i
IMPLEMENTASI METODE UTSMANI DALAM PEMBELAJARAN AL-QUR’AN DI TPQ AL-BASYIR DI DESA KARANGSUKO KECAMATAN
PAGELARAN KABUPATEN MALANG
SKRIPSI
Diajukan kepada Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Malang
Untuk memenuhi salah satu persyaratan dalam menyelesaikan Program Sarjana Strata Satu (S-1)
Oleh:
NURAINI AGUSTINI NIM. 08110023
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG
FAKULTAS AGAMA ISLAM
JURUSAN TARBIYAH
ii
LEMBAR PERSETUJUAN
IMPLEMENTASI METODE UTSMANI DALAM PEMBELAJARAN AL-QUR‟AN DI TPQ AL-BASYIR DI DESA KARANGSUKO
KECAMATAN PAGELARAN KABUPATEN MALANG
SKRIPSI
Oleh:
NURAINI AGUSTINI
NIM. 08110023
Disetujui oleh:
Pembimbing I Pembimbing II
iii
LEMBAR PENGESAHAN
SKRIPSI
Dipertahankan di depan Dewan Penguji Skripsi
Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Malang, dan diterima untuk
memenuhi persyaratan memperoleh gelar Sarjana Pendidikan Islam (S.Pd.I)
Pada tanggal: 31 Januari 2013
Dewan Penguji Tanda Tangan
1. Prof. DR. Ishomuddin, M. Si. (……….)
2. Drs. Abdul Haris, MA. (……….)
3. Drs. Khozin, M. M.Si. (……….)
4. Nur Afifah Khurin Maknin, S.PdI, M. Kes. (……….)
Mengesahkan,
Fakultas Agama Islam
Universitas Muhammadiyah Malang
Dekan,
iv
MOTO:
Rasulullah shallallahu „alaihi wa sallam bersabda:
ه َلعو آْرقْلا مَلعت ْ م ْمكرْيخ
“Sebaik-baik kamu adalah orang yang belajar Al Qur‟an dan mengajarkannya.”
(HR. Bukhari)
Hal itu dikarenakan Al-Qur’an adalah firman Allah SWT.
Al-Qur’an merupakan ilmu yang paling utama dan paling
mulia, oleh karena itu orang yang mempelajari dan
mengajarkannya adalah orang yang terbaik di sisi Allah
v
PERSEMBAHAN
Karya ini kupersembahkan kepada:
Bapak tercinta Rosulin dan Ibu tercinta Suharti
Saudara kembar saya Nurulita Agustina
Teman-teman Tarbiyah 2008
vi
SURAT PERNYATAAN
Yang bertanda tangan di bawah ini:
Nama : Nuraini Agustini
NIM : 08110023
Tempat/ Tanggal Lahir : Blitar, 22 Agustus 1989
Fakultas/ Jurusan : Agama Islam/ Tarbiyah
Menyatakan bahwa Tugas Akhir/ Skripsi dengan judul:
“Implementasi Metode Utsmani Dalam
Pembelajaran Al-Qur’an Di TPQ Al-Basyir Di
Desa Karangsuko Kecamatan Pagelaran
Kabupaten Malang”
adalah bukan merupakan karya tulis orang lain, baik sebagian maupun keseluruhan, kecuali dalam bentuk kutipan yang telah kami sebutkan sumbernya. Demikian surat pernyataan ini kami buat sebenar-benarnya san apabila pernyataan ini tidak benar, kami bersedia mendapat sanksi akademis.
Malang, 24 Januari 2013 Mahasisiswa Ybs,
vii ABSTRAK
Implementasi Metode Utsmani Dalam Pembelajaran Al-Qur’an di TPQ Al-Basyir
Di Desa Karangsuko Kecamatan Pagelaran Kabupaten Malang; Nuraini Agustini; 08110023; Jurusan Tarbiyah FAI UMM.
