Skripsi
Diajukan Kepada Fakultas Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi Untuk Memenuhi Syarat-syarat Memperoleh Gelar Sarjana Komunikasi Islam (S.Kom.I)
Di Susun Oleh
SUTRISNO SUGIYONO NIM: 109051000171
JURUSAN KOMUNIKASI DAN PENYIARAN ISLAM
FAKULTAS ILMU DAKWAH DAN ILMU KOMUNIKASI
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI
SYARIF HIDAYATULLAH
LEMBAR PERNYATAAN
Dengan ini saya menyatakan bahwa :
1. Skripsi ini merupakan hasil karya asli yang diajukan untuk memenuhi salah satu persyaratan memperoleh gelar strata 1 (S.Kom.I) di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.
2. Semua sumber yang saya gunakan dalam penulisan ini telah saya cantumkan sesuai dengan ketentuan yang berlaku di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.
3. Jika dikemudian hari terbukti bahwa karya ini bukan hasil karya saya atau merupakan jiplakan dari orang lain, maka saya bersedia menerima sanksi yang berlaku di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.
Ciputat, 01 Oktober 2013
i
Analisis Wacana Berbakti Kepada Ibu dalam Lagu Keramat Karya Rhoma Irama
Menghormati dan berbakti kepada orang tua merupakan suatu kewajiban bagi manusia, berbakti kepada orang tua diperintahkan oleh Allah swt dan Rosul saw. Berbakti menjadi sebuah kewajiban anak terhadap orang tua lebih-lebih terhadap ibu seorang yang telah mengandung,melahirkan, dan membesarkan kita sampai menjadi manusia seutuhnya dan sempurna. Sebuah lagu keramat yang diciptakan oleh Rhoma Irama, adalah sebuah lagu yang menceritakan dan mengandung pesan perintah dan nasihat. Nasihat tersebut adalah arti penting berbakti kepada ibu, karena ibu adalah keramat yang sangat luar biasa, do’anya dikabulkan Tuhan dan kutukannya menjadi sebuah kenyataan.
Rhoma Irama adalah seorang legendaries music dangdut Indonesia, Rhoma mengawali sebuah karier music dari tahun 1970 yang diberi nama soneta group. Rhoma bersama music sonetanya pada tahun 1980 mencanangkan sebuah gebrakan musiknya yaitu The voice of moeslim, dan mulai saat itu Rhoma memasukkan muatan islam ke dalam lirik lagunya, seperti contoh lagu yang berjudul keramat.
Tujuan penelitian ini adalah penulis akan menjelaskan wacana teks lagu keramat dengan struktur makro, superstruktur, struktur mikro dan teks lagu bagaimana dilihat dari segi kognisi social serta konteks social dalam lagu agar dijadikan sebuah pelajaran yang bemanfaat.
Maka perumusan penelitiannya adalah bagaimana struktur wacana berbakti kepada ibu yang terkandung pada isi lagu keramat karya Rhoma Irama dilihat dari struktur makro, superstruktur, struktur mikro, kognisi social serta konteks social ?
Untuk menemukan jawaban dari pertanyaan diatas, penulis menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif, dengan pendekatan analisis wacana Van Dijk. Wacana Van Dijk bersifat menganalisis suatu teks. Analisis penelitian wacana tidak cukup hanya didasarkan pada analisis atas teks semata, karena teks hanya hasil dari suatu praktik produksi yang harus juga diamati, tetapi harus dilihat juga bagaimana suatu teks diproduksi dan juga melihat bagaimana struktur social, dominasi dan kelompok kekuasaan yang ada dalam masyarakat dan bagaimana kognisi atau fikiran kesadaran yang membentuk dan berpengaruh terhadap suatu teks tertentu. Dilihat juga dari segi kognisi social dan konteks sosial.
Hasil yang penulis dapatkan dari wacana lirik lagu keramat ini adalah printah dan nasihat untuk berbakti kepada ibu. Dalam lagunya Rhoma
menekankan bahwa do’a seorang ibu dikabulkan Tuhan dan kutukannya menjadi
sebuah kenyataan. Dilihat dari kognisi social terdapat banyak firman Allah SWT dan Hadis Nabi SAW tentang perintah wajib berbakti kepada ibu. Sedangkan dalam konteks social di tengah-tengah masyarakat masih ada orang yang datang ke tempat-tempat keramat. Dan lirk lagu karya Rhoma Irama ini sebagai masukan
ii
KATA PENGANTAR Bismillahirrahmannirahhim
Puji serta syukur penulis panjatkan ke hadirat Allah SWT Tuhan semesta alam, yang memberikan rahmat, taufik, hidayah, dan inayahnya kepada kita sehingga proses pnyelesaian penulisan karya ilmiyah ini dapat terselesaikan dengan baik. Tidak lupa juga Shalawat beriring salam penulis sampaikan kepada baginda Nabi Muhammad SAW, para keluarga, sahabat, tabi‟in, dan para
pengikut setianya hingga akhir zaman. Alhamdulillah penulis mampu menyelesaikan skripsi yang berjudul “Analisis wacana berbakti kepada Ibu dalam lagu keramat karya Rhoma Irama.”
Dalam mencapai gelar sarjana strata 1, penulis harus meyelesaikan tugas akhir yaitu adalah pembuatan skripsi di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, maka selama penulis melakukan penelitian, tidak mudah bagi penulis dalam menyelesaikan sebuah penelitian ini. Banyak hambatan-hambatan yang penulis rasakan dalam proses penyelesaian skripsi ini. Walau pun banyaknya hambatan di tengah-tengah penulis selalu ada orang-orang yang memberikan sebuah dukungan moril dan semangat dari orang-orang terdekat serta kerabat itu semua menjadikan penulis punya rasa kuat bersemangat dalam menyelesaikan skripsi ini, walaupun demikian penulis menyadari betul bahwa karya ilmiyah ini masih jauh dari sebuah kesempurnaan.
iii penulis berikan kepada :
1. Dr. Arief Subhan, M.A, selaku Dekan Fakultas Ilmu Dakwah dam Ilmu Komunikasi
2. Drs. Jumroni, M.Si dan Umi Musyarofah, M.A, Selaku Ketua dan Skretaris Jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam.
3. Zakaria, M.Ag, Selaku dosen Pembimbing yang senantiasa meluangkan waktunya, tenaga, dan pikirannya untuk memberikan arahan tentang skripsi yang penulis buat.
4. Bapak dan Ibu tersayang. Karena cinta dan do‟a yang kalian berikan akhirnya dengan izin dari sang pencipta penulis dapat menyelesaikan tugas akhir yaitu pembuatan skripsi.
5. H. Rhoma Irama dan keluarga, selaku narasumber yang telah bersedia memberikan dan membantu penulis dalam meyelesaikan tugas akhir pembuatan skripsi ini.
6. Ibu Dina yang selalu baik hati, membantu penulis dalam memberikan bantuan materil.
7. Sahabat seperjuangan dan adik saya, Nayla Alfiayani, Mutiara Srikandi, Supriadi, Sadam zainuddin, Ani Rikazah Haris, Eca yang selalu memberikan dukungan tenaga dan moril.
iv
9. Teman KPI E angakatn 2009 yang tidak mungkin penulis sebutkan namanya satu persatu, semoga bisa saling memberikan motivasi jika bertemu.
10.Pujaan hati penulis Popi Ramadhani, yang telah memberikan semangat dan senyumnya untuk penulis.
Penulis menyadari, masih banyak sekali kekurangan-kekurangan dalam menyusun skripsi ini, dan penulis sangat terbuka sekali tentang saran dan kritiknya yang membangun buat penulis. Akhir sebuah kata dengan segala kerendahan hati, penulis persembahkan Skripsi ini yang berjudul “ANALISIS WACANA BERBAKTI KEPADA IBU DALAM LAGU KERAMAT KARYA
RHOMA IRAMA”. dengan segala kelebihan dan kekurangannya penulis mohon
maaf. Semoga skripsi ini dapat bermanfaat untuk kita semua. Amiiin.
