• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENGARUH KONSENTRASI ZAT PENGATUR TUMBUH IBA DAN NATRIUM TERHADAP VIABILITAS OPTIMAL PADA STEK VANILI (Vanilla planifolia Andrews)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "PENGARUH KONSENTRASI ZAT PENGATUR TUMBUH IBA DAN NATRIUM TERHADAP VIABILITAS OPTIMAL PADA STEK VANILI (Vanilla planifolia Andrews)"

Copied!
2
0
0

Teks penuh

(1)

PENGARUH KONSENTRASIZAT PENGATUR TUMBUH IBA DAN

NATRIUM TERHADAP VIABILITAS OPTIMAL PADA STEK VANILI (Vanilla

planifolia Andrews)

Oleh: Irma Latifah (01710034) Agronomy

Dibuat: 2006-07-25 , dengan 3 file(s).

Keywords: vanili,natrium IBA

Tanaman vanili (Vanilla planifolia Andrews) merupakan salah satu jenis tanaman yang memiliki prospek pengembangan cukup cerah, mengingat tanaman ini sangat cocok untuk daerah tropis seperti Indonesia (Lawani, 1993).

Saat ini tanaman vanili merupakan salah satu tanaman rempah yang bernilai ekonomi cukup tinggi. Harga polong atau buahnya di pasar dalam negeri berkisar Rp 1.500.000 - 2.000.000 per kg untuk polong kering dan Rp 150.000 - Rp 200.000 untuk polong basah. Polong tanaman ini digunakan sebagai bahan penyegar, penyedap dan pengharum dalam makanan (Ruhnayat, 2003). Dalam pembudidayaan tanaman vanili, nutrisi sangat diperlukan sebagai unsur yang dapat

meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Pada umumnya konsentrasi nutrisi harus diberikan secara baik dan sesuai terhadap tanaman. Nutrisi yang sesuai sangat penting untuk keberhasilan pembibitan tanaman ini (Yong Kim Kwang, 1990). Pemberian unsur natrium pada tanaman merupakan salah satu cara untuk meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan tanaman khususnya pada awal pertumbuhan, karena unsur ini bersifat hidrofil yakni mampu mengikat air hingga bisa mempercepat perpanjangan sel (Marschner, 1986). Ditambahkan oleh Moore (1979) bahwa, natrium juga bisa berfungsi sebagai aktifator hormon endogen yang ada dalam tanaman itu sendiri. Untuk itu perlu konsentrasi yang tepat terhadap pertumbuhan stek vanili, sehingga nantinya diperoleh bibit yang baik.

Penelitian yang dilakukan Muhidin (2004) pemberian IBA dengan konsentrasi yang rendah yakni 100 ppm tidak memberikan hasil pertumbuhan tunas yang baik hal ini tidak berbeda nyata dengan kontrolnya. Namun dengan kondisi yang berbeda yakni dengan penambahan unsur Na sebagai pendukung cepatnya pertumbuhan akar dan tunas diduga akan memberikan hasil yang berbeda pula. Oleh karena itu dalam penelitian ini dilakukan pengujian konsentrasi zat pengatur tumbuh IBA (Indole Butyric Acid) dan Natrium sebagai nutrisi bagi tanaman. Hingga

diharapkan dapat diperoleh konsentrasi yang tepat bagi pertumbuhan awal stek vanili.

Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Mei sampai Agustus 2005. Adapun tempat pelaksanaan penelitian di Perum Griya Permata Alam blok I/1 Malang.

Pengamatan yang dilakukan meliputi parameter sebagai berikut : Kandungan

Klorofil(molekul/6mm2), Pertambahan Diameter Batang Tunas, (cm), Laju Tumbuh Akar (cm/minggu), Laju Tumbuh Tunas (cm/minggu), Saat Muncul Primordial Tunas (Hst), Saat Muncul Primordial Akar Nafas (Hst), Jumlah Daun, Jumlah Tunas.

(2)

laju tumbuh akar pada konsentrasi 150 ppm. Penggunaan hormon tumbuh IBA mempunyai beberapa keunggulan. Hasil analisis ragam menunjukkan bahwa pada perlakuan konsentrasi IBA berpengaruh nyata terhadap peubah kandungan klorofil pada konsentrasi 150 ppm hal ini

disebabkan karena zat tumbuh IBA yang diberikan berfungsi dengan baik hingga memungkinkan terbentuknya klorofil pada daun. Fungsi utama daun bagi tanaman adalah sebagai organ

fotosintesis. Jika dibandingkan dengan tanaman lainya yang berwarna hijau dan juga

melaksanakan proses fotosintesa, daun memiliki kemampuan yang lebih besar untuk aktifitas ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan konsentrasi Natrium pada stek vanili tidak memberikan pengaruh yang nyata pada semua peubah pengamatan. Hal ini diduga karena konsentrasi Natrium yang dicobakan belum mampu merangsang perkembangan dan pertumbuhan stek vanili.

Referensi

Dokumen terkait

stek tunggal vanilli berpengaruh nyata terhadap panjang akar, berat basah akar dan berat kering tetapi tidak berpengaruh nyata terhadap diameter batang, jumlah tunas dan

Organogenesis eksplan pucuk matoa yang diuji pada semua perlakuan komposisi media dengan beberapa konsentrasi zat pengatur tumbuh hanya menghasilkan terbentuknya

Penambahan zat pengatur tumbuh auksin (IBA) dan sitokinin (BAP/kinetin) berpengaruh sangat nyata terhadap pertambahan tinggi dan jumlah ruas, tetapi berpengaruh

Interaksi perlakuan konsentrasi ZPT IBA dan lama perendaman ZPT IBA berpengaruh tidak nyata terhadap umur tanaman mulai bertunas, jumlah tunas dan persentase

Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan diatas, maka penelitian yang berjudul Pengaruh Pemberian Zat Pengatur Tumbuh Auksin Jenis IBA dan NAA Terhadap

Kombinasi media pasir dan pemberian zat pengatur tumbuh IBA 800 mg/l dapat digunakan sebagai perlakuan untuk perbanyakan nyawai melalui stek pucuk dengan tingkat

Kombinasi media pasir dan pemberian zat pengatur tumbuh IBA 800 mg/l dapat digunakan sebagai perlakuan untuk perbanyakan nyawai melalui stek pucuk dengan tingkat

Penelitian dengan judul, Respon Pertumbuhan Bibit Panili (Vanilla planifolia Andrews.) terhadap Aplikasi Zat Pengatur Tumbuh Auksin dan Pupuk Cair NPK ini