• Tidak ada hasil yang ditemukan

OPERASI TEKNIK KIMIA alfu

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "OPERASI TEKNIK KIMIA alfu"

Copied!
8
0
0

Teks penuh

(1)

Your logo

OPERASI TEKNIK KIMIA

‘’Aliran Fluida’’

disusun Oleh:

Rizal Thamrin

Yogie Wiranata

Zahrotul Bahiyah

FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA JURUSAN TEKNIK KIMIA

(2)

BAB IV

Pada percobaan kalibrasi, didapat bahwa bukaan valve berbanding lurus dengan laju alir, semakin besar bukaan valve Semakin besar pula laju alirnya. Hal ni dapat dibuktikan pada grafik diatas yang menampilkan garis yang linier.Berdasarkan teori menunjukkan bahwa debit aliran pun sebanding dengan volume per waktunya.

Q=V/t

(3)

0 0 0 energi pada pipa lurus ini berbanding lurus dengan panjang pipa, hal ini dapat dilihat pada grafik diatas bahwa semakin besar/ semakin panjang pipa maka semakin besar pula nilai friction lossnya, karena gesekan antara dindig pipa dengan fluida akan semakin lama yang menyebabkan hilang energi yang semakin besar.

Dapat dibuktikan dengan rumus

(4)

Pada percobaan variasi diameter pipa ini friction loss atau hilangnya energi ini berbanding terbalik dengan Diameter pipa, hal ini dapat dilihat pada grafik diatas dan pada rumus berikut ini bahwa semakin kecil diameter suatu pipa maka semakin besar pula nilai

friction lossnya.

jika diameter semakin kecil, kemungkinan fluida bergesekan dengan pipa semakin besar,karena jika air yang mengalir melewat diameter pipa kecil lebih menyeluruh dalam bergesekan dengan dinding pipa bagian dalam sehingga gesekan lebih besar dan sebaliknya jika air yang melewati diameter pipa besar tidak seluruhnya dalam bergesekan dengan bagian dalam pipa sehingga gesekan tidak terlalu signifikan. Hal ini ditunjukan dalam percobaan pada bukaan 1 (pertama) dengan diameter ½ inch pada Teori lebih tinggi nilai friction lossnya sebesar 8.3 j/kg (1) dibandingkan dengan diameter ½ inch pada aktualnya lebih kecil sebesar

0.887 j/kg (1),adapun untuk diameter ¾ inch pada teori lebih besar sebesar 1.21 j/kg (1) dibanding

dengan diameter ¾ inch pada aktualnya lebih kecil sebesar 0.887 j/kg (1). Alasan nilai Friction

loss Aktual lebih rendah dibanding dengan Friction loss Teorinya disebabkan karena pada friction loss actual adanya ketidaktelitian dalam pembacaan beda tekanan sehingga didapat hasil tersebut serta kurang kosntannya pada aliran fluidanya, namun dilihat dari besar/ kecilnya suatu diameter tersebut sangat berpengaruh terhadap besar/kecilnya suatu friction loss suatu fluida hal ini dapat dilihat dari nilai friction loss pada diameter ½ inch sebesar 8.3 j/kg (1) dan diameter ¾ inch sebesar 1.21 j/kg (1).

Dapat disimpulkan bahwa hal tersebut sesuai dengan apa yang sudah terdapat pada teori persamaan friction loss. Perbedaaan rendah dan tingginya grafik yang diperoleh Teori maupun Aktual tersebut dapat terjadi karena perhitungan teori didasarkan pada hasil numeris dimana tidak adanya factor factor kesalahn yang mempengaruhi, selain itu juga didasarkan pada penyelesaian yang sangat spesifik melibatkan factor friksi, jenis aliran dan kekasaran relative pada pipa. Sedangkan pada perhitungan actual hanya didsasarkan pada perbedaan tekanan

dibagi denga densitas yang dimiliki, selain itu juga memungkinkan adanya factor factor kesalahan yaitu adanya fluktuatif perbedaan pengukuran pada manometer sehingga data yang diambil menjadi kurang tepat

Grafik Variasi Diameter Pipa

(5)

Dari grafik disamping menunjukan bahwa diagram dengan variasi yang memiliki diameter lebih kecil kemudian melewati pipa dengan diameter lebih besar atau sebaliknya, sehingga terjadi perubahan tekanan. Sedangkan pada elbow terjadi pembelokan secara tiba tiba sehingga terjadi kehilangan energy yang mempengaruhi terhadap tekanan pada laju alir fluida sehingga terjadi perbedaan Antara laju alir fluida sebelum dan sesudah melewati elbow. Begitu pula dengan TEE terjadi juga kehilangan energy yang disebabkan adanya gesekan pada cairan yg melewati TEE sehingga terjadi kehilangan energy sesudah dan sebelum melewati TEE.