Jakarta, 01 Oktober 2013
v
ABSTRAK ... i
KATA PENGANTAR ... ii
DAFTAR ISI ... v
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah ... 1
B. Pembatasan dan Perumusan Masalah ... 8
C. Tujuan Penelitian………….. ... 9
D. Manfaat Penelitian ... 9
E. Metodologi Penelitian ... 10
F. Tinjauan Pustaka ... 15
G. Sistematika Penulisan ... 16
BAB II LANDASAN TEORI A. Pengertian Analisis Wacana ... 18
B. Konsep Analisis Wacana Van Dijk ... 20
C. Pengertian Berbakti Kepada Ibu ... 27
D. Pengertian Keramat ... 31
E. Pengertian Lirik Lagu ... 32
BAB III SEKILAS TENTANG RIWAYAT HIDUP RHOMA IRAMA DAN LAGU KERAMAT A. Riwayat Hidup Rhoma Irama ... 33
vi
C. Sinopsis Lirik Lagu Keramat ... 36 D. Lirik Lagu Keramat ... 38 BAB IV ANALISIS DATA PENELITIAN
A. Analisis dan data dalam lagu keramat karya Rhoma Irama .. 39 B. Analisis Wacana Berdasarkan Kognisi Sosial ... 61 C. Analisis Wacana Berdasarkan Konteks Sosial ... 63 BAB V PENUTUP
A. Kesimpulan ... 68 B. Saran ... 69 DAFTAR PUSTAKA
1 A. Latar Belakang Masalah
Berdakwah itu hukumnya wajib. Dakwah islam itu adalah tugas suci yang dibebankan kepada setiap muslim dimana saja ia berada, sebagaimana termaktub dalam Al-Qur‟an dan As-Sunnah Rasulullah Saw, Kewajiban Dakwah menyerukan, dan menyampaiakan agama islam kepada masyarakat.1 Dakwah dengan mengembalikan manusia kepada fitrahnya tidak saja berlaku untuk orang nonmuslim, tetapi juga untuk orang muslim. Kepada orang nonmuslim, mereka kita ajak untuk menuju keimanan yang benar dan kepada orang-orang muslim, kita ajak meningkatkan keimanan. Dakwah bersifat persuasive. Artinya selalu berusaha memengaruhi manusia untuk menjalankan agama sesuai dengan kesadaran dan kemauannya sendiri.2
Dakwah merupakan suatu proses usaha untuk mengajak agar orang beriman kepada Allah, percaya dan mentaati apa yang telah diberitakan oleh rasul serta mengajak agar dalam menyembah kepada Allah seakan-akan melihat-Nya.3
Sebagaimana Firman Allah SWT dalam surat an-Nahl ayat 125 :
1Drs. Wahidin Saputra, Pengantar Ilmu Dakwah (Jakarta: Rajawali Pres, 2011), h. 241. 2
Ali Aziz, Ilmu Dakwah (Jakarta: Kencana Prenada Media Group, 2009), Cet. Ke-2 h. 104-105
3
2
Artinya : Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk.
Islam adalah agama yang menyerukan kepada Amar Ma’ruf Nahyi
Munkar, atau dengan kata lain Islam adalah agama dakwah. Dakwah
mengandung arti ajakan, atau seruan baik secara lisan, tulisan maupun tingkah laku. Dakwah merupakan kewajiban individu muslim kapanpun dan di manapun berada. Berdakwah tidak dapat dilaksanakan dengan asal-asalan melainkan harus dengan metode, karena yang diseru adalah manusia yang mempunyai pendirian.4
Dakwah dan seni pada hakikatnya merupakan upaya untuk mempengaruhi seseorang dalam bertindak dan berprilaku. Melalui keduanya diharapkan dapat mengubah kepribadian baik secara individu maupun kolektif. Dakwah dapat dilakukan bil lisan, yang lebih banyak memfokuskan pada informative persuasive dan bil hal yang lebih menekankan kepada hal-hal yang bersifat praktis yang mampu merangsang agar mad‟unya lebh cepat melakukan perubahan dalam kegiatan sehari-hari.5
Dakwah bertujuan menciptakan suatu tatanan kehidupan individu dan masyarakat yang aman, damai, dan sejahtera yang dinaungi oleh kebahagiaan, baik jasmani maupun rohani, dalam pancaran sinar agama Allah dengan
4
H. Nana Rukmana, Masjid dan Dakwah (Jakarta: Al-mawardi Prima, 2002), Cet ke-1, hal 164
5
mengharapkan rida-Nya. Suatu tujuan dakwah seyogianya dicermati dengan baik agar dapat membuahkan keluaran yang terukur.6
Musik merupakan salah satu media yang dapat dijadikan sarana untuk menyampaiakan pesan-pesan dakwah yang mudah diterima oleh khalayak. Sifatnya yang menghibur dapat dimanfaatkan oleh pencipta lagu untuk memasukkan pesan-pesan dakwah di dalamnya. Sehingga secara tidak langsung khalayak telah menerimanya dengan suka hati dan tidak membosankan untuk di dengar berulang-ulang bahkan menirukannya, karena music merupakan kesenian yang amat menarik untuk manusia. Dan merupakan naluri manusia untuk menyukai hal-hal yang bersifat estetika dan keindahan.7
Musisi, komponis, produser rekaman, bintang film, dan mubaligh, Rhoma Irama, menduduki tempat sentral dalam sejarah dangdut. Penciptaan ratusan lagu dan pemeran utama dalam lebih dari 20 film, Rhoma Irama menjadi kekuatan dominan dalam music dan budaya popular Indonesia sejak awal 1970-an, memanfaatkan media cetak popular untuk membela genre dangdut dari serangan yang menuding music ini kolot dan kampungan, ia meratakan jalan bagi dangdut untuk menjadi music terpopuler Indonesia.8
Bertolak dari sumber-sumber musical yang sangat beragam, Rhoma Irama menggunakan dangdut sebagai wahana untuk membentuk gagasan-gagasan moral dan politik rakyat. Oleh Rhoma Irama, dangdut yang urban, termediamssakan dan terkomodifikasikan, dijadikan sebentuk islam popular,
6 Bambang Saiful Ma‟arif,
Komunikasi Dakwah Paradigma Untuk Aksi, (Bandung: Simbiosa Rekatama Media, 2010) Cet. Ke-1. h 26
7
Sidi Gazalba, Islam dan Kesenian, (Jakarta : Pustaka Al-Husan, 1998), hlm. 186. 8
4
keislaman yang pragmatis dan terejawantahkan dalam perilaku sehari-hari. Rhoma menjelaskan kepragmatisan membungkus dakwah dengan kemasan komersial agar pesannya sampai ke umat.9
Dari tahun 1980-an sampai sekarang, saya banyak menerima surat atau pernyataan positif dari lagu-lagu saya. Contohnya, ada seorang pemuda dari Jember, Jawa Timur, dia mengatakan, ''Saya baru bisa menghargai ibu saya setelah saya mendengar lagu Keramat. Saya tidak lagi berani memperlakukan ibu saya sembarangan. Saya juga nggak pernah lagi datang ke dukun-dukun.''
Ada keluarga Kristen yang masuk Islam setelah mendengar lagu La
Ilaha Illallah. Satu keluarga menyatakan diri memeluk Islam. Ada juga
seorang ibu yang masuk Islam setelah mendengar lagu Al-Ikhlas. Ada lagi sekelompok pemuda yang mengatakan tidak lagi berani meninggalkan shalat Subuh setelah mendengar lagu Lari Pagi. Ada yang tidak lagi menyentuh narkoba setelah mendengar lagu Mirasantika.10
Tidak bisa dipungkiri, raja dangdut, Haji Rhoma Irama, adalah pelopor nafas Islam dalam Musik Indonesia. Pada tahun 19 80an, dia mencanangkan “Suara Muslim (Voice of Islam)” dan mulai memasukan muatan Islam ke
dalam lirik lagunya, seperti dalam lagunya yang berjudul Judi, Haram, Keramat, Kaya dan Miskin, Lailahaillallah, Nada dan Dakwah, dan Di Balik Kerudung, dan Miras Santika, dari grup Soneta yang dipimpinnya, hal itu juga ditambah dengan keaktifan dia di kancah perfileman Indonesia, dengan juga
9
Ibid, h. 98 10
memasukan muatan Islam dalam dialog film-filmnya, seperti sapaan Assalamualaikum, pujian Alhamdulillah dan lain sebagainya.
Tidak dapat disangkal pula, keberaniannya memasukan muatan Islam dalam karyanya merupakan suatu terobosan baru yang patut diapresiasi dalam dunia musik Islam di Indonesia. Konsistensi beliau dalam mengembangkan musik yang sopan yang berakar pada muatan Islam dan musik melayu membawa musik Indonesia ke satu tingkat lebih maju dan lebih berani.
