• 3 SKS :
– Perkuliahan : 3 jam SKS (3 X 45 menit) /
Perkuliahan : 3 jam SKS (3 X 45 menit) /
minggu
M t k li h i i
l j i
l
i
Mata kuliah ini mempelajari proses penyelesaian
masalah dalam sistem nyata melalui
pengembangan model matematik dan simulasi
pengembangan model matematik dan simulasi,
mulai dari pemahaman konsep sistem,
pendekatan sistem, membuat formulasi
p
,
masalah, memformulasikan model untuk
memecahkan sistem nyata dan merumuskan
Mahasiswa mampu membuat formulasi (memodelkan dan mensimulasikan) dari permasalahan sistem nyata
• KHUSUS :
– Mahasiswa memahami konsep sistem, pendekatan sistem, model dan pemodelan sistem.
model dan pemodelan sistem.
C
h
• Ceramah
• Diskusi (Kelompok)
• Quiz
tertulis.
•
Kehadiran < 75 %, tidak boleh ikut UAS
(Syarat Kelulusan)
(Syarat Kelulusan).
•
Ujian susulan diperbolehkan jika mhs dapat
menunjukkan bukti autentik .
•
Semua tugas harus dikerjakan dan diserahkan
pada waktu yang ditentukan.
•
Mahasiswa yang terlambat lebih dari 15 menit
Mahasiswa yang terlambat lebih dari 15 menit
tidak diperkenankan masuk kelas, demikian
juga untuk dosen, kecuali telah disepakati
sebelumnya
NA = 10% QUIZ + 20% TUGAS + 30% UTS + 40% UAS • Skala Penilaian :
INDEKS NILAI AKHIR KETERANGAN
A NA 80 Lulus (Sangat Baik)( g )
B 68 NA 79 Lulus (Baik) C 56 NA 67 Lulus (Cukup) D 45 NA 55 Lulus (Kurang)
– Karakteristik model – Prinsip pemodelan – Klasifikasi modelKlasifikasi model
– Tahapan pengembangan model • Konsep Simulasi Sistem
M d l St ti tik d l Si l i • Model Statistik dalam Simulasi
Private Limited, 1989.
2. Law, Averill M., Simulation Modeling and Analysis, McGraw-Hill International Edition, 2007.
3. Simatupang, Togar M., Pemodelan Sistem, Penerbit Nindita Klaten, 1995.
4. Sridadi, Bambang, Pemodelan dan Simulasi Sistem, 4. Sridadi, Bambang, Pemodelan dan Simulasi Sistem,
PreTest
1.
Apa
yang
dimaksud
dengan
model
?
2.
Apa
yang
dimaksud
dengan
pemodelan
?
DEFINISI MODEL
DEFINISI
MODEL
Model merupakan penyederhanaan dari sistem yang akan dipelajari.
Model adalah suatu representasi/formalissasi dalam bahasa tertentu
(yang disepakati) dari suatu sistem nyata.
Sistem nyata : sistem yang sedang berlangsung dalam kehidupan sistem
Sistem nyata : sistem yang sedang berlangsung dalam kehidupan, sistem yang dijadikan titik perhatian dan dipermasalahkan.
Model dapat dianggap sebagai subtitusi (pengganti) untuk sistem yang Model dapat dianggap sebagai subtitusi (pengganti) untuk sistem yang
dipertimbangkan dan digunakan apabila lebih mudah bekerja dengan subtitut tersebut daripada dengan sistem sesungguhnya.
Pemodelan adalah proses membangun atau membentuk sebuah model
Sk
P
P
d l
Sistem nyata (A) akan dilihat dan dibaca oleh pemodel dan
Sistem nyata (A) akan dilihat dan dibaca oleh pemodel dan membentuk “image” atau gambaran tertentu di dalam pikirannya. Tetapi “image” (A’) tidak persis sama dengan sistem nyata (A ≠ A’) karena pemodel membacanya dengan menggunakan “kacamata karena pemodel membacanya dengan menggunakan kacamata tertentu”.
“Kacamata” adalah sudut pandang/visi /wawasan tentang kehidupan
Kacamata adalah sudut pandang/visi /wawasan tentang kehidupan, yang dipengaruhi oleh 3 faktor :
Tata nilai yang diyakini/dianut oleh pemodel
Ilmu pengetahuan yang dimiliki pemodel
Ilmu pengetahuan yang dimiliki pemodel
Pengalaman hidup pemodel
“I ”/ it d l h t d l t l ( iki t b fiki
Alat komunikasi umumnya berberuk bahasa tertulis (seperti uraian
Alat komunikasi umumnya berberuk bahasa tertulis (seperti uraian verbal, simbol, huruf, grafik, angka, gambar dll) atau berupa wujud fisik.
Model yang sudah diformalkan dapat diuji kesesuaiannya dengan sistem nyata secara ilmiah. Untuk memperkecil kesalahan pengembangan dan hasil dari model dapat dilakukan penyesuaian pengembangan dan hasil dari model, dapat dilakukan penyesuaian‐ penyesuaian tertentu.
M d l tid k ki b i ik k i t t k
KARAKTERISTIK MODEL
KARAKTERISTIK
MODEL
Suatu model yang baik, akan mempunyai karakteristik :
Tin k t n r li i tin i
1. Tingkat generalisasi tinggi
Semakin tinggi derajat generalisasi, maka kemampuan model tersebut untuk memecahkan masalah makin besar.
2 Mekanisme transparansi
2. Mekanisme transparansi
Mekanisme suatu model dalam memecahkan masalah dapat dilihat jelas, sehingga dapat diterangkan kembali (rekonstruksi) tanpa ada yang
disembunyikan. disembunyikan.
3. Potensial untuk dikembangkan
Mampu membangkitkan minat peneliti lain untuk menyelediki lebih lanjut dan membuka kemungkinan untuk dikembangkan menjadi model lanjut dan membuka kemungkinan untuk dikembangkan menjadi model yang lebih kompleks dan berdaya guna untuk menjawab masalah sistem nyata.
PRINSIP PRINSIP PENGEMBANGAN PEMODELAN
PRINSIP
‐
PRINSIP
PENGEMBANGAN
PEMODELAN
1. Elaborasi
Pengembangan model dimulai dengan yang sedehana dan secara Pengembangan model dimulai dengan yang sedehana dan secara bertahap dielaborasi hingga diperoleh model yang lebih representatif. Penyederhanaan dilakukan dengan menggunakan sistem asumsi yang ketat tetapi memenuhi persayaratan (konsistensi, independensi,
k i l i d l i) ekuivalensi dan relevansi)
2. Sinektik
Metode yang dibuat untuk mengembangkan pengenalan masalah secara
l i d k k Bi
analogis yang mengacu pada penemuan kesamaan‐kesamaan. Biasanya menggunakan prinsip‐prinsip, hukum, teori, aksioma, dan dalil.
3. Iteratif
M t d l k k b b l t
JENIS
‐
JENIS
MODEL
(1)
Model dapat direpresentasikan dalam berbagai cara.
Model dikelompokkan untuk mempermudah dalam memahami
makna dan kepentingannya.p g y
Model dapat dikategorikan menurut jenis, dimensi, fungsi, tujuan,
pokok kajian, atau derajat keabstakkannya.
Secara umum & praktis model pada dasarnya dapat dikelompokkan Secara umum & praktis, model pada dasarnya dapat dikelompokkan
menjadi :
Model Ikonik (Model Fisik)
Merupakan perwakilan fisik dari sistem baik dalam bentuk ideal maupun Merupakan perwakilan fisik dari sistem, baik dalam bentuk ideal maupun dalam skala yang berbeda. Model ini punya karakteristik yang sama dengan sistem yang diwakilinya.
