• Tidak ada hasil yang ditemukan

KOHESIVITAS KELOMPOK PADA REMAJA PENGGUNA TATO

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "KOHESIVITAS KELOMPOK PADA REMAJA PENGGUNA TATO"

Copied!
22
0
0

Teks penuh

(1)

KOHESIVITAS KELOMPOK PADA REMAJA PENGGUNA

TATO

SKRIPSI

Diajukan untuk memenuhi salah satu persyaratan memperoleh gelar sarjana Psikologi strata satu (S1) pada Fakultas Psikologi

Universitas Muhammadiyah Malang

Oleh :

PRISCILLIA AKHMAD 06810238

FAKULTAS PSIKOLOGI

(2)

ii LEMBAR PERSETUJUAN

1. Judul Skripsi : Kohesivitas Kelompok Pada Remaja Pengguna Tato

2. Nama Peneliti : Priscillia Akhmad 3. Nomor Induk Mahasiswa : 06810238

4. Fakultas : Psikologi

5. Perguruan Tinggi : Universitas Muhammadiyah Malang 6. Waktu Penelitian : 4 Oktober 2011 – 3 November 2011

Malang, 11 November 2011

Pembimbing I Pembimbing II

(3)

iii LEMBAR PENGESAHAN

Skripsi ini telah diuji oleh dewan penguji Tanggal : 11 November 2011

Dewan Penguji :

Ketua penguji : Dra. Tri Dayakisni, M.Si (...)

Anggota penguji : Yuni Nurhamida, S.Psi., M.Si (...)

Dr. Diah Karmiyati, M.Si (...)

M. Salis Yuniardi, S.Psi, M.Psi (...)

Mengesahkan Dekan Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Malang

(4)

iv SURAT PERNYATAAN

Yang bertanda tangan dibawah ini : Nama : Priscillia Akhmad

NIM : 06810238 Fakultas : Psikologi

Universitas Muhammadiyah Malang

Menyatakan bahwa karya ilmiah atau skripsi yang berjudul :

“ Kohesivitas Kelompok Pada Remaja Pengguna Tato ”

1. Adalah bukan merupakan karya tulis orang lain, baik sebagian maupun keseluruhan, kecuali penulisan dalam bentuk kutipan yang digunakan dalam naskah ini dan telah disebutkan sumbernya.

2. Hasil tulisan karya ilmiah atau skripsi dari penelitian yang saya lakukan merupakan hak bebas royalti non eksklusif, apabila digunakan sebagai sumber pustaka.

Demikian surat pernyataan ini saya buat dengan sebenar-benarnya dan apabila pernyataan ini tidak benar, maka saya bersedia mendapatkan sanksi sesuai dengan undang-undang yang berlaku.

Mengetahui, Malang, 11 November 2011

Ketua Program Studi Yang menyatakan,

(5)

v KATA PENGANTAR

Assalamu’alaikum Wr.Wb

Puji syukur kehadirat Allah SWT, karena berkat rahmat dan hidayah-Nya penulis diberi kemudahan dalam menyelesaikan skripsi ini yang berjudul Kohesivitas Kelompok Pada Remaja Pengguna Tato ”. Penulis berharap segala sesuatu yang penulis lakukan demi menyelesaikan skripsi ini mendapat limpahan berkah dan ridho dari Allah SWT, karena hanya Allah yang patut disembah dan paling dicintai.

Skripsi ini merupakan salah satu persyaratan akademis dan kelengkapan kurikulum pada Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Malang diwajibkan bagi mahasiswa untuk meraih gelar Sarjana Strata Satu (S-1) Psikologi. Penyusunan skripsi ini tidak mungkin dapat terselesaikan tanpa adanya bantuan dari berbagai pihak. Oleh karena itu, pada kesempatan ini dengan segala ketulusan dan kerendahan hati penulis ingin mengucapkan rasa terimakasih yang sedalam-dalamnya kepada :

1. Bapak Drs. Tulus Winarsunu, M.Si selaku dekan Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Malang.

2. Ibu Dra. Tri Dayakisni, M.Si selaku dosen pembimbing I, terima kasih atas bimbingan, dukungan dan masukan hingga terselesaikannya penelitian dan penulisan skripsi ini.

3. Ibu Yuni Nurhamida, S.Psi, M.Si selaku dosen pembimbing II,terima kasih atas bimbingan, arahannya dan kebersamaannya selama penulis menyusun skripsi ini.

