• Tidak ada hasil yang ditemukan

KARAKTERISTIK BAJA KARBON RENDAH ST-52 BAHAN PLAT CAKRAM SEPEDA MOTOR SUPRA X TAHUN 2005.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "KARAKTERISTIK BAJA KARBON RENDAH ST-52 BAHAN PLAT CAKRAM SEPEDA MOTOR SUPRA X TAHUN 2005."

Copied!
27
0
0

Teks penuh

(1)

KARAKTERISTIK BAJA KARBON RENDAH St-52 BAHAN

PLAT CAKRAM SEPEDA MOTOR SUPRA X TAHUN 2005

TUGAS AKHIR

Disusun sebagai Salah Satu Syarat untuk Memperoleh Gelar Ahli Madya

Disusun oleh:

ROBET JUPITER DAMANIK NIM : 5133220051

PROGRAM STUDI D3 TEKNIK MESIN

FAKULTAS TEKNIK

(2)
(3)
(4)

i

ABSTRAK

Robet Jupiter Damanik : Karakteristik Baja Karbon Rendah St-52 Bahan Plat Cakram Sepeda Motor Supra X Tahun 2005 .Tugas Akhir. Fakultas Teknik Universitas Negeri Medan.

Tujuan penelitian ini adalah mengetahui karakteristik sifat-sifat dari baja karbon rendah St 52 dengan bahan plat cakram sepeda motor supra X tahun 2005 . Metode penelitian karakteristik baja karbon St 52 bahan plat cakram sepeda motor supra X tahun 2005 ialah dengan melakukan persiapan pada sampel, memanaskan sampel dengan suhu 1652 , Pengujian komposisi, pengujian tarik, pengujian kekerasan dan melakukan pengujian dengan optical mikrostruktur. Hasil tugas akhir ini adalah mengetahui komposisi kimia dari bahan plat cakram tersebut dengan menggunakan alat spektrometer, mengetahui kekuatan tarik dari sampel plat cakram tersebut dengan menggunakan alat uji tarik, mengetahui hasil kekerasan makro dan mikro pada sampel tersebut dengan menggunakan alat uji kekerasan, mengetahui hasil optical microstruktur pada sampel tersebut dengan menggunakan alat kamera optik, Perhitungan jumlah persentase fasa pearlite dan fasa ferrite dengan menggunakan JV Microvision memberikan perbandingan yang cukup signifikan antara kekerasan makro dan kekerasan mikro yang ada pada material St 52.

(5)

ii

ABSTRACT

Robet Jupiter Damanik : The characteristics of low carbon steel St-52 as the disc brake plate component motorcycles type supra X year 2005. Final Project. Faculity of Engeneering, State University of Medan.

The Aim on Research determined characteristic on properties of low carbon steel St-52 as the disc brake plate component on motorcycle type supra X 2005. The research methode by starting on sample preparation, normalizing on temperature of 1652 chemical composition test, tensile test, hardness test, and optical microstructure observation. The results of this research is to determined the characteristics on chemical composition, tensile value, macro and micro hardness value which has to be correlated to their optical microstructure observation calculation by JV Microvision on percentage of pearlite phase and ferrite phase. Contributing the significant the comparation value between the value of macro hardness and value of micro hardness on material St-52

(6)

iv

KATA PENGANTAR

Puji syukur dipanjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa untuk rahmat dan

anugerah-Nya sehingga tugas akhir ini dapat selesai dengan baik. Tugas Akhir ini

disusun sebagai salah satu syarat untuk menyelesaikan studi di Program Studi

Diploma III Teknik Mesin Jurusan Pendidikan Teknik Mesin Fakultas Teknik

Universitas Negeri Medan.

Telah banyak mendapat bimbingan, bantuan dari berbagai pihak sehingga

untuk itu tidak lupa diucapkan terimakasih khususnya kepada:

1. Bapak Bilhem Damanik dan Mamak Nurlina Saragih selaku orangtua kami,

selaku kakak Evi Lestari Damanik, dan adik Desi Kartika Damanik

2. Prof. Dr. Harun Sitompul, M.Pd Dekan Fakultas Teknik Universitas Negeri

Medan.

