Disusun Oleh:
Susilawati 204018203279
PROGRAM STUDI MANAJEMEN PENDIDIKAN
JURUSAN KEPENDIDIKAN ISLAM
FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN
UIN SYARIF HIDAYATULLAH
PERPUSTAKAAN DI MAN 2 BOGOR Skripsi
Diajukan Kepada Fakultas Ilmu Tarbiyah Dan Keguruan Untuk Memenuhi Syarat Mencapai Gelar Sarjana Pendidikan (S.Pd)
Oleh Susilawati NIM: 204018203279
Dibawah bimbingan
Pembimbing 1 Pembimbing II
Ade Abdul Hak, M. Hum Dra. Afidah Mas’ud
NIP:197103012000031002 NIP: 196109261986032004
PROGRAM STUDI MANAJEMEN PENDIDIKAN JURUSAN KEPENDIDIKANISLAM
FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN UIN SYARIF HIDAYATULLAH
Skripsi judul " Intensitas siswa dalam memanfaatkan layanan perpustakaan di Madrasah Aliyah Negeri
2
Bogor"di
ajukan kepada Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (EITK) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Dan telah di nyatakan lulus dalamujian munaqosah pada25 Maret 2011 dihadapan penguji, karena itu penulis berhak memperoleh gelar sarjana 51 (S.Pd) dalam bidang manajemen pendidikan.
Jakarta,25 maret20Il
Panitia Uj ian Munaqosah
Ketua panitia (Ketua Jurusan/ Program Studi)
Drs. Rusvdy Zakaria. M.Ed, M.Phil I 95605301 98503 1002
Ketua Program Studi Manajemen Pendidikan
Drs. Mu'arif SAM. M.Pd t96s07t7199403 1005
Penguji I
Dr. Muh.
Arif
M.Pdr32r65173
Penguji II
Drs. Mu'arif SAM. M.Pd r96s0717t994031005
q/P/prr
Mengetahui
Dekan
Tanda tanga
Suyu yung bertanda tangan di bawah ini:
Nama
Nim
Jurusan
Fakutas
Susilawati
204018203279
Kependidikan Islam
Ilmu Tarbiyah dan Keguruan
Dengan ini saya menyatakan:
l.
Skripsi ini merupakan hasil karya asli saya, yang saya ajukan untuk memenuhi salah satu persyaratan untuk memperoleh Gelar Strata Satu (S I ) di Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta.2.
Semua sumber yang saya gunakan dalam pcnulisan skripsi ini telah sayacantumkan sesuai dengan ketentuan yang berlaku di iJniversitas Islam Negeri Syarif H idavatul Iah Jakarra.
3.
Jika dikemudian hari terbukti bahwa karyaini bukan karyahasil sendiri ataumerupakan jiplakan dari hasil karya orang lain, maka saya bersedia menerima
sanksi berdasarkan Undang-Undang yang berlaku di Universitas Islarrr Negeri
Syarif Hidayatullah j akarta.
Februari 201 1
Assalamu’alaikum Wr.Wb
Alhamdulilahirabbil’alamin puji dan syukur marilah kita panjatkan kepada
Allah Swt yang telah memberikan rahmat,taufiq dan hidayahnya sehingga penulis bisa menyelesaikan skripsi ini.Shalawat dan salam semoga dipanjatkan kepada Nabi Muhammad Saw beserta sahabat dan keluarganya Amien.
Selama penyusunan skripsi yang berjudul “Hubungan Intensitas Penggunaan Layanan Perpustakaan Dengan Hasil Belajar IPS Siswa di MAN 2
Bogor” penulis menyadari bahwa skripsi ini bukan hanya hasil jerih payah sendiri, tetapi berkat hasil bimbingan, dorongan serta doa dari berbagai pihak. Dalam kesempatan ini izinkanlah penulis megaturkan terima kasih kepada:
1. Prof. Dr. Dede Rosyada. MA Dekan Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.
2. Drs. Rusydi Zakaria. M. Phil. Ketua jurusan Kependidikan Islam Manajemen Pendidikan dan Drs. H. Muarif Syam M.Pd Sekretaris jurusan Kependidikan Islam Manajemen Pendidikan.
3. Ade Abdul Hak. M.Hum dan Dra. Afidah Mas’ud. Dosen pembimbing yang senantiasa selalu meluangkan waktunya untuk membimbing dan memberikan motivasi kepada penulis.
4. Drs. Asep Encu M.Pd Kepala MAN 2 Bogor, beserta para guru dan seluruh Staffnya yang telah memberikan dukungan dan informasi kepada penulis. 5. Seluruh Dosen, Staff Akademik, Dan Staff Perpustakaan Fakultas Ilmu
Tarbiyah yang telah memberikan pelayanan yang baik sehingga penulis dapat
menyelesaikan skripsi ini.
6. Ibunda Kusmayati dan Ayahanda Yuyun Sudrajat yang telah membimbing penulis dari sejak lahir sampai sekarang dengan penuh kasih sayang.
7. Nenek dan Kakek serta adik-adikku yang selalu memberikan doa dan kasih sayangnya selama penulis menuntut ilmu.
semangat dan kasih sayangnya sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini.
Penulis menyadari dalam penulisan skripsi ini masih banyak kekurangan dan kesempurnaan. Oleh karena itu saran dan kritik sangat penulis butuhkan.
Wassalamualaikum Wr.Wb
Jakarta, Februari 2011 Penulis
Lembar Pengesahan Pembimbing ... ii
Kata Pengantar ... iii
Daftar Isi ... iv
Daftar Tabel ... v
BAB 1 PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah ... 1
B. Identifikasi Maslah ... 4
C. Pembatasan Masalah ... 4
D. Perumusan Masalah ... 4
E. Manfaat Penelitian ... 5
BAB II ACUAN TEORITIK A. Perpustakaan Sekolah ... 6
1. Pengertian Perpustakaan Sekolah ... 6
2. Jenis-jenis Perpustakaan ... 8
3. Peranan Perpustakaan Sekolah ... 9
4. Tujuan Perpustakaan Sekolah ... 11
5. Fungsi Perpustakaan sekolah ... 12
6. Tugas Perpustakaan sekolah ... 14
7. Jenis-jenis Layanan Perpustakaan Sekolah ... 15
a. Layanan sirkulasi (Layanan Peminjaman) ... 16
b. Layanan Referensi ... 17
c. Layanan Informasi ... 19
d. Layanan Penelitian ... 19
e. Layanan Rekreasi. ... 19
f. Layanan Penelusuran Literatur ... 19
g. Layanan Bimbingan Pemakai ... 19
8. Pengembangan Sistem Layanan ... 20
B. Tempat dan Waktu Penelitian ... 24
C. Metode Penelitian ... 24
D. Populasi dan Sampel ... 24
E. Teknik Pengumpulan Data ... 25
F. Teknik Pengolahan Data ... 26
BAB VI HASIL PENELITIAN A. Gambaran Umum Tentang Objek Penelitian ... 27
B. Deskripsi Data ... 33
BAB V PENUTUP A. Kesimpulan ... 45
B. Saran-saran ... 45
1. Kisi-kisi Instrument ... 26
2. Meminjam buku pelajaran di perpustakaan ... 34
3. Peminjaman buku sesuai dengan materi pelajaran ... 34
4. Peminjaman buku selain buku pelajaran ... 35
5. Tepat waktu dalam mengembalikan buku ... 35
6. Pemberian sanksi jika terlambat mengembalikan buku ... 36
7. Denda keterlambatan pengembalian buku ... 36
8. Informasi tentang jumlah dan judul buku ... 37
9. Ketersediaan secara manual penggunaan buku sumber ... 37
10. Penyusunan daftar isi buku secara alfabetis. ... 38
11. Manfaat Katalog dalam mempercepat proses pencarian buku ... 38
12. Informasi tentang koleksi buku-buku baru ... 39
13. Kemudahan dalam mengakses informasi ... 39
14. Informasi lewat mading . ... 40
15. Keramahan petugas perpustakaan terhadap siswa ... 40
16. Petugas perpustakaan tersenyum ketika melayani siswa ... 41
17. Petugas perpustakaan membantu siswa dalam mencari buku ... 41
18. Layanan petugas perpustakaan ... 42
19. Kenyamanan belajar di perpustakaan ... 42
20. Sirkulasi udara di perpustakaan ... 43
1. Angket untuk siswa
2. Perhitungan angket (intensitas siswa dalam memanfaatkan layanan perpustakaan)
3. Surat pengajuan proposal skripsi 4. Surat bimbingan skripsi
5. Surat mohon izin penelitian 6. Surat keterangan penelitian 7. Ujian referensi
1
A. Latar Belakang Masalah
Sekolah merupakan bangunan atau lembaga untuk belajar dan mengajar, serta tempat menerima dan memberi pelajaran. Sekolah merupakan salah satu tempat bagi para siswa untuk menuntut ilmu. Dan melihat kenyataannya hingga sekarang sekolah masih dipercaya oleh sebagian besar anggota masyarakat sebagai salah satu tempat untuk belajar, berlatih, kecakapan, menyerap pendidikan atau tempat proses mendewasakan anak. Selain itu juga sekolah merupakan sebuah lembaga yang di rancang untuk pengajaran siswa di bawah pengawasan guru.
