• Tidak ada hasil yang ditemukan

EFEK MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH (PROBLEM BASED LEARNING) DAN KREATIVITAS TERHADAP KETERAMPILAN PEMECAHAN MASALAH SISWA DI SMA.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "EFEK MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH (PROBLEM BASED LEARNING) DAN KREATIVITAS TERHADAP KETERAMPILAN PEMECAHAN MASALAH SISWA DI SMA."

Copied!
27
0
0

Teks penuh

(1)

EFEK MODEL PEMBELAJARAN BERB AS IS MASAL AH (PROBLEM BASED LEARNING) DAN KREATIVITAS TERHADAP KETERAMPILAN

PEMECAHAN MASLAH SISWA DI SMA

TESIS

Diajukan Untuk Memenuhi Persyaratan Dalam Memperoleh Gelar Magister Pendidikan Pada Program Studi Pendidikan Fisika

Oleh :

YOSUA NADEAK

NIM. 8146176025

PROGRAM PASCASARJANA

UNIVERSITAS NEGERI MEDAN

(2)
(3)
(4)
(5)

i ABSTRAK

Yosua Nadeak (NIM.8146176025). Efek Model Pembelajaran Berbasis Masalah (Problem Based Learning) dan kreativitas Terhadap Keterampilan Pemecahan Masalah. Tesis. Medan: Program Pascasarjana Universitas Negeri Medan, 2016.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada perbedaan hasil keterampilan pemecahan masalah siswa dengan penerapan model pembelajaran Problem Based lerning dan pembelajaran konvensional, dan mengetahui apakah ada perbedaan Keterampilan pemecahan masalah siswa yang memiliki kterativitas yang tinggi dengan siswa yang memiliki kreativitas yang rendah ,serta untuk mengetahui apakah ada interaksi antara model pembelajaran Problem Based Learning dan tingkat kreativitas dalam meningkatkan keterampilan pemecahan masalah siswa. Penelitian ini merupakan penelitian quasi eksperimen dengan desain two group pretest posttest design. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X SMA Negeri 3 Binjai tahun ajaran 2015/2016. Pemilihan sampel diambil secara cluster random class.Sampel dibagi dalam dua kelas, kelas eksperimen yang diajarkan dengan model pembelajaran Problem Based learning dan kelas kontrol diajarkan dengan pembelajaran konvensional. Instrumen yang digunakan terdiri dari tes keterampilan pemecahan masalah dan tes berpikir kreatif. Data dalam penelitian ini dianalisis dengan anava dua jalur. Dari hasil dapat disimpulkan bahwa keterampilan pemecahan masalah fisika siswa yang diajarkan dengan model Problem Based Learning lebih tinggi daripada keterampilan pemecahan masalah pembelajaran konvensional. Keterampilan pemecahan masalah siswa yang memiliki kreatifitas tinggi lebih baik daripada keterampilan pemecahan masalah yang memilik kreatifitas rendah. Model Problem Based Learning dan keterampilan berpikir kreatif berinteraksi dalam mempengaruhi keterampilan pemecahan masalah siswa.

(6)

i ABSTRACT

Yosua Nadeak. The Effect Of the Problem Based Leaarning and Creativity on The Problem Solving Skills of The Senior High School. A Thesis. Medan : Post Graduate Program State University of Medan, 2016.

This study aimed to out difference of student’s problem solving skill amoung problem based learning and the convensional and find out the difference of student science who has high creativity with student who has low creativity and to find out the interaction among the problem based learning and creativity level in

creasing student’s problem solving skill. This study used a quasi experiment with two group pre test and post test desain the population of this study was the

student’s of X grade senior high school in 2015/2016. The sample of this study

diuvided into 2 classes, experiment class by using the problem based learning and control class by using convention. The instument of this study were the problem solving skill test and creativity test. The data of this study was analysed among two ways. From the result can be conclude that problem solving skills student of physics that thought with Problem Based Learning Model higher than Problem Solving Skilld conventional. Problem Solving Skills student that has creativity higher than Problem Solving Skills student that has low creativity. Problem Based Learning Model and creativity interacted to approach Problem Solving Skills student.

(7)

ii

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur penulis ucapkankan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas

segala rahmat dan hidayah-Nya yang memberikan kekuatan kepada penulis

sehingga tesis ini dapat diselesaikan dengan baik sesuai dengan waktu yang

direncanakan.