3. Drs. Hidir Efendi, M.Pd Ketua Jurusan Teknik Mesin Unimed

4. Drs. Robert Silaban, M.Pd ketua Prodi Teknik Mesin D3 Unimed

5. Bapak Reza Fadhila, Ph.D selaku Dosen Pembimbing yang telah membimbing

penulis menyelesaikan Tugas Akhir ini

6. Widaya Simarmata yang selalu mendukung saya dalam menyusun tugas akhir

ini.

7. Teman-teman D3 Teknik Mesin 2013 yang memberi dukungan, arahan, dan

doa.

Menyadari bahwa laporan ini cukup jauh dari sempurna, untuk itu diharapkan

kritik arahan serta saran yang membangun untuk kesempurnaan dari Tugas Akhir

ini. Semoga Tugas Akhir ini dapat bermanfaat bagi masyarakat.

(7)

v

DAFTAR ISI

Halaman

ABSTRAK i

ABSTRACT ii

SURAT PERNYATAAN iii

KATA PENGANTAR iv

DAFTAR ISI v

DAFTAR TABEL viii

DAFTAR GAMBAR ix

BAB I PENDAHULUAN 1 A. Latar Belakang Masalah 1 B. Batasan Masalah 4 C. Rumusan Masalah 5

D. Tujuan 6

E. Manfaat 6

BAB II LANDASAN TEORI 8

A. Gambaran Umum Disk Brake 8

B. Proses Pembuatan Baja Paduan 10

C. Transformasi Eutectoid 17

D. Morfologi Reaksi Austenite dan Pearlite 20

E. Hubungan Jarak Lamel Dengan Temperatur 20

(8)
(9)

vii

B. Saran 50

DAFTAR PUSTAKA 52

(10)

viii

DAFTAR TABEL

Halaman

Tabel 1. Transformasi fasa 16

Tabel 2. Koefisien Bahan 22

Tabel 3. Komposisi Kimia St-52 37 Tabel 4. Hasil Uji Tarik... 39

Tabel 5 Hasil Uji Kekerasan Makro... 39

Tabel 6 Hasil Uji Kekerasan Mikro Fe α( fasa ferrite)... 40

Tabel 7 Hasil Uji Kekerasan Mikro Pearlite( fasa perlit)... 41

Tabel 8 Hasil Uji Kekerasan masing-masing fasa... 42

Tabel 9 Fraksi Fasa Pada Sampel 1... 45

Tabel 10 Fraksi Fasa Pada Sampel 2... 45

Tabel 11 Fraksi Fasa Pada Sampel 3... 46

Tabel 12 Fraksi Fasa Pada Sampel 4... 46

Tabel 13 Fraksi Fasa Pada Sampel 5... 47

(11)

ix Gambar 4. Ilustrasi tentang mikro struktur baja karbon 14

Gambar 5. Gambaran Skematik mikrostruktur Fe3 C 15

Gambar 6. Mikrostruktur fasa pearlite 15

Gambar 7. Diagram fasa Besi Karbon 18

Gambar 8. Desain disk brake baja tuang 21

Gambar 9. Proses Penelitian 24

Gambar 10. Plat cakram Honda Supra X tahun 2005 24

Gambar 11. Sampel baja karbon rendah 25

Gambar 12. Tahap pemotongan sampel 26

Gambar 13. Ukuran sampel 26

Gambar 14. Proses pembubutan sampel 27

Gambar 15. Alat Heat-treatment 28

Gambar 16. Diagram Alir Heat-treatment 28

Gambar 17. Sampel setelah proses Resin 29

Gambar 18. Sampel setelah proses Polishing 30

Gambar 19. Alat uji Spektrometer 32

Gambar 20. Alat uji Tarik 33

Gambar 21. Alat uji Kekerasan 34

Gambar 22. Alat Opticalmikrostruktur 35

Gambar 23. Diagram Komposisi Kimia Material st-52 37

Gambar 24. Diagram Fe-Fe3c hasil pengukuran level Rule 38

Gambar 25. Diagram hasil uji Tarik 38

Gambar 26. Diagram hasil uji kekerasan makro 40

Gambar 27. Jejak uji kekerasan fasa ferrite 40

Gambar 28. Jejak uji kekerasan fasa pearlite 41

(12)

x

Gambar 30. Diagram hasil uji kekerasan fasa pearlite 43

Gambar 31. Microstruktur perbesaran 450 x Sampel 1 sampai sampel 5 44

(13)

