• Tidak ada hasil yang ditemukan

Penggunaan Teorema Polya Dalam Enumerasi Graf

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Penggunaan Teorema Polya Dalam Enumerasi Graf"

Copied!
193
0
0

Teks penuh

  • Penulis:
    • Wendy Lestyo Purnomo
  • Pengajar:
    • Isnarto, S.Pd, M.Si.
    • Isnaini Rosyida, S.Si, M.Si.
  • Sekolah: Universitas Negeri Semarang
  • Mata Pelajaran: Matematika
  • Topik: Penggunaan Teorema Polya Dalam Enumerasi Graf
  • Tipe: Skripsi
  • Tahun: 2010
  • Kota: Semarang

I. PENDAHULUAN

Bagian ini menjelaskan latar belakang penggunaan Teorema Polya dalam enumerasi graf, yang merupakan bagian penting dalam teori graf dan aljabar abstrak. Penulis menekankan pentingnya pemahaman tentang graf dalam berbagai aplikasi nyata, seperti dalam struktur organisasi dan jaringan. Teorema Polya memberikan alat yang berguna untuk menyelesaikan masalah enumerasi, yang berkaitan dengan menghitung jumlah graf yang tidak isomorfik. Dengan demikian, kajian ini bertujuan untuk memberikan pemahaman yang lebih dalam tentang konsep-konsep dasar dalam teori graf dan aplikasinya dalam pendidikan.

1.1 Latar Belakang

Latar belakang penelitian ini mencakup penjelasan mengenai pentingnya teori graf dalam matematika dan aplikasinya dalam kehidupan sehari-hari. Teori graf digunakan untuk memvisualisasikan struktur dan hubungan antar objek, yang membantu dalam pemecahan masalah kompleks. Penulis menyoroti bahwa Teorema Polya dapat digunakan untuk menyelesaikan masalah enumerasi, yang merupakan tantangan dalam kombinatorika. Dengan memahami teori ini, siswa dapat melihat relevansi matematika dalam konteks yang lebih luas.

1.2 Permasalahan

Permasalahan yang diangkat dalam penelitian ini berfokus pada dua aspek utama: pertama, bagaimana hasil enumerasi graf dengan n simpul menggunakan Teorema Polya, dan kedua, bagaimana perbandingan hasil enumerasi graf dengan menggunakan Teorema Polya dan software lain seperti Maple. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan pemahaman yang lebih baik tentang efektivitas Teorema Polya dalam menyelesaikan masalah enumerasi graf.

1.3 Batasan Masalah

Batasan masalah dalam penelitian ini mencakup penggunaan graf yang terdiri dari dua hingga delapan simpul, serta fokus pada multigraf dengan sisi rangkap. Penelitian ini juga membatasi analisis pada graf yang dibandingkan dengan software Maple dan The Graph Isomorphism Algorithm. Dengan batasan ini, penelitian dapat lebih terfokus dan hasil yang diperoleh lebih relevan untuk tujuan pendidikan.

1.4 Tujuan

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memperoleh hasil enumerasi graf dengan menggunakan Teorema Polya dan membandingkan hasil tersebut dengan metode lain. Penelitian ini bertujuan untuk menunjukkan bagaimana Teorema Polya dapat diterapkan dalam konteks pendidikan matematika, serta memberikan wawasan tentang efektivitas metode ini dalam menyelesaikan masalah kombinatorika.

1.5 Manfaat

Manfaat dari penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi penulis dalam menerapkan teori aljabar ke dalam teori graf. Selain itu, bagi pembaca, penelitian ini dapat memberikan pemahaman baru bahwa aljabar yang sering dianggap abstrak dapat digunakan untuk menyelesaikan masalah nyata dalam enumerasi graf. Hal ini penting dalam pendidikan matematika untuk menunjukkan relevansi teori dengan praktik.

1.6 Sistematika Penulisan

Sistematika penulisan skripsi ini dibagi menjadi beberapa bagian, yaitu bagian awal yang mencakup halaman judul dan pengesahan, bagian isi yang terdiri dari lima bab yang menjelaskan latar belakang, landasan teori, metode penelitian, pembahasan, dan penutup. Dengan sistematika ini, pembaca diharapkan dapat mengikuti alur pemikiran penulis dengan lebih mudah.