4. Ibu Tri Muji Ingarianti, S.Psi, M.Psi selaku dosen wali kelas E, terima kasih atas bantuannya selama proses belajar penulis di Universitas Muhammadiyah Malang.

(6)

vi

6. Adikku Maulana Akhmad Romadhon (Alan), terima kasih atas dukungan, bantuan, do’a dan perhatiannya selama ini.

7. Kekasihku Puji Edi Pramono (Echy), terima kasih atas semua perhatian, pengertian, do’a, inspirasi, dukungan, motivasi dalam mengerjakan skripsi dan kasih sayang selama ini.

8. Sahabat-sahabatku dan teman-teman seperjuanganku, Feni, Yu’i, Risa, Sindi, Nora, Beta, Meme dan Anin, terimakasih atas dukungan dan bantuan kalian selama ini. Terimakasih karena selalu mengingatkanku dan menyemangatiku hingga titik terakhir ini. Semoga persahabatan kita tetap terjaga hingga akhir hayat kita, amin.

9. Semua subjek dan informan penelitian. Terima kasih karena tanpa kesediaan anda semua skripsi ini tidak mungkin dapat terselesaikan.

10.Semua pihak yang telah membantu dalam menyelesaikan skripsi ini yang tidak bisa penulis sebutkan satu persatu.

Semoga bantuan, dorongan, serta motivasi yang diberikan mendapat ridho dari Allah SWT. Dengan kerendahan hati penulis menyadari bahwa skripsi ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu saran dan kritik yang sifatnya membangun sangatlah berguna demi kesempurnaan skripsi ini. Penulis mengharapkan skripsi ini dapat bermanfaat bagi yang membacanya serta memberikan petunjuk bagi kajian selanjutnya.

Wassalamu’alaikum Wr. Wb

Malang, 11 November 2011 Penulis

(7)

vii A. Kohesivitas Kelompok... 11

1. Pengertian kohesivitas kelompok ... 11

2. Faktor-faktor yang mempengaruhi kohesivitas ... 13

3. Dimensi kohesivitas kelompok... 15

B. Remaja ... 16

1. Pengertian remaja... 16

2. Ciri-ciri masa remaja ... 18

3. Tugas-tugas perkembangan remaja... 20

C. Kerangka Pemikiran ... 23

BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis penelitian ... 24

B. Batasan Istilah ... 24

(8)

viii

D. Metode pengumpulan data ... 25

E. Prosedur penelitian ... 27

F. Analisa data ... 27

G. Keabsahan data ... 28

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Identitas subyek dan Informan penelitian... 29

B. Deskripsi hasil penelitian... 30

C. Analisa data... 35

D. Pembahasan dan hasil penelitian... 40

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan ... 43

B. Saran... 44

DAFTAR PUSTAKA... 46

(9)

ix DAFTAR TABEL

Halaman Tabel 4.1 Identitas subjek penelitian ... 29 Tabel 4.2 Identitas informan penelitian ... 30 Tabel 4.3Faktor-faktor yang mempengaruhi Kohesivitas Kelompok Pada

(10)

x DAFTAR LAMPIRAN

Halaman

Lampiran 1 : Pedoman observasi... 46

Lampiran 2 : Pedoman wawancara subyek penelitian... 47

Lampiran 3 : Pedoman wawancara informan penelitian... 49

Lampiran 4 : Data observasi lapangan... 50

Lampiran 5 : Observasi saat wawancara subyek ... 57

Lampiran 6 : Hasil wawancara subyek penelitian ... 59

Lampiran 7 : Hasil wawancara informan penelitian... 78

(11)

xi DAFTAR PUSTAKA

Ahmadi, Abu. (2007). Psikologi sosial. Jakarta : Rineka Cipta.

Arishanti, Inata. (2010). Psikologi kelompok. Diakses 10 Juni 2011. www.e-psikologi.com

Byrne, Robert, A Baron. (2005). Psikologi sosial Jilid 2 (edisi 10). Jakarta : Erlangga.

Fatimah, Enung. (2008). Psikologi perkembangan (perkembangan peserta didik). Bandung : CV. Pustaka Setia.