Model Analok (Model Diagramatik)
Digunakan untuk mewakili situasi dinamik (keadaan yang berubah menurut waktu).
JENIS JENIS MODEL (3)
JENIS
‐
JENIS
MODEL
(3)
Model Fisis/Fisik
Did k d l i t i t i t ( k i l kt i dll) Didasarkan pada analogi antara sistem‐sistem (mekanis, elektris, dll). Dalam model ini, atribut sistem digambarkan oleh pengukurnya.
Contoh :
M d l h d l j b
Model rumah, model jembatan.
Laju ; laju gerak jarum pengukur kecepatan (speedometer)
d l k
Model Fisik Statis
Biasa disebut sebagai Model Skala (model yang dibuat dengan memperkecil ukuran asli dari sistem).
Contoh :
JENIS JENIS MODEL (4)
JENIS
‐
JENIS
MODEL
(4)
Model Fisis Dinamis
M d l i i did i l h l i (k il k i t ) t i t Model ini didasari oleh analogi (kesamaan prilaku sistem) antara sistem yang diamati dengan beberapa sistem lain yang secara alamiah berbeda.
Model Matematis
M k i b l i b l d ik k Menggunakan simbol‐simbol dan persamaan matematika untuk
menggambarkan sistem. Atribut direpresentasikan oleh variabel, dan aktivitas oleh fungsi0fungsi matematika yang menghubungkan variabel yang ada.
Model Matematik Statis Model Matematik Statis
Model ini memberikan hubungan antara atribut sistem ketika sistem berada dalam keseimbangan. Jika titik keseimbangan diubah dengan mengganti nilai‐ nilai atributnya, maka model dimungkinkan untuk memperoleh nilai‐nilai nilai atributnya, maka model dimungkinkan untuk memperoleh nilai nilai yang baru untuk semua atributnya, tetapi bagaimana cara‐cara nilai tersebut berubah tidak diperlihatkan.
JENIS JENIS MODEL (5)
JENIS
‐
JENIS
MODEL
(5)
Model Matematik Dinamis
M d l i i b l hk b h t ib t t ib t i t Model ini memperbolehkan pengubahan atribut‐atribut sistem yang diperoleh sebagai fungsi waktu. Penurunan dapat dilakukan dengan analitis atau komputasi numeris, bergantung pada kerumitas model.
Metode Numeris : Melibatkan penggunaan prosedur‐prosedur
komputasi untuk menyelesaikan persamaan yang ada atau aproksimasi
aproksimasi.
Metode Analitis : Memakai teori matematika deduktif untuk
l ik d l hi h il k
PreTest
1.
Apa
yang
dimaksud
dengan
simulasi
?
2.
Berikan
contoh
simulasi
yang
saudara
ketahui
( i i
l
)
Definisi Simulasi (1)
Definisi
Simulasi
(1)
Simulasi adalah proses implementasi model menjadi program komputerp (software)( ) atau rangkaiang elektronik dan mengeksekusig software tersebut sedemikian rupa sehingga perilakunya menirukan atau menyerupai sistem nyata tertentu untuk tujuan :
Mempelajarip j perilakup sistem
Pelatihan
Permainan
Definisi Simulasi (2)
Definisi
Simulasi
(2)
Simulasi adalah peniruan operasi menurut waktu sebuah proses atau sistem nyatay ;;
Dapat dilakukan secara manual maupun dengan bantuan komputer
Menyertakan pembentukan data dan sejarah buatan (artificial history) dari sebuah sistem, pengamatang data dan sejarah,j dan kesimpulan yangy g terkait dengan karakteristik sistem‐sistem.
Untuk mempelajari sebuah sistem, biasanya harus dibuat asumsi‐ asumsi tentang operasi sistem tersebut.
Model Simulasi
Model
Simulasi
Suatu representasi sederhana dari sebuah sistem (proses atau teori).
Model‐model tidak harus memiliki seluruh atribut (hanya disederhanakan, dikontrol, digeneralisasi atau di‐idealkan).
Bagi sebuah model yang akan digunakan, seluruh sifat‐sifat relevan‐ nya harus ditetapkan dalam suatu cara yang praktis, dinyatakan dalam suatu set deskripsi terbatas yang masuk akal (reasonably)
suatu set deskripsi terbatas yang masuk akal (reasonably).
Sebuah model simulasi harus divalidasi. Setelah divalidasi, maka dapat di k k l diki d dik i il k ( if )
digunakan untuk menyelediki dan memprediksi perilaku (sifat)
Kapan Simulasi Cocok Digunakan ?
Kapan
Simulasi
Cocok
Digunakan
?
Mempelajari intekasi internal sub‐sistem yang kompleks.
M ti if t d l d h il k l kib t b h
Mengamati sifat model dan hasil keluaran akibat perubahan lingkungan luar atau variabel internal.
Meningkatkan kinerja sistem melalui pembangunan/pembentukan model
model.
Eksperimen desain dan aturan baru sebelum diimplementasikan.
Alat bantu pelatihan dan pembelajaran dengan biaya yang lebih d h
rendah.
Visualisasi operasi melalui animasi.
Kapan Simulasi Tidak Cocok Digunakan ?
Kapan
Simulasi
Tidak
Cocok
Digunakan
?
Jika masalah dapat diselesaikan dengan metode sederhana.
Jik k i l l bih d h dil k k
Jika eksperimen langsung lebih mudah dilakukan
Jika biaya terlalu mahal.
Jika sumber daya atau waktu tidak tersedia.
Jika tidak ada data yang tersedia.
Jika verifikasi dan validasi tidak dapat dilakukan.
Bidang Bidang Aplikasi
Bidang
‐
Bidang
Aplikasi
Perancangan dan analisis sistem manufacturing.
Evaluasi persyaratan hardware dan software untuk sistem komputer.
Evaluasi sistem persenjataan atau taktik militer yang baru.
PerancanganPerancangan sistemsistem komunikasikomunikasi dandan messagemessage protokol.protokol.
Perancangan dan pengoperasian fasilitas transportasi. Misalnya jalan tol, bandara, rel kereta api atau pelabuhan.
Evaluasi sistem keuangan atau ekonomi
KLASIFIKASI
MODEL
SIMULASI
Model Simulasi Statik
Representasi sistem pada waktu tertentu. Contoh : model Monte Carlo
Contoh : model Monte Carlo
Model Simulasi Dinamik
Merepresentasikan sistem dalam perubahannya terhadap waktu. C t h i t di b ik
Contoh : sistem conveyor di pabrik
Model Simulasi Deterministik
Tidak memiliki komponen probabilistik (random)
Model Simulasi Stokastik
Memiliki komponen input random dan menghasilkan output yang random pula.
Model Simulasi Kontinyuy
Status berubah secara kontinyu terhadap waktu. Contoh : gerakan pesawat terbang
Model Simulasi Diskrit
Model Simulasi Diskrit
SIMULASI
Peristiwa Diskrit
Pemodelan sistem, dimana variabel keadaan berubah pada set waktu yang diskrit.
Misalnya :
Studi kinerja sistem komputer digital S di i i b k
Studi sistem antrian bank
Peristiwa Kontinu
Merupakan sistem dimana keadaan (state)‐nya berubah secara kontinu terhadap waktu.
