• Tidak ada hasil yang ditemukan

APLIKASI PESTISIDA ORGANIK (MACAM BAHAN DAN KONSENTRASI) UNTUK MENGENDALIKAN ULAT GRAYAK (Spodoptera exigua HUBN) PADA TANAMAN BAWANG MERAH (Allium ascalonicum L.)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "APLIKASI PESTISIDA ORGANIK (MACAM BAHAN DAN KONSENTRASI) UNTUK MENGENDALIKAN ULAT GRAYAK (Spodoptera exigua HUBN) PADA TANAMAN BAWANG MERAH (Allium ascalonicum L.)"

Copied!
2
0
0

Teks penuh

(1)

APLIKASI PESTISIDA ORGANIK (MACAM BAHAN DAN KONSENTRASI)

UNTUK MENGENDALIKAN ULAT GRAYAK (Spodoptera exigua HUBN)

PADA TANAMAN BAWANG MERAH (Allium ascalonicum L.)

Oleh: Reninta Luqi Sari ( 01710013 ) Agronomy

Dibuat: 2008-04-11 , dengan 3 file(s).

Keywords: Pestisida Organik, Bawang Merah, Ulat Grayak

.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh aplikasi pestisida organik (macam bahan dan konsentrasi untuk mengendalikan ulat grayak (Spodoptera exiqua HUBN.) pada tanaman

bawang merah (Allium asclonicum L).

Penelitian ini dilaksanakan di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Malang. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial yang terdiri dari 2 faktor dengan 3 kali ulangan dan menggunakan analisa Kontras Orthogonal. Faktor I: Macam Ekstrak Pestisida Organik (B) yang terdiri dari 3 level : (B1) Ekstrak Gadung ; (B2) Ekstrak Pahitan ; (B3)Ekstrak Tembakau. Faktor II: Konsentrasi Ekstrak yang terdiri dari 4 level : (K1) konsentrasi 1 ml/lt air; (K2) konsentrasi 2 ml/lt air; (K3) konsentrasi 3 ml/lt air; (K4) konsentrasi 4 ml/lt air.

Hasil penelitian menunjukkan tidak ada interaksi yang nyata antara kombinasi perlakuan macam ekstrak pestisida organik (B) dan konsentrasi (K) terhadap semua parameter pengamatan. Untuk aplikasi macam bahan pestisida organik terhadap pertumbuhan dan hasil tidak berpengaruh nyata kecuali pada parameter prosentase serangan hama dan berat segar umbi, ekstrak paitan (B2) menunjukkan nilai tertinggi. Untuk konsentrasi ekstrak (K) konsentrasi 4 ml/lt memberikan nilai terbaik untuk parameter pengamatan prosentase serangan hama, panjang tanaman, berat kering umbi, namun pada parameter pengamatan jumlah daun, luas daun, berat segar total tanaman, berat kering tanaman, berat segar umbi, diameter umbi dan jumlah umbi pemberian konsentrasi 3ml/lt memberikan nilai yang terbaik. Penggunaan macam ekstrak pestisida organik gadung dan paitan memberikan hasil yang baik dalam mengendalikan serangan hama ulat grayak

(Spodoptera exiqua HUBN.) akan tetapi tidak berbeda nyata dengan kontrol (Curacron 500 EC). Pestisida organik ekstrak gadung pada konsentrasi 4 ml/lt dapat digunakan untuk mengendalikan serangan ulat Spodoptera exigua HUBN. Perlu adanya penelitian lebih lanjut tentang pengaruh penggunaan pestisida organik dalam mengendalikan serangan hama pada musim kemarau.

ABSTRACT

This research aim to know influence of organic pesticide application (kinds of concentration and materials to control caterpillar of grayak (Spodoptera Exiqua HUBN.) at shallot crop

(Asclonicum Allium L).

(2)

Muhammadiyah of Malang. This Research use Random Device of Group consisting of 2 factor by 3 restating times and use analysis Contrast of Orthogonal. Factor of I: Kinds Of Extract Pesticide Organic (B) which consist of 3 level : (B1) Extract of Gadung ; ( B2) Extract of Pahitan ; ( B3) Ekstrak Tobacco. Factor of II: Concentration Extract which consist of 4 level :

(Concentration K1) 1 ml / lt water; (Concentration K2) 2 ml / lt water; (Concentration K3) 3 ml / lt water; (Concentration K4) 4 ml / lt water.

Research result show there no real interaction between treatment combination kinds of organic pesticide extract (B) and concentration (K) to all perceptions parameters. For application kinds of organic pesticide materials to result and growth not have an effect on except to reality of

Referensi

Dokumen terkait

Berdasarkan Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh yang sangat nyata berbagai konsentrasi sari umbi bawang putih (Allium sativum L.) terhadap mortalitas larva

Dari analisis uji t perlakuan iradiasi sinar gamma untuk parameter bobot segar, bobot kering umbi, diameter umbi dan berat rata- rata per umbi berbeda sangat nyata

Ekstrak biji cerakin disemprotkan pada hama ulat daun bawang yang tersedia dalam tiap wadah (10 ekor tiap wadah) untuk masing-masing konsentrasi dan dilakukan 3 kali

Pada penelitian ini menggunakan berat basah dan berat kering umbi sebagai parameter untuk mengetahui pengaruh pemberian EMS dengan konsentrasi yang berbeda.. Hasil uji ANOVA

Pada pengamatan 5 MSA persentase serangan tertinggi adalah pada perlakuan kontrol yaitu sebesar 34,45% dan persentase adalah pada B.bassiana Dari grafik di atas dapat dilihat

basah umbi dan bobot kering umbi memiliki nilai yang lebih besar dibandingkan dengan pemberian POC. Makin tinggi pemberian konsentrasi POC supermes, makin menurun

Beberapa jenis tanaman yang dikenal memiliki metabolik sekunder pengendali hama dapat ditanam bersamaan dengan tanaman utama dengan tujuan melindungi tanaman utama dari

Hasil analisis statistika menunjukkan bahwa ada interaksi antara konsentrasi dan frekuensi POC Crocober terhadap berat umbi bawang (Tabel 2).Berat bawang tertinggi