• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pelayanan Kereta Gantunng Skylift Taman Mini Indonesia Indah Melalui Senyum Skylift Sebagai Identitas Baru

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Pelayanan Kereta Gantunng Skylift Taman Mini Indonesia Indah Melalui Senyum Skylift Sebagai Identitas Baru"

Copied!
181
0
0

Teks penuh

  • Penulis:
    • Asha Athifah
  • Pengajar:
    • Melly Maulin, P.S.Sos., M.Si
  • Sekolah: Universitas Komputer Indonesia
  • Mata Pelajaran: Ilmu Komunikasi
  • Topik: Pelayanan Kereta Gantung Skylift Taman Mini “Indonesia Indah” Melalui Senyum Skylift Sebagai Identitas Baru
  • Tipe: Skripsi
  • Tahun: 2011
  • Kota: Bandung

I. Pendahuluan

Bab ini memperkenalkan latar belakang penelitian yang menekankan pentingnya pelayanan prima dalam industri pariwisata modern, khususnya dalam konteks Taman Mini Indonesia Indah (TMII). Penelitian ini meneliti implementasi 'Senyum Skylift' sebagai identitas baru pelayanan kereta gantung Skylift TMII. Bagian ini juga menjelaskan rumusan masalah, identifikasi masalah, maksud dan tujuan penelitian, serta kegunaan penelitian secara teoritis dan praktis bagi pengembangan ilmu komunikasi dan manajemen pelayanan. Penelitian ini relevan dengan tujuan pendidikan tinggi karena menjembatani teori komunikasi dan praktik manajemen dalam konteks riil.

1.1 Latar Belakang Masalah

Latar belakang membahas pentingnya identitas perusahaan dalam industri pariwisata yang kompetitif. Ditegaskan bahwa pelayanan yang unggul dan identitas yang kuat merupakan kunci keberhasilan. Definisi pelayanan dari berbagai sumber, seperti Adrian Payne dan Badiuw Craven, dikaji untuk memberikan kerangka teoritis yang kuat. Diskusi mengenai karakteristik pelayanan (Normann) dan dimensi kualitas layanan (Barry, Parasuraman, dan Zeithaml) memberikan landasan akademis yang kokoh bagi penelitian. Hal ini relevan secara pedagogis karena memaparkan berbagai perspektif teoritis tentang pelayanan pelanggan. Kajian ini juga memperkenalkan TMII dan kereta gantung Skylift sebagai objek penelitian, menetapkan konteks praktis yang akan dikaji dalam penelitian.

1.2 Identifikasi Masalah

Bagian ini merinci pertanyaan-pertanyaan spesifik yang akan dijawab dalam penelitian. Pertanyaan-pertanyaan ini difokuskan pada kegiatan karyawan, pesan yang disampaikan, harapan TMII, dan efektivitas pelayanan 'Senyum Skylift'. Identifikasi masalah ini relevan dengan pembelajaran karena menunjukkan bagaimana suatu permasalahan yang luas dapat diuraikan menjadi pertanyaan-pertanyaan penelitian yang terfokus dan terukur. Ini penting untuk pengembangan kemampuan merumuskan masalah penelitian yang jelas dan terarah.

1.3 Maksud dan Tujuan Penelitian

Maksud penelitian dijelaskan secara eksplisit, yaitu untuk mendeskripsikan pelayanan kereta gantung Skylift TMII melalui 'Senyum Skylift'. Tujuan penelitian dirumuskan secara spesifik, selaras dengan identifikasi masalah. Ini mendemonstrasikan pentingnya perumusan tujuan penelitian yang terukur dan dapat dicapai, suatu aspek penting dalam metodologi penelitian. Secara pedagogis, bagian ini menunjukkan bagaimana tujuan penelitian harus dirumuskan dengan jelas dan terukur, sehingga hasil penelitian dapat diinterpretasi secara objektif.

1.4 Kegunaan Penelitian

Kegunaan penelitian diuraikan dari aspek teoritis dan praktis. Secara teoritis, penelitian ini diharapkan berkontribusi pada pengembangan ilmu komunikasi dan manajemen pelayanan. Secara praktis, penelitian ini diharapkan memberikan masukan bagi TMII dalam meningkatkan pelayanan dan bagi mahasiswa sebagai bahan referensi. Bagian ini menunjukkan manfaat penelitian secara menyeluruh, baik bagi pengembangan ilmu pengetahuan maupun bagi praktik di lapangan. Relevansi pedagogisnya terletak pada pemahaman akan manfaat dan implikasi suatu penelitian.