Misalnya :
Studi proses reaksi kimia
BAHASA SIMULASI
BAHASA
SIMULASI
C dan C++
Java
Java
Pascal
Fortran
Si i
Simscript
Matlab/Simulink
Untuk pemodelan & simulasi sistem dinamis
Menyediakan fungsi aljabar linier, matriks, trigonometri,
TAHAPAN PENGEMBANGAN MODEL SIMULASI
TAHAPAN
PENGEMBANGAN
MODEL
SIMULASI
Dalam pembetukan model, harus diperhatikan faktor apa saja yang mempengaruhi perilaku dari sistemnya (memperhatikan pengertian mempengaruhi perilaku dari sistemnya (memperhatikan pengertian konsep sistemnya).
Tentukan variabel variabel apa saja yang menentukan performansi
Tentukan variabel‐variabel apa saja yang menentukan performansi sistem yang diamati, lalu bagaimana variabel‐variabel tersebut dapat dikendalikan dan diatur.
Kriteria yang haris dipenuhi dalam memodelkan suatu sistem : Model harus mewakili (merepresentasikan) sistem nyatanya
d l k d h d k l k h
Secara implisit,p terdapat 6p tahap umum yangp y g selalu muncul dalam pengembangan model & simulasi :
1. Memahami sistem yang akan disimulasikan
1. Memahami sistem yang akan disimulasikan
Memahami cara kerja sistem
Output : uraian, context diagram yang menjelaskan hubungan sistem & lingkungannyag g y
2. Mengembangkan model matematis dari sistem
Persamaan : diferensial, aljabar linier, logika diskrit, variabel keadaan dll yang disesuaikan dengan karakteristik sistem dan tujuan pemodelan.
y g g j p
Output : persamaan matematis, DFD
Cari analogi dari sistem/model lain yang sudah ada untuk mempermudah
3. Mengembangkan model matematis untuk simulasi
4. Membuat program/softwarep g komputerp
Menentukan bahasa pemrograman yang cocok untuk simulasi komputer (tergantung pada fasilitas yang tersedia pada kompiler untuk
mendukung simulasi seperti prosedur, fungsi, GUI, library)
Membuat coding sesuai dengan tujuan simulasi
5. Menguji, verifikasi dan validasi output simulasi
Tolak ukur baik/tidaknya simulasi adalah sejauh mana kemiripan hasil simulasi jika dibandingkan dengan sistem nyata yang bersangkutan.
Pengujian dilakukan pada tingkat modul program untuk menguji fungsi sistem
V ifik i dil k k t k b ktik b h h il i l t i
Verifikasi dilakukan untuk membuktikan bahwa hasil implementasi program komputer telah sesuai dengan rancangan model konsep dari sistem nyata
Validasi dilakukan dengan membandingkan hasil outputValidasi dilakukan dengan membandingkan hasil output simulasi dengansimulasi dengan data dari sistem nyata, yang diperoleh dari hasil pengujian, sensor, sensus
Jika validasi tidak bisa diukur, maka dilakukan evaluasi secara subjektif
6. Mengeksekusi program simulasi
6. Mengeksekusi program simulasi
VARIABEL ACAK &
VARIABEL ACAK &
FUNGSI DISTRIBUSI
Mata Kuliah Pemodelan & Simulasi
Pertemuan Ke- 5 & 6
Riani L Riani L.
Variabel acak (random variable)
Definisi: suatu fungsi atau aturan yang menunjukkan sebuah bilangan riil untuk suatu titik sampel pada ruang sampel S
Variabel yang nilainya ditentukan oleh hasil sebuah eksperimen.
Variabel acak merepresentasikan hasil yang tidak pasti.p y g p
Biasanya variabel acak dinyatakan dengan huruf besar X, Y, Z dan nilai variabel acaknya dimisalkan dengan huruf kecil x y z
variabel acaknya dimisalkan dengan huruf kecil x, y, z.
Variabel Acak terdiri dari :
Variabel Acak Diskrit
Variabel Acak Diskrit
Variabel acak yang nilainya berupa bilangan cacah, dapat dihitung dan terhingga.
Contoh:
- Jumlah pembeli yang memasuki sebuah toko = 2 orang - Banyaknya produk yang rusak = 12 buahy y p y g
Ruang sampel diskrit :
Ruang sampel diskrit mempunyai banyak elemen terhingga
Eksperimen : Pelemparan sebuah dadu
Hasil : Mata dadu yang tampak di atas
Ruang sampel : S = {1,2,3,4,5,6}
Peristiwa : A Titik ganjil yang muncul {1 3 5}
VARIABEL ACAK KONTINU
Variabel acak yang nilainya berupa selang bilangan, tidak dapat dihitung dan tidak terhingga (memingkinkan pernyataan dalam bilangan pecahan).
Biasanya untuk hal-hal yang diukur (jarak, waktu, berat, volume)
Contoh:
-Jarak pabrik ke pasar = 35,57 km
-Waktu produksi per unit = 15,07 menit
Ruang sampel kontinu :
Ruang sampel kontinu mempunyai bilangan-bilangan dalam suatu interval
Eksperimen : Pemilihan 1 mahasiswa secara random dicatat IPK nya
Eksperimen : Pemilihan 1 mahasiswa secara random, dicatat IPK-nya
Hasil : Bilangan real antara 0 dan 4
Ruang sampel : S = { xR : 0 ≤x≤4}
Distribusi Probabilitas
Distribusi probabilitas dari variabel acak adalah tabel, grafik, atau rumus yang menyatakan probabilitas setiap nilai yang mungkin dimiliki variabel acak.
Contoh:
Ada sebuah kuis dengan tiga pertanyaan dengan kemungkinan jawaban benar/salah Ruang sampel kuis ini terdiri dari hasil
Distribusi Diskrit vs Kontinu
Sejumlah nilai yang mungkin (a countable number of possible values)
Sebuah kontinum dari nilai
C h values)
Contoh :
Contoh :
Sebuah mesin dengan waktu siklus yang terdistribusi
( if ) t 1 2
Jumlah item dalam satu lot
Jumlah individu dalam sekelompok orang
seragam (uniform) antar 1,2 – 1,8 menit
Distribusi :
Distribusi Uniform
Distribusi :
Distribusi Diskrit Uniform
Distribusi Binomial
Distribusi Uniform
Distribusi Exponential
Distribusi Gamma Di t ib i W ib ll
Distribusi Binomial Negatif
Distribusi Geometric
Distribusi Poisson
Distribusi Uniform Kontinyu – U(
,
)
Distribusi :
Densitas :
Parameter :
, real ; <
M
Variansi:
Distribusi Normal– N(
,
2)
Densitas : 0.4
0.
3
x
)
Parameter :
, ; > 0
.10 .2 dn or m (x
• Distribusi normal standar N(0,1):
0.
0
0
.
-4 -2 0 2 4
x
Distribusi Exponential– expo(
)
Distribusi :
Densitas :
Parameter :
Distribusi Diskrit Uniform– DU(i,j)
Distribusi :
Massa :
Parameter :
i, j integer ; i ≤ j M
Mean:
Distribusi Poisson– Poisson(
)
Massa :
Distribusi :
Parameter :
Distribusi Binomial– bin(t,p)
Densitas :
Distribusi :
dimana
Parameter :
t integer ; t > 0, p (0,1)
Mean:
Mean: tp
DISKUSI KELOMPOK
PEMBANGKIT BILANGAN ACAK
Mata Kuliah Pemodelan & Simulasi
Pertemuan Ke- 7
Riani L Riani L.
