Laporan Pengantar Tugas Akhir
PERANCANGAN TIPOGRAFI PADA T-SHIRT CLOTHING
DK 38315 / Tugas Akhir Semester II 2013-2014
Oleh :
Hendi Hermawan 51910149
Program Studi Desain Komunikasi Visual
FAKULTAS
DESAIN KOMUNIKASI VISUAL
UNIVERSITAS KOMPUTER INDONESIA
▸ Baca selengkapnya: tuliskan tiga alat untuk membuat tipografi
(2)(3)(4)25 DAFTAR RIWAYAT HIDUP
Nama : Hendi Hermawan
Tempat / Tanggal Lahir : Bandung, 3 Mei 1991 Jenis Kelamin : Laki - Laki
Agama / Status : Kristen / Mahasiswa
Pendidikan : SMK
2010 - 2014 : Universitas Komputer Indonesia, Bandung
Keahlian Komputer :
Ms Office (Ms Word, Ms PowerPoint)
Coreldraw
Adobe (Photoshop, Premier, After Efek, Indesain, Flas)
Internet
Pengalaman Kerja:
1. Kerja sebagai montir PT. IKLAS MOTOR Juni2006
2. Kerja sebagai montir PT. BENZ SERVICE Juli2006
3. Magang PJTV sebagai Campers/kamera man dan art Juli 2013 4. Fasilitator Palang Merah Remaja SMPN 24 Bandung 2007-2013
Bandung, 13 Agustus 2014
Hormat saya,
vi DAFTAR ISI
LEMBAR PENGESAHAN ... i
LEMBAR PENGESAHAN ORISINALITAS ... ii
vii
BAB III STRATEGI PERANCANGAN DAN KONSEP VISUAL ... 17
III.1 Strategi Perancangan ... 17
III.1.1 Pendekatan Komunikasi ... 17
III.1.1.1 Pendekatan Visual ... 17
III.1.1.2 Pendekatan Verbal ... 17
III.1.2 Strategi Kreatif ... 18
III.1.3 Strategi Media ... 18
III.1.3.1 Media Utama ... 19
III.1.3.2 Media Pendukung... 20
III.2 Konsep Visual ... 22
III.2.1 Tata Letak (Layout) ... 22
III.2.2 Tipografi ... 23
III.2.3 Warna ... 24
BAB IV TEKNIS PRODUKSI MEDIA ... 25
viii
IV.4.4 Packaging ... 31
IV.4.5 Jam Tangan ... 32
IV.4.6 Label/Hangtag ... 32
IV.4.7 Goodie Bags ... 33
DAFTAR PUSTAKA ... 34
25 DAFTAR PUSTAKA
Granito, Heru. (2008). Panduan Mendirakan dan Mengelola Distro Clothing Compani. Yogyakarta : Media Pressindo.
Kusumastuti, Arum, Diah. (2011). Perancangan Vernacular Typography Street Becak-SoloMelalui Desain Komunikasi Visual. Surakarta : Universitas Sebelas Maret Surakarta.
Kusrianto, Adi. (2007). Pengantar Desain Komunikasi Visual. Yogyakarta : Andi Publisher.
Rustan, Surianto. (2011). Huruf Font Tipografi. Jakarta : Gramedia Pustaka Utama.
Spikerman, Erik. (2010). Meet Your Tipea field guide to love &typography. FSI Fontshop Iinternational. All Righst Reversed.
Sihombing, Danton. (2001). Tipografi Dalam Desain Grafis. Jakarta : Gramedia Pustaka Utama.
Yunita, Priscilia. 2011. Tipografi dalam desain komunikasi visual. Universitas Kristen Petra.
Info Seputar bisnis online shop 2012. Pengertian distro dan clothing company
iii Kata Pengantar
Puji dan syukur panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa atas segala limpahan rahmat, taufik serta hidayah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan laporan pengantar tugas akhir yang berjudul perancangan tipografi pada t-shirt clothing sebagi syarat mengambil mata kuliah tugas akhir.
Dalam penyusunan laporan ini dibantu oleh dosen pembimbing yang dengan kesabarannya membimbing penulis. Untuk itu penulis sangat berterima kasih dan semoga penulis berharap dapat membalas jasa dosen pembimbing.