xi

DAFTAR LAMPIRAN

Halaman

Lampiran 1 Perbesaran Optical Microstruktur 90 x --- 55

Lampiran 2 Perbesaran Optical Microstruktur 225 x --- 56

Lampiran 3 Hasil J Microvision sampel 1 noktah 2 --- 57

Lampiran 4 Hasil J Microvision sampel 1 noktah 3 --- 58

Lampiran 5 Hasil J Microvision sampel 1 noktah 4 --- 59

Lampiran 6 Hasil J Microvision sampel 2 noktah 2 --- 60

Lampiran 7 Hasil J Microvision sampel 2 noktah 3 --- 61

Lampiran 8 Hasil J Microvision sampel 2 noktah 4 --- 62

Lampiran 9 Hasil J Microvision sampel 3 noktah 1 --- 63

Lampiran 10 Hasil J Microvision sampel 3 noktah 2 --- 64

Lampiran 11 Hasil J Microvision sampel 3 noktah 3 --- 65

Lampiran 12 Hasil J Microvision sampel 3 noktah 4 --- 66

Lampiran 13 Hasil J Microvision sampel 4 noktah 1 --- 67

Lampiran 14 Hasil J Microvision sampel 4 noktah 2 --- 68

Lampiran 15 Hasil J Microvision sampel 4 noktah 3 --- 69

Lampiran 16 Hasil J Microvision sampel 4 noktah 4 --- 70

Lampiran 17 Hasil J Microvision sampel 5 noktah 1 --- 71

Lampiran 18 Hasil J Microvision sampel 5 noktah 2 --- 72

Lampiran 19 Hasil J Microvision sampel 5 noktah 3 --- 73

Lampiran 20 Hasil J Microvision sampel 5 noktah 4 --- 74

Lampiran 21 Hasil masing-masing data pada pengujian tarik --- 75

Lampiran 22 Hasil masing-masing data pada pengujian kekerasan makro--- 78

(14)

1

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Persaingan dunia otomotif zaman sekarang khususnya kendaraan roda dua

kini semakin gencar. Belum genap dua bulan setelah memproduksi merek terbaru,

kini telah dikeluarkan kembali produk baru dengan merek tertentu (Siahaan,

2008). Pengeluarkan produk terbaru terjadi pula pada merk lainnya. Hal tersebut

dikarenakan harga yang relatif terjangkau dan penggunaannya yang mudah. Dari

data Badan Pusat Statistik, diketahui bahwa pada tahun 2011 jumlah sepeda motor

di Indonesia berjumlah 68.839.341 buah. Jumlah tersebut akan terus meningkat

seiring kebutuhan transportasi masyarakat.

Tidak jarang produk lama pabrikan di perbarui dengan merubah berbagai

bagian seperti bodi atau mesin termasuk sistem remnya. Bahkan perubahan terjadi

pada sistem rem dengan spesifikasinya pada rem cakram berventilasi untuk

menjamin pendingan yang baik. Rem cakram lebih cepat aus dan kehilangan

kemampuannya pada kendaraan bermotor modern yang mempunyai kemampuan

kapasitas mesin cc besar. Hal tersebut dikarenakan putaran yang dihasilkan cukup

tinggi, maka akan menghasilkan kecepatan dan akselarasi yang tinggi (Siahaan,

2008). Menurut Siahaan, dkk (2008: 391) bahwa pada setiap kendaraan motor,

sistem pengereman menjadi sesuatu yang sangat penting karena berkaitan dengan

keselamatan berkendara. Semakin tinggi kemampuan laju kendaraan maka

semakin tinggi pula tuntutan kemampuan sistem rem yang lebih handal dan

(15)

2

Laju kendaraan dapat dihentikan dengan beberapa cara, antara lain:

penggunaan perangkat pengereman seperti rem cakram maupun rem tromol.

Kualitas pengereman tentunya berkaitan erat dengan kualitas piringan cakram dan

kanvas rem yang dipakai, hal tersebut sangat mempengaruhi proses pengereman

dan waktu pengereman yang diperlukan.