Pembangkit Bilangan Acak
(R
d
N
b G
t )
(Random Number Generator)
CARA MEMPEROLEH :
ZAMAN DAHULU, dgn cara : Melempar dadu
Mengocok kartu
ZAMAN MODERN (>1940), dgn cara :
membentuk bilangan acak secara numerik/ aritmatik(menggunakan komputer) , disebut “Pseudo Random Number” (bilangan pseudo acak).g p
PEMBANGKIT BILANGAN ACAK, HARUS :
B di t ib i if (0 1) d tid k b k l i t bil
Berdistribusi uniform(0,1) dan tidak berkorelasi antar bilangan. Membangkitkan cepat, storage tidak besar
Dapat di “reproduce”
Bilangan Acak ?
Bilangan acak adalah bilangan yang tidak dapat diprediksi kemunculannya
Tidak ada komputasi yang benar-benar menghasilkan deret bilangan acak secara sempurna
Bilangan acak yang dibangkitkan oleh komputer adalah bilangan acak semu (Pseudo Random Number), karena menggunakan rumus-rumus matematika
matematika
Banyak algoritma atau metode yang dapat digunakan untuk membangkitkan bilangan acak
membangkitkan bilangan acak
Sifat-Sifat Pembangkit PRN
I d d t ti i bl h b b d i k t t ti
Independent : tiap variablenya harus bebas dari ketentuan, seperti :
Zi-1= merupakan hasil akhir
Z0 = merupakan angka pertama yang bebas tertentu
a = merupakan angka konstan yang dapat bebas dengan ketentuan tersendiri
c = merupakan angka bebas tetapi tidak ada hubungan tertentu dengan m
Uniform : suatu distribusi yang umum (distribusi probabilitas) dan sama untuk y g ( p ) semua besaran yang dikeluarkan/diambil. Hal ini berarti bahwa diusahakan probabilitasnya sama untuk setiap penarikan random number tersebut.
Dense : Density Probabilitas Distribution harus mengikuti syarat probabilitasDense : Density Probabilitas Distribution harus mengikuti syarat probabilitas (antara 0 dan 1). Hal ini berarti dalam penarikan angka-angka yang dibutuhkan dari Random Number Generator cukup banyak dan dibuat sedemikian rupa sehingga 0 ≤ R.N. ≤ 1
Efficient : artinya dapat cukup sederhana dan dalam menggunakan cara ini harus terlebih dahulu memilih angka-angka untuk variable-variabelnya yang cocok. Hal ini berarti dalam penarikan random number tersebut harus dapat p p
Penentuan Random Number
a. Tabel Random Number; table ini sudah banyak ditemukan mulai dari
enam digit sampai dengan belas digit.
b. Electronic Random Number; number ini banyak juga dipergunakan
dalam percobaan penelitian.
c. Conguential Pseudo Random Number Generator, yang terdiri dari tiga bagian :
Li C i l G (LCG)
a. Linear Congruential Generator (LCG) b. Multiplicative Random Number Generator
Linear Congruential Generator (LCG)
Metode ini digunakan untuk membangkitkan bilangan acak dengan distribusi uniform
Pseudo RNG berbentuk :
Pseudo RNG, berbentuk :
Z
i= (
aZ
i – 1+
c
) mod
m
Dimana :
Zi = bilangan acak ke-i dari deretnya
Zi– 1 = bilangan acak sebelumnya
a = faktor pengali
a a to pe ga
c = increment m = modulus
Contoh 1 LCG :
Membangkitkan bilangan acak sebanyak 8 kali dengan a = 2, c = 7, m = 10, dan Z0= 2
Z1 = (2.2+7) mod 10 = 1 Z2 = (2.1+7) mod 10 = 9 Z3 = (2.9+7) mod 10 = 5 Z = (2 5+7) mod 10 = 7 Z4 = (2.5+7) mod 10 = 7 Z5 = (2.7+7) mod 10 = 1 Z6 = (2.1+7) mod 10 = 9 Z7 = (2.9+7) mod 10 = 5 Z8 = (2.5+7) mod 10 = 7
Bilangan acak yang dibangkitkan adalah : Bilangan acak yang dibangkitkan adalah :
1 9 5 7 1 9 5 7
Contoh 2 LCG :
Membangkitkan bilangan acak sebanyak 8 kali dengan a = 4, c = 7, m = 15, dan Z0= 3
Z1 = (4.3+7) mod 15 = 4 Z2 = (4.4+7) mod 15 = 8 Z3 = (4.8+7) mod 15 = 5 Z = (4 5+7) mod 15 = 12 Z4 = (4.5+7) mod 15 = 12 Z5 = (4.12+7) mod 15 = 10 Z6 = (4.10+7) mod 15 = 2 Z7 = (4.2+7) mod 15 = 0 Z8 = (4.0+7) mod 15 = 7
Bilangan acak yang dibangkitkan adalah : Bilangan acak yang dibangkitkan adalah : 4 8 5 12 10 2 0 7
Terjadi pengulangan pada periode tertentu atau setelah sekian kali
pembangkitan, hal ini adalah salah satu sifat pembangkitan dari metode ini
pe b g , d s s u s pe b g d e ode
dan PRNG pada umumnya
LCG mempunyai periode tidak lebih besar dari m, dan pada kebanyakan kasus periodenya kurang dari itu
kasus periodenya kurang dari itu
LCG mempunyai periode penuh (m – 1) jika memenuhi syarat berikut:
1. c relatif prima terhadap m.
2 1 d t dib i d f kt i d i
2. a – 1 dapat dibagi dengan semua faktor prima dari m
3. a – 1 adalah kelipatan 4 jika m adalah kelipatan 4
4. m > maks(a, c, Z0) 5. a > 0, c > 0
Contoh 3 LCG :
a = 21, c = 3, m = 16 digunakan untuk menghasilkan angka acak PRN Zi = (21.Zi-1 +3) mod 16
Z0 = 13 (pilih angka antara 0 dan 15 (diperoleh dari m-1) sebagai seed Z0 13 (pilih angka antara 0 dan 15 (diperoleh dari m 1) sebagai seed value/starting value)
Z1 = (21. Z0 +3) mod 16 = (21 13+3) mod 16 = (21.13+3) mod 16 = 276 mod (16)
= 4 (random number) Random variate :
Membuat Fungsi Pembangkit Bilangan Acak
d
LCG
Memanggil Bilangan Acak dengan Fungsi
LCG
Multiplicative Random Number Generator
Z
i= (a.Z
i-1) mod m
Dimana :
Bilangan pseudo dimulai dgn nilai awal Z0 yang disebut benih. a & m : bilangan bulat positif tertentu
A.ZA.Zi 1 i-1 dibagi dgn m dan sisanya diambil sebagai nilai Zdibagi dgn m dan sisanya diambil sebagai nilai Zn
Agar Zn berprilaku acak yang dapat dipertanggungjawabkan :
Modulo m dipilih sebesar mungkin untuk memperbesar periode Modulo m dipilih sebesar mungkin untuk memperbesar periode a dipilih agar korelasi antar Zn minimum
Benih Zo: bilangan Bulat positif ganjil, Zo<m
l k /
Untuk pemilihan nilai-nilai yang terbaik dijabarkan sebagai berikut :
a. Pemilihan nilai : m (modulo) merupakan suatu angka integer yang cukupe : ( odu o) e up su u g ege y g cu up
besar dan merupakan satu kata dari yang dipakai pada computer. Contoh :
Dalam computer IBM 360/370 sistem sebuah kata adalah 32 bits
panjangnya, berarti angka integer yang terbesar dalam satu kata computer
p j g y , g g y g p
(computer words) adalah : 232-1 -1 = 231 – 1 = 2147488647
Maka nilai m hasrus lebih satu integer, atau : m = 232-1 +1 = 2147.483.648
Untuk mesin computer system 1130/1800 IBM yang dikenal dengan 16Untuk mesin computer system 1130/1800 IBM yang dikenal dengan 16 BITS Words maka untuk memilih m adalah : m = 216-1 = 32.768
Sedangkan untuk memilih microcomputer dengan 8 BITS akan digunakan ::
m = 28-1 = 128
Dengan nilai m ini akan merupakan pembagi dari nilai (a x Z1) yang mengikuti operasi modulo
mengikuti operasi modulo
Hal ini akan menjadikan mesin computer hanya dapat tertinggi dengan integer m-1 dan apabila produk-produknya lebih besar dari nilai-nilai ini akan mengakibatkan overflow/hang
b. Pemilihan konstanta multiplier : a harus tepat.