Dangdut merupakan lagu rakyat yang sudah berkembang sejak sebelum tahun 1970an. Di awal munculnya dangdut dipelopori oleh penyanyi seperti Ellya, Husein Bawafi, dan Munif Bahaswan. Rhoma Irama kemudian memunculkan dangdut baru yang lebih modern dengan memasukan unsur elektronik ke dalam lagunya yang sebelumnya dangdut hanya diisi oleh alat akustik, seperti gitar akustik, akordeon, rebana, dan suling.11
Rhoma Irama adalah musisi, pencipta lagu, dan bintang film yang terkenal di Indonesia, khususnya dibidang musik dangdut. Adalah Rhoma Irama yang mengangkat musik dangdut dari musik yang dianggap "kampungan" menjadi musik yang disukai oleh semua lapisan masyarakat Indonesia. Sehingga sangatlah layak kalau Rhoma Irama diberi gelar Raja Dangdut. Musik dan lagu lagu dangdut Rhoma Irama sangat enak didengar sehingga hampir semua lagu lagunya menjadi hits di tahun 80an dan 90an. Sampai sekarang pun lagu lagu Bang Haji, (demikian beliau sering di sebut) masih sering dinyanyikan penyanyi penyanyi muda. Ratusan atau mungkin
11
6
bahkan ribuan lagu telah dia ciptikan. Lirik lagu lagu Rhoma Irama sarat dengan nilai nilai luhur kehidupan masyarakat, nilai nilai agama, nilai nilai pendidikan dan kebangsaan. Seperti halnya musisi musisi dari genre musik lainnya, Rhoma Irama juga menciptakan lagu tentang cinta. Namun demikian, lagu lagu cinta karya rhoma irama tidak vulgar bahkan sangat menyentuh jiwa dan enak didengar. Salah satu lirik lagu karya Rhoma Irama yang sangat penuh pendidikan adalah "Keramat".
Lirik lagu yang berjudul "Keramat" sangat meninggikan derajat wanita, yang merupakan ibu manusia. Dalam ajaran agama Islam, kedudukan ibu sangatlah tinggi, sampai sampai ketika Nabi Muhammad ditanya oleh sahabat, "siapa yang harus dihormati?" Nabi menjawab, ibumu, lalu sahabat bertanya lagi, lalu siapa? maka jawab nabi, Ibumu, sahabat bertanya lagi lalu siapa?" jawab nabi ibumu, sahabut pun masih bertanya lagi lalu sipa,? jawab nabi ayahmu. Nah jelaslah bahwa kedudukan wanita sangat tinggi, sampai sampai perbandingan nya adalah 3: 1 dengan pria.
lagu ini mengingatkan kita agar tidak bosan bosannya meminta doa kepada ibu kita.12
Di dalam Al-qur‟an Allah swt menjelaskan hak seorang ibu terhadap anaknya, allah swt berfirman,
“Kami perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada dua orang
ibu bapaknya, ibunya mengandungnya dengan susah payah, dan melahirkannya dengan susah payah (pula). mengandungnya sampai menyapihnya adalah tiga puluh bulan, sehingga apabila dia Telah dewasa dan umurnya sampai empat puluh tahun ia berdoa: "Ya Tuhanku, tunjukilah Aku untuk mensyukuri nikmat Engkau yang Telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku dan supaya Aku dapat berbuat amal yang saleh yang Engkau ridhai; berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku. Sesungguhnya Aku bertaubat kepada Engkau dan Sesungguhnya Aku termasuk orang-orang yang berserah diri". (QS. Al-AhQaaf: 15)
Birrul walidail menempati kedudukan yang istimewa dalam ajaran islam. Ada beberapa alasan yang membuktikan hal tersebut, antara lain : 1. Perintah ihsan kepada ibu bapak diletakkan oleh Allah SWT di dalam
Al-Qur‟an langsung sesudah perintah beribadah hanya kepada-Nya
semata-mata atau sesudah larangan mempersekutukan-Nya. Allah SWT berfirman dalam surat Al-Baqorah ayat 83 :
12
8
Artinya : Dan (ingatlah), ketika kami mengambil janji dari Bani Israil (yaitu): janganlah kamu menyembah selain Allah, dan berbuat kebaikanlah kepada ibu bapa, kaum kerabat, anak-anak yatim, dan orang-orang miskin, serta ucapkanlah kata-kata yang baik kepada manusia, Dirikanlah shalat dan tunaikanlah zakat. Kemudian kamu tidak memenuhi janji itu, kecuali sebahagian kecil daripada kamu, dan kamu selalu berpaling.
Demikianlah Allah dan Rasulnya menempatkan orang tua pada posisi yang sangat istimewa sehingga berbuat baik kepada keduanya menempati posisi yang sangat mulia, hal demikian mengingat jasa ibu bapak yang sangat besar sekali dalam proses reproduksi dan regenerasi umat manusia.
Berdasarkan pertimbangan dari latar belakang masalah yang telah diuraikan di atas maka penulis tertarik mengangkat penelitian yang penulis beri judul “ ANALISIS WACANA BERBAKTI KEPADA IBU DALAM LAGU KERAMAT KARYA RHOMA IRAMA.”
B. Pembatasan dan Perumusan Masalah
berkembang di masyarakat seperti adat-istiadat dan kebiasaan.13 Dan rumusan masalah berdasarkan pembatasan penelitian di atas, maka masalah utama yang akan dibahas dalam skripsi ini dapat dirumuskan sebagai berikut :
1. Bagaimana struktur wacana berbakti kepada ibu yang terkandung pada isi lagu keramat karya Rhoma Irama dilihat dari teks, kognisi social, dan konteks social ?
C. Tujuan Penelitian
Dalam penelitian ini untuk melihat isi kandungan lagu keramat, yang di ciptakan oleh Rhoma Irama.
Tujuan penelitian yang hendak dicapai dalam penelitian ini adalah untuk menemukan jawaban dari pertanyaan di atas, kemudian berangkat dari dasar pemikiran serta perumusan masalah di atas, penelitian ini diharapkan memberi konstruksi pesan dakwah dalam lagu keramat karya Rhoma Irama.
Adapun tujuan yang hendak di capai melalui penelitian ini adalah : 1. Untuk mengetahui wacana teks yang disajikan pada judul lagu keramat
dalam karya Rhoma Irama. Di lihat dari teks (struktur makro dan superstruktur dan struktur mikro). Dan dilihat juga bagaimana dari segi kognisi sosial serta konteks sosial.
D. Manfaat Penelitian 1. Manfaat Akademis
13
10
Penelitian ini diharapkan memberikan kontribusi positif bagi pengembangan penelitian melalui pendekatan ilmu komunikasi. Untuk menambah pengetahuan, dan sebagai dasar bagi studi-studi selanjutnya, serta memberikan gambaran mengenai pesan dakwah pada seniman yang menciptakan lirik lagu yang mempunyai makna terdalam, terutama di bidang dakwah Islamiyah dan Komunikasi.
2. Manfaat Praktis
Secara praktis penelitian ini diharapkan akan menjadi sebuah panduan bagi para juru dakwah untuk dapat menyampaikan dakwahnya dengan cara yang efektif dan se-efisien mungkin. Baik seniman, musisi, praktisi dakwah dan tokoh masyarakat maupun masyarkat umum. Selanjutnya memberikan motivasi bagi para pelaksana dakwah untuk lebih memanfaatkan media sebagai saluran dakwah khususnya musik .
E. Metodologi Penelitian 1. Metode Penelitian
deskriptif dalam bentuk kata-kata dan bahasa pada suatu konteks khusus yang alamiah dan dengan memanfaatkan berbagai metode alamiah.14
Dean J. Champion dalam bukunya mengatakan bahwa penelitian kualitatif adalah “Penelitian yang berfungsi untuk mendata atau
mengelompokkan sederet unsur yang terlihat sebagai pembentuk suatu bidang persoalan yang ada.15
Penulis mendeskripsikan atau menggambarkan secara sistematis, factual dan akurat mengenai factor-faktor, sifat, serta hubungan fenomena yang diteliti. Adapun secara deskritif adalah bahwa data yang dikumpulkan berupa kata-kata, gambar dan bukan angka-angka. Hal ini disebabkan oleh penerapan metode kualitatif.