0.65

(6)

Variasi gabungan

Pada Gambar diatas didapat hubungan anatara laju alir pada

bukaan 1, 3, dan 5 dengan friction loss pada setiap system

perpipaan seperti gate valve, globe valve, fitting dan elbow. Dimana dapat dikatakan bahwa frictio loss untuk teori lebih besar dari pada friction loss pada actual. Jika semakin besar laju alir maka semakin besar pula friction loss yang dihasilkan. Hal ini dikarenakan laju alir mempengaruhi kecepatan air yang mengalir pada pipa. Hal

tersebut sesuai dengan apa yang sudah dilakukan dari percobaan ini, namun adanya perbedaan nilai actual dengan teori dikarenakan adanya pembacaan yang kurang akurat pada saat pembacaan

manometer. Serta perhitungan pada actual hanya ditekankan pada nilai beda tekan dibagi dengan densitasnya saja.

(7)

DAYA POMPA

 Berdasarkan gambar diatas daya pompa berbanding lurus dengan besarnya lajunalir fluida. Dimana semakin

besar laju alir fluida maka semakin besar pula daya pompa yang dihasilkan. Hal ini sesuai dengan besarnya daya pompa yang diperoleh dn hasil percobaan, baik secara teori maupun actual.

Kenaikan nilai daya pompa secara teori terhadap laju alir fluida dapat diliat dari diagram batang diatas (warna

biru). Sedangkan nilai daya pompa secara actual terhadap laju alir fluida dapat dilihat pada diagram batang (warna merah). Dari digram batang diatas terlihat bahwa daya pompa menunjukan peningkatan pada bukaan 1 sampai dengan bukaan 3. hal ini dibuktikan dengan nilai daya pompa teori dan actual pada bukaan 1 sebsar 7.47 j/kg dan 3.86 j/kg, sedangkan pada bukaan 3 sebesar 7.725 j/kg dan 4.05 j/kg sehingga dapat

(8)

KESIMPULAN

 1. Kehilangan energy karena adanya gesekan yang dipengaruhi oleh panjang pipa dimana semakin panjang

suatu pipa maka semakin sering pula gesekan yang terjadi sehingga kehilangan energy semakin besar. Serta dipengaruhi pula dengan adanya bukaan valve dimana semakin kecil bukaan valve maka kehilangan

Referensi

Dokumen terkait

Panjang gelombang cahaya yang digunakan pada percobaan kaliini adalah 1,53 x 10 -6 m.Dari hasil perhitungan dapat pula kita lihat bahwa θ berbanding lurus dengan m..

Besar regangan yang terjadi pada pipa saat instalasi berbanding lurus terhadap besar perubahan tegangan total yang terjadi pada pipa tersebut, hal ini dapat dilihat dari bentuk

Langkah awal dalam pemodelan yang dilakukan pada software CAESAR II ini dengan memodelkan pipa lurus dengan titik awal pada node 10, dengan variasi sudut yang

Selanjutnya adalah data yang berupa hasil perhitungan, di antaranya adalah perhitungan friction loss pipa, kehilangan tekanan (pressure drop) dalam pipa dan fitting, panjang

Dari kedua gambar di atas, dapat dilihat bahwa terdapat sedikit perbedaan antara grafik hasil percobaan dengan grafik ideal.tegangan dan arus adalah berbanding

Selanjutnya adalah data yang berupa hasil perhitungan, di antaranya adalah perhitungan friction loss pipa, kehilangan tekanan (pressure drop) dalam pipa dan fitting, panjang

kehilangan energi panas (heat loss) yang terjadi pada pipa non isolasi diantara pipa yang berisolasi dengan variasi panjang dan diameter tertentu serta pengaruh

Ini adalah lembar tugas dari laboratorium Operasi Teknik Kimia yang berisi informasi tentang percobaan, kelompok yang ditugaskan, dan keterangan