Salah satu permasalahan dari rem cakram (Disc Brake) adalah keausan

bahan material rem cakram yang disebabkan oleh proses pengereman. Walaupun

pemakaian kendaraan masih kurang 40.000 km, keausan dini rem dapat terjadi

karena brake pad yang modern lebih abrasi. Brake pad ini memiliki compound

yang keras. Alasan lainnya dikarenakan kualitas buruk rem cakram yang di impor

dari beberapa negara Asia Timur (Siahaan, 2008). Perawatan rutin dan jaminan

ketersediaan suku cadang menjadi kunci agar umur pakai rem cakram lebih

panjang. Perawatan yang dapat dilakukan adalah dengan cara membersihkan

brake pad atau shoe dan cakram secara periodik (Aris dkk, 2010).

Menurut Soebiyakto (2007) mengemukakan bahwa komponen yang dibuat

untuk sistem rem harus mempunyai sifat bahan yang tidak hanya menghasilkan

jumlah gesekan yang besar, tetapi juga harus tahan terhadap gesekan dan tidak

menghasilkan panas yang dapat menyebabkan bahan tersebut meleleh atau

berubah bentuk. Bahan-bahan yang tahan terhadap gesekan tersebut merupakan

gabungan dari beberapa bahan yang disatukan dengan melakukan perlakuan

tetentu. Rem cakram terdiri dari piringan yang dibuat dari logam ini nantinya akan

dijepit oleh kanvas rem (brake pad) yang didorong oleh sebuah torak yang ada

(16)

3

Karakterisasi utama yang perlu diperhatikan dengan baik dalam pembuatan

kanvas rem dan disc brake sepeda motor adalah kekerasan dan keausan. Kedua

hal ini sangat penting karena saling berhubungan satu sama lain. Jika kampas rem

sangat keras akan mempengaruhi piringan cakram tersubut akan menjadi cepat

aus dan jika kampas rem cepat aus maka akan menambah pengeluaran. Oleh

karena itu, karakterisasi keduanya perlu dilakukan untuk mendapatkan hasil yang

optimal. Selain kedua hal tersebut juga perlu dilakukan karakterisasi pada struktur

mikronya karena bisa diketahui efek komposisinya. Umumnya piringan cakram

atau (disc brake) dibuat dari besi tuang dalam bentuk biasa (solid) dan

berlubang-lubang untuk ventilasi (Budiono, 2011).

Menurut Dr.Milan Honner dan Prof.Ing Josef Kunes bahwa rem cakram

dapat diuji dari karakteristik material strukturnya untuk mengetahui mechanical

propertiesnya. Dimana rem cakram akan diuji struktur mikronya. Untuk bahan

yang akan di uji berupa piringan cakram sepeda motor dari beberapa tipe sepeda

motor, diantaranya adalah Honda Supra X Tahun 2005. Dari tipe motor tersebut

piringan cakram yang di uji adalah piringan cakram asli. Rem cakram yang

dipergunakan pada masing-masing sepeda motor tersebut adalah rem cakram yang

dipasang pada roda depan. Rem cakram terdiri atas sebuah piringan cakram dari

baja yang dijepit oleh lapisan rem dari kedua sisinya pada waktu pengereman.

Rem ini mempunyai sifat-sifat yang baik seperti mudah dikendalikan, pengereman

yang stabil dan radiasi panas yang baik sehingga sangat banyak dipakai untuk

roda depan. Sebelum melakukan pengujian bahan tersebut, terlebih dahulu

(17)

4

motor. Untuk piringan cakram tersebut dipotong sesuai dengan alat uji yang

dipergunakan untuk sampel potongan spesimen.

Menurut Sumiyanto, dkk (2000) bahwa pengujian komposisi kimia ini

dilakukan guna mengetahui kandungan unsur-unsur, termasuk juga unsur paduan

yang terkandung dalam material uji. Pada pengujian ini piringan cakram akan

diperiksa terlebih dahulu setelah itu dibersihkan dengan gerinda kemudian

diamplas. Selanjutnya permukaan piringan cakram ditembak atau dibakar dengan

gas argon murni sampai 99,99% dengan menggunakan alat Spektrometer.

Dengan memperhatikan uraian di atas, maka untuk memecahkan

permasalahan tersebut, penulis bermaksud melakukan penelitian tentang analisis

material piringan cakram dengan membandingkan hasil uji komposisi kimia,

kekerasan material piringan cakram, struktur mikro material sepeda motor Honda

Supra X Tahun 2005.

B. Batasan Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah diatas maka dalam penelitian ini

dirumuskan sebagai berikut :

1. Bagaimana hasil uji komposisi kimia material piringan cakram sepeda

motor Honda Supra X Tahun 2005?