Tesis berjudul “Efek Model Pembelajaran Berbasis Masalah ( Problem

Based Learning ) Dan Kreativitas Terhadap Keterampilan Pemecahan Masalah Di

SMA” disusun untuk memperoleh gelar Magister Pendidikan Fisika Program

Pascasarjana Universitas Negeri Medan.

Pada kesempatan ini, penulis menyampaikan terimakasih kepada : Ibu

dosen pembimbing I, Dr. Betty M Turnip, M.Pd. Ibu yang mengajarkan saya arti

kerjasama dan tolong-menolong layaknya sebuah keluarga. Ibu dosen

pembimbing II, Dr. Sondang R Manurung. Ibu yang mengajarkan saya arti sebuah

kerja keras. Terima kasih telah banyak memberikan bimbingan berupa hikmat dan

didikan serta motivasi kepada penulis sejak awal rencana penelitian sampai

dengan selesainya penulisan tesis ini.

Ucapan terimakasih juga penulis sampaikan kepada narasumber bapak

Prof. Dr. Sahyar, M.S, M.M, Bapak yang mengajarkan saya bahwa setiap masalah

ada solusinya. Bapak Prof. Mara Bangun Harahap, M.S. Bapak yang mengajarkan

saya karya dari sebuah penelitian dan bapak Prof. Dr. Nurdin Bukit, M.Si. Bapak

yang mengajarkan saya bahwa setiap usaha yang tulus akan berbuah manis.

Terima kasih telah memberikan saran selama penulisan tesis ini. Serta bapak Dr.

Nurdin Siregar, M.Si, ibu Prof. Retno Dwi Suyanti, M.Si selaku validator

instrumen penelitian. Ucapan terima kasih juga penulis sampaikan kepada seluruh

Bapak dan Ibu Dosen serta Staf Pegawai Jurusan Pendidikan Fisika Program

Pascasarjana Universitas Negeri Medan yang sudah membantu penulis.

Penghargaan juga disampaikan kepada Kepala SMA Negeri 3 Binjai Bapak Drs.

Zulkifli, M.Pd dan guru fisika SMA Negeri 3 Binjai Bapak Taufik, S.Pd yang

(8)

iii

Teristimewa penulis ucapkan terimakasih kepada Ayahanda A. Nadeak,

Ibunda tercinta L. Br. Manullang dan keluarga tercinta yaitu Hotnida Br. Nadeak,

Naomi Br.Nadeak, Eben Nadeak, Michael Nadeak yang tidak henti mengukir do’a

dan terus memotivasi penulis dalam menyelesaikan studi di Universitas Negeri

Medan. Kepada rekan-rekan seperjuangan Mahasiswa Fisika Dik B 2014 Program

Pascasarjana Universitas Negeri Medan, terima kasih atas saran-saran dan

masukannya. Terkhusus untuk sahabat penulis yaitu Tetty, Lylis, Sartika, Rizky

Noveri, Unita, Ayu, Palma, Ladestam, abangda Narso, abangda Kyky, kak Naomi,

Risdo, Ismadi, Rika, Dara. kalian semua luar biasa, Terima kasih.

Penulis menyadari masih banyak kelemahan, untuk itu penulis

mengharapkan saran dan kritik konstruktif dari pembaca demi sempurnanya tesis

ini. Kiranya isi tesis ini bermanfaat bagi pembaca dan dunia pendidikan.

Medan, 2016 Penulis

(9)

v

DAFTAR GAMBAR

Halaman

Gambar 3.1. Skema Prosedur Penelitian ... 68

Gambar 4.1. Nilai Rata-rata uji Lks ... 88

Gambar 4.2. Histogram Postes Kontrol... 91

Gambar 4.3. Histogram Postes Eksperimen ... 91

(10)

viii

DAFTAR TABEL

Halaman

Lampiran 1. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Pertemuan I ... 113

Lampiran 2. Bahan Ajar I ... 122

Lampiran 3. Lembar Kerja Siswa I ... 127

Lampiran 4. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Pertemuan II ... 129

Lampiran 5. Bahan Ajar II ... 138

Lampiran 6. Lembar Kerja Siswa II... 141

Lampiran 7. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Pertemuan III ... 143

Lampiran 8. Bahan Ajar III ... 153

Lampiran 9. Lembar Kerja Siswa III ... 154

Lampiran 10. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Pertemuan IV ... 156

