HUBUNGAN AKTIVITAS FISIK TERHADAP TINGKAT KESEGARAN KARDIORESPIRATORI PENARIK BECAK KAYUH DAN PENARIK BECAK MOTOR

17 

Teks penuh

(1)

KARYATULIS AKHIR

HUBUNGAN AKTIVITAS FISIK TERHADAP TINGKAT KESEGARAN KARDIORESPIRATORI PENARIK BECAK KAYUH DAN PENARIK

BECAK MOTOR

Oleh:

TETI PUSPITA SARI 201110330311037

FAKULTAS KEDOKTERAN

(2)

HUBUNGAN AKTIVITAS FISIK TERHADAP TINGKAT KESEGARAN KARDIORESPIRATORI PENARIK BECAK KAYUH DAN PENARIK

BECAK MOTOR

KARYA TULIS AKHIR Diajukan kepada

Universitas Muhammadiyah Malang untuk Memenuhi Salah Satu Persyaratan

dalam Menyelesaikan Program Sarjana Fakultas Kedokteran

Oleh:

TETI PUSPITA SARI 201110330311037

FAKULTAS KEDOKTERAN

(3)
(4)
(5)

KATA PENGANTAR

Syukur Alhamdulillah saya panjatkan kepada Allah SWT atas rahmat dan

hidayah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan tugas akhir yang berjudul

“Hubungan Aktivitas Fisik Terhadap Tingkat Kesegaran Kardiorespiratori pada

Penarik Becak Kayuh dan Penarik Becak Motor”

Penulisan penelitian ini dilakukan dalam rangka memenuhi salah satu

syarat untuk mencapai gelar Sarjana Kedokteran Jurusan Pendidikan Dokter pada

Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Malang.

Penulis menyadari bahwa penyusunan tugas akhir ini jauh dari sempurna,

walaupun demikian penulis telah berusaha semaksimal mungkin serta

mendapatkan bantuan dan bimbingan dari dosen pembimbing dalam rangka

penyusunan. Tanpa bantuan dan dorongan dari berbagai pihak, sangatlah tidak

mudah menjalani masa perkuliahan hingga pada penyusunan tugas akhir ini.

Akhir kata penulis berharap adanya saran dan kritik yang membangun dan

semoga penelitian ini dapat menambah wawasan serta bermanfaat bagi semua

pihak.

Malang, 10 Januari 2015

(6)

DAFTAR ISI 2.1.Aktivitas Fisik dan Sistem Energi Otot Rangka ... 4

2.1.1 Sistem energi fosfokreatin-kreatin (Fosfat) ... 4

2.1.2 Sistem glikogen-asam laktat ... 5

2.1.3 Sistem aerobik ... 6

2.2.Pemulihan Sistem Aerobik setelah Aktivitas Fisik ... 9

2.2.1 Hutang oksigen ... 9

2.2.2 Pemulihan glikogen otot ... 10

2.3.Pengaruh Aktivitas Fisik Terhadap Sistem Homeotasis Tubuh ... 10

(7)

2.4.1 Volume oksigen maksimal (VO2 Maks) ... 21

2.4.2.5 Penggunaan obat stimulan / peningkat stamina ... 26

2.4.2.6 Fungsi kardiovaskuler ... 28

2.6. Hubungan aktivitas fisik dengan VO2 maks ... 34

BAB 3 KERANGKA KONSEPTUAL DAN HIPOTESIS PENELITIAN 3.1.Kerangka Konseptual Penelitian ... 37

3.2.Hipotesis Penelitian ... 40

BAB 4 METODE PENELITIAN 4.1.Jenis dan rancangan Penelitian ... 41

4.2.Lokasi dan waktu penelitian ... 41

4.3.Populasi dan sampel ... 41

4.4.Variabel penelitian ... 43

4.5.Definisi operasional variabel ... 44

4.6.Alat dan bahan penelitian ... 45

4.7.Prosedur penelitian ... 45

4.8.Analisis data ... 48

4.9.Alur penelitian ... 48

BAB 5 HASIL PENELITIAN DAN ANALISIS DATA 5.1. Deskripsi Karateristik Responden ... 49

5.1.1 Karateristik usia responden terhadap VO2 maks ... 49

5.1.2 Karateristik lama kerja responden terhadap VO2 maks ... 51

5.1.3 Karateristik aktivitas fisik responden terhadap VO2 maks ... 53

5.1. Analisis Data Penelitian ... 54

5.2.1 Analisis data dengan uji korelasi spearman ... 54

(8)

BAB 6 PEMBAHASAN ... 57

BAB 7 KESIMPULAN DAN SARAN

7.1 Kesimpulan ... 63

(9)

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran Halaman

Lampiran 1

Lampiran 2

Lampiran 3

Lampiran 4

Lampiran 5

Surat Persetujuan Penelitian dan Formulir Penelitian ...