2. Bagaimana grafik kekerasan material piringan cakram sepeda motor

Honda Supra X Tahun 2005 baik makro maupun mikro hardnessnya?

3. Bagaimana grafik uji tarik material piringan cakram sepeda motor Honda

(18)

5

4. Bagaimanakah uji struktur mikro material piringan cakram sepeda motor

Honda Supra X Tahun 2005?

5. Bagaimana perbandingan persentase fasa yang ada didalam material

piringan cakram sepeda motor Honda Supra X Tahun 2005 dibandingkan

teoritiknya?

C. Rumusan Masalah

Rumusan masalah dalam penelitian adalah:

1. Menguji komposisi kimia material piringan cakram sepeda motor

Honda Supra X Tahun 2005

2. Menganalisa uji tarik material piringan cakram sepeda motor Honda

Supra X Tahun 2005

3. Menganalisa kekerasan material piringan cakram sepeda motor Honda

Supra X Tahun 2005

4. Menguji struktur mikro material piringan cakram sepeda motor Honda

Supra X Tahun 2005

5. Menganalisa persentase fasa material piringan cakram sepeda motor

Honda Supra X Tahun 2005

(19)

6

D. Tujuan Penelitian

Tujuan utama dari penelitian ini adalah:

1. Mengetahui hasil uji komposisi kimia material piringan cakram sepeda

motor Honda Supra X Tahun 2005

2. Menganalisa tensile test material piringan cakram sepeda motor Honda

Supra X Tahun 2005

3. Menganalisa kekerasan material piringan cakram sepeda motor Honda

Supra X Tahun 2005

4. Mendapatkan hasil uji struktur mikro material piringan cakram sepeda

motor Honda Supra X Tahun 2005

5. Menganalisa persentase fasa pada material piringan cakram sepeda motor

Honda Supra X Tahun 2005

E. Manfaat Penelitian

Manfaat yang dapat diperoleh dari penelitian ini adalah :

1. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi

pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam bidang pengujian

bahan logam.

2. Penelitian ini dapat digunakan sebagai referensi bagi penelitian

berikutnya.

3. Penelitian ini mampu menambah pengetahuan dalam memilih atau pun

(20)

7

4. Penelitian ini dapat menggambarkan hasil pengujian bahan dalam jabaran

grafik keteknikan

5. Penelitian ini memberikan perbandingan software perangkat lunak JV

(21)

48

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

A. Kesimpulan

Dari hasil penelitian yang telah dilakukan, dapat simpulkan sebagai

berikut:

1. Berdasarkan hasil pengujian spektrometer unsur karbon dari plat

cakram Honda Supra X tahun 2005 memiliki unsur karbon 0.219%,

unsur silikon 0.309%, unsur mangan 1.65%, unsur posfor 0.0257%,

Sulfur 0.024%, unsur kromium 13,8%.

2. Berdasarkan hasil pengujian tarik pada diagram kekuatan rata rata

pada setiap sampel bahan baja karbon rendah St-52 adalah Max

force sebesar 2790.26KgF, Max stress 3478.66MPa, Elongation

7.09%, Kontraksi 22.68%, Sehingga modulus elastisitas 111.82GPa.

3. Berdasarkan hasil pengujian kekerasan makro terdapat bahwa

kekerasan rata rata bahan baja karbon rendah St-52 adalah 2,24%, S

Deviasi 1,62%, Range 12,2% sehingga Kekerasan rata-rata bahan

adalah 133.3 HV.

4. Berdasarkan hasil pengujian kekerasan mikro terdapat bahwa

kekerasan rata-rata bahan baja karbon rendah St-52 adalah Fe α pada

setiap sampel varian 1.07, S Deviasi 1.04, Range 50.9 sehingga

Kekerasan rata-rata fasa ferrite adalah 51,1866 HV. Fasa pearlite

pada setiap sampel varian 2,55, S deviasi 1,60, Range 306,4

(22)

49

5. Berdasarkan pengujian Optical Mikrostruktur didapat bahwa benar

fasa yang terbentuk untuk semua sampel adalah fasa pearlite dan

fasa ferrite.

6. Berdasarkan hasil JV Microvision didapat bahwa jumlah fasa

pearlite rata-rata adalah 21,206% dan jumlah fasa ferrite rata-rata

adalah 78,894%.