Lampiran 11. Bahan Ajar IV ... 165

Lampiran 12 Lembar Kerja Siswa IV ... 168

Lampiran 13 Instrumen Kemampuan Pemecahan Masalah ... 171

Lampiran 14. Tes Kreativitas ... 173

Lampiran 15 Pedoman Pensekoran KPM ... 175

Lampiran 16 Validasi KPM ... 178

Lampiran 17 Validasi Kreativitas ... 182

Lampiran 18 Observasi Aktivitas KPM Tiap Pertemuan ... 185

Lampiran 20 Nilai Postses ... 189

Lampiran 20 Nilai Postses ... 191

Lampiran 21 Nilai Kreativitas ... 193

Lampiran 22 Validitas Dan Reliabelitas ... 194

(11)

ix

DAFTAR LAMPIRAN

Halaman

Lampiran 1. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Pertemuan I ... 113

Lampiran 2. Bahan Ajar I ... 122

Lampiran 3. Lembar Kerja Siswa I ... 127

Lampiran 4. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Pertemuan II ... 129

Lampiran 5. Bahan Ajar II ... 138

Lampiran 6. Lembar Kerja Siswa II... 141

Lampiran 7. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Pertemuan III ... 143

Lampiran 8. Bahan Ajar III ... 153

Lampiran 9. Lembar Kerja Siswa III ... 154

Lampiran 10. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Pertemuan IV ... 156

Lampiran 11. Bahan Ajar IV ... 165

Lampiran 12 Lembar Kerja Siswa IV ... 169

Lampiran 13 Instrumen Kemampuan Pemecahan Masalah ... 171

Lampiran 14. Tes Kreativitas ... 173

Lampiran 15 Pedoman Pensekoran KPM ... 176

Lampiran 16 Validasi KPM ... 179

Lampiran 17 Validasi Kreativitas ... 181

Lampiran 18 Observasi Aktivitas KPM Tiap Pertemuan ... 185

Lampiran 20 Nilai Postses ... 189

Lampiran 20 Nilai Postses ... 191

Lampiran 21 Nilai Kreativitas ... 193

Lampiran 22 Validitas Dan Reliabelitas ... 194

(12)

1

BAB I

PENDAHULUAN

1.1.Latar Belakang Masalah

Peradaban manusia akan sangat diwarnai oleh tingkat penguasaan dan

penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi. Sistem pendidikan nasional

menghadapi tantangan yang sangat komplek dalam menyiapkan kualitas sumber

daya manusia yang mampu bersaing di era globalisasi saat ini. Pembentukan

sumber daya manusia yang berinisiatif, berfikir kritis, kreatif dan kompetitif serta

cakap dalam memecahkan masalah sangat dibutuhkan dalam mewujudkan

cita-cita bangsa.

Sumber daya manusia yang bermutu merupakan faktor penting dalam

pembangunan di era globalisasi saat ini. Pengalaman di banyak negara

menunjukkan, sumber daya manusia yang bermutu lebih penting dari pada sumber

daya alam yang melimpah. Akan tetapi, beberapa dekade terakhir ini, daya saing

bangsa Indonesia di tengah bangsa-bangsa lain cenderung kurang

menggembirakan. Salah satunya, tercermin dalam perbandingan Indeks

Pembangunan Manusia (IPM). Badan Program Pembangunan PBB (UNDP)

kembali merilis Indeks Pembangunan Manusia (IPM) terbaru untuk tahun 2013.

Dalam laporan mereka, Indonesia berada di peringkat 108 dari 187 negara yang

dinilai. Sumber daya manusia yang bermutu hanya dapat diwujudkan dengan

(13)

2

merupakan hal yang tidak dapat ditawar lagi dalam rangka meningkatkan mutu

sumber daya manusia bangsa Indonesia.