II. LANDASAN TEORI

Bagian ini menjelaskan konsep-konsep dasar yang mendasari penelitian, termasuk struktur aljabar, grup, dan teori graf. Penulis menguraikan berbagai teori yang relevan, seperti grup permutasi dan Teorema Polya, yang menjadi dasar untuk analisis enumerasi graf. Pemahaman tentang landasan teori ini sangat penting bagi siswa dan peneliti untuk mengaplikasikan konsep-konsep tersebut dalam pemecahan masalah.

2.1 Struktur Aljabar

Struktur aljabar merupakan bagian penting dari teori grup, yang menjelaskan bagaimana himpunan dengan operasi biner dapat membentuk grup. Penulis menjelaskan definisi grup, sifat-sifatnya, dan contoh-contoh grup yang ada. Memahami struktur aljabar ini sangat penting bagi siswa untuk memahami bagaimana grup dapat digunakan dalam konteks enumerasi graf.

2.1.1 Grup

Definisi grup mencakup himpunan dengan operasi biner yang memenuhi sifat tertentu. Penulis memberikan contoh grup yang berbeda, seperti grup bilangan bulat, yang membantu siswa memahami konsep grup dengan lebih baik. Pemahaman tentang grup ini adalah fondasi untuk memahami Teorema Polya dan aplikasinya dalam enumerasi graf.

2.1.2 Grup Permutasi

Grup permutasi adalah grup yang terdiri dari semua permutasi suatu himpunan. Penulis menjelaskan bagaimana permutasi dapat membentuk grup dan memberikan contoh yang relevan. Pemahaman tentang grup permutasi penting dalam konteks enumerasi graf, karena permutasi digunakan untuk menghitung jumlah graf yang tidak isomorfik.

2.1.3 Koset dan Teorema Lagrange

Koset adalah himpunan yang terbentuk dari subgrup dan anggota grup lainnya. Teorema Lagrange menjelaskan hubungan antara order grup dan subgrupnya. Penjelasan ini memberikan wawasan penting bagi siswa tentang bagaimana struktur grup dapat dianalisis lebih lanjut dalam konteks enumerasi graf.

2.1.4 Grup Aksi

Grup aksi adalah pemetaan yang mengaitkan grup dengan himpunan. Penulis menjelaskan bagaimana grup dapat bertindak pada himpunan dan memberikan contoh yang relevan. Memahami grup aksi penting untuk memahami bagaimana Teorema Polya dapat diterapkan dalam enumerasi graf.

2.1.5 Burnside Lemma

Burnside Lemma adalah alat yang digunakan dalam perhitungan kombinatorik, khususnya dalam enumerasi graf. Penulis menjelaskan bagaimana lemma ini digunakan untuk menghitung jumlah orbit dalam suatu grup. Pemahaman tentang Burnside Lemma sangat penting untuk menerapkan Teorema Polya dalam konteks enumerasi graf.

2.1.6 Indeks Siklik

Indeks siklik adalah ukuran yang mengaitkan grup permutasi dengan tipe untai dari permutasi tersebut. Penulis menjelaskan bagaimana indeks siklik dapat digunakan untuk menganalisis struktur grup. Pemahaman tentang indeks siklik ini penting untuk memahami bagaimana Teorema Polya dapat digunakan dalam enumerasi graf.

2.1.7 Persediaan Pola

Persediaan pola adalah konsep yang digunakan untuk menghitung banyaknya pola yang dapat dibedakan dalam suatu himpunan. Penulis menjelaskan bagaimana persediaan pola dapat digunakan dalam konteks Teorema Polya. Pemahaman tentang persediaan pola ini sangat penting untuk memahami aplikasi praktis dari teori yang dibahas.

2.1.8 Isomorfisma Grup

Isomorfisma grup menjelaskan bagaimana dua grup dapat dianggap sama jika ada pemetaan bijektif antara keduanya. Penulis memberikan contoh yang relevan untuk membantu siswa memahami konsep ini. Memahami isomorfisma grup penting dalam konteks enumerasi graf, karena membantu dalam mengidentifikasi graf yang tidak isomorfik.

2.1.9 Teorema Polya I dan Bukti

Teorema Polya I menjelaskan banyaknya pola dalam suatu himpunan yang terasosiasi dengan grup permutasi. Penulis memberikan bukti dan penjelasan yang mendalam tentang teorema ini. Pemahaman tentang Teorema Polya I sangat penting untuk menerapkan konsep ini dalam enumerasi graf.

