• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENDAHULUAN PERTIMBANGAN HUKUM OLEH HAKIM TERHADAP PERMOHONAN PENETAPAN TRANSSEKSUAL DI PENGADILAN NEGERI KLATEN.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "PENDAHULUAN PERTIMBANGAN HUKUM OLEH HAKIM TERHADAP PERMOHONAN PENETAPAN TRANSSEKSUAL DI PENGADILAN NEGERI KLATEN."

Copied!
18
0
0

Teks penuh

Referensi

Dokumen terkait

Selanjutnya dalam penjelasan Pasal 27 ayat (1) Undang-Undang Nomor 48 Tahun 2009 tentang Kekuasaan Kehakiman tersebut dijelaskan bahwa yang dimaksud dengan “pengadilan

Pasal 29 ayat (1) huruf a Undang-Undang Nomor 48 Tahun 2009 tentang Kekuasaan Kehakiman “Mahkamah Konstitusi berwenang mengadili pada tingkat pertama dan terakhir

Dalam Undang-undang Nomor 48 tahun 2009 tentang Kekuasaan Kehakiman pasal 1 ayat 5 disebutkan bahwa Hakim adalah hakim pada Mahkamah Agung dan hakim pada badan peradilan

2 melaksanakan Ketentuan Pasal 21 ayat (1) Undang-Undang Nomor 48 Tahun 2009 tentang kekuasaan kehakiman disebutkan Organisasi, administrasi, dan finansial Mahkamah Agung

Pasal 29 ayat (1) huruf a Undang-Undang Nomor 48 Tahun 2009 Tentang Kekuasaan Kehakiman “Mahkamah Konstitusi berwenang mengadili pada tingkat pertama dan terakhir

Secara vertikal Undang-Undang Nomor 48 Tahun 2009 tentang Kekuasaan Kehakiman khususnya Pasal 25 ayat (1) dimuat penjelasan mengenai badan peradilan yang berada

Walaupun secara tegas Pasal 54 ayat (2) Undang-Undang Nomor 48 Tahun 2009 tentang Kekuasaan Kehakiman disebutkan bahwa pelaksanaan putusan pengadilan dalam perkara

Dalam pasal 50 undang undang nomor 48 tahun 2009 tentang Kekuasaan Kehakiman disebutkan: “Putusan pengadilan selain harus memuat alasan alasan dan dasar putusan, juga memuat pasal