Sumber daya manusia yang berkualitas sudah pasti didukung oleh

pendidikan yang berkualitas juga. Dampak pada masalah sistem pendidikan dapat

dilihat dari prestasi siswa pada Trend of International on mathematics and science

study (TIMSS), tampak jelas bahwa kemampuan siswa secara rata-rata masih

dibawah standar internasional dengan nilai rata-rata 500. Pada ruang lingkup Asia

Tenggara, Indonesia masih jauh tertinggal dari Singapura, Malaysia, dan Brunei

Darussalam. Untuk sains/IPA kelas VIII, Indonesia menempati posisi 5 besar dari

bawah (bersama Macedonia, Lebanon, Moroko, Ghana). Peringkat Indonesia

berada 39/42 dengan nilai 406 tahun 2011, tetapi yang sangat mengejutkan adalah

bukan dengan kemampuan siswa untuk menyelesaikan fisika secara matematis

namun karena rendahnya kemauan siswa dalam pemecahan masalah fisika dan

pemaham konsep. Tantangan inilah menjadi tugas bersama khususnya tugas guru

sebagai pendidik dan pengajar (Efendi, 2010:72)

Misi pendidikan yang seutuhnya menjadi tanggung jawab profesional

setiap guru harus dapat berupaya meningkatkan kualitas sekaligus mencerdaskan

kehidupan bangsa. Guru dalam hal ini berperan dalam kegiatan proses

pembelajaran sebagai kegiatan dalam mencapai tujuan pendidikan. Keberhasilan

tujuan pendidikan bergantung pada bagaimana proses belajar yang dialami oleh

siswa sebagai peseta didik dan guru sebagai tenaga pendidik yang tidak hanya

(14)

3

materi itu disampaikan dan bagaimana pula karakteristik siswa yang menerima

materi pelajaran tersebut.

Guru memegang peranan penting dalam rangka meningkatkan kualitas

pembelajaran dalam hal merancang berbagai peristiwa pembelajaran. Guru

diharapkan dapat mengembangkan berbagai alternatif pendekatan dalam

pengelolaan proses belajar mengajar untuk menghasilkan suatu proses belajar

mengajar yang inovatif. Adapun prinsip pengembangan tersebut, yaitu berpusat

pada potensi, perkembangan, kebutuhan, dan kepentingan peserta didik dan

lingkungannya pada masa kini dan yang akan datang (Permendikbud nomor 61

tahun 2014 tentang KTSP pada Pendidikan Dasar dan Menengah)

Dengan demikian proses pembelajaran akan lebih interaktif,

menyenangkan dan memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif dalam

mencari tahu dan menyelesaikan masalah secara bekerjasama dan berkolaborasi.

Sehingga dapat menghasilkan insan Indonesia yang produktif, kreatif, inovatif,

afektif melalui penguatan sikap, keterampilan, dan pengetahuan yang terintegrasi

(Permendikbud nomor 59 tahun 2014 Tentang Kurikulun 2013 Sekolah

Menengah Atas/Madrasah Aliyah: 897). Hal ini merupakan salah satu upaya

perubahan yang dilakukan oleh pemerintah dengan menyesuaikan tujuan

pendidikan nasional agar insan Indonesia dapat bersaing dan cakap dalam

memecahkan masalah dalam rangka memasuki abad ke 21 yang sarat akan

persaingan global dan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta

(15)

4

Dari hasil observasi yang peneliti lakukan di SMA Negeri 3 Binjai, dengan

menggunakan angket yang terdiri dari 12 pertanyaan, diberikan kepada 40 orang

siswa kelas X-3. Didapatkan data sebagai berikut : 3 orang menyatakan menyukai

mata pelajaran fisika di bandingkan pelajaran lainnya. 11 orang menyatakan

kurang menyukai pelajaran fisika di bandingkan pelajaran lainnya. Ketika ditanya

kegiatan belajar fisika di kalas, 38 orang siswa menyatakan kegiatan belajar

disekolah hanya mencatat dan mengerjakan soal, 1orang siswa mmenyatakan

Tanya jawab dan diskusi, 1orang siswa menyatakan eksperimen. Ketika di Tanya

kegiatan belajar fisika di kelas. 11 orang siswa mengatakan menarik dan

menyenangkan, 18 orang siswa menyatakan biasa-biasa saja, 11 orang siswa

menjawab sulit di pahami dan membosankan. Ketika ditanya cara belajar yang

diinginkan, 19 orang menyatakan banyak praktikum dan demonstrasi, 14 orang

belajar dan bermain, 7 orang mengerjakan soal.

Dari observasi diatas peneliti berpendapat kemungkinan pembelajaran

akan berhasil. jika guru sebagai pengajar mampu menerapkan model

pembelajaran yang sesuai dengan menggunakan strategi dan metode pembelajaran

yang bervariasi sehingga kegiatan belajar mengajar menjadi lebih menarik dan

tidak membosankan.

