ABSTRAK
KINERJA DINAS TENAGA KERJA DALAM PELAYANAN PEMBUATAN KARTU PENCARI KERJA (AK/I)
Oleh
Neysa Amallia
Dinas Tenaga Kerja Kota Bandar Lampung mempunyai fungsi dalam penyelenggaraan pelayanan publik. Salah satu pelayanan yang dilakukan adalah pelayanan pembuatan kartu pencari kerja (AK/I). Berdasarkan hasil pra riset menunjukan bahwa ketersediaan fasilitas di Dinas Tenaga Kerja Kota Bandar Lampung dalam pelayanan pembuatan kartu pencari kerja (AK/I) masih kurang memadai. Seperti komputer dan alat pendukung lainnya agar pelaksanaan yang dilakukan dalam pelayanan dapat lebih cepat dan efesien. Selain itu kurangnya sosialisasi aparat Dinas Tenaga Kerja dalam memberikan informasi mengenai prosedur pelayanan pembuatan kartu pencari kerja (AK/I)
Sumber informan dalam penelitian ini aparat Dinas Tenaga Kerja Kota Bandar Lampung pada Seksi Pendayagunaan Tenaga Kerja, 2 (dua) orang petugas dalam pelayanan pembuatan kartu pencari kerja (AK/I) serta 3 (tiga) orang masyarakat. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini Observasi, Wawancara dan Dokumentasi. Teknik pengolahan data dalam penelitian ini Editing dan Interpretasi. Teknik analisis data dalam penelitian ini Reduksi Data, Penyajian Data, dan penarikan Kesimpulan.
ABSTRACT
LABOR DEPARTMENT PERFORMANCE IN THE SERVICE OF MAKING CARDS JOB APPLICANTS (AK / I)
By
Neysa Amallia
Department of Labor has the function of Bandar Lampung in public service. One of the services performed is a job-seeker card manufacturing services (AK / I). Based on the results of pre-research shows that the availability of facilities in the Department of Labor City of Bandar Lampung in the service of making job-seeker cards (AK / I) are still inadequate. As computers and other supporting tools for the implementation performed in the ministry can be more quickly and efficiently.
documentation. Data processing techniques in this study Editing and Interpretation. The data analysis technique in this study Data Reduction, Presentation Data, and Conclusions withdrawal.
I. PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Pelaksanaan Otonomi Daerah berpedoman pada Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 telah meletakkan pondasi otonomi secara meluas kepada Daerah Kabupaten maupun Kota dalam mengekspresikan kembali potensi pembangunan yang dimiliki. Sistem sentralistis yang melahirkan pola kesamaan pada berbagai bidang pembangunan yang terjadi selama ini, telah banyak menghambat laju pembangunan pada daerah sehingga menyebabkan daerah mengalami hambatan dalam mengembangkan inovasi dan kreativitas dalam pembangunan.
Pemberlakuan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah telah menitik beratkan pelaksanaan otonomi daerah pada Kabupaten/Kota. Hal ini menyebabkan daerah untuk mandiri dalam mengurus rumah tangganya sendiri dengan lebih banyak menyerap aspirasi masyarakat dalam menerapkan kebijakanya.
2
memberikan pelayanan kepada masyarakat. Pemerintah daerah sebagai organisasi yang diperlukan untuk memenuhi kebutuhan serta kepentingan masyarakat senantiasa meningkatkan kinerjanya sesuai dengan perkembangan dan tuntutan masyarakat.
Salah satu fungsi pemerintah yang utama adalah menyelenggarakan pelayanan umum sebagai wujud dari tugas umum pemerintahan untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat. Birokrasi merupakan instrumen pemerintah untuk mewujudkan pelayanan publik yang efisien, efektif, berkeadilan, transparan dan akuntabel. Hal ini berarti bahwa untuk mampu melaksanakan fungsi pemerintah dengan baik maka organisasi birokrasi harus profesional, tanggap, aspiratif terhadap berbagai tuntutan masyarakat yang dilayani.
Seiring dengan hal tersebut pembinaan aparatur negara dilakukan secara terus-menerus agar dapat menjadi alat yang efisien dan efektif, bersih dan berwibawa sehingga mampu menjalankan tugas-tugas umum pemerintah maupun untuk menggerakkan pembangunan secara lancar dengan dilandasi semangat dan sikap pengabdian terhadap masyarakat.
birokrasi yang sesuai dengan harapan dari masyarakat. Hal ini yang akan menjadikan negara yang maju dalam hal pelayanan kepada warganya dan melahirkan pada terwujudnya birokrasi yang bersih, akuntabel dan transparan.