Kata Kunci:
Implementasi, Metode Utsmani, Pembelajaran Al-Qur’an
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tentang bagaiman implementasi
metode utsmani dalam pembelajaran Al-Qur’an di TPQ Al-Basyir dan tidak hanya
itu melainkan apa saja faktor yang mendukung dan menghambat implementasi
metode utsmani dalam pembelajaran Al-Qur’an.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan informan istri kepala TPQ Al-Basyir yaitu Hj. Jamilah dan Ustadz Jakfar selaku pembimbing dari guru-guru TPQ kecamatan Pagelaran dan juga guru-guru di TPQ Al-Basyir. Peneliti memilih TPQ Al-Basyir karena santri TPQ Al-Basyir yang usianya masih tingkatan Paud
dan SD sudah pintar-pintar dalam belajar Al-Qur’an yaitu membaca, menghafal
surat-surat pendek beserta artinya. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi dan wawancara dan untuk analisis datanya menggunakan analisis data kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi metode utsmani dalam
pembelajaran Al-Qur’an di desa Karangsuko kecamatan Pagelaran kabupaten
viii
KATA PENGANTAR
Puji syukur kehadirat Allah SWT. yang melimpahkan rahmat dan karunia
sehingga kami dapat menyelesaikan skripsi ini yaitu tugas akhir dari perkuliahan
dengan keterbatasan kami miliki. Shalawat serta salam kami tujukan pada
Rasulullah SAW. yang telah menjadi suritauladan bagi kita dalam era globalisasi, Penulisan skripsi dengan judul “IMPLEMENTASI METODE UTSMANI
DALAM PEMBELAJARAN AL-QUR’AN DI TPQ AL-BASYIR DI DESA
KARANGSUKO KECAMATAN PAGELARAN KABUPATEN MALANG”,
adalah tugas akhir selama kami mengikuti perkuliahan di Fakultas Agama Islam
Jurusan Tarbiyah Universitas Agama Islam.
Sebagai insan yang masih banyak kekurangan dan keterbatasan, sudah pasti
tidak dapat lepas dari bantuan pihak lain, maka patut pula kami ucapankan terima
kasih kepada pihak-pihak terkait yang telah membantu dalam penyelesaian skripsi
ini, diantaranya sebagai berikut:
1. Dr. Muhajir Effendy, M.AP selaku Rektor Universitas Muhammadiyah
Malang serta para pembantu Rektor I, II dan III.
2. Drs.Sunarto, M.Ag selaku Dekan Fakultas Agama Islam. Terima kasih
atas segala perhatian, motivasi, bimbingan dan arahan yang bapak berikan
kepada kami.
3. Para pembantu Dekan Fakultas Agama Islam I, II dan III, yaitu: Dra.
Romlah, M.Ag., Drs. Faridi, M. Si., dan Drs. M. Syarif, M.Ag. yang tidak
ix
4. Dra. H. N. Taufik, M. Ag. selaku Ketua Jurusan Tarbiyah yang tidak
pernah lelah mencurahkan segenap perhatian dan bimbingannya kepada
kami.
5. Prof. DR. Ishomuddin, M. Si. dan Drs. Abdul Haris, MA. selaku
pembimbing dalam pembuatan skripsi ini. Terima kasih atas keikhlasan
dan kesabaran juga sudah meluangkan waktu untuk membimbing kami
dalam menyelesaikan skripsi ini di tengah kesibukan dan jadwal yang
padat.
6. Keluarga kami yaitu Bapak, Ibu, dan saudara kembar saya Nurulita
Agustina yang selalu memberi motivasi, agar tidak menyerah dalam
mengerjakan skripsi dan yakin pasti akan selesai.
7. Kepala TPQ Al-Basyir H. Ulum beserta istrinya Hj. Jamilah dan
Pembimbing guru TPQ Kecamatan Pagelaran Ustadz Jakfar yang telah
mengizinkan kami untuk penelitian di TPQ Al-Basyir dan juga bersedia
menjadi informan.
8. Ibu Kut (Ibu kost KKN) selaku guru di TPQ Al-Basyir yang sudah
membantu dalam melaksanakan observasi.
9. Kepada Teman-teman Tarbiyah 2008 (Okta, Vita, Mia, Umamah, Yoni,
Rohana, Yanti, Ayu, Lia, Rosyida, Anisa, Suliswanto, Junaidi, Mujtahit, Nasir, Mu’in, Amir, Anjar, Ahmad, Aflah, Didit, Suluh, Hasyim, Zulkifli)
yang sudah memotivasi untuk terus semangat dalam mengerjakan sekripsi.
10.Kepada seluruh pihak yang terkait, baik atas nama perorangan atau
x
Kami menyadari bahwa skripsi ini jauh dari sempurna dan masih banyak
kekurangan. Oleh karena itu kami ucapkan terima kasih atas saran dan kritik yang
diberikan untuk perbaikan dan penyempurnaan skripsi ini. Semoga skripsi ini
dapat bermanfaat bagi semua pihak dan mendapat ridho dari Allah SWT. Amin
Ya Robbal Alamin.