Melalui landasan filosofis psikologi kognitif, model pembelajaran berbasis

masalah dipromosikan menjadi salah satu alternatif model pembelajaran yang

baru. Model pembelajaran berbasis masalah merupakan model pembelajaran yang

(16)

5

fokus pembelajaran ada pada masalah yang dipilih sehingga siswa tidak saja

mempelajari konsep-konsep yang berhubungan dengan masalah tetapi juga

metode ilmiah untuk memecahkan masalah tersebut. Oleh sebab itu, siswa tidak

saja harus memahami konsep yang relevan dengan masalah yang menjadi pusat

perhatian tetapi juga memperoleh pengalaman belajar yang berhubungan dengan

keterampilan menerapkan metode ilmiah dalam pemecahan masalah dan

meningkatkan kognitif siswa.

Pembelajaran berbasis masalah (PBL) tidak dirancang untuk membantu

guru menyampaikan informasi dalam jumlah yang besar seperti pada

pembelajaran langsung dan ceramah. PBL dirancang terutama untuk membantu

siswa mengembangkan keterampilan berpikir, keterampilan menyelesaikan

masalah dan keterampilan intelektualnya; mempelajari peran-peran orang dewasa

dengan mengalaminya melalui berbagai situasi riil atau situasi yang

disimulasikan; dan menjadi pembelajar yang mandiri dan otonom (Arends,

2008:43).

Pembelajaran berbasis masalah dirancang untuk siswa belajar menjadi

pembelajar yang mandiri, saling bekerja sama untuk memecahkan masalah, dan

belajar untuk mencari tahu, bukan diberi tahu. Peran guru dalam pembelajaran

berbasis masalah ialah sebagai desainer pembelajaran, fasilitator dan mediator

pembelajaran.

Pemecahan masalah diartikan sebagai suatu proses pendekatan yang

(17)

6

dan penganalisaan data dan informasi, pemilihan alternatif serta perancangan

tindakan yang bertujuan untuk menemukan solusi. Memecahkan masalah

merupakan pemanfaatan dari proses berpikir. Kemampuan seseorang

memecahkan suatu masalah ditentukan oleh pemahamannya terhadap masalah itu.

Pentingnya pemahaman konsep dalam proses pembelajaran sangat mempengaruhi

sikap, keputusan dan cara-cara memecahkan masalah (Trianto, 2007:65).

Pemecahan masalah merupakan salah satu jenis proses berpikir konseptual

tingkat tinggi karena siswa harus mempunyai keterampilan menggabungkan

aturan-aturan untuk mencapai suatu pemecahan. Hal senada diungkapkan Eric

(2003:20) bahwa pemecahan masalah adalah proses berpikir tingkat tinggi yang

meliputi proses analisis, sintetis dan evaluasi. Metode yang terkenal dan sering

digunakan dalam mengembangkan keterampilan pemecahan masalah melibatkan

tahapan dan langkah-langkah pemecahan masalah.

Di dalam pembelajaran di kelas tidak hanya dipengaruhi model

pembelajaran saja, namun tingkat kreativitas juga diduga mempengaruhi hasil

belajar siswa (Vahlia dkk, 2013:2). Hal ini disebabkan karena kreativitas itu

diperlukan untuk menghadapi perubahan-perubahan yang tidak dapat dihindari

dalam kehidupan.

Siswa tidak dapat menghubungkan antara pengetahuan yang telah dimiliki

dengan masalah yang disajikan sehingga proses pembelajaran yang terjadi kurang

mengajak siswa untuk berpikir. Pada umumnya mereka tidak menyadari bahwa

(18)

7

masalah fisika, akan tetapi pengetahuan itu tersimpan sebagai pengetahuan yang

terpisah sehingga siswa tidak melihat hubungan dengan konteks masalah yang

ditanyakan.

Menurut Abu Hamid (Vahlia dkk, 2013:2) berpendapat, “Dalam kegiatan

belajar anak golongan kreatif lebih mampu menemukan masalah dan mampu

memecahkan masalah”. Secara universal anak mempunyai tingkat kreativitas yang

berbeda-beda, ada yang sudah mempunyai tingkat kreativitas yang tinggi namun

ada juga yang masih rendah. Kreativitas siswa mempunyai pengaruh yang cukup

besar dalam mengoptimalkan proses berpikir siswa.

