yaitu model

proses organisasi.

Asumsi dari model proses organisasi adalah bahwa mesin pemerintahan

memiliki dinamika sendiri dengan prilaku dan tujuan sendiri, dinamika atau

perpolitikan organisasi dapat mempengaruhi proses pembuatan kebijakan luar

negeri,15 teori ini memandang bahwa keputusan dan tindakan pemerintah sebagai output dari proses dinamika yang terjadi dalam organisasi – organisasi besar negara

yang sudah menjadi rutinitas dalam pekerjan – pekerjaan tersebut, sehingga dinamika

pekerjaan tersebut dapat diramalkan.

14Ibid

15Lihat Graham T. Allison, “conceptual models and the cuba missile crisis” diambil dalam buku: Iva

(37)

Dalam kontek boikot Uni Eropa terhadap tuan rumah EURO 2012 di Polandia

dan Ukraina, berdasarkan organisasional model Allison, proses dinamika yang terjadi

pada rapat mingguan petinggi Uni Eropa akan mengangkat tema tentang tidak akan

hadirnya para petinggi Uni Eropa dalam event akbar EURO 2012 yang dilaksanakan

di Ukraina.16 Boikot yang dilakukan oleh para petinggi Uni Eropa tersebut merupakan protes atas dipenjarakannya Yulia Tymoshenko dengan tuduhan

penyalahgunaan kekuasaan dalam bisnis gas dengan Rusia. Di dalam penjara,

Tymoshenko mendapat perlakuan kasar dari sipir penjara Ukraina,17 yang mengakibatkan para petinggi Uni Eropa semakin geram dengan adanya perlakuan

tersebut.

Dalam rapat mingguan para petinggi Uni Eropa tersebut, kanselir Jerman Angela

Merkel merupakan orang pertama yang menyerukan pemboikotan EURO 2012 di

Ukraina sebagai bagian dari aksi protes dan solidaritas sebagai sesama wanita.18 Bahkan sebelumnya, Presiden Jerman Joachim Gauck manyatakan membatalkan

kehadirannya dalam acara di Yalta. Dalam rapat mingguan para petinggi Uni Eropa

tersebut, dinamika dalam menyikapi seruan pemboikotan EURO 2012 di Ukraina

mendapatkan banyak dukungan dari Negara – Negara anggota Uni Eropa.

16

Suara Pembaruan, Senin, 7 Mei 2012, Presiden Uni Eropa Serukan Boikot Piala Eropa 2012 di Ukraina, dalam http://www.suarapembaruan.com/home/presiden-uni-eropa-serukan-boikot-piala-eropa-2012-di-ukraina/19852 di akses pada tanggal 22 April 2014

17

Randy Wirayudha – Okezone, Op.Cit

18

(38)

17

Sikap Prancis sejalan dengan Kanselir Jerman Angela Merkel yang juga

menyatakan untuk tidak akan menghadiri setiap pertandingan sepak bola EURO yang

dilaksanakan di Ukraina. Tim nasional Prancis akan melakukan tiga pertandingan

babak penyisihan grup di Ukraina dengan tidak adanya dukungan dari petinggi

Negara prancis.19 Selain Prancis dan Jerman, Negara anggota lainnya seperti Inggris, Austria, Belanda, dan juga Belgia menyerukan pendapat yang sama untuk melakukan

pemboikotan EURO 2012 di Ukraina dengan alasan HAM yang menimpa Yulia

Tymoshenko.

Tema pemboikotan yang pertama kali diserukan oleh Angela Merkel dalam rapat

mingguan para petinggi Uni Eropa tersebut kemudian memunculkan sebuah

kebijakan luar negeri Uni Eropa. Kebijakan tersebut diserukan oleh Presiden Komisi

Uni Eropa, Jose Manuel Barroso di Brusels yang mengikuti jejak Komisi Keadilan

Uni Eropa Viviane Reding, menyatakan tidak akan hadir pada acara pembukaan Piala

Eropa di Ukraina.20 Kebijakan ini merupakan aksi boikot terhadap Ukraina terkait masalah Yulia Tymoshenko yang dipenjara selama tujuh tahun dan mendapatkan

perlakuan kasar oleh sipir penjara. Dinamika yang menghasilkan pemboikotan Uni

Eropa terhadap tuan rumah EURO 2012 di Ukraina meruapakan salah satu upaya Uni

19

Yahoo news, Jumat 1 Jun 2012, Kabinet Prancis Boikot Euro 2012 di Ukraina, dalam https://id.berita.yahoo.com/kabinet-prancis-boikot-euro-2012-di-ukraina-032812886.html di akses pada tanggal 22 April 2014