Malang, 29 Januari 2013
Penulis
xi
A. Latar Balakang Masalah 1
B. Rumusan Masalah 6
C. Tujuan Penelitian 6
D. Manfaat Penelitian 6
E. Batasan Istilah 7
F. Sistematika Penulisan 9
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
A. Pembelajaran Al-Qur’an 11
1. Pengertian Pembelajaran Al-Qur’an 11
2. Keutamaan Membaca Al-Qur’an 12
B. Metode Membaca Al-Qur’an 13
C. Metode Utsmani 15
1. Pengertian Metode Utsmani 15
xii
3. Cara Belajar Metode Utsmani 21
4. Evaluasi 24
5. Langkah-langkah Pembelajaran Al-Qur’an
Dengan Metode Utsmani 26
BAB III METODE PENELITIAN
A. Pendekatan Penelitian 27
B. Informan 28
C. Teknik Pengumpulan Data 28
1. Observasi 28
2. Wawancara 29
D. Teknik Analisis Data 30
1. Reduksi 31
2. Penyajian Data (Data Display) 31
3. Kesimpulan 32
E. Uji Keabsahan Hasil Penelitian 32
BAB IV HASIL PENELITIAN
A. Latar Belakang Objek Penelitian 33
1. Sejarah Berdirinya TPQ Al-Basyir 33
2. Visi, Misi Dan Tujuan TPQ Al-Basyir 35
3. Keadaan Guru Atau Ustadz Dan Ustadzah 36
4. Keadaan Santri TPQ Al-Basyir 36
B. Penyajian dan Analisis Data 37
1. Implementasi Metode Utsmani Dalam Pembelajaran Al-Qur’an
Di TPQ Al-Basyir 37
2. Faktor Pendukung Dan Penghambat Implementasi Metode
xiii BAB V KESIMPULAN DAN SARAN
A. Kesimpulan 48
B. Saran-saran 50
1
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Al-Qur’an dan As-Sunnah merupakan pedoman hidup manusia yang
mana manusia harus berpegang teguh pada keduanya supaya selamat dunia
dan akhirat. Al-Qur’an sebagai pembina manusia guna mampu menjalankan
fungsinya sebagai hamba Allah dan khalifah di muka bumi ini. Manusia yang
dibina adalah makhluk yang memiliki unsur-unsur jasmani dan akal juga
jiwa. Pembinaan akal menghasilkan ilmu, pembinaan jiwa mengahasilkan
kesucian dan etika, sedangkan pembinaan jasmani menghasilkan
keterampilan. Dengan pembinaan tersebut akan tercipta makhluk yang
seimbang dalam hal dunia maupun akhirat, ilmu dan iman.1
Dalam Al-Qur’an banyak terdapat ajaran yang mengenai pendidikan,
yakni seperti yang terdapat pada surat Luqman ayat 12 sampai dengan 19
yang di dalamnya menerangkan tentang nasehat Luqman kepada anaknya
yang intinya adalah masalah iman, akhlak ibadat, sosial dan ilmu
pengetahuan yang merupakan tujuan hidup dan pendidikan sudah seharusnya
mendukung dari tujuan hidup tersebut dengan Al-Qur’an sebagai
pedomannya.2
Berkenaan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup orang Islam sudah
seharusnya orang Islam wajib mempelajarinya, sehingga mengerti apa yang
1
M.Quraish Shihab, “Membumikan”Al-Quran (Bandung: 1994), hal. 173. 2
2
terkandung di dalamnya. Untuk memahami isi yang terkandung di dalam Al-Qur’an maka tidak bisa langsung begitu saja tanpa belajar membaca yang
benar, mengerti arti, dan juga menafsirkannya.
Namun keadaan yang banyak terjadi saat ini adalah banyak orang
Islam kurang memperhatikan betapa pentingnya mempelajari Al-Qur’an
untuk pedoman hidup manusia. Seperti halnya dalam membaca Al-Qur’an,
misalnya kurang memperhatikan bagaimana membacanya, bacaannya,
panjang pendeknya, dan kaidah-kaidah yang lainnya yang menjadi ketentuan
dalam membaca Al-Qur’an.
