• Tidak ada hasil yang ditemukan

Perancangan Komik Tentang Inspirasi Dari Seorang Guru Bagi Muridnya

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Perancangan Komik Tentang Inspirasi Dari Seorang Guru Bagi Muridnya"

Copied!
99
0
0

Teks penuh

(1)

iv Abstrak

PERANCANGAN KOMIK TENTANG INSPIRASI DARI SEORANG GURU BAGI MURIDNYA

Oleh:

Fauzy Zulvikar Firmansyah 51911034

Program Studi Desain Komunikasi Visual

Guru adalah profesi yang mulia dan sangat penting karena profesi ini merupakan cikal bakal segala profesi lainnya oleh karena itu guru memiliki peran yang sangat penting. Guru berperan dalam melestarikan ilmu dan budaya dalam masyarakat dari generasi ke generasi, sehingga membentuk calon masyarakat masa depan adalah suatu kewajiban bagi guru dimana hal ini adalah penting bagi negara karena masyrakat adalah salah satu atribut negara.

Sosok seorang guru merupakan panutan masyarakat dimana sikap dan perilakunya menjadi contoh baik untuk ditiru namun guru tetaplah manusia yang memiliki sisi humanis yang berpengaruh pada karakter seorang manusia dimana hal ini dapat berdampak positif maupun negatif.

Media informasi yang dibuat dalam menyampaikan pesan ini adalah buku komik. Perancangan komik ini bertujuan untuk memberi pesan kepada masyarakat yang berhubungan langsung dengan guru bagaimana sisi lain seorang guru dan nilai moral yang ia dapat sebagai pelajaran diri guna menjadi guru ideal.

(2)

v

Visual Communications Design Studies Program

The teacher is a noble profession and is very important because this profession is the forerunner of all the other professions so teachers have a very important role.

Teachers play a role in preserving science and culture in the community from generation to generation, thus forming candidates for future society is an obligation for teachers where it is important for the country because the community is one of the attributes of the state.

The figure of a teacher is a role model of society where attitudes and behavior become good examples to be imitated, but teachers still human beings who have

humanist side on the character of a human being where this can be a positive or negative impact.

Media information created in conveying this message is a comic book. This comic design aims to give a message to the people who deal directly with the teacher

how the other side of a teacher and moral values that he can be as a lesson themselves to be ideal teachers.

(3)

1 BAB I

PENDAHULUAN

I.1 Latar Belakang Masalah

Guru berperan untuk mendidik dan memberikan ilmu kepada para anak didiknya yang kelak akan menjadi orang-orang yang dibutuhkan negara ini. Oleh karena itu guru diharuskan menjadi sosok panutan dimana tindakan, ucapannya merupakan sesuatu yang patut dicontoh dan ditiru oleh anak didiknya, dengan kata lain para guru dituntut kinerja optimalnya untuk masa depan anak didik yang kelak akan menjadi anggota masyarakat.

Namun guru tetaplah manusia, ia tidaklah sempurna seperti yang ada dalam pikiran dan bayangan beberapa orang dimana sosok guru layaknya seperti dewa yang selalu bijaksana dan mengetahui segalanya. Guru merupakan manusia yang memiliki jiwa, perasaan, fisik, keinginan, kebencian, keluarga, kehidupan dan kematian. Guru memiliki telinga dan mata yang sama dengan manusia lainnya, oleh karena itu ia tidak bisa mendengar isi hati seseorang untuk membaca karakter dan sifat orang tersebut, melihat latar belakang seseorang untuk mengetahui masalah apa yang sedang dialaminya sebagai alasan berperilaku buruk di kelas. Guru dapat mengerti karakter muridnya karena pengalaman dari sekian banyak murid yang pernah dididik sehingga terjadinya kesamaan karakter individu yang dapat digolongkan ke dalam beberapa jenis stereotype anak yang ada di kelas menurut versi guru tersebut. Oleh karena itu, guru membutuhkan beberapa faktor untuk memenuhi tuntutan masyarakat atas kinerja optimal dan sosok panutan dari dirinya, diantaranya seperti pembekalan pengalaman dan ilmu yang sudah matang, materi untuk menghidupi kehidupan keluarganya serta fasilitas yang menunjang untuk kegiatan mengajar.

(4)

2 sehingga waktu yang dibutuhkan untuk menjadi seorang guru berbeda-beda semua ini tergantung faktor adat seperti latar belakang budaya seseorang dimana tiap daerah memiliki ciri khas masing-masing seperti adat Sunda yang lemah lembut dengan Batak yang tegas. Sikap pun menjadi pengaruh sisi humanis seseorang seperti perasaan, pikiran dan kecenderungan tindakan seseorang terhadap sesuatu. Emosi pun menjadi pengaruh sisi humanis manusia karena emosi adalah cikal bakal dari sikap, atau pendorong terjadinya sikap. Dalam hal ini banyak faktor emosi yang dapat mempengaruhi seorang guru yang juga mempengaruhi kinerjanya seperti faktor usia, gender dan kepribadian. Nilai adalah anggapan baik dan buruk dimana hal ini ada kaitannya dengan adat kebudayaan seseorang, oleh karena itu nilai yang diyakini seseorang bisa berbeda. Etika adalah aturan sikap seorang manusia dimana aturan ini dipengaruhi oleh nilai dari suatu adat kebudayaan, agama dan juga gender, namun terkadang kekuasaan juga berpengaruh terhadap etika seseorang karena adanya keistimewaan aturan terhadap seseorang yang jabatannya lebih tinggi. Persuasi adalah ajakan atau dorongan yang mempengaruhi pendirian atau pemikiran seseorang, kaitannya dengan profesi guru adalah perbedaan motivasi antara seseorang yang ingin menjadi guru dari diri sendiri dengan seseorang yang menjadi guru atas ajakan orang lain seperti kerabat atau orang tua. Faktor genetika adalah faktor bawaan dari orang tua yang akan mempengaruhi fisik juga sifat anaknya, oleh karena itu faktor genetika berpengaruh juga pada pembentukan karakter manusia untuk menjadi seorang guru.

(5)

3 permanen. Dari data SD Turangga, usia guru berusia rata-rata 47 tahun dan biasanya usia 40-an adalah usia matang seorang guru.

Penelitian ini sangat penting untuk memberitahukan masyarakat bahwa dibalik sosok guru yang harus sempurna, ia tetaplah manusia sama seperti masyarakat lainnya, guru memiliki sisi humanis, mereka bukanlah mesin yang dapat terprogram untuk bekerja optimal secara konstan terus menerus. Setiap guru membutuhkan waktu dan pelatihan yang layak untuk menjadi matang di kelas, mereka butuh komunikasi yang baik dengan murid-muridnya maupun kedua orang tua dari murid tersebut dan aspirasi sebagai tanda terima kasih juga timbal balik dari jasa seorang guru. Guru memiliki kehidupan yang harus dihidupi, keluarga yang menunggunya untuk pulang. Hasil penelitian ini bermaksud memberikan wawasan bahwa guru adalah manusia, segala sesuatu yang mereka capai hingga menjadi sosok yang teladan adalah hasil dari kerja keras, usaha dan latihan.

Beberapa masyarakat mempermasalahkan tentang guru yang berjualan di kelas atau pungutan-pungutan biaya dalam kegiatan sekolah, karena mereka menganggap semuanya sudah didanai oleh BOS atau bantuan operasional sekolah, masalah yang lain yang ada pada sekolah adalah permainan dana yang dilakukan oleh kepala sekolah yang nantinya akan berpengaruh pada infrastruktur pada sekolah untuk kegiatan mengajar, maka bukan tidak mungkin dana BOS yang seharusnya dipakai untuk suatu kegiatan sekolah harus ditutupi dengan pungutan biaya yang dilakukan oleh guru karena dana tersebut sudah dipotong oleh kepala sekolah ke saku pribadi.

(6)

4 yang rupawan. Apabila terdapat guru yang mengajar diluar konteks teori pedagogi atau dasar-dasar mengajar namun ternyata terbukti efektif dalam mengajar di kelas, apakah guru tersebut bisa disebut guru yang ideal.

Untuk menyampaikan informasi tersebut media yang digunakan adalah komik, alasannya adalah komik memiliki pace yang memiliki arti suatu jarak atau langkah yang dibutuhkan seseorang untuk menikmati suatu rentetan peristiwa atau kejadian, hal ini agar pembaca bisa mendapatkan emosi yang terkandung dalam cerita. Komik juga dapat menceritakan beberapa kejadian yang terjadi dalam satu waktu oleh beberapa karakter, hal ini berpengaruh untuk melihat sudut pandang karakter lain sehingga sifat dari karakter tersebut akan terlihat. Komik pun lebih memiliki ungkapan emosi lewat visual seperti gestur karakter, panel, balon kata dan tipografi yang ada di dalam balon kata. Komik lebih dapat memancing daya imajinasi seseorang sehingga lebih mudah untuk membayangkan cerita yang terjadi di dalam buku komik tersebut.

I.2 Identifikasi Masalah

Setelah penjabaran latar belakang, berikut ini adalah masalah yang telah teridentifikasi:

a. Profesi guru dituntut atas kinerja optimalnya karena menganggap guru adalah sosok yang sempurna dan harus menjadi panutan.

b. Apakah guru yang mengajar berdasarkan teori pedagogi adalah guru ideal yang disukai masyarakat atau malah membuatnya menjadi kaku?

c. Apakah guru yang mengajar diluar teori pengajaran dan mangajar dengan gayanya sendiri lalu terbukti efektif untuk murid-murid bisa dikatakan guru yang ideal? Karena tidak semua murid sama seperti apa yang disebutkan di buku teori, mereka manusia yang beragam dan memiliki karakter yang berbeda hingga persepsi ideal terhadap gurunya pun berbeda-beda.

d. Sisi humanis dari seorang manusia yang dapat mempengaruhi guru itu sendiri.