Model yang digunakan oleh peneliti adalah model Teun Van A. Dijk. Menurut penelitian wacana tidak cukup hanya didasarkan pada analisis atas teks semata, karena teks hanya hasil dari suatu praktek produksi yang harus juga diamati.16 Inti analisis wacana Van Dijk adalah menggabungkan ketiga dimensi wacana ke dalam satu kesatuan analisis. Dimensi tersebut adalah dimensi teks, kognisi social, dan konteks social.
Untuk menjelaskan tiga dimensi tersebut di atas, maka peneliti memberi gambaran struktur wacana yang tersusun dalam skema di bawah ini :
14
Moleong, lexy j. Metodologi Penelitian Kualitatif, (Bandung, PT. Remaja Rosdakarya, 2007,) hal. 6
15
Dean J Champion, Metode dan Masalah Penelitian, (Bandung: Refika Aditama, 1998) hal. 6
16
12
Tabel 1.1
Skema Struktur Wacana
Struktur Wacana Hal Yang Diamati Elemen Struktur Makro Tematik
Topic yang
dikedepankan dalam lagu Keramat karya Rhoma Irama
Topik
Super Struktur Skematik
Bagaimana bagian dan urutan lagu berbakti kepada ibu di skemakan dalam lagu Keramat karya Rhoma Irama
Skema
Struktur Mikro Semantik
Makna pada isi lagu Keramat yang ingin ditekankan ke dalam lagu berbakti kepada ibu
Sintaksis
Bagaimana kalimat (bentuk susunan) yang dipilih
Stilistik
Bagaimana pilihan kata yang dipakai dalam lagu Rhoma Irama pada lagu Keramat
Retoris
Bagaimana dan dengan cara apa penekanan dilakukan
Latar, Detail & Maksud,
Bentuk kalimat, koherensi, kata ganti
Leksikon
Grafis,Metafora, Ekspresi.
2. Subjek dan Objek Penelitian
Subjek dari penelitian ini adalah Rhoma Irama. Dan objek dari penelitian ini adalah pesan-pesan teks isi lagu berbakti kepada ibu dalam lagu keramat karya Rhoma Irama.
3. Waktu dan Tempat Penelitian
Penelitian dilakukan selama 3 bulan dari bulan Maret 2013-Mei 2013. Sedangkan tempat penelitian ini adalah di kediaman Rhoma Irama Jalan Pondok Jaya VI/14, Mampang Prapatan, Jakarta selatan.
4. Teknik Pengumpulan Data
Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan penulis adalah deskriptif analitik. Deskriptif adalah gambaran tentang suatu masyarakat atau suatu kelompok tertentu, atau gambaran tentang suatu gejala, hubungan antara dua gejala atau lebih. Sedangkan analitik berarti uraian, hanya memaparkan situasi atau peristiwa.17 Dalam penyelesaian skripsi, data diperoleh melalui observasi, wawancara, dokumentasi, telaah kepustakaan:
a. Observasi
Yaitu melakukan pengamatan langsung untuk memperoleh data yang diperlukan. Penulis mengamati dan mencatat dengan sistematika fenomena-fenomena yang diselidiki.18 Observasi dilakukan dengan cara mendengarkan lagu, membaca lirik lagu dan menganalisa lirik lagu. Selain itu pula penulis mengadakan pengamatan langsung
17
Jalaludin Rakhmat, Metodologi Penelitian Komunkasi, (Bandung RemajaRosdakarya, 2002) cet. Ke-1 hal 24
18
14
terhadap gejala dan objek yang di teliti, yaitu dengan melihat aksi panggung Rhoma Irama ketika membawakan lagu keramat, untuk mendapatkan data-data yang diperlukan secara mendalam, dengan melakukan komunikasi langsung dengan sumber yang bersangkutan yakni rhoma irama.
b. Wawancara
Dalam hal ini penulis mengadakan wawancara, yaitu proses memperoleh keterangan untuk tujuan penelitian dengan Tanya jawab, dengan menggunakan alat panduan wawancara. Wawancara adalah teknik dalam upaya menghimpun data yang akurat untuk keperluan melaksanakan proses pemecahan masalah tertentu yang sesuai dengan data.19 Data yang diperoleh dengan teknik ini adalah dengan cara wawancara dan Tanya jawab dengan bertatap muka langsung dengan Rhoma Irama.
c. Dokumentasi
Dalam hal ini penulis mengumpulkan data mengenai informasi masalah yang diteliti melalui berbagai dokumen, seperti kaset yang ada judul lagu keramat, Compact Disk (CD) yang ada judul lagu keramatnya.
d. Telaah Kepustakaan
Dalam Penelitian terhadap Analisis wacana berbakti kepada ibu dalam lagu keramat karya rhoma irama, digunakan telaah pustaka
19
(Library Research), penulis mencari dan membaca sumber yang ada hubungannnya dengan masalah yang dibahas untuk dijadikan landasan teoritis dalam penulisan skripsi ini.
5. Analisis Data
Apabila telah terkumpul langkah selanjutnya adalah mengklarifikasikan data untuk kemudian dianalisis, sesuai dengan perumusan masalah dan tujuan penelitian, setelah itu disajikan dalam laporan ilmiah. Dalam penulisan penelitian ini penulis berpedoman kepada buku Pedoman Penulisan Karya Ilmiah (Skripasi, Tesis, dan Disertasi)
yang oleh (Center For Quality Develoment and Assurance) Universitas
Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta.
F. Tinjauan Pustaka
Tinjauan Pustaka diperlukan untuk mengetahui dan menganalisa hasil penelitian yang sudah ada, penulis mengamati dan menelusuri baik di Perpustakaan utama UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dan di Perpustakaan Fakultas Ilmu dakwah dan Ilmu Komunikasi tentang judul-judul yang berkaitan tentang analisis wacana lagu. Penulis menemukan judul-judul yang mirip yang berhubungan dengan analisis wacana dalam lagu, penulis menemukan beberapa judul di antaranya :
16
2. Ferdi Yulian, Jurusan KPI, dengan judul skripsi : Analisis wacana terhadap album musik anti korupsi group band slank. Skripsi ini menggunakan metodologi penelitian kualitatif.
3. Siti Qoriatun Sholihah, Jurusan KPI, dengan judul Skripsi : Analisis wacana pesan dakwah film dalam mihrab cinta. Skripsi ini menggunakan metodologi penelitian kualitatif.
Sedangkan yang membedakan dengan skripsi yang penulis buat adalah subjek dan objek maka penulis membuat judul “Analisis wacana berbakti kepada ibu dalam lagu “ keramat “ karya Rhoma Irama. Menggunakan pendekatan kualitatif Model Van Dijk. Oleh karena itu, skripsi yang saya angkat ini benar-benar hasil karya penulis.
G . Sistematika Penulisan BAB I : Pendahuluan
Merupakan bab pendahuluan yang berisikan tentang permasalahan yang meliputi latar belakang masalah, pembatasan dan perumusan masalah, tujuan penelitian, dan manfaat penelitian, metodologi penelitian, tinjauan pustaka dan sistematika penulisan.
BAB II : Landasan Teoritis
BAB III : Sekilas Tentang Riwayat H. Rhoma Irama
Gambaran umum, yang membahas mengenai : Profil Rhoma irama dan lagu keramat, Deskripsi volume 7 Soneta, sipnosis lagu keramat, Lirik lagu Keramat.
BAB IV : Analisis Data Penelitian
Analisis data Penelitian dalam lagu keramat karya Rhoma Irama serta di pandangan dalam kognisi social dan konteks sosial lagu keramat karya Rhoma irama.
BAB V : Penutup
18 BAB II
LANDASAN TEORI
A. Pengertian Analisis Wacana
Pengertian analisis wacana terdiri dari dua kata, yaitu analisis dan wacana. Analisis menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah penyelidikan terhadap suatu peristiwa, penjelasan sesudah dikaji sebaik-baiknya, penguraian suatu pokok atas berbagai bagian, serta penguraian karya sastra atau unsur-unsurnya untuk memahami pertalian antar unsur tersebut.1
Secara etimologi istilah wacana berasal dari bahasa Sansekerta wac/wak/uak/ yang memiliki arti „berkata‟ atau berucap‟. Kemudian kata
tersebut mengalami perubahan menjadi wacana. Kata „ana‟ yang berada di
belakang adalah bentuk sufiks (akhiran) yang bermakna „membendakan’
(nominalisasi). Dengan demikian, kata wacana dapat dikatakan sebagai perkataan atau tuturan.2
Dalam kamus bahasa Indonesia Kontemporer, terdapat tiga makna dari istilah wacana. Pertama, percakapan, ucapan, dan tutur. Kedua, keseluruhan tutur atau cakapan yang merupakan satu kesatuan. ketiga, satuan bahasa terbesar, terlengkap yang realisasinya pada bentuk karangan yang utuh, seperti novel, buku, dan artikel.3
1
Depdikbud, Kamus Besar Bahasa Indonesia, (Jakarta: Balai Pustaka, Cet. Ke-1 1988), h. 32.