Metoda pengumpulan data yang dilakukan dengan obserpasi dan studi pustaka di tempat industri clothing. Oleh karena itu penulis sangat berterima kasih kepada semua pihak yang telah membantu baik moril, materil serta tenaga sehingga terselesaikannya laporan pengantar tugas akhir ini.
Semoga lapaoran ini dapat membantu khususnya memberi tambahan ilmu seputar perancangan tipografi pada T-shirt clothing. Kritik dan saran yang konstruktif sangat penulis harapkan untuk kesempurnaan laporan ini.
Bandung, 13 Agustus 2014
BAB I
PENDAHULUAN
I.1 LATAR BELAKANG
Tipografi adalah seni menyusun huruf dengan keterbatasan ruang agar pembaca mendapatkan keterbacaan yang jelas. Huruf yang di gunakan saat ini adalah huruf yang sudah dikembangkan oleh bangsa Yunani, Roma yang dikenal dengan alfabet sekarang.
Padahal Indonesia sendiri memiliki huruf sendiri diantaranya huruf kaganga dari sunda, hanacaraka dari jawa dan lain-lain, yang sudah digunakan sejak pada 14. Aksara Sunda, kaganga adalah aksara lokal warisan budaya yang sudah mulai hilang saat ini, keberadaan aksara lokal bahkan sudah jarang dipelajari dan diajarkan di bangku sekolah dasar (SD), menengah (SMP), maupun menengah atas (SMA).
Upaya pemerintah untuk melestarikan budaya sunda dengan menentukan tema setiap harinya seperti rabu nyunda tidak membantu dari keberadaan aksara sunda tersebut. Didunia pendidikan Rabu nyunda hanya diaplikasika berpakaiyan adat sunda dan berbahasa sunda saja itupun tidak semua sekolah melakukannya, dan tidak sama sekali mempelajari aksara sunda yang kini mulai hilang.
Saat ini aksara tersebut hanya di aplikasikan pada plang nama jalan dan itu
pun di simpan di bawah setelah nama jalan sehingga aksara sunda sama sekali tidak terbaca, membuat keberadaan huruf sunda semakin terpuruk.
Keberadaan industi clothing yang menjamur di Bandung dan memiliki tema setiap bulannya dan juga menggunakan tipografi pada setiap desainnya seharusnya dapat mebantu dalam melestarikan budaya aksara sunda ini dengan mengangkat tema budaya aksara sunda.
Fakta dilapangan tidak ada satu pun yang mengangkat tema ini, bahkan industri yang brandnya menggunakan bahasa sunda pun tidak mengangkat tema ini. Kebanyakan industri clothing mengguakan aksara yang sudah dikembangkan oleh bangsa Yunani, Roma yang dikenal dengan alfabet sekarang.
I.2 Identifikasi Masalah
a. Dengan adanya huruf latin sekarang menggeser huruf lokal.
b. Tidak adanya pengajaran aksara sunda di dunia pendidikan mengakibatkan aksara sunda mulai dilupakan.
Bagaimana aksara kaganga yang mulai tersisihkan oleh perkembangan teknologi, dan budaya, dapat dipahami dan di mengerti melalui industri
clothing?
1.4Batasan Masalah
Untuk memperjelas ruang lingkup pembahasan, maka masalah yang dibahas dibatasi pada:
a. Mengingatkan kembali aksara sunda pada anak muda saat ini. b. Desain terbatas pada jenis T-shirtanak muda umur 14-25 tahun.
c. Sempel perancanganmengambilbeberapa desain tipografi pada industri
clothing.
1.5Tujuan Perancangan
a. Memperkaya tipografi yang mencerminkan budaya Indonesia, khususnya Bandung.
b. Diharapkan dapat membuka pemahaman tentang tipografi aksara lokal pada industri clothing.
4 BAB II
PERANCANGAN TIPOGRAFI PADA T-SHIRT CLOTHING II.1 INDUSTRI CLOTHING DAN DISTRO
II.1.1 Sejarah Clothing dan Distro
Berawal dari adanya keberadaan distro di kota kembang Bandung, berangkat dari komunitas musik underground dan perlengkapan permainan skateboard. Distro ‘ Revers „ merupakan distro pertama yang berada di jalan Sukasenang yang menjual berbagai t-shirt musik dari luar negeri dan perlengkapan skateboard.