(7)

5 f. Komik merupakan media yang dapat memunculkan nilai-nilai yang ingin disampaikan dari seorang guru, melihat target pembaca yaitu dari SD sampai SMA karena mereka berkaitan langsung dengan guru di sekolah. Komik juga merupakan media pembelajaran yang cerdas, menarik dan juga media yang paling cocok bagi pelajar karena memiliki visual beragam aksi dan kejadian cerita dalam media berbentuk buku.

I.3 Rumusan Masalah

Berdasarkan uraian diatas maka dirumuskan permasalahan utama yang menyebabkan munculnya masalah-masalah yang teridentifikasi adalah tentang sisi humanis dari seorang guru yang terkadang tertutupi oleh image seorang guru yang tauladan dan menjadi panutan masyarakat, jika pun sudah mencapai sosok image seorang guru yang teladan hal itu dicapai melalui pelatihan dan pembiasaan bukan terlahir seperti itu. Bagaimana etika guru di kelas terhadap muridnya di kelas, apabila guru tersebut mengajar dengan cara yang tidak biasa dilakukan oleh seorang guru dan cara mengajarnya itu terbukti efektif, apakah guru tersebut bisa disebut guru yang ideal. Untuk solusinya maka dibuat penggambaran sebagai perwakilan pembentukan seseorang menjadi sosok seorang guru dan merancang sebuah narasi yang dapat membawa sekaligus menyentuh perasaan masyarakat dalam melihat sisi lain dari seorang guru. Di sini ditampilkan sosok guru dengan latar belakang militer sehingga menimbulkan keunikan saat proses mengajar maupun keberlangsungan cerita dalam narasi.

I.4 Batasan Masalah

(8)

6 I.5 Tujuan Perancangan

(9)

21 BAB III

STRATEGI PERANCANGAN DAN KONSEP VISUAL

III.1 Strategi Perancangan

Guru atau tema yang berhubungan dengan pendidikan biasanya cenderung kaku dalam menginformasikan pesannya maka dari itu Genre komedi adalah pilihan yang paling tepat, karena genre ini mudah disukai oleh masyarakat. Strategi ini digunakan karena pelajar yang menjadi target audiens biasanya jenuh apabila mendengar cerita seperti ceramah karena setiap hari mereka menjumpai hal ini seperti di sekolah, di rumah maupun di tempat beribadah, maka dipilihlah strategi menghibur sambil belajar lewat komik yang berbanding terbalik dengan buku pelajaran yang biasa ditemui para pelajar. Komik yang dibuat berukuran A5, karena ukuran tersebut tidak terlalu besar dan tidak terlalu kecil, dalam arti lain, ukurannya pas. Komik yang dibuat berwarna hitam putih, disesuaikan dengan komik yang kebanyakan ditemui di toko buku. Strategi perancangan lainnya adalah mengangkat cerita fiktif mengenai sekolah dimana didalamnya terdapat kelas yang isinya anak-anak bandel hingga para guru sudah tidak sanggup menghadapinya, hingga pada suatu saat kelas bandel tersebut terpilih program kelas wajib militer dengan guru pembimbing mereka yang seorang anggota Kopassus TNI.

Dalam menyampaikan informasi mengenai pentingnya guru, maka diciptakan situasi yang ekstrim berhubung narasi yang dibuat adalah fiktif, hal ini bertujuan untuk tercipta sebuah karya yang menarik dan unik agar terus teringat di dalam benak pembaca.

III.1.1 Tujuan Komunikasi

(10)

22 belah, biasanya terjadi di dalam kelas yang memiliki geng-geng diantara murid-muridnya. Terciptanya sebuah brand Kelas Wajib Militer dimana anak-anak SD yang membaca komik tersebut, menganggap program ini benar-benar ada di lingkungan SMA, bahkan bukanlah mustahil apabila memang terdapat kondisi yang memungkinkan, program ini diwujudkan menjadi nyata dan bisa dijadikan sebuah acara reality show seperti acara hell kitchen.

III.1.2 Pendekatan Komunikasi

Komunikasi adalah proses penyampaian pesan dari komunikator ke komunikan dengan berbagai macam cara juga media yang digunakan dan salah satunya adalah lewat komik. Komik adalah media yang erat untuk anak-anak dan remaja bahkan dewasa sekali pun masih ada dan bisa menikmati komik. Komik mampu merangsang daya imajinasi anak dan melatih anak untuk menyukai hiburan non digital yang akhir-akhir ini membuat mereka kecanduan. Selain itu, penyebaran komik di kalangan pelajar dirasa bukanlah hal yang sulit dan rumit, karena komik dapat disebarkan tanpa perlu menggunakan media perantara lainnya.

Gaya penceritaan melalu sudut pandang orang ketiga yaitu karakter seorang murid biasa bernama Ucup yang terjebak di dalam kelas anak-anak nakal karena kelas yang lain sudah penuh. Di sini pembaca akan digiring lewat pola pikir Ucup dalam menghadapi masalah-masalahnya di kelas dari mulai menghadapi teman-temannya yang nakal, hilangnya perhatian dari seorang guru sampai ia merasa betapa pentingnya peran seorang guru di kelas.

(11)

23 yang biasa pada Srimulat atau Warkop DKI seperti permainan ekspresi wajah, kentut dan komedi lain yang berhubungan dengan fisik.

III.1.3 Materi Pesan

Materi pesan dalam karya ini adalah seberapa pentingya peran guru dalam menginspirasi murid-muridnya juga melihat sisi lain dari seorang guru yaitu sisi humanis atau manusia biasa yang berusaha menjadi sosok seorang guru meski awalnya ia mungkin merasa bukanlah contoh teladan yang baik.

Nilai kebersamaan dan solidaritas ala pendidikan militer diharapkan dapat menghilangkan perselisihan antar murid di kelas atau seseorang yang tertutup dengan teman-temannya karena takut atau merasa malu.

III.1.4 Gaya Bahasa

Agar sesuai dengan pendekatan terhadap target audiens yang dituju yaitu pelajar kelas lima SD hingga kelas 3 SMP ditambah para karakter komik yang kebanyakan adalah murid SMA yang nakal, sehingga digunakanlah gaya bahasa yang tidak kaku dan disesuaikan dengan bahasa tidak baku yang sering dijumpai remaja di kota Bandung, namun kata-kata kasar yang biasanya diucapkan oleh anak-anak nakal di dalam dialog komik ini semuanya difilter, contohnya seperti “anjing” menjadi “wanjeeeh”. Pengecualian dilakukan pada karakter pak guru Hari yang seorang TNI dimana karakter tersebut menggunakan bahasa baku dan formal.

Jadi intinya adalah, gaya bahasa yang disesuaikan oleh latar belakang tiap karakter dan juga terdapat filter yang disesuaikan oleh target audiens pembaca yang masih anak-anak dan remaja.

III.1.5 Khalayak Sasaran Pasaran

Berikut ini adalah khalayak sasaran pasaran yang ditujukan agar pesan yang disampaikan tepat dan mudah dipahami.

Demografis, anak-anak hingga remaja terutama pelajar kelas lima SD

(12)

bermacam-24 macam. masa-masa saat itu adalah masa-masa mereka mulai menyukai dan membeli komik lalu membicarakannya dengan teman-teman sekelasnya ditambah biasanya mereka selalu berandai-andai tentang masa-masa saat nanti masuk SMA.

Geografis, daerah perkotaan kota Bandung yang mempunyai jalur distribusi luas dalam penjualan buku terutama buku komik.

Psikografis, seseorang yang memiliki rasa ingin tahu tentang masa-masa

SMA dan juga memiliki ketertarikan dalam dunia kartun animasi dan komik. Memiliki imajinasi dan ingin mendapatkan hiburan dari kejenuhan di sekolah.

Anak sekolah biasanya mengawali hari dengan bangun tidur, mengecek handphone, ke kamar mandi, Shalat bila yang beragama muslim, sarapan, mandi lalu berangkat ke sekolah, belajar di kelas, saat istirahat biasanya pergi ke kantin, berbincang-bincang dengan temannya, bermain gadget, baca komik, setelah istirahat selesai, melanjutkan kembali kegiatan belajar, pulang, mengerjakan pekerjaan rumah atau main ke luar, atau main di rumah seperti main game atau internet.

III.1.6 Strategi Kreatif

Komik merupakan media yang dipilih untuk menyampaikan pentingnya peran guru dikarenakan komik merupakan media yang penyebarannya tidak rumit karena tidak menggunakan media perantara lain untuk dinikmati. Selain itu komik dapat memancing daya imajinasi anak berkat cerita yang bervisual dan membayangan visual diam dalam media cetak tersebut seolah-olah bergerak selayaknya benda hidup, hal ini didukung oleh komik yang merupakan media sekuensial dalam arti rangkaian momen atau gerakan yang membuat sebuah kejadian atau cerita ditambah anatomik komik lainnya yang membuat komik lebih hidup seperti soundeffect, panel, balon kata dan garis aksi yang membuat ilusi gerakan dalam ilustrasi komik.