Gilang, Try Wahyu. (2008). Inilah bahaya gemar di tato dan di tindik. Diakses 20 Oktober 2010. www.mediaindonesia.com

Ginting, Sri Ulina. (2009). Pengaruh kohesivitas kelompok kerja terhadap semangat kerja karyawan di PT. bumiputera asuransi jiwa bersama kantor cabang askum medan. Skripsi Fakultas Psikologi Universitas Sumatra Utara. Diakses 10 Juni 2011. www.etd.eprints.usu.ac.id

Hurlock, Elizabeth B. (1980). Psikologi perkembangan (suatu pendekatan sepanjangrentang kehidupan). Jakarta : Erlangga

Juliastuti, Nuraini. (2009). Tato: antara politik dan keindahan tubuh. Diakses 20 Oktober 2010. www.kunci.or.id.com

Moleong, L. J. (2006). Metodologi penelitian kualitatif (edisi revisi). Bandung : PT Remaja Rosdakarya.

Monks, F. J., Knoers, A.M.P., Rahayu Haditono, Siti. (2006). Psikologi perkembangan : pengantar dalam berbagai bagiannya. Yogyakarta : Gadjah Mada University Press.

Putro, Wahyu. (2010). Seniman gelar tato massal dukung keistimewaan yogya. Diakses 20 Oktober 2010. www.antaranews.com

Rahadian, Binsar. (2009). Budaya tattoo. Diakses 20 Oktober 2010. www.magicwave.co.id

(12)

xii

Santrock, J.W. (2003). Adolescene perkembangan remaja (ed. keenam) Terjemahan Shinto Adelar dan Sherly Saragih. Jakarta : Erlangga.

Sears, D. O., Freedman, J. L., & Peplau, L. A. (1994). Psikologi sosial jilid 2 (edisi kelima). Jakarta : Erlangga.

Soesilowindradini. (1988). Psikologi perkembangan (masa remaja). Surabaya : Usaha Nasional.

Suryabrata, Sumadi. (1987). Metodologi penelitian. Jakarta : Rajawali.

Suryaningsih, Bonnie. (2010). Hubungan antara konsep diri dengan kenakalan remaja pelaku tato. Skripsi Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Surakarta, Jawa Tengah. Diakses 20 Oktober 2010. www.etd.eprints.ums.ac.id

Tim Dosen. (2005). Bahasa indonesia untuk karangan ilmiah makalah-skripsi-tesis-disertasi. Malang : UMM Press.

(13)

1

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Secara psikologis masa remaja adalah masa dimana usia individu mulai beranjak ke usia dewasa, usia dimana anak tidak lagi merasa dibawah tingkat orang-orang yang lebih tua melainkan berada dalam tingkatan yang sama, sekurang-kurangnya dalam masalah hak. Termasuk juga perubahan intelektual yang mencolok. Transformasi intelektual yang khas dari cara berpikir remaja yang memungkinkan untuk mencapai hubungan sosial orang dewasa, yang kenyataannya merupakan ciri khas yang umum dari periode perkembangan.

Menurut Santrock (2003), remaja (adolescence) diartikan sebagai masa perkembangan transisi antara masa anak dan masa dewasa yang mencakup perubahan biologis, kognitif, dan sosial-emosional. Walaupun situasi budaya dan sejarah membatasi kemampuan kita untuk menentukan rentang usia remaja, di Amerika dan kebanyakan budaya lain sekarang ini, masa remaja dimulai kira-kira usia 10 dan 13 tahun dan berakhir antara usia 18 dan 22 tahun. Perubahan biologis, kognitif, dan sosial-emosional yang terjadi berkisar dari perkembangan fungsi seksual, proses berpikir abstrak sampai pada kemandirian.

Manusia dalam kehidupannya selalu membutuhkan bantuan manusia lain. Seorang manusia tidak akan mampu bertahan hidup sendiri tanpa orang lain. Setiap manusia perlu berkomunikasi dan berinteraksi antar sesamanya,

(14)

2

karena manusia hidup saling ketergantungan dengan orang lain serta membutuhkan orang lain dalam menjalankan aktivitasnya. Sehingga manusia perlu untuk membentuk suatu perkumpulan atau kelompok untuk mendukung eksistensinya dan peran kehidupannya. Sebab itulah manusia disebut mahluk sosial. Oleh karena itu manusia dalam menjalani kehidupannya sehari-hari selalu membentuk sebuah kelompok. Dalam setiap kelompok pasti terdapat sebuah tujuan dan maksud tertentu untuk mewujudkan impian kelompok tersebut. Dalam perjuangan hidupnya, guna untuk memenuhi kebutuhan hidupnya manusia tidak lepas dari interaksi dengan manusia lain yang ada disekelilingnya. Di dalam suatu kelompok selalu terjadi proses sosialisasi sehingga manusia dapat menyesuaikan diri dengan kelompoknya terutama pada masa remaja seseorang.

