• Tidak ada hasil yang ditemukan

Efek Radioterapi Pada Pengobatan Kanker Mulut

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2016

Membagikan "Efek Radioterapi Pada Pengobatan Kanker Mulut"

Copied!
35
0
0

Teks penuh

(1)
(2)
(3)
(4)
(5)
(6)
(7)
(8)
(9)
(10)
(11)
(12)
(13)
(14)
(15)
(16)
(17)
(18)
(19)
(20)
(21)
(22)
(23)
(24)
(25)
(26)
(27)
(28)
(29)
(30)
(31)
(32)
(33)
(34)
(35)

FAKULTAS KEDOKTERAN GIGl

HAGIAN RADIOLOGI DENTAL

TAHUN2004

Zulfikar Ali

Efek Radioterapi pada Pengobatan Kanker Mulut

ix

+ 27 halaman

Radioterapi

(sebagai salah satu cara pengobatan kanker

dengan sinar

radioaktif) merupakan cara ampuh untuk mengobati kanker mulut, namun demikian

radioterapi

mempunyai

efek

samping

yang

tidak

dapat

dihindari.

Adanya

pengetahuan kita tentang efek samping yang ditimbulkan oleh radioterapi ini

memungkinkan

kita

untuk: tetap memperhatikan

jaringan

normal

pada

saat dilakukan

radioterapi,

Radioterapi dapat dilakukan dengan tiga cara yaitu : teleterapi, brakhiterapi

dan

radioterapi

dengan

menggunakan

bahan radiofarmaka,

Efek samping yang

ditimbulkan oleh radioterapi dapat berupa

katarak

pada

mata, mukositis

pada

mukosa

mulut, serostomia, myelitis pada otak dan dermatitis pada kulit. Untuk mengurangi

efek

pada jaringan normal

dapat

dilakukan dengan

cara

pembagian dosis,

meningkatkan tekanan oksigen, temperatur tubuh

dan

radiosensitif,

dan

radiasi LET

tinggi dengan nilai RBE tinggi.

Daftar Pustaka : 17 (1959-2003)

Referensi

Dokumen terkait

Radioterapi dapat mencegah pertumbuhan dan pembelahan sel kanker dengan sangat cepat, namun dapat menimbulkan komplikasi oral seperti mukositis, kandidiasis, xerostomia,

perlindungan terhadap rongga mulut yang dapat dilakukan selama menjalani perawatan. radioterapi antara lain melakukan penyikatan gigi dengan sikat gigi yang halus

xerostomia atau mulut kering, karies radiasi dan komplikasi yang paling ditakuti yaitu osteoradionekrosis, Semua efek samping yang terjadi tergantung dan. pemberian dosis

Seperti disebutkan di atas, radioterapi adalah pengobatan kanker dengan menggunakan sinar radiasi berenergi tinggi yang difokuskan pada jaringan kanker untuk membunuh atau

Pada pasien KNF pasca radioterapi, penyebab terjadinya OME dapat dikaitkan dengan kerusakan langsung yang disebabkan oleh efek radiasi, berupa timbulnya jaringan parut

Pada Gambar 3 walaupun tidak ditemui asosiasi (p=0,64) antara ekpresi mTOR dengan respon radioterapi, tetapi terlihat proporsi pasien respon radioterapi baik lebih

Seperti disebutkan di atas, radioterapi adalah pengobatan kanker dengan menggunakan sinar radiasi berenergi tinggi yang difokuskan pada jaringan kanker untuk membunuh atau

Dengan berbagai efek samping yang dapat ditimbulkan dari obat-obatan masing-masing regimen, maka tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran klinis