Sebagai lembaga pendidikan, sekolah merupakan suatu lembaga yang mengurusi atau menangani masalah proses sosialisasi, yang bertujuan untuk
mengantarkan seseorang pada suatu kebudayaan yang dinamis sesuai dengan prinsip-prinsip kemanusian yang kompleks. Dengan demikian lembaga pendidikan memiliki peranan yang sangat besar dalam menentukan keberhasilan tujuan pendidikan. Mengingat tuntutan akan pentingnya pendidikan semakin besar dan arus perkembangan dunia yang semakin cepat. Bahkan ada yang mengatakan bahwa jika pendidikan berhenti, maka berhentilah dunia ini, artinya selama dunia masih tetap ada, maka pendidikan akan selalu berlangsung. Hal ini diperlukan karena pendidikan merupakan tuntutan kehidupan yang membutuhkan tanggapan yang cermat dalam mencerdaskan bangsa sehingga mampu menghadapi tuntutan global. Salah satu sarana pendidikan yang harus dikembangkan di dalam sebuah lembaga pendidikan adalah perpustakaan.”Perpustakaan sekolah merupakan perpustakaan yang tergabung dalam sebuah sekolah, dikelola sepenuhnya oleh sekolah yang bersangkutan dengan tujuan utama membantu sekolah dalam mencapai tujuan khusus sekolah dan tujuan pendidikan pada
umumnya.”1
.Yunus memberikan batasan tentang perpustakaan sekolah, yaitu
1
perpustakaan yang diselenggarakan oleh sekolah, mulai dari tingkat taman kanak-kanak sampai dengan sekolah lanjutan tingkat atas yang merupakan bagian integral dari lembaga pendidikan serta sebagai tempat menyimpan koleksi bahan pustaka yang diolah, dan disusun secara sistematis untuk di dayagunakan bagi kepentingan pemakai, yaitu siswa, guru, dalam rangka menunjang program belajar mengajar disekolah.2
Dalam hal ini keberadaan perpustakaan sekolah bukan sekedar bangunan atau tempat koleksi buku, tetapi juga sebagai sistem informasi, dan sebagai lembaga penyedia ilmu pengetahuan mempunyai peranan yang signifikan terhadap lembaga induk serta masyarakat penggunanya. Demikian halnya di dalam lingkungan seperti sekolah. Perpustakaan sekolah merupakan pusat sumber informasi yang berada di sekolah, baik pada tingkat sekolah dasar maupun sekolah tingkat menengah.
Selain itu juga perpustakaan memiliki aktivitas pengumpulan, pengelolaan, pelestarian, dan penyebaran informasi, perpustakaan juga
diciptakan sebagai unit kerja yang memberikan kenyamanan, tempat rekreasi dimana para siswa dapat mengetahui berbagai peristiwa yang belum dialaminya lewat membaca buku. Selain itu perpustakaan sekolah tampak bermanfaat apabila benar-benar dapat memperlancar pencapaian tujuan pendidikan khususnya dalam proses belajar mengajar di sekolah. Indikasi manfaat tersebut tidak hanya berupa tingginya prestasi murid-murid, tetapi lebih jauh lagi antara lain adalah murid-murid mampu mencari, menemukan, menyaring, dan menilai informasi, murid-murid terbiasa belajar mandiri, terlatih ke arah tanggung jawab, selalu mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Secara terperinci, manfaat perpustakaan sekolah, baik yang diselenggarakan di sekolah dasar, maupun di sekolah menengah adalah sebagai berikut:3
a. Perpustakaan dapat menimbulkan kecintaan murid-murid terhadap membaca.
b. Perpustakaan dapat memperkaya pengalaman belajar murid-murid.
2
Sudarnoto Abdul Hakim, Perpustakaan dan Pendidikan..., h. 7.
3
c. Perpustakaan dapat menambah kebiasaan belajar mandiri.
d. Perpustakaan dapat memperlancar siswa-siswi dalam menyelesaikan tugas-tugas sekolah.
e. Perpustakaan dapat membantu guru-guru menemukan sumber-sumber pengajaran.
f. Perpustakaan dapat membantu siswa-siswi, guru-guru, dan anggota staf sekolah dalam mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Perpustakaan sekolah harus dapat memainkan peranannya, khususnya dalam membantu siswa untuk mencapai tujuan pendidikan di sekolah. Untuk tujuan tersebut perpustakaan sekolah perlu merealisasikan misi dan kebijakannya dalam memajukan masyarakat sekolah dengan mempersiapkan tenaga pustakawan yang terdidik, koleksi yang berkualitas serta serangkaian aktifitas layanan yang mendukung suasana pembelajaran yang menarik.
Dengan memaksimalkan peranannya diharapkan perpustakaan sekolah bisa mencetak siswa untuk senantiasa terbiasa dengan aktifitas membaca,
memahami pelajaran, mengerti maksud dari sebuah informasi dan ilmu pengetahuan serta menghasilkan karya bermutu.
Melihat kondisi perpustakaan yang terjadi sekarang ini, masih banyak sekolah-sekolah yang kurang memprioritaskan perpustakaan, hal ini bisa terlihat dari kondisi fisik perpustakaan itu sendiri dengan ruangan perpustakaan yang masih sederhana dan bahkan masih ada ruang perpustakaan yang masih menyatu dengan ruangan yang lain, dan dengan ruang sirkulasi yang tidak nyaman, tenaga pustakawan yang tidak terdidik dan bahkan koleksi-koleksi buku yang kurang lengkap. Dalam hal ini peran seorang pustakawan sangatlah penting dalam memberikan pelayanan kepada para pengguna perpustakaan khususnya pelayanan kepada siswa dan para guru dalam membantu proses pembelajaran di sekolah.
sirkulasi udara yang nyaman, sehingga membuat nyaman bagi para pembacanya, koleksi buku yang lengkap serta petugas pustakawan yang dapat memberikan pelayanan bagi para penggunya sehingga para pembaca merasa nyaman untuk berada di perpustakaan. Kondisi perpustakaan yang seperti ini yang dapat menarik minat siswauntuk membaca dan meminjam buku di perpustakaan.
Hal inilah yang menarik untuk penulis meneliti lebih lanjut tentang”
Intensitas Siswa dalam Memanfaatkan Layanan Perpustakaan di Man 2
Kota Bogor “
B. Identifikasi Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas dapat di identifikasi masalah sebagai berikut:
a. Masih banyak sekolah yang belum memiliki perpustakaan yang memadai. b. Masih banyak sekolah yang tidak memiliki tenaga pustakawan yang
terdidik.
c. Layanan yang di lakukan perpustakaan masih sangat minim.
d. Pemanfaatan layanan perpustakaan oleh siswa masih sangat minim.
C.Pembatasan Masalah
Karena keterbatasan peneliti dalam hal waktu, tenaga, biaya serta untuk menjaga agar penelitian ini terarah dan tidak menimbulkan keraguan dalam
penapsiran dan penelitian, maka penelitian ini hanya dibatasi pada layanan sirkulasi (peminjaman) dan layanan referensi.
D. Perumusan Masalah
Dari identifikasi masalah di atas, maka perumusan masalah dalam penelitian ini adalah:
1. Layanan apa saja yang dapat dimanfaatkan siswa di perpustakaan MAN 2 Bogor?
E.Manfaat Penelitian
Adapun manfaat penelitian ini yaitu:
a. Bagi pihak sekolah, dapat memberikan sumbangan pemikiran yang selanjutnya sangat diharapkan menjadi masukan bagi sekolah agar lebih bermanfaat.
b. Bagi siswa, hendaknya para siswa dapat memanfaatkan perpustakaan semaksimal mungkin dan sadar akan manfaat membaca buku di perpustakaan, karena dengan membaca buku hal-hal yang belum tau menjadi tau.
BAB II
ACUAN TEORITIK
A. Perpustakaan Sekolah
1. Pengertian Perpustakaan Sekolah
Secara umum perpustakaan mempunyai arti sebagai suatu tempat yang didalamnya terdapat kegiatan penghimpunan, pengolahan, dan penyebarluasan (pelayanan) segala macam informasi, baik yang tercetak
maupun yang terekam dalam berbagai media seperti buku, majalah,surat kabar, film, video, komputer, dan lain-lain. Semua koleksi sumber
informasitersebut disusun berdasrkan sistem tertentu dan dipergunakan untuk kepentingan belajar melalui kegiatan membaca dan mencari informasi bagi segenap masyarakat yang membutuhkannya.
”Perpustakaan sekolah merupakan perpustakaan yang tergabung
dalam sebuah sekolah, dikelola sepenuhnya oleh sekolah yang bersangkutan dengan tujuan utama membantu sekolah dalam mencapai tujuan khusus
sekolah dan tujuan pendidikan pada umumnya.”4
. Yunus memberikan batasan tentang perpustakaan sekolah, yaitu perpustakan yang diselenggarakan oleh sekolah, mulai dari tingkat taman kanak-kanak sampai dengan sekolah lanjutan tingkat atas yang merupakan bagian integral dari lembaga pendidikan serta sebagai tempat menyimpan koleksi bahan pustaka yang diolah, dan disusun secara sistematis untuk di dayagunakan bagi kepentingan pemakai, yaitu siswa, guru, dalam rangka menunjang program belajar mengajar disekolah.5
Selain pengertian perpustakaan di atas, perpustakaan juga merupakan sebagai salah satu unit kerja yang dapat berdiri sendiri, tetapi dapat juga
merupakan bagian dari organisasi diatasnya yang lebih besar. Perpustakaan yang berdiri sendiri seperti perpustakaan umum, perpustakaan pada
4
Sudarnoto Abdul Hakim, Perpustakaan dan Pendidikan. (Jakarta, Fakultas Adab dan Humaniora UIN Jakarta, 2007). h. 7.