7. Berdasarkan perhitungan fraksi fasa kekerasan didapat bahwa

kekerasan makro yang dihitung berdasarkan kekerasan mikronya

pada setiap fraksi fasanya adalah = (78,894% x154,452 HV) +

(21,206% x 51,1866 HV) = 132,7 HV

8. Perhitungan kekerasan berdasarkan JV Microvision 132,7 HV

dibandingkan dengan perhitungan kekerasan makro 133.3 HV

tidaklah terlalu jauh dan cukup berbeda menunjukkan toleransi

kesalahan yang sangat kecil

9. Perhitungan fraksi fasa teoritik berdasarkan lever rule (fraksi fasa

pearlite 28,95% dan ferrite 71,05% ) menunjukkan perbedaan yang

cukup signifikan dengan perhitungan menggunakan JV Microvision

jumlah fraksi fasa pearlite 21,206% dan ferrite 78,894%, hal ini

tentunya disebabkan adanya elemen Cr pada bahan disk brake yang

berfungsi sebagai penstabil fasa austenitik, dimana pada level rule

hanya digambarkan sebagai diagram Fe-Fe3C saja tanpa

memperhitungkan adanya elemen substansial lain yang hadir pada

(23)

50

10.Penstabilan fasa austenitik akan menurunkan kurva diagram fasanya

sehingga akan berakibat menurunkan jumlah fasa pearlite yang

terbentuk nantinya.

B. Saran

1. Pengujian karakteristik bahan disk brake dapat dilanjutkan untuk

persentase kadar karbon diatas 0,22%. Untuk persentase tersebut

diatas nantinya akan didapat pemetaan bahwa semakin tinggi kadar

karbon yang dikandung bahan akan meningkatkan kekerasan bahan

yg berguna untuk meningkatkan ketahanan aus (wearability) dari

bahan disk brake tersebut.

2. Penggunaan diagram fasa teoritik pada perumusan lever rule cukup

signifikan sebagai data acuan awal dalam menentukan jumlah fraksi

fasa yang ada pada material baja secara teoritik, sehingga diagram

ini tetap terus digunakan.

3. Perbedaan perhitungan fraksi fasa teoritik dengan JV Microvision

harus menggunakan resolusi kamera optical yang memiliki jumlah

pixel yang cukup besa, sehingga akan mempermudah perhitunganya.

4. Preparasi sampel pada saat polishing sebaiknya menggunakan

alumina atau carbide spray 0.1 yang berguna untuk mendapatkan

permukaan polishing yang cukup sempurna, sehingga permukaan

(24)

51

5. Pengujian tentang karakteristik bahan ini diharapkan menjadi tolak

ukur pada pengujian bahan-bahan bagian produk manufaktur di FT

(25)

52

DAFTAR PUSTAKA

Edgar C. Bain, (1939), Alloying Element in Steel, Second Edition, American Society for Metals, Metals Park,Ohio

George S. Brady and Hendry R. Clauser (1980). Material Hand Book,Mc.Grawhill Book Company New York

Herman W. Pollack, (1981) Material Science and Metallurgy, Reston Publsh. CoyVirginia

M.Dalil, Haftirman, Tugiman, Reza Fadhila, (2005), Kekuatan Lelah Baja Struktur Pada Lingkungan Kelembaban Tinggi, “ in Proceedings The 3rd Regional Seminar on Materials Energy and Structur, Medan,

Porter DA, Easterling KE, (1980) Phase Transformation in Metals and Alloys, 66-68.

Reza Fadhila, Azwar Manaf, (2009) Poster of Fundamental Micro Mapping Manganesse Steel in isothermal cooling:,journal of ITEX, Kuala Lumpur, Malasya

Reza Fadhila, C.H. Azhari (2005), Fundamental Microstructure Manganesse Steel duringthe Treatmen Region, journal RCSST-UITM, Malasya

Reza Fadhila, C.Husna. Azhari, (2005) Microstruktual Hadfield Manganesse in aging Treatment, journal international Material Engineering Confrence, poster Research Mn-Steel 3401, KL, Malaysia

Reza Fadhila, Majewa K,Cornish L,Can N,Che H Azhari, (2011) Transformation and alloying mechanisms in sub-stoichiometric titanium carbonitrides tungsten high energy ball milled powders, Int. Journal of Refractory Metals and Hard Materials.

