• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pengaruh Pemberian Kolkhisin Terhadap Morfologi dan Jumlah Kromosom Tanaman Binahong (Anredera cordifolia (Ten) Steenis)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2016

Membagikan "Pengaruh Pemberian Kolkhisin Terhadap Morfologi dan Jumlah Kromosom Tanaman Binahong (Anredera cordifolia (Ten) Steenis)"

Copied!
89
0
0

Teks penuh

Gambar

Tabel 1. Bentuk kromosom berdasarkan rasio lengan
Tabel 1. Rataan Jumlah Daun (helai)  2 MST Perlakuan
Tabel 3. Rataan Jumlah Daun (helai) 4 MST Perlakuan
Gambar 2 : Bobot basah tajuk binahong dari semua perlakuan kolkhisin (K0: kontrol, K1: 0.025%, K2 : 0.050%, K3 : 0.075%, K4: 0.100%
+7

Referensi

Dokumen terkait

Analisis data yang digunakan One Way ANOVA, didapatkan nilai p=0.000 (p<0.05) dengan demikian dapat disimpulkan bahwa hipotesis H1 peneliti diterima, yang artinya

Pemberian salep ekstrak daun binahong (Anredera cordifolia (Ten.) Steenis) secara lokal dengan konsentrasi 20% dan 40% dapat menurunkan jumlah sel makrofag dan

perlakuan dengan bahan tanam rimpang, meskipun rimpang juga memiliki cadangan makanan yang banyak akan tetapi pertumbuhan tunasnya lebih lambat sehingga pertumbuhan vegetatif

Artinya daun binahong mempunyai efek yang lebih baik dalam lama penyembuhan luka perineum dibandingkan kelompok kontrol (betadin).. Pemanfaatan tanaman obat tradisional

Berdasarkan hasil analisis statistik dapat diketahui bahwa perlakuan konsentrasi pupuk organik cair berpengaruh nyata terhadap panjang tanaman umur 2 – 8 MST, jumlah

penambahan jumlah kromosom dalam sel sehingga tanaman poliploid lebih kekar dan memiliki akar, batang, daun, bunga dan buah lebih besar dibandingkan dengan tanaman diploid..

Data pengamatan bobot kering tajuk binahong dan sidik ragamnya dapat dilihat pada Lampiran 35 dan 36 yang menunjukkan bahwa perlakuan aksesi berpengaruh tidak

Pada grafik tersebut juga terlihat bahwa semakin tinggi dosis ekstrak yang diberikan, semakin besar pula penurunan kadar neutrofil tikus setelah perlakuan sehingga dapat dikatakan