ABSTRAK
Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji pengaruh kompetensi dan independensi terhadap kualitas audit. Objek dari penelitian ini adalah auditor yang bekerja di Kantor Akuntan Publik (KAP) di kota Bandung, dengan sampel penelitian menggunakan sampel purposive sampling sebanyak 30 auditor. Variabel independen dalam penelitian ini adalah kompetensi dan independensi, sedangkan variabel dependennya adalah kualitas audit. Data yang terkumpul dianalisi dengan menggunakan teknik analisis deskriptif dan analisis statistik sedangkan alat uji hipotesis yang digunakan adalah Analisis Regresi Berganda. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan oleh penulis maka menghasilkan persamaan regresi linear berganda Y = 6.806+0.077X1+(0.012), sehingga dapat disimpulkan bahwa kompetensi dan
ABSTRACT
The purpose of this research was to examine the effect of competence and independence of audit quality. The population in this study is the auditor who worked in Public Accounting Firm in Bandung. The research sampel using purposive sampling technique as much as 30 auditors. Independent variables in this research is the competence and independence, while the dependent variable is the quality of audits. Data were collected, analyzed using descriptive analysis techniques and statistic analysis where statistical tools used to test the hypotheses is multiple regression. Based on the research result can be concluded that produce multiple regression equation Y = 6.806+0.077X1+(0.012), it
can be concluded that competence and independence are not have significant effect.
DAFTAR ISI
Halaman
HALAMAN JUDUL.. ... i
HALAMAN PENGESAHAN ... ii
SURAT PERNYATAAN KEASLIAN SKRIPSI ... iii
KATA PENGANTAR ... iv 1.1.Latar Belakang Penelitian ... 1
1.2. Identifikasi Masalah ... 4
1.3.Tujuan dan Kegunaan Penelitian ... 4
1.3.1.Tujuan Penelitian ... 5
1.3.2. Kegunaan Penelitian ... 5
2.1.1 Pengertian Audit ... 6
2.1.2 Kualitas Audit ... 8
2.1.3.Kompetensi ... 13
2.1.4 Independensi ... 18
2.2.Penelitian Terdahulu ... 23
2.2.1 Penelitian Terdahulu Mengenaik kompetensi ... 23
2.2.2 Penelitian Terdahulu Mengenai Independensi ... 25
2.2.3Penelitian Terdahulu Mengenai Kualitas Audit ... 26
2.3 Rerangka Pemikiran ... 27
2.4 Hipotesis ... 29
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Objek Penelitian ... 30
3.2 Definisi Variabel Operasional ... 30
3.3 Populasi dan Sampel ... 31
3.4 Jenis dan Sumber Data ... 31
3.5 Teknik Pengumpulan Data ... 32
3.6 Instrumen Penelitian ... 33
3.7 Analisis Data ... 35
3.7.1 Model Analisi Data ... 35
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
4.1 Distribusi jawaban responden ... 41
4.1.1 Kompetensi Auditor ... 41
4.1.2 Independensi Auditor ... 44
4.2 Hasil Penelitian ... 47
5.2 Saran ... 55
5.2 Keterbatasan Penelitian ... 56
DAFTAR PUSTAKA ... 57
LAMPIRAN ... 59
DAFTAR GAMBAR
DAFTAR TABEL
Halaman
TABEL 3.1 PENILAIAN SKOR PERTANYAAN ... 34
TABEL 3.2 DEFINISI VARIABEL OPERASIONAL ... 34
TABEL 4.1 HASIL UJI VALIDITAS KOMPETENSI ... 47
TABEL 4.2 HASIL UJI VALIDITAS INDEPENDENSI ... 48
TABEL 4.3 HASIL UJI VALIDITAS KUALITAS AUDIT ... 49
TABEL 4.4 HASIL UJI REABILITAS KOMPETENSI ... 49
TABEL 4.5 HASIL UJI REABILITAS INDEPENDENSI ... 50
TABEL 4.6 HASIL UJI REABILITAS KUALITAS AUDIT ... 50
TABEL 4.7 HASIL UJI NORMALITAS ... 51
TABEL 4.8 HASIL UJI HETEROKEDASTISITAS... 51
DAFTAR LAMPIRAN
BAB 1 Pendahuluan
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Profesi akuntan publik merupakan profesi kepercayaan masyarakat. Dari profesi akuntan publik, masyarakat mengharapkan penilaian yang bebas dan tidak memihak terhadap informasi yang disajikan oleh manajemen perusahaan (Mulyadi,1998). Profesi akuntan publik bertanggung jawab untuk menaikan tingkat keandalan laporan keuangan perusahaan, sehingga masyarakat memperoleh informasi keuangan yang andal sebagai dasar pengambilan keputusan. Guna menunjang profesionalismenya sebagai akuntan publik maka auditor dalam melaksanakan tugas auditnya harus berpedoman pada standar audit yang ditetapkan oleh Ikatan Akuntansi Indonesia (IAI), yakni standar umum, standar pekerjaan lapangan dan standar pelaporan. Dimana standar umum merupakan cerminan kualitas pribadi yang harus dimiliki oleh seorang auditor yang mengharuskan auditor untuk memiliki keahlian dan pelatihan teknis yang cukup dalam melaksanakan prosedur audit. Sedangkan standar pekerjaan lapangan dan standar pelaporan mengatur auditor dalam hal pengumpulan data dan kegiatan lainnya yang dilaksanakan selama melakukan audit serta mewajibkan auditor untuk menyusun suatu laporan atas laporan keuangan yang diauditnya secara keseluruhan.