(13)

25 bisa menjadi media penghibur sekaligus media informasi mengenai pentingnya peran guru disela-sela kewajiban belajar para pelajar.

Dalam menginformasikan pentingnya peran guru ke masyarakat perlu menggunakan cara yang unik karena masyarakat pasti akan berasumsi mereka menganggap penting guru tetapi suatu saat mereka pasti akan lupa jika dihadapkan dengan sesuatu yang lebih menarik perhatian mereka, terutama anak-anak dan remaja dimana mereka cenderung jenuh apabila dihadapkan dengan informasi mengenai pendidikan dan moral yang cenderung kaku dan sifatnya monoton. Penyesalan merupakan pengalaman dan pelajaran terbaik bagi seseorang untuk memperbaiki sesuatu sehingga ia tidak mau mengulangi kesalahan tersebut, maka dari itu dibuatlah cerita fiksi komik dengan situasi yang ekstrim dengan karakter-karakter yang unik dan kontras, contohnya dalam cerita adalah terdapat dua geng yang berselisih di dalam kelas sehingga mereka cenderung berkelahi ketimbang memperhatikan guru mereka di kelas. Genre komedi dipakai agar dapat menghibur pembaca anak SD hingga SMP dengan bumbu drama untuk menyisipkan pesan moral dalam cerita, konsep seperti ini telah teruji oleh komik Indonesia masa kini yang sudah sukses di pasaran yaitu Si juki cari kerja dan Anak Kos Dodol Dikomikin series dimana didalamnya terdapat komedi dan juga drama yang menyentuh.

(14)

26 Dari dua komik ini terdapat dua kesamaan, yaitu cara unik mengajar dari seorang guru yang tidak lazim ditemukan, dua konsep komik ini sukses sebelumnya maka dari itu komik ini mengadaptasi dari konsep tersebut, bedanya adalah apabila Onizuka dari komik Great Theacher Onizuka adalah guru yang selengean dalam mengajar maka karakter pak guru Hari dalam komik ini adalah seorang anggota TNI yang sangat disiplin dan keras dalam mendidik anak buahnya, jika kelas khusus naga fokus terhadap perkembangan nilai akademik siswanya maka komik kelas wajib militer ini fokus terhadap perkembangan nilai siswanya. Kelebihan dari komik Great Theacher Onizuka adalah komedi dan intrik dari kenakalan para muridnya dengan latar belakang dan pribadi yang berbeda-beda maka komik Kelas Wajib Militer mengadaptasi kelebihan dari komik yang disingkat dengan GTO, sehingga kekurangannya apabila dipandang dari sudut kultur negara Indonesia adalah perbedaan budaya yang terdapat di dalam komik GTO dan juga banyaknya konten tak senonoh yang mungkin tidak pantas dibaca pelajar yang menjadi target audiens komik Kelas Wajib Militer, sehingga kekurangan tersebut tidak diambil dalam komik ini.

(15)

27 Berikut ini adalah sinopsis dari komik Kelas Wajib Militer yang kemudian akan berkembang menjadi storyline hingga siap untuk disusun.

a. Sinopsis

Ucup bersekolah di sekolah swasta di mana ia sekelas dengan dua geng anak nakal yang berseteru, kegiatan ajar mengajar pun sama sekali tidak terlihat karena para guru di sana sudah malas menanggapi anak-anak nakal yang ada di kelas Ucup berada hingga suatu saat kelas XII IPS 5 terpilih dalam program kelas wajib militer dimana mereka dihadapkan dengan guru baru pembimbing mereka yang seorang TNI, pak Hari. Hari-hari di kelas militer pun berlangsung, sedikit demi sedikit anak-anak yang terpisah menjadi dua geng kini mulai bersatu dan memperbaiki masalah moral mereka, tapi hal ini tidak berlaku pada kedua ketua geng yang bernama Oded dan Kemed, mereka berniat kabur karena tidak tahan dengan kelas wajib militer, di saat mereka hendak kabur, mereka menguping pembicaraan Pak Hari dengan rekannya yang sama-sama tentara tentang masa lalunya yang juga anak berandalan lalu kelasnya terpilih program kelas militer, sejak lulus dari kelas tersebut ia menjadi anggota Kopassus TNI berkat guru pembimbingnya dahulu, namun saat pak Hari hendak berterima kasih pada guru pembimbingnya setelah ia pulang bertugas dari Timor Timur, guru pembimbingya keburu wafata karena sakit, sejak itulah ia berniat menjadi guru untuk program kelas wajib militer, menolong anak-anak berandalan seperti ia dulu sekaligus sebagai ucapan terima kasih kepada alamrhum guru pembimbingnya. Mendengar obrolan tersebut Oded dan Kemed melihat sisi humanis dari seorang Pak Hari yang galak dan disiplin di lapangan yang ternyata masa lalunya tak jauh berbeda dari mereka yang cuma anak berandalan, sejak saat itu mereka mengurungkan niatnya untuk kabur, dan menyelesaikan kelas wajib militer dengan semangat.

(16)

28 mobil truk tentara yang biasa membawa peralatan untuk kelas wajib militer dan yang menjadi guru pembimbingnya adalah Oded dan Kemed, teman sekelas Ucup dulu yang kini menjadi seorang prajurit TNI.

b. Storyline

Storyline merupakan pengembangan dari sinopsis yang terdiri dari deskripsi dan berita informasi. Berikut ini adalah penjabaran dari alur cerita komik Kelas Wajib Militer.

 Part 1

 Diceritakan Ucup yang terjebak dalam sebuah kelas yang isinya anak-anak bandel dan tergabung dalam dua geng berbeda yang saling berseteru

 Ucup mulai merasakan bahwa tidak ada kehadiran guru di kelas membuat kelas mejadi tidak artinya dikarenakan banyak guru yang membolos mengajar di kelas Ucup dikarenakan kelakuan bandel teman-temannya.

 Part 2

 Kelas XII IPS 5 yakni kelas Ucup dan kawan-kawan berada terpilih program kelas wajib militer dengan guru pembimbing mereka pak Hari yang seorang anggota Kopassus.

 Latihan keras dan pendisplinan dilakukan untuk menanamkan kembali moral pada anak-anak tersebut, selain itu ditanamkan juga nilai kebersamaan dan solidaritas kepada mereka. Dengan begitu perseteruan antar dua geng yang sering terjadi di kelas, hilang.

(17)

29  Pak Hari bercerita bahwa dulu ia juga anak berandalan di sekolahnya hingga kelas Hari yang isinya anak-anak nakal semua, terpilih program kelas wajib militer

 Diceritakan setelah lulus, Hari menjadi seorang anggota Kopassus TNI dan bertugas ke Timor Timur berkat bantuan guru pembimbingnya saat kelas wajib militer, setelah pulang dari tugas Hari berniat untuk menemui guru pembimbingnya dulu untuk berterima kasih, namun ia tidak bisa melakukannya karena guru pembimbingnya wafat terlebih dahulu.

 Mendengar cerita tersebut, Oded dan Kemed melihat sisi humanis dari seorang pak Hari yang galak dan disiplin ternyata dulunya sama-sama anak berandalan seperti mereka. Sejak saat itu, Oded dan Kemed mengurungkan niatnya untuk kabur dari kelas militer dan menyelesaikan kelas tersebut hingga lulus sekolah.

 Part 3

 Beberapa tahun kemudian, diceritakan Ucup menjadi seorang guru sebuah sekolah swasta dan terdapat sebuah kelas yang isinya anak-anak nakal, kemudian kelas tersebut terpilih program kelas wajib militer dengan Oded dan Kemed yang menjadi guru pembimbingnya setelah mereka menjadi seorang prajurit TNI.

c. Alur Cerita

Alur berita adalah sebuah rangkaian peristiwa yang sambung menyambung dalam berupa tindakan-tindakan fisik seperti berbicara dan bergerak, maupun non fisik seperti berpikir dalam hati. Alur terbagi menjadi tiga jenis, alur maju, alur mundur dan alur campuran, dalam komik ini, jenis alur yang dipakai adalah alur maju.

d. Storyboard

(18)

30 Gambar III.1 Storyboard

Sumber : Dokumen pribadi

e. Copywriting

Nama kelas wajib militer terinspirasi dari istilah wajib militer yang biasa dialami oleh remaja di Korea Selatan, hal tersebut menjadi akrab di telinga masyarakat terutama remaja karena kultur pop Korea Selatan sudah menjamur di kalangan remaja Indonesia.

III.1.7 Strategi Media

(19)

31 Dalam perancangan komik kelas wajib militer ini, digunakanlah media utama dan media pendukungnya sebagai berikut. media penyebarannya tidak rumit dengan tanpa menggunakan perantara lain untuk membukanya, buku komik terbilang terjangkau untuk dibeli anak-anak sekolah.

b. Media Pendukung

Untuk menunjang media utama maka dibutuhkan beberapa media untuk promosi yang berfungsi sebagai pengingat yang dapat menarik perhatian masyarakat akan komik menganai pentingnya peran guru yang berjudul Kelas Wajib Militer. Beberapa media pendukung yang akan dibuat

III.1.8 Strategi Distribusi dan Waktu Penyebaran Media

(20)

32 dengan murid-murid dan militer karena keduanya diwajibkan untuk melaksanakan upacara bendera, dari kedua hubungan tersebut, tanggal tersebut dinilai menarik perhatian masyarakat jika komik ini diterbitkan pada tanggal tersebut. Untuk meningkatkan minat pembeli pre order dihadirkan bonus berupa stiker dan poster bagi setiap pembelian komik secara pre order.