5
Sudarnoto Abdul Hakim, Perpustakaan dan Pendidikan..., h. 7.
universitas dan perpustakaan nasional. Sedangkan yang merupakan bagian dari suatu organisasi yang lebih besar seperti perpustakaan khusus/kedinasan yang bergabung dengan suatu lembaga yang mengoordinasikannya, dan pepustakaan sekolah yang bernaung di bawah lembaga pendidikan tersebut.
Sebuah perpustakaan sebagai salah satu unit kerja mempunyai unsur-unsur atau persyaratan seperti berikut:
a) Adanya organisasi
b) Dalam surat keputusan pendiriannya harus (setidaknya tercantum secara jelas tugas, fungsi, wewenang, tanggung jawab dan struktur organisasinya.
Berikut ini beberapa kebutuhan pokok perpustakaan sebagai unit kerja:
a) Gedung (ruangan). Gedung dan ruangan yang memadai dan cukup menampung koleksi pembaca, layanan, kegiatan pengolahn bahan
pustaka dan kegiatan administrasi. Perpustakaan yang berdiri sendiri biasanya memiliki sebuah bangunan sendiri, didesain khusus untuk
perpustakaan dan dilengkapi dengan berbagai sarana prasarana, perabotan dll. Perpustakaan yang merupakan bagian dari suatu unit kerja memiliki ruangan yang memadai, baik untuk menempatkan koleksi, semua inventaris dan barang-barang yang ada maupun untuk melayani pengunjung
b) Koleksi Bahan Pustaka, adalah sejumlah bahan pustaka yang telah ada di perpustakaan dan sudah di olah (diproses) sehingga siap di pinjamkan atau digunakan oleh pemakai
c) Perlengkapan dan perabot. Perlengkapan dan perabot harus dimiliki oleh perpustakaan sekurang-kurangnya rak, meja baca, kursi, lemari,penyimpanan bahan pustaka, lemari katalog, sehingga tugas-tugas dan fungsinya dapat berjalan.
perpustakaan leluasa mengelolanya dalam rangka memajukan perpustakaan.
e) Tenaga kerja. Adalah pelaksana kegiatan di perpustakaan. Tenaga kerja ini melputi kepala perpustakaan, pejabat fungisonal pustakawan, tenaga teknis perpustakaan dan tenaga administrasi.
Seperti yang telah kita ketahui bahwa perpustakaan itu mempunyai beberapa jenis perpustakaan yang ada di indonesia, salah satu perpustakaan yang di bahas dalam skripsi ini adalah perpustakaan sekolah.
2. Jenis-jenis perpustakaan
Beberapa jenis perpustakaan yang sekarang ada dan dikembangkan di indonesia antara lain.6
a) Perpustakaan Umum
Perpustakaan umum tersebut milik pemerintah daerah dan dikelola
oleh pemerintah daerah yang bersangkutan. Sumber dana pembiayaan dari dana umum yang berasal dari masyarakat. Tugas dan fungsinya memberikan
layanan kepada seluruh lapisan masyarakat, sebagai pusat informasi, pusat sumber belajar, tempat rekreasi, penelitian, dan pelestarian koleksi bahan pustaka yang dimiliki.
b) Perpustakaan Khusus/ kedinasan
Perpustakaan jenis tersebut berada pada instansi atau lembaga tertentu, baik pemerintah maupun swasta, dan sekaligus sebagai pengelola dan sebagai penanggung jawabnya. Tugas pokoknya melayani pemakai dari kantor yang bersangkutan, sehingga koleksinya juga relatif terbatas yang berkaitan dengan misi dan tugas lembaga yang bersangkutan
c) Perpustakaan Sekolah
Perpustakaan sekolah merupakan salah satu sarana dan fasilitas penyelenggaraan pendidikan, sehingga sekolah semestinya memiliki perpustakaan yang memadai. Perpustakaan sekolah berada pada lingkungan sekolah, penanggung jawabnya adalah kepala sekolah, sedangkan
6
pengelolanya biasanya adalah guru-guru dan pegawai yang ditugaskan. Pemakainya adalah para siswa dan guru-guru. Tugas pokok perpustakaan sekolah menunjang proses pendidikan dengan menyediakan bahan-bahan bacaan yang sesuai dengan kurikulum sekolah dan ilmu pengetahuan tambahan yang lain. Tujuannya untuk menunjang agar proses pendidikan dapat berlangsung lancar dan berhasil baik.
d) Perpustakaan Keliling
Perpustakaan keliling merupakan jenis layanan yang dikembangkan pada perpustakaan umum, yang di sebut unit layanan perpustakaan keliling. Maksudnya agar perpustakaan tersebut dapat memberikan layanan keliling mendatangi tempat pemukiman penduduk, tempat kegiatan masyarakat seperti sekolah, kantor kelurahan atau tempat-tempat tertentu yang dianggap strategis.
e) Perpustakaan Pribadi/ keluarga
Perpustakaan yang dimiliki dan dikelola oleh perorangan atau
orang-orang tertentu bersama anggota keluarganya.
f) Perpustakaan Lembaga Keagamaan
Adalah perpustakaan yang dimiliki dan dikelola oleh lembaga-lembaga keagamaan. Perpustakaan yang dimaksud, misalnya perpustakaan mesjid, perpustakaan gereja, dan perpustakaan lembaga dalam hindu dan budha dan lembaga keagamaan lainnya.
3. Peranan Perpustakaan Sekolah
Peranan sebuah perpustakaan adalah bagian dari tugas pokok yang harus dijalankan didalam perpustakaan. Oleh karena itu peranan yang harus dijalankan itu ikut menentukan dan mempengaruhi tercapainya misi dan tujuan perpustakaan. Setiap perpustakaan yang di bangun akan mempunyai makna apabila dapat menjalankan peranannyadengan sebaik-baiknya. Peranan yang dapat dijalankan oleh perpustakaan antara lain:
2) Menjadi lembaga pengembangan minat dan budaya membaca serta pembangkit kesadaran pentingnya belajar sepanjang hayat.
3) Sebagai sarana untuk menjalin dan Mengembangkan komunikasi antara sesama pemakai atau dengan penyelenggara perpustakaan dengan masyarakat yang dilayani.
4) Motivator, mediator dan fasilitator bagi pemakai dalam usaha mencari,
memanfaatkan dan mengembangkan ilmu pengetahuan dan
pengalamannya.
5) Berperan sebagai agen perubah, pembangunan dan kebudayaan manusia. 6) Perpustakaan berperan sebagai lembaga pendidikan nonformal bagi
anggota masyarakat dan pengunjung perpustakaan.
7) Perpustakaan berperan dalam menghimpun dan melestarikan koleksi bahan pustaka agar tetap dalam keadaan baik semua hasil karya umat
manusia yang tak ternilai harganya.
8) Perpustakaan dapat berperan sebagi ukuran (barometer) atas kemajuan
masyarakat dilihat dari intensitas kunjungan dan pemakaian perpustakaan. Sebagai lembaga penyedia ilmu pengetahuan dan teknologi, perpustakaan harus mempunyai peranan yang sangat penting dalam hal menunjang proses pembelajaran disekolah, khususnya dalam membantu siswa untuk mencapai pendidikannya disekolah, karena perpustakaan sebagai alat untuk mengembangkan minat siswa dalam membaca serta sebagai mediator untuk memperoleh dan mengembangkan ilmu pengetahuan.
Dalam hal ini minat membaca merupakan kecenderungan jiwa yang mendorong seseorang berbuat sesuatu terhadap membaca. Orang yang memiliki minat membaca yang tinggi senantiasa mengisi waktu luang dengan membaca. Secara umum tujuan orang membaca adalah untuk mendapatkan informasi baru. Dalam kenyataannya terdapat juga tujuan membaca secara khusus, yaitu untuk mencari kesenangan, meningkatkan pengetahuan, dan membaca untuk melakukan suatu pekerjaan.
dilakukan oleh perpustakaan dalam menciptakan tumbuhnya kondisi minat baca dilingkungan sekolah adalah sebagai berikut: 7
a) Memilih bahan bacaan yang menarik bagi pengguna perpustakaan.
b) Menganjurkan berbagai cara penyajian pelajaran (di sekolah) dikaitkan dengan tugas-tugas di perpustakaan.
c) Memberikan berbagai kemudahan dalam mendapatkan bacaan yang menarikuntuk pengguna perpustakaan.
d) Memberikan kebebasan membaca secara leluasa kepada pemakai perpustakaan.
e) Perpustakaan perlu dikelola dengan baik agar pemakai merasa betah dan kerasan berkunjung ke perpustakaan.
f) Perpustakaan perlu melakukan berbagai promosi kepada masyarakat berkaitan dengan pemanfaatan perpustakaan dan berkaitan dengan
peningkatan minat dan kegemaran membaca siswa.
g) Menanamkan kesadaran dalam diri pemakai perpustakaan bahwa
membaca sangat penting dalam kehidupan, terutama dalam mencapai keberhasilan sekolah.
h) Memberikan penghargaan kepada siswa yang paling banyak meminjam buku di perpustakaan dalam kurun waktu tertentu misalnya dalam setiap catur wulan atau setahun sekali.