2
Deddy Mulyana, Kajian Wacana : Teori, Metode Aplikasi, dan Prinsip-prinsip Analisis Wacana (Yogyakarta: Tiara Wacana, 2005), h. 3
3
Definisi klasik wacana berasal dari asumsi-asumsi formalis (dalam istilah Hymes 1974b, “Struktural”), mereka berpendapat bahwa wacana adalah “bahasa diatas kalimat ataudiatas klausa”.4
Riyanto Partiko sebagaimana dikutip dalam bukunya Alex Sobur mendefinisikan analisis teks media yaitu bahwa wacana adalah sebuah proses berfikir seseorang yang memiliki ikatan dengan ada dan tidaknya sebuah kesatuan dan koherensi tersebut5
Alex Sobur sendiri mengartikan wacana sebagai rangkaian tutur yang mengungkapkan suatu hal yang disajikan secara teratur, sistematis dalam satu kesatuan yang koheren dan pembahasan wacana merupakan pembahasan terhadap hubungan antara konteks-konteks yang terdapat dalam teks, pembahasan ini bertujuan menjelaskan antar kalimat atau antar ujaran yang membentuk wacana.6
Menurut Van Dijk sendiri analisis wacana merupakan penelitian atas wacana yang tidak hanya didasarkan pada analisis teks semata, karena teks hanya hasil dari praktek produksi yang juga harus diamati dan harus dilihat juga bagaimana teks itu diproduksi. Sehingga kita memperoleh pengetahuan kenapa teks semacam itu terbentuk.7
4
Deborah Schiffrin, Ancangan Kajian Wacana, (Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2007),h. 28
5
Alex Sobur, Analisis Teks Media: Suatu Pengantar Untuk Analisis Wacana, Semiotik dan Framing, (Bandung: PT. Remaja Rosdakarya, 2009), Cet ke-5, h. 10
6
Ibid, h. 11 7
20
B. Konsep Analisis Wacana Van Dijk
Dari sekian banyak model analisis wacana yang diperkenalkan dan dikembangkan oleh beberapa ahli, barang kali model Van Dijk adalah model yang paling banyak dipakai. Hal ini kemungkinan karena van Dijk mengelaborasi elemen-elemen wacana sehingga bisa didayagunakan dan dipakai secara praktis.
[image:30.595.104.513.176.635.2]Menurut Van Dijk, sebagaimana yang dikutip Eryanto dalam buku, wacana tidak cukup hanya di dasarkan pada analisis atas teks semata, karena teks hanya hasil dari suatu praktik produksi yang harus juga diamati dan harus dilihat juga bagaimana suatu teks diproduksi, sehingga kita memperoleh suatu pengetahuan kenapa teks bisa semacam itu.8 Berikut kerangka analisis wacana sesuai dengan model Van Dijk :
Gambar 1
Dimensi Wacana Van Dijk
1. Teks Teun A. Van Dijk melihat suatu wacana terdiri atas berbagai Struktur/tingkatan, yang masing-masing bagian saling mendukung. Van dijk membaginya dalam tiga tingkatan :
8
Eryanto, Analisis Wacana : Pengantar Analisis Teks Media, (Yogyakarta: LKIS, 2006), Cet. Ke-V, h. 221.
Konteks
a. Struktur makro. Merupakan makna global/umum dari suatu teks yang dapat diamati dengan melihat topik atau tema yang dikedepankan dalam suatu berita
b. Superstruktur adalah kerangka suatu teks bagaimana bagian-bagian teks tersusun ke dalam berita secara utuh.
c. Struktur mikro adalah makna wacana yang dapat diamati dari bagian kecil dari suatu teks yakni kata, kalimat, proposisi, anak kalimat, proposisi, anak kalimat, paraphrase dan gambar.9
2. Kognisi Sosial
Analisis wacana tidak hanya membatasi perhatiannya pada struktur teks, tetapi bagaimana suatu teks diproduksi. Dalam pandangan Van Dijk perlu ada penelitian mengenai kognisi sosial yang meneliti kesadaran mental wartawan yang membentuk teks tersebut. Misalnya analisis wacana pemberitaan kasus ambon, selain analisis atas teks berita perlu dilakukan penelitian atas kesadaran mental wartawan dalam memandang kasus ambon.
Pendekatan kognitif didasarkan pada asumsi bahwa teks tidak mempunyai makna, tetapi makna itu diberikan oleh pemakai bahasa. Kognisi sosial ini penting dan menjadi kerangka yang tidak terpisahkan untuk memahami teks media.10
9
Ibid, h. 225 10
22
3. Konteks sosial
Analisis wacana kritis mempertimbangkan konteks dari wacana, seperti latar, situasi, peristiwa, dan kondisi. Wacana di sini dipandang diproduksi, dimengerti, dan dianalisis pada suatu konteks tertentu. Mengikuti Guy Cook, analisis wacana juga memeriksa konteks dari komunikasi: siapa yang mengkomunikasikan dengan siapa dan mengapa; dalam jenis khalayak dan situasi apa; melalui medium apa; bagaimana perbedaan tipe dari perkembangan komunikasi dan hubungan untuk setiap masing-masing pihak.11
Konteks sosial juga melihat bagaimana teks itu dihubungkan lebih jauh dengan struktur sosial dan pengetahuan yang berkembang dalam masyarakat atas suatu wacana. Analisis Van Dijk disini menghubungkan analisis tekstual yang memusatkan perhatian melalui pada teks kea rah analisis yang komprehensif bagaimana teks berita itu diproduksi, baik dalam hubungannya dengan individu wartawan maupun dari masyarakat.12
Dalam pandangan Van Dijk, teks bisa dianalisis dengan menggunakan elemen, dan untuk memperoleh gambaran elemen-elemen struktur wacana (teks) tersebut, berikut adalah penjelasan singkatnya :
1. Tematik
Secara harfiah tema berarti “sesuatu yang telah diuraikan”, atau “sesuatu yang telah ditempatkan”. Kata ini berasal dari kata Yunani
tithenai yang berarti „menempatkan‟ atau „meletakkan‟. Dilihat dari sudut
11
Ibid, h. 8 12
sebuah tulisan yang telah selesai, tema adalah suatu amanat utama yang
disampaikan oleh penulis melalui tulisannya (Keraf, 1980:107).