Tabel Waktu Distribusi

Tabel III.1 Waktu distribusi Sumber: Dokumen pribadi

III.2 Konsep Visual

(21)

33 tiap panel, para penikmat komik di Indonesia sudah merasakan megah dan hebatnya komik luar terutama komik Jepang dengan ilustrasi dan cerita yang menarik juga beragam, tak heran apabila gaya komik Jepang mulai mempengaruhi gaya komik-komik Indonesia jaman sekarang.

Komik ini menggunakan konsep hitam putih, tujuannya adalah untuk membuat ilustrasi yang kontras antara karakter dan latar atau foreground dan background. Komik hitam putih juga dapat menunjukan sebuah suasana hati dan waktu kejadian seperti menggambarkan keadaan di malam hari dimana ilustrasi latar menggunakan shading abu-abu gelap, namun karakter tidak menggunakan shading abu-abu gelap seperti ilustrasi latar, hal ini untuk membedakan mana ilustrasi latar dan mana ilustrasi karakter atau mana ilustrasi yang menjadi background dan mana ilustrasi yang menjadi foreground.

III.2.1 Format Desain

Format komik berukuran A5 dengan detail ukuran yaitu 14,8 cm x 21 cm dan tebal 56 halaman menggunakan book paper, alasan menggunakan book paper sebagai kertas isi halaman adalah agar nyaman saat dibaca karena bahan book berfungsi sebagai pemisah waktu dalam sebuah kejadian, sehingga tampilannya hanya berbentuk kotak saja, tanpa adanya perbedaan bentuk dan ukuran yang ekstrim, hal ini dimaksudkan agar pembaca tidak dibingungkan dengan tata letak yang terlalu rumit. Berbeda dengan komik Amerika dan Jepang yang melakukan banyak eksperimen terhadap panel komik.

(22)

34 bergenre aksi petualangan atau drama namun dengan beberapa modifikasi tambahan. Berikut adalah contoh adaptasi panel dari komik Indonesia jaman sekarang.

Gambar III.2 Komik Garudayana Sumber :

http://vanguard-zero.deviantart.com/art/Preview-Garudayana-comic-pg2-130566806.jpg (14/5/2015)

Gambar III.3 Contoh Panel Dalam Karya Sumber : Dokumen pribadi III.2.3 Huruf

(23)

35 manga scan dalam dialog komik Jepang yang sudah dialih bahasa sehingga para pembaca komik tidak akan asing dengan font ini. Khusus untuk dialog dalam komik, semua font ditulis dengan huruf kapital, karena pada umumnya dialog komik yang sering ditemukan hampir semuanya seperti itu. Sedangkan alasan menggunakan font Bombardier untuk judul adalah font ini memiliki kesan militer dengan garis yang tegas.

Anime ace bb

Abcdefghijklmnopqrstuvwxyz

1234567890

!@#$%^&*()

BOMBARDIER

ABCDEFGHIJKLMNOPQRSTUVWXYZ abcdefghijklmnopqrstuvwxyz 1234567890

!@#$%^&*()

III.2.4 Ilustrasi

(24)

36 Gambar III.4 Komik Anak Kos Dodol Dikomikin

Sumber : http://omnduut.com/2013/04/13/1897/

Gambar III.5 Komik Si Juki

Sumber : https://www.facebook.com/JukiHoki

(25)

37 dilakukan adalah mengambil ekspresi berlebihan pada wajah karakter seperti yang dilakukan komik Anak Kos Dodol Dikomikin, namun dalam penggunaan screentone atau shading, komik Anak Kos Dodol Dikomikin melakukannya manual dengan membuat rentetan garis menggunakan drawing pen dan penggaris, dalam hal shading komik ini lebih mengacu pada komik Si Juki dimana komik tersebut menggunakan shading gray tone dengan warna abu-abu flat dimana berbeda dengan teknik screentone pada manga yang menggunakan rentetan titik atau garis, namun dalam pengaplikasian shading gray tone pada komik ini tidak hanya menggunakan abu-abu flat saja, diguanakan gradasi dan juga bermacam-macam tekstur agar lebih membentuk suasana dan manambah detil ilustrasi latar. Dalam tarikan garis, komik ini juga memodifikasi tarikan garis tebal tipis dari komik Anak Kos Dodol Dikomikin yang tebal dengan membuatnya menjadi lebih tipis. Beberapa wajah karakter mengacu pada bentuk wajah maupun fisik pada komik Si Juki namun anatomi manusianya tetap mengacu pada bentuk manusia biasa berbeda dengan komik Si Juki yang melakukan pengecilan pada anatomi tubuh tertutama bagaian selain kepala sehingga terlihat seperti manusia dengan kepala yang besar.

(26)

38 III.2.5 Warna

Komik ini menggunakan konsep hitam putih untuk isi halaman dengan tujuan membuat ilustrasi yang kontras dan nyaman dipandang mata, karena ilustrasi yang terlalu detail dan penuh warna memang terlihat keren dan mengagumkan namun dalam sebuah komik, hal itu membuat mata lelah sehingga waktu bernafas dalam membaca komik pun berkurang karena megahnya ilustrasi dalam satu panel. Konsep hitam putih pun memberikan kesan kontras dalam membedakan latar belakang lokasi dengan karakter, background dengan foreground sehingga pembaca dapat membedakan objek yang berada di tempat jauh dengan objek yang berada di tempat dekat. Dalam ilustrasi latar belakang komik biasanya dibuat lebih detail dengan karakternya, agar pembaca bisa membedakan mana latar belakan dan juga karakter dalam sebuah panel komik. Membuat biaya produksi yang murah sehingga dapat dijual dengan harga yang terjangkau untuk anak-anak sekolah, sedangkan sampul menggunakan warna dengan nuansa militer seperti hijau tua dan kuning serta coklat.

Gambar III.7 Contoh Sampul dan Isi Halaman Sumber : Dokumen pribadi

(27)

39 masyarakat akan tertarik untuk membeli produk merchandise Kelas Wajib Militer yang rata-rata adalah peralatan sekolah.

III.2.6 Karakter

Berikut ini beberapa karakter yang muncul dalam komik Kelas Wajib Militer.

a. Ucup (Yusuf Syarifudin)

Gambar III.8 Ucup Sumber : Dokumen pribadi

Ucup adalah seorang murid yang biasa-biasa saja, namun dirinya terjebak dalam kelas yang isinya anak-anak nakal di IPS 5, ia terpaksa masuk kelas tersebut karena kelas lain sudah penuh. Ucup memiliki sifat pendiam dan penurut di rumah ia merupakan anak ketiga dari empat bersaudara, di rumah, ia merupakan anak yang baik dan penurut.

(28)

40 Matanya yang besar terinspirasi dari karakter bernama Simon dari serial animasi Gurren Laggan, sedangkan postur tubuh terisnpirasi dari karakter Entis dari serial tukang ojek pengkolan. Kedua karakter yang menjadi refrensi tersebut memiliki kesamaan yaitu sifat mereka yang pendiam dan tidak aktif, orang-orang kebanyakan akan menyebut mereka culun.

Gambar III.9 Refrensi Ucup (a) Sumber : Dokumen pribadi (b) Sumber :

https://pbs.twimg.com/profile_images/1575035148/culun_400x400.jpg

(12/6/2015) (c) Sumber : https://i.ytimg.com/vi/jc2l3MVIdrw/mqdefault.jpg

(14/6/2015) (d) Sumber :

(29)

41 b. Pak Hari Nur Hari

Gambar III.10 Pak Hari Sumber : Dokumen pribadi

Pak Hari merupakan orang yang tegas dan disiplin, ia adalah anggota Kopassus yang menjadi sukarelawan untuk menjadi guru pembimbing dalam program kelas militer. Sebetulnya ia perhatian terhadap murid-muridnya namun ia tidak pernah memperlihatkannya secara gamblang. Saat Hari masih SMA ia merupakan generasi pertama yang mengikuti program kelas wajib militer yang pada saat itu namanya masih kelas militer. Hari dan teman-temannya waktu SMA adalah kumpulan preman sekolah se Bandung hingga memiliki julukan kelasnya Begundal. Pada saat SMA, rambut Hari gondrong dengan model mullet yang sedang tren pada masanya, kini ia memotong habis rambutnya setelah manjadi anggota TNI.

(30)

42 yang tinggi dan sering kali menggenakan pakaian militer saat tampil di televisi. pada bagian mata mengambil refrensi dari gaya karakter dalam komik Dragon Ball karangan Akira Toriyama, hal ini bertujuan untuk menambah kesan tegas dan disiplin yang muncul berkat tarikan garis dari bentuk mata yang tajam.

Gambar III.11 Refrensi Hari (a) Sumber : Dokumen pribadi (b) Sumber :

http://www.indonesianfilmcenter.com/images/gallery/IdFC_gal_31012012_140

600.jpg (14/6/2015) c) Sumber :

http://images5.fanpop.com/image/photos/25000000/Tommy-Lee-Jones-tommy-lee-jones-25049863-331-500.jpg500.jpg (14/6/2015) (d) Sumber :

(31)

43 Pada saat hari masih berstatus pelajar SMA, model rambut Hari disesuaikan dengan model rambut pada masanya sekitar tahun 1980-an yaitu gaya rambut mullet.