Dari beberapa point diatas dapat disimpulkan bahwa membina dan menumbuhkan minat baca merupakan hal yang sangat penting yang senantiasa perlu dikembangkan didalam diri siswa itu sendiri, karena dengan sering kita membaca akan semakin banyak ilmu yang didapat. Dan dalam hal ini perpustakaan harus mampu menarik minat baca siswa maupun pengguna perpustakaan lainnya dengan cara memilih bahan pustaka yang dapat menarik dan tidak membosankan para pemakai perpustakaan.
4. Tujuan Perpustakaan Sekolah
Secara umum tujuan didirikannya sebuah perpustakaan adalah untuk meningkatkan kecerdasan bangsa, mengembangkan minat baca dan sekaligus berusaha memberantas buta aksara. Suatu bangsa yang maju, beradab dan
7
cerdas selalu memperhatikan perkmbangan perpustakaan karena dengan perpustakaan dapat mencapai suatu tingkat perkembangan peradaban bangsa yang mengesankan.
Sedangkan menurut Mudoffir, yang memberikan definisi
perpustakaan sebagai sumber belajar, tujuan umum dari perpustakaan sekolah adalah untuk meningkatkan efektifitas dan efisiensi kegiatan proses belajar mengajar melalui pengembangan sistem instruksional. Hal ini dilaksanakan dengan menyediakan berbagai pilihan untuk menunjang kegiatan belajar mengajar dikelas dan untuk mendorong pengguna cara-cara yang baru yang paling sesuai untuk mencapai tujuan program akademis dan kewajiban-kewajiban instruksional yang direncanakannya.
Tujuan didirikannya perpustakaan sekolah tidak terlepas dari tujuan diselenggarakannya pendidikan sekolah secara keseluruhan, yaitu untuk
memberikan bekal kemampuan dasar kepada peserta didik, serta mempersiapkan mereka untuk mengikuti pendidikan menengah. Sejalan
dengan hal diatas, maka tujuan perpustakaan sekolah adalah sebgai berikut:8 a) Menumbuhkan minat dan kebiasaan membaca para siswa.
b) Menyediakan berbagai macam sumber informasi untuk kepentingan pelaksanaan kurikulum.
c) Mendorong, menggairahkan, memelihara, dan memberi semangat membaca dan semangat belajar bagi para siswa.
d) Memberikan hiburan sehat untuk mengisi waktu senggang melalui kegiatan membaca, khususnya buku-buku dan sumber bacaan lain yang bersifat kretif dan ringan, seperti fiksi, cerpen dan lainnya.
5. Fungsi Perpustakaan Sekolah
Perpustakaan sekolah merupakan satu kesatuan terpadu dengan sarana pendidikan lainnya yang berfungsi sebagai sumber belajar, sumber informasi, ajang penelitian dan sebagai tempat rekreasi.
Dalam buku pedoman penyelenggaraan perpustakaan sekolah, secara garis besar fungsi perpustakaan sekolah adalah sebagai berikut.
1) Sebagai pusat kegiatan belajar mengajar.
8
2) Membantu anak didik memperjelas dan memperluas pengetahuannya tentang suatu pelajaran dikelas dan mengadakan penelitian diperpustakaan.
3) Mengembangkan minat, kemampuan dan kebiasaan membaca dan belajar mandiri.
4) Membantu anak mengembangkan bakat, minat, dan kegemarannya. 5) Membiasakan anak untuk mencari informasi perpustakaan.
6) Perpustakaan sekolah merupakan tempat memperoleh bahan-bahan pustaka untuk rekreasi.
7) Perpustakaan sekolah memperluas kesempatan belajar bagi murid.
Dari beberapa point diatas dapat disimpulkan bahwa perpustakaan itu mempunyai fungsi yang sangat besar dalam membantu proses pembelajaran disekolah. Selain sebagai sumber belajar, perpustakaan juga dapat membantu
memperjelas dan memperluas pengetahuan, khususnya bagi siswa-siswi dilingkungan lembaga pendidikan.
Fungsi perpustakaan sekolah yaitu: Fungsi informasi ,fungsi reservasi, fungsi pendidikan, fungsi penelitian, dan fungsi rekreasi.
a) Fungsi Informasi
Yaitu menjamin lingkungannya terinformasi dengan baik, terutama hal-hal yang berkaitan dengan pendidikan, pembelajaran, pelajaran, ilmu, agama dan kehidupan sehari-hari. Kebutuhan informasi yang utama di lingkungan sekolah adalah kebutuhan informasi yang berkenaan dengan kegiatan belajar mengajar. Kebutuhan ini harus dapat terpenuhi oleh perpustakaan sekolah.
b) Fungsi preservasi
c) Fungsi pendidikan
Yaitu ikut melaksanakan pendidikan baik untuk peserta didik di madrasah, maupun untuk pihak lain didalam dan disekitar madrasah. Perpustakaan madrasah menjalankan fungsi pendidikan dalam rangka mensukseskan pendidikan dimadrasah pada jenjang pendididikan tersebut, dan mensukseskan visi, misi fungsi, tujuan dan stategi pendididkan nasional. Fungsi pendidikan yang dijalankan oleh perpustakaan madrasah terhadap terhadap peserta didik adalah memberikan pengalaman siswa berinteraksi secara bertanggung jawab dengan sumber informasi dan sumber belajar yang ada diperpustakaan yang berguana bagi mereka tidak hanya untuk mendukung pendidikan dan proses belajarnya dijenjang madrasah saja tapi juga bagi pendidikannya dijenjang berikutnya serta didalam hidupnya di masyarakat kelak.
d) Fungsi penelitian
Yaitu melaksanakan penelitian sesuai dengan tugas dan fungsi
perpustakaan sekolah, serta menyiapkan sarana penelitian terutama penelitian kepustakaan atau literatur. Kebutuhan informasi untuk tujuan penelitian, yang dilaksanakan oleh guru/peneliti oleh peserta didik dalam rangka latihan dan pembelajaran serta memperoleh pengalaman belajar harus dapat dipenuhi oleh perpustakaan sekolah.
e). Fungsi rekreasi
Yaitu menyediakan bahan bacaan, bahan audio visual yang dapat dimanfaatkan oleh para pengguna untuk memuaskan kebutuhan rekreasinya.
6. Tugas Perpustakaan Sekolah
Menurut (Sutarno NS:2005,61) tugas perpustakaan secara garis besar dibagi menjadi 3 yaitu:9
a) Tugas menghimpun informasi, meliputi kegiatan mencari, menyeleksi, mengisi perpustakaan dengan sumber informasi yang memadai/lengkap baik dalam arti jumlah, jenis, maupun mutu yang disesuaikan dengan
9
kebijakan organisasi, ketersediaan dana, dan keinginan pemakai serta mutakhir.
b) Tugas mengelola, meliputi proses pengolahan, penyusunan, penyimpanan, pengemasan agar tersusun rapih, mudah ditelusuri kembali dan diakses oleh pemakai dan merawat bahan pustaka.
c) Tugas memberdayakan dan memberikan layanan secara optimal. Perpustakaan, sebagai pusat informasi yang menyimpan berbagai ilmu pengetahuan, memberikan layanan informasi yang ada untuk diberdayakan kepada masyarakat pengguna, sehingga perpustakaan menjadi agen perkembangan ilmu pengetahuan dan informasi teknologi dan budaya masyarakat.
Dari beberapa poin diatas dapat disimpulkan bahwa perpustakaan mempunyai tugas pokok yang sangat penting dalam hal membantu proses
pembelajaran. Selain memberikan pelayanan kepada para pemakai, perpustakaan juga harus mampu memberikan informasi kepada pengguna
perpustakaan atau kepada masyarakat.
7. Jenis-jenis Layanan Perpustakaan Sekolah
Dalam kamus besar bahasa Indonesia, layanan berasal dari kata
“layan” dan kata kerjanya “melayani“ yang berarti menolong menyediakan
segala apa yang diperlukan orang lain. Dengan demikian pelayanan dapat diartikan perihal atau cara melayani service, jasa dan kemudahan yang diberikan yang berhubungan dengan jual beli barang atau jasa.
seluruh kegiatan perpustakaan akan diarahkan dan terfokus kepada bagaimana memberikan layanan yang baik sebagaimana dikehendaki oleh para pemakai. Pelayanan pemakai perpustakaan adalah kegiatan pemberian pelayanan perpustakaan kepada pemakai perpustakaan dalam menggunakan bahan-bahan pustaka yang terdpat dalam perpustakaan. Pelayanan kepada pemakai perpustakaan dapat dijalankan dengan baik jika pelayanan teknisnya dijalankan dengan sebaik-baiknya. Misalnya, pengadaan bahan koleksi perpustakaan sesuai dengan kebutuhan pemakai perpustakaan, buku-buku yangada diperpustakaan dicatat dalam buku induk, diberi label, kartu buku, kantong buku dan sampul.