2.1.10 Teorema Polya II dan Bukti

Teorema Polya II melanjutkan pembahasan Teorema Polya I dengan fokus pada persediaan pola warna. Penulis menjelaskan bagaimana teorema ini dapat digunakan untuk menghitung banyaknya pola yang berbeda. Pemahaman tentang Teorema Polya II sangat penting untuk aplikasi praktis dalam enumerasi graf.

2.2 Teori Graf

Teori graf adalah cabang matematika yang mempelajari graf, yang terdiri dari simpul dan sisi. Penulis menjelaskan konsep dasar graf dan aplikasinya dalam berbagai konteks. Memahami teori graf sangat penting bagi siswa untuk menerapkan konsep-konsep yang telah dibahas dalam konteks enumerasi graf.

2.2.1 Konsep Dasar pada Teori Graf

Konsep dasar dalam teori graf mencakup definisi graf, simpul, dan sisi. Penulis memberikan penjelasan yang jelas dan contoh untuk membantu siswa memahami konsep ini. Pemahaman tentang konsep dasar ini adalah fondasi untuk memahami aplikasi lebih lanjut dari teori graf dalam enumerasi.

III. METODE PENELITIAN

Bagian ini menjelaskan metode yang digunakan dalam penelitian, mulai dari identifikasi masalah hingga penarikan simpulan. Penulis menjelaskan langkah-langkah yang diambil untuk mencapai tujuan penelitian, serta pendekatan yang digunakan untuk menganalisis data. Pemahaman tentang metode penelitian ini penting untuk menilai validitas dan reliabilitas hasil yang diperoleh.

3.1 Identifikasi Masalah

Identifikasi masalah merupakan langkah awal dalam penelitian ini, di mana penulis mengidentifikasi masalah yang akan diteliti. Penulis menjelaskan bagaimana masalah ini relevan dengan tujuan penelitian dan penting untuk pemahaman lebih lanjut tentang enumerasi graf. Langkah ini penting untuk memastikan penelitian tetap fokus pada isu yang signifikan.

3.2 Perumusan Masalah

Perumusan masalah dilakukan untuk menjelaskan secara jelas dan terperinci tentang pertanyaan penelitian yang ingin dijawab. Penulis merumuskan dua pertanyaan utama yang menjadi fokus penelitian. Dengan merumuskan masalah secara jelas, penelitian dapat lebih terarah dan sistematis.

3.3 Studi Pustaka

Studi pustaka dilakukan untuk meninjau literatur yang relevan dengan topik penelitian. Penulis menyajikan tinjauan tentang penelitian sebelumnya yang berkaitan dengan Teorema Polya dan enumerasi graf. Langkah ini penting untuk memahami konteks penelitian dan untuk mendukung argumentasi yang diajukan.

3.4 Pemecahan Masalah

Pemecahan masalah dilakukan dengan menggunakan Teorema Polya untuk menghitung jumlah graf yang tidak isomorfik. Penulis menjelaskan langkah-langkah yang diambil untuk menerapkan teorema ini dalam konteks penelitian. Pemecahan masalah yang sistematis penting untuk memastikan hasil yang diperoleh valid.

3.5 Penarikan Simpulan

Penarikan simpulan adalah langkah akhir dalam penelitian di mana penulis merangkum hasil yang diperoleh dan mengaitkannya dengan tujuan penelitian. Penulis menjelaskan bagaimana hasil penelitian dapat memberikan wawasan baru tentang penggunaan Teorema Polya dalam enumerasi graf. Langkah ini penting untuk menegaskan kontribusi penelitian terhadap bidang studi yang lebih luas.

IV. PEMBAHASAN

Bagian ini berisi pembahasan mendalam tentang hasil penelitian, termasuk aplikasi Teorema Polya dalam enumerasi graf dan perbandingan dengan software lainnya. Penulis menjelaskan hasil yang diperoleh dan bagaimana hasil tersebut dapat diinterpretasikan dalam konteks teori graf dan aljabar. Pemahaman yang mendalam tentang hasil ini penting untuk menilai keberhasilan penelitian.