BAB 1 Pendahuluan 2
dimana auditor akan menemukan salah saji tergantung pada kualitas pemahaman auditor (kompetensi) sementara salah saji tergantung pada independensi auditor. De Angelo dalam lastanti (2007) mendefinisikan kualitas audit sebagai kemungkinan bahwa seorang auditor akan menemukan dan melaporkan pelanggaran pada sistem akuntansi klien.
AAA Financial Accounting Commite (2000) dalam Christiawan (2002:83) menyatakan bahwa “ kualitas audit ditentukan oleh 2 (dua) yaitu kumpetensi dan independensi. Kualitas audit merupakan hal yang sangat penting, karena dengan mempunyai kualitas audit yang tinggi akan menghasilkan laporan keuangan yang dapat dipercaya dalam pengambilan keputusan.
BAB 1 Pendahuluan 3
tepat, standar etika yang tinggi dan tidak mudah percaya, tidak berpengaruh terhadap kepuasan klien.
Teguh Harhinto (2004) menunjukan pengalaman dan pengetahuan berpengaruh positif terhadap kualitas audit. Lama hubungan dengan klien, tekanan dari klien berpengaruh negatif terhadap kualitas audit dan telaah dari rekan auditor (peer review) berpengaruh signifikan terhadap kualitas audit. Sedangkan hasil penelitian yang dilakukan oleh Ernayanti (2009) menunjukan bahwa pengalam dan pengetahuan berpengaruh positif terhadap kualitas auditor
Penelitian yang dilakukan oleh Hexana Sri Lastanti tentang pengaruh kompetensi dan independensi auditor terhadap kualitas audit di wilayah Surabaya, yang hasil pengujiannya menunjukan bahwa kompetensi dan independensi mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap kualitas audit. Sedangkan penelitian yang dilakukan oleh Teguh Harhinto (2004) tentang pengaruh kompetensi dan independensi terhadap kualitas audit. Yang hasil penelitiannya menunjukan bahwa kompetensi berpengaruh signifikan terhadap kualitas audit dan penelitian tersebut juga menemukan bukti empiris bahwa independensi tidak berpengaruh signifikan terhadap kualitas audit.
BAB 1 Pendahuluan 4
Berdasarkan uraian diatas, maka peneliti merencanakan mengadakan penelitian yang berjudul : “ Pengaruh Kompetensi dan Independensi Auditor terhadap Kualitas Audit “
1.2 Identifikasi Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas, maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah :
1. Apakah Auditor yang diteliti sudah memiliki kompetensi dan independensi yang memadai ?
2. Apakah kompetensi auditor berpengaruh secara signifikan terhadap kualitas audit?
3. Apakah Independensi auditor berpengaruh secara signifikan terhadap kualitas audit?
1.3 Maksud dan Tujuan Penelitian
Penelitian ini bertujuan untuk:
1. Menganalisis dan memberikan bukti bahwa Auditor yang diteliti telah memiliki kompetensi dan independensi yang memadai.
2. Menganalisis dan memberikan bukti empiris bahwa Kompetensi auditor berpengaruh signifikan terhadap kualitas audit.
BAB 1 Pendahuluan 5
1.4 Kegunaan Penelitian
1. Manfaat Teoritis
Melalui penelitian ini, peneliti mencoba memberikan bukti empiris tentang pengaruh kompetensi dan independensi terhadap kualitas audit.
2. Manfaat Praktis
Dapat digunakan sebagai masukan bagi pimpinan Kantor Akuntan Publik dalam rangka meningkatkan kualitas kerjanya.
BAB V Simpulan dan Saran
BAB V
SIMPULAN DAN SARAN
5.1. Simpulan
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kompetensi dan independensi terhadap kualitas audit. Berdasarkan hasil penelitian maka dapat diambil kesimpulan sebagai berikut :
1. Responden sudah Kompeten dan Independen
2. Kompetensi tidak berpengaruh secara signifikan terhadap kualitas audit, hal ini dapat dilihat dari nilai sig 0,068 (lebih besar dari α 0,05).
3. Independensi tidak berpengaruh secara signifikan terhadap kualitas audit, hal ini dapat dilihat dari nilai sig. 0,801 (lebih besar dari α0,05).
5.2 Saran
1. Untuk meningkatkan kualitas audit diperlukan adanya peningkatan kompetensi para auditor yakni dengan pemberian pelatihan-pelatihan serta diberikan kesempatan kepada para auditor untuk mengikuti kursus-kursus atau peningkatan pendidikan profesi
2. Dalam penelitian yang akan datang dan selanjutnya perlu diperluas wilayah dalam menentukan sampelnya, seperti di Jawa Barat dan Bandung.