Gambar III.12 Hari saat SMA (a) sumber : Dokumen pribadi (b) Sumber :

http://www.selectyourhairstyle.com/wp-

content/uploads/EasyRotatorStorage/user-content/erc_52_1386703018/content/assets/Mens%20Hairstyles-0.jpg

Pak Hari menggunakan seragam dinas TNI saat mengajar di kelas wajib militer dengan baret berwarna merah, seragam hijau tua dengan kaos berwarna hijau di dalamnya dan celana panjang berwarna hijau lebih tua dari warna seragamnya.

Gambar III.13 Refrensi Seragam Dinas TNI Sumber :

(32)

44 c. Oded Abok (Dedi Suhendi)

Gambar III.14 Oded Abok tersinggung dan selalu berpikir pendek, hobinya adalah menghitung uang receh. Oded merupakan anak tertua dari tiga bersaudara.

(33)

45 refrensi yang dipaparkan di atas, dimasukan dan disatukan untuk menjadi karakter baru yaitu Oded Abok.

Gambar III.15 Refrensi Oded Abok (a) Sumber : Dokumen pribadi (b) Sumber :

http://uk.web.img3.acsta.net/r_640_600/b_1_d6d6d6/medias/nmedia/18/65/17/41 /18835014.jpg (14/6/2015) (c) Sumber :

http://i.ytimg.com/vi/VNZlwcGmHQw/hqdefault.jpg (14/6/2015) (d) Sumber :

(34)

46 d. Kemed (Kemal Medina)

Gambar III.16 Kemed Sumber : Dokumen pribadi

Kemed merupakan ketua geng Baragajul yang berarti Berandalan, diambil dari bahasa Sunda. Kemed memiliki sifat usil namun sebetulnya nyalinya mudah ciut apabila dihadapkan dalam masalah. Anak bungsu dari lima bersaudara ini sering dimanja oleh keluarganya sehingga kelakuannya mudah melunjak dan berbuat nakal sejak kecil.

Gaya rambut Kemed adalah morrissey hair cut, mengikuti tren model rambut remaja pada saat itu. Selalu mengenakan jaket training hitam dengan harapan dirinya terlihat lebih kurus, karena ia merasa bahwa dirinya memiliki tubuh yang tambun.

(35)

47 gendut dan besar. Beberapa bagian dari refrensi yang dipaparkan di atas, dimasukan dan disatukan untuk menjadi karakter baru yaitu Kemed.

Gambar III.17 Refrensi Kemed

(a) Sumber : Dokumen pribadi (b) Sumber : http://paperdiaries.com/wp-content/uploads/2012/11/SuneoGiant.jpg (14/6/2015) (c) Sumber : http://i.ytimg.com/vi/WbVqPwxTDOI/default.jpg (14/6/2015) (d) Sumber :

(36)

48 e. Acep Huntu (Asep Sodikin)

Gambar III.18 Acep Huntu Sumber : Dokumen pribadi

Anggota geng Jek nong yang memiliki gigi tongos ini diberi julukan huntu yang berarti gigi. Acep adalah perokok yang kuat oleh karena itu ia tidak begitu hebat dalam olahraga yang mengandalkan stamina. Acep memiliki sifat supel dan mudah akrab dengan orang lain.

(37)

49 Gambar III.19 Refrensi Acep

(a) Sumber : Dokumen pribadi (b) sumber : http://kkcdn-static.kaskus.co.id/images/2013/03/28/5311920_20130328122442.jpg (14/6/2015) (c) Sumber :

https://fbcdn-sphotos-f-a.akamaihd.net/hphotos-ak-

xfa1/v/t1.0-9/320797_210319862371421_1726954429_n.jpg?oh=4c90d62685c4822713defa 9e024df554&oe=563BCBE1&__gda__=1447570792_5ff77c8153e69effa1ee782

9b680a51b (14/6/2015) (c) Sumber :

(38)

50 f. Anjar Asbun (Anjar Yanuar)

Gambar III.20 Asbun Sumber : Dokumen pribadi

Anggota geng Baragajul. Julukan Asbun diambil dari singkatan asal bunyi, hal ini dikarenakan Anjar yang suka nyeletuk, atau sebutan dari sikap tiba-tiba berkomentar sembarangan tanpa berpikir dahulu dan sok tahu terhadap sesuatu. Asbun merupakan anak kedua dari dua bersaudara.

(39)

51 Gambar III.21 Refrensi Asbun

(a) Sumber : Dokumen pribadi (b) Sumber : https://scontent-bru2-

1.xx.fbcdn.net/hphotos-xfa1/v/t1.0-9/p206x206/523117_3674778021498_118181924_n.jpg?oh=08d63b346b7adbd7 d358fbaab15df4e6&oe=563FF305 (14/6/2015) (c) Sumber :

http://www.apstuffworld.com/wp-content/uploads/2013/04/AP-BN-001-Banies-Topi-Kupluk-APSTUFF-WORLD-Clothing-line-From-Bali-4.jpg (14/6/2015)

(d) Sumber :

http://4.bp.blogspot.com/-quPTQ_SepgE/TvP2A9T3_GI/AAAAAAAABfI/hVyxIZWkFPA/s1600/topi%2Bsanta.

(40)

52 g. Dadang Dableh (Dadang Tri Gunawan)

Gambar III.22 Dadang Dableh Sumber : Dokumen pribadi

Anggota geng Baragajul yang bermulut besar baik dari segi omongan maupun dari segi fisik Sebutan dableh biasanya ditunjukan untuk orang yang memiliki bibir tebal seperti Dadang. Anak kedua dari tiga bersaudara.

(41)

53 Gambar III.23 Refrensi Dadang Dableh

(a) Sumber : Dokumen pribadi (b) Sumber : https://s-media-cache-ak0.pinimg.com/236x/70/41/2c/70412c6c9f54dea4700ce0b89c8c2225.jpg

(14/6/2015) (c) Sumber :

https://scontent-bru2-1.xx.fbcdn.net/hphotos-

frc3/v/t1.0-9/59110_1510227568731_842404_n.jpg?oh=f6c9bc134ba2a506a9f1421ffba6054 f&oe=5642DAEB (14/6/2015) (d) Sumber : http://3.bp.blogspot.com/-

(42)

54 h. Entis Autis (Entis Sutisna)

Gambar III.24 Entis Autis Sumber : Dokumen pribadi

Anggota geng Jek Nong. Entis tidak mau diam dan selalu melakukan sesuatu, hal ini disebabkan sewaktu ia kecil ia sering minum kratingdeng milik bapaknya yang seorang supir truk. Karena tidak mau diam maka Entis diberi julukan Autis. Anak pertama dari dua bersaudara.

(43)

55 Gambar III.25 Refrensi Entis Autis

(a) Sumber : Dokumen pribadi (b) Sumber :

http://img3.wikia.nocookie.net/__cb20120515073658/naruto/images/thumb/0/09/ Naruto_newshot.png/300px-Naruto_newshot.png (14/6/2015)

(c) Sumber : https://scontent-bru2-1.xx.fbcdn.net/hphotos-xfa1/v/t1.0-9/p206x206/17167_1089586136473_1949801_n.jpg?oh=a546433f98305ddaf93

faf6472bf99ab&oe=5636D07C (14/6/2015)

(44)

56 i. Helm (Paijo)

Gambar III.26 Helm Sumber : Dokumen pribadi

Anggota geng Baragajul. Sesuai dengan julukannya, Helm, ia selalu mengenakan helm, karena rasa percaya dirinya akan menurun apabila ia tidak mengenakan helm. Dengan mengenakan helm, laki-laki yang bernama asli Paijo ini akan merasa aman untuk melakukan sesuatu. Hal ini disebabkan oleh sebuah trauma saat ia masih kecil dimana ia mencoba helm balap milik kakaknya dan berjalan keluar di malam hari pada saat bulan puasa, tiba-tiba sebuah mercon tepat mengenai kepalanya, ia melihat jelas ketika mercon itu menyambar kepalanya, berntung, ia sedang menenakan helm balap milik kakaknya sehingga mercon tersebut terpental dan tidak melukainya. Setelah orang tuanya berkata “untung kamu make helm, Jo”, seterusnya ia selalu memakai helm saat pergi keluar. Anak bungsu dari tiga bersaudara.

(45)

57 digunakan Paijo bermerk Aral, parodi dari merk helm Arai. Aral dalam bahasa sunda berarti marah.

Gambar III.27 Refrensi Helm (a) Sumber : Dokumen pribadi (b) Sumber :

https://40.media.tumblr.com/e6def86180bfa49848a1389504238ab0/tumblr_nit2a hK8Ey1rq0vqwo1_500.png (14/6/2015) (c) Sumber :

(46)

58 j. Hendri Cameuh (Hendri Mancini)

Gambar III.28 Hendri Cameuh Sumber : Dokumen pribadi

Anggota geng Baragajul. Orang tua Hendri adalah penggemar berat film kartun Pink Panther, maka dari itu ia diberi nama sesuai dengan orang yang menciptakan soundtrack Pink Panther, Henry Mancini. Ayah Hendri adalah seorang TNI, tak heran jika ia juga bercita-cita seperti ayahnya. Meski dicap anak bandel, ia sebetulnya penurut dan memiliki otak yang pintar. Suaranya lantang dan tegas.

(47)

59 Gambar III.29 Refrensi Hendri Cameuh

(a) Sumber : Dokumen pribadi (b) Sumber :

https://pbs.twimg.com/profile_images/547639966373662720/CpYY3WCz_400x

400.png (14/6/2015) (c) Sumber :

(48)

60 k. Mongky (Yongky Andreas)

Gambar III.30 Mongky Sumber : Dokumen pribadi

Anggota geng Jek Nong. Julukan Mongky diambil dari kata monkey yang berarti monyet, hal ini dikarenakan mukanya yang menyerupai mahluk primata tersebut. Tidak banyak omong dan sebetulnya ia memiliki hati yang baik namun sayangnya, mongky termasuk anak yang paling bodoh diantara semuanya.