4.1 Aplikasi Teorema Polya pada Graf

Aplikasi Teorema Polya pada graf menjelaskan bagaimana teorema ini digunakan untuk menghitung jumlah graf yang tidak isomorfik. Penulis memberikan contoh konkret dan analisis hasil yang diperoleh. Pemahaman tentang aplikasi ini sangat penting bagi siswa untuk melihat bagaimana teori dapat diterapkan dalam praktik.

4.2 Membandingkan Ketakisomorfikan Graf yang Diperoleh dari Teorema Polya dengan Software

Bagian ini membahas perbandingan hasil enumerasi graf yang diperoleh dari Teorema Polya dengan hasil yang diperoleh menggunakan software seperti Maple. Penulis menjelaskan kelebihan dan kekurangan masing-masing metode. Pemahaman tentang perbandingan ini penting untuk menilai efektivitas Teorema Polya dalam konteks enumerasi graf.

V. PENUTUP

Bagian penutup merangkum keseluruhan penelitian dan memberikan saran untuk penelitian selanjutnya. Penulis menyimpulkan bahwa Teorema Polya adalah alat yang efektif dalam enumerasi graf dan memberikan rekomendasi untuk penelitian lebih lanjut dalam bidang ini. Penutup ini penting untuk memberikan gambaran akhir tentang kontribusi penelitian.

5.1 Simpulan

Simpulan penelitian ini menegaskan bahwa Teorema Polya efektif dalam menghitung jumlah graf yang tidak isomorfik. Penulis merangkum hasil penelitian dan menunjukkan bagaimana teori ini dapat diterapkan dalam berbagai konteks. Simpulan ini penting untuk menegaskan nilai dari penelitian yang dilakukan.

5.2 Saran

Penulis memberikan saran untuk penelitian selanjutnya, termasuk pengembangan Teorema Polya dalam konteks pewarnaan graf dan enumerasi graf berarah. Saran ini penting untuk mendorong penelitian lebih lanjut dalam bidang ini dan untuk menemukan aplikasi baru dari teori yang telah dibahas.

Referensi Dokumen

  • The Graph Isomorphism Algorithm Program ( Dharwadker, Ashay )
  • Problem In Group Theory ( Dixon, Jhon D. )
  • A First Course In Abstract Algebra (5 th ed.) ( Fraleigh, John B. )
  • Combinatorial Methods with Computer Applications ( Gross, Jonathan L. )
  • Abstract Algebra ( Pinter, Charles C. )

Gambar

1.Tabel 1  Dari tabel1 terlihat untuk sebarang �, � � �� mengakibatkan � � � � ��
Gambar 2.1 Pola-pola di �
Gambar 2.2 struktur organisasi
Gambar 2.3 graf jarak antar kota
+7

Referensi

Dokumen terkait

rahmat, hidayah, dan inayah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan Skripsi dengan judul “ Aplikasi Teorema Polya dalam Menentukan Banyak Graf Sederhana yang tidak

Berikut ini akan diberikan lema yang akan menunjukkan bahwa graf yang memiliki himpunan beranggotakan hasil penjumlahan label dua simpul adjacent dan himpunan tersebut

3.1.7 Penerapan Teorema Polya pada Graf dengan 8 Titik Dengan cara yang sama seperti di atas, pada perhitungan menggunakan teorema Polya I untuk graf yang memuat 8 himpunan titik

Teorema Polya berkaitan dengan indeks sikel polinomial suatu grup, karena Teorema Polya merupakan teorema yang digunakan untuk menghitung banyaknya pola-pola suatu

Dalam teori graf, jika simpul – simpul yang dihubungkan oleh sisi tidak mempunyai warna yang sama disebut "warna yang tepat." Dalam penyelesaian Sudoku pun

Untuk melakukan enumerasi tersebut, kita akan menggunakan salah satu teorema yang terdapat dalam bidang ilmu Aljabar, yaitu teorema yang disebut Teorema Polya I dan II

Derajat dari sebuah simpul pada graf tidak berarah adalah jumlah sisi yang bersisian dengan simpul tersebut.. Pada graf berarah, suatu simpul memiliki dua jenis

Pewarnaan graf adalah proses pelabelan setiap simpul dalam graf dengan label tertentu (warna) sehingga tidak ada dua simpul bertetanggan yang memiliki warna yang sama..