• Tidak ada hasil yang ditemukan

Bagaimana Mengatasi Kecemasan Pensiun Dengan ESQ MPP

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Bagaimana Mengatasi Kecemasan Pensiun Dengan ESQ MPP"

Copied!
3
0
0

Teks penuh

(1)

MPP LIFE

“Masa Pensiun

diang-gap sebagai yang

tersulit dibanding fase

lain dalam karir.

Untuk itu, diperlukan

persiapan untuk

menghadapi kondisi

baru setelah pensiun.”

- Prof.Dr. John Newstroom

Mengatasi Kecemasan Pensiun Hingga

Ke Akarnya Dengan ESQ MPP

Banyak pegawai negeri yang dijamin oleh Negara, yang tidak merasa kha-watir mengenai masa Pensiun mereka. Namun kebanyakan calon pensiunan, terutama karyawan swasta yang tidak memiliki usaha sampingan selain pekerjaan utama mereka, merasa cemas dan khawatir mengenai Masa Pensiun yang akan mereka hadapi.

Hal ini selaras dengan Penelitian Prof. Dr. John W Newstroom dan Keith Da-vis, yang menyimpulkan bahwa Masa Pensiun dianggap sebagai yang tersulit dibanding fase lain dalam karir. Untuk itu, diperlukan persiapan untuk menghadapi kondisi baru setelah pensiun.

Sementara, Prof Dr. Diane E Papalia, memaparkan bahwa Pensiun merupa-kan salah satu diantara persoalan hidup yang paling krusial yang harus dipecahkan seseorang. Karena, keputusan pensiun akan mempengaruhi situasi keuangan, kondisi emosional, cara menghabiskan waktu, dan cara mereka berhubungan dengan teman dan keluarga. Kondisi seperti itulah yang menyebab-kan timbulnya kecemasan dalam diri individu yang menghadapi masa pensiun.

ESQ MPP NEWSLETTER Edisi I, 7 Desember 2015

Pelatihan MPP PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia, Bogor, November 2015

In This Issue

 Mengatasi

kecema-san pensiun dengan metode ESQ MPP

 Pandangan psikologi

mengenai Training

(2)

Fakta

beda tingkatannya pada banyak orang. Salah satunya adalah penelitian dari Indonesia, Madarina (2011), yang dipublikasi-kan oleh University of

Essex, di Inggris.

Penelitian ini memapar-kan ditemumemapar-kannya ko-relasi negative antara Kecemasan Menghadapi Pensiun dengan Intensi untuk Berwira usaha.

Artinya, bila seseorang menunjukkan kecemasan

tinggi terhadap

pensiun,kemampuan mereka untuk berpikir

mempersiapkan

ber-wirausaha menjadi ren-dah.

Menurut Prof David Sue (2010), kecemasan adalah emosi dasar manusia yang menghasilkan reaksi tubuh yang mempersiapkan kita untuk menghadapi atau menghindari suatu masalah. Kecemasan adalah hal yang terjadi sebelum suatu kejadian atau situasi terjadi.

Sejumlah ahli di berbagai belahan dunia, memaparkan teori mereka tentang kecemasan pada masa pensiun, contohnya melalui penelitian di Amerika, Kanada, Nigeria, dan Indonesia. Kecemasan ini bisa timbul karena banyak perusahaan tidak atau belum optimal dalam mempersiapkan karyawannya yang akan pensiun dalam satu sampai lima tahun ke depannya.

Kecemasan dalam menghadapi masa pensiun ini, berbeda-beda tingkatannya pada banyak orang. Salah satunya adalah penelitian dari Indonesia, Madarina (2011), yang dipublikasikan oleh University of Essex, di Inggris. Penelitian ini me-maparkan ditemukannya korelasi negative antara Kecemasan Menghadapi Pensiun dengan Intensi untuk Berwira usaha.

Artinya, bila seseorang menunjukkan kecemasan tinggi terhadap pensiun,kemampuan mereka untuk berpikir mempersiapkan berwirausaha menjadi rendah. Fakta ini sejalan dengan temuan dari Turner & Helms (1987), bahwa seseorang perlu untuk beradaptasi dengan fase pensiun dalam hidup mereka, ter-masuk diantaranya beradaptasi dengan aspek psikologis, finansial, dan sosial.

Sejalan dengan riset dari Wolman & Striker (1994), bahwa bila seseorang mengalami kecemasan, kemampuannya untuk berpikir dan bertindak menjadi menurun. Menurut Menurut Brill & Hayes dalam Imama (2011) ada 4 faktor yang mempengaruhi kecemasan menghadapi masa pensiun, yaitu : 1) menurunnya pen-dapatan atau penghasilan, 2) Hilangnya status, jabatan, pangkat, dan wewenang, 3) berkurangnya interaksi sosial dengan rekan kerja, 4) datangnya masa tua, menurunnya kemampuan fisik.