Sesuai dengan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah maka Kota Bandar Lampung sebagai daerah otonomi mempunyai hak dan kewajiban mengatur dan mengurus rumah tangganya sendiri. Untuk dapat mewujudkan penyelenggaraan otonomi daerah yang benar-benar sehat atau untuk mewujudkan kesesuaian antara prinsip dan praktek penyelenggaraan otonomi daerah, maka Pemerintah Kota Bandar Lampung dengan Peraturan Walikota Bandar Lampung Nomor 10 Tahun 2008 Tentang Tugas, Fungsi dan Tata Kerja Dinas Tenaga Kerja Kota Bandar Lampung menetapkan Dinas Tenaga Kerja Kota Bandar Lampung sebagai instansi pemerintah daerah di Kota Bandar Lampung yang menangani masalah ketenagakerjaan melalui pelayanan yang dilakukan oleh birokrasinya.
Berdasarkan Peraturan Walikota Bandar Lampung Nomor 10 Tahun 2008 Tentang Tugas, Fungsi dan Tata Kerja Dinas Tenaga Kerja Kota Bandar Lampung, mempunyai fungsi :
1. Perumusan kebijakan teknis dibidang ketenagakerjaan
2. Penyelenggaraan urusan pemerintahan dan pelayanan umum sesuai dengan lingkup tugasnya
3. Pembinaan dan pelaksanaan tugas sesuai dengan lingkup tugasnya, dan
4
Adapun pelayanan yang diberikan oleh Dinas Tenaga Kerja Kota Bandar Lampung adalah:
1. Pembuatan kartu angkatan kerja (AK/I) sebagai kartu tanda pencari kerja
2. Pembuatan kartu angkatan kerja (AK/II) sebagai kartu induk pencari kerja
3. Pembuatan kartu angkatan kerja (AK/IV) sebagai kartu panggilan pencari kerja
4. Pembuatan kartu angkatan kerja (AK/V) sebagai surat pengantar untuk mengisi lowongan suatu pekerjaan.
Pembuatan kartu pencari kerja (AK/I) adalah sebagai tanda pendaftaran, kartu identitas, dapat juga digunakan sebagai lampiran permohonan (berlaku untuk melamar pekerjaan). Khususnya untuk melamar menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil. Kartu pencari kerja (AK/I) merupakan salah satu syarat utama untuk mengikuti seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil dan juga untuk pendaftaran lowongan kerja di beberapa perusahaan swasta.
Tabel. 1. Pencari kerja yang membuat kartu pencari kerja (AK/I) berdasarkan tingkat pendidikan pada tahun 2008/2009.
NO Tingkat Pendidikan
Tahun 2008 Tahun 2009 LK Prm Jml LK Prm Jml
1 SD 57 22 79 8 2 10
2 SLTP 128 35 163 72 16 88
3 SLTA 3.009 2.093 5.102 2.480 1.056 3.536 4 DI, DII, DIII 396 727 1.123 146 259 405 5 SARJANA
(S1+)
1.078 1.338 2.416 464 547 1.011
JUMLAH 4.668 4.215 8.883 3.170 1.880 5.050 Sumber; Dinas Tenaga Kerja Kota Bandar Lampung, Tahun 2009
Melihat dari tabel pencari kerja di atas, banyaknya pencari kerja yang membuat kartu pencari kerja (AK/I) dari tingkat pendidikan SD sampai dengan Sarjana (S1+), menuntut Dinas Tenaga Kerja untuk bekerja lebih profesional dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Baik buruknya pelayanan yang diberikan oleh Dinas Tenaga Kerja Kota Bandar Lampung sangat berpengaruh terhadap hasil yang ingin dicapai. Jika pelayanan yang diberikan tidak baik sebagai pihak yang dilayani maka masyarakat tidak akan merasakan hasil yang memuaskan.
6
informasi mengenai prosedur pelayanan dalam pembuatan kartu pencari kerja (AK/I).
Sebagai organisasi pemerintah yang menangani masalah ketenagakerjaan, sudah selayaknya Dinas Tenaga Kerja Kota Bandar Lampung senantiasa mengupayakan untuk mengoptimalkan kinerjanya dalam pelayanan pembuatan kartu pencari kerja (AK/I) untuk memenuhi kebutuhan serta kepentingan masyarakat. Keberhasilan pemerintah ditandai dengan keberhasilan para penyelenggara negara, termasuk didalamnya adalah aparatur pemerintah dalam pelaksanaan tanggung jawab pemerintah yang esensinya adalah penyelenggara fungsi pelayanan. Berdasarkan uraian di atas penulis tertarik untuk mengetahui “Kinerja Dinas Tenaga Kerja Dalam
Pelayanan Pembuatan Kartu Pencari Kerja (AK/I) pada Dinas Tenaga Kerja Kota Bandar Lampung”.
B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas, maka penulis merumuskan permasalahan
“Bagaimana Kinerja Dinas Tenaga Kerja Dalam Pelayanan Pembuatan Kartu
Pencari Kerja (AK/I) pada Dinas Tenaga Kerja Kota Bandar Lampung?”.
