• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pencirian Edible Film Tepung Tapioka Terplastisasi Gliserol dengan Penambahan Natrium Alginat.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Pencirian Edible Film Tepung Tapioka Terplastisasi Gliserol dengan Penambahan Natrium Alginat."

Copied!
27
0
0

Teks penuh

Gambar

Gambar 2 Film tepung tapioka-gliserol pada komposisi 8:2 (a) dan 7:3 (b) dengan
Gambar 4 Hubungan konsentrasi natrium alginat (%) dengan kuat tarik (MPa)
Gambar 5  Hubungan konsentrasi natrium alginat (%) dengan elongasi (%) pada
Gambar 6  Foto SEM permukaan tepung tapioka-gliserol pada komposisi 7:3 dengan penambahan natrium alginat 1% pada perbesaran 5000×

Referensi

Dokumen terkait

Hasil dari pengujian kekuatan tarik dan persen elongasi dari edible film dengan penambahan konsentrasi agar, menunjukkan penambahan konsentrasi agar 4% memiliki nilai

Film pati tapioka terplastisasi-gliserol dengan komposisi natrium alginat dan lilin lebah 19:6 merupakan komposisi yang optimum karena memiliki tingkat keteraturan

Pembuatan film pati tapioka terplastisasi gliserol dengan tambahan natrium alginat dan aditif limonena kulit jeruk menghasilkan film dengan sifat mekanik yang

Bioplastik tepung singkong yang terplastisasi gliserol dengan penambahan natrium alginat dan limonena kulit jeruk memiliki ketebalan yang semakin menurun dengan

Skripsi dengan judul “ Kajian Karakteristik Edible Film dari Tapioka dan Gelatin dengan Perlakuan Penambahan Gliserol ” yang diajukan oleh Atika Ariani Hendra

Pembuatan edible film dari campuran ekstrak kulit semangka ( Citrullus lanatus (tunb)) dengan penambahan tepung tapioka, gliserol dan kitosan serta aplikasinya sebagai pembungkus

Gambar 8 Pengaruh komposisi agar kertas dan limonena terhadap kuat tarik edible film dengan konsentrasi pati tapioka 80% dan gliserol 10% Krochta dan Johnston (1997)

Judul : Karakterisasi Edible Film dari Campuran Tepung Tapioka, Kitosan, Gliserol dan Ekstrak Kulit Semangka Serta Aplikasinya Sebagai Pembungkus Kue Dadar