(26)

53

Steel-3401 in Rapid Cooling, Journal of Solid State Science and Technology Letters, vol.12, p 143-148

Reza Fadhila, C.H. Azhari (2005), Microstruktual Hadfield Manganesse in aging Treatmen, journal international material engineering confrence vol 3, paper No OMG09

Reza Fadhila, C.Husna. Azhari (2006), Fundamental Mapping Manganesse Steel due to heat-treatment, International Metallurgy Confrence, Kuala Lumpur, Malasya

Reza Fadhila, Haftirman, Azwar Manaf, Che Husna Azhari (2007), Fundamental Microstructure Mapping of The Hadfield Manganese Steel During The Treatment in (α-) region, in conferenceon Application and Design in Mechanical Engineering (CADME07), UniMAP, Kuala Perlis, Malasya. (diakses October 24-26, 2007)

Reza Fadhila , Azwar Manaf, Che Husna Azhari (2007), Poster on Fundamental Mapping of The Manganese Steel During The Treatmen in (α-) region,

Reza Fadhila (2011), Microstructural of the austenitic 3401 in rapid cooling, Jurnal Penelitian Saintika Unimed, vol 2, p 04-08

Reza Fadhila (2014), “Morfologi Metalografi Transformasi Fasa Baja Mangan 340 kondisi pendinginan Media Udara,” in Seminar Nasional Rekti,

R.E. Smallman (1985), Modern Physical Metallurgy, 4 th ed

(27)

54

Situs Pengajaran yang diberlakukan di Unimed :

a. http://korosireza0128.wixsite.com/reza0128korosi

b. https://sites.google.com/site/korosireza0128/home

c. http://ilmubahanreza0128.wixsite.com/ilmubahanreza0128

d. https://sites.google.com/site/basicmaterialsciences/home

e. http://reza0128metfis.wix.com/pengantarmetfis

f. https://sites.google.com/site/metalurgifisik/home

g. http://kimfisreza0128.wix.com/pengujian-bahan

h. https://sites.google.com/site/bukupengujianbahan1/referensi

Confrence and Posters yang diberlakukan di Unimed :

a.

http://www.scribd.com/doc/24506723/Brosure-Workshop-2006-FMIPA-USU

b.

http://www.scribd.com/doc/24506780/Brosure-Workshop-2007-FMIPA-USU

c.

http://www.scribd.com/doc/24506043/Presentation-Reza-eDDY-MARLIANTO-Di-ITEX-2008

d.

http://www.scribd.com/doc/24682713/Rezafadhila-Eddymarlianto-Poster-Farida-1

e. http://www.scribd.com/doc/24683472/Rezafadhilaeddymarlianto-Poster-

Gambar

Gambar 30. Diagram hasil uji kekerasan fasa pearlite
grafik keteknikan

Referensi

Dokumen terkait

Demikian pula pelakunya, tidak terbatas pada kalangan umat Islam saja, artinya predikat fasik dapat melekat para pribadi yang secara syariat beragama Islam, tetapi

Persentase kepatuhan pasien setelah pemberian PIO berdasarkan metode kuesioner dengan tingkat kepatuhan tinggi 70,00% (35 orang) dan berdasarkan metode pill count

Salah satu cara untuk mendesain halaman web yang dapat dikatakan dinamis atau dalam artian suatu situs web yang didukung oleh bahasa pemrograman dan basis data, sehingga data

Penelitian Theobromapada mahasiswa FKG UNAIR mendapatkan pengukuran bahwa bentuk garis lengkung senyum terbanyak adalah garis lengkung senyum konveks baik pada kelompok

Mengalokasi selisih lebih nilai wajar atas nilai buku perusahaan anak pada tanggal akuisisi ..4. Memahami konsep kepentingan non-pengendali ketika perusahaan induk

Akibat sumber sinar berupa bidang maka suatu objek dengan ukuran PQ (gambar II.8.) akan terproyeksikan di film menjadi bayangan yang terdiri dari P’Q’ yang

Akhirnya program simulasi aplikasi Java 2 platform J2ME microedition java pada MIDlet Jadwal Ujian dengan Mysql dapat dijalankan pada Handheld pada J2ME toolkit dan emulator

Kemampuan analitikal peserta diperlukan karena program yang nantinya dituliskan akan dijalankan dengan masukan yang sangat ekstrim sehingga dengan cara yang naif (tanpa analisis