Data Hasil Penelitian Penarik Becak ...

Tabel Frekuensi ...

Dokumentasi Penelitian ...

Surat-Surat Penelitian ... 70

72

74

77

(10)

DAFTAR PUSTAKA

Alan S, Michael IL, Timothy DN, 2006. Neural Control of Force Output During Maximal and Submaximal Exercise. Sports Medicine, pp 37-40.

Amstrong N, 2006, Aerobic Fitness of Children And Adolescent, Journal de Pediatria, 82, pp 406.

Anantaraman R, Camines AA, Gaesar G. A, And Weitman A. 2011, Effects Of Carbohydrate Tolevance, Dues a Life Style Intervention Program Have an Effect, Sport Med.

Astorin T, Roebergs R, Ghiasvand S, Mar D, Burns S, 2000, Incidence Of The Oxygen Plateauat VO2 max During Exercise Testing to Volitional Fatigue, Journal Of The American Society of Exercise Physiologits, 3, pp 2.

Astrand Per-Olof MD, Kaare Rodahl MD, Hans A Dahl MD, 2003, Texbook of Work Phisicology : Phisicological Basis of Exercise, Fourth Edition United states.

Bowers GA, 2006, Sports Physicology 3rd Edition, Wm. C Brown Publisher, New York, pp16-40.

Cipako Eko, 2012, Hubungan Antara Status Gizi, Asupan Gizi dan Aktivitas Fisik dengan VO2 Max pada Mahasiswa Program Studi Gizi FKM UI Tahun 2012, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Indonesia, Jakarta.

Costil DL, 2010, Nutrient and Dietetics. Black Well Scientifics Publications Ltd.

Dahlan, S., 2010. Besar Sampel dan Cara Pengambilan Sampel dalam penelitian kedokteran dan kesehatan. Penerbit Salemba Medika. Jakarta.

Doyle J. A, 2000, Exercise And Physical Fitness, Departement Of Kinesology and Health of Georgia University.

Fabrice Chatonnet, Eduardo Dominguez del Toro, Octavian Voilescu, Patrick Chamay and Jean Champagant, 2005, Different Respiratory Control Systems are Effected in Homozygous and Hetezygous Kreisler Mutant Mice, European Journal of Neuroscience, vol 15, pp 684-692.

Ferdowsi, 2011. “ The Effect of Eight Week Aerobic Exercise on Airway Thracea

Indexes ( FEV1, FVC ) and VO2 max Level in Overweighed Male Students of Ahvaz Payan Noor University”. Procedia Social and Behavioral Sciences. Fox SI, 2003, Muscle : Mechanism of Contraction and Neural Control, in Fox SI,

(11)

Ganong WF., 2004, Faal Respirasi dalam Buku Ajar Fisiologi Kedokteran. Alih bahasa Widjajakusumah, Irawati D, Sigianan M, Moeloek D, Pendit BU, Edisi 20. Jakarta : EGC. pp 867-871.

Guyton, Arthur C, 2012, Faal Respirasi dalam Buku Ajar Fisiologi Kedokteran, Edisi, EGC, Jakarta. pp 917-925.

Heywood V, 2006, The Physical Fitness Specialist Manual, The Cooper Institute For Aerobics Research, Dallas TX.

Hoeger, Werner W. K, Sharon A. Hoeger, 2011, Fitness and Wellness, Belmont, USA: Wadsworth.

Hukmawati, 2009, Komunitas Becak Motor Sebagai Potret Perubahan Sosial, Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora, Universtas Negeri Yogyakarta. Yogyakarta.

Indriawati, Ratna, 2009, Fisiologi Respirasi, Fakultas Kedokteran, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Yogyakarta.