(49)

61 refrensi yang dipaparkan di atas, dimasukan dan disatukan untuk menjadi karakter baru yaitu Yongky.

Gambar III.31 Refrensi Mongky

(a) Sumber : Dokumen pribadi (b) Sumber : https://s-media-cache-ak0.pinimg.com/236x/85/d9/3e/85d93efc085499a2bbad71874730026a.jpg (14/6/2015) (c) Sumber :

http://images.moviefanatic.com/iu/s--zofaCigN--/t_xlarge_l/f_auto,fl_lossy,q_75/v1408977655/james-bond-jaws.jpg (14/6/2015) (d) Sumber :

(50)

62 l. Tarmen Logay (Sapuri Saputra)

Gambar III.32 Tarmen Logay Sumber : Dokumen pribadi

Anggota geng Jek nong. Tarmen Logay adalah singkatan dari tarang mencrang loba gaya, yang memiliki arti jidat mengkilat banyak gaya. Hal ini disebabkan oleh jidatnya yang lega dan juga sifatnya yang cenderung centil dalam berpakaian atau bergaya. Paling narsis diantara teman-teman sekelasnya meski wajahnya bukanlah yang tertampan di antara mereka. Anak pertama dari dua bersaudara.

Selalu mengenakan jaket kulit dan kacamata hitam, dengan rambut belah pinggir dengan bagian sisinya yang dipotong hampir habis. Karakter Tarmen terinspirasi dari Presenter yang terkenal lewat acara Kiss, Dave Hendrik. Karakter Tarmen juga terinpirasi dari tokoh kartun bernama Beavis dari serial animasi Beavis and Butt Head yang memiliki jidat lega dan juga cengiran dan suara tawa yang khas. Beberapa bagian dari refrensi yang dipaparkan di atas, dimasukan dan disatukan untuk menjadi karakter baru yaitu Tarmen.

(51)

63 Gambar III.33 Refrensi Tarmen Logay

(a) Sumber : Dokumen pribadi (b) Sumber :

http://cdn.klimg.com/merdeka.com/i/w/news/2013/06/26/211203/540x270/da

ve-hendrik-tak-lagi-tutupi-jidat-jenong-20130626143021.jpg (14/6/2015)

(c) Sumber :

http://vignette2.wikia.nocookie.net/beavisandbutthead/images/9/93/Beavis-1.png/revision/latest?cb=20120108001944 (14/6/2015) (d) Sumber :

(52)

64 III.2.7 Setting

Bertempat di sekolah fiktif bernama SMA Bojongsari yang berlokasi di daerah Bandung. Untuk menggambarkan suasan sekolah yang fiktif maka digunakan acuan suasana sekolah di kota Bandung namun dengan beberapa modifikasi. Berikut ini adalah refrensi sekolah yang digunakan dalam komik ini.

Gambar III.34 Refrensi Sekolah

(53)

65 BAB IV

TEKNIS PRODUKSI MEDIA

IV.1 Teknis Produksi

Sebelum memasuki pada tahap produksi pada media informasi, tahap yang harus dilalui dalam pembuatan perancangan visual meliputi:

 Konsep

Fokus utama selain visual adalah cerita, di mana perlu membuat sebuah cerita yang unik dan menarik untuk menginformasikan pentingnya peran guru. Untuk membuat cerita yang menarik maka dibuatlah karakter-karakter yang unik dan memiliki ciri khas yang dapat selalu diingat oleh pembaca contohnya adalah seorang murid yang selalu memakai helm di mana saja.

Karena genre komik ini adalah komedi dengan sedikit bumbu drama, maka gaya gambar yang dipakai adalah gambar yang tidak terlalu bagus dengan penggambaran karakter yang sederhana dan unik. Gaya visual ini mengacu pada tren komik Indonesia saat kini, komik Si Juki dan komik Anak Kos Dodol Dikomikin yang sudah lebih dulu sukses di pasaran Indonesia.  Story board

Setelah sinopsis dan garis besar cerita dibuat, tahap selanjutnya adalah pembuatan story board untuk menentukan tampilan panel beserta dialog yang nanti akan diucapkan para karakter di dalam komik.

Gambar IV.2 storyboard

(54)

66  Produksi

Proses produksi dimulai dengan sketsa pensil terlebih dahulu untuk seluruh halaman komik, setelah selesai maka dilanjutkan ke tahap penintaan dengan menggunakan drawing pen 0.1, 0.3 dan brush pen.

Gambar IV.3 Contoh halaman dan peralatan komik Sumber : Dokumen pribadi

Setelah tahap penintaan selesai, maka proses selanjutnya adalah memasuki dapur digital untuk membersihkan naskah serta melakukan beta atau memblok hitam sebuah area yang diinginkan dalam sebuah naskah komik, lalu shading dan juga lettering atau memberi tulisan baik dialog maupun soundeffect dalam komik. Program yang digunakan adalah Photoshop CS3. Semua proses dikerjakan seorang diri tanpa bantuan seorang asisten.

(55)

67 Gambar IV.5 Pemberian shading

Sumber : Dokumen pribadi

Gambar IV.6 Pemberian teks Sumber : Dokumen pribadi

IV.2 Aplikasi Media

(56)

68 IV.2.1 Media Utama

Buku komik sebagai media penyampaian informasi tentang pentingnya peran guru. Cara penyampaian informasi menggunakan ilustrasi dan cerita yang menarik sekaligus menghibur agar tidak membosankan. Komik adalah media yang dapat merangsang daya imajinasi anak kerana terdapat ilustrasi yang menggambarkan sebuah kejadian dalam panel, berbeda dengan buku teks yang berisi teks saja dan membuat sebagian orang malas untuk membaca, dalam buku komik pembaca tertolong dengan ilustrasi yang ada di dalamnya.

Media utama dalam perancangan tugas akhir ini adalah buku komik berjudul Kelas Wajib Militer. Media utama ini berukuran A5 dengan ukuran lebih rincinya adalah 14,8 cm x 21 cm berdasarkan international ISO standart. Dicetak massal menggunakan teknik cetak offset sparasi dengan media kertas yang digunakan book paper.

Gambar IV.1 contoh hasil cetak Sumber : Dokumen pribadi

(57)

69 Langkah awal pembuatan media utama ini adalah dengan proses tradisional dalam proses sketsa pensil dan penintaan dilanjut ke tahap digital untuk beta, tone atau shading dan terakhir pemberian teks dialig maupun efek suara dalam komik. Setelah semuanya selesai, maka diakhiri dengan proses cetak.

IV.2.1.1 Cover

Cover menggunakan kertas art paper 150 gram dengan laminasi doff panas agar tidak mudah tergores dan rusak.

Gambar IV.7 Cover belakang dan depan Sumber : Dokumen pribadi Ukuran : A4

Bahan : Art Paper 150 gram, laminasi doff panas Teknis produksi : cetak offset sparasi

IV.2.1.2 Isi Buku

(58)

70 Gambar IV.8 Halaman ekstra

Sumber : Dokumen pribadi

(59)

71 Gambar IV.9 Panel kemunculan pak Hari

Sumber : Dokumen pribadi

Panel besar berarti menandakan sebuah momen penting yang ingin ditunjukan komikus sedangkan sudut pandang rendah menandakan sebuah kekuasaan dari karakter sehingga terlihat lebih tangguh dan kokoh, hal ini terinpirasi dari serial Kill La Kill pada karakter wanita yang menjadi ketua osis bernama Kiryuin Satsuki.

Gambar IV.10 Kiryuin Satsuki Sumber :

https://s-media-cache-ak0.pinimg.com/originals/22/2e/78/222e78b82700c9ba5e3d48722b013fde.jpg

(11/8/2015)

(60)

72 Gambar IV.11 Halaman 3

Sumber : Dokumen pribadi

Pada halaman 2 dan 3 ditampilkan karakter-karakter teman sekelas Ucup yang terdiri dari dua geng yang sedang berselisih, para ketua geng yaitu Oded dan Abok ditampilkan secara panel terbuka digabungkan dengan teknik panel overlap diatas panel yang menunjukan teman-temannya, hal ini untuk menunjukkan eksistensi mereka lebih penting diantara teman-temannya dalam komik ini.

Gambar IV.12 Halaman 4 dan 5 Sumber : Dokumen pribadi

(61)

73 berada sudah diwakilkan di panel pertama sebelum panel kedua pada halaman 9. Teknik panel terbuka ini juga dilakukan di halaman 10 dan 11.

Gambar IV.13 Halaman 11, 12 dan 13 Sumber : Dokumen pribadi

Teknik panel terbuka digunakan pada halaman 13, namun kali ini untuk menunjukan eksistensi penting dari kemunculan karakter bernama Hari yang menjadi guru pembimbing Ucup dan kawan-kawan. Hal ini juga dilakukan pada halaman 15.

Gambar IV.14 Halaman 15 dan 17 Sumber : Dokumen pribadi

(62)

74 panel agar pembaca tidak bosan dan juga menunjukan lokasi dan interaksi karakter yang lebih hidup.