Beberapa bentuk riil layanan perpustakaan antara lain:
1. Layanan yang diberikan sesuai dengan kebutuhan atau yang dikehendaki pemakai.
2. Berorientasi kepada pemakai
3. Berlangsung cepat waktu dan tepat sasaran. 4. Murah dan ekonomis.
5. Mengembangkan hal-hal yang baru atau inovatif.
6. Mampumenumbuhkan rasa percayabagipemakai dan bersifatmandiri. 7. Mengundang rasa ingin kembali.
8. Mampu berkompetisi dengan layanan dibidang yang lain.10
Jenis layanan yang diberikan perpustakaan ada beberapa macam diantaranya yaitu :
a. Layanan Sirkulasi (Layanan Peminjaman)
Layanan sirkulasi adalah kegiatan melayani Pemakai jasa perpustakaan dalam pemesanan, peminjaman, dan pengembalian bahan pustaka beserta penyelesaian administrasinya.
Layanan sirkulasi dibagi menjadi dua sistem,yaitu:
1) Sistem terbuka
Pada sistem ini pemakai perpustakaan diperbolehkan mencari dan menelusuri sendiri bahan pustaka yang dibutuhkan diruang koleksi.
10
Apabila buku yang dicari ditemukan,buku tersebut dibawa ke meja sirkulasi untuk diproses peminjamannya.
Keuntungansistem ini yaitu: (1). Pemakai bebas memilih koleksi pustaka yang diinginkan,(2) Tidak membutuhkan banyak tenaga,( 3) Pemakai mempunyai peluang alternatif lain dalam memilih koleksi buku.
Kerugiansistem ini yaitu: (1) Lebih memungkinkan terjadinya kesalahan letak koleksi,(2) Lebih memungkinkan terjadinya kehilangan koleksi.
2) Sistem tertutup
Pada sistem ini pemakai perpustakaan tidak diperbolehkan mencari dan menelusuri bahan pustaka ynag dibutuhkan diruang koleksi. Apabila ingin mencari buku harus melalui petugas perpustakaan.
Keuntungan sistem ini yaitu: (1) Koleksi perpustakaan akan terjaga susunannya, (2) Kemungkinan terjadinya kehilangan bahan pustaka
relatif sangat kecil.
Kerugian sistem ini yaitu: (1) untuk memilih buku lain tidak bisa
bebas,(2) butuh banyak petugas pelayanan, (3) butuh banyak waktu untuk melayani peminjam.
Pada dasarnya pustakawan sirkulasi harus berketerampilan dan berpengetahuan tentang bahan pustaka agar semua koleksi yang tersedia dapat dimanfaatkan oleh pengunjung perpustakaan, dan harus mampu membimbing, sebagaiman seorang pendidik, untuk mengantarkan pembaca kepada belajar mandiri. Hal ini perlu ditunjang oleh pengetahuan pustakawan tentang buku-buku bermutu dan mutakhir yang diperlukan oleh perpustakaan pada saat ini.
b. Layanan Referensi
koleksi. Layanan rujukan itu merupakan kegiatan memberikan informasi kepada pengguna perpustakaan dalam bentuk cepat atau pemberian bimbingan pemakaian sumber rujukan. Contoh bahan pustaka referensi adalah kamus, ensiklopedia, almanak, buku pedoman, petunjuk, dan buku tahunan.
Layanan referensi dapat dilaksanakan sebagai berikut:
1) Pelayanan langsung terdiri dari :
1. Pelayanan Informasi dilakukan dengan cara:
Menjawab pertanyaan sederhana secara langsung.
Menjawab pertanyaan dengan menggunakan buku referensi yang
tersedia
Melayani permintaan data atau pertanyaan terperinci dengan
menggunakan bahan referensi.
2. Bimbingan pembaca yaitu memberi petunjuk kepada pemakai jasa
layanan referensi dengan menunjukkan cara menggunakan
buku-buku referensi, seperti kamus, ensiklopedia, biografi, almanac, buku tahunan, buku dokumentasi penulisan dll.
2) Pelayanan tidak langsung, terdiridari
Pelayanan referensi tidak hanya menggunakan buku tetapi dalam bentuk lain seperti, majalah, suratkabar, rekaman, elektronik, dan penggunaan teknologi dibidang informasi.
c. Layanan Informasi
Layanan informasi adalah menyediakan dan memberikan informasi-informasi yang diperlukan para pemakai. Termasuk didalamnya informasi-informasi terbaru atau kilat informasi terseleksi. Informasi perpustakaan disiapkan dari berbagai sumber yang jelas, diakui kebenarannya,valid, realibel,dan faktual, sehingga dapat dipercaya dan dapat dipergunakan dengan baik. Sebuah perpustakaan harus menjauhkan diri dari informasi yang tidak benar, direkayasa atau menyesatkan.
d. Layanan penelitian
Para peneliti yang membutuhkan sumber informasi di perpustakaan dapat dengan mudah dan cepat memperolehnya atas bantuan staf perpustakaan. Karena sumber-sumber tersebut tersedia di perpustakaan dan di layani dengan baik.
e. Layanan rekreasi
Layanan rekreasi terutama adalah yang bersifat kejiwaan (batin).
Karena dengan membaca bahan-bahan tersebut di perpustakaan, akan di peroleh rasa senang, puas, terhibur. Hal itu akan terwujud apabila apa yang mereka butuhkan dapat dilayani dengan baik.
f.Penelusuran literatur
Penelusuran literatur adalahkegiatan mencari atau menentukan kembali semua kepustakaan yang pernah terbit atau pernah ada mengenai suatu bidang tertentu. Kegiatannya adalah (a) penelusuran literatur untuk keperluan penelitian dan penulisan karya ilmiah, (b) penelusuran literatur untuk bahan bacaan, (c) penelusuran literatur untuk membantu pemakai perpustakaan.
g. Bimbingan pemakai
Hal itu dilakukan agar:
1) Pemakai perpustakaan dapat mengenal dan memahami serta menggunakan sistem yang di berlakukan di perpustakaan tersebut.
2) Menggunakan sarana temu informasi yang tersedia seperti kode/ nomor klasifikasi , kartu katalog, dan penunjuk yang lain.
3) Dengan cepat dan tepat menemukan apa yang diperlukan, tanpa banyak membuang waktu, tidak menemui kesulitan atau hambatan.
4) Memperluas jangkauan pemakaian koleksi oleh pengunjung dan anggota perpustakaan.
5) Mengembangkan citra perpustakaan sebagai bagian dari lembaga pendidikan.11
Dari beberapa poin diatas dapat disimpulkan bahwa dalam hal ini bimbingan pemakai merupakan suatu kegiatan yang dapat membantu dan
memberikan bantuan kepada para pengguna perpustakaan, supaya mendapat kemudahan dalam mencari bahan pustaka dan dalam menggunakan fasilitas
lainnya.
8.Pengembangan Sistem Layanan
Penerapan suatu sistem layanan di perpustakaan adalah dimaksudkan agar proses pemberian jasa layanan dapat berlangsung tertib, teratur dan cepat tanpa ada hambatan.Sistem layanan perpustakaan merupakan mata rantai rangkaian kegiatan yang terdiri atas beberapa subbagian saling berhubungan satu sama lain. Layanan yang dikembangkan oleh perpustakaan adalah agar tercipta layanan terbaik sejauh dapat di laksanakan, yaitu yang sering disebut layanan prima yang dilaksanakan secara profesional. Sebelum dapat diciptakan layanan prima diupayakan dulu layanan minimal yang pada intinya berlangsung secara mudah,sederhana, cepat,tepat, dan bermanfaat serta murah. Dalam hal itu mungkin perlu dikembangkan layanan yang menggunakan teknologi informasi, seperti komputer, situs, sistem terpasang atau on line.
11
Unsur-unsur yang terdapat dan terkait dengan sistem layanan perpustakaan antara lain:
a) Kesiapan petugas layanan baik fisik, mental, kemampuan, ketrampilan, pengalaman maupun kemauan.
b) Kesiapan peralatan, dan perlengkapan sebagai penunjang.
c) Keharmonisan komunikasi, kerja sama, persamaan persepsi antara petugas dengan pengunjung perpustakaan.
d) Peraturan dan tata tertib perpustakaan yang singkat, jelas, dapat dimengerti dan dapat dilaksanakan serta dipatuhi oleh pemakai perpustakaan.
e) Pedoman yang standar di bidang layanan perpustakaan yang berlaku umum, sehingga dapat dipelajari untuk dipraktikkan.12
Dari beberapa poin di atas dapat disimpulkan bahwa dalam hal ini
pengembangan sistem layanan merupakan hal yang sangat penting untuk dilaksanakan, karena dengan adanya sistem pelayanan perpustakaan semua
unsur yang terkait dengan perpustakaan akan berjalan dengan baik, sebaliknya apabila sistem pelayanan perpustakaan kurang baik, sebuah perpustakaan akan mengalami penghambatan terutama kepada para pemakainya.
B. Pemanfaatan Perpustakaan Sekolah
Peranan perpustakaaan di dalam pendidikan amatlah penting, yaitu untuk membantu terselenggaranya pendidikan dengan baik. Dengan demikian sasaran dan tujuan operasional dari perpustakaan sekolah adalah untuk memperkaya, mendukung, dan memberikan kekuatan dan mengupayakan penerapan program pendidikan yang memenuhi setiap kebutuhan siswa, disamping itu mendorong dan memungkinkan tiap siswa mengoptimalkan potensi meraka sebagai pelajar.