Melihat yang terjadi seperti itu, sudah seharusnya tugas orang tua
adalah mendidik anak-anaknya dengan baik dan benar. Anak adalah anugrah,
tapi juga amanah dari Allah yang harus dididik dengan baik, hingga mereka
menjadi anak yang soleh dan solihah. Karena anak merupakan amanah yang
diberikan Allah kepada orang tua, maka mereka harus bertanggung jawab
terhadap amanah tersebut, bila orang tua sampai salah dalam melaksanakan
amanah, maka hal tersebut akan menimbulkan kerusakan yang nyata dan itu
artinya orang tua lemah dalam hal agama.3
Banyak hal yang dapat dilakukan orang tua dalam mendidik
anak-anaknya yakni salah satunya adalah memberikan contoh kebiasaan yang baik
pada anak-anak agar mereka terbiasa dengan kegiatan yang positif. Dengan
kebiasaan tersebut anak menjadi tidak merasa terpaksa. Misalnya mebiasakan
anak-anak mengisi harinya dengan membaca dan menghafal Al-Qur’an
3
3
walaupun hanya satu ayat. Berinteraksi dengan Al-Qur’an sama artinya
dengan berinteraksi dengan Allah, karena Al-Qur’an adalah firman Allah,
maka semakin erat hubungan dengan Allah dan itu merupakan jalan
keberkahan dalam hidup.4
Jamal Abdurrahman mengutip dari Imam Suyuthi bahwa beliau mengatakan, “mengajarkan anak membaca Al-Qur’an merupakan salah satu
pokok agama Islam. Al-Qur’an membuat mereka tumbuh sesuai dengan
fitrah. Al-Qur’an juga menyinari hati mereka dengan cahaya hikmah, sebelum
tertutup dengan kegelapan syahwat.”5
Adanya keharusan orang tua dalam mengajarkan Al-Qur’an kepada
anaknya, itu juga tidak bisa sembarangan asal belajar, namun harus ada guru
yang membimbing dalam pembelajaran Al-Qur’an tersebut. Adapun guru
tersebut harus mempunyai kemampuan dalam mengajarkan Al-Qur’an,
bahkan orang tua wajib mencari alternative terbaik bagi anak untuk belajar
Al-Qur’an. Misalnya saja mendatangkan guru ngaji ke rumah, atau
diserahkan di masjid atau madrasah atau mungkin orang tua mampu untuk
mengajari anaknya sendiri. Dalam hal ini seharusnya orang tua sependapat
mencari guru yang terbaik untuk anak-anaknya belajar Al-Qur’an
sebagaimana mereka mencarikan sekolah yang terbaik untuk anaknya.6
Mengingat pentingnya belajar Al-Qur’an dengan baik dan benar,
maka metode sangat berpengaruh dalam pembelajaran Al-Qur’an. Karena
4
Wendi Zarman, Ternyata Mendidik Anak Cara Rasulullah Itu Mudah & Lebih Efektif (Bandung, 2011), hal. 137
5
Jamal Abdurrahman, Parenting Rasulullah Cara Nabi Mendidik Anak Muslim (Yogyakarta), hal. 259.
6
4
metode adalah cara untuk membantu mengembangkan suatu potensi pada
anak didik yang pastinya dengan metode yang bagus dan sesuai dengan
materi. Dengan seperti itu memudahkan untuk mencapai tujuan dalam
pembelajaran Al-Qur’an.7 Kesesuaian dalam menggunakan metode untuk
menyampaikan materi yang ingin disampaikan kepada anak didik hingga
mereka menjadi memahami apa yang telah diajarkan oleh gurunya itu adalah
hal yang penting. Dengan mempertimbangkan situasi, dan kondisi, sumber
belajar, kebutuhan dan karakteristik peserta didik yang dihadapi dalam rangka
mencapai tujuan pembelajaran tertentu.8
Adapun sama halnya dengan TPQ Al-Basyir yang bertempat di desa
Karangsuko kecamatan Pagelaran kabupaten Malang ini menggunakan
metode utsmani dalam meningkatkan mutu santrinya. Dalam hal membaca,
menulis, dan juga menghafal. Di TPQ Al-Basyir tersebut tidak hanya anak
didiknya saja yang diberi bimbingan, akan tetapi guru-guru juga diberikan
bimbingan untuk lebih baik lagi dalam hal membina santri mereka. Di TPQ
tersebut santri yang masih tingkatan Paud, TK, dan juga SD sudah
pintar-pintar dalam belajar Al-Qur’an yaitu dalam membaca dengan menggunakan
makhorijul huruf yang benar, tajwid yang benar, dalam menulis huruf
hijaiyah, dan juga dalam menghafal surat-surat pendek beserta artinya dan
doa sehari-hari.