Irawan, Anwari M, 2007, Metabolisme Energi Tubuh & Olahraga, Volume 1, diakses pada tanggal 1 maret 2014, www.pssplsb.com

Irawan, 2009, Faktor- Faktor Yang Berpengaruh Terhadap Daya Tahan Jantung Paru, Universitas Muhammadiyah Surakarta, Surakarta, pp 9-25.

Ismaryati, Iskandar NM, dan Sujoko. 2009. Meningkatkan Konsumsi Oksigen Maksimal Dengan Latihan Naik Turun Bangku Berselang Dan Kontinu. Paedagogia, Jilid 12, No1, pp 77 – 82

Iskaningtiyas D. A, 2012, Survei Awal Penelitian VO2 max dan Status Gizi Siswa SDN 1 Tersobo, kebumen.

James Mitchell, 2003, Respirology Control, European Journal Of Respirology, USA.

Janssen PGJM, 2008, Training Lactate Pulase Rate, Finland: Polar Electron Oy, pp 20-96.

Kementerian Kesehatan RI. 2013. Riset Kesehatan Dasar. Badan Penelitian Dan Pengembangan Kesehatan, pp 216-220

Kertawa H, 2003, Penggunaan Tes-Tes Faal untuk Menilai Peningkatan Kemampuan Atlet, Dalam: Kumpulan Diktat Kuliah Keokteran Olahraga, Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro, Semarang, Hal 29-41.

Kline GM, Porcari JP, Hintermeister R, Freedson PS, Ward A, Mc Carron RF, 2010, Estimation of VO2 Max from a 1 Mile Track Walk, Gender, Age, and

(12)

Kusumatuti, Dyah Arum, 2011, Pengantar Karya Tugas Akhir Perancangan Vernacular Typography Street Becak Melalui Desain Komunikasi Visual, Fakultas Sastra dan Seni Rupa Universitas Sebelas Maret, Surakarta.

Laila, Irma, 2007, Perbandingan Denyut Jantung Murid Laki-Laki di SLTP Aek Nabara Selatan pada Pemberian Minuman Beroksigen Dengan Plasebo Salama Aktivitas Fisik, Tesis, Fakultas Kedokteran Universitas Sumatra Utara, Medan.

Lamb DR, 2009, Physiology of Exercise: Responses and Adaptations. New York, Mac millan, Publishing Company.

Len Kravitz, 2001, Encyclopedia of Physical Education, Fitness, and sport Publishing Company, USA.

Levitzky, Michael G, 2007, Pulmonary Physiology, 7 th ed, New York : Mc Graw Hill, pp 224-331.

Mackenzie, B, 2001, Fisiologi - Sistem Kardiovaskular, diakses 15 Maret 2014, Tersedia di: (http://www.brianmac.co.uk/physiolc.htm )

Mackenzie, B, 2001, Fisiologi – Sistem Pernapasan, diakses 15 Maret 2014, Tersedia di: (http://www.brianmac.co.uk/physiolc.htm )

Mackenzie B, 2005, 101 Performance Evaluation Test Electric, Electric Word Pic: London.

Mackenzie B, 2013, Sport Coach VO2 max, diakses 20 Mei 2014, Tersedia di :

( http: // www.brianmac.co.uk/vo2max.htm#vo2 )

Maqsalmina M, 2007 , Pengaruh Latihan Aerobic Terhadap Perubahan VO2 Max Pada Siswa Sekolah Sepak Bola Tugu Muda Semarang Usia 12-14 Tahun, Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro. Semarang.

Michaud, 2002, “Assessment of Physical Activity with A Pedometer and Its

Relationship with VO2 max Among Adolescents in Switzerland”.

Switzerland, pp 107-115.

Mihardja L, 2004, Energi dan Zat Gizi yang Diperlukan pada Olahraga Aerobik dan Anaerobik, Majalah Gizmindo, vol 3, hal 9-13.

Murtadho, Zanwar Al, 2007, Pengaruh Latihan Bulu Tangkis Menggunakan Skor 21 Terhadap Peningkatan VO2 max Pada Pemain Putera PB Pendowo, Skripsi, Universitas Negeri Semarang, Semarang.

(13)

Nieman DC, 2005, Fitness and Sport Medicine an Indroduction, Bull Publishing Company, Palo Aito, California.

Pate and Friend, 2005, Dasar-Dasar Ilmu Kepelatihan, Alih Bahasa: Drs Kasiyo Dwijowinoto, M. S, IKIP, Semarang, hal 23-26.