20

Gatot Widakdo, Kompas.com, Senin 30 April 2012, Pimpinan Uni Eropa Akan Boikot Piala Eropa, dalam

(39)

Eropa dalam memuluskan dan memenuhi kepentinganya untuk membebaskan dan

menjaga nilai HAM di kawasan Eropa

1.6. Metodologi Penelitian

1.6.1. Metode Penelitian

Dalam penelitian ini, akan digunakan metode ekspalatif. Dalam penelitian

ekplanatif akan dimaksudkan guna menjelaskan fenomena berdasarkan hubungan

sebab akibat. Dimana terdapat penyebab tuan rumah EURO 2012 di Polandia dan

Ukraina (unit eksplanasi) yang selanjutnya memunculkan akibat Boikot Uni Eropa

(unit analisa)21

1.6.2. Level Analisa

Peneliti menggunakan model penelitian Reduksionis, yaitu model penelitian

dimana unit analisa memiliki posisi setruktur yang lebih tinggi dari unit eksplanasi.22 Adapun yang menjadi bentuk model tersebut dalam penelitian yang peneliti akan

lakukan adalah penelitian dengan unit analisa Organisasi Regional (Boikot Uni

Eropa) yang dijelaskan melalui unit eksplanasi sistem (tuan rumah EURO 2012 di

Polandia dan Ukraina). Terdapat dua variabel analisa yaitu unit analisa (variabel

dependen) unit ekplanasi (variabel independen). Variabel dependen dalam penelitian

ini adalah Boikot Uni Eropa yang dijelaskan melalaui variabel independen EURO

2012 di Polandia dan Ukraina.

21 Moehttar Mas’oed, 1990, Ilmu Hubungan Internasional Disiplin dan Metodologi

(40)

19 1.6.3. Pengumpulan Data dan Teknik Analisa Data

Dalam mengumpulkan data, peneliti menggunakan metode dokumentasi, yaitu

dengan melakukan studi litelatur, mecari data yang terkait dengan penelitian yang

dilakukan peneliti melalui data yang berupa catatan, transkrip, buku, surat kabar,

website dan lain sebagainya yang diterbitkan oleh berbagai lembaga atau instansi

yang berkaitan dengan topik yang dikaji peneliti.

Data yang peneliti dapatkan sendiri merupakan data yang peneliti ambil dari

perpustakaan pusat Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Lab HI UMM,

koran, majalah, buku, dan website serta sumber lain yang terkait dengan kajian

peneliti.

Analisa data sendiri peneliti lakukan dalam tiga tahap yaitu:

1. Pemeriksaan, yaitu dilakukan untuk melihat apakah data-data yang

diperlukan sudah lengkap dan benar atau salah, bila ternyata ada

kesalahan atau bahkan kekurangan maka peneliti akan berusaha

membenarkan dan melengkapi data yang kurang

2. Pengolahan, yaitu dilakukan dengan cara memilah-milah sesuai dengan

kategorinya masing-masing.

3. Analisa dan interpretasi, yaitu data yang telah dipilah-pilah selanjutnya di

interpretasikan oleh peneliti.

Analisa penelitian ini bersifat deduktif, karena penelitian ini akan diawali dengan

(41)

kemudian di akhir pembahasan peneliti baru mengemukakan inti dari keadaan di

Polandia dan Ukraina yang mempengaruhi Uni Eropa untuk mengeluarkan kebijakan

boikot terhadap event akbar tersebut.

1.6.4. Ruang Lingkup Penelitian

1.6.4.1. Batasan Materi

Batasan Materi dalam tulisan ini akan memfokuskan penelitian pada persoalan

boikot Uni Eropa terhadap tuan rumah EURO 2012 di Polandia dan Ukraina. Dengan

menggunakan teori Politik dan Kebijakan Luar negeri (Foreign Policy) Graham T. Allison yang akan menjelaskan tentang dinamika Uni Eropa dalam pengambilan

kebijakan untuk memboikot EURO 2012 di Polandia dan Ukraina yang bermotif

untuk memprotes kebijakan rezim Ukraina agar menjunjung tinggi nilai HAM.