Dalam pembelajarannya sangat ditekankan pada kebenaran dalam
membaca Al-Qur’an yakni dalam makhorijul hurufnya, tajwidnya, dan juga
7
Bukhari Umar, Ilmu Pendidikan Islam (Jakarta, 2010), hal. 181. 8
5
ditambah hafalan surat-surat pendek dan doa-doa sehari-hari. Saat sorogan
guru juga sangat memperhatikan santrinya dalam mengucapkan huruf per
huruf hingga benar. Dalam hafalan surat pendek juga sangat diperhatikan
pengucapan hurufnya dan juga kebenaran dalam panjang pendeknya.
Untuk evaluasi mereka ada tiga tahap yakni dalam sehari-hari saat
sorogan, satu per satu maju dan membaca pelajarannya yang dikuasai tersebut
kemudian dinilai oleh guru apakah lancar, cukup atau ulangi. Dan yang tahap
kedua adalah kenaikan juz yaitu tidak untuk satu kelas namun satu atau dua
anak, akan tetapi kemungkinan juga bisa lebih. Santri tersebut yakni santri
yang sepertinya sudah bisa dinaikkan ke juz yang lebih tinggi, artinya sudah
lancar dalam membaca, menulis juga menghafal. Anak tersebut ditest
pelajaran yang sudah pernah dipelajarinya dari mulai awal samapai pelajaran
yang paling akhir mereka pelajari. Pada test kenaikan juz bukan guru kelas
lagi yang menguji melainkan kepala TPQ Al-Basyir. Dan untuk test yang
terakhir yaitu khotaman.
Dari keterangan yang sudah dijelaskan di atas, yang membahas tetang
pentingnya mempelajari Al-Qur’an dan TPQ Al-Basyir yang meningkatakan
mutu santri dalam mempelajari Al-Qur’an dengan menggunakan metode
utsmani yang juga sangat detail dalam pembelajaran Al-Qur’an sehingga
santrinya pintar-pintar sekalipun mereka masih tingkatan Paud, TK, dan SD
maka peneliti tertarik untuk mengetahui bagaimana implementasi dari metode
utsmani yang ada di TPQ Al-Basyir maka peneliti mengambil judul
6
Al-Basyir Di Desa Karangsuko Kecamatan Pagelaran Kabupaten Malang.
B. Rumusan Masalah
1. Bagaimana implementasi metode utsmani dalam pembelajaran Al-Qur’an
di TPQ Al-Basyir desa Karangsuko kecamatan Pagelaran kabupaten
Malang?
2. Apa faktor yang mendukung dan menghambat implementasi metode
utsmani dalam pembelajaran Al-Qur’an di TPQ Al-Basyir desa
Karangsuko kecamatan Pagelaran kabupaten Malang?
C. Tujuan Penelitian
1. Guru mendeskripsikan implementasi metode utsmani dalam pembelajaran
Al-Qur’an.
2. Guru mengidentifikasi faktor-faktor yang menjadi pendukung dan yang
penghambat dari pelaksanaan metode utsmani dalam pembelajaran Al-Qur’an.
D. Manfaat Penelitian
Diangkat dari masalah yang diteliti, peneliti berharap penelitian ini
memberikan manfaat, diantaranya:
1. Manfaat Teoritis
Dari segi teoritis, penelitian ini dapat memberikan pengetahuan kepada
-7
Qur’an guna untuk meningkatkan mutu generasi muslim yang diharapkan
dapat mengamalkan isi dari Al-Qur’an dengan jalan mempelajarinya.
2. Manfaat Praktis
Dari segi praktis, penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat bagi penulis,
para orang tua, masyarakat dan pihak-pihak yang lain sebagai berikut:
a. Penggunaan metode yang tepat dalam pembelajaran Al-Qur’an dan
menyenangkan.
b. Memberikan pengertian untuk orang tua supaya lebih memperhatikan
anaknya dalam belajar Al-Qur’an.
c. Dapat mengamalkan Al-Qur’an dengan benar.