Kata Tema kerap disandingkan dengan apa yang disebut topic. Kata topic berasal dari kata Yunani topoi yang berarti tempat.13 Teun A Van Dijk mendefinisikan topik sebagai struktur makro dari suatu wacana. Dari topik, kita bisa mengetahui masalah dan tindakan yang diambil oleh komunikator dalam mengatasi suatu masalah. Dalam teks akan di dukung oleh beberapa subtopik ini mendukung, memperkuat, bahkan membentuk topik utama. Gagasan van dijk didasarkan pada pandangan ketika wartawan meliputi suatu peristiwa dan memandang suatu masalah didasarkan pada suatu mental atau pikiran tertentu.14 Kognisi atau mental ini secara jelas dapat dilihat dari topik yang dimunculkan dalam berita. Karena topik disini dipahami sebagai mental atau kognisi wartawan, tidak mengherankan jika semua elemen dalam berita mengacu dan mendukung topik dalam berita.15 Elemen tematik menunjuk pada gambaran umum dari suatu teks. Bisa disebut sebagai gagasan inti, ringkasan, atau yang utama dari suatu teks.16
2. Skematik
Teks atau wacana umumnya mempunyai skema atau alur dari pendahuluan sampai akhir. Alur tersebut menunjukkan bagaimana
13
Alex Sobur, Analisis Teks Media, Suatu Pengantar Untuk analisis Wacana, Analisis Semiotik dan Analisis Framing (Bandung: PT. Remaja Rosdakarya, 2009), h. 75
14
Ibid, h. 75-76 15
Eriyanto, Analisis Wacana Pengantar Teks Media, (Yogyakarta: LKiS, 2006), Cet ke-5, h. 231
16
24
bagian dalam teks disusun dan diurutkan sehingga membentuk kesatuan arti.17
Kalau topik menunjukkan makna umum dari suatu wacana, maka skematik atau superstruktur menggambarkan bentuk umum dari suatu teks. Bentuk umum itu disusun dengan sejumlah kategori atau pembagian umum seperti pendahuluan, isi, kesimpulan, pemecahan masalah, penutup, dan lain sebagainya. Skematik dapat dikatakan strategi dari komunikator untuk mendukung makna umum dengan memberikan sejumlah alasan pendukung. Struktur skematik memberikan tekanan pada bagian mana yang harus didahulukan dan bagian mana yang bisa dikemudikan sebagai strategi untuk menyembunyikan informasi penting. Upaya penyembunyian informasi ini dilakukan dengan menempatkan bagian penting di bagian akhir agar terkesan kurang menonjol.18
Meskipun wacana berita mempunyai bentuk dan skema yang beragam, berita umumnya secara hipotetik mempunyai dua kategori skema besar. Pertama yaitu summary yang umumnya ditandai dengan dua elemen yakni judul dan lead. Elemen skema ini merupakan elemen yang paling penting. Judul dan lead menunjukkan tema yang ingin disampaikan oleh wartawan dalam pemeberitaannya, lead digunakan sebagai pengantar ringkasan apa yang ingin disampaikan atau dikatakan sebelum masuk ke dalam isi berita secara lengkap. Kedua yaitu story yang merupakan isi berita secara keseluruhan yang secara hipotetik mempunyai dua
17
Ibid, h. 231 18
subkategori. Pertama berupa situasi, proses, atau jalannya suatu peristiwa. Dan kedua adalah komentar yang ditampilkan dalam teks.
Subkategori situasi adalah penggambaran kisah dari suatu peristiwa yang terdiri dari episode atau kisah utama dari peristiwa, dan yang kedua latar yang mendukung setiap episode yang disajikan kepada khalayak agar peristiwa lebih jelas ketika disampaikan atau disajikan kepada khalayak.19
Adapun subkategori komentar adalah menggambarkan bagaimana pihak-pihak yang terlibat memberikan komentar atas suatu peristiwa secara hipotetik yang terdiri atas dua bagian. Pertama, reaksi atau komentar verbal dari tokoh yang dikutip oleh wartawan. Kedua, kesimpulan yang diambil oleh wartawan dari berbagai komentar para tokoh.
Struktur skematik menurut pandangan Van Dijk dilihat sebagai satu kesatuan yang koheren dan padu. Apa yang diungkapkan dalam superstruktur pertama akan dikutip dan di dukung oleh bagian-bagian lain dalam berita. Apa yang diungkapkan dalam lead yang menjadi gagasan utama dalam teks berita akan diikuti dan di dukung oleh bagian berita yang lain seperti dalam kisah dan kutipan. Semua bagian dalam skema ini dipandang strategi, tidak hanya bagaimana bagian dalam teks berita itu hendak disusun, tetapi juga bagaimana membentuk pengertian sebagaimana dipahami dan dimaknai oleh wartawan dari suatu peristiwa.20
19
Ibid, h. 232 20
26
Menurut Van Dijk, arti penting dari skematik adalah strategi wartawan untuk mendukung topik tertentu yang ingin disampaikan dengan menyusun bagian-bagian dengan urutan tertentu. Skematik memberikan tekanan mana yang didahulukan, dan bagian mana yang bisa kemudian sebagai strategi untuk menyembunyikan informasi penting. Upaya penyembunyian itu dilakukan dengan menempatkan di bagian akhir agar terkesan kurang menonjol.21
3. Semantik
Yang penting dalam analisis wacana adalah makna yang ditunjukkan oleh struktur teks. Dalam analisis wacana, makna kata adalah praktik yang ingin dikomunikasikan sebagai suatu strategi. Dalam pengertian umum, semantik adalah disiplin ilmu bahasa yang menelaah makna satuan lingual baik makna leksikal maupun gramatikal.
Makna leksikal adalah makna unit semantik yang disebut leksem, sedangkan makna gramatikal adalah makna yang terbentuk dari gabungan satuan-satuan bahasa. Van Dijk mengkategorikan semantik sebagai makna local yang muncul dari hubungan antar kalimat, hubungan antar proposisi yang menghubungkan makna tertentu dalam suatu bangunan teks.22
4. Sintaksis adalah Strategi untuk menampilkan diri sendiri secara positif dan lawan secara negative, itu juga dilakukan dengan manipulasi politik menggunakan sintaksis (kalimat) seperti pada pemakaian kata ganti, aturan tata kata, pemakaian kategori sintaksis yang spesifik, pemakaian kalimat
21
Ibid, 234. 22
aktif atau pasif, peletakkan anak kalimat, pemakaian kalimat yang kompleks dan sebagianya.23 Ringkasnya Sintaksis, itu adalah studi penghimpunan dan tautan timbale balik antara kata-kata, frase-frase, klausa-klausa dalam kalimat. Kita boleh saja berkesimpulan bahwa kalimat adalah kesatuan maksimum bagi analisis gramatik, tapi kesimpulan ini perlu di damping satu catatan bahwa ini tidak berarti tidak ada kesatuan lebih besar dari pada kalimat---alinea,wacana, karangan dan sebagainya, itu adalah kesatuan di atas kalimat.24
5. Stilistik, pusat perhatiannya adalah Style (gaya bahasa) yaitu cara yang digunakan penulis untuk menyatakan maksudnya dengan menggunakan bahasa sebagai sarana.
6. Retoris, adalah gaya yang diungkapkan ketika seseorang berbicara atau menulis. Misalnya dengan pemakaian kata yang berlebihan (hiperbolik) atau bertele-tele. Retoris mempunyai fungsi persuasive, dan berhubungan erat dengan bagaimana pesan itu disampaikan kepada khalayak.25
C. Pengertian Berbakti Kepada Ibu
Birrul Walidain (berbakti kepada kedua orang tua) adalah salah satu
permasalahan yang penting dalam islam. Di dalam Al-Qur‟an, setelah Allah memerintahkan kepada manusia untuk bertauhid kepada-nya, Allah azza wa jala memerintahkan manusia untuk berbakti kepada kedua orang tuanya. Dalam surat Al-Israa‟ ayat 23-24, Allah SWT berfirman :
23
Ibid, 80 24
Chaedar Alwasilah, Linguistik Suatu Pengantar, (Bandung : Angkasa. 1985), h. 105 25
28
Artinya: Dan Tuhanmu Telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, Maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan "ah" dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia. Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan dan ucapkanlah: "Wahai Tuhanku, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua Telah mendidik Aku waktu kecil".
Menurut lughah (bahasa), al-ihsaan berasal dari kata ahsana-yuhsinu-ihsaanan yang berarti berbuat baik. Sedangkan yang dimaksud dengan ihsan ini adalah berbakti kepada kedua orang tua, yaitu menyampaikan setiap kebaikan kepada keduanya semampu kita dan bila memungkinkan mencegah gangguan terhadap keduanya. Menurut Ibnu Athiyyah, kita wajib mentaati keduanya dalam hal-hal yang mubah, harus mengikuti apa-apa yang diperintahkan keduanya dan menjauhi apa-apa yang dilarang.26
Birul Walidain menempati kedudukan yang istimewa dalam ajaran
islam. Ada beberapa alasan yang membuktikan hal tersebut antara lain, Allah Swt meletakkan perintah berterima kasih kepada ibu bapak langsung sesudah perintah berterima kasih kepada Allah SWT. Allah berfirman surat An-kabut:
26
Artinya: Dan kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu- bapanya; ibunya Telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah- tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. bersyukurlah kepadaku dan kepada dua orang ibu bapakmu, Hanya
kepada-Kulah kembalimu.
