SIKAP MAHASISWA PELAKU SEX BEBAS TERHADAP
MUATANPORNOGRAFI DI MEDIA TELEVISI(Studi Kasus di Desa Mulyo
Agung, Malang)
Oleh: MASDURI ( 02220039 )
communication science Dibuat: 20070403 , dengan 3 file(s).
Keywords: Sikap mahasiswa, Pelaku Sex bebas, Pornografi, Media TV
Media massa dalam hal ini televisi merupakan media komunikasi yang mampu membawa arus informasi baik informasi visual, maupun audio, secara detail, lengkap dan luas. Salah satu informasi yang disajikan adalah pornografi. Kebebasan media televisi dalam menyajikan berbagai macam informasi yang bermuatan pornografi menuai banyak kontroversi, karena bertentangan dengan nilainilai budaya bangsa dan normanorma agama. Mahasiswa sebagai kaum intelektual yang mampu berfikir kritis, sistimatis, logis, dan rasional, memiliki sikap dan pandangan yang berbedabeda terhadap segala bentuk, gaya, maupun materi pornografi yang ada dalam media televisi. Berangkat dari hal tersebut, masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana sikap mahasiswa pelaku sex bebas terhadap muatan pornografi dalam media televisi?.
Penyajian selektif dan penekanan pada tema tertentu dalam media televisi selalu berhadapan dengan sistim sosial, seperti keyakinan, norma, perasaan, dan citacita masyarakat. Karena secara potensial dapat merubah normanorma dan batasbatas perorangan (Pareno, 2005:92).
Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif, dengan jumlah informan sebanyak 15 orang mahasiswa pelaku sex bebas. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara dan dokumentasi. Data yang diperoleh dianalisis secara induksi konseptual, yang bertujuan untuk menggambarkan keadaan atau status fenomena. Dalam hal ini peneliti hanya ingin mengetahui sikap mahasiswa pelaku sex bebas terhadap muatan pornografi dalam media televisi. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Mulyo Agung Kecamatan Dau, Malang.
Dari hasil penelitian diperoleh bahwa, Mayoritas informan setuju terhadap muatan pornografi dalam media televisi yaitu sebanyak 9 orang. Karena muatan pornografi dalam media televisi dapat menambah wawasan dan pengetahuan mereka tentang hubungan sexsual. Sedangkan 6 informan lainnya kurang setuju dengan muatan pornografi dalam media televisi. Karena bertentangan dengan normanorma agama dan budaya bangsa serta dapat merusak moralitas seseorang terutama bila dikonsumsi oleh anak dibawah umur. Jadi dapat disimpulkan bahwa, informan pelaku sex bebas di Desa Mulyo Agung