Pemilihan nilai a harus bilangan prima terhadap m. a juga harus bilangang p p j g g ganjil (odd number). Pemilihan yang terbaik adalah dengan rumus yang lebih mendekat pada ketepatan.
Untuk system IBM 1130/1800 dengan : 16 Bits akan diperolehy g p
Dan untuk mikrokomputer dengan 8 Bits, maka akan diperoleh :
c. Pemilihan untuk Z0, yang dikenal dengan : SEED = Z0 mengharuskan
relative belakangan prima terhadap m. Hal ini dapat diperhatikan dengan relative belakangan prima terhadap m. Hal ini dapat diperhatikan dengan mudah apabila dicari untuk m adalah angka berpangkat 2 (dua) → angka exporer dari angka 2. Dengan demikian untuk Z0 adalah setiap angka-angka yang ganjil (odd number) seperti : Ig y g g j ( ) p SEEDSEED = Z00 = 12357
Dapat diambil sembarang asalkan bilangan ganjil dan biasanya cukup besar.
d Bilangan c yang dipilih harus bukan merupakan kelipatan dari m dan juga d. Bilangan c yang dipilih harus bukan merupakan kelipatan dari m dan juga
Contoh :
Misal komputer berkapasitas 12 bit word
W = 12
m = 2
w-1= 2
11= 2048
a = 67
a
2
6& a
3 (mod 8)
misal : Zo = 129
Z
1= (67)(129) mod 2048 = 451
Contoh :
U
1= 451/2048 = 0,22015
U
2= 1545/2048 = 0,754395
U = 1115/2048 = 0 544434
U
3= 1115/2048 = 0,544434
U
4= 977/2048 = 0,477051
Periode : m/4 = 2048/4 = 512
Mixed Congruential Random Number Generator
Pseudo Random Number ini dapat dirumuskan dengan :
Rumus Pseudo Random Number generator ini adalah dengan syarat utama
h j l h bil i (b l ) d l bih b d i l i i
n harus sejumlah bilangan integer (bulat) dan lebih besar dari nol, rumus ini dikenal juga dengan nama ‘Linier Congruential RNG’
beberapa kondisi syarat-syaratnya sebagai berikut :
C d l h bil l ti i t h d
C = adalah bilangan relative prima terhadap n
a = 1 (mod.q) untuk setiap factor prima q dari m
a = 1 (mod 4) apabila 4 adalah suatu factor dari m
Kondisi 1 berarti bahwa pembagi umum yang terbesar dari c dan m adalah satu. Dan kondisi ini mudah dicapai.
Kondisi 2 berarti :
Apabila akan dapat diperoleh untuk a yaitu a= 1 +qk Apabila akan dapat diperoleh untuk a, yaitu a= 1 +qk
Dimana q adalah faktor prima dari m
Kondisi 3 : berarti a = 1 + 4k
Distribusi Bilangan Acak & Grafiknya
Bilangan acak dapat dibangkitkan dengan pola tertentu yang mengikuti fungsi distibusi yang ditentukan
Untuk mengetahui distribusi suatu bilangan acak digunakan histogram atau PDF
Grafik histogram menunjukkan seringnya kemunculan suatu nilai, dalam hal ini dapat menggambarkan distribusi dari bilangan acak yang
Histogram & PDF Bilangan Acak Berdistribusi
Uniform
PEMBANGKIT
PEMBANGKIT
RANDOM VARIATE
Mata Kuliah Pemodelan & Simulasi
Pertemuan Ke- 8
Riani L Riani L.
R
d
V i t F
i K
ti
& Di k it
Random Variate Fungsi Kontinu & Diskrit
Distribusi Kontinu Uniform
Distribusi Eksponensial
Distribusi Normal
Pendekatan Central Limit Theorem
Box Muller Method
TUGAS
1.
Bangkitkan bilangan acak sebanyak 10 kali.
Dibangkitkan dengan metode Linier Congruential Generator
Jik
dik h i
5
2
128
d il i l
(Z )
12003
Jika diketahui a = 5, c = 2, m = 128, dan nilai awal (Z
0) = 12003
digit terakhir NIM masing-masing
a.
Tentukan fungsi distribusi kumulatifnya !
b.
Bangkitkan random variate distribusi tersebut, bila digunakan
metode LCG untuk membangkitkan 10 bilangan random. Jika
ditentukan bahwa konstanta pengali = 197, konstanta penggeser
p g
,
p gg
= 2375, modulus = 1387, dan nilai awal 12003
c.
Berapakah nilai optimal dari X untuk 0 < X < 1 ?
b l d l l d l h d b
3. Distribusi penerimaan telepon pada suatu sentral telepon adalah distribusi
eksponensial. Dimana penerimaan teleponnya terjadi setiap 0,1 menit. Setiap kali pengecek dilakukan pengambilan sampel sebanyak 10 kali dengan menggunakan random number yang dibangkitkan dengan metode LCG dengan ketentuan random number yang dibangkitkan dengan metode LCG dengan ketentuan
konstanta pengali = 127, konstanta penggeser = 2375, modulus = 1237, dan nilai awal didefinisikan 12003
Hit kt t k k t b t ?
a. Hitung waktu untuk pengecekan tersebut ?
MODEL INVENTORY
Mata Kuliah Pemodelan & Simulasi Pertemuan Ke- 9
Riani L Riani L.
Pendahuluan
Inventory merupakan pengumpulan atau penyimpanan komoditas yang akan digunakan untuk memenuhi permintaan dari waktu ke waktu.
Bentuk persediaan bisa berupa bahan mentah, komponen, barang setangah jadi spare part dan lain lain
setangah jadi, spare part, dan lain-lain.
Tujuan utama pengendalian persediaan adalah meminimumkan total biaya operasi perusahaan. Hal ini berkaitan dengan :
Berapa jumlah komoditas yang harus dipesan
Berapa jumlah komoditas yang harus dipesan
Kapan pemesanan itu hasrus dilakukan
Dalam menentukan jumlah yang dipesan pada setiap kali pemesanan, pada dasarnya harus ipertemukan dua titik ekstrim yaitu :
pada dasarnya harus ipertemukan dua titik ekstrim yaitu :
Memesan dalam jumlah yang sebesar-besarnya; jika memesan dalam jumlah besar akan meminimumkan biaya pemesanan, besar diskon dan faktor teknologis.
Memesan dalam jumlah yang sekecil-kecilnya; akan meringankan
Fungsi dalam Inventory
Siklus persediaan (inventory order)
Siklus persediaan berkaitan dengan pembeli atau menyediakan
dalam jumlah lebih besar dari yang dibutuhkan Alasannya
dalam jumlah lebih besar dari yang dibutuhkan. Alasannya
karena faktor ekonomis, dengan jumlah yang besar akan
mendapatkan diskon berat pula. Disamping itu
hambatan-hambatan berupa faktor teknologi transportasi dan lain lain
hambatan berupa faktor teknologi, transportasi dan lain-lain.