C. Tujuan Penelitian
D. Kegunaan Penelitian
1. Secara teoritis, penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi pemikiran dalam mengembangkan ilmu pengetahuan, serta menambah khasanah Ilmu Pemerintahan khususnya yang berkaitan dengan kinerja aparatur pemerintah dalam memberikan pelayanan publik.
73
VI. KESIMPULAN DAN SARAN
A. Kesimpulan
Berdasarkan uraian-uraian yang telah dikemukakan pada pembahasan maka dapat diambil kesimpulan mengenai kinerja Dinas Tenaga Kerja dalam pelayanan pembuatan kartu pencari kerja (AK/I) adalah sebagai berikut :
1. Kinerja Dinas Tenaga Kerja Kota Bandar Lampung dalam pelayanan pembuatan kartu pencari kerja (AK/I) dari segi Masukan (Input) sumber dana pelayanan pembuatan kartu pencari kerja (AK/I) mencakup di bidang Penempatan dan Perluasan Kerja. Jumlah petugas dalam pelayanan pembuatan kartu pencari kerja (AK/I) masih kurang memadai, meskipun latar belakang pendidikan petugas dalam pelayanan pembuatan kartu pencari kerja sudah cukup baik. Serta kurangnya fasilitas yang dimiliki Dinas Tenaga Kerja Kota Bandar Lampung dalam pelayanan pembuatan kartu pencari kerja (AK/I).
yang dilakukan petugas sesuai dengan fungsi. Tingkat akurasi petugas dalam pelayanan pembuatan kartu pencari kerja (AK/I) dapat diterima dengan benar, tepat dan sah.
3. Kinerja Dinas Tenaga Kerja dalam pelayanan pembuatan kartu pencari kerja (AK/I) dilihat dari segi Keluaran (Output) untuk mengetahui kartu pencari kerja (AK/I) yang dikeluarkan oleh Dinas Tenaga Kerja Kota Bandar Lampung dengan melihat jumlah pencari kerja yang membuat kartu pencari kerja (AK/I) di Dinas Tenaga Kerja Kota Bandar Lampung.
4. Kinerja Dinas Tenaga Kerja dalam pelayanan pembuatan kartu pencari kerja (AK/I) dilihat dari segi Hasil (Outcomes) dapat berfungsi sebagai kartu yang berlaku untuk melamar pekerjaan.
5. Kinerja Dinas Tenaga Kerja dalam pelayanan pembuatan kartu pencari kerja (AK/I) dilihat dari segi Manfaat (Benefit) dapat memberikan manfaat untuk memberikan kepastian bahwa pencari kerja tidak terikat pekerjaan apa pun.
75
B. Saran
1. Sumber dana dalam pelayanan pembuatan kartu pencari kerja disesuaikan dengan kebutuhan dalam pelaksanaan pelayanan pembuatan kartu pencari kerja (AK/I). Perlunya penambahan jumlah petugas dalam pelayanan pembuatan kartu pencari kerja (AK/I), jumlah petugas disesuaikan dengan tahap pelayanan yang dilakukan dalam pembuatan kartu pencari kerja (AK/I) supaya pelayanan dapat berjalan dengan tertib dan teratur. Kualitas petugas juga perlu ditingkatkan dalam mewujudkan kinerja pelayanan yang profesioanal, seperti mengikuti pelatihan atau diklat yang dapat menunjang kemampuan petugas. Kemampuan dan keterampilan petugas yang sesuai dengan tugasnya akan lebih mempercepat, memperlancar, dan meningkatkan mutu pelayanan. Perlunya penambahan fasilitas dalam pelayanan pembuatan kartu pencari kerja (AK/I). Mengingat fasilitas juga merupakan faktor pendukung dalam memberikan pelayanan yang berkualitas, seperti penyediaan teknologi, peralatan kerja dan pendukung lainnya yang dapat mempermudah dalam proses pelayanan.
2. Menjamin kecepatan terhadap penggunaan waktu pelayanan sebaiknya petugas membuat standar waktu pelayanan supaya pencari kerja dapat mengetahui dengan jelas proses pelayanan pembuatan kartu pencari kerja (AK/I). Seperti membuat standar pelayanan minimal yang ditentukan oleh unit penyelenggara pelayanan.
pemberi layanan dapat lebih meningkatkan optimalisasi pelayanan dengan ketersediaan sumber daya manusia, dan penambahan kuantitas dalam pelayanan.
4. Kartu pencari kerja (AK/I) yang berfungsi untuk melamar pekerjaan agar dapat digunakan sebagaimana mestinya.
5. Manfaat kartu pencari kerja (AK/I) diharapkan dapat menambah rasa kepercayaan dari pihak pengguna jasa tenaga kerja untuk merekrut pencari kerja yang terdaftar di Dinas Tenaga Kerja Kota Bandar Lampung.
77