Melaui pemaparan di atas dan didasari pada kenyataan bahwa model

pembelajaran problem based learning dan kemampuan berpikir kreatif dapat

membawa siswa untuk meningkatkan keterampilan pemecahan masalah siswa

Efek Model Pembelajaran Berbasis Masalah (Problem Based Learning) dan

kreativitas Terhadap Keterampilan Pemecahan Masalah Siswa di SMA”.

1.2.Identifikasi Masalah

Sebagaimana yang telah dijelaskan pada latar belakang masalah di atas.

Maka, yang menjadi identifikasi masalah pada penelitian ini adalah:

1. Siswa kurang aktif dalam proses pembelajaran

2. Guru kurang memahami penerapan model pembelajaran sehingga

(19)

8

3. Kurangnya keterampilan siswa dalam memahami persoalan yang

diberikan dan menghubungkannya dengan konsep fisika serta

penerapannya dalam kehidupan sehari-hari.

4. Hasil belajar siswa masih rendah.

5. Siswa beranggapan bahwa pelajaran fisika sulit dan membosankan.

6. Adanya perbedaan kreativitas siswa

1.3.Batasan Masalah

Adapun yang menjadi batasan masalah dalam penelitian ini adalah:

1. Model pembelajaran yang digunakan selama kegiatan belajar

mengajar adalah model pembelajaran berbasis masalah dan

konvesional

2. Subjek penelitian adalah siswa siswi SMA Negeri 3 Binjai semester

genap kelas X T.P 2016/2017.

3. Materi yang diajarkan sebagai bahan penelitian yaitu Suhu dan kalor.

1.4.Rumusan Masalah

Berdasarkan uraian yang dikemukakan dalam latar belakang masalah

maka masalah utama penelitian ini adalah “pengaruh model Problem based

learning dan kreativitas siswa terhadap kognitif siswa ?” rumusan masalah ini

(20)

9

1. Apakah keterampilan pemecahan Masalah siswa yang dibelajarkan

dengan model Problem Based Learning lebih tinggi dari model

pembelajaran konvensional?

2. Apakah keterampilan pemecahan masalah pada kelompok siswa

kreativitas tinggi lebih tinggi dari kelompok siswa kreativitas rendah?

3. Apakah terdapat interaksi antar model Problem Based Learning dan

pembelajaran konvensional dengan kreativitas terhadap keterampilan

pemecahan masalah siswa

1.5.Tujuan Penelitian

Adapun tuju penelitian ini adalah untuk melihat efek model problem based

learning dan kreativitas terhadap kognitif siswa. yang akan dicapai dalam

penelitian ini adalah:

1. Untuk mengetahui keterampilan pemecahan Masalah siswa yang

dibelajarkan dengan model Problem Based Learning lebih tinggi dari

model pembelajaran konvensional

2. Untuk mengetahui keterampilan pemecahan masalah pada kelompok

siswa kreativitas tinggi lebih tinggi dari kelompok siswa kreativitas

rendah?

3. Untuk menganalisis interaksi antara model Problem Based Learning

dan pembelajaran konvensional dengan keterampilan berpikir kreatif

(21)

10

1.6.Manfaat Penelitian

Adapun manfaat yang dapat diambil dari penelitian ini adalah :

1. Bagi peneliti, untuk menambah pengetahuan dan wawasan agar peneliti

lebih terampil dalam menggunakan model pembelajaran Problem based

learning dan sebagai bekal mengajar di masa yang akan datang.

2. Bagi siswa, dapat membangun pengalamannya sendiri melalui kegiatan

penyelidikan atau proses ilmiah.

3. Bagi guru, dapat dijadikan alternatif pembelajaran sehinga diharapkan

dapat meningkatkan kualitas pembelajaran fisika.

4. Bagi sekolah, sebagai kontribusi dalam meningkatkan kinerja guru

fisika yang ada disekolah tersebut.

1.7.Definisi Operasional

Untuk memperjelas istilah yang digunakan dalam penelitian ini maka

dibuat definisi operasional sebagai berikut:

1. Model pembelajaran berbasis masalah merupakan model pembelajaran

yang berorientasi pada kerangka kerja teoritik konstruktivisme. Dalam

model Problem based learning, fokus pembelajaran ada pada masalah

yang dipilih sehingga siswa tidak saja mempelajari konsep-konsep

yang berhubungan dengan masalah tetapi juga metode ilmiah untuk

(22)

11

2. Pembelajaran konvensional merupakan pembelajaran yang biasa

dilakukan oleh pendidik di sekolah. Dalam pembelajaran konvensional

ditandai dengan ceramah yang diiringi dengan penjelasan, tanya jawab

serta pembagian tugas yang dilakukan secara berkelompok.