Persediaan pengaman (safety stock)
p
g
(
y
)
Mencegah terhadap ketidaktentuan persediaan. Artinya sebelum
persediaan habis harus dipersiapkan sejumlah persediaan, jika di
suatu saat ternyata persediaan habis sedangkan pemesanan
Komponen Biaya Inventory
Ordering Cost dan Procurement Cost
Merupakan total biaya pemesanan dan pengadaan komoditas hingga siap untuk dipergunakan. Biaya ini berkaitan dengan biaya
pengangkutan, pengumpulan, kepemilikan, penyusunan dan
penempatan di gudang serta biaya lain yang berhubungan dengan pemesanan. Ada dua total biaya pemesanan :
Bi b if t t t (fi d) it tid k
Biaya pemesanan yang bersifat tetap (fixed), yaitu yang tidak
tergantung pada jumlah barang yang dipesan. Biasa disebut ordering cost.
Biaya pemesanan yang bersifat berubah ubah (variable) yang
Holding Cost/Carrying Cost
Biaya ini timbul karena perusahaan menyimpan persediaan. Sebagian besar merupakan biaya penyimpanan fisik, pajak, asuransi. Hal ini dikarenakan modal yang ada dalam persediaan barang kemungkinan akan lebih menguntungkan bila digunakan untuk investasi yang lain.
Shortage Cost
Biaya ini terjadi bila ada permintaan terhadap barang yang kebetulan
d tid k t di t t k h bi U t k b b t t t
sedang tidak tersedia atau stok habis. Untuk barang-barang tertentu yang kebutuhannya tidak mendesak mungkin pelanggan diminta untuk menunggu (back order). Tetapi untuk barang yang sifatnya mendesak atau kebutuhan sehari hari maka pelanggan tidak akan menunggu dan atau kebutuhan sehari-hari maka pelanggan tidak akan menunggu dan akan segera mencari dan membeli penggantinya di tempat lain,
Model Economic Order Quantity
Model Deterministik
Semua parameternya diasumsikan diketahui dengan pasti .
Model EOQ Klasik (sederhana)
Model EOQ Klasik (sederhana)
Model EOQ Back Order
Model EOQ Fixed Production Rate
Model EOQ Quantity Discount
M d l St k
tik
Model Stokastik
Model EOQ Klasik
A
i d
Asumsi dasar :
Barang yang dipesan dan disimpan hanya barang sejenis (homogen)
Permintaan per periode diketahui dan konstan
Ordering cost konstan
Ordering cost konstan
Holding cost berdasarkan rata-rata persediaan
Harga per unit barang konstan
Barang yang dipesan segera tersedia (tidak diijinkan back order)Barang yang dipesan segera tersedia (tidak diijinkan back order)
Parameter yang digunakan :
k = ordering cost per pemesanan
k ordering cost per pemesanan
A = jumlah barang yang dibutuhkan dalam 1 periode (misal 1
tahun)
c = procurement cost per unit barang yang dipesan
p
p
g y
g
p
h = holding cost per unit nilai persediaan
Frekuensi pemesanan sering dilakukan
Q merupakan jumlah barang yang dipesan secara periodik.
Order point adalah saat dimana siklus persediaan (inventory cycle) yang baru dimulai dan yang lama berakhir.
Untuk mengetahui jumlah persediaan dari waktu ke waktu, dapat digunakan gradien A sebagai petunjuk dengan cara melihat garis lurus yang memiliki gradien tersebut.
Karena barang yang dipesan diasumsikan segera tersedia maka setiap siklus persediaan dapat dilukiskan dalam bentuk segitiga dengan tinggi Q dan alat T. Frekuensi pemesanan tergantung pada A dan Q yang dirumuskan :
Jika frekuensi pemesanan dikali dengan biaya setiap pemesanan / ordering cost (k), maka diperoleh :
Holding cost ditentukan oleh jumlah dan lamanya barang disimpan. Setiap waktu jumlah barang berkurang sehingga perlu diperhatikan tingkat persediaan rata-rata jumlah barang berkurang sehingga perlu diperhatikan tingkat persediaan rata-rata.
Karena persediaan bergerak dari Q unit sampai nol unit, sampai tingkat
Holding cost dihitung berdasarkan satuan nilai persediaan dan procurement cost (c), sehingga :
p ( ), gg
Sehingga :
Dalam satu periode (tahun) dibutuhkan A unit barang untuk pengadaan
(procurement) dan biaya pengadaan sebesar c setiap unit barang sehingga :
Jika ketiga komponen biaya tersebut digabungkan, maka diperoleh :
S ti t j l d i d l l di d l h i i k t t l
Seperti tujuan awal dari model persoalan persediaan adalah meminimumkan total annual cost (TC), maka TC minimum dapat dicari dengan menentukan berapa jumlah pemesanan (Q). Karena yang mengandung Q pada fungsi TC hanya ada pada annual ordering cost dan annual holding cost, maka akan lebih sederkana jika Ac diabaikan dalam perhitungan
TC mencapai maksimum jika antara fungsi annual order cost dan total annual holding cost berharga sama.g g
Contoh 1
Sebuah supermarket mampu menjual 10.400 galon susu setiap
tahunnya. Setiap galon menanggung biaya Rp. 20.000,- untuk
sampai ke gudang. Agen meminta bayaran Rp. 400.000,- untuk
p
g
g
g
y
p
pemesanan (tidak tergantung pada berapa jumlah pesanan).
Karena modal yang ada pada susu dipinjam dari bank, maka
supermarket harus membayar bunga sebesar 10% per tahun,
p
y
g
p
,
disamping itu harus membayar pajak atas barang yang
disimpannya sebesar 5% dan juga asuransi 5% dari nilai
persediaan rata-rata.
persediaan rata rata.
Selama ini supermarket memesan 200 galon per minggunya.
Dari sudut biaya yang relevan apakah kebijakan supermarket
mengenai pengendalian persediaan susu ini sudah benar
Model EOQ Back Order
Back order adalah pesanan untuk diambil kemudian oleh pelanggan, hal ini terjadi apabila pelanggan bersedia menunggu pesanan yang sudah habis dan pihak perusahaan tetap mengijinkan menjual barang yang
bersangkutan meskipun barangnya tidak ada di gudang (tingkat persediaan bersangkutan meskipun barangnya tidak ada di gudang (tingkat persediaan barang nol).
Model persediaan dengan back order :
Q adalah jumlah setiap Q adalah jumlah setiap
pemesanan
S adalah jumlah persediaan barang pada setiap awal siklus persediaan (on hand inventory)
Tujuannya adalah
Tahap I : tahap dimana permintaan pembeli dapat dipenuhi dengan on hand inventory. Tahap ini diwakili oleh segitiga besar (tinggi S). Apabila permintaan terhadap barang selama setahun sebesar A maka periode permintaan terhadap barang selama setahun sebesar A, maka periode waktu setiap tahap I pada setiap siklus adalah S/A tahun.
Tahap II : tahap dimana on hand inventory sudah nol dan pembeli harus memesan untuk dapat diambil setelah tersedia kemudian Tahap ini
memesan untuk dapat diambil setelah tersedia kemudian. Tahap ini digambarkan sebagai segitiga kecil dengan tinggi Q-S, nilai ini
menunjukkan jumlah barang yang dipesan oleh pembeli tetapi tidak dapat segera dipenuhi. Waktu yang dibutuhkan untuk memenuhi
i t t b t d l h (Q S)/A t h permintaan tersebut adalah (Q-S)/A tahun.
