DIAGNOSIS OBSESIF – KOMPULSIF
Teks penuh
Dokumen terkait
Simpulan: Terdapat korelasi positif lemah yang signifikan antara perilaku obsesif kompulsif dan depresi pada mahasiswa Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran Universitas
Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara trait neuroticism dan trait extraversion dengan kecenderungan gangguan kepribadian
Pada teori psikoanalitik klasik, gangguan obsesif-kompulsif dinamakan neurosis obsesif-kompulsif dan merupakan suatu regresi dari fase perkembangan oedipal ke fase
Dalam penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa tidak ada korelasi positif antara tingkat religiusitas dengan kecenderungan perilaku obsesif kompulsif dalam
Pada teori psikoanalitik klasik, gangguan obsesif-kompulsif dinamakan neurosis obsesif-kompulsif dan merupakan suatu regresi dari fase perkembangan oedipal ke fase
Untuk menegakkan diagnosis pasti, gejala-gejala obsesif atau tindakan kompulsif, atau kedua-duanya harus ada hampir setiap hari selama sedikitnya dua
Gangguan obsesif – kompulsif merupakan suatu kondisi yang ditandai dengan adanya pengulangan pikiran obsesif atau kompulsif, dimana membutuhkan banyak waktu (lebih
Para ahli merekomendasikan 13- 20 sesi sebagai jumlah yang memadai (alternatif lain sebanyak 7-12 sesi), jika diperlukan hasil yang lebih cepat atau pasien obsesif kompulsif dewasa