Kemudian muncul distro „Hoobies‟ yang mengkhususkan diri pada skateboard, serta distro „Mossy‟ yang khusus menjual t-shirt musik kelompok luar negeri. Perkembangan selanjutnya adalah pada pertengahan tahun 1990 muncul
distro yang pertama menjual produk dari musik lokal, yaitu ‘Anonim’dan „Riotic‟ hingga pada puncaknya yaitu pada tahun 1996 sampai dengan tahun 1998 adalah masa dimana distro yang menjual produk lokal bermunculan.
Bandung adalah salah satu kota yang terkenal dengan distro dan clothing,
desainer banyak membuat desain t-shirt untuk menarik minat pembeli mulai dari desain tipografi hingga desain ilustrasi gambar. Heru Granito (2008) menjelaskan “Clothing adalah istilah yang digunakan untuk perusahaan yang memproduksi pakaian jadi dibawah merek dagang sendiri” (h. 8) .
Istilah clothing sendiri dikenal pada tahun 1996, clothing adalah kata serapan dari bahasa asing yang berarti pakaian, istilah clothing ini mulai marak dikenal di Bandung pada tahum 1996 yang digunakan pada industri pakaian. Diawali oleh dendi dan kawan – kawan yang membuat usaha clothing 347
boardreader.com (kini 347/Eat) di Bandung.
Distro adalah singkatan dari distribution store, distro dikenal pada tahun 1994 yang awalnya menerima titipan dari clothing lokal. Selain menerima titipan dari clothing lokal distro menjual mercendais dari bend yang di usung distro
5
Gambar II.1 Ouval (http://www.bdgpartyclub.com)
(25 Desember 2013)
Saat ini clothing merupakan kategori untuk usaha yang mengeluarkan produk pakaian jadi dengan produksinya yang terbatas. Pakaian jadi ini sebagian besar adalah t-shirt, seiring perkembangan kebutuhan dan permintaan pelanggan, produknya pun meluas hingga kecelana, dompet, tas dan aksesoris lainnya.
Clothing company seperti Ouval, 347/Eat, Two clotes, dan lain-lain jumlah produknya hanya memproduksi sekali pada setiap desainnya.
Gambar II.2 EAT/347
(http://riotpeople.blogspot.com/2012/01/fashion-and-.html) (25 Desember 2013)
6
Tabel II.1 Para Pelopor Usaha Distro dan Clothing (Heru granito. bisnis distro)
(8 Desember 2013)
hanya dalam jumlah terbatas (biasanya antara 50-150 per-desain). Hal inilah yang menjadi salah satu yang membedakan clothing dengan produk lain.
NO Nama dan tempat Tahun berdiri Para pendiri
1
Distro Rivers
(Bandung) 1994
Richard Mutter, Helvi, dan Dxxt
2 Distro riotic (Bandung) 1996 Dadan Ketu dan delapan temanya
Research (Bandung) 1997
7 II.2 TIPOGRAFI
II.2.1 Sejarah Tipografi
Sejarah perkembangan tipografi didunia diawali dari penggunaan
pictograph oleh bangasa Viking Norwegia dan hieroglipth oleh bangsa Mesir pada abad 1300 SM. Berkembang pada masa kejayaan Romawi dan Yunani.
Bangsa Yunani dan Roma mengembangkan sistem komunikasi yang disebut dengan alphabet yang dirangkai menjadi tulisan latin. Awalnya 21 huruf (A, B, C, D, E, F, G, H, I, K, L, M, N, O, P, Q, R, S, T, V, X) Huruf Y dan Z merupakan akomodasi kata Yunani. Abad Pertengahan J, U, W. Keseluruhan jumlah alphabet 26.
Sistem huruf dan penuliasan berkembang setelah terjadi revolusi industri, dengan di temukannya teknologi mesin cetak pertama kali oleh Johannes Gensflesch Zum Gutenberg di jerman (1398-1468). Teknologi mesin cetak Gutenberg juga melatar belakangi munculnya sistem tipografi modern yang lebih sempurna dan variatif dibandingkan awal ditemukannya sistem alphabet.
Gambar II.3 Johannes Gutenberg (http://www.foxitsoftware.com
Forevaluationonly.) (5 Desember 2013)
Gambar II.4 Jenis huruf Textura Blackletter
(http://www.foxitsoftware.com For
evaluationonly.)
8
Tipografi adalah seni merancang, menyusun, dan mengatur tata letak huruf dan jenis huruf dengan pengaturan penyebarannya pada ruang-ruang yang tersedia, untuk menciptakan kesan khusus, sehingga akan menolong pembaca untuk mendapatkan kenyamanan membaca yang maksimal dengan panduan jarak antar baris (Adi Kusrianto, 2007 : 79)
Dalam tipografi dikenal istilah typeface dan font, Typeface yaitu sekumpulan karakter yang memiliki kesamaan ciri - ciri visual (Huruf Font Dan tipografi : 32). Font yaitu bentuk fisik atau karakter yang dimaksudkan guna membentuk sebuah typeface (Ebook The Fundamental Of Typography :56).
II.2.2 Klasifikasi Type Face a. Huruf tanpa kait(sans serif)
Kata sans berasal dari bahasa perancis yang artinya tanpa. Sans serif dapat diartikan tanpa serif / kail. Huruf sans serif hanya berbentuk batang dan tangkainya saja.
Contoh : Arial dan Avant Garde
b. Huruf berkait(serif)
Huruf serief merupakan huruf berkait atau memiliki kait pada ujungnya.
Contoh : Times New Roman
c. Egyptian
Yaitu jenis huruf yang memiliki ciri serif yang berbentuk seperti papan dengan ketebalan yang sama atau hampir sama. Kesan yang di timbulkan adalah kokoh, kuat, kekar, dan stabil.
Contoh : Century Expanded
d. Huruf tulis (Script)
9 e. Huruf dekoratif
Huruf jenis ini merupakan pengembangan dari bentuk - bentuk yang sudah ada. Ditambah hiasan dan ornamen atau garis – garis dekoratif. Kesan yang di miliki adalah dekoratif dan ornamental.
Contoh : Augsburger
f. Karater huruf
Karakter fonts yaitu secara luas merupakan bentuk kesatuan karakter atau kode yang dikemas sebagai font.
Pada tahun 1984 Adobe Systems merilis PostScript Font Tahun 1991 Apple Computer dan Microsoft Corporations mengeluarkan TrueType Font.
Postscript Font dan TrueType Font adalah huruf elektronik atau yang disebut font. Huruf digital sesungguhnya berupa bahasa computer yang berfungsi menerjemahkan kode-kode untuk menghasilkan tampilan bentuk huruf yang sempurna baik di layar monitor maupun pada saat pencetakan. Saat ini dapat ditemukan beragam jenis huruf digital yang digunakan dalam program computer.
Mengimbangi kemajuan jaman penggunaan desain tipografi dalam sebuah karya desain dapat memperkuat keberhasilan karya tersebut dalam berkomunikasi,
namun dapat juga menjatuhkan kualitas desain apabila tidak dipergunakan dengan tepat. Melihat begitu besarnya pengaruh desain tipografi di dalam suatu karya desain komunikasi visual, maka sangatlah penting bagi para desainer untuk mengerti tentang tipografi dan bagaimana cara menggunakannya dalam suatu karya desain dengan baik dan benar.
10 II.2.3 Perkembangan Tipografi Di Indonesia
a. Sebelum masa penjajahan belanda
Sejarah tipografi di Indonesia sebelum kedatangan bangsa barat dimulai dari penggunaan berbagai aksara dimasing – masing daerah di Indonesia, seperti aksara Sunda, Jawa, Bali, Bugis, dan Batak.
1) Aksara Jawa
11
Gambar II.6 Huruf Bali
(http://www.eonet.ne.jp/~limadaki/uangkuno/coin/gobog-cara-baca.html) (11 Desember 2013)
3) Aksara Bugis
Suku Bugis merupakan suku yang berada di Sumatera Selatan suku Bugis mengembangkan dialek yang dikenal dengan “aksara lontara Bugis”. Aksara ini telah ada abad 12 sejak melebarnya pengaruh hindu di Indonesia. Aksara Bugis berjumlah 23 huruf yang semuanya disusun dengan berdasarkan aturan tersendiri. Kata lontara berasal dari kata Bugis yang berarti daun lontar karena awalnya ditulis dalam daun lontar dan cara membacanya dari kiri ke kanan.
Gambar II.7 Huruf Bugis (http://laogipre.blogspot.com/)
(11 Desember 2013)
4) Aksara Batak
Suku batak adalah salah satu suku yang berada di kawasan tanah
12
dari aksara Jawa kuno, melalui aksara Sumatra kuno. Aksara ini bersifat teratur artinya tanda untuk menggambarkan satu suku kata/silaba atau silabis.
Gambar II.8 Huruf Batak
(http://yasirmaster.blogspot.com aksara-kuno-asli.html) (11 Desember 2013)
Setiap aksara - aksara tersebut digunakan untuk masing-masing daerah asalnya sajah sehingga dalam komunikasi mengalami kendala antara daerah satu dengan daerah lainnya.
5) Aksara sunda
Aksara Sunda berjumlah 32 buah. Terdiri atas 7 aksara swara atau vokal (a, é, i, o, u, e, dan eu) dan 23 aksara ngalagena atau konsonan (ka-ga-nga, ca-ja-nya, ta-da-na, pa-ba-ma, ya-ra-la, wa-sa-ha, fa-va-qa-xa-za). Aksara fa, va, qa, xa, dan za merupakan aksara-aksara baru. Dipakai untuk mengonversi bunyi aksara Latin. Secara grafis, aksara Sunda berbentuk persegi dengan ketajaman yang mencolok, hanya sebagian yang berbentuk bundar.
13
Gambar II.9 Aksara sunda
(http://yasirmaster.blogspot.com aksara-kuno-asli.html) (11 Desember 2013)
Sedangkan aksara ngalagena adalah tulisan yang secara silabis (dapat berdiri sendiri sebagai suku kata) dianggap dapat melambangkan bunyi fonem konsonan dan dapat berperan sebagai sebuah kata maupun sukukata. Bisa menempati posisi awal, tengah, maupun akhir sebuah kata. Setiap konsonan diberi tanda pamaeh agar bunyi ngalagena-nya mati. Dengan begitu, aksara Sunda ini bersifat silabik, karena tulisannya dapat mewakili sebuah kata dan sukukata.
b. Masa penjajahan Belanda
Masuknya bangsa Belanda ke Indonesia membawa banyak perubahan pada sistem penulisan huruf. Bangsa Belanda memperkenalkan sistem penulisan huruf sesuai dengan sistem penulisan huruf Roma. Sistem penulisan huruf Roma dapat dengan mudah di terima oleh masyarakat Indonesia sebagai penulisan yang baru karena sifatnya lebih general, dan dapat di gunakan sebai alat komunikasi secara luas.
Tipografi pada masa penjajahan Belanda awal mulanya digunakan dalam penyiaran berita dan iklan dalam persaingan perdangan oleh bangsa Belanda, pada tahun 1621, Jan Pieterszoon Coen seorang gubernur
14
Era perang Indonesia melawan penjajahan Jepang tipografi banyak juga digunakan dalam iklan propaganda namun keberadaannya dalam desain saat itu menggunakan bentuk sederhana karena lebih menitik beratkan pada fungsi sebagai informasi dan propaganda untuk berjuang melawan penjajahan.
c. Era komputer grafis
Perkembangan tipografi setelah era perkembangan komputer tidak jauh beda dengan perkembangan tipografi modern di dunia. Perkembangan tipografi moderen di Indonesia didukung oleh kesadaran desainer untuk memakai desain font secara ekslusif dalam desainnya. Sehingga tipografinya tidak asal mengambil dari komputer atau font yang sudah ada. Meski hingga kini belum ada perusahaan di Indonesia yang mengkhususkan diri dalam pembuatan font, namun banyak perusahaan desain lokal Indonesia maupun desainer yang secara pribadi membuat sendiri font nya secara eksklusif.
15 II.3 Permasalahan Dan Solusi
Melihat permasalahan yang di uraikan di bab I hampir semua industri
Cloting memiliki desain tipografi pada setiap edisi pakaiannya, tetapi jarang sekali bahkan tidak ada yang mengangkat tipografi lokal seperti aksara sunda. Aksara
kaganga yang mulai tersisihkan oleh perkembangan teknologi, dan budaya, dapat dipahami dan di mengerti melalui t-shirt clothing. Aksara sunda adalah warisan budaya yang patut di lestarikan dan dipahami setiap warganya, agar daerah tanah pasundan memiliki keunikannya sendiri.
Alangkah baiknya apabila membuat desain T-shirt dengan tema sunda dan membuat tipografi yang terinspirasi dariaksara sunda yang mendukung aksara sunda tersebut untuk dibaca, dan dapat di gunakan pada setiap desain t-shirt clothig, gimmick dan pernak-pernik indusri clothing. Selain digunakan menjadi desain t-shirt pembuatan tipografi ini bertujuan memperkaya desain tipografi lokal dan mengingatkan bahwa Indonesia memiliki tipografi yang unik.
II.4 Target Audiance
Target audiens dari perancangan ini dapat dikategorikan sebagai berikut :
Geografis
16
Psikografis
17 BAB III
STRATEGI PERANCANGAN DAN KONSEP VISUAL
III.1 Strategi Perancangan
Melihat permasalahan diatas, dimanaindustri clothing memiliki banyak desian t-shirt yang menggunakan tipografi yang dikembangkan oleh bamgsa Roma yang dikenal alfabet sehingga tipografi lokal mulai hilang dan tersisihkan keberadaannya, alangkah baiknya apabila memperkenalakan kembali aksara sunda agar budaya Indonesia tetap terjaga dan lestari.
Dengan membuat desain tipografi yang terinspirasi dari desain tipografi lokal yang menjadi pendukung dari aksara sunda kuno dan dapat di aplikasikan pada setiap desain t-shirt, gimmick, poster.
III.1.1 Pendekatan Komunikasi III.1.1.1 Pendekatan Visual
Tipografi yang dibuat diadaptasi dari aksara sunda. Tipografi yang di buat dapat menjadi typeface yang dibaca konsumen industri clothing atau dapat menjadi font penerjemah dari aksara sunda itu sendiri. Typeface yang tersusun menjadi kata-kata diharapkan dapat menjadi penggambaran budaya Indonesia
khususnya Bandung.
III.1.1.2 Pendekatan Verbal
Pendekatan komunikasi secara verbal dapat dilakukan dengan cara mendesain packaging yang dibubuhi typeface yang sudah dirancangkan sedemikian rupa agar lebih mencerminkan budaya sunda.
18
Merancang satu set karakter tipografi yang dapat disusun menjadi sebuah kalimat pribahasa atau selogan yang di aplikasikan pada t-shirt. Membuat packaging yang unik dan Gimmick berupa stiker dan pernak-pernik clothing
lainnya. Diharapkan dengan adanya desain ini dapat lebih menarik minat calon konsumen dan dapat melestarikan budaya sunda.
III.1.3 Strategi Media
T-shirt adalah salah salah satu dari berbagi jenis pakaian, t-shirt
merupakan pakaian sederhana untuk tubuh bagian atas, dan tergolong kedalam jenis pakaian yang sifatnya santai.
Gambar III.1 Desain T-shirt (http://99designs.com)
(9 Mei 2014)
Dapat digunakan oleh pria atau wanita, dan untuk semua kelompok umur muali dari anak-anak hingga dewasa. Merupakan salah satu media promosi yang paling tepat.
19
Tipografi Menurut Erik Spiekrmann pada bukunya Meet Your Type (2010) tipografi adalah satu set karakter yang berbagi kesatuan gaya. Dapat diartikan sebagai seni dan teknik mengatur huruf menggunakan gabungan bentuk huruf, ukuran huruf, jarak antar huruf, dan jarak antar baris.
Gambar III.2 Tipografi
(http//:vectorindonesia.blogspot.com201310seni-dalam-tipografi.html) (15 Mei2014)
20
Gambar III.3 Desain T-shirt
(Found on tshirt-factory.com) (9 Mei 2014)
Gambar III.4 ContohDesain Ouval Research
(https://www.facebook.com/ouvalresearch/photos_stream) (7 Mei 2014)
`
III.1.3.2 Media Pendukung
Untuk Media Pendukung, dipilih beberapa media cetak yang berkaitan dengan atribut visual yang terdapat pada clothing, disertai media cetak yang dapat dijadikan media promosi selanjutnya. Berikut beberapa bentuk media yang di jadikan media pendukung :
Lebel pakaiyan/hangtag
Merupakan salah satu atribut visual yang wajib ada pada setiap desai t-shirt. Dengan desain yang tergantung pada t-shirt dapat menjadi souvenir dan membantu Reminder pada benak konsumen
T-shirt
T-shirt adalah salah salah satu dari berbagi jenis pakaian, t-shirt
21
wanita, dan untuk semua kelompok umur mualai dari anak-anak hingga dewasa. Merupakan salah satu media promosi yang paling tepat.
Gimmick
Gimmick adalah buah tangan yang didapatkan pelanggan setelah membeli prodak tipografi. Stiker adalah media cetak yang sering dipakai dalam media berpromosi, stiker dianggap media berpromosi yang baik karena melalui stiker yang di tempel dapat meperkenalkan tipografi pada halayak yang lebih luas
Pakaging
Kemasan yang membungkus t-shirt dari clothing, pakaging ini juga sangat efektif sebagi media promosi dan reminder kepada para konsumen lama atau baru.
Jam tangan
Jam tangan adalah salah satu media yang dapat menjadi media pendukung yang efektif karena sifatnya yang fleksibel dapat dipakai tua maupun muda
Goodie bags
Goodie bags adalah media yang sering dipakai dalam media berpromosi,
goodie bags dianggap media berpromosi yang baik karena melalui goodie bags yang gunakan untuk menyimpan barang- barang sementara dapat meperkenalkan brand prodak pada khalayak yang lebih luas
III.2 Konsep Visual
Mendesain tipografi aksara sunda dansatu set karakter tipografi yang dapat disusun menjadi sebuah kalimat pribahasa sunda yang di aplikasikan pada media
22 III.2.1 Tata Letak (Layout)
Tata letak adalah sebuah acuan dalam konsep perancangan media, sebagai penentuan dan pengatur arah dan posisi setiap unsur visual yang akan masukan didalam media. Tata letak cenderung diatur berbeda menyesuaikan dengan media yang dipakai dalam penyampaikan output visual, demi memperhatikan segi estetika visual juga informasi yang hendak disampaikan agar terlihat lebih efektif dan efisien
A. Desain Tipografi Pada t-shirt
Layout pada desain t-shirt harus melihat target audience yang akan di tuju, bentuk dan warna yang akan dikombinasikan dengan tipografi yang akan di pakai. kombinasi ini memerlukan pengetahuan teori warna dan cara mendesain tata letak setiap elemen.
Gambar III.5 Desain T-shirt (15 Mei2014) B. Media Cetak
Layout pada media cetak harus konsisten agar dapat memberikan ciri khas bagi industri clothing, contohnya tataletak logo berupa typeface yang diletakan.
23
Gambar III.6 Hantag Ouval Research (https://www.fikrirasyid.com)
(15 Mei2014)
III.2.2 TIPOGRAFI
Tipografi adalah salah satu unsur utama dalam desain visual ini, yang bersifat informative. Penggunaan jenis font sebagi acuan pada setiap desain tipografi yang akan dirilis. Salah satu jenis font yang harus diperhatikan adalah
font san serif, serif dan dekoratif yang diusung oleh setiap industri clothing.
Tipografi yang ditampilkan memberikan kesan kreatifitas, dinamis, dan santai dalam setiap desain tipografi, sehingga jenis font yang digunakan adalah
font yang berjenis dekoratif dan san serif yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan.
III.2.3 Warna
Warna adalah bagian dari sebuah desain visual yang tidak dapat dipisahkan, dengan penggunaan warna dan kombinasi yang tepat maka akan membuat desai tipografi akan semakin menarik dan akan memiliki nilai lebih dari segi ekonomi. Warna yang di gunakan dalam perancangan tipografi adalah warna yang sering di gunakan oleh para pengusaha clothing.
24
Gambar III.7 Desain T-shirt (15 Mei2014)
Hitam
R = 0; G = 0; B = 0. C=63 M=52 Y=51 K=100.
warna ini sering digunakan oleh masyarakat sunda sebagai
lambing kebijaksanaan.
Putih
R =255; G =255; B =255. C=0 M=0 Y=0 K=0.
warna yang diartikan masyarakat sunda sebagai alam atas atau surga.
Ungu
R =73; G =7; B =53. C=53 M=79 Y=32 K=63.
Biru
25 BAB IV
TEKNIS PRODUKSI MEDIA
IV.1 Konsep Karya
Merancang satu set karakter tipografi yang dapat disusun menjadi sebuah kalimat atau selogan yang diaplikasikan pada t-shirt. Membuat packaging yang unik dan Gimmick berupa stiker, gantungan kunci lebel dan lain-lain. Diharapkan dengan adanya desain ini dapat menjadi refrensi dan lebih menarik minat calon konsumen dan dapat melestarikan budaya sunda sekaligus memperkenalkan budaya sunda.
IV.2. Media Utama
IV.2.1 Tipografi
Merancang dan membuat satu set karakter tipografi yang mengunakan metode studi garis/elemen-elemen pembentuk tipografi dari aksara sunda
kaganga.
Gambar IV.1. Elemen-Elemen Pembentuk Huruf
26 Bentuk Font
Gambar IV.2 Tipografi Sundanis
Desain tipografi ini di bentuk agar dapat mendukung aksara kaganga yang di desain pada sebuah t-shirt.
IV.3 Media Pendukung IV.3.1T-shirt
Media pendukung yang di gunakan adalah T-shirt cloting yang di sablon/menggunakan teknik cetak saring atau dengan teknik printing t-shirt.
27
Bahan t-shirt combat S30 bahan standar yang biasa di gunakan industri
cloting, bahan ini terkenal sangat baik dapat menyerap keringat, kuat dan tidak berbau saat terkena keringat.
IV.3.2 Gimmick
Gimmick adalah buah tangan yang didapatkan pelanggan setelah membeli prodak tipografi. Stiker adalah media cetak yang sering dipakai dalam media berpromosi, bahan stiker ini adalah vinil laminasi doft yang tahan terhadap berbagai cuaca stiker dianggap media berpromosi yang baik karena melalui stiker yang di tempel dimana saja, dapat mengenalkan tipografi pada khalayak yang lebih luas
Gambar IV.4 Desain Gimmic Stiker
IV.3.3 Packaging
28
Gambar IV.5 Desain packaging
IV.3.4 Jam Tangan
Jam tangan adalah salah satu media yang dapat menjadi media pendukung yang efektif karena sifatnya yang fleksibel dapat dipakai tua maupun muda. Dengan desin yang simple tidak memakai banyak warna membuat jam ini unik dengan gambar aksara sunda di dalamnya.
Gambar IV.6 Desain Jam Tangan
IV.3.5 Label/Hangtag
29
kunci
Gambar IV.7 Desain Hangtag
Salah satu media cetak yang digunakan pembuatan hantag yang dapat menjadi gantungan kunci, sangat sederhana terbuat dari karton 3 mm yang dibungkus stiker outdoor anti air yang tahan berbagai cuaca.
IV.3.6 Goodie Bags
Goodie bags adalah media yang sering dipakai dalam media berpromosi,
goodie bags dianggap media berpromosi yang baik karena melalui goodie bags
yang gunakan untuk menyimpan barang- barang sementara dapat meperkenalkan brand prodak pada khalayak yang lebih luas. Goodie bags juga sangat efektif sebagi media promosi dan sebagi pengingat kepada para konsumen lama atau baru
30 IV.4 Teknik Cetak
IV.4.1 Tipografi
Gambar IV.9 Tipografi Sundanis
Metode : Studi garis Bahan : CD
Bentuk : File font format ttf
IV.4.2 T-shirt
Gambar IV.10 Tipografi Sundanis
Bahan : Cotton combed s30 Bentuk : T-shirt
Teknik cetak : Printing T-shirt
31 IV.4.3 Stiker
Gambar IV.11 Desain Gimmic Stiker
Bahan : Stiker Bentuk :Lingkaran Teknik cetak : Cetak offset Ukuran : 7 CM
IV.4.4 Packaging
Gambar IV.12 Desain packaging
Bahan : Karton 2 mm Bentuk :Balok
Teknik cetak : Cetak offset
32 IV.4.5 Jam Tangan
Gambar IV.13 Desain Jam Tangan
Bahan : Stiker Dan Jam Tangan Bentuk :Lingkaran
Teknik cetak : Cetak offset Ukuran : Costom
IV.4.6 Desain Hangtag
kunci
Gambar IV.14 Desain Hangtag
Bahan : Stiker Dan Karton 2 MM Bentuk : Persegi Panjang
33 IV.4.7 Goodie Bags
Gambar IV.15 Desain Goodie Bags
Bahan : Karton Coklat Bentuk : Persegi Panjang Teknik cetak : Cetak offset