• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pemanfaatan Steroid Teripang sebagai Aprodisiaka Alami dan untuk Pengembangan Budidaya Perikanan (Udang Galah dan Ikan Hias)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Pemanfaatan Steroid Teripang sebagai Aprodisiaka Alami dan untuk Pengembangan Budidaya Perikanan (Udang Galah dan Ikan Hias)"

Copied!
1
0
0

Teks penuh

(1)

PEMANFAATAN STEROID TERIPANG SEBAGAI APRODISIAKA ALAMI DAN UNTUK PENGEMBANGAN BUDIDAYA PERIKANAN (UDANG GALAH

DAN IKAN HIAS)

Etty Riani, Khaswar Syamsu, Kaseno1

1

Staf Pengajar Dep. Manajemen Sumberdaya Perairan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan IPB

Abstrak

Pemanfaatan senyawa steroid teripang penting untuk aplikasi pada budidaya perikanan

dan penggunaannya pada manusia untuk menggantikan senyawa-senyawa steroid sintetis yang digunakan oleh masyarakat. Ekstrak steroid teripang berpotensi untuk dikembangkan menjadi produk yang memiliki nilai komersil dan nilai tambah terhadap pemanfaatan limbah pengolahan yang berupa jeroan teripang yang diketahui juga mengandung steroid. Penelitian bertujuan: (1) Mengoptimalkan proses ekstraksi teripang

menggunakan metode soxhlet dan Supercritical Fluid Extraction (2) Mendapatkan

formula steroid siap konsumsi untuk manusia dan hewan, (3) Mengetahui nilai limbah

teripang. Ekstraksi pertama dilakukan dengan soxhlet selam 60O C selama 6 jam,

selanjutnya ekstraksi kedua dilakukan pada bagian terpilih dengan pelarut dan rasio (bahan:pelarut), dan pembuatan emulsi steroid dilakukan dengan metode gom basah/inggris (Ansel, 2005). Diperoleh hasil bahwa efek bioaktif steroid terbaik, asal teripang terhadap vitalitas dan kemampuan seksual mencit adalah dalam bentuk tepung teripang. Untuk keperluan sex reversal pada hewan air seperti udang galah dan ikan gapi, yang umumnya menggunakan hormon relatif murni, menunjukkan bahwa steroid teripang dengan konsentrasi yang relatif rendah, pengaruhnya adalah relatif lebih baik jika dibandingkan dengan hormon sintetis 17 metil alfa testosteron. Akan tetapi, efektifitas hormone steroid sebagai pengganti hormone sintetik untuk kegiatan sex reversal ikan gupi tidak terlalu signifikan, berbeda pada aplikasi dengan udang galah. Hormone steroid teripang mampu menunjukkan performa sex reversal yang lebih baik tanpa pengaruh negatif.

Referensi

Dokumen terkait

perlakuan yang paling baik adalah padat tebar udang galah 30 ekor/m 2 dan ikan tambakan 100 ekor/m 2 (U30T100) hal ini didukung dengan kondisi kualitas air yaitu suhu,

Ghifarini (2013) menyebutkan bahwa sistem IMTA pada udang galah yang menggunakan padat tebar 10 ekor/m 2 merupakan perlakuan paling baik dengan perpaduan ikan nilem,

Sistem Minapadi yaitu sistem yang memadukan ikan atau udang dan padi di sawah yang dapat meningkatkan produktivitas lahan sawah tersebut.Tujuan Praktek Kerja