Gambar IV.15 Halaman 19, 20 dan 21 Sumber : Dokumen pribadi

Halaman tanpa ilustrasi yang hanya menunjukan logo kelas wajib militer pada halaman 21, menunjukan selesainya bagian satu dari cerita keseluruhan dimana Ucup dan kawan-kawan memulai kelas militernya.

Gambar IV.16 Halaman 23 Sumber : Dokumen pribadi

(63)

75 menyadari kalau kelas wajib militer benar-benar ada dan buka mitos, sedangkan panel 6, guru pembimbing mereka, pak Hari, memperkenalkan dirinya pada Ucup dan kawan-kawan. Panjangnya panel 4 pada halaman 22 menunjukan waktu yang lebih lama dibanding panel-panel sebelumnya yang memiliki ukuran lebih pendek.

(64)

76 Pada halaman 24, digunakan teknik panel bertumpuk pada panel 1, 2, 3 dan panel 4 yang menunjukan dua karakter figuran wanita sedang tertawa melihat Ucup dan kawan-kawan digunduli. Teknik ini digunakan untuk menunjukan kesan sebuah kejadian dalam rentang waktu yang tidak begitu lama atau secara beruntun dan hampir bersamaan, namun dalam lokasi yang berbeda dan sulit untuk digambarkan hanya dengan satu panel, jika pun bisa, maka jarak yang diambil akan sangat jauh seperti pada panel ke empat sehingga para karakter terlihat sangat kecil dan sulit menggambarkan ekspresi yang sedang mereka tunjukan pada pembaca.

(65)

77 Pada panel pertama di halaman 25, digunakan teknik overlap untuk menunjukan kesan Hari yang mendominasi para Ucup dan kawan-kawan dengan menunjukan sudut pandang dari bawah, sedangkan pada panel 2 yang menunjukan Ucup dan kawan-kawan sedang lari, ditunjukan secara jarak jauh dengan sudut pandang dari atas, dari sini terlihat sebuah kesan kontras yang menunjukan siapa yang mendominasi dalam situasi tersebut.

(66)

78 Margin di sebelah kiri di panel 3 pada halaman 28, menunjukan kesan efek voice over dengan menunjukan lokasi lain disaat percakapan Hari dengan Ucup dan kawan-kawan masih berlangsung.

Gambar IV.20 Halaman 30 Sumber : Dokumen pribadi

(67)

79 digunakan teknik panel terbuka untuk menunjukan pembeda pada pembaca bahwa ilustrasi pada panel ketiga berada di benak pak Hari yang sedang mengenang gurunya bukan berada di lokasi tempat ia berada sebenarnya yaitu di depan tenda.

Gambar IV.21 Halaman 38 Sumber : Dokumen pribadi

(68)

80 pembaca membaca pergantian waktu, maka diberi keterangan waktu pada panel 4 di halaman 39 dan juga di halaman 41.

Gambar IV.22 Halaman 41 dan 43 Sumber : Dokumen pribadi

Pada halaman 43 dan halaman 48, digunakan teknik panel terbuka untuk menunjukan momen penting pada masing-masing halaman tersebut.

(69)

81 Pada satu panel dalam dua halaman penuh di dua halaman terakhir terdapat ilustrasi Oded dan Kemed yang sudah menjadi guru pembimbing kelas wajib militer, sebutan untuk teknik ini adalah stretchpages. Hal ini digunakan untuk memberikan kesan lebih dramatis. Teknik ini digunakan di komik luar, contohnya adalah komik Superman.

Gambar IV.24 Dua halaman terakhir, 54 dan 55 Sumber : Dokumen pribadi

Gambar IV.25 Contoh stretchpages pada komik Superman

(70)

82 Halaman ekstra terdapat di halaman 46 hingga halaman 51, sedangkan di halaman 52 adalah akhir cerita tersembunyi dimana Oded dan Kemed menjadi guru pembimbing kelas militer, meneruskan pak Hari. Hal ini terinspirasi dari film-film Marvel Studios dimana sesudah credit title, selalu terdapat hidden ending.

IV.2.2 Media Promosi

Selain media utama, dibutuhkan juga media pendukung yang berfungsi sebagai media promosi produk sekaligus media pengingat. Beberapa media promosi dan media pengingat yang dibuat diantaranya adalah sebagai berikut.

IV.2.2.1 Poster Promosi

Proses dicetak menggunakan teknik cetak offset sparasi menggunakan kertas artpaper berukuran A3, poster berguna sebagai media promosi dan kampanye atau alat marketing, yang bisa dipajang di toko buku atau saat peluncuran buku. Poster ini juga bisa dijadikan bonus untuk setiap pembelian produk.

Poster promosi ini menggunakan warna hijau tua dan coklat muda agar terasa kesan militer, ditambah cuplikan beberapa halaman pada latar belakang agar orang-orang yang melihat poster tersebut tahu, isi dalam buku komik yang diiklankan.

Gambar IV.26 Poster promosi Sumber : Dokumen pribadi Ukuran : 29,7 x 42,0 cm

(71)

83 Teknis produksi : cetak offset sparasi

IV.2.2.2 Mini X Banner

Mini X Banner dicetak menggunakan media kertas Syinthetic Paper dengan teknik cetak offset, dibuat sebagai media promosi dipasang bersamaan dengan display tempat dimana produk dipromosikan.

Menggunakan warna biru dan oranye dalam komposisi dasar pembuatan mini x banner agar terlihat kontras antara background dan foreground. Hal ini berdasarkan teori warna yang biasa digunakan film-film buatan Michael Bay yang menggunakan nuansa warna oranye dan biru.

Gambar IV.27 Mini X Banner

Sumber : Dokumen pribadi

Ukuran : 40 x 25 cm

(72)

84 IV.2.2.3 Flyer

Flyer digunakan untuk promosi ke sekolah-sekolah dengan membagikan selembaran tersebut ke anak-anak yang bersekolah di sekolah tersebut, dengan harapan anak-anak tersebut akan membeli buku komik yang di promosikan kelak atau langsung sepulang sekolah.

Sama seperti poster, warna-warna yang digunakan adalah warna yang mempunyai kesan militer seperti hijau dan coklat, ditambah warna biru dan merah sebagai latar untuk tulisan berisikan informasi buku komik yang diiklankan, agar orang-orang yang melihat flyer tersebut, perhatiannya tertuju pada informasi tersebut.

(73)

85 Ukuran : A5

Bahan : Artpaper 150 gram Teknis produksi : cetak offset

IV.2.2.4 X Banner

X Banner menjadi media penarik pengunjung, baik dalam sebuah event maupun display di depan toko buku.

Kali ini warna yang dipakai adalah hijau kebiruan, tujuannya adalah memberikan kesan ramah seperti halnya pelayan toko yang menjaga di pintu masuk. Dengan ilustrasi tokoh Ipul yang tersenyum sambil mengacungkan jempol, menambah kuat kesan ramah untuk X Banner yang akan di pasang di toko buku atau event komik seperti Pasar Komik Bandung. Jempol Ucup mengisyaratkan kualitas komik yang baik dan terjamin.

Gambar IV.29 X Banner

Sumber : Dokumen pribadi Ukuran : 60 x 160 cm

(74)

86 IV.2.3 Gimmick dan Merchandise

Selain media utama dan media promosi, Gimmick dan Merchandise juga dibuat sebagai bonus dan bentuk apresiasi konsumen yang telah membeli produk, juga sebagai media pengingat untuk pembeli akan buku komik tersebut, oleh karena itu, Gimmick dan Merchandise yang diberikan sebisa mungkin adalah benda yang bisa atau akan sering digunakan oleh pembeli.

IV.2.3.1 Gantungan kunci

Gantungan kunci dibuat dengan teknik Arcliryc dimana ilustrasi pada gantungan kunci dilapisi plastik bening tebal. Berisikan ilustrasi karakter utama pada komik dengan rupa super deformed dengan badan kecil kepala besar, hal ini bertujuan agar menimbulkan kesan lucu. Warna yang diplih sebagian besar adalah hijau, karena hijau identik dengan militer di Indonesia. gantungan kunci dapat digunakan di tas, kunci motor maupun tempat pensil, cocok dengan target audiens komik ini yaitu pelajar kelas 5 SD sampai pelajar kelas 3 SMP.

Gantungan kunci berwarna hijau agar terkesan militer. Sedangkan tokoh karakter dalam komik yang berbentuk chibi, agar menambah kesan lucu dan menarik sebagai aksesoris. Bintang terbalik berwarna hijau yang ada di belakang terinspirasi dari logo osis yang ada di seragam SMA.

Rencananya Pulpen ini akan dijadikan suvenir yang dijual dengan harga Rp. 20.000,00.

Gambar IV.30 Gantungan kunci Sumber : Dokumen pribadi Ukuran : diameter 3,5 cm

Bahan : Arclyric

(75)

87 Gambar IV.31 Packaging

Sumber : Dokumen pribadi

IV.2.3.2 Stiker

Stiker di sini berfungsi sebagai media bonus dari pembelian media utama yaitu buku komik, dengan ini target audiens tidak hanya mendapat buku saja, tetapi mendapatkan buku sekaligus sticker yang bisa dijadikan media promosi juga.

Desain stiker mengacu pada gaya propaganda pada masa perang dunia namun ditambah komposisi warna yang lebih berwarna seperti hijau oranye dan merah yang cerah agar lebih menarik dipandang.