Sebagai beban (dalam hal kerugian) atas ketidakmampuan perusahaan menyediakan barang yang diminta, maka ada biaya yang timbul yang disebut shortage cost (p) yang bergantung pada banyaknya barang disebut shortage cost (p) yang bergantung pada banyaknya barang yang diminta (tetapi tidak tersedia) dan lamanya permintaan itu baru bisa terpenuhi.
Karena hanya sebagian dari seluruh kebutuhan (Q) yang pernah disimpan, maka holding cost hanya dikenakan pada tahap I, yaitu sebesar :
Annual holding cost & annual shortage cost :
Total annual relevant cost :
Quantitas pesanan & persediaan optimal :
Contoh 2
Bila kasus pada contoh nomor 1 diperluas. Misalkan susu
merek tersebut merupakan barang konsumsi yang sudah
menjadi kesukaan dan cocok untuk pelanggan tertentu
menjadi kesukaan dan cocok untuk pelanggan tertentu.
Dan ia bersedia memesannya bila persediaan barang
sedang kosong. Andaikan untuk supermarket itu dibebani
0 1 sen dolar per galon per hari sebagai shortage cost
0,1 sen dolar per galon per hari sebagai shortage cost
karena persediaan susu kosong, maka berapakah :
Kuantitas pesanan dan persediaan optimal
Tenggang waktu pemesanan
Re Order Point (ROP) & Safety Stock (SS)
Asumsi bahwa barang yang dipesan segera tersedia pada
kenyataanya jarang terpenuhi, karena banyak faktor yang
menyebabkan hal ini terjadi karena kegiatan penyediaan
atau pemesanan barang perlu tenggang waktu (lead time)
hingga barang pesanan bisa tersedia.
Saat kapan pemesanan kembali dilakukan hingga barang
Saat kapan pemesanan kembali dilakukan hingga barang
yang dipesan tersedia disebut titik pemesanan kembali
(ROP).
ROP diperoleh dari hasil kali lead time (L) dan tingkat
ROP diperoleh dari hasil kali lead time (L) dan tingkat
kebutuhan per satuan waktu (U) lalu ditambah dengan
safety stock (SS) :
ROP
U
L
SS
Contoh 3
a. Misal diketahui :
Kebutuhan barang per bulan (U) = 2 ton Lead time (L) = 4 bulan
Lead time (L) 4 bulan
Safety stock (SS) = 25% dari kebutuhan selama lead time Tentukan ROP-nya !
b. Misal diketahui :
Kebutuhan barang per bulan (U) = 2 tong p ( ) Lead time (L) = 4 bulan
Safety stock (SS) ditetapkan sebesar kebutuhan selama 1 bulan Tent kan ROP n a !
Model EOQ Fixed Production Rate
Pada model ini harus dikaitkan dengan tingkat produksi dari
perusahaan pemasok barang atau produsen.
Asumsi yang harus dipenuhi pada penggunaan model ini
Asumsi yang harus dipenuhi pada penggunaan model ini
adalah :
Tingkat permintaan kosntan
Tingkat produksi dari pemasok kosntan
Tingkat produksi lebih besar dari tingkat permintaan per tahun
Lead time konstan
Lead time konstan
Model persediaan fixed production rate
• Asumsi untuk tingkat produksi dan tingkat permintaan konsumen
masing-masing sebesar B unit per tahun dan A per tahun.
• Tampak bahwa siklus persediaan terdiri dari dua fase. Fase I adalah
fase produksi yang digambarkan dengan segitiga siku siku yang kecil fase produksi yang digambarkan dengan segitiga siku-siku yang kecil (kiri) dengan slope (B-A).
Biaya set up (biaya untuk melaksanakan satu production run/set up):
Annual holding cost :
Total annual relevant cost :
Jumlah produksi yang mengakibatkan setup cost dan holding cost mencapai minimum dikenal sebagai economic production quantity (EPQ), yang besarnya :g p q y ( ), y g y
Lama setiap production run :
Contoh 4
Misalkan permintaan suatu produk diketahui 24.000 unit per
tahun. Anggap bahwa suatu mesin menghasilkan produk
tersebut dengan tingkat produksi sebesar 73 000 unit per
tersebut dengan tingkat produksi sebesar 73.000 unit per
tahun. Setiap production run menimbulkan biaya sebesar
Rp. 1.000.000,- dan biaya produksi variabel per unit adalah
Rp 20 000
dan besar holding cost tah nan adalah 10%
Rp. 20.000,-, dan besar holding cost tahunan adalah 10%
per dolar nilai persediaan, tentukan :
a.
Besar produksi optimal
b.
Lama setiap production run dan production run berikutnya
Model EOQ Quantity Discount
Model ini didasari oleh adanya kemungkinan potongan kuantitas atau
harga per unit barang bila perusahaan membeli dalam kuantitas persediaan
yang lebih besar.
g
Penentan EOQ yang optimal memerlukan perhitungan seluruh biaya
minimum feasible.
Jika holding cost adalah persentase dari harga yaitu h = i c maka
Jika holding cost adalah persentase dari harga, yaitu h = i.c, maka
prosedur penerusan EOQ adalah :
Untuk setiap potongan harga hitung EOQ-nya
Jik EOQ dil
j
k
d ti
t
h
(tid k f
ibl )
k
Jika EOQ diluar jangkauan pada tiap potongan harga (tidak feasible) maka
sesuaikan nilai EOQ (naikkan pada kuantitas terendah sehingga feasible)
Hitung total cost tiap EOQ (setelah disesuaikan)
P l h EOQ
h lk
l d h
Contoh 5
Sebuah medical center memesan peralatan keehatan berupa disposal
sanitary. Kebutuhan tahunan untuk alat ini adalah 400 boks. Holding
cost-nya bervariasi terhantung pada harga dan kuantitas (20% dari harga boks
nya bervariasi terhantung pada harga dan kuantitas (20% dari harga boks
pertahun). Ordering cost Rp. 120.000,- per pemesanan. Daftar holding
cost ditunjukkan peralatan kesehatan ditunjukkan pada tabel di bawah ini.
Tentukan EOQ sehingga total cost minimum
Kuantitas (b k )
Harga P (R /b k )
Holding cost (R /b k /t h ) (boks) (Rp/boks) (Rp/boks/tahun)
1 – 49 280.000 56.000
50 – 99 260.000 52.000
FORECASTING
Mata Kuliah Pemodelan & Simulasi
Pertemuan Ke- 10
Riani L Riani L.
Pendahuluan
Peramalan merupakan bagian penting bagi setiap organisasi bisnis dan
untuk setiap pengambilan keputusan manajemen yang sangat signifikan.
Peramalan menjadi dasar jangka panjang bagi perencanaan jangka
j
j g p j g g p
j g
panjang perusahaan.
Peramalan merupakan input bagi proses perencanaan dan pengambilan
keputusan
keputusan
Definisi :
Adalah ramalan tentang apa yang akan terjadi dimasa yang akan datang.