1.5 Kerangka Penelitian

Bab ini menguraikan kerangka teoritis dan konseptual penelitian. Kerangka teoritis meninjau teori-teori pelayanan, komunikasi, dan identitas korporat. Kerangka konseptual menjabarkan bagaimana elemen-elemen tersebut saling berkaitan dalam konteks 'Senyum Skylift'. Ini penting dalam pembelajaran karena menunjukkan bagaimana teori diintegrasikan dengan praktik. Secara pedagogis, bagian ini melatih kemampuan mahasiswa dalam membangun kerangka berpikir yang sistematis dan menghubungkan teori dengan konteks empiris.

1.6 Pertanyaan Penelitian

Bagian ini mencantumkan pertanyaan-pertanyaan penelitian yang diajukan kepada informan utama dan informan kunci. Ini menunjukkan perbedaan jenis pertanyaan yang digunakan untuk menggali informasi dari berbagai sumber. Bagian ini penting secara pedagogis karena menunjukkan bagaimana merancang pertanyaan penelitian yang tepat untuk mendapatkan data yang relevan dan akurat. Pertanyaan-pertanyaan yang dirumuskan bersifat terbuka dan terarah, memastikan data yang kaya dan relevan dapat dikumpulkan.

1.7 Subjek dan Informan Penelitian

Bab ini menjelaskan subjek penelitian (pimpinan dan karyawan Skylift TMII) dan informan penelitian (karyawan dan pengunjung). Penjelasan ini menunjukkan pemahaman akan perbedaan antara subjek dan informan dalam penelitian kualitatif. Hal ini penting untuk pembelajaran karena menunjukkan pemilihan sampel yang tepat dalam penelitian. Penggunaan triangulasi data juga dijelaskan, menunjukkan upaya untuk meningkatkan validitas temuan.

1.8 Metode Penelitian

Metode penelitian kualitatif deskriptif dijelaskan dan dijustifikasi. Peneliti menjelaskan pilihan metode ini dan bagaimana hal itu sesuai dengan tujuan penelitian. Hal ini penting dalam pembelajaran karena menunjukkan bagaimana memilih metode penelitian yang tepat sesuai dengan permasalahan dan tujuan penelitian. Penelitian kualitatif deskriptif dipilih karena sesuai dengan sifat penelitian yang bertujuan untuk mendeskripsikan secara rinci fenomena yang diteliti.

1.9 Teknik Pengumpulan Data

Teknik pengumpulan data yang digunakan, yaitu wawancara mendalam, observasi, dokumentasi, studi pustaka, dan internet searching, dijelaskan secara detail. Bagian ini menunjukkan pemahaman akan berbagai teknik pengumpulan data dan bagaimana teknik-teknik tersebut dipilih dan diimplementasikan. Hal ini penting untuk pembelajaran karena menunjukkan kemampuan untuk memilih dan mengaplikasikan berbagai teknik pengumpulan data yang sesuai dengan konteks penelitian.

1.10 Teknik Analisis Data

Teknik analisis data kualitatif, yang meliputi penyeleksian data, klasifikasi data, perumusan hasil, dan analisis hasil, dijelaskan secara sistematis. Bagian ini menunjukkan pemahaman akan proses analisis data kualitatif. Secara pedagogis, bagian ini melatih kemampuan mahasiswa dalam menganalisis data kualitatif secara sistematis dan menghasilkan kesimpulan yang bermakna.

1.11 Lokasi dan Waktu Penelitian

Lokasi dan waktu penelitian dijelaskan secara spesifik. Ini menunjukkan ketelitian dan ketepatan dalam perencanaan penelitian. Hal ini penting untuk pembelajaran karena menunjukkan pentingnya perencanaan yang matang dalam penelitian.

1.12 Sistematika Penulisan

Sistematika penulisan skripsi dijelaskan secara ringkas. Ini memberikan gambaran umum tentang struktur skripsi dan bagaimana berbagai bagian saling berkaitan. Hal ini penting untuk pembelajaran karena menunjukkan pemahaman akan struktur penulisan ilmiah yang baik.