Gambar IV.32 Stiker Sumber : Dokumen pribadi

(76)

88 IV.2.3.3 Poster

Poster bisa menjadi benda yang dijadikan gimmick atau cenderamata yang diberikan Cuma-cuma untuk pembeli komik, dengan menghadirkan ilustrasi yang menarik, poster bisa menjadi pajangan yang bagus untuk ditempel di kamar. Poster ini juga dapat dijual sebagai suvenir dengang harga Rp 10.000,00 per lembarnya.

Desain poster yang ramai dan penuh warna cocok untuk menggambarkan karakter komik yang penuh warna, sehingga komik tersebut terkesan meriah. Perpotongan pemisah pada gambar karakter yang ada di latar adalah bentuk panel komik, dengan tambahan pola loreng yang ada pada seragam militer agar menambah kesain ramai dan penuh warna. Terbagi dua kelompok antara geng baragajul di sebelah kiri dan geng jek nong di sebelah kanan, di tengah terdapat pak Hari sebagai pemisah dengan warna langit yang berwarna biru cerah sebagai latar, berbeda dengan latar lainnya yang memakai langit berwarna oranye, hal ini untuk menunjukan kontras peran para karakter dimana pak Hari berperan sebagai guru pembimbing mereka. Ilustrasi karakter Ucup berada paling depan, untuk memberikan pesan bahwa ia adalah tokoh utama komik tersebut.

Gambar IV.33 Poster Sumber : Dokumen pribadi

Ukuran : 29,7 x 42,0 cm Bahan : Artpaper 150 gram

(77)

89 Gambar IV.34 Packaging

Sumber : Dokumen pribadi

IV.2.3.4 Pulpen

Pulpen merupakan benda yang sering dipakai oleh para pelajar, sehingga sangat cocok apabila benda tersebut dijadikan produk merchandise dari komik Kelas Wajib Militer.

Desain pulpen dengan warna biru muda seperti seragam kelas militer, dengan logo Kelas Wajib Militer di batang pulpen. Di bagian tutupnya terdapat hiasan berupa replika mini dari helm yang dipakai karakter komik saat mengikuti kelas militer.

Rencananya Pulpen ini akan dijadikan suvenir yang dijual dengan harga Rp. 15.000,00.

Gambar IV.35 Pulpen Sumber : Dokumen pribadi Bahan : plastik

(78)

90 Gambar IV.36 Packaging

Sumber : Dokumen pribadi

IV.2.3.5 Penggaris

Penggaris merupakan benda yang erat kaitannya dengan anak sekolah, oleh karena itu sangat tepat apabila penggaris dijadikan produk merchandise dari komik Kelas Wajib Militer.

Desain penggaris berwarna latar kuning dengan beberapa ilustrasi dari kumpulan karakter komik Kelas Wajib Militer dan juga logo komik tersebut.

Rencananya Penggaris ini akan dijadikan suvenir yang dijual dengan harga Rp. 8.000,00.

Gambar IV.37 Penggaris Sumber : Dokumen pribadi Bahan : Plastik

Packaging : 3,5 cm X 19,5 cm X 1 cm

Gambar IV.38 Packaging

(79)

91 IV.2.3.6 Pengserut giling

Pengserut giling berguna untuk menyerut pensil dan juga merupakan benda yang dimiliki pelajar dan cenderung awet, oleh karena itu cocok bila benda tersebut dijadikan barang koleksi dengan label Kelas Wajib Militer.

Warna pengserut berwarana biru muda dengan beberapa ilustrasi karakter dari komik dan juga logo komik tersebut yang ditempel hampir segala sisi pengserut.

Rencananya pengserut giling ini akan dijadikan suvenir yang dijual dengan harga Rp. 45.000,00.

Gambar IV.39 Pengserut giling

Sumber : Dokumen pribadi

Bahan : plastik

Packaging : 10 cm X 10,5 cm X 6 cm

Gambar IV.40 Packaging

(80)

92 IV.2.3.7 Pengserut

Mini figure dengan base atau alas pada sebuah figure yang bisa dijadikan benda yang biasa dipakai oleh anak sekolah apabila hendak menyerut pensil yaitu pengserut.

Figure berbentuk seorang laki-laki berseragam kelas wajib militer sedang menunjuk ke depan, base berbentuk benteng tabung berwarna biru dan kuning dengan ilustrasi karakter komik Kelas Wajib Militer yang sedang latihan lari. Apabila base berwarna kuning ditarik, maka didalamnya terdapat rautan pensil yang dapat digunakan.

Rencananya Pengserut ini akan dijadikan suvenir yang dijual dengan harga Rp. 35.000,00.

Gambar IV.41 Pengserut Sumber : Dokumen pribadi

Bahan : plastik

Packaging : 6,2 cm X 4,2 cm X 4,2 cm

Gambar IV.42 Packaging

(81)

93 IV.2.3.8 Buku tulis

Buku tulis merupakan benda yang wajib dipakai pelajar untuk mencatat pelajaran maupun mengerjakan tugas, oleh karena itu, sangat cocok apabila buku tulis dijadikan merchandise dari buku komik Kelas Wajib Militer, bekerjasama dengan perusahaan pembuat buku tulis, Big Boss.

Desain buku tulis menyerupai desain packaging, memakai warna biru muda seperti seragam kelas militer dalam komik, hal ini juga untuk membedakan buku tulis dengan buku komik kelas wajib militer.

Rencananya Buku Tulis ini akan dijadikan suvenir yang dijual dengan harga Rp. 28.000,00 untuk 6 buah buku tulis dan Rp.5000,00 untuk satu buahnya.

Gambar IV.43 Buku tulis Sumber : Dokumen pribadi Bahan : HVS70 GSM

(82)

94 IV.3 Penjabaran Halaman

Berikut ini adalah penjabaran dari seluruh isi halaman komik Kelas Wajib Militer yang berjumlah lima puluh enam halaman.

Tabel Isi Halaman Komik Halaman 1 – 14.

Diceritakan Ucup yang terjebak dalam sebuah kelas yang isinya anak-anak bandel dan tergabung dalam dua geng berbeda yang saling berseteru.

(83)

95 Halaman 15- 34.

Kelas XII IPS 5 yakni kelas Ucup dan kawan-kawan berada terpilih program kelas wajib militer dengan guru pembimbing mereka pak Hari yang seorang anggota Kopassus.

(84)
(85)
(86)

98 Halaman 35 – 42.

Pak Hari bercerita bahwa dulu ia juga anak berandalan di sekolahnya hingga kelas Hari yang isinya anak-anak nakal semua, terpilih program kelas wajib militer.

(87)

99 Halaman 43 – 56.

(88)

100 Tabel IV.1 Isi Seluruh Halaman Komik

(89)

Laporan Pengantar Tugas Akhir

KOMIK TENTANG INSPIRASI DARI SEORANG GURU BAGI MURIDNYA

DK38315/Tugas Akhir

Semester II 2014-2015

Oleh:

Fauzy Zulvikar Firmansyah

51911034

Program Studi Desain Komunikasi Visual

FAKULTAS DESAIN

UNIVERSITAS KOMPUTER INDONESIA

BANDUNG

(90)

vi DAFTAR ISI

LEMBAR PENGESAHAN ... i

LEMBAR PERNYATAAN ORISINALITAS ... ii

KATA PENGANTAR ... iii

DAFTAR LAMPIRAN ... xiii

KOSAKATA ... xiv

BAB I PENDAHULUAN I.1 Latar Belakang Masalah ... 1

I.2 Identifikasi Masalah ... 4

I.3 Rumusan Masalah ... 5

I.4 Batasan Masalah ... 5

I.5 Tujuan Perancangan ... 6

BAB II PENTINGNYA PERAN GURU II.1 Landasan Teori ... 7

II.1.1 Pengertian Guru ... 7

II.1.2 Citra Guru Ideal ... 8

II.1.3 Proses Perjalanan Menjadi Guru ... 9

II.1.4 Pengertian Peran ... 10

II.2 Contoh Guru Tauladan ... 15

II.2.1 Bapak Pendidikan Nasional ... 16

II.2.2 Ibu Een Sukaesih ... 18

II.3 Analisa ... 19

II.4 Target Audiens ... 19

Gambar

Gambar III.11 Refrensi Hari
Gambar III.12 Hari saat SMA
Gambar III.14 Oded Abok
Gambar III.15 Refrensi Oded Abok
+7

Referensi

Dokumen terkait

Kajian rintis ini dijalankan terhadap mahasiswa dari jurusan Sarjana Muda Sains dan Komputer serta Pendidikan (Sains Sukan). Ini kerana mereka telah mendapat latihan

Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Upaya yang dilakukan oleh guru pendidikan agama Islam dalam meningkatkan prestasi belajar peserta didik di SMA Negeri 3 Polewali

Oleh karena itu penulis berkeinginan untuk melakukan penelitian mengenai analisis persediaan ( inventory ) untuk menentukan profit dan tingkat pelayanan ( service

Berdasarkan latar belakang masalah yang diuraikan, penelitian ini berfokus pada analisis File Carving yang merupakan proses mencari file dalam aliran data berdasarkan

data tentang mahasiswa Faku ltas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Surabaya yang mengkonsumsi minu man beralkohol untuk coba-coba... D at a tentang mahasiswa

Karena dalam Pasal 156 ayat (1) KUHAP dijelaskan bahwa dalam hal tedakwa atau penasehat hukum mengajukan keberatan bahwa pengadilan tidak berwenang mengadili perkaranya atau

1) Memperluas pendidikan berdasarkan potensi daerah dan pemerataan kualitas pendidikan. Makna dari misi pendidikan berbasis potensi lokal pada masyarakat Pamekasan