• Tidak ada hasil yang ditemukan

RESILIENSI PADA ISTRI YANG SUAMINYA BERPOLIGAMI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "RESILIENSI PADA ISTRI YANG SUAMINYA BERPOLIGAMI"

Copied!
2
0
0

Teks penuh

(1)

RESILIENSI PADA ISTRI YANG SUAMINYABERPOLIGAMI

Poligami di Indonesia saat ini sedang marak dibicarakan, karena di Indonesia poligami menjadi pro-kontra di masyakarat. Hal tersebut disebabkan karena poligami banyak memiliki dampak negatif khususnya bagi kaum istri, meski ada dampak positifnya juga. Adapun dampaknya antara lain banyak istri merasa ditelantarkan secara materi, tidak memperoleh perhatian dari suami, stress, sedih, depresi, dan kecewa bercampur menjadi satu. Oleh karena itu, bagi istri yang bertahan dalam kondisi rumah tangga yang suaminya berpoligami harus memiliki resiliensi agar tidak terpuruk dalam situasi tersebut. Untuk itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui

faktor – faktor yang melatarbelakangi suami berpoligami, upaya untuk mendapatkan resiliensi,

serta gambaran resiliensi pada istri.

Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Subyek dalam penelitian ini berjumlah 6 orang, yang diambil dengan metode snow ball sampling. Teknik pengumpulan data yang

digunakan adalah wawancara tidak terstruktur. Sedangkan metode keabsahan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah triangulasi metode.

Hasil penelitian menunjukan bahwa dampak poligami pada istri adalah adalah Istri merasa sedih, sering menangis, cemburu pada madunya, kesal, bahkan sering emosinya tidak terkontrol, strees menjalani hidup, minder dengan lingkungan sekitar, sakit hati, tidak memiliki motivasi dalam hidupnya, dan berat menjalini kehidupannya bahkan merasa seperti merasa menelan pil pahit

dalam hidupnya. Adapun upaya – upaya mencapai resiliensi adalah berdoa kepada Allah,

memotivasi diri, melakukan aktivitas positif, berbagi cerita, empaty pada madunya, yakin setiap kesulitan pasti ada jalan keluarnya, positif thinking, refreshing, bekerja, membaca buku tentang poligami. Ketika subyek mengetahui suaminya berpoligami shok, kesal, bingung, dan marah bahkan merasa minder dengan lingkungannya dan mereka juga sempat meminta cerai kepada para suami. Namun, suami mereka menolak, sehingga mereka berusaha untuk mampu bertahan dengan situasi tersebut, dengan melakukan pendekatan kepada Allah seperti berdoa, memotivasi diri, mengikuti aktivitas sosial, berusaha untuk berfikir positif dengan masalahnya, melakukan refreshing, berbagi cerita, empaty pada madunya, serta membaca buku tentang poligami. Dari sinilah mereka memperoleh ketenangan batin karena merasa dirinya dekat dengan Allah serta mereka dapat bangkit dan beradaptasi kembali dari masalah perkawinanya.

Abstract

(2)

abandoned by the material, do not get attention from her husband, stress, sadness, depression, and disappointment mingled into one. Therefore, for the wife who survive in conditions that her husband's polygamous household must have resilience so as not to decline into the situation. Therefore, this study aims to identify factors - factors behind the husband's polygamy, the effort to get resilience, and the description on the wife's resilience.

This research is a qualitative descriptive study. The subjects in this study amounted to 6 people, drawn by snow ball sampling method. Data collection techniques used were unstructured

interviews. While the validity of the method of data used in this study is the triangulation method. The result showed that the impact of polygamy on the wife is the wife is feeling sad, crying, jealous of honey, annoyed, and often uncontrollable emotions, strees through life, inferior to the environment, hurt, has no motivation in life, and weight menjalini life even feels like to feel bitter pill to swallow in his life. The effort - an effort to achieve resilience is to pray to God, self motivated, positive activities, share stories, empaty on honey, sure every difficulty there must be a way out, positive thinking, refreshing, working, reading a book about polygamy. When

Referensi

Dokumen terkait

Pada fase Thriving semua orangtua mulai bisa menerima dan mensyukuri keadaan dengan beriman kepada Allah SWT sehingga ketiga orangtua berusaha untuk terus

Hal ini membuktikan bahwa semakin pelajar Indonesia melakukan pemaafan pada diri sendiri, pihak lain (misalnya guru, dosen, Lembaga) dan situasi yang sedang terjadi

Faktor nilai diri dan sosial yang dimiliki oleh masing-masing individu memiliki peran penting dalam self-esteem suami maupun istri pada pengalaman infertilitas.. Selain itu,

Lansia I mampu bertahan karena adanya kegiatan keagamaan yang sering diikuti, lansia S merasa mampu bertahan karena dirinya sendiri yang berusaha untuk

Pada tahun 2018, Peneliti mengikuti program S-1 pada Fakultas Syari’ah Program Studi Hukum Keluarga dan mengambil judul skripsi “KEWAJIBAN NAFKAH BAGI SUAMI PADA

Memaknai makna peran diri mantan buruh migran perempuan dalam keluarga dimana mereka berusaha membantu suami dalam memenuhi kebutuhan keluarga, perlu dianalisis motif yang

keadaan dan situasi yang mereka hadapi, tekun dalam mengerjakan tugas-tugas, memiliki keinginan yang besar dalam memotivasi diri untuk menyelesaikan tugas yang sulit dan

Sikap Empati Suami Pada Masa Kehamilan Istri Setelah Mengikuti Program Tetta Siaga Sikap responden menunjukkan bahwa responden mampu menggunakan kemampuan kognitifnya dalam mengambil