Penyelenggaraan perpustakaan sekolah bukan hanya untuk menyimpan bahan-bahan pustaka, tetapi dengan adanya penyelenggaraan perpustakaan sekolah diharapkan dapat membantu murid-murid dan guru
12
menyelesaikan tugas-tugas dalam proses belajar mengajar. Oleh sebab itu segala bahan pustaka yang dimiliki perpustakaan sekolah harus dapat menunjang proses belajar mengajar, maka dalam pengadaan bahan pustaka hendaknya mempertimbangkan kurikulum sekolah, serta selera para pembaca yang dalam hal ini adalah murid-murid.
Perpustakaan sekolah tampak bermanfaat apabila benar-benar memperlancar pencapaian tujuan proses belajar mengajar di sekolah. Indikasi manfaat tersebut tidak hanya berupa tingginya prestasi siswa, tetapi lebih jauh lagi antara lain adalah siswa-siswi mampu mencari, menemukan, menyaring, dan menilai informasi, siswa-siswi terbiasa belajar mandiri, dan selalu mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Secara terperinci, manfaat perpustakaan sekolah, baik yang diselenggarakan di sekolah dasar, maupun di sekolah menengah adalah
sebagai berikut:13
a. Perpustakaan dapat menimbulkan kecintaan murid-murid terhadap
membaca.
b. Perpustakaan dapat memperkaya pengalaman belajar murid-murid. c. Perpustakaan dapat menambah kebiasaan belajar mandiri.
d. Perpustakaan dapat memperlancar siswa-siswi dalam menyelesaikan tugas-tugas sekolah.
e. Perpustakaan dapat membantu guru-guru menemukan sumber-sumber pengajaran.
f. Perpustakaan dapat membantu siswa-siswi, guru-guru, dan anggota staf sekolah dalam mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Manfaat perpustakaan yang dapat digunakan bagi guru dan siswa yaitu:14
1. Dengan adanya perpustakaan sekolah, minat baca siswa bisa meningkat dan bisa menambah wawasan para siswa dan meningkatkan kecerdasan mereka.
13
Ediyono, http:// Maunglib. Wordpress.com / Artikel Manfaat Perpustakaan Sekolah.
14
2. Perpustakaan dapat membantu para siswa dalam proses belajar.
3. Secara tidak langsung, siswa sekolah akan di ajari untuk mandiri. Saatmencari bahan atau informasi, guru tidak harus memberikan informasi tersebut secara langsung.
4. Perpustakaan sekolah juga bisa membuat siswa lebih disiplin dan bertanggung jawab. Saat meminjam buku pihak perpustakaan pasti memberikan jangka waktu peminjaman. Hal ini tentu sangat baik untuk membangun kepribadian siswa.
5. Pengaruh positif perpustakaan tidak hanya dirasakan siswa, tetapi oleh para guru juga yang berperan sebagai pengajar. Guru-guru bisa mengambil data atau informasi apapun di perpustakaan untuk di jadikan materi belajar.
6. Perpustakaan sekolah juga bermanfaat sebagai tempat bersosialisasi yang
baik.
Itulah beberapa manfaat perpustakaan sekolah yang ternyata
24
METODOLOGI PENELITIAN
A. Tujuan Penelitian
Adapun yang menjadi tujuan penelitian ini adalah:
a. Untuk mengetahui seberapa intensif pemanfaatan layanan perpustakaan oleh siswa di MAN 2 Bogor.
b. Untuk mengetahui intensitas siswa dalam memanfaatkan layanan perpustakaan dalam menunjang proses pembelajaran di sekolah.
B. Tempat dan Waktu Penelitian
Penelitian ini dilakukan di Madrasah Aliyah Negeri 2 Bogor yang beralamat di jl. Pajajaran No 6 Kecamatan Bogor Timur. Sedangkan waktu yang diperlukan dalam penelitian ini terhitung dari bulan oktober 2010
sampai selesai.
C. Metode Penelitian
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif, yaitu penelitian yang berusaha menggambarkan suatu keadaan atau kejadian yang kemudian terlebih dahulu dianalisis lalu dibandingkan dengan teori yang ada.
D. Populasi dan Sampel
Populasi adalah ”keseluruhan objek peneliti”.1
Sedangkan sampel adalah sebagian atau wakil populasi yang diteliti.2
1
Suharsimi Arikunto, Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik, Jakarta: Rineka Cipta, 2002, Cet Ke-12, h.108.
2
Tehnik pengambilan sampel dalam penelitian ini ialah dengan random sampling. Dalam penelitian ini yang menjadi populasi adalah seluruh kelas XI IPS sebanyak 4 kelas (140 siswa). Dan yang menjadi sampel adalah siswa kelas IPS diambil dari setiap perwakilan kelas. Adapun besar sampel pada penelitian ini adalah 40% dari jumlah siswa yaitu sebanyak 56 siswa.
E. Tehnik Pengumpulan Data 1. Angket
Angket adalah daftar pernyataan atau pertanyaan yang disebarkan kepada responden secara langsung untuk mendapatkan data tentang intensitas siswa dalam memanfaatkan layanan perpustakaan sekolah. Angket ini disebarkan kepada seluruh siswa IPS kelas XI yang diambil secara acak. Angket disusun berdasarkan indikator-indikator yang ada pada variabel
intensitas siswa dalam memanfaatkan layanan perpustakaan. 2. Wawancara
Wawancara yaitu suatu kegiatan dilakukan untuk mendapat informasi secara langsung dengan mengungkapkan pertanyaan-pertanyaan kepada responden. Wawancara dilakukan dengan petugas perpustakaan sekolah. 3. Observasi
Penulis melakukan penelitian secara langsung ke lokasi penelitian untuk mengetahui langsung bahan/data tentang keadaan perpustakaan, struktur organisasi serta hal-hal yang berhubungan dengan skripsi ini
4. Dokumentasi
Tabel 1
KISI-KISI INSTRUMENT INTENSITAS SISWA DALAM MEMANFAATKAN LAYANAN PERPUSTAKAAN
NO Dimensi Indikator No item Jumlah
1 Isi layanan 1. Layanan Sirkulasi (peminjaman)
2. Layanan Referensi
3. Layanan Informasi
1,2,3,4,5,6
7,8,9,10
11,12,13
6
4
3
2 Mutu Layanan
1. Keramahan
2. Kecepatan
3. Kemudahan
4. Kenyamanan
14,15,16
17
20
18,19
3
1
1
2
F. Teknik Pengolahan Data
Setelah data kualitatif diperoleh dengan alat pengumpul data yang telah dijelaskan sebelumnya. Maka selanjutnya diadakan pengolahan data sehingga data mentah yang diperoleh dapat di interpretasikan untuk mengetahui intensitas siswa dalam manfaatkan layanan perpustakaan,berikut digunakan beberapa caradiantaranya;
a. Editing
tentang kelengkapan dan kebenaran pengisian angket, sehingga terhindar dari kekeliruan dan kesalahan.
b. Skoring
[image:37.595.131.525.95.390.2]Untuk mengetahui skoring, semua pertanyaan angket akan ditabulasikan dengan skor nilai tiap itemnya, sebagai berikut:
Tabel Skoring
Item jawaban Bobot nilai
Selalu 4
Sering 3
Kadang-kadang 2
Tidak pernah 1
c. Tabulating
Data yang dikumpulkan dari hasil angket yang telah disebarkan kepada siswa diolah dengan menggunakan rumus distribusi frekuensi prosentase, yang diletakkan dalam tabel dengan menggunakan rumus.
P=
N F
x 100%
Keterangan:
P = Persentase untuk setiap alternatif jawaban F = Frekuensi (jumlah yang mengisi)
28
A. Gambaran umum obyek penelitian 1.Sejarah Berdirinya
Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Kota Bogor adalah lembaga pendidikan setingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) di bawah pengelolaan Kementerian Agama. MAN 2 Kota Bogor merupakan Madrasah alih fungsi dari
Pendidikan Agama Islam (PGAN) Bogor, yang berdiri pada tahun 1950 dengan nama Sekolah Guru Agama Islam (SGAI) berdasarkan Surat Edaran Menteri Agama Nomor : 277/C9 tanggal 15 Agustus 1950. Pada tahun 1951 SGAI berubah menjadi PGA berdasarkan Surat Keputusan Menteri Agama Nomor 7 tahun 1951 dengan masa belajar 5 tahun, kemudian pada tahun 1953 dilakukan perubahan kembali dengan masa belajar 6 tahun dengan pembagian kelas sebagai berikut :Kelas 1 sampai dengan kelas 4 dengan lama belajar 4 tahun. Kelas 5 sampai kelas 6 lama belajar 2 tahun.
Selanjutnya melalui keputusan Menteri Agama No. 18 tahun 1978 berubah lagi menjadi PGAN 6 tahun yaitu sekolah dinas yang menyelenggarakan Pendidikan Guru Agama dari kelas 1 sampai dengan kelas 6. Dan pada tahun 1978 Menteri Agama dengan Surat Keputusannya nomor 19 tahun 1978 merubah PGAN 6 tahun menjadi PGAN 3 tahun.