Plowman SA dan Denise L Smith, 2011, Exercise Physiology. Philadelphia, USA: Lippincott Williams and Wilkins.

Purnamasari, Mega, 2012, Perbedaan Peningkatan Nilai VO2 max Setelah Aktivitas Lari 12 Menit Antara Laki-Laki Dengan Perempuan, Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto

Richter DW, Champagnant J, Mifflin SW, 2011, Membrane Properties Involved in Respiratory Rhythm Generation, In: Von Euler C Lagercrantz H (eds) Neurobiology of the Control Of Breathing, Raven, New York, pp 141-147.

Rodregiues AN, Perez AJ, Carletti L, Bissoli Ns, Abreu GR, 2006, Maximum Oxygen Uptake In Adolescent as Measured by Cardiopulmonary Exercise Testing, Journal Of The American Society of Exercise Physiologits, 82, pp 426-430.

Sherwood L, 2001, Fisiologi Manusia dari Sel ke Sistem, alih bahasa Braham U Pendit. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC.

Suharso, 2005, Becak Kayuh Sebagai Sarana Penunjang Pariwisata di Yogyakarta, Skripsi, Fakultas Ilmu sosial dan Politik Universitas Gajah Mada, Yogyakarta.

Sinamo, Eko Cipako, 2012, Hubungan Antara Status Gizi, Asupan, dan Aktivitas Fisik dengan VO2 max pada Mahasiswa Program Studi Gizi FKM UI Tahun 2012, Departemen Gizi Kesehatan Masyarakat, Depok.

Simon, 2006, Hubungan Kemampuan Aerobik Dan Kondisi Psikologis Pada Pelajar Laki-Laki Smu Negeri 1 Prabumulih, Skripsi, Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya, Palembang

Solt A, 2000, Left Ventricular Mass, Geometry, and Filling in Elite Female and Male Endurance Athletes. Scandinavian Journal of Medicine and Science in Sports.

Sukawati, Sadewa Y, 2010, Nilai VO2 max pada Mahasiswa Kobe Jepang Lebih Tinggi Daripada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret Surakarta, Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret, Surakarta.

(14)

Diponegoro, Semarang, diakses pada tanggal 7 februari 2013, http://eprints.undip.ac.id/1000/1/Adhikarma_Uliyandari.pdf.

Uztavizaki, 2012, Tingkat Kesegaran Kardiorespirasi Siswa yang Mengikuti Kegiatan Ekstrakulikuler Pramuka SMK Negeri 1 Depok Kabupaten Sleman DIY, Skripsi, Fakultas Keolahragaan Universitas Negeri Yogyakarta, Yogyakarta.

Vander john, Unaka M, Elizabeth Weith, 2001, Human Physiology: The Respiratory System, in: Human Physiology The Mechanism of Body Function, 8th ed. Boston: Mc Graw-Hill, pp 475-486.

Vehrs P, George JD, Fellingham GW, 2010, Prediction of VO2 max Before,

During, and After 16 Weeks of Endurance Training Research Quarterly for Exercise and Sport, p 297-303.

Verducci F, 2007, Measurement Concepts in Physical Education, Missouri (USA), The C.V. Mosloy Company, hal 43,48.

Watson AW, 2005, Physical Fitnes and Athetic Performance: A Guide For Students, Atheletes and Coaches. United States: Longman Inc.

Wilmore J.H, 2003, Aerobic Exercise and Endurance, Journal of The Physician and Sports medicine, 31, pp 5.

(15)

1 BAB 1 PENDAHULUAN 1.1.Latar Belakang

Tingkat kesegaran kardiorespiratori dapat diukur dengan berbagai cara,

salah satunya dengan mengukur volume oksigen maksimal (VO2 maks). VO2

maks adalah jumlah maksimum oksigen (O2) dalam milliliter, yang dapat

digunakan dalam satu menit per kilogram berat badan.VO2 maks merefleksikan

keadaan paru, kardiovaskuler, dan hematologi dalam pengantaran O2, serta

mekanisme oksidatif dari otot yang melakukan aktivitas fisik (Astorin, 2000;

Rodregiues, 2006). VO2 maks dianggap sebagai variabel paling penting dalam

menggambarkan tingkat kesegaran kardiorespiratori seseorang dan secara rutin

digunakan untuk menggambarkan kapasitas kardiorespiratori (Plowman dan

Smith, 2011).