(15)

3

mempermasalahkan kenyataan dan peristiwa yang mestinya terjadi menurut alam pikirannya. Sikap ini menimbulkan perasaan tidak puas dan putus asa (Fatimah, 2008). Kondisi tersebut yang menjadikan dasar bagi seseorang untuk hidup secara berkelompok, melalui upaya tersebut maka menjadikan seseorang untuk dapat bersikap mandiri serta lebih banyak mengenal berbagai karakter anggota kelompok yang ada.

Sedangkan fenomena yang terjadi akhir-akhir ini yaitu banyak sekali terdapat orang yang bertato dan bagian tubuh yang ditato itu dapat dilihat orang lain, dan tak segan-segan pelaku tato tersebut memperlihatkan tato yang ada ditubuhnya untuk dilihat orang lain. Berbagai alasan yang melatarbelakangi seseorang memutuskan bersedia untuk ditato, antara lain karena pengaruh lingkungan pergaulan, anggapan sebagai suatu bentuk seni dan keindahan, bagian dari adat, atau karena kesenangan seseorang dalam bidang melukis yang kemudian bereksperimen untuk menuangkan hasil karyanya dalam media lainnya yang bukan kertas atau kanvas melainkan tubuh (Rahadian, 2009).

(16)

4

tersebut akan dikucilkan dari kelompok. Selain itu semakin besar rasa suka anggota yang satu terhadap anggota yang lain, dan semakin besar harapan untuk memperoleh manfaat dari anggota kelompok, serta semakin besar kesetiaan mereka, akan membuat semakin kompak kelompok tersebut (Sears, Freedman & Peplau,1994).

Sebuah kelompok terus berkembang dari waktu ke waktu, dalam satu kelompok mungkin dimulai dari sekumpulan orang asing yang tidak saling mengenal, tetapi seiring waktu secara tiba-tiba kelompok tersebut memberikan sebuah kohesifitas sehingga anggota-anggotanya menjadi sebuah kelompok sosial yang erat. Sehingga anggota-anggotanya menikmati interaksi antar anggota dan mereka tetap bersatu dan bertahan dalam waktu yang lama.

Karena, bila individu merasa dekat dengan anggota kelompok yang lain, maka akan semakin menyenangkan bagi anggota kelompok yang lainnya untuk mengakui individu tersebut. Sebaliknya jika individu jauh dengan anggota kelompok, maka anggota kelompok yang lainya akan mencela individu tersebut. Artinya, kemungkinan untuk menyesuaikan diri atau tidak menyesuaikan diri, akan semakin besar bila individu atau remaja bertato tersebut mempunyai keinginan yang kuat untuk menjadi anggota kelompok tersebut.

(17)

5

suatu hal yang negatif. Tujuan didirikannya kelompok tato tersebut adalah untuk menunjukkan bahwa tato tidak dipandang negatif dimata masyarakat, dan untuk mewujudkan tujuan tersebut sebuah kelompok pastinya memerlukan kekompakan untuk mewujudkan tujuan tersebut.

Adapun Armstrong & Mc Connel (dalam Suryaningsih, 2010), menemukan bahwa dari 624 sampel anak muda pelaku tato yang ditelitinya hampir semua termotivasi melakukan tato karena ingin mendapatkan citra positif dari lingkungan dan menemukan identitas diri.

(18)

6

Yogyakarta karena mereka merasa memiliki Yogyakarta. 10 anggota Java Tato Club Indonesia Yogyakarta membuat tato bergambar lambang Kraton Yogyakarta dan Puro Pakualam dibadan anggota Geram. Kegiatan ini juga diikuti oleh seniman tato dari Semarang, Salatiga, Muntilan, Solo, dan Jakarta. Salah satu seniman dari studio tato Jolly Rogers, menyatakan dirinya mengikuti kegiatan solidaritas untuk keistimewaan Yogyakarta dengan membuat tato ini karena, memang hanya itu yang bisa dilakukan. Sementara seorang dari anggota Geram yang rela tubuhnya ditato permanen karena, kecintaannya yang 100% untuk keismewaan Yogyakarta (Putro, 2010).

(19)

7

kambuhan diberbagai kota di Indonesia. Pembunuhan ini biasa disebut dengan Petrus, neologisme dari kata penembak dan misterius (Juliastuti, 2009).