3. Kreativitas yang dimaksud dalam penelitian ini adalah kreativitas yang

dikemukakan oleh Taylor (1968) dalam Munandar (2012:168) bahwa

kreativitas adalah kemampuan untuk melihat atau memikirkan hal-hal

yang luar biasa, yang tidak lazim, memadukan informasi yang

tampaknya tidak berhubungan dan mencetuskan solusi-solusi baru atau

gagasan-gagasan baru yang menunjukkan kelancaran (fluency),

(23)

109

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

5.1. Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian yang telah di uraikan pada bab sebelumnya,

maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut:

1. Keterampilan pemecahan masalah fisika siswa menggunakan pembelajaran

problem based learning lebih tinggi dibandingkan dengan keterampilan

pemecahan masalah siswa menggunakan model pembelajaran konvensional.

2. Keterampilan pemecahan masalah fisika siswa pada kelompok kreativitas

tinggi lebih tinggi dibandingkan kemampuan Kemampuan pemecahan

masalah fisika siswa pada kelompok kreativitas rendah.

3. Terdapat interaksi antara model pembelajaran problem based learning dan

kreativitas dalam mempengaruhi keterampilan pemecahan masalah. Pada

model pembelajaran Problem based learning keterampilan pemecahan

masalah siswa kreativitas tinggi jauh lebih baik dibandingkan keterampilan

pemecahan masalah siswa kreatif tinggi yang diajarkan model pembelajaran

Konvensional, sedangkan pada model Pembelajaran Problem Based

Learning Keterampilan pemecahan masalah siswa kreatifitas rendah sama

dengan Keterampilan pemecahan masalah siswa kretif rendah yang diajarkan

(24)

110

5.2. Saran

1. Siswa harus dibimbing dengan memberikan latihan yang cukup untuk

meningkatkan kemampuan keterampilan pemecahan masalah fisika siswa.

2. Peneliti selanjutnya menggunakan jangka waktu yang lebih lama karena

waktu yang tersedia dalam pelaksanaan pembelajaran baik dibelajarkan

dengan menggunakan model pembelajaran problem based learning dan

dibelajarkan masih sangat kurang, sebab disesuaikan dengan jadwal sekolah

yang bersangkutan.

3. Pendidik hendaknya memilih model pembelajaran yang sesuai, dengan tujuan

pembelajaran.

4. Pendidik dalam mengajar dengan menggunakan model pembelajaran problem

based learning lebih baik diterapkan pada siswa yang memiliki kreativitas

tinggi karena dapat meningkatkan keterampilan pemecahan masalah siswa.

5. Untuk peneliti selanjutnya dapat mengalokasi waktu yang lebih banyak

(25)

111

DAFTAR PUSTAKA

Alberta Teacher’s Association. 2011. The Power Of Creativity. Magazine 91 (2011) 210-211

Anderson, L. W., Krathwohl, D. R., (2010), Kerangka Landasan untuk Pembelajaran, Pengajaran, dan Asesmen Revisi taksonomi Pendidikan Bloom, Yogyakarta, PustakaPelajar.

Arends, R. I., (2008), Learning to Teach Belajar untuk Mengaja (Edisi Ketujuh), Yogyakarta, PustakaPelajar

Arikunto, S. 2013. Prosedur Penelitian. Jakarta: RinekaCipta.

Arikunto, S. 2015. Dasar – Dasar Evaluasi Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara.

Aziz, M. S., Zain, A. M., Samsudin, M. A., (2014), The Effects of Problem-Based Learning on Self-Directed Learning Skills among Physics Undergraduates, International Journal of Academic Research in Progressive Education and Development, vol.3 ISSN: 2226-6348.

Aunurrahman. 2009. Belajar dan Pembelajaran, Alfabeta Bandung: Bandung.

Bangun, Mara. 2013. Strategi Belajar Mengajar. UNIMED: Medan.

Brookhart, S. M. 2010. How To Assess Higher-Order Thinking Skills In Your Classroom. Virginia USA: ASCD Alexandria.