Melalui Surat Keputusan Menteri Agama RI Nomor : 64/1990 PGAN Bogor dialihfungsikan menjadi Madrasah Aliyah Negeri Bogor II, kemudian melalui Surat Keputusan Penyempurnaan Nomor 42 tahun 1992 tanggal 27 Januari 1992 Madrasah Aliyah Negeri Bogor II menjadi Madrasah Aliyah Negeri 2 Kota Bogor (sekarang lebih dikenal MAN 2 Kota Bogor) yang terletak di Jalan
Dalam perkembangannya MAN 2 Kota Bogor sudah dipimpin oleh lima Kepala Madrasah, yaitu Drs. H. Nandang (1990 – 1997), Drs. H. Entjum Maksum (1997 – 2000), Drs. Maswi Harits (2000 – 2002), H. Kosasih Ismatullah, M.Pd.I. (2002-2010) dan sejak April 2010 dipimpin oleh Drs. H. Asep Encu, M.Pd.
2. visi ,misi dan tujuan sekolah V i s i
“Terwujudnya madrasah yang berprestasi dan istiqomah dalam akhlakul karimah”
M i s i
1. Melaksanakan pembelajaran dan bimbingan secara efektif, sehingga setiap peserta didik berkembang secara optimal sesuai dengan potensi yang dimiliki. 2. Menumbuhkembangkan budaya berprestasi kepada seluruh warga madrasah
melalui optimalisasi proses pembelajaran.
3. Menumbuhkembangkan penghayatan dan pengamalan ajaran Agama Islam agar menjadi insan yang berakhlakul karimah.
4. Memelihara lingkungan yang sehat, kondusif dan harmonis.
5. Menerapkan manajemen partisipatif dengan melibatkan warga Madrasah dan stakeholder.
3. Tujuan sekolah
1. Terlaksananya pembelajaran yang aktif, inovatif, kreatif, efektif dan menyenangkan (PAIKEM) sehingga setiap peserta didik dapat berkembang secara optimal selaras dengan potensi yang dimilikinya.
2. Penerapan penilaian hasil belajar peserta didik secara konsisten dan
berkesinambungan.
3. Optimalisasi pelaksanaan program perbaikan dan pengayanaan (remedial teaching).
4. Optimalisasi penanaman, penghayatan dan pengamalan ajaran agama Islam melalui keteladanan para pengelola madrasah.
4. Tenaga pengajar
Para pengajar di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Kota Bogor berjumlah 73 orang, terdiri dari 10 orang berkualifikasi S2 dan guru bina dan berkualifikasi S1 berjumlah 61 orang dan sisanya 2 orang berkualifikasi D3. Sementara jumlah pegawai sebanyak 20 orang, terdiri dari 13 orang tenaga administrasi, 3 orang satpam dan 4 orang petugas kebersihan.
No. Kelompok Mata Pelajaran Jumlah
S1 S2 D3
1 Kelompok Mata Pelajaran Agama dan
Akhlak Mulia 19 1 1
2 Kelompok Mata Pelajaran
Kewarganegaraan dan kepribadian 7
3 Kelompok Mata Pelajaran Ilmu
Pengetahuan Alam dan Teknologi 30 9 1
4 Kelompok Mata Pelajaran Pelajaran
Estika 2
5 Kelompok Mata Pelajaran Jasmani, olah
raga dan kesehatan 3
Jumlah 61 10 2
5. Jumlah siswa
Peserta didik Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Kota Bogor berasal dari latar belakang yang heterogen, baik dari segi ekonomi ataupun dari segi kehidupan sosialnya. Dari tahun ke tahun jumlah peserta didik selalu mengalami peningkatan, namun mengingat sarana yang tersedia dan dalam kerangka memberikan layanan yang memuaskan serta merespon peraturan yang berlaku, maka mulai tahun pelajaran 2008/2009 Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Kota Bogor membatasi penerimaan peserta didik baru.
Tahun Jumlah Jumlah
Rombel Laki – laki Perempuan
2007-2008 30 449 751 1200
2008-2009 29 422 707 1129
2009-2010 28 343 709 1052
6. Tata Tertib Peserta Didik a. Kewajiban-kewajiban
1. Bertindak serta bersikap sopan dan santun menghormati guru, pegawai, tata usaha, sesama pesrta didik, menjunjung tinggi nilai-nilai agama dan mengamalkannya.
2. Rambut peserta didik putra harus pendek dan rapih.
3. Setiap peserta didik wajib memelihara dan menjaga kebersihan sekolah/kelasnya masing-masing terutama petugas piket.
4. Setiap peserta didik wajib menjaga dan memelihara serta menjunjung tinggi nama baik sekolah
5. Kehadiran:
Setiap peserta didik harus hadir di sekolah selambat-lambatnya 10
menit sebelum bel masuk dibunyikan
Setiap pagi sebelum pelajaran dimulai peserta didik wajib
mengikuti tadarus bersama didalam kelas dan membaca al-quran masing-masing.
Apabila peserta didik terlambat harus lapor ke guru piket. b. Larangan-larangan
1. Membawa, memakai, maupun mengedarkan miras, narkoba atau sejenisnya.
2. Melibatkan dari dalam perkelahian atau yang menggunggu ketertiban umum.
3. Membawa atau merokok di sekolah maupun di luar sekolah.
4. Meninggalkan sekolah selama jam pelajaran berlangsung tanpa siizin
kepala sekolah melalui guru piket.
5. Melakukan pergaulan bebas, baik di sekolah maupun di luar sekolah. 6. Membuang sampah disembarang tempat atau mengotori dan merusak
lingkungan atau merusak tanaman.
7. Mencorat-coret dinding, meja, kursi, Wc dengan tipe x, spidol dan alat lainnya.
lingkungan.
9. Makan dan minum saat belajar kecuali seizin guru yang mengajar. 10. Keluar kelas pada saat belajar dan pergantian guru, kecuali seizin guru
piket dan guru kelas.
11. Menyimpan, membawa buku bacaan dan media
Lainnya yang bertentangan dengan norma susila, agama dan moral.
12. Membawa senjata api dan senjata tajam atau sejenisnya yang tidak ada hubungannya dengan pelajaran di sekolah.
13. Menerima tamu tanpa siizin guru piket.
14. Berkelakuan yang tidak senonoh/tidak sopan dan bersolek secara berlebihan.
7. Sarana dan Prasarana a. Tanah dan Halaman
Tanah sepenuhnya adalah milik Negara. Luas areal seluruhnya 7.206 m2. Keadaan tanah MAN 2 Kota Bogor
Status : Milik Negara
Luas tanah : 7.206 m2
Luas Bangunan : 3.206 m2
Luas Halaman/taman : 724,67 m2
Luas Lap. Olah raga : 1.000 m2
Luas Kebun : 500 m2
Lain – lain : 1.775,33 m2
b. Gedung Sekolah
Untuk memperkaya pengalaman belajar siswa yang pada akhirnya dapat mengembangkan wawasan keilmuan serta kreatifitas siswa, MAN 2 Kota Bogor memiliki bangunan sekolah yang pada umumnya dalam keadaan baik dengan rincian sebagai berikut :
3. Ruang Laboratorium Fisika, Standar nasional 4. Ruang Laboratorium Biologi, standar nasional 5. Ruang Laboratorium Kimia, standar nasional
6. Ruang Laboratorium Agama/Mushola sebagai sarana kegiatan praktek keagamaan.
7. Ruang Laboratorium Bahasa
8. Ruang Multi Media 9. Aula/Gedung Pertemuan
10. Ruang Kepala Madrasah 11 Ruang Guru
12 Ruang Tata Usaha 13 Ruang Kelas (28 kelas)
14. Ruang Bimbingan dan Konseling (BK) 15. Ruang UKS/Klinik Madrasah
16. Ruang OSIS dan Ekstrakurikuler 17. Lapangan Olah Raga
18. Lapangan Upacara 19. Kantin Sekolah 20. Jaringan Internet 21. Tempat parkir luas 22. Gazebo
B. Deskripsi Data Pemanfaatan Layanan perpustakaan
Dalam mengumpulkan data penelitian ini, penulis menggunakan angket yang disebarkan sebanyak 56 angket dengan jumlah 20 pertanyaan kepada siswa siswi kelas XI Man 2 Bogor secara perwakilan. Didalam angket tersebut terangkum 20 pernyataan tentang intensitas siswa dalam memanfaatkan layanan perpustakaan di MAN 2 Bogor.
P=
N F
x 100%
Keterangan:
P = Persentase untuk setiap alternatif jawaban F = Frekuensi (jumlah yang mengisi)
[image:44.595.119.524.77.447.2]N = Jumlah responden
Tabel 2
Meminjam buku pelajaran di perpustakaan
Kategori F %
Selalu - 0
Sering 4 7,14%
Kadang-kadang 33 58,92%
Tidak pernah 19 33,92%
Jumlah 56 100
Berdasarkan pada tabel di atas dapat di lihat bahwa 58,92 % siswa menjawab kadang kadang, dan 33,92 % menjawab tidak pernah, dan sebagian siswa yaitu 7,14 % menjawab sering, dalam meminjam buku di perpustakaan, selain dapat menunjang pembelajaran di kelas, dengan meminjam buku juga
dapat menambah ilmu pengetahuan. Tabel 3
Peminjaman buku sesuai dengan materi pelajaran
Kategori F %
Selalu 9 16,07%
Sering 6 10.71%
Kadang-kadang 37 66,07%
Tidak pernah 4 7,14%
[image:44.595.113.509.610.742.2]Dari tabel di atas dapat dilihat bahwa 66,07 % siswa menjawab kadang-kadang, jadi dalam hal ini tidak semua buku yang di pinjam di perpustakaan dapat membantu siswa dalam pembelajaran di kelas, tetapi 16,07% siswa menjawab selalu, dan dapat membantu dalam pembelajaran khususnya di kela
Tabel 4
Peminjaman buku selain buku pelajaran
Kategori F %
Selalu 3 5,35%
Sering 26 46,42%
Kadang-kadang 21 37,5%
Tidak pernah 6 10,71%
Jumlah 56 100
Berdasarkan tabel di atas dapat di lihat bahwa 46,42% siswa menjawab sering, dalam hal ini siswa sering menggunakan buku pelajaran sebagai penunjang belajarnya di kelas, selian itu juga 10,71% siswa tidak pernah.