E. Batasan Istilah
1. Implementasi
Implementasi adalah pelaksanaan dari suatu rencana. Implementasi
merupakan unsur penting dalam proses perencanaan. Menilai efektifitas
suatu perencanaan dapat dilihat dari implementasinya. Keputusan ataupun
ketentuan yang diambil tidak ada artinya tanpa mengimplementasikan
dalam kegiatan nyata.9Pelaksanaan yang dilakukan ini adalah pelaksanaan
pembelajaran yang dilakukan di sebuah TPQ yaitu dengan menggunakan
metode utsmani, bagaimana langkah-langkah atau tahap-tahap untuk
melaksanakan metode tersebut.
9
8
2. Metode Utsmani
Metode berasal dari kata meta yang berarti ”melalui” dan kata hodos
yang berarti “jalan ke” atau “cara ke”. Dan bahasa Arabnya tariqah yang
mempunyai arti “jalan”, cara”, atau juga bisa disebut sistem. Dengan
pengertian istilahnya adalah seatu sistem, cara, atau jalan untuk menuju
suatu tujuan.10
Menurut Efendi Anwar (2010: 4) metode utsmani adalah metode yang
menyenangkan dan mudah dalam mempelajari Al-Qur’an. Metode utsmani
ini dilakukan dengan bernasyid sehingga siswa menjadi senang dan
mudah dalam mengenal huruf-huruf hijaiyah, tahsin serta tajwidnya.
Dilakukan dengan bernyanyi dan bernasyid maka anak-anak menjadi
senang dan cepat menghafal jadi dapat dijadikan sarana pembelajaran yang
efektif.11
3. Pembelajaran Al-Qur’an
Pembelajaran adalah proses perolehan maklumat, dan pengetahuan,
penguasaan, kemahiran dan tabiat serta pembentukan sikap dan
kepercayaan. Kata pembelajaran sama artinya dengan mengajar. Adapun
pengertian mengajar adalah suatu proses yang kompleks, tidak sekedar
menyampaikan informasi dari guru kepada siswa namun banyak kegiatan
yang dilakukan apalagi menginginkan tercapainya suatu nilai yang bagus
10
H. M. Sudiyono, Ilmu Pendidikan Islam Jilid I (Jakarta, 2009), hal. 180. 11
Iwan Hermawan, Metode Utsmani, diakses pada tanggal 13 November 2011 dari
9
pada seluruh siswa.12 Pembelajaran disini adalah pembelajaran Al-Qur’an
yang dilakukan dengan menggunakan metode utsmani dimana metode ini
dilakukan dengan cara sorogan, klasikal, dan individual-klasikal, yakni
dengan bertatap muka langsung dengan guru karena untuk menjaga
kebenaran cara membacanya.
F. Sistematika Penulisan
Untuk uraian dari penelitian ini, peneliti akan menyusun dengan lima
bab secara sistematis yakni sebagai berikut:
1. BAB I : Pendahuluan
Dalam bab ini penulis akan menerangkan tentang latar belakang
masalah, rumusan masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian, batasan
istilah, dan sistematika penulisan.
2. BAB II : Tinjauan Pustaka
Tinjauan pustaka disini adalah wacana yang berisikan tentang
implementasi metode utsmani dalam pembelajaran Al-Qur’an yang
meliputi, pembelajaran Al-Qur’an yang terdiri dari pengertian
pembelajaran Al-Qur’an dan keutamaan membaca Al-Qur’an, Metode
membaca Al-Qur’an yang salah satunya adalah metode utsmani itu sendiri
yaitu tentang pengertian metode utsmani, materi, cara belajar metode
utsmani, dan evaluasi.
12
Pengertian Pembelajaran Menurut Ahli, diakses pada tanggal 24 Februari 2012 dari
10
3. BAB III : Metode Penelitian
Dalam bab ini peneliti menjelaskan metode yang digunakan untuk
memperoleh data dalam penelitian. Dan juga dalam menganalisis data
yang sudah diperoleh dari hasil observasi dan wawancara.
4. BAB IV : Hasil Penelitian
Bab IV ini peneliti menggambarkan apa yang sudah di teliti yaitu
tentang implementasi metode utsmani dan pendukung juga penghambat
dari pelaksanaan tersebut.
5. BAB V : Kesimpulan Dan Saran
Dalam bab yang terakhir ini berisikan tentang kesimpulan dari hasil
penelitian yang telah dilakukan dan peneliti memberikan saran-saran yang