Craft, A. 2005.Creativity in Schools: Tensions and dilemmas. New York: Routledge, Taylor &Fracis Group.

Duckworth, E. 1999 Twenty-four, forty-two, and I love you: Keeping it complex, Dalam K Jervis & C. Montag (eds.), Progressive Education for the 1990s: Transforming Practice, New York, Teachers College Perss.

Eric, (2003), Teaching Problem Solving Secondary School Science, http://www.ericfacility net/ericdigest/ed 309049 html.

Folashade, A., Akinbobola, A, O., (2009), Constructivist Problem Based Learning Technique and the Academic Achievement of Physics Students with Low Ability Level in Nigerian Secondary Schools, Eurasian J. Phys. Chem. Educ, 1(1) vol.3 45-51, 2009, ISSN: 1306-3049.

(26)

112

Kanginan, M. 2006 Fisikauntuk SMA kelas X. Jakarta: Airlangga

Kemdikbud. 2014. Permendikbud RI No. 59 Tahun 2014: Kurikulum 2013 SMA/MA. Jakarta: Kemdikbud.

Kilpatrick, W. 1918. The Project Method: Child-Centeredness in Progressive Education. Teachers College Record 19:319-3345.

Martin, M.O., Mullis I.V.S., dkk. 2012. TIMSS 2011 International Results in Science. Chestnut Hill: TIMSS & PIRLS International Study Center.

Munandar, Utami. 2012. Pengembangan Kreativitas Anak Berbakat. Jakarta: Rineka Cipta.

Qory, D. 2 Mei 2013.Kualitas Pendidikan Indonesia.Kompasiana

Eka,.Rusdi, Muhamad,. Rizal Symsurizal. 2011. Problem Based Learning, Strategi Metakognisi, Dan Keterampilan Berpikir Tingkat Tinggi.

Polya, G., (1985), How To Solve It. 2nd ed., Princeton University Press, ISBN 0-691-08097-6, (online), http://www.math.utah.edu/~pa /math/polya.html.

Sanjaya, W. 2008.StrategiPembelajaranBerorientasiStandar Proses Pendidikan, Jakarta, Prenada Media.

Selcuk, S. G., Caliskan, 2010,A small-scale study comparing the impacts of problem-basedlearning and traditional methods on student satisfaction in theintroductory physics course.Procedia-Social and Behavioral Sciences,vol.4 2 (2010) 809-813.

Slameto. 2010. Belajar & Faktor-Faktor Yang Mempengaruhinya. Jakarta: Rineka Cipta.

Sudjana, N. 2014.Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Tim PISA Indonesia.2011. Survei Internasional PISA. Kemdikbud: Badan Penelitian dan Pengembangan,

Trianto, (2007), Model-model Pembelajaran Inovatif Berorientasi Konstruktivistik, Jakarta, Prestasi Pustaka.

(27)

113

Gambar

Gambar 3.1.  Skema Prosedur Penelitian ...............................................

Referensi

Dokumen terkait

The result of the research indicates that there are seven services provided by International Student Service, such as: Welcoming and Orientation Service, Immigration and

Sementara hasil peneitian yang dilakukan Bappeda Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (1987) terhadap usaha sektor informal menunjukkan bahwa, ternyata sebagian besar usaha

set yang terjadi pada setiap diri individu dapat membuat suatu perbedaan persepsi. Misalnya,

Alhamdulillah, kita memiliki sistem ekonomi Islam yang memiliki prinsip keadilan dan moral yang menyelaraskan kepentingan individu dan masyarakat dalam kegiatan ekonomi, yang

Tahun Pelajaran ……… Bulan Januari s.d Maret 2016 Melaksanakan tugas mengajar dengan beban kerja sebanyak ……… Jam Tatap Muka (JTM) yang terdiri

dari shuhuf, bentuk plural dari kata shahîfah yang berarti ‘surat kabar’), dan al-Kitâb (Buku), sebagai dua media komunikasi dalam proses komunikasi massa yang

PENERAPAN PEMBELAJARAN BERBASIS PROYEK DAN PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH PADA MATA PELAJARAN FISIKA UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN ABAD 21 (4Cs) SISWA SMP Universitas

yang mempengaruhi kepuasan pasien terhadap pelayanan rumah sakit umum kota Padang Sidimpuan yaitu faktor Fasilitas (37,011%), faktor Ketanggapan (18,939%).. Kedua faktor