Demikianlah Allah dan Rsulnya menemptkan orang tua pada posisi yang sangat istimewa sehingga berbuat baik kepada keduanya menempati posisi yang sangat mulia, dan sebaliknya durhaka kepada keduanya juga menempati posisi yang sangat hina. Mengingat jasa ibu bapak yang sangat besar sekali dalam reproduksi dan regenerasi umat manusia. Allah SWT menciptakan manusia buat pertama kali (nabi adam) dari tanah, dan menciptakan pasangannya (hawa) dari tulang rusuk adam, kemudian dari pertemuan adam dan hawa berkembanglah umat manusia laki-laki dan perempuan. Begitulah seterusnya Allah SWT menetapkan sunnahnya tentang reproduksi dan regenerasi secara sah dan di ridhainya melalui hubungan suami isteri antara seorang ibu dan bapak. Secara khusus Allah juga mengingatkan betapa besar jasa dan perjuangan seorang ibu dalam mengandung, menyusui, merawat, dan mendidik anaknya.27
Berbuat baik kepada kedua orang tua hukumnya wajib, baik ketika kita masih kecil, remaja, sudah menikah, sudah mempunyai anak, bahkan ketika kita sudah mempunyai cucu. Ketika kedua orang tua kita masih muda atau
27
30
sudah lanjut usianya bahkan pikun, kita tetap wajib berbakti kepada keduanya.28
Berbakti kepada kedua orang tua memiliki keutamaan dan gajaran yang besar di sisi Allah SWT. Berbakti kepada kedua orang tua adalah amal yang paling utama. Hal ini berdasarkan hadits Nabi SAW yang disepakati oleh al-bukhari dan muslim, dan sahabat Abu „Abdirrahman‟ Abdullah bin Mas‟ud ra, ia berkata :
Artinya: “Aku bertanya kepada Nabi SAW, amal apakah yang paling utama? Nabi SAW menjawab, ‘shalat pada waktunya, aku pun bertanya, ‘kemudian apa? Beliau menjawab, ‘Berbakti kepada orang tua.’ ‘kemudian apa?’ beliau menjawab, ‘jihad di jalan Allah.
Ridha Allah tergantung pada ke ridhaan orang tua. Dalam hadits yang diriwayatkan oleh imam bukhari dalam adabul mufrad, ibnu Hibban, al-hakim, dan at-Tirmidzi, dari sahabat „Abdullah bin „Amr bin al-„Ash ra, bahwasanya Rasulullah saw bersabda :
ِ
Artinya: “Ridha Allah tergantung pada rhidanya kedua orang tua dan
murkanya Allah tergantung pada murkanya kedua orang tua.”29
28
Yazid bin Abdul Qadir Jawas, Birrul Walidain Berbakti Kepada Kedua Orang Tua, Pustaka At-Taqwa Jawa barat-Indonesia. h. 35
29
D. Pengertian Keramat
Secara kebahasaan perkataan karamat berarti al-ikram (kemuliaan atau kehormatan).30 Sementara itu , Ibn Taymiyyah memandang karamat sama dengan mu‟jizat.31 Madzhab „ahlul
-haqq menetapkan adanya karamat (karomah). Karamat itu nyata-nyata ada dan akan terus berlanjut adanya dari zaman ke zaman (sampai hari kiamat). Hal karamat sudah diterangkan baik oleh dalil akal maupun dalil naqli (agama). Secara dalil akal, karamat adalah hal yang mungkin terjadi (mumkinat), dan tidak mengakibatkan batalnya pokok agama. Dengan demikian wajib mensifati Allah „berkuasa‟ (membuat) karamat. Dan apa yang telah ditakdirkan olehNya adalah ja‟iz (boleh) terjadi.
Sedangkan secara dalil agama hal karamat sudah termaktub dalam Al-Qur‟an dan Hadis Nabi. Allah SWT., berfirman: (Hay Maryam) goyangkanlah pangkal pohon korma itu kearahmu, niscahya pohon itu akan menggugurkan buah korma yang masak kepadamu” (Qs. Maryam: 25).32 Keramat suci dan
dapat mengadakan sesuatu di luar kemampuan manusia biasa karena ketakwaannya kepada Tuhan (tentang orang yang bertakwa), suci dan bertuah yang dapat memberikan efek magis dan psikologis kepada pihak lain (tentang barang atau tempat suci)33. Sedangkan menurut Kamus Bahasa Indonesia Kotemporer Keramat adalah (orang yang bertaqwa) suci serta dapat melakukan keajaiban karena ketaqwaannya kepada Tuhan, (tempat, barang)
30
Dr. H. Asep Usman Ismail, M.A. Apakah Wali Itu Ada? (Jakarta: PT Raja Grafindo Persada, 2005), h. 129
31
Ibid, h. 205. 32
HIS Riza, Karamat Para Wali Allah menurut Nawawi, Ibnu Taymiah dan Al-Syaukani (Rangkuman Kitab Bustan Al-‘Arifin, Al-Mu’jizat Wa Karamat Al-Auliya’ dan Qathru Al-Waliy), (Jakarta: Pedoman Ilmu Jaya, 1995 H) Cet 1, h. 49-50.
33
Wikipedia, Artikel diakses pada 17 April 2013 dari
32
suci serta dapat memberikan pengaruh magis pada orang lain. keris keramat. 34 Sedangkan menurut Rhoma Irama adalah keramat itu banyak diartikan oleh masyarakat Indonesia sebagai sesuatu yang memiliki kekuatan magis, yang memiliki 1 kekuatan yang bisa memberi manfaat atau mudarat, biasanya itu identik dengan kuburan-kuburan, identik dengan tempat-tempat yang di keramatkan tadi, dianggap punya kekuatan magis, punya kekuatan untuk memberi manfaat dan mudarat, seperti misalnya pohon besar, pohon-pohon besar, trus tempat-tempat yang keramat yang bisa memberi manfaat dan mudarat, itu keramat sebetulnya.35
E. Pengertian Lirik Lagu
Lirik adalah karya sastra yang bersifat curahan perasaan pribadi atau dapat juga dikatakan sebagai susunan kata sebuah nyayian36
Dari pengertian diatas, lirik lagu berarti karya sastra yang berisi curahan perasaan pribadi yang diungkapkan dengan suara yang berirama, atau juga susunan kata sebuah nyanyian. Lirik lagu merupakan kata-kata yang diiringi oleh alat-alat musik (instrumental), sedangkan musik adalah bidang seni yang berhubungan dengan alat musik dan irama yang keluar dari alat-alat musik tersebut. Masing-masing alat-alat musik memiliki nada tertentu. Disamping itu, seni membahas cara membuat not, bermacam aliran musik, misalnya: musik vocal dan musik instrumental.37
34
Drs. Peter Salim, M.A. dan Yenny Salim, B.Sc., Kamus Bahasa Indonesia Kontemporer, (Jakarta: Modern English Press, edisi kedua 1995, edisi Ketiga 2002), h. 713-714.
35
Rhoma Irama, Wawancara Pribadi, (Jakarta Selatan, 25 Februari 2013). 36
Departemen Pendidikan Nasional, Kamus Besar Bahasa Indonesia Pusat Bahasa Edisi Keempat, (Jakarta: Pt. Gramedia Pustaka Utama, 2008), h.835.