(3)

Kontak Kami

Hubiungi kami untuk informasi mengenai Training ESQ MPP

PT. ARGA NUSA PERSADA Menara 165, 24th Floor Jl. TB Simatupang Kav.I Jakarta, Indonesia

Marketing Mario Lubis

[email protected] 0878-9232-315

0812-123-66028

Office

[email protected] 021-786-48-165 Untuk mengatasi kecemasan tersebut, banyak individu yang lari pada Tuhan dan

mengisi waktunya dengan ibadah. Bahkan di dunia barat yang kebanyakan atheis, banyak yang menyadari ada Kekuatan Yang tidak dapat dijelaskan dengan kata-kata namun terasa kuat dan membuat mereka menemukan kedamaian ber-katNya.

ESQ memberikan jawaban atas masalah kecemasan pensiun ini, solusi yang menyeluruh dari berbagai aspek kehidupan diramu secara seimbang di dalam Training Masa Persiapan Pensiun. Antara faktor psikologis, financial, emosi, kesehatan dan spiritual, dikemas dalam training khusus untuk mempersiapkan calon pensiunan agar memasuki masa pensiun dengan solusi yang solid dan cer-das.

Metode Training ESQ terbukti membongkar belenggu-belenggu pemikiran yang bisa membuat seseorang gagal. Dalam buku ESQ Power, Agustian (2003) mengungkapkan bahwa Kecerdasan spiritual adalah kecerdasan untuk menghadapi persoalan makna atau value, yaitu kecedasan untuk menempatkan perilaku dan hidup kita dalam konteks makna yang lebih luas dan kaya. Yaitu kecerdasan untuk menilai bahwa tindakan atau jalan hidup seseorang lebih ber-makna dibandingkan dengan yang lain.

Pada saat seseorang menjalankan hidupnya dengan bermakna, ia menjadi lebih cerdas dan lebih dekat pada kesuksesan, dibanding dengan orang yang menjalani hidupnya tanpa Makna Hidup. Dan proses menemukna makna hidup ini telah terbukti bagi jutaan alumni Training ESQ dan Teori ESQ ini telah diakui oleh 12 orang Profesor dari Oxford, Inggris.

Dalam Training ESQ MPP setiap individu mengikuti program akselerasi di-mana semua unsur kecemasan tersebut dipupus habis dengan metode ESQ yang unik dan terbukti berdampak besar karena langsung mengupas topik –topik yang mendalam.

PT. ARGA NUSA PERSADA

Menara 165, 24th Floor Jl. TB Simatupang Kav.I Jakarta, Indonesia

Menghilangkan Kecemasan Pensiun HIngga Ke Akarnya

Copyright

PT Arga Nusa Persada Desember — 2015

Referensi

Dokumen terkait

Dari ketiga variabel penelitian ( lingkungan kerja, kepemimpinan, dan motivasi ) yang termasuk variabel paling dominan terhadap kepuasan kerja karyawan Food and

Berdasarkan ketentuan di atas, dapat dikemukakan bahwa yang dimaksud dengan rahasia bank adalah segala keterangan mengenai keadaan keuangan dari langganan atau nasabah

Tabel 3.1 Jumlah Penduduk, Jenis Kelamin dan Rasio Jenis Kelamin Menurut Gampong di Kecamatan Meureudu, 2014. Nama Gampong Penduduk (Jiwa) Jumlah

Pengamatan Penghambatan Proliferasi Pengamatan penghambatan proliferasi sel HeLa juga dilakukan dengan metode MTT, tetapi digunakan sampel pada konsentrasi yang tidak mematikan

Untuk meningkatkan kualitas pelayanan yang diberikan di rumah sakit khususnya pelayanan perawat di rawat inap Rumah Sakit Umum Haji Medan, sangatlah penting

Berdasarkan analisis logistik kelas laten terhadap data hasil survey TIMSS tahun 2007, prestasi matematika siswa SLTP kelas 8 di Indonesia berdasarkan kemampuannya dalam bidang

Dari gambar 17, terlihat bahwa terdapat perbedaan antara gambar (a) dan gambar (b), dalam pengaturan kontras bernilai 150, berarti proses pengaturan kontras sudah

Perhitungan indeks kelembaban, indeks vegetasi, dan temperatur permukaan lahan dilakukan pada setiap kombinasi antara jenis penggunaan lahan dengan tekstur tanah dan dilakukan