• Tidak ada hasil yang ditemukan

ANALISA KEAUSAN MATA PAHAT HSS PADA PROSES MENGGURDI KAYU LAPIS

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "ANALISA KEAUSAN MATA PAHAT HSS PADA PROSES MENGGURDI KAYU LAPIS"

Copied!
1
0
0

Teks penuh

(1)

ELECTRONIC THESIS AND DISSERTATION UNSYIAH

TITLE

ANALISA KEAUSAN MATA PAHAT HSS PADA PROSES MENGGURDI KAYU LAPIS

ABSTRACT

Abstrak - Dalam industri furnitur, kayu lapis digunakan sebagai bahan utama dalam pembuatan produk seperti meja, lemari, kursi dan sebagainya. Dalam pembuatannya, proses yang sering digunakan yaitu pemotongan dengan mesin gergaji dan pembuatan lubang dengan mesin gurdi. Namun seringkali dalam pembuatan tidak efisien dikarenakan terjadi kecacatan pada mata pahatnya. Untuk itu perlu dianalisa kecacatan pada mata pahat agar mendapatkan hasil yang efisien. Dari kasus tersebut muncullah ide untuk melakukan penelitian tentang analisa mata pahat HSS pada proses gurdi. Penelitian ini menggunakan mesin CNC agma A-8 untuk menggurdi kayu lapis dan mikroskop optik GX-71 untuk melihat keausan pada mata pahat HSS. penggurdian dilakukan dengan 9 mata pahat HSS dan setiap 10 lubang dilakukan pengambilan data dalam satu mata pahat. Kecepatan spindel 1000, 3000, dan 5000 rpm serta kecepatan pemakanan 75, 150, dan 225 mm/min digunakan sebagai parameter pada penelitian ini. Hasil yang didapatkan sebesar 0.08738 mikron sebagai keausan terendah pada lubang ke 60 dengan kecepatan spindel 1000 rpm dan kecepatan pemakanan 75mm/min, sedangkan keausan tertinggi sebesar 0.21238 mikron pada lubang ke 60 dengan kecepatan spindel 3000 rpm dan kecepatan pemakanan 75mm/min.

Referensi

Dokumen terkait

Saat dimana pertumbuhan keausan cepat mulai berulang lagi dianggap sebagai batas umur pahat, dan hal ini umumnya terjadi pada harga keausan tepi (VB) yang relatif sama

Adapun tujuan dari penelitian ini adalah mencari seberapa besar pengaruh parameter potong seperti viskositas cairan pendingin, kedalaman pemakanan dan putaran spindel yang

Adapun tujuan dari penelitian ini adalah mencari seberapa besar pengaruh parameter potong seperti viskositas cairan pendingin, kedalaman pemakanan dan putaran spindel yang

Oleh sebab itu, parameter proses pemesinan milling (kecepatan putaran spindel, kecepatan pemakanan, kedalaman pemakanan, dan kondisi pemotongan) yang optimal perlu diketahui

Dari hasil uji keausan tepi pahat tersebut, yang sebelumnya telah dilakukan proses pembubutan yang memvariasikan antara gerak makan dan putaran spindel, sehingga

Dengan ini penulis menyatakan dengan sesungguhnya bahwa skripsi / tugas akhir berjudul “Pengaruh Kecepatan Potong Terhadap Keausan Pahat Pada Proses Pembubutan

Dari data penelitian setting yang tepat dari variasi Merk Pahat bubut HSS, Pendingin, Putaran Spindel, pada proses bubut untuk meminimumkan keausan pahat adalah

Saat dimana pertumbuhan keausan cepat mulai berulang lagi dianggap sebagai batas umur pahat, dan hal ini umumnya terjadi pada harga keausan tepi (VB) yang relatif sama