37
33 A. Riwayat Hidup Rhoma Irama
Nama Lahir : Raden Irama Nama Lain : Rhoma Irama
Lahir : 11 Desember 1946 (umur 66), Tasikmalaya, Indonesia Kota Sekarang : Jakarta, Indonesia
Jenis Musik : Dangdut
Pekerjaan : Penyanyi, Aktor Instrumen : Vocal, Gitar
Pasangan : Veronika (bercerai), Ricca Rachim, Angel lelga (sirih-bercerai), Marwah Ali
Anak : Perkawinan dengan Ricca Rachim: Debbie Veramasari (Debby Irama), Fikri Zulfikar (Vicky Irama), Romy Syahrial (Romy Irama). Perkawinan dengan Marwah Ali: Rhido Irama
Orang Tua : Ayah: Raden Irama Burdah Angga Wirya Situs Resmi : www.rajadangdut.com1
Pendidikan : SD Kibono Manggarai Jakarta SMP Negeri XV Jakarta SMA Negeri VIII Jakarta
34
SMA PSKD Jakarta St Joseph Solo
SMA 17 Agustus Tebet Jakarta
Fakultas Sospol Universitas 17 Agustus
Alamat : Jalan Pondok Jaya VI/14, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan2
B. Deskripsi Volume 7 Soneta (1977)
Lagu Santai dalam album ini adalah salah satu lagu Rhoma yang mendapat pujian luas. Bahkan pelaku musik non-dangdut menyebut lagu itu adalah bentuk baru atau evolusi musik dangdut di tangan Rhoma. Lagu lain dalam album ini yang juga cukup berhasil menggaet penggemarnya adalah lagu Do mi Sol. Salah satu lagu yang dijadikan pengiring dalam salah satu film yang dibintangi Rhoma. Lagu lain dalam album adalah, Keramat, Teman biasa, Kekasih, Bahasa Isyarat, banyak Jalan Menuju Roma, dan Bercanda. Soneta Vol. 7
Pak Haji pada saat perilisan album ini menyebutnya sebagai funky dangdut. Indra Lesmana sangat suka lagu Santai yang menurutnya pada Majalah Mutiara tahun 1985 sebagai Fusion. Group Band GIGI pernah membawakan lagu ini pada show-nya di Amerika. Kolaborasi yang apik untuk lagu santai terjadi saat acara Joged RCTI yang menampilkan kolaborasi Soneta dan DKSB-nya (alm.) Harry Rusli yang menggandeng penyanyi jazz, Shania untuk duet bersama Pak Haji. Kehebohan terjadi karena Harry Rusli membawa perabot makan mulai dari piring, sendok, sampai meja ke atas panggung. Slank pun pernah membawakan lagu ini pada pertunjukkan Slank dan Soneta di Sidoarjo. Di tangan Slank, lagu Santai jadi makin nge-rock dan sangat asyik dinikmati. Cover album ini bergambar Pak Haji sedang memainkan Sitar India lengkap dengan tumpukkan gendang table-nya. Pada album ini bass sudah mulai diisi oleh H.Popong, rekan H. Afif di Band Gafiyas.
Soneta Volume VII-santai-(Naviri) 1 . Santai (Rhoma Irama/Rita S.)
2 . Keramat (Rhoma Irama) 3 . Teman Biasa (Rita S.) 4 . Kekasih (Rhoma Irama)
5 . Do Mi Sol (Rhoma Irama/Rita S. 6 . Bahasa Isyarat (Rita S)
7 . Bayak Jalan Menuju Rhoma (Rhoma Irama) 8 . Bercanda (Rita Sugiarto)3
Sinopsis lagu Santai dan lagu Do Mi Sol dalam Volume VII
Soneta volume 7 dengan lagu pertama di album ini adalah lagu (santai) dengan gaya bermusik yang berbeda, Rhoma menyebut lagu santai sebagai
36
fungky dangdut, lagu ini begitu enerjik, menarik dan dinamis, sehingga lagu ini masuk dalam soundtrack film gitar tua yang mengisahkan cinta Rhoma dengan Ani. Album volume 7 ini di rilis pada tahun 1977. Karya musik yang dituangkan dalam lagu santai ini adalah mengusung fungki dangdut, yaitu musik perpaduan antara Rock dan Melayu. Kesuksesan Rhoma dan Soneta pada volume 7 ini terus di raihnya.
Setelah lagu santai pada volume 7 ini, ada lagu lagi yang masuk dalam soundtrack film gitar tua, yaitu lagu Do Mi Sol. Do Mi Sol ini adalah sebuah lagu cinta yang begitu mesra, lagu ini dalam film gitar tua dinyanyikan oleh Rhoma Irama dan Rita Sugiarto, tetapi dalam film gitar tua Rhoma menyanyikan lagu Do Mi Sol ini bersama lawan mainnya yaitu Ani atau (Yati Oktavia). Dua lagu dalam album Soneta Volume 7 ini, adalah lagu yang begitu hits dan begitu memukau karena menjadi pengiring dalam sebuah film layar lebar yaitu gitar tua.
C. Sinopsis Lirik Lagu Keramat
dengan alasan karena beliau telah mengandung kita derita diatas derita. Dan beberapa hadis Nabi SAW yang memerintahkan untuk menghormati ibu, karena seorang ibu kedudukannya buat seorang anak itu luar biasa, ibu itu adalah sebagai keramat yang sebenarnya, karena do‟anya di kabulkan Tuhan
dan Kutukannya menjadi sebuah kenyataan.
Peluncuran album volume 7 soneta yang terdapat lagu keramat ini adalah sekitar tahun 1977. Kesuksesan di dunia rekaman, membuat perusahaan film tergiur untuk menarik Rhoma dan soneta ke dalam layar lebar. Tahun 1977 penasaran, film perdana pertama beredar. Film ini laku keras hingga dilanjutkan dengan film gitar tua. Lagu keramat adalah salah satu lagu Rhoma yang digemari bahkan sampai saat ini, karena hampir di semua tempat soneta show Rhoma selalu membawakannya pada pentas-pentas pernikahan, pentas-pentas pemilu, pentas-pentas televise (TV).
38
Berikut ini sebuah penjelasan lirik lagu keramat yang berada di volume VII, yang dinyanyikan dan diciptakan oleh seorang seniman legendaries dangdut Indonesia yaitu adalah revolusioner Rhoma Irama bersama group musik soneta ( The Voice Of Moeslim ) :
D. Lirik Lagu Keramat
Hai manusia, hormati ibu mu
yang melahirkan dan membesarkan mu Darah daging mu dari air susu nya, jiwa raga mu dari kasih sayangnya Dialah manusia satu-satunya,
yang menyayangi mu tanpa ada batasnya. Reff :
Do’a ibu mu dikabukan Tuhan, Dan kutukannya jadi kenyataan Ridho illahi karena ridhonya Murka illahi karena murkanya Bila kau sayang pada kasih mu Lebih sayanglah pada ibu mu Bila kau patuh pada raja mu Lebih patuhlah pada ibu mu
Bukannya gunung tempat kau meminta Bukan lautan tempat kau memuja Bukan pula dukun tempat kau menghiba
Bukan kuburan tempat memohon do’a
39 A. Teks lagu keramat karya Rhoma Irama
Gagasan penting Van Dijk, wacana umumnya dibentuk dalam tata aturan umum. Teks tidak hanya didefinisikan mencerminkan suatu pandangan tertentu atau topik tertentu, tetapi suatu pandangan umum yang koheren. Van Dijk menyebut hal ini sebagai koherensi global, yakni bagian-bagian dalam teks kalau dirunut merujuk pada suatu titik gagasan umum, dan bagian-bagian itu saling mendukung satu sama lain untuk menggambarkan topik umum tersebut. Topik menggambarkan tema dari suatu teks berita, topic ini akan di dukung oleh subtopik satu dan subtopik lain yang saling mendukung terbentuknya topik umum. Subtopik ini juga di dukung oleh serangkaian fakta yang ditampilkan yang menunjuk dan menggambarkan subtopik, sehingga dengan subagian yang saling mendukung antara satu bagian dengan bagian yang lain, teks secara keseluruhan membentuk teks yang koheren dan utuh 1. Struktur Makro/Tematik
40
a. Hai manusia, hormati ibu mu
itu juga merupakan air susu yang mengalir ke tubuh kita. Jiwa raga serta kasih dan sayangnya yang diberikan untuk kita adalah dari ibu. Semenjak kecil bila kita sakit ibu selalu merawat kita menjaga kita, ketika kita menangis pada malam hari ibu kita sedang istirahat mendengar tangisan kita ibu terbangun lalu menggendongnya supaya kita menjadi tenang dan tak menangis lagi. Ibu tidak mengenal lelah dan letih selalu memberikan perhatian dan kasih sayangnya hanya untuk kita, betapa besar sekali perjuangan dan pengorbanan ibu terhadap kita. Ketika seorang anak tumbuh menjadi manusia yang sempurna seutuhnya, anak seringkali tidak menghormati ibu dengan baik, acuh tak acuh kepada ibu, melawan dan membantah bahkan berbicara pun nadanya melebihi ibu kita. Melalui sebuah lagu cipta karya Rhoma Irama, manusia diajak menghormati ibu, di ingatkan jasa-jasa seorang ibu. Karena ibu adalah manusia satu-satunya di dunia ini yang terus memberikan rasa kasih sayangnya kepada kita tiada batasnya dan tanpa henti-hentinya.
b. Ridho illahi dan Murka illahi
42
tergantung pada ridhonya kedua orang tua, dan Murkanya Allah tergantung pada murkanya orang tua.1 Sebuah lagu keramat rhoma sampaikan kepada para pendengarnya. Betapa mulianya seorang ibu sehingga ridhonya Allah SWT bergantung kepada ridhonya seorang ibu. Seorang Rhoma Irama sebagai