Penelitian ini akan membatasi diri pada dikeluarkannya kebijakan boikot oleh Uni

Eropa terhadap event akbar EURO 2012 di Polandia dan Ukraina dan boikot ini

dilakukan lebih pada Ukraina.

1.6.4.2. Batasan Waktu

Dalam penelitian ini waktu akan dibatasi pada waktu perhelatan sepak bola

akbar EURO di gelar yakni pada tahun 2012. Di tahun ini lah kebijakan Uni Eropa

tentang boikot Piala Eropa di keluarkan, maka tahun 2012 dipilih sebagai batasan

(42)

21 1.7. Hipotesa

Kebijakan boikot yang dicetuskan oleh Uni Eropa merupakan sebuah protes

untuk menolak kebijakan politik Ukraina pada rezim Viktor Yanukovych yang tidak

menjunjung tinggi nilai HAM. Kasus ini sangat bertentangan dengan nilai – nilai

Eropa yang sangat menjunjung tinggi nilai – nilai kemanusiaan.

1.8. Sistematika Penulisan

BAB JUDUL ISI

I Pendahuluan 1.1. Latar Belakang Masalah

1.2. Rumusan Masalah 1.3. Tujuan Penelitian 1.4. Manfaat Penelitian 1.4.1. Manfaat Akademis 1.4.2. Manfaat Praktis 1.5. Tinjauan Pustaka 1.5.1. Penelitian Terdahulu 1.5.2. Pendekatan dan Konsep

1.5.2.1.Politik dan Kebijakan luar negeri

(Foreign Policy)

1.6. Metodologi Penelitian 1.6.1. Metode Penelitian 1.6.2. Level Analisa

1.6.3. Pengumpulan Data dan Teknk analisa Data

1.6.4. Ruang Lingkup Penelitian 1.6.4.1.Batasan Materi

1.6.4.2.Batasan Waktu 1.7. Hipotesa

1.8. Sistematika Penulisan

II Hubungan Uni Eropa dengan UEFA dalam penunjukan Polandia dan Ukraina sebagai tuan rumah EURO 2012

Dalam bab ini akan membahas tentang hubungan Uni Eropa dengan UEFA. termasuk hal – hal menarik tentang hubungan sepak bola dengan politik

III Alasan parlemen Uni Eropa dalam memboikot event akbar EURO 2012 di Polandia dan Ukraina

Berusaha menjelaskan dinamika

(43)

dilaksanakan di Polandia dan Ukraina

IV Penutup Dalam bab ini berisi kesimpulan dan saran

Gambar

Tabel 1.1

Referensi

Dokumen terkait

BAB II Gambaran Hutan Di Indonesia, Praktik Illegal Logging Dan Latar Belakang Kerjasama FLEGT Uni Eropa – Indonesia Dalam Upaya Penanganannya

Survei Eurobarometer pada 2005 menunjukkan bahwa di 27 negara anggota Uni Eropa, satu dari dua responden menentang Turki bergabung dengan Uni Eropa; 54% berpikir

Munculnya kelemahan NATO serta imbas dari konflik sektarian Timur Tengah membuat power Barat semakin melemah, sehingga respon terhadap konflik Ukraina tidak sekeras dengan

sawit. Bahkan duta besar Indonesia untuk Uni Eropa, Arif Havas, dalam seminar tentang Uni Eropa selalu menekankan pentingnya bagi masyarakat Indonesia untuk

Oleh karena itu, ada peluang bagi eksportir dari DC yang memiliki pengalaman memasok negara Uni Eropa untuk menjual langsung kepada pembeli dengan mengandalkan pemasok Uni

kepercayaan skeptis terhadap integrasi Uni Eropa. Penulis menggunakan konsep ini karena Euroscepticism mempunyai hubungan erat dengan penyebab meningkatnya suara mayoritas

Keputusan Rusia dalam melakukan intervensi pada konflik internal yang terjadi di Ukraina tidak hanya mendapatkan respon dari beberapa negara yang berupa

Salah satu permasalahan hubungan internasional terjadi akibat adanya perdagangan internasional yang mengarah pada perseteruan Uni Eropa terhadap Indonesia pada 17 januari 2018 yang mana Parlemen Eropa melakukan pengambilan keputusan tentang penggunaan minyak sawit bagi produk