Hasil penelitian terdahulu yang dilakukan oleh Uliyandari pada tahun

2009, dengan judul latihan fisik terprogram selama 12 minggu pada anak

perempuan umur 11-13 tahun, menunjukkan bahwa, latihan fisik terprogram dapat

meningkatkan nilai VO2 maks sebesar 10-20% (Uliyandari, 2009). Penelitian lain

yang dilakukan oleh Eko Cipako pada tahun 2012, dengan judul hubungan antara

status gizi, asupan gizi dan aktivitas fisik dengan VO2 maks pada mahasiswa

program studi gizi fakultas kesehatan masyarakat tahun 2012, menunjukkan

hubungan yang positif antara aktivitas fisik dengan VO2 maks, yang berarti bahwa

peningkatan aktivitas fisik mampu meningkatkan VO2 maks (Cipako, 2012).

Hasil penelitian terdahulu terbukti bahwa aktivitas fisik mampu

(16)

2

sebagai sampel dalam penelitian. Seperti yang kita ketahui bahwa penarik becak

kayuh merupakan salah satu pekerjaan yang menggunakan aktivitas fisik dan

bergantung pada ketersediaan O2 untuk membantu proses pembakaran sumber

energi sehingga akan bergantung pada kerja optimal organ–organ tubuh seperti

paru, kardiovaskuler, dan hematologik dalam pengantaran O2, dengan demikian

dapat dikatakan bahwa penarik becak kayuh merupakan pekerjaan yang sangat

bergantung pada sistem kardiorespiratori (Irawan, 2009).

Berdasarkan jenis becak yang digunakan terdapat dua jenis penarik becak,

yaitu penarik becak kayuh dan penarik becak motor. Hasil penelitian yang

dilakukan oleh Hukmawati tahun 2009 dengan judul komunitas becak motor

sebagai potret perubahan sosial, menunjukkan bahwa salah satu faktor pendorong

penarik becak merubah becaknya menjadi motor adalah faktor tuntutan zaman

(Hukmawati, 2009). Dengan perubahan tersebut maka terdapat perbedaan

aktivitas fisik yang dilakukan, dengan perbedaan aktivitas fisik maka sistem

kardiorespiratori menjadi terpengaruhi. Dari hasil penelitian pendahaluan yang

telah dilakukan penarik becak paling banyak terdapat dikawasan pasar besar

Malang dan Malang Plaza yang berjumlah 250 penarik becak motor dan 100

penarik becak kayuh.

Berdasarkan latar belakang tersebut peneliti tertarik untuk meneliti

hubungan aktivitas fisik terhadap tingkat kesegaran kardiorespiratori penarik

becak kayuh dan penarik becak motor.

1.2.Rumusan Masalah

Adakah hubungan aktivitas fisik terhadap tingkat kesegaran kardiorespiratori

(17)

3

1.3.Tujuan Penelitian

1.3.1. Tujuan umum

Mengetahui hubungan aktivitas fisik terhadap tingkat kesegaran

kardiorespiratori penarik becak kayuh dan penarik becak motor.

1.3.2. Tujuan khusus

1. Mengetahui karateristik usia penarik becak terhadap VO2 maks.

2. Mengetahui karateristik lama kerja penarik becak terhadap VO2 maks.

3. Mengetahui karateristik aktivitas fisik terhadap VO2 maks.

4. Mengetahui pengaruh jenis aktivitas fisik terhadap tingkat kesegaran

kardiorespiratori pada penarik becak kayuh dan penarik becak motor.

1.4. Manfaat Penelitian

1.4.1.Manfaat klinis

Untuk mengetahui pengaruh aktivitas fisik terhadap tingkat kesegaran

kardiorespiratori.

1.4.2.Manfaat akademis

Memberi informasi yang dapat digunakan sebagai dasar penelitian lebih

lanjut yang berhubungan dengan VO2 maks pada orang terlatih dan tidak terlatih.

1.4.3 Manfaat masyarakat

Memberikan informasi pada semua pihak tentang hubungan aktivitas fisik

terhadap tingkat kesegaran kardiorespiratori sehingga diharapkan masyarakat

Figur

Tabel Frekuensi ....................................................................
Tabel Frekuensi . View in document p.9

Referensi

Memperbarui...