Tabel 5
Tepat waktu dalam mengembalikan buku
Kategori F %
Selalu 36 62,28%
Sering 5 8,92%
Kadang-kadang 10 17,85%
Tidak pernah 5 8,92%
Jumlah 56 100
[image:45.595.115.507.569.699.2]mentaati peraturan yang di tetapkan perpustakaan juga menumbuhkan kedisiplinan siswa.
Tabel 6
Pemberian sanksi jika terlambat mengembalikan buku
Kategori F %
Selalu 33 58,92%
Sering 14 25%
Kadang-kadang 5 8,92%
Tidak pernah 4 7,14%
Jumlah 56 100
[image:46.595.112.510.507.634.2]Berdasarkan tabel di atas dapat di lihat bahwa 58,92% bahwa perpustakaan memberikan sanksi kepada siswa yang terlambat dalam pengembalian buku dengan tujuan untuk menumbuhkan kedisiplinan siswa.
Tabel 7
Denda keterlambatan pengembalian buku
Kategori F %
Sangat memberatkan 2 3,57%
Memberatkan 39 69,42%
Tidak memberatkan 13 23,21%
Sangat tidak memberatkan 2 3,57%
Jumlah 56 100
Tabel 8
Informasi tentang jumlah dan judul buku
Kategori F %
Sangat tersedia 1 1,78%
Tersedia 42 75%
Tidak tersedia 12 21,42%
Sangat tidak tersedia 1 1,78%
Jumlah 56 100
Dari tabel di atas dapat di ketahui bahwa 75% informasi yang di dapat tentang jumlah dan judul buku tersedia, sehingga dapat membantu siswa dalam proses peminjaman dan pencarian buku, dan 21,42% siswa menjawab tidak tersedia.
Tabel 9
Ketersediaan secara manual penggunaan buku sumber
Kategori F %
Sangat tersedia - 0
Tersedia 30 53,57%
Tidak tersedia 25 44,64%
Sangat tidak tersedia 1 1,78%
Jumlah 56 100
Tabel 10
Penyusunan daftar isi buku secara alfabetis
Kategori F %
Sangat tersedia 2 3,57%
Tersedia 27 48,21%
Tidak tersedia 24 42,85%
Sangat tidak tersedia 3 5,35%
Jumlah 56 100
[image:48.595.117.523.80.309.2]Berdasarkan data pada tabel di atas dapat di lihat bahwa 48,21% siswa menjawab tersedia tentang daftar isi yang secara alfabetis, karena dengan tersususun secara alfabetis dapat mempermudah siswa dalam pencarian buku di dalam rak buku.
Tabel 11
Manfaat katalog dalam mempercepat proses pencarian buku
Kategori F %
Selalu 2 3,57%
Sering 12 21,42%
Kadang-kadang 35 62,5%
Tidak pernah 7 12,5%
Jumlah 56 100
Tabel 12
Informasi tentang koleksi buku-buku baru
Kategori F %
Selalu 1 1,78%
Sering 10 17,85%
Kadang-kadang 29 51,78%
Tidak pernah 16 28,57%
Jumlah 56 100
Berdasarkan data pada tabel di atas dapat di lihat bahwa 51,78% siswa menjawab kadang, dalam hal ini petugas perpustakaan kadang-kadang menginformasikan kepada siswa apabila ada koleksi buku baru.
Tabel 13
Kemudahan dalam mengakses informasi
Kategori F %
Selalu - 0
Sering 13 23,21%
Kadang-kadang 34 60,71%
Tidak pernah 9 16,07%
Jumlah 56 100
Menurut siswa, informasi yang diberikan petugas perpustakaan
kadang-kadang mudah di akses 60,71 % , namun ada sebagian siswa yang menjawab bahwa informasi yang di berikan tidak pernah bisa untuk di akses
Tabel 14
Informasikan lewat mading
Kategori F %
Selalu 3 5,35%
Sering 3 5,35%
Kadang-kadang 36 64,28%
Tidak pernah 14 25%
Jumlah 56 100
Berdasarkan data pada tabel di atas dapat di ketahui bahwa 64,28% siswa menjawab kadang-kadang, dalam hal ini berarti petugas perpustakaan kadang-kadang menginformasikan buku-buku baru kepada siswa lewat mading, tetapi juga bisa di informasikan secara lisan kepada siswa yang berada di perpustakaan.
Tabel 15
Keramahan petugas perpustakaan terhadap siswa
Kategori F %
Selalu 2 3,57%
Sering 24 42,85%
Kadang-kadang 22 39,28%
Tidak pernah 8 14,28%
Jumlah 56 100
[image:50.595.120.504.490.623.2]Tabel 16
Petugas perpustakaan tersenyum ketika melayani siswa
Kategori F %
Selalu 3 5,35%
Sering 26 46,42%
Kadang-kadang 25 44,64%
Tidak pernah 2 3,57%
Jumlah 56 100
Berdasarkan data pada tabel di atas dapat di ketahui bahwa 46,42% siswa menjawab sering, ini berarti bahwa petugas perpustakaan sering tersenyum di depan para siswa ketika sedang melayani, baik pelayanan referensi maupun peminjaman buku. Namun masih ada petugasa
perpustakaan yang kadang-kadang tersenyum ketika sedang melayani para siswa.
Tabel 17
Petugas perpustakaan membantu siswa dalam mencari buku
Kategori F %
Selalu 3 5,35%
Sering 7 12,5%
Kadang-kadang 37 66,07%
Tidak pernah 9 16,07%
Jumlah 56 100
[image:51.595.118.505.523.653.2]Tabel 18
Layanan petugas perpustakaan terhadap siswa
Kategori F %
Selalu 3 5,35%
Sering 21 37,5%
Kadang-kadang 31 55,35%
Tidak pernah 1 1,78%
Jumlah 56 100
[image:52.595.115.525.79.306.2]Berdasarkan data pada tabel di atas dapat di ketahui bahwa 55,35% siswa menyatakan bahwa petugas perpustakaan kadang-kadang melayani siswa dalam segala hal, baik dalam peminjaman, pengembalian dan sebagainya, ini menunjukan bahwa petugas perpustakaan ikut serta dalam membantu siswa khususnya dalam pembelajaran.
Tabel 19
Kenyamanan belajar di perpustakaan
Kategori F %
Sangat nyaman 17 30,35%
Nyaman 29 51,78%
Kurang nyaman 10 17,85%
Tidak nyaman - 0
Jumlah 56 100
Tabel 20
Sirkulasi udara di perpustakaan
Kategori F %
Sangat nyaman 5 8,92%
Nyaman 34 60,71%
Kurang nyaman 17 30,35%
Tidak nyaman - 0
Jumlah 56 100
Menurut siswa, dengan sirkulasi udara yang terbuka membuat nyaman untuk berada di perpustakaan 60,71% , selian nyaman untuk belajar, juga dapat mamantulkan sinar matahari kedalam ruangan sehingga tidak menjadikan ruangan menjadi lebih gelap.
Tabel 21
Kemudahan dalam mencari buku
Kategori F %
Selalu 39 69,64%
Sering 11 19,64%
Kadang-kadang 6 10,71%
Tidak pernah - 0
Jumlah 56 100
[image:53.595.117.522.80.645.2]Selanjutnya untuk mengetahui intensitas siswa dalam memanfaatkan layanan perpustakaan maka di buat kategori yaitu sebagai berikut:
Kategori Interval Jumlah Kategori
Tinggi 42-56 53
Sedang 28-42 3
Rendah 14-28 -
Jumlah 56
Berdasarkan data pada tabel di atas dapat di lihat bahwa intensitas siswa dalam memanfaatkan layanan perpustakaan di MAN 2 Bogor sebagian responden tergolong tinggi, dan hanya sebagian kecil saja yang masih sedang dalam memanfaatkan layanan perpustakaan. Hal ini menunjukan bahwa
siswa-siswi MAN 2 Bogor memiliki keinginan yang besar untuk belajar, dengan memanfaatkan pasilitas yang disediakan oleh pihak sekolah yaitu
dengan adanya perpustakaan.
45
A. Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian maka dapat disimpulkan bahwa:
Intensitas siswa dalam memanfaatkan layanan perpustakaan di MAN 2 Bogor sebagian responden tergolong tinggi, dan hanya sebagian kecil saja yang masih sedang dalam memanfaatkan layanan perpustakaan. Hal ini menunjukan bahwa siswa-siswi MAN 2 Bogor memiliki keinginan yang
besar untuk belajar, dengan memanfaatkan fasilitas yang disediakan oleh pihak sekolah mereka mampu menggunakan dengan semaksimal mungkin
sehingga dengan adanya perpustakaan sekolah dapat membantu para siswa-siswi me