3. Dalam penelitian lebih lanjut sebaiknya semua auditor pada suatu Kantor Akuntan publik (KAP) perlu ikut serta dalam pengisian kuesioner..
BAB V Simpulan dan Saran 56
5.3 Keterbatasan penelitian
DAFTAR PUSTAKA
Arens et al. 2008. Auditing and Assurances Services - An Integrated Approach. Edisi Keduabelas. Prentice Hall.
Arikunto, Suharsimi. 2002. Prosedur Penelitian : Suatu Pendekatan Praktek. Edisi Revisi IV, Jakarta : Rineka Cipta.
Christiawan, Yulius Jogi. 2003. Kompetensi dan Independensi Akuntan Publik Refleksi Hasil Penelitian Empiris. Jurnal Akuntansi dan Keuangan Vol. 4 No. 2 (Nov) Hal. 79-82
De Angelo, L.E. 1981a. Auditor Independence, “Low Balling”, and Disclosure Regulation. Journal of Accounting and Economics . August. pp. 113-127. De Angelo, L.E. 1981b. Auditor Size and Audit Quality.Journal of Accounting and
Economics December.pp. 183-199
Deis, Donald L. Dan Gari A. Giroux. 1992. ”Determinants of Audit Quality In The Public. Sector”. The Accounting Review Vol. 67 No. 3 ( Juli). Pp. 462-479 Elfarini, Eunike Christina. 2007. Pengaruh Kompetensi Dan Independensi
AuditorTerhadap Kualitas Audit (Studi Empiris Pada Kantor Akuntan Publik
di Jawa Tengah. Skripsi Fakultas Ekonomi Pada Universitas Negeri
Semarang
Elmi, Erik F, 2007, Pengaruh Kompetensi dan Independensi Auditor Terhadap Kualitas Audit Dengan Etika Auditor, Jakarta
Ghozali, Imam. 2005. Aplikasi Analisis Multivariat dengan Program SPSS. Semarang: BP UNDIP
Harhinto, Teguh. 2004. Pengaruh Keahlian dan Independensi Terhadap Kualitas
Audit Studi Empiris Pada KAP di Jawa Timur. Semarang. Tesis MAKSI:
UniversitasDiponegoro (Tidak Dipublikasikan)
Hapsari, T. 2007. Pengaruh Kompetensi dan Independensi terhadap Kualitas Audit dengan Etika Auditor sebagai variabel moderasi
Hernadianto. 2002. ”Pengaruh Pengalaman Auditor Terhadap Pengetahuan dan
Penggunaan Intuisi Mengenai Kekeliruan (Pada KAP di Jateng dan DIY)”.
Semarang. Tesis Maksi : Universitas Diponegoro
Ikatan Akuntan Indonesia. 2001. Standar Profesional Akuntan Publik Per 1 Januari 2001. Salemba Empat: Jakarta.
Khomsiyah dan Nur Indriantoro.1998. ”Pengaruh Orientasi Etika terhadap
Kusharyanti. 2003. Temuan Penelitian Mengenai Kualitas Audit dan Kemungkinan Topik Penelitian di Masa Datang. Jurnal Akuntansi dan Manajemen (Desember). Hal 25-60
Mayangsari,S.2003.Pengaruh Keahlian Audit dan Independensi terhadap Pendapat Audit: Sebuah Eksperiman. Jurnal Riset Akuntansi Indonesia. Vol.2.No.1. Januari.p.37-52
Meutia, Intan, 2004, “Independensi Auditor Terhadap Manajemen Laba Untuk KAP Big 5 dan Non Big 5. Jurnal Riset Akuntansi Indonesia Vol. 2, No 1, (Januari), Hm, 37-52.
Mulyadi, Duradirej, 1998, Auditing Pendekatan Terpadu, Jakarta, Salemba Empat. Murtanto dan Gudono, 1999. Identifikasi karakteristik-karakteristik audit profesi.
akuntan publik di Indonesia. Jurnal Riset Akuntansi dan Auditing 2 (1) Januari
Santosa, Purbayu Budi dan Ashari. 2005. Analisis Statistik dengan Microsoft Excel dan SPSS. Andi: Yogyakarta
Simamora, Henry.2002. Auditing. Yogyakarta : UPP AMP YKPN
Sri Lastanti, Hexana. 2005. Tinjauan Terhadap Kompetensi dan Independensi
Akuntan Publik: Refleksi atas Skandal Keuangan. Media Riset Akuntansi, Auditing danInformasi Vol 5 No. 1 April 2005. Hal 85-97
Sulaiman, Wahid. Analisis Regresi Menggunakan SPSS. 2004. Andi: Yogyakarta Tarigan, S. 2011. Pengaruh Pengalaman Kerja, Independensi, Objektivitas, Integritas
Dan Kompetensi Terhadap Kualitas Hasil Pemeriksaan
Watkins, Ann. L, William Hillison and Susan E. morecroft. 2004. “Audit Quality : A Synthesis Of Theory And Empirical Evidence”. Journal of Accoounting Literature Vol.23. Pp. 153-193