Disisi lain sebagian besar masyarakat tidak menyetujui dan memandang tato sebagai hal yang negatif. Dikarenakan tato bertentangan dengan norma-norma yang ada terutama di Indonesia. Tanggapan negatif masyarakat tentang tato dan larangan memakai rajah atau tato bagi penganut agama tertentu semakin menyempurnakan imej tato sebagai sesuatu yang dilarang, haram, dan tidak boleh. Maka memakai tato dianggap sama dengan memberontak. Tetapi justru tren pemberontakan yang melekat pada aktivitas dekorasi tubuh inilah yang membuat gaya pemberontak ini populer dan dicari-cari oleh anak muda. Orang-orang yang terpinggirkan oleh masyarakat memakai tato sebagai simbol pemberontakan dan eksistensi diri, anak-anak yang disingkirkan oleh keluarga memakai tato sebagai simbol pembebasan (Juliastuti, 2009).

(20)

8

dengan 39 juta jiwa dari total penduduk Amerika memiliki tato dan tindik. Hal yang luar biasa adalah ketika dinyatakan bahwa seseorang akan melakukan tato dan tindik pertama kali di usia mereka yang ke-16. Belum lagi fakta yang berbicara bahwa 60% yang memiliki tato dan tindik adalah berjenis kelamin perempuan.

Resiko yang paling serius adalah infeksi yang bersifat mengancam kehidupan seperti HIV atau hepatitis C. Infeksi ini berasal dari jarum yang tidak bersih. Selain itu, bisa juga menimbulkan infeksi yang memicu penyakit kulit. Selain infeksi, tato juga bisa menimbulkan alergi akibat pigmen yang digunakan, khususnya pigmen merah. Disamping itu, bisa juga menimbulkan reaksi peradangan dan luka pada jaringan sebagai reaksi terhadap pewarna atau komponen besi yang dimasukkan kedalam kulit. Kadang-kadang juga bisa menyebabkan dermatitis.

(21)

9

yang resisten terhadap methicilin. Penyebaran virus MRSA tampak dalam bentuk benjolan-benjolan kecil atau kulit yang meradang sehingga mungkin sekali menyebabkan terjadinya problema besar dan berbahaya seperti radang paru dan kanker darah (Gilang, 2008).

Sedangkan disisi lain menurut pandangan masyarakat tato dianggap sebagai hal yang negatif dan di haramkan oleh agama, dari segi kesehatanpun tato juga dapat menyebabkan beberapa penyakit. Dengan adanya pro dan kontra yang ada di masyarakat tentang keberadaan tato tersebut. Maka dari latar belakang tersebut peneliti tertarik untuk meneliti dan mengetahui lebih jauh tentang faktor-faktor yang mempengaruhi kohesivitas kelompok remaja yang menggunakan tato.

B. Rumusan Masalah

Apakah faktor-faktor yang mempengaruhi kohesivitas kelompok pada remaja yang menggunakan tato?

C. Tujuan Penelitian

Untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kohesivitas kelompok pada remaja yang menggunakan tato?

D. Manfaat Penelitian

1. Manfaat teoritis

(22)

10

2. Manfaat praktis

Referensi

Dokumen terkait

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bahwa ada hubungan antara Kohesivitas Kelompok Dengan Ketelibatan Kerja.. Penelitian ini merupakan penelitian

Berdasarkan hal-hal tersebut di atas, maka peneliti tertarik untuk mengetahui hubungan antara faktor-faktor yang mempengaruhi pengetahuan kesehatan reproduksi remaja dan seberapa

HUBUNGAN ANTARA PERSEPSI TERHADAP HARGA ROKOK DAN KOHESIVITAS KELOMPOK TEMAN SEBAYA DENGAN MINAT BELI.. ROKOK DI

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kelekatan kelompok dengan tingkat kohesivitas pada penggemar idol group. Metode penelitian yang digunakan adalah

Oleh karena itu peneliti tertarik untuk meneliti Gambaran Faktor yang Mempengaruhi Remaja Merokok di kecamatan Sipispis kabupaten Serdang Bedagai. Penelitian ini menggunakan

Hasil analisis deskriptif kohesivitas kelompok menunjukkan 0% dengan tidak terdapat responden dengan tingkat kohesivitas kelompok sangat rendah, 0,9% dengan 1

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kohesivitas kelompok dengan social loafing pada mahasiswa Bimbingan Konseling angkatan 2019 Universitas Kristen

Berdasarkan atas penjelasan di atas, maka peneliti tertarik untuk meneliti latar belakang, atau alasan-alasan remaja menggunakan behel gigi sebab; (1) behel secara medis difungsikan