Adalah penggunaan data masa lalu dari sebuah variabel atau kumpulan
variabel untuk mengestimasi nilainya di masa yang akan datang
Dengan peramlan kita dapat memprediksi apa yang terjadi di masa
g p
p
p
p y g
depan maka kita dapat mengubah kebiasaan saat ini menjadi lebih baik
dan akan jauh lebih berbeda di masa yang akan datang. Hal ini
Pemanfaatan Peramalan :
K
l
b ik d
d l
t k
Keuangan : peramalan memberikan dasar dalam menentukan
anggaran dan pengendalian biaya
Pemasaran : peramalan penjualan dibutuhkan untuk merencanakan
produk baru, kompensasi tenaga jual, dan beberapa keputusan
penting lainnya
Produksi & operasi : menggunakan data peramalan untuk
p
gg
p
perencanaan kapasitas, fasilitas, produksi, penjadwalan, dan
pengendalian persediaan.
Ekonomi : menetapkan kebijakan ekonomi seperti tingkat
p
j
p
g
pertumbuhan ekonomi, tingkat pengangguran, tingkat inflasi
Karakteristik Peramalan :
K k
t
Keakuratan
Biaya
Komponen Peramalan Permintaan
1.
Batasan Waktu (Time Frame)
Time Frame mengidentifikasikan seberapa jauh dimasa yang akan
datang yang telah diramalkan
datang yang telah diramalkan
Menentukan jangka waktu peramalan, misalnya pengklasifikasian
jangka waktu (jangka pendek, jangka menengah, dan jangka
panjang)
Rentang Waktu Tipe Keputusan Jangka Pendek
( 3 – 6 bulan) Operasional
Jangka Menengah
Taktis
g g
( 2 tahun) Taktis
Jangka Panjang
2.
Perilaku Permintaan (Demand Behavior)
P il k i t
k d
k d
tid k b
t
Perilaku permintaan kadang-kadang tidak beraturan
Tiga jenis :
1.
Trend
; perilaku permintaan jangka panjang atau pendek
; p
p
j g p j g
p
dimana pergerakkannya tergantung pada permintaan
2.
Cycle
; gelombang naik turun pergerakkan permintaan yang
b
l
l
d
j
k
k
j
berulang-ulang pada suatu jangka waktu yang panjang
3.
Seasonal Pattern
; suatu gerakan perputaran permintaan yang
terjadi secara periodik (dalam waktu yang pendek) dan
j
p
(
y g p
)
berulang
(a) Trend
(b) Cycle (economic)
( ) S
l
(d)T
d & S
l
Contoh Data Ekonomi (1)
3
Time Se r ie s Pl ot of I nf l a si
3 2 In fl a s i 1 0 Year Month 2005 2004 2003 2002 2001 2000 1999 Jan Jan Jan Jan Jan Jan Jan - 1
Contoh Data Ekonomi (2)
Krisis di I ndonesia Pertengahan 1997
Reference : Badan Pusat Statistik (BPS) I ndonesia
Contoh Data Ekonomi (3)
Krisis di I ndonesia Terjadi Mulai Pertengahan 1997
Contoh Data Ekonomi (4)
200000
Time Ser ies Plot of Penumpang KA Eksekutif dan Pesaw at
200000
150000
Var iab le KA Ek sek u tif Pesaw at D a ta 100000 50000
Krisis di I ndonesia Terjadi
Year Month 2000 1999 1998 1997 1996 1995 1994 1993 Jan Jan Jan Jan Jan Jan Jan Jan 0
Contoh DATA TOURISM (5)
Krisis di I ndonesia Pertengahan 1997
Contoh DATA TOURISM (6)
100
Time Ser ies Plot of Tingkat Hunian Hotel 4 * dan Hotel 5 *
90
80
Var iab le Ho tel 4* Ho tel 5*
D a ta 70 60 50 50 40 30
Krisis di I ndonesia Terjadi B
Year Month 2003 2002 2001 2000 1999 1998 1997 1996 1995 1994 Jan Jan Jan Jan Jan Jan Jan Jan Jan Jan 20
Krisis di I ndonesia Terjadi Mulai Pertengahan 1997
Contoh DATA HIDROLOGI (7)
0.30
Time Ser ies Plot of Cur ah hujan and Debit air in Telaga N gebel, Madiun
0.30
0.25
0 20
Var iab le Cu r ah h u j an Deb it air
D a ta 0.20 0.15 0.10 0.05
I nde x
Metode Peramalan
1.
Metode Kualitatif
Metode ini tidak ada model matematik, biasanya dikarenakan data
yang ada tidak cukup representatif untuk meramalkan masa yang
yang ada tidak cukup representatif untuk meramalkan masa yang
akan datang (long term forecasting).
Peramalan kualitatif menggunakan pertimbangan pendapat para
pakar di bidangnya.
Kelebihan : biaya murah (tanpa data) dan cepat diperoleh.
Kekurangan bersifat sub ektif (kurang ilmiah)
Kekurangan : bersifat subyektif (kurang ilmiah)
Salah satu pendekatan peramalan dalam metode ini adalah Teknik
2.
Metode Kuantitatif
Penggunaan metode ini didasari pada ketersediaan data metah
Penggunaan metode ini didasari pada ketersediaan data metah
disertai serangkaian kaidah matematis untuk meramalkan hasil
dimasa depan
Model peramalan dengan metode kuantitatif :
1. Time Series Methods
Metode statistik yang menggunakan data historis yang dihimpun pada suatu y g gg y g p p periode waktu. Dengan asumsi bahwa apa yang terjadi dimasa lalu akan terjadi dimasa yang akan datang.
Model Cosntant Forecastingg
Model Moving Average
Model Exponential Smooting
2 Regression Methods 2. Regression Methods
Model Constant Forecasting
Persamaan garis yang menggambarkan pola konstan adalah: Persamaan garis yang menggambarkan pola konstan adalah:
Y’(t) = a dimana a = konstanta
nY
t
E
[
(
)
]
2Untuk mendapatkan nilai (a) maka dapat didekati melalui turunan kuadrat terkecilnya (least square) terhadap (a) sebagai berikut:
ia
t
Y
E
1 2]
)
(
[
0
dE
2
n[
Y
(
t
)
a
]
0
diperoleh
da
i1]
)
(
[
nY
(
t
)
na
0
n
na
t
Y
(
)
0
p
; maka
i 1 i 1
)
(
ina
t
Y
10
)
(
; makaSehingga:
n Y (t) dimana n = jumlah periode peramalana
i
1
)
Jadi, apabila pola data berbentuk konstan, maka peramalannya dapat didekati dengan harga rata-rata dari data tersebut.
CONTOH :
Dib ik d t i t b ik k k i PT G M di i d i Diberikan data permintaan pabrik konveksi PT Garmen Mandiri dari bulan Januari sampai Juni tahun 2006. Tentukan jumlah permintaan untuk lima bulan selanjutnya dengan menggunakan model konstan!
Bulan (t)
Model Moving Average
Digunakan untuk menentukan trend dari suatu deret waktu.
Metode ini digunakan untuk data yang perubahannya tidak
d id k
i k
k
i ik
i
cepat, dan tidak mempunyai karakteristik musiman atau
seasonal.
Model ini mengestimasi permintaan periode berikutnya sebagai
Model ini mengestimasi permintaan periode berikutnya sebagai
5 91 5 50 75 130 110 90 5 5 1 1 5
iDiberikan data harga penutupan akhir minggu surat-surat berharga perusahaan “Mandala” yang bergerak dalam bidang maskapai penerbangan.
t 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12
Y 46 56 54 43 57 56 67 62 50 56 47 56
Maka Moving Average 3 mingguan (SMA ) terhadap harga penutupan akhir minggu Maka Moving Average 3 mingguan (SMA3) terhadap harga penutupan akhir minggu saham diperoleh dari perhitungan berikut: <