RESENSI BUKU
A. DATA BUKU
Judul Buku : Para Bajingan Yang Menyenangkan Judul Tulisan : Kalian Tetaplah Sahabat Karibku Pengarang : Puthut Ea
Penerbit : Buku Mojok Cetakan : Pertama
Tahun Terbit : Desember, 2016
Dimensi Buku : 13 x 20 cm Harga Buku : Rp
48.000,-ISBN : 978-602-1318-44-7 Tebal Buku : 178 halaman
B. ULASAN BUKU
kuliah di salah satu universitas ternama di Yogyakarta sebut saja Universitas Gajah Mada. Penulis dengan lima kawannya yang masing-masing kuliah
dijurusan yang berbeda di UGM. Kelima kawannya tersebut memiliki nama panggilan yang sedikit aneh seperti almarhum Jadek, Bagor, Kunthet, Proton, hingga Babe.
Mereka berenam dipertemukan oleh suatu hobi yang mungkin terlihat agak aneh yaitu hobi bermain judi. Hampir tiap malam mereka selalu berjudi secara
berkelompok, mereka sangat gemar bermain judi mesin dan judi bola. Pernah suatu malam saat berjudi karena ragu mereka berenam pergi ke dukun yang ada di Prambanan untuk meminta wejangan dari dukun agar mereka menang saat
main judi. Namun setelah dua kali mereka pergi ke dukun itu tapi selalu saja mereka mengalami kekalahan yang berujung ucapan kata-kata “Dukun Sialan!”
ujar salah seorang teman Puthut.
Tidak hanya bermain judi utama yang biasa dilakukan di malam hari namun mereka juga melakukan judi sampingan yakni main samgong di kantin
Fakultas Sastra UGM. Kantin itu dikenal dengan sebutan Kantin Bonbin.
Lalu, apabila saat judi utama menang mereka akan merayakan kemenangan
dengan membeli barang-barang di Ramai Mall yang ada di Jalan Malioboro dengan cara yang nyentrik dan tidak biasa. Satu per satu dari mereka diharuskan menutup mata lalu berputar tiga kali sembari menuding barang dan
harus mereka beli. Ada yang menunjuk seorang satpam, jam tangan, sepatu, baju, namun ada juga yang menunjuk ke arah pakaian dalam wanita.
Setiap kawan Puthut memiliki ciri khas sifat masing-masing yang sering kali dianggap konyol dan tidak masuk akal. Dalam novel ini diceritakan bahwa enam sekawan ini tidak mau tumbuh dewasa dan hidup normal seperti
layaknya orang-orang biasa, mereka hanya ingin persahabatan mereka abadi. Namun, ketika salah seorang dari mereka telah bekerja di salah satu BUMN
dan menikah, makan kawan-kawan yang lain mulai gusar untuk segera menyelesaikan pendidikan dan mencari pekerjaan.
Diakhir novel ini, diceritakan bahwa si penulis telah menikah dan
mempunyai anak, begitu pula dengan kawan-kawan yang lainnya mereka juga melanjutkan hidup secara normal dan tidak berjudi lagi. Tidak hanya sampai
disitu mereka juga masih sering berkumpul dan mengenang masa muda mereka ketika mereka pulang kampung ke Yogyakarta.
C. KEUNGGULAN BUKU
Buku yang berjudul “Para Bajingan Yang Menyenangkan” karya Puthut Ea ini benar-benar memaparkan kisah hidupnya dimasa muda dengan cara yang
berbeda, asyik, kocak, lucu, dan jujur. Novel yang diperuntukkan bagi orang dewasa ini sangat cocok dibaca pada saat waktu senggang karena cerita yang ditampilkan ringan serta lucu maka buku ini layak dijadikan buku bacaaan
Cerita yang ditampilkan melalui kata khas orang Jogja, dengan kata-kata yang agak sedikit kasar dan medok namun, buku ini juga memiliki
kelebihan yakni terdapat kamus terjemahan kedalam bahasa indonesia pada halaman akhir setelah penutup agar para pembaca tidak kebingungan saat menemui kata-kata berbahasa jawa dalam buku ini.
Buku dengan jumlah halaman 178 menurut saya tidak terlalu tebal, karena isi cerita dalam buku yang menarik membuat saya ingin segera menyelesaikan
buku tersebut dalam sekali baca saja. Cerita yang diselingi humor-humor nyata yang terjadi dalam kehidupan sang penulis dan kawan-kawannya terkadang membuat saya tersenyum sendiri saat membaca buku ini. Saya merasa terhibur
dengan cerita yang disajikan oleh penulis dalam buku ini.
Selain itu, penyajian sampul buku cukup menarik perhatian mata untuk
membeli buku ini. Sampul depan buku yang menggabungkan warna-warna dan gambar yang hidup seolah-olah menarik para pembaca untuk membeli dan membca buku tersebut.
D. KELEMAHAN BUKU
Buku terbitan Desember 2016 ini sedikit memiliki kekurangan dalam
penyajian ceritanya. Buku yang merupakan novel dewasa agaknya kurang mencirikan sebuah novel yang ditulis bersambung dari satu cerita ke cerita lainnya. Namun, dalam buku ini seolah-olah bukan seperti buku novel tetapi
paragraf selanjutnya cerita beralih pada permasalahan lain yang membuat alur cerita tidak runtut.
RESENSI BUKU
“PARA BAJINGAN YANG MENYENANGKAN”
Disusun Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Pendidikan Pancasila Dosen Pengampu : Edi Safitri, S.Ag, MSI
Disusun oleh :
Ika Nahdati Rahmah
(16422160)
PENDIDIKAN AGAMA ISLAM FAKULTAS ILMU AGAMA ISLAM
UNIVERSITAS ISLAM INDONESIA
YOGYAKARTA