II. Tinjauan Pustaka

Bab ini mengkaji literatur yang relevan dengan topik penelitian. Tinjauan ini mencakup teori-teori komunikasi, komunikasi organisasi, komunikasi nonverbal, pelayanan pelanggan, identitas korporat, manajemen karyawan, dan perilaku pengunjung. Literatur-literatur ini memberikan landasan teoritis bagi analisis data dan interpretasi temuan. Relevansi pedagogis terletak pada kemampuan menyusun tinjauan pustaka yang komprehensif dan sistematis sebagai dasar analisis penelitian.

III. Objek Penelitian

Bab ini memberikan gambaran tentang Taman Mini Indonesia Indah (TMII) dan kereta gantung Skylift, termasuk sejarah, struktur organisasi, dan pelayanan yang diberikan. Ini penting karena memberikan konteks bagi analisis data yang akan disajikan di bab selanjutnya. Relevansi pedagogis terletak pada kemampuan untuk memahami dan mendeskripsikan objek penelitian secara komprehensif.

IV. Hasil Penelitian dan Pembahasan

Bab ini menyajikan temuan penelitian berdasarkan data yang dikumpulkan. Temuan-temuan ini dianalisis dan diinterpretasi berdasarkan kerangka teoritis yang telah diuraikan di bab sebelumnya. Diskusi ini membahas bagaimana 'Senyum Skylift' berkontribusi pada pelayanan dan identitas Skylift TMII. Relevansi pedagogis terletak pada kemampuan menginterpretasi data, membuat kesimpulan, dan menghubungkan temuan dengan teori.

V. Kesimpulan dan Saran

Bab ini merangkum temuan penelitian dan memberikan saran-saran praktis bagi TMII dalam meningkatkan pelayanan dan membangun identitas korporat yang lebih kuat. Kesimpulan dan saran ini relevan dengan tujuan pendidikan tinggi karena menunjukkan kemampuan untuk menyimpulkan hasil penelitian dan memberikan rekomendasi yang bermakna. Relevansi pedagogis terletak pada kemampuan untuk merumuskan kesimpulan yang valid berdasarkan temuan dan memberikan saran-saran yang konstruktif.

Referensi Dokumen

  • Manajemen Pelayanan Prima ( Nina Rahmayanty )
  • Teori dan Profesi Kehumahan Serta Aplikasinya ( M. Linggar Anggoro )
  • Dasar-dasar Public Relations ( Elvinaro Ardianto dan Soleh Soemirat )
  • Komunikasi Massa Suatu Pengantar Edisis Revisi ( Elvinaro Ardianto, Lukiati Komala dan Siti Karlinah )
  • Pengantar Ilmu Komunikasi ( Hafied Cangara )

Gambar

Gambar 1.1
Tabel 1.1 Informan Penelitian
Tabel 1.3 Waktu Penelitian
Gambar 2.1 Unsur Komunikasi
+7

Referensi

Dokumen terkait

Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif dengan informan yang berjumlah 6 (enam) orang. Data diperoleh melalui wawancara mendalam,

Proses strategi bidang promosi, khususnya dalam kepuasan pengunjung yaitu melalui mobil keliling dipandang sebagai rantai komunikasi perusahaan yaitu Taman Mini

17 Data primer atau data utama diperoleh dari hasil wawancara dengan para informan dan informan yang pernah mendapatkan kasus seperti yang dimaksud.Informan dalam

Dari analisis data yang dilakukan diperoleh hasil bahwa penumpang kereta api gerbong khusus wanita secara umum merasa tidak puas terhadap pelayanan yang diberikan oleh

a. Data Primer adalah data yang bersumber dari penelitian lapangan yaitu suatu data yang diperoleh langsung dari sumber pertama di lapangan yaitu baik dari responden maupun

Analisis deskriptif dilakukan terhadap data yang diperoleh dari hasil penelitian (kuisioner) melalui responden pengamatan lapangan dan wawancara maupun data skunder

485.000,- Hasil analisis kinerja pelayanan kereta api eksekutif Bima diperoleh nilai rata- rata kepentingan dari keseluruhan atribut pelayanan sebesar 4,572 dan nilai

Dari analisis data yang dilakukan diperoleh hasil bahwa penumpang kereta api gerbong khusus wanita secara umum merasa tidak